JSPM Lusi Dyana Hasra. Taqdirul Alim. Lutfi Al Fahmi & Bobby Rahman. Mulia andirfa . Model Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Sapi Mawah untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kota Lhokseumawe. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM), 7 . Hal. JanuariJuni 2026. DOI. 29103/jspm. MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS SAPI MAWAH UNTUK KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KOTA LHOKSEUMAWE Lusi Dyana Hasra. Taqdirul Alim. Lutfi Al Fahmi. Bobby Rahman. Mulia andirfa. Universitas Almuslim. Bireuen. Aceh-Indonesia Universitas Samudera. Langsa. Aceh-Indonesia STIE Lhokseumawe. Lhokseumawe. Aceh-Indonesia Universitas Malikussaleh. Aceh Utara. Aceh-Indonesia *Corresponding Author: lusidyanahasra@umuslim. ABSTRACT This research is based on the low level of community welfare and food security in Lhokseumawe City, despite the area having great potential for beef cattle farming. Mawah cattle is one of the traditional livestock systems that still exist in the community, which is a profit-sharing cooperation pattern between livestock managers and capital owners. However, this system has not been systematically managed to date, lacks strong institutions, and has not been integrated with local economic empowerment programs. This study aims to develop and test a mawah cattle-based economic empowerment model that is structured, participatory, and appropriate to the socio-economic conditions of the Lhokseumawe City It is hoped that the results will improve the welfare of livestock farmers and support sustainable food security that relies on local resources. An associative quantitative method with a survey was conducted on one hundred mawah cattle farmers. To determine the relationship between farmer participation, economic welfare, and household food security, analytical techniques such as Pearson correlation and multiple regression were used. Before being used to collect data, the instrument was tested for validity and reliability. Keywords: Mawah Cattle. Economic Empowerment. Farmer Welfare. Food Security. Participatory Model ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada tingkat kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat yang rendah di Kota Lhokseumawe, meskipun daerah tersebut memiliki potensi besar untuk peternakan sapi potong. Sapi mawah adalah salah satu sistem peternakan tradisional yang masih ada di masyarakat, yang merupakan pola kerja sama bagi hasil antara pengelola ternak dan pemilik modal. Namun, sistem ini belum dikelola secara sistematis hingga saat ini, tidak memiliki lembaga yang kuat, dan belum terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sebuah model pemberdayaan ekonomi berbasis sapi mawah yang terstruktur, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Kota Lhokseumawe. Diharapkan hasilnya akan meningkatkan kesejahteraan peternak dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan yang bergantung pada sumber daya lokal. Metode kuantitatif asosiatif dengan survei dilakukan terhadap seratus peternak sapi mawah. Untuk menentukan hubungan antara partisipasi peternak, kesejahteraan ekonomi, dan ketahanan pangan rumah tangga, teknik analisis seperti korelasi Pearson, regresi berganda digunakan. Sebelum digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen diuji untuk validitas dan keandalan. Kata Kunci : Sapi Mawah. Pemberdayaan Ekonomi. Kesejahteraan Peternak. Ketahanan Pangan. Model Partisipatif PENDAHULUAN Selama pembangunan wilayah, termasuk di Kota Lhokseumawe, ketimpangan ekonomi dan masalah pangan terus menjadi masalah besar. Tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah ini masih rendah, meskipun memiliki sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Angka pengangguran terbuka pada tahun 2023 mencapai 10,49%, lebih tinggi dari rata-rata provinsi, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe. Ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui metode yang berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Peternakan sapi potong adalah salah satu industri yang memiliki peluang untuk berkembang. Pada tahun 2022, setidaknya terdapat 7. 558 ekor sapi di kota Lhokseumawe. Sebaliknya, penduduk setempat telah lama mengenal sistem kerja sama ternak tradisional, juga disebut sebagai sapi mawah. Sistem ini melibatkan kerja sama antara peternak . dan pemilik modal . emilik sap. dengan pola bagi hasil. Dalam kenyataannya, sistem ini telah berkontribusi pada pembentukan peluang ekonomi, terutama bagi masyarakat di daerah pedesaan yang tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan modal usaha mandiri. Namun demikian, sistem mawah masih beroperasi secara informal dan belum dikelola dengan baik. Banyak praktik mawah tidak didasarkan pada perjanjian tertulis, tidak memiliki elemen manajemen usaha, dan tidak terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi Akibatnya, potensi ekonomi sistem ini belum sepenuhnya dieksplorasi. Tetapi sapi mawah dapat membantumenurunkan pengangguran dan meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal jika dikembangkan melalui model pemberdayaan yang terstruktur. Integrasi ke dalam rantai nilai . alue chai. , dukungan kelembagaan, dan pelatihan manajemen sangat memengaruhi keberhasilan model pemberdayaan ekonomi peternak. Meskipun demikian, peternakan rakyat Aceh terus menghadapi tantangan dalam hal modal, teknologi, dan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model pemberdayaan ekonomi berbasis sapi mawah yang sistematis, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi local Kota Lhokseumawe. Model ini akan mempertimbangkan elemen kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, akses ke modal, dan hubungannya dengan pasar. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengubah ekonomi masyarakat untuk mencapai kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan. Menurut Setyosari . pengembangan adalah suatu proses yang dipakai unuk mengembangkan dan mengevaluasi produk. Dalam Hukum Ekonomi Islam mawah 323 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 diistilahkan sama dengan mudhArabah (Abdurrahman, 2. Bagi hasil merupakan salah satu sarana ekonomi yang tidak asing bagi masyarakat Aceh. Berdasarkan adat kebiasaan, pembagian hasil dalam usaha masyarakat gampong sebagian besar tidak tertulis melainkan atas dasar persetujuan dan kesepakatan antara pihak pemilik dengan pemelihara yang dilakukan secara lisan, salah satunya mawah. Islam membenarkan kebiasaan itu karena dapat memberikan manfaat terhadap sesama manusia. Praktek bagi hasil ini sudah diterapkan oleh bangsa Arab sebelum datangnya Islam dan terus berlangsung sampai sekarang. Menurut (Bakar, 2. Mawah dalam kamus bahasa Aceh-Indonesia ditulis dengan istilah AuMawaAoaihAy yang berarti cara bagi hasil yang mengerjakan sawah dengan mempergunakan alatalat sendiri, memelihara ternak seseorang dengan memperoleh setengah dari penghasilannya. Menurut Kamus Aceh- Indonesia, mawah dapat diartikan cara bagi hasil yang mengerjakan sesuatu baik itu sawah, kebun, dengan mempergunakan alat-alat sendiri, dalam memelihara ternak seseorang dengan tujuan ingin memperoleh setengah bagian dari penghasilannya. Mawah adalah suatu praktik ekonomi yang sangat popular dalam masyarakat Aceh yang bedasarkan kepada azas bagi hasil antara pemilik modal dengan pengelola. Mawah merupakan suatu mekanisme dimana seorang pemilik aset menyerahkan hak pengelolaan aset tersebut kepada orang lain dengan hasil yang disepakati. Sistem mawah banyak dipraktikkan pada bidang pertanian . awah, ladang, ds. dan peternakan . embu, kambing, unggas, ds. dimana hasil dibagikan sangat tergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Bagi hasil yang disepakati tergantung pada biaya pengelolaan, baik yang langsung maupun tidak langsung (Ibrahim, 2. Pengertian pendapatan yang dikemukakan oleh para ahli diungkapkan dengan berbagai Banyak pengertian pendapatan yang dikemukakan para ahli, namun belum ada kesepakatan atau belum dirumuskan dengan jelas. Hal ini disebabkan karena pengertian pendapatan sering dihubungkan dengan pengukuran dan pada saat pengakuan pendapatan. Harnanto . menuliskan bahwa pendapatan adalah : AuKenaikan atau bertambahnyaa aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas perusahaan yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan barang dan jasa kepada masyarakat atau konsumen pada khususnya. Ay. Pendapatan masyarakat adalah jumlah keseluruhan pendapatan yang diterima oleh penduduk dalam suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu . iasanya satu tahu. , baik dari kegiatan produksi, pekerjaan, maupun sumber lainnya. 324 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menekankan pada pengukuran variabel penelitian menggunakan data numerik serta dianalisis dengan teknik statistik untuk menguji hubungan antarvariabel (Creswell, 2014. Sugiyono, 2. Pendekatan ini dipilih karena penelitian bertujuan untuk menganalisis pengembangan usaha peternak sapi sistem mawah secara terukur dan objektif. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik penyebaran kuesioner kepada responden. Kuesioner merupakan instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi secara sistematis dari sejumlah responden dalam waktu relatif singkat (Arikunto, 2013. Sugiyono, 2. Subjek dalam penelitian ini adalah para peternak sapi yang menerapkan sistem mawah dan masih aktif menjalankan usaha di Kota Lhokseumawe. Lokasi penelitian ditetapkan di Kota Lhokseumawe dengan fokus pada peternak aktif yang menjalankan pola kerja sama mawah. Populasi penelitian adalah seluruh peternak sapi sistem mawah yang masih aktif di Kota Lhokseumawe. Populasi merupakan keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Berdasarkan data lapangan, jumlah populasi diperkirakan sebanyak A350 peternak aktif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 peternak sapi mawah. Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik populasi secara keseluruhan (Sekaran & Bougie, 2. Pemilihan sampel dilakukan dari populasi peternak aktif di Kota Lhokseumawe dengan mempertimbangkan keterwakilan responden terhadap tujuan penelitian. Metode Analisis Validitas adalah sebuah ukuran yang mengindikasikan sejauh mana sebuah instrumen atau alat pengukuran dapat diandalkan atau sahih. Instrumen yang memiliki validitas tinggi dianggap mampu dengan akurat mengukur apa yang sebenarnya diinginkan atau diukur. Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang mempunyai indikator dari variabel atau konstruk. sebuah kuesioner dinyatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Instrumen yang reliabel juga akan menghasilkan data yang dapat diandalkan, yang artinya data tersebut akan tetap konsisten dan sesuai dengan kenyataan, tidak peduli berapa kali pengambilan data dilakukan. Analisis Regresi Sederhana Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan model statistika yaitu persamaan regresi linear sederhana. Analisis regresi linear sederhana adalah hubungan secara 325 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2. Analisis ini mengetahui arah hubungan antara variaabel independen dengan variabel dependen apabila variabel independen mengalami kenaikan atau A Model 1 (Partisipasi peternak Ie kesejahteraan ekonomi rumah tangg. Y=Kesejahtraan ekonomi rumah tangga partisipasi peternak e A Model 2 (Sistem sapi mawah Ie ketahanan pangan rumah tangg. Y=ketahanan pangan sistem sapi mawah e Regresi Linier Berganda Regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Y=PEOeModal Pendapatan Akseas Pasar e HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas adalah untuk menentukan apakah data penelitian terdistribusi secara teratur atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan uji histogram, dan P-Plot digunakan untuk analisis statistik. Gambar 1. Uji Normalitas Histogram Dimana grafik histrogram memberikan pola distribusi yang melenceng ke kanan yang artinya adalah data berdistribusi normal. Selanjutnnya, pada gambar P-Plot terlihat titik-titik 326 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 mengikutidan mendekati garis diagonalnya sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah korelasi antara variabel bebas atau bebas ditemukan dengan modeI regresi. Jika nilai tolerance lebih dari 0,10 atau nilai VIF lebih kecil dari 10, model regresi tidak menunjukkan multikoliinearitas. Tabel 1. Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF Dengan menggunakan tabel 1. 1 sebagai panduan, dapat dilihat bahwa nilai tolerance untuk variabel independen partisipasi peternak adalah 1. 000, yang berarti nilai tolerance > 010. Nilai VIF <10 variabel independen partisipasi peternak adalah 1. 000 Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian tidak terdapat tanda-tanda multikolinearitas antar variabel. Uji Heterokedastisitas Tujuan dari uji heteroskedastisitas adalah untuk mengetahui apakah varian antara setiap residual pengamatan dalam model regresi tidak sama. Jika nilai Sig alpha lebih besar dari = 0,05 atau 5% maka diasumsikan tidak terdapat tanda-tanda heteroskedastisitas pada model regresi saat dilakukan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser. Tabel 1. Uji Heterokedastisitas Model Regression Sig. Residual Total Berdasarkan tabel 1. 2, variabel pertisipasi peternak memiliki nilai Sig sebesar 0. 019 yang berarti nilai Signifikansi atau probabilitas lebih besar dari nilai = 0,05 atau 5%. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa model regresi tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas atau terbebas dari heterokedastisitas. Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara partisipasi peternak (X) terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga (Y). Adapun hasil regresi sederhana dapat dilihat pada tabel 1. 3 berikut ini: 327 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Tabel 1. Analisis Regresi Sederhana Model Unstandardized Coefficients Std. Error 1 (Constan. Sig. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan pada tabel di atas, dapat dirumuskan model persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y = 6. 925 e Berdasarkan hasil diperoleh nilai konstanta artinya berdasarkan hasil Model (Constan. Sig. kesejahteraan ekonomi rumah tangga sebesar 6. 586 dengan asumsi jika variabel partisipasi peternak bernilai konstan. Hasil lain juga diperoleh bahwa partisipiasi peternak berpengaruh terhadap tingkat kesejahataeraan ekonomi rumah tangga dengan nilai signifikansi sebesar 0. lebih kecil dari nilai alpha 0. Uji Satatistik Uji Parsial Dengan menggunakan uji t, dimungkinkan untuk menentukan apakah variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Dalam peneliitian ini sampel yang dijadkan sampel . sebanyak 34 responden, dan jumlah variabel . ada dua, sehingga df = n - k = 32. Dengan demikian, nilai t tabel untuk df dengan taraf signifikansi 5% adalah 1. Tabel 1. Uji Parsial Sumber : Diolah SPSS 2024 Berdasarkan hasil diatas, maka diperoleh hasil uji parsial yang menunjukan bahwa mawah berpengaruh secara parsial terhadap kesejahteraan masyarakat, hal ini dapat ditandai dengan nilai t-hitung . > . t-tabel. Hasil ini juga ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 0. < 0. Artinya setiap kenaikan ataupun penurunan kesejahteraan ekonomi rumah tanga akan dipengaruhi oleh partisipasi peternak. 328 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Koefisien Determinasi Untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas yang diteliti dilakukan uji koefisien determinasi. Semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dilihat berdasarkan nilai yang mendekati angka 1. Tabel 1. Koefisien Determinasi Sumbar : Diolah SPSS 2024 Berdasarkan table 1. 5 terlihat bahwa koefisien determinasi pada kolom R sebesar 0,405 menunjukkan bahwa variabel mawah memiliki pengaruh sebesar 40. 5% terhadap variabel kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan sisa 59. 5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian yang tidak dimasukan dalam model regresi. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y=6. 925X eY = 6. 925X eY=6. 925X e. Nilai konstanta sebesar 6. 586 menunjukkan bahwa apabila partisipasi peternak dalam sistem sapi mawah dianggap konstan atau tidak mengalami perubahan, maka tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga tetap berada pada angka 6. 586 satuan. Sementara itu, koefisien regresi partisipasi peternak sebesar 0. 925 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan partisipasi peternak dalam program sapi mawah akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga sebesar 0. 925 satuan, dengan asumsi variabel lain berada dalam kondisi tetap . eteris paribu. Uji Model Summaryb Std. Error Adjusted of the R Square R Square Estimate valu. Model DurbinWatson nilai probabilitas . yang Hal ini menegaskan bahwa partisipasi peternak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat keterlibatan peternak dalam program sapi mawah, maka semakin besar pula kontribusi yang diberikan terhadap peningkatan pendapatan serta kesejahteraan rumah tangga mereka. 329 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan beberapa studi terdahulu. penelitian Sari . menemukan bahwa partisipasi petani dalam program bagi hasil pertanian mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga hingga 15% dibandingkan kelompok non-peserta. Demikian pula, studi Hasan . pada program pemberdayaan ekonomi berbasis ternak di Aceh memperlihatkan bahwa semakin tinggi keterlibatan peternak, semakin besar peluang peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan taraf hidup keluarga. Temuan ini menguatkan bahwa model mawah bukan hanya sekadar mekanisme kerja sama, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Secara teoritis, hasil ini mendukung konsep community based development, di mana partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program. Partisipasi yang tinggi mencerminkan adanya rasa memiliki . ense of ownershi. serta tanggung jawab, sehingga peternak lebih termotivasi dalam mengelola usaha ternaknya untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Adapun implikasi kebijakan yang dapat ditarik adalah pentingnya peningkatan dukungan pemerintah daerah maupun lembaga terkait terhadap program sapi mawah. Dukungan ini dapat diwujudkan melalui penyediaan modal tambahan, akses pelatihan teknis, penguatan kelembagaan kelompok tani ternak, serta jaminan pemasaran hasil ternak. Dengan demikian, partisipasi peternak yang sudah terbukti signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga dapat lebih dimaksimalkan, sehingga tujuan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat di daerah dapat Uji Normalitas Tujuan dari uji normalitas adalah untuk menentukan apakah data penelitian terdistribusi secara teratur atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan uji histogram, dan KolmogorovSmirnov digunakan untuk analisis statistik. Berikut hasil evaluasinya: Pada analisis grafik histogram data dikatakan berdistribusi normal apabila grafik histogram berbentuk lonceng. Gambar 2. Uji Normalitas Histogram 330 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Berdasarkan hasil outpur histogram diatas. Dimana grafik histogram berbentuk lonceng dengan pola distribusi kearah kanan yang menandakan data telah berdistribusi dengan normal dan bebas dari gejala normalitas. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah korelasi antara variabel bebas atau bebas ditemukan dengan modeI regresi. Jika nilaii tolerance lebih dari 0,10 atau nilai VIF lebih kecil dari 10, model regresi tidak menunjukkan multikoliinearitas. Tabel 2. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model SSM Tolerance VIF Sumber : Diolah SPSS 2024 Dengan menggunakan tabel 2. 1 sebagai panduan, dapat dilihat bahwa nilai tolerance untuk variabel independen sistem sapi mawah adalah 1. 000, yang berarti nilai tolerance > 010. Nilai VIF <10 variabel independen sistem sapi mawah adalah 1. 000 Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat tanda-tanda multikolinearitas antar variabel. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi sederhana digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara variabel sistem sapi mawah (X) terhadap ketahanan pangan rumah tangga (Y). Adapun hasil regresi sederhana dapat dilihat pada tabel 2. 2 berikut ini: Tabel . Uji Regresi Sederhana Model Unstandardized Coefficients Std. Error Constan. SSM Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Diolah SPSS 2024 Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan pada tabel di atas, dapat diformulasikan model persamaan regresi sederhana sebagai berikut: Y = 6. 106X e 331 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Berdasarkan hasil pengujian diatas, diperoleh nilai konstanta sebesar 6. 779 yang artinya berdasarkan hasil maka ketahanan pangan rumah tangga sebesar 6. 779 dengan asumsi jika variabel sistem sapi mawah bernilai konstan. Hasil lain juga diperoleh bahwa sistem sapi mawah berpengaruh terhadap tingkat ketahanan pangan rumah tangga dengan nilai signifikansi sebesar 000 yang artinya setiap kenaikan 1 satuan penggunaan sistem sapi mawah akan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Uji Statistik Uji Parsial Dengan Model R R Square dimungkinkan untuk Adjusted R Square Std. Error of the Estimate menggunakan uji t, menentukan apakah variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 2. Uji Parsial Unstandardizd Coefficients Std. Model Error 1 (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Diolah SPSS 2024 Berdasarkan hasil diatas, maka diperoleh hasil uji parsial yang menunjukan bahwa sistem sapi mawah secara parsial berpengaruh terhadap ketahanan pangan rumah tangga, hal ini dapat ditandai dengan nilai t-hitung . > . t-tabel. Hasil ini juga ditandai dengan nilai signifikansi sebesar 000<0. Artinya setiap kenaikan ataupun penurunan ketahanan pangan rumah tangga akan dipengaruhi oleh penggunaan sistem sapi mawah. Koefisien Determinasi Untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas yang diteliti dilakukan uji koefisien determinasi. Semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dilihat berdasarkan nilai yang mendekati angka 1. Tabel 2. Koefesien Determinasi Sumber : Diolah SPSS 2024 Berdasarkan tabel 2. 4 terlihat bahwa koefisien determinasi pada kolom R sebesar 0,791 menunjukkan bahwa variabel sistem sapi mawah memiliki pengaruh sebesar 79. 1% terhadap 332 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 variabel ketahan pangan rumah tangga di kota lhokseuamwe dan 20. 9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan Y=6. 106X eY = 6. 106X eY=6. 106X e. Nilai konstanta sebesar 6. 779 menunjukkan bahwa apabila variabel sistem sapi mawah berada pada kondisi konstan atau tidak mengalami perubahan, maka tingkat ketahanan pangan rumah tangga berada pada nilai 6. 779 satuan. Koefisien regresi sistem sapi mawah sebesar 1. 106 menandakan bahwa setiap peningkatan 1 satuan dalam penggunaan sistem sapi mawah akan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga sebesar 1. 106 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap . eteris paribu. Hasil uji signifikansi menunjukkan nilai probabilitas . -valu. 000, yang lebih kecil daripada taraf signifikansi 0. Hal ini berarti bahwa sistem sapi mawah berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Dengan kata lain, semakin tinggi penerapan sistem sapi mawah oleh peternak, semakin besar pula kontribusi yang diberikan terhadap pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya. Rahman . yang menyatakan bahwa program berbasis ternak memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ketahanan pangan melalui ketersediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan keluarga. Selain itu, studi Hasanah . juga menunjukkan bahwa mekanisme kerja sama dalam bentuk mawah meningkatkan kapasitas produksi ternak, yang pada akhirnya memperkuat ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Secara konseptual, hasil ini memperkuat teori ketahanan pangan rumah tangga yang menekankan bahwa akses terhadap sumber daya ekonomi, terutama dari sektor peternakan, merupakan faktor penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Oleh karena itu, implikasi kebijakan yang dapat diambil adalah perlunya memperluas penerapan sistem sapi mawah dengan dukungan kebijakan daerah, seperti penyediaan bibit ternak berkualitas, pelatihan manajemen peternakan, serta fasilitasi akses pasar. Dengan demikian, sistem sapi mawah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kerja sama tradisional, tetapi juga sebagai strategi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan masyarakat pedesaan. Uji Normalitas Pada analisis grafik histogram data dikatakan berdistribusi normal apabila grafik histogram berbentuk lonceng. Gambar 3. Uji Normalitas Histogram 333 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Berdasarkan hasil outpur histogram diatas. Dimana grafik histogram berbentuk lonceng dengan pola distribusi kearah kanan yang menandakan data telah berdistribusi dengan normal dan bebas dari gejala normalitas. Tabel 3. Regresi Linier Berganda Variable Coefficient Prob. Modal Pendapatan Akses_pasar Y=51. 64463Oe0. Nilai konstanta sebesar 51. 64463 dengan tingkat signifikansi 0. 0042 (< 0. menunjukkan bahwa ketika variabel modal, pendapatan, dan akses pasar diasumsikan tetap, maka pemberdayaan ekonomi masyarakat berada pada angka 51. 64463 satuan. Hal ini menggambarkan adanya kondisi dasar pemberdayaan ekonomi yang terbentuk meskipun tanpa adanya perubahan pada ketiga variabel bebas tersebut. Variabel modal memiliki koefisien negatif sebesar -0. 024636 dengan nilai signifikansi 0167 (< 0. Temuan ini menunjukkan bahwa modal berpengaruh negatif signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi. Kondisi ini dapat terjadi karena penambahan modal yang tidak diikuti dengan pengelolaan usaha yang efektif justru menimbulkan risiko beban baru, seperti tingginya biaya pinjaman, rendahnya kemampuan manajerial, maupun alokasi modal yang kurang tepat Dengan demikian, modal yang besar tidak otomatis meningkatkan pemberdayaan ekonomi, tetapi memerlukan pendampingan serta strategi pengelolaan yang terukur. 334 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Sebaliknya, variabel pendapatan berpengaruh positif signifikan dengan koefisien sebesar 400383 dan nilai signifikansi 0. 0158 (< 0. Artinya, semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin besar pula peningkatan pemberdayaan ekonomi yang dicapai. Pendapatan yang stabil dan meningkat akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, memperluas usaha, serta meningkatkan investasi produktif yang pada akhirnya mendorong kemandirian ekonomi. Demikian juga dengan variabel akses pasar, hasil regresi menunjukkan koefisien positif 045122 dengan signifikansi 0. 0417 (< 0. Hal ini menegaskan bahwa semakin baik akses masyarakat terhadap pasar, maka semakin tinggi pula tingkat pemberdayaan ekonomi. Akses pasar yang luas membuka peluang bagi masyarakat untuk memasarkan produk dengan lebih efektif, memperluas jaringan usaha, meningkatkan daya saing, dan memperkuat posisi tawar petani maupun peternak di tingkat lokal maupun regional. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendapatan dan akses pasar berperan positif dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi, sedangkan modal justru memberikan pengaruh negatif apabila tidak dikelola dengan baik. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak hanya memerlukan penyaluran modal, tetapi juga harus disertai dengan pendampingan, peningkatan keterampilan manajerial, dan fasilitasi akses pasar yang lebih luas. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara Temuan penelitian ini sejalan dengan beberapa studi terdahulu. Misalnya. Suryani . menemukan bahwa akses terhadap pasar menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing produk lokal dan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Demikian pula, penelitian Hidayat . menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat yang stabil mendorong kemampuan keluarga dalam mengakses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan produktif lainnya, yang pada gilirannya memperkuat aspek pemberdayaan. Namun, hasil berbeda ditemukan pada variabel Studi Rahman . juga menegaskan bahwa modal yang diberikan tanpa adanya kontrol dan pendampingan sering kali tidak efektif, bahkan berpotensi menimbulkan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan eksternal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh faktor finansial berupa modal, tetapi juga oleh pendapatan yang berkelanjutan dan akses pasar yang memadai. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah bahwa program pemberdayaan ekonomi hendaknya tidak hanya menyalurkan modal, melainkan juga 335 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 perlu diiringi dengan edukasi manajemen usaha, penguatan kapasitas kewirausahaan, serta dukungan infrastruktur pemasaran. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi dapat berlangsung lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata. Uji Parsial (Uji . Uji parsial dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen . emberdayaan ekonom. secara individual. A Variabel Modal memiliki koefisien -0. 024636 dengan nilai probabilitas 0. 0167 (< 0. Hal ini berarti secara parsial modal berpengaruh negatif signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi. Artinya, peningkatan modal justru dapat menurunkan pemberdayaan ekonomi apabila tidak dikelola secara efektif, misalnya karena ketergantungan pada pinjaman atau rendahnya kapasitas A Variabel Pendapatan memiliki koefisien 0. 400383 dengan probabilitas 0. 0158 (< 0. Hasil ini menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap pemberdayaan Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin kuat pula daya dukung terhadap peningkatan kapasitas usaha, pemenuhan kebutuhan hidup, dan kemandirian ekonomi. A Variabel Akses Pasar memiliki koefisien 0. 045122 dengan probabilitas 0. 0417 (< 0. Hal ini mengindikasikan bahwa akses pasar juga berpengaruh positif signifikan terhadap pemberdayaan Semakin baik akses pasar yang dimiliki, semakin besar peluang masyarakat untuk memasarkan produk dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Dengan demikian, secara parsial ketiga variabel independen . odal, pendapatan, dan akses pasa. berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi, meskipun arah pengaruhnya berbeda . odal negatif, pendapatan dan akses pasar positi. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen yang diteliti secara bersama-sama memengaruhi variabel dependen. Jika hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi < 0. 05, maka variabel modal, pendapatan, dan akses pasar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pemberdayaan Dengan demikian, meskipun modal berpengaruh negatif secara parsial, namun dalam model regresi keseluruhan, ketiga variabel tersebut bersama-sama memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan atau penurunan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 336 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026 Hal ini sejalan dengan konsep bahwa efektivitas pemberdayaan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor, baik ketersediaan modal, tingkat pendapatan, maupun akses terhadap pasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh kesimpulan bahwa partisipasi peternak berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga, serta sistem sapi mawah berpengaruh positif signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Hal ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat partisipasi peternak dalam program sapi mawah, semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah Hasil regresi berganda menunjukkan bahwa variabel pendapatan dan akses pasar berpengaruh positif signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi, sedangkan modal justru memberikan pengaruh negatif signifikan. Artinya, pendapatan yang memadai dan akses pasar yang luas mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, sementara ketersediaan modal tanpa pengelolaan yang baik berpotensi menurunkan efektivitas pemberdayaan. Uji parsial membuktikan bahwa masing-masing variabel independen . odal, pendapatan, dan akses pasa. berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi, dengan arah pengaruh yang berbeda. Uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil kombinasi dari berbagai aspek yang saling melengkapi. DAFTAR PUSTAKA