P-ISSN 1412-0380 E-ISSN 2615-272X PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Volume 23 Nomor 2. Desember 2019 p 80 - 84 Dampak Pencemaran Air Sebagai Inspirasi Karya Seni Patung I Nyoman Miyasa1. I Made Gede Arimbawa2. I Ketut Muka3 Program Studi Seni Program Magister. Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Denpasar tanlanggeng@gmail. Pencemaran air dapat memengaruhi kualitas kehidupan ekosistem air. Pencemaran lingkungan yang terjadi selama ini disebabkan oleh berbagai hal, terutama perbuatan manusia yang tidak memerhatikan keserasian alam dan kelestariannya. Pencemaran air terjadi karena adanya zat aditif berbahaya yang masukke dalam air karena kegiatan manusia yang menyebabkan penurunan kualitas air. Pencipta merespon fenomena pencemaran air melalui karya seni patung. Pencipta merumuskan ide penciptaan menjadi tiga yaitu Bagaimana mentransformasikan tema dampak pencemaran air menjadi sebuah karya seni patung? Bagaimana tehnik mewujudkan patung yang terinspirasi dari dampak pencemaran air? Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk mentransformasikan, memilih, dan menggali tehnik pembuatan patung dari dampak pencemaran air. Proses penciptaan ini melalui empat tahapan yakni eksplorasi, improvisasi, pembentukan, dan finishing. Adapun metode yang digunakan pada penciptaan ini metode dekonstruksi didukung dengan teori seni patung, postmodern dan simbolisme. Hasil penciptaan pada karya ini terdapat enam karya utama yaitu berjudul Terjebak. Menggelepar. Melarat. Dalam Putaran. Perangkap Kapitalis, dan Terpasung. Karya-karya patung bergaya dengan media kayu dan plat stenles menggunakan teknik pahat dan tehnik las. Kata kunci : air, pencemaran, seni patung. Pollution that occurs in water and surrounding ecosystems affects the quality of natural life and living things in it. Environmental pollution that has happened so far is caused by various things, especially human actions which do not pay attention to the harmony of nature and its sustainability. Environmental pollution causes a variety of adverse impacts, and in this case the creator focuses on water pollution. Water pollution occurs because of the presence of substances, energy or living things into the water because of human activities that cause a decrease in water quality. The creator follow up water polution phenomena by create sculpture. Environmental awarness to save our planet especially water as life foundation. In this creation, there are several formulations of creation, namely How to transform the theme of the impact of water pollution into a sculpture? The purpose of this creation is to transform the theme of the impact of water pollution into sculpture. In this creation through four stages, namely exploration, improvisation, formation, and finishing. The method used in this creation decontruction method according with theory simbolisme theory. The results of the creation in this work are six main works, namely entitled Trapped. Flounding. Destructive. In a Round. Capitalist Trap, and Confined. The sculpture made from wood and aluminum plates using chisel and paste techniques. Keywords : water, water pollution, sculpture Proses review : 2 - 30 september 2019, dinyatakan lolos 25 oktober 2019 Volume 23. Nomor 2. Desember 2019 PENDAHULUAN Pencipta tertarik untuk mengeksplorasi dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air, seperti matinya hewan air dan biota lainya. Keunikan bentuk dari hewan air seperti ikan-ikan dan bangau akibat dampak pencemaran air akan ditransformasikan ke dalam karya seni patung. Transformasi adalah penggambaran yang menekankan pada pencapaian karakter oleh seniman dengan cara memindahkan wujud atau figur dari objek aslinya ke objek yang digambarkan (Kartika 2007:. Menurut pendapat Hawkins, dalam bukunya yang berjudul Creating Through Dance, . alam Soedarsono, 2001: . , menyatakan bahwa penciptaan sebuah karya tari yang baik selalu melewati tiga tahap: pertama exploration . kedua improvisation . dan ketiga forming . embentukan atau komposis. Teknik ini dipakai menyesuaikan dengan medium yang digunakan seperti kayu dan flat besi. Pertimbangan bentuk, medium dan finishing menyesuaikan ide, makna simbolik dan pesan yang ingin disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Karya Tugas Akhir 1 PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Aspek Fisioplastis Pada karya patung ini ditampilkan objek ikan yang terjebak di tengah kaleng. Bentuk ikan air tawar telah dideformasi sehingga tampak lebih sederhana. Hanya menampilkan kesan berupa figur ikan dengan menampilkan bagian kepala, sirip dan ekor. Pewarnaan memakai warna kuning orange yang ditinjau dari sifat warna merupakan warna panas sebagai gambaran ikan yang ada dalam penderitaan berbeda dengan ikan yang sehat. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya terjebak adalah teknik pahatan dan teknik las. Karya Tugas Akhir 2 Sumber : Dokumen pribadi Judul Karya : Menggelepar Ukuran : 80cm x 40cm x30 cm . ariable dimensio. Media : Kayu dan plat stenles Tahun : 2019 Menggelepar Ide pada karya AuMenggeleparAy merupakan sebuah fenomena pencemaran air yang menyebabkan habitat binatang air laut tidak bisa hidup. Keadaan tersebut mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan ekosistem dan berpengaruh pula pada rantai makanan. Ikan-ikan yang hidup di laut mati akibat terkontaminasi limbah pabrik yang bermuara di laut. Sumber Judul Karya Ukuran Media Tahun : Dokumen pribadi : Terjebak : 60cm x 30cm x 30cm . ariable di: kayu dan plat aluminium : 2019 Terjebak Ide penciptaan karya patung ini muncul akibat kumpulan sampah dan kaleng yang hanyut mengotori dan mencemari air sungai. Dampak dari pencemaran air tersebut membuat pencipta tergugah untuk mengungkapnya ke dalam karya patung yang menggambarkan kesengsaraan yang dialami ikan yang hidup di sungai tercemar. Ikan sebagai salah satu biota laut bernafas dan makan plankton-plankton laut, yang telah tercampur limbah kemudian terserap ke dalam tubuhnya, sehingga mengakibatkan kematian dan populasi ikan Reaksi pencipta terhadap pencemaran air akibat modernisme dikemas dengan idiom estetika Pada karya patung berjudul AuMenggeleparAy ini menampilkan visualisasi ikan yang berada di atas ombak dalam posisi mengambang. Hal tersebut mengungkapkan bahwa ikan-ikan sedang dalam kondisi sekarat dan menggelepar di habitatnya, akibat laut yang tercemar oleh limbah pabrik. Bentuk objek ikan yang ditampilkan telah dideformasi, dengan menampilkan visualisasi ciri khas ikan yaitu bentuk kepala, tulang rusuk dan ekor. Pemanfaatan garis lengkung, lurus dan zigzag sebagai penggambaran I Nyoman Miyasa (Dampak. yang representatif tentang keadaan ikan yang terkena dampak pencemaran air. Karya Tugas Akhir 3 Sumber : Dokumen pribadi Judul Karya : Melarat Ukuran : 50cm x 40cm x 80cm . ariable dimensio. Media : Kayu apung, besi dan tali Tahun : 2019 Ide pada karya AuMelaratAy merupakan kelanjutan dari Pada karya 2 diangkat tentang ikan-ikan yang sekarat dan menggelepar akibat dampak dari pencemaran air laut. Sedangkan pada karya melarat diceritakan dari dampak berkurangnya populasi ikan tersebut yang mengakibatkan terjadi ketidakseimbangan ekosistem dan berpengaruh pula pada rantai Binatang laut yang tergantung pada ikan sebagai sumber makanan menjadi sangat menderita. Ide ini ditransformasikan ke dalam bentuk burung bangau yang lusuh dan melarat. Penggambaran burung bangau ini tidak seperti realitas namun dideformasi, distorsi dan digayakan sehingga tampak jenaka bahkan absurd. Pada karya patung berjudul AuMelaratAy menampilkan objek burung bangau yang telah dideformasi. ciri pokok yang memberikan kesan burung bangau leher panjang, dan kaki yang kurus terbelenggu dalam balok kayu Komposisi objek utama yaitu burung bangau ditempatkan di tengah, dengan paruh menjulur ke depan dan ekor ke belakang. Karya Tugas Akhir 4 Sumber : Dokumen pribadi Volume 23. Nomor 2. Desember 2019 Judul Karya Ukuran Media Tahun : Dalam Putaran : 60cm x 40cm x 70cm . ariable di: Kayu dan Flat besi : 2019 Pada penciptaan karya AuDalam PutaranAyini, ide yang ditampilkan bersumber dari pengamatan pribadi pencipta terhadap berbagai berita yang ditampilkan di media-media elektronik dan medai sosial terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi. Pada karya patung ini ditampilkan objek ikan yang tampak ingin melompat keluar dari air. Transformasi dari bentuk alami ikan yang tercemar menjadi ikan yang terikat spiral. Spiral sebagai representasi modernisme menyebabkan ikan tersangkut dan terbelengu didalamnya. Bentuk ikan dideformasi sehingga tampak sederhana dan hanya menampilkan kesan Terlihat dari ciri khas ikan yaitu pada kepala, ekor, dan sirip. Karya Tugas Akhir 5 Sumber: Dokumen pribadi Judul Karya : Perangkap Kapitalis Ukuran : 100cm x 40cm x 140cm . ariable Media : Kayu dan plat stenless Tahun : 2019 Pada penciptaan karya AuPerangkap KapitalisAy ide yang ditampilkan bersumber dari pengamatan pencipta terhadap fenomena jual beli lahan di Bali. Kawasan pesisir pantai dijual habis-habisan untuk kepentingan keuntungan dan bisnis. Hal tersebut membawa dampak buruk bagi kehidupan di laut. Fenomena ini ditransformasikan menjadi karya seni Imajinasi bentuk yang dibuat berupa badan ikan yang tinggal separuh dan kelihatan tulangnya. Makna simbolik diperkuat dengan bentuk balok kayu yang menggantung ikan sebagai gambaran ikan yang Aspek Fisioplastis Pada karya patung ini ditampilkan objek ikan yang Volume 23. Nomor 2. Desember 2019 masuk ke dalam sebuah bentuk menyerupai kerangka berbentuk persegi yang berupa jebakan. Pada karya perangkap kapitalis dianalogikan ikan tidak memiliki kemampuan untuk bergerak bersifat pasif dan merenungi nasibnya. Karya Tugas Akhir 6 Sumber : Dokumen pribadi\ Judul Karya : Terpasung Ukuran : 180cm x 40cm x 80cm . ariable dimensio. Media : Kayu dan Besi Tahun : 2019 Terpasung Ide pada karya ini bersumber dari fenomena kerusakan lingkungan yang terjadi akibat pembangunan yang tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat dan kelestarian lingkungan. Kearifan lokal dengan sumber daya alam yang melimpah merupakan potensi yang sangat besar mulai terusik. Pencipta membuat karya terpasung dengan ukuran seperti kursi panjang hal ini dimaksud agar penikmat dapat berinteraksi dengan dengan karya yang di buat. Tekstur pada karya terpasung menggunakan tekstur kasar sebagai cerminan kondisi lingkungan yang rapuh, tercemar. SIMPULAN Pencemaran air sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya sebab air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Masyarakat perlu diberikan pemahaman-pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air melalui berbagai upaya seperti sosialisasi, penyuluhan, iklan layanan masyarakat, dan lain sebagainya yang dapat bersifat persuasif dan mampu membangun kesadaran masyarakat. Salah satu cara yang bisa menjadi alternatif membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian air adalah melalui pameran-pameran karya seni bertemakan pencemaran lingkungan. Setelah melalui proses penciptaan hingga terwujudnya karya seni patung dengan tema dampak pencemaran air ini, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Menyampaikan kekhawatiran pencipta melalui karya seni patung perlu mempertimbangkan berbagai referensi terkait yang relevan dengan pesan yang ingin PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Sumber-sumber relevan bisa didapat melalui berbagai media cetak, media elektronik, dan media sosial. Melalui sumber-sumber tersebut pencipta dapat menciptakan karya berisi pesan-pesan kekhawatiran pencipta terkait dengan dampak pencemaran air yang disampaikan secara simbolik. Kemapanan modernisme sehingga menimbulkan dampak buruk salah satunya adalah pencemaran air didekontruksi untuk membangun kesadaran tentang Dampak pencemaran air ditransformasikan menjadi karya seni patung. Bentuk-bentuk yang diwujudkan dideformasi dengan penyerderhaan, pembiasan dan penggayaan. Perwujudan karya ini melalui tahapan-tahapan, yaitu mulai dari eksplorasi . de, medium, dan penggayaa. , improvisasi . ksperimen bentuk dan memilih bentu. , forming . embentukan, perwujudan, dan finishin. Penyusunan karya seni patung ini mengikuti prinsip-prinsip penyusunan karya seni. Wujud karya seni patung dengan tema dampak pencemaran air ini bernuansa postmodern dikerjakan dengan menggunakan teknik pahatan dan teknik Bentuk-bentuk objek yang divisualisasikan dideformasi hingga menjadi sederhana dan hanya menampilkan kesan utama atau ciri khas dari objek tersebut. Misalnya objek ikan, yang ditampilkan setelah mengalami proses deformasi, hanya berupa bentuk kepala, ekor dan siripnya saja, tidak detail seperti ikan pada umumnya namun tetap menampilkan kesan bahwa objek tersebut adalah ikan. Terdapat total enam karya pada penciptaan karya seni patung bertema dampak pencemaran air ini. Beberapa di antaranya merupakan pengamatan pribadi pencipta yang terjadi di masyarakat. Idiom estetika post modern divisualkan dalam karya. Salah satu karya meminjam ikon-ikon masa lalu . , bentuk yang ditampilkan tidak alam idengan dideformasi digayakan, dekoratif bertekstur . ditampilkan sebagai unsur estetis pada karya. Kesadaran tentang lingkungan begitu penting untuk kelangsungan umat Kehadiran karya seni patung yang terinspirasi dari dampak pencemaran air merupakan aktualisasi diri dan pernyataan sikap pencipta tentang phenomena lingkungan. DAFTAR RUJUKAN Audifax. Imagining Lara Croft. Psikosemiotika. Hiperealitas, dan Simbol-Simbol Ketidaksadaran. Yogyakarta: Jalasutra, 2006. Bidja. I Made. Aji Maya Sandhi. Bali: Ganda pura. I Nyoman Miyasa (Dampak. Volume 23. Nomor 2. Desember 2019 Budiman. Kris. Ikonisitas Semiotika Sastra dan Seni Visual. Yogyakarta: Buku Baik, 2005. Sukayasa. I Wayan. Brahma Widya Teks Tatwa Jnana. Denpasar: Widya Dharma, 2013. Damajanti. Irma. Psikologi Seni. Bandung: PT Kiblat Buku Utama, 2006. Sumantri. Arif. Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Kencana Pranada Group, 2010 Dharma Putra. I Ketut Gede. Pencemaran Lingkungan Ancam Pariwisata Bali. Denpasar:. Manik Geni, 2010. Susanto. Mikke. Diksi Rupa. Yogyakarta: Dicti Art Lab & Djagad Art Space, 2011. Emoto. Masaru. Mukjizat Air. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007. Suyasa. I Wayan Budiarsa. Pencemaran Air dan Pengolahan Limbah. Denpasar: Udayana University Press, 2015. Gie. The Liang filsafat keindahan. Jogyakarta: PUBIB, 2004. Westa. I Wayan. Bali Spirit. Denpasar: Pustaka Larasan, 2014. Hawkins. Alma M. Creating Through Dance. Englewood Cliffs, 1966. Yendra. I Made. Kanda Pat Rare. Surabaya: Paramita, 2010. ISI Denpasar. Buku Pedoman Tugas Akhir. Denpasar: Program Pasca Sarjana ISI Denpasar, 2016. Jana. I Made. Dasar Dasar Keindahan Desain Dalam Seni Rupa. Denpasar: FSRD ISI Denpasar, 2005 Japa. Gus. Air Menyingkap Rahasia Penyembuhan Alam Semesta. Denpasar: PT. Empat Warna Komunikasi, 2006. Kartika. Dharsono Sony. Seni Rupa Modern. Yogyakarta: Rekayasa Sains, 2004. Lubis. Akhyar Yusuf. Post Modern Teori dan Metode. Jakarta: Rajawali Pers, 2014. Marianto. Dwi. Menimbang Ruang Menata Rupa. Yogyakarta: Galang Press, 2004. Piliang. Yasraf Amir. Semiotika dan Hipersemiotika. Yogyakarta: Jalasutra, 2010 Pulasari. Jro Mangku. Kanda Pat. Surabaya: Paramita, 2011. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1983. Sachari. Agus. Estetika. Makna. Simbol, danDaya. Bandung: ITB Bandung, 2002. Soedarso. Sp. Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern. Jakarta: CV Studio Delapan Puluh Enterprise, 2000. Sugiharto. I Bambang. Post modernisme: Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 1996. INTERNET Budiyanto. Pencemaran Air oleh Mikroba Patogen dan Penyakit yang ditimbulkanya . January . Available from: URL: https//aguskrisnoblog. com, 2012. Deashfanara. Com. Proses Terjadinya Pencemaran Air dan Dampaknya dalam Kehidupan. ited 2018 March. Available at: URL:https:// deashfanara. com, 2018 Marwanto. Biografi Singkat Heridono . ited 2011 Desembe. Available from: http://w. eko marwanto. com/2011/22/ biografi-singkat heridono. Html. Uakey. Lima Idiom dalam Estetika Post Modern . ited 2011 aprill, . available at: URL: https:// id/2011/04/lima-idiom-dalam-estetika-post modern. html, 2011