Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Artikel Review Hubungan Status Gizi dan Stres terhadap Siklus Menstruasi Remaja Putri di Indonesia Farhah Salsabila Maedy 1. Tria Astika Endah Permatasari2*. Sugiatmi3 1,2,3Program Studi Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jakarta. Indonesia *Corresponding author: tria. astika@umj. ABSTRACT Background: Menstrual cycle disorders in adolescent girls have an impact on reproductive health in later life. Irregular menstrual cycles are at risk of causing infertility. The goal of this article is to look at the effects of nutritional status and stress on the menstrual cycle of adolescent females in Indonesia. Methods: A literature study or article review was conducted utilizing the Google Scholar. GARUDA. Neliti and PubMed databases published in 2011-2021. There were 11 articles consisting of 9 national journals and 2 international journals. Results: From 11 articles it is known that the menstrual cycle of adolescent girls can be influenced by a variety of variables, including nutritional status, stress, physical activity, macronutrient adequacy, and endocrine disorders. However, two major elements influence the menstrual cycle: nutritional status and stress. Adolescents who have undernutrition and overnutrition are more likely to develop menstrual cycle abnormalities. Adolescents with moderate and severe stress are also at risk of experiencing menstrual cycle abnormalities. Conclusion: Nutritional status and stress are significantly associated to the menstrual cycle of adolescent girls in Indonesia. Lifestyle regulation since adolescence is very necessary to achieve optimal nutritional status and prevent stress so that normal menstrual cycles are maintained. Keywords: adolescent girls, menstrual cycle, nutritional status, stress ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi pada remaja putri berdampak pada kesehatan reproduksi di masa kehidupan selanjutnya. Siklus menstruasi yang tidak teratur berisiko menyebabkan terjadinya infertilitas. Tujuan penulisan artikel ini ialah menganalisis hubungan status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Metode: Studi literatur atau review artikel dilakukan dengan memanfaatkan database Google Scholar. GARUDA. Neliti dan PubMed dengan terbitan tahun 2011-2021. Didapat 11 artikel yang terdiri dari 9 jurnal nasional dan 2 jurnal internasional. Hasil: Dari 11 artikel diketahui bahwa siklus menstruasi remaja putri dipengaruhi oleh berbagai variabel, antara lain status gizi, stres, aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, dan gangguan endokrin. Namun, terdapat dua faktor utama yang berkaitan dengan siklus menstruasi, yaitu status gizi dan stres. Remaja yang memiliki masalah gizi kurang dan gizi lebih beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Remaja dengan stres sedang dan berat juga beresiko mengalami gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Status gizi dan stres secara bermakna berhubungan terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Pengaturan gaya hidup sejak masa remaja sangat diperlukan untuk Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 mencapai status gizi optimal dan mencegah terjadinya stres sehingga terjaganya siklus menstruasi secara normal. Kata kunci: remaja putri, siklus menstruasi, status gizi, stres PENDAHULUAN Masa remaja didefinisikan sebagai suatu masa transisi dari usia anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, biologis, kognitif, sosial-emosional dan Menurut World Health Organization (WHO), periode ini berlangsung antara usia 12 sampai 24 tahun . Pada masa remaja, seorang remaja putri akan mengalami haid pertama atau menarche yang umumnya terjadi pada kisaran usia 11-15 tahun . Menstruasi adalah proses luruhnya keluarnya darah dari vagina karena sel telur tidak dibuahi . Menstruasi secara periodik setiap bulannya akan membentuk siklus menstruasi . Siklus haid dihitung dari hari ke-satu menstruasi hingga mulainya haid periode berikutnya, normalnya berkisar antara 21 sampai dengan 35 hari . Siklus menstruasi dapat disebut normal jika interval menstruasi seorang wanita relatif tetap setiap bulannya, bahkan jika meleset, perbedaan waktunya pun tidak jauh berbeda . Remaja putri seringkali mengalami gangguan menstruasi, terutama gangguan pada siklus menstruasi . Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar . dalam Arum ketidakteraturan menstruasi pada wanita usia 10 sampai dengan 59 tahun adalah sebesar 14,5%. Lebih jelasnya, sebanyak 11,7% remaja Indonesia dengan usia 15 Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 sampai dengan 19 tahun mengalami . Menstruasi merupakan indikator kesehatan perempuan, sehingga remaja putri perlu memahami pola menstruasi dan faktorfaktor yang menimbulkan gangguan atau perubahan menstruasi . Gangguan siklus haid dapat berupa polimenorea, oligomenorea, dan amenorea. Polimenorea adalah siklus haid pendek atau kurang dari 21 hari, oligomenorea adalah siklus haid yang lebih dari 35 hari, sedangkan amenorea adalah siklus haid yang lebih dari 90 hari atau tidak menjumpai menstruasi 3 bulan beruntun. Amenorea amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer adalah keadaan dimana wanita berusia 18 tahun ke atas belum pernah mendapat menstruasi, sedangkan amenorea primer mengacu pada wanita yang sempat mengalami menstruasi namun tidak mengalaminya lagi . Siklus menstruasi yang lebih panjang atau pendek berisiko menyebabkan infertilitas atau lebih sulit hamil . Beberapa faktor yang berdampak pada ketidakteraturan siklus haid antara lain status gizi, konsumsi gizi, stres, merokok, mengkonsumsi obat hormonal dan gangguan endokrin . Status gizi merupakan satu dari elemen penting untuk mencapai kesehatan yang optimal. Status gizi dipengaruhi oleh keseimbangan jumlah asupan gizi dengan jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh. Status gizi baik akan dicapai jika asupan Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 gizi yang didapat sesuai dengan zat gizi yang diperlukan tubuh. Kondisi asupan gizi yang kurang dari kebutuhan tubuh akan berdampak pada status gizi kurang, sebaliknya, asupan gizi berlebihan akan menyebabkan status gizi berlebih dan obesitas . Seorang wanita yang memiliki gizi kurang maupun gizi lebih dan obesitas berisiko pada penurunan fungsi hipotalamus yang menyebabkan produksi luteinising hormone dan follicle stimulating hormone terganggu sehingga siklus haid juga akan terganggu . Selain status gizi, kondisi stres juga dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Stres ialah reaksi seseorang, berupa reaksi fisiologis, psikologis dan perilaku akibat adanya perubahan yang mengharuskan seseorang beradaptasi . Stres ringan bukanlah masalah, namun stres berat dan berkepanjangan dapat memberi pengaruh buruk pada tubuh . Sama halnya dengan status gizi kurang maupun lebih, kondisi stres juga akan mempengaruhi kerja hipotalamus sehingga hormon-hormon yang diperlukan tubuh, khususnya hormon reproduksi tidak dapat diproduksi dengan baik, dan siklus haid menjadi tidak teratur . Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 Penelitian terdahulu oleh Sitoayu . menunjukan bahwa didapati hubungan yang bermakna antara kecukupan makronutrisi, status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi . Penelitian ini seiring dengan penelitian yang dilangsungkan oleh Aryani . yang menunjukkan ada hubungan antara ketidakteraturan siklus menstruasi . Berlandaskan permasalahan di atas, maka penulis terdorong untuk melakukan studi dengan metode literatur review dan bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. METODE Studi literatur atau review artikel dilakukan dengan memanfaatkan database Google Scholar. GARUDA. Neliti dan PubMed dengan terbitan tahun 2011-2021. Didapat 11 artikel yang terdiri dari 1 jurnal internasional tidak terindeks, 7 jurnal nasional terakreditasi dan 2 jurnal nasional tidak terakreditasi (Gambar . Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 11 Artikel 9 Jurnal Nasional 7 Jurnal Nasional Terakreditasi C Amerta Nutrition . C Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan C Jurnal Gizi Klinik Indonesia C Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik C Jurnal Kebidanan Malahayati C Jurnal Kesehatan Andalas C Public Health Perspectives Journal 2 Jurnal Internasional 2 Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi C Jurnal Keperawatan Unsrat C Jurnal STIKES RS Baptis Kediri 1 Jurnal Internasional Terindex 1 Jurnal Internasional Tidak Terindex C Journal of Education and Health Promotion C Journal of Family Medicine and Primary Care Gambar 1. Bagan Jurnal yang digunakan dalam Metode Penelitian TINJAUAN LITERATUR Berdasarkan hasil telaah literatur dapat diketahui bahwa terdapat berbagai elemen menstruasi, dua diantaranya adalah status gizi dan stres. Hubungan Status Gizi terhadap Siklus Menstruasi Status gizi merupakan satu dari elemen penting untuk mencapai kesehatan yang optimal. Status gizi dipengaruhi oleh keseimbangan jumlah asupan gizi dengan jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh. Status gizi baik akan dicapai jika asupan gizi yang didapat sesuai dengan zat gizi yang diperlukan tubuh. Kondisi asupan gizi yang kurang dari kebutuhan tubuh akan berdampak pada status gizi kurang, sebaliknya, asupan gizi berlebihan akan Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 menyebabkan status gizi berlebih dan obesitas . Status gizi dapat mempengaruhi pola siklus menstruasi, baik pada wanita dengan gizi kurang maupun gizi lebih. Teratur tidaknya siklus menstruasi berkaitan erat dengan hormon tubuh wanita, terutama pada hormon seksual, yaitu progesterone, estrogen, luteinising hormone dan follicle stimulating hormone (FSH). Gangguan dan kerja sistem hormon berkaitan dengan status gizi yang akan berdampak pada metabolisme hormon seksual pada sistem reproduksi wanita . Wanita dengan gizi lebih dan obesitas cenderung memiliki sel lemak berlebih sehingga estrogen yang diproduksi juga meningkat dan menghambat kadar hormon FSH mencapai Hal menyebabkan terhentinya pertumbuhan folikel . el telu. sehingga terbentuk folikel Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 yang tidak matang. Keadaan inilah yang menyebabkan siklus menstruasi wanita menjadi lebih panjang . ataupun tidak mengalami menstruasi bulanan . Sedangkan pada wanita dengan gizi kurang cenderung memiliki lemak tubuh sedikit sehingga kadar estrogen yang dihasilkan lebih sedikit. Kadar estrogen yang rendah menyebabkan masalah kesuburan dan menyebabkan pemendekan siklus menstruasi . Penelitian Amperaningsih dan Fathia . yang berjudul AuHubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di Bandar LampungAy mendapatkan hasil 31 . ,6%) responden dengan IMT normal mengalami siklus menstruasi teratur, 5 . ,2%) responden dengan IMT kurang mengalami siklus teratur, 3 . ,9%) responden memiliki IMT lebih mengalami siklus menstruasi teratur dan 0 dari 1 responden dengan IMT obesitas mengalami siklus Didapat p value . < . yang berarti status gizi berkaitan dengan siklus menstruasi. Hasil riset ini seiring dengan riset yang dilakukan oleh Felicia . yang mengungkapkan bahwa 9 . ,3%) informan dengan status gizi kurang mengalami siklus menstruasi teratur, 23 . ,4%) informan dengan status gizi normal mengalami siklus menstruasi teratur, dan 2 . ,2%) informan dengan status gizi lebih mengalami siklus menstruasi normal. Hasil uji Chi Square didapatkan p = 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan siklus menstruasi. Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 Hubungan Stres terhadap Siklus Menstruasi Stres pada remaja merupakan kejadian yang tidak langka di masa kini. Saat ini remaja berada pada fase bertumbuh dan mencari identitas diri, menjadikan mereka sebagai kelompok yang rawan terhadap stres . Stres ialah reaksi seseorang, berupa reaksi fisiologis, psikologis dan perilaku akibat adanya perubahan yang mengharuskan seseorang beradaptasi . Stres ringan bukanlah masalah, namun stres berat dan berkepanjangan dapat memberi pengaruh buruk pada tubuh . Pada masa remaja, perubahan psikologis seperti ketidakstabilan emosi dapat mempengaruhi remaja memproses dan mengatasi perkara yang mereka hadapi. Keadaan emosional yang tidak stabil dapat mempersulit remaja untuk memahami diri mereka sendiri dan menyebabkan jalan Perkara bisa menjadi stres bagi remaja jika tidak ditangani dengan baik . Menurut Donsu . dalam Fahrizal . stres dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni stres ringan, stres sedang dan stres berat. Stres ringan sering terjadi pada kehidupan keseharian dan umumnya dapat dirasakan semua orang misalnya lupa, mengalami kepadatan lalu lintas atau menghadapi komentar dari Stres ringan bermanfaat karena dapat mendorong seseorang untuk berpikir dan berupaya lebih tegar dalam menghadapi tantangan hidup. Stres sedang terjadi dalam rentang waktu lebih panjang dibandingkan stres ringan. Penyebab stres sedang diantaranya yaitu anak yang sakit, situasi yang tidak tuntas dengan rekan kerja, atau ketidakhadiran anggota keluarga yang berkepanjangan. Ciri-ciri stres sedang Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 yakni sakit perut, mulas, ketegangan pada otot, rasa tegang, gangguan pola tidur, badan terasa ringan, dan lain-lain. Sedangkan stres berat merupakan kondisi yang dapat dirasakan seseorang dalam kurun waktu yang lama antara beberapa minggu hingga beberapa bulan. Sumber stres . pada stres berat diantaranya perkawinan yang tidak harmonis, kesulitan keuangan, terpisah dari keluarga, pindah tempat tinggal, menderita penyakit akut dan termasuk perubahan fisik, psikologis dan sosial di hari tua. Respon stres berat yaitu kesulitan beraktivitas, peningkatan rasa cemas dan takut, kelelahan meningkat, peningkatan gangguan sistem dan kesulitan melakukan pekerjaan sederhana . Sherwood . dalam Banjarnahor . mengemukakan bahwa pada kondisi stres terjadi aktivasi hypothalamicpituitary-adrenal axis (HPA axi. bersamasama dengan sistem saraf otonom . impatis dan parasimpati. yaitu aktivasi amigdala pada sistem limbik. Sistem ini merangsang kortikotropin atau corticotropin-releasing hormone (CRH) yang dikeluarkan hipotalamus. CRH dapat menghambat sekresi gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dari tempat produksinya di nukleus arkuata. Peningkatan kadar CRH akan merangsang pelepasan endorfin dan adrenocortico-tropic hormone (ACTH) ke dalam darah dan menyebabkan peningkatan pada kadar kortisol darah. Hormone-hormon tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, menyebabkan jumlah GnRH Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) . FSH berfungsi memicu pertumbuhan folikel yang mengandung sel telur sedangkan LH berfungsi dalam Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 pematangan sel telur yang akan mengalami peluruhan jika tidak dibuahi, sehingga jika produksi FSH dan LH terganggu maka siklus menstruasi juga akan terganggu . Banyak diantaranya yaitu pada penelitian yang dilakukan Mesarini & Astuti . yang berjudul AuStres dan Mekanisme Koping Terhadap Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja PutriAy mendapatkan hasil 10 . ,9%) responden dengan stres ringan mengalami siklus haid normal, 9 . %) responden dengan stres sedang mengalami siklus haid normal, dan 1 . %) responden dengan stres berat mengalami siklus haid normal. Hasil uji statistik Regresi-Logistik didapatkan hasil p = 0,018 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat stress dan siklus menstruasi. Sebuah penelitian lain yang dilakukan Nidya Aryani . yang berjudul AuStress dan Status Gizi dapat Menyebabkan Ketidakteraturan Siklus MenstruasiAy mendapatkan hasil 35 . ,4%) responden dengan kondisi tidak stres mengalami menstruasi teratur dan 16 . ,7%) responden dengan kondisi stres mengalami menstruasi teratur. Hasil uji statistik chi square mendapat nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi. Namun penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Yudita dkk. yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara stres dengan siklus menstruasi. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh faktor lain seperti status gizi, aktivitas fisik, dan lain-lain. Selain itu stress juga menyebabkan berbagai Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 gangguan kesehatan lainnya seperti terjadinya sleep disorders yaitu terjadinya masalah pada pola tidur baik secara kuantitas dan kualitas. Kondisi ini jika tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi dan penyakit lainnya . Tabel 1. Artikel Terpilih Metode Penelitian Analitik pendekatan cross Analitik dengan rancangan cross sectional Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja di Bandar Lampung Variabel Penelitian Variabel independen: status Variabel dependen: siklus Menstruasi Variabel independen: status Variabel dependen: Menstruasi Variabel independen: status Variabel dependen: siklus Menstruasi Jurnal Keperawatan Hubungan Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di Psik Fk Unsrat Manado Variabel independen: status Variabel dependen: siklus Menstruasi Survei analitik dengan rancangan cross sectional Journal of and primary Menstrual patterns and problems in association with body mass index among adolescent school Variabel independen: body mass index Variabel dependen: menstrual patterns Cross-sectional Jurnal Gizi Klinik Indonesia Kecukupan zat gizi makro, status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada Variabel kecukupan zat gizi mikro, status gizi, dan stres. Variabel dependen: siklus Menstruasi Observasi analitik pendekatan cross Terdapat hubungan antara kecukupan asupan karbohidrat . =0,. kecukupan asupan lemak . =0,. kecukupan asupan protein . =0,. status gizi . =0,. dan stres . =0,. terhadap siklus menstruasi pada DOI: 10. 24853/mjnf. Peneliti Nurul Maulid Dya. Sri Adiningsih . Amerta Nutrition Riris Novita Amerta Nutrition Yuliati Amperaningsih. Nurul Fathia Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Felicia. Esther Hutagaol. Rina Kundre . Monika Singh. Om Prakash Rajoura. Raghavendra Appasaheb Honnakamble . Laras Sitoayu. Dewi Ayu Pertiwi. Erry Yudhya Mulyani . Jurnal Disubmit: 15/01/2022 Judul Penelitian Hubungan Antara Status Gizi Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi MAN 1 Lamongan Hubungan Status Gizi Gangguan Menstruasi Remaja Putri di SMA Al-Azhar Surabaya Diterima: 16/06/2022 Dipublikasi: 29/06/2022 Analitik pendekatan cross Hasil Penelitian Terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus . =0,. Terdapat hubungan yang antara status gizi dengan kejadian gangguan menstruasi . =0,. Terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja di Bandar Lampung. =0,. Terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi pada remaja putri di PSIK FK UNSRAT Manado. =0,. Terdapat hubungan antara BMI dan panjang siklus . < 0,. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 Vriska Roro Sekar Arum. Ari Yuniastuti. Oktia Woro Kasmini . Public Health Perspective Journal The Relationship of Nutritional Status. Physical Activity. Stress, and Menarche to Menstrual Disorder (Oligomenorrhe. Variabel independen: status gizi, aktivitas fisik, stres dan menarche. Variabel dependen: Quantitative research dengan pendekatan cross Nidya Aryani Jurnal Kebidanan Malahayati Stress Dan Status Gizi Dapat Menyebabkan Ketidakteraturan Siklus Menstruasi Variabel independen: status gizi dan stres. Variabel dependen: siklus menstruasi Analitik dengan rancangan cross Sri Hazanah. Rahmawati Shoufiah. Hj. Nurlaila . Husada Mahakam: Jurnal Kesehatan Hubungan Stress Dengan Siklus Menstruasi pada Usia 18-21 tahun Variabel independen: stres. Variabel dependen: siklus menstruasi Deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Nurul Aini Yudita. Amel Yanis. Detty Iryani . Jurnal Kesehatan Andalas Hubungan antara Stres dengan Pola Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Variabel independen: stres Variabel dependen: siklus menstruasi Observasi analitik pendekatan cross Bisma Ayu Mesarini. Vitaria Wahyu Astuti Jurnal STIKES RS Baptis Kediri Variabel independen: stres Variabel dependen: siklus menstruasi Observasi dengan desain cross Nishu Jha. Ajeet Singh Bhadoria. Yogesh Bahurupi. Kanchan Gawande. Bhavna Jain. Jaya Chaturvedi. Surekha Kishore Journal Education and Health Promotion Stres dan Mekanisme Koping Terhadap Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Psychosocial and stress-related risk factors for abnormal menstrual cycle pattern among adolescent girls: A case-control study Variabel independen: tingkat pendidikan ibu, stres dan tingkat Variabel dependen: siklus menstruasi A schoolAcbased caseAecontrol study SIMPULAN Terdapat hubungan antara status gizi dan stres terhadap siklus menstruasi remaja putri di Indonesia. Namun terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi siklus menstruasi, diantaranya aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, stress, tingkat tidur, dan tingkat Pendidikan ibu. Disubmit: 15/01/2022 Diterima: 16/06/2022 Terdapat hubungan antara status gizi . =0,. , aktivitas fisik . , stres . , dan menarche . =0,. Terdapat hubungan antara stres . =0,. dan status gizi . =0,. dengan siklus menstruasi pada mahasiswi. Terdapat hubungan antara stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa usia 18-21 tahun. = 0,. Tidak terdapat hubungan antara stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi FK Universitas Andalas. =0,. Terdapat hubungan antara stres dengan siklus menstruasi. =0,. Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu, stres dan tingkat tidur terhadap siklus UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang atas bantuan dan kesempatan dalam pembuatan artikel ini. Dipublikasi: 29/06/2022 DOI: 10. 24853/mjnf. Vol. 3 No. 1 Tahun 2022 id/index. php/MJNF : . mjnffkk@umj. id : . e-ISSN 2722Ae2942 KONFLIK KEPENTINGAN Tidak terdapat konflik kepentingan, afiliasi atau koneksi antara penulis dengan pihak manapun dalam pembuatan artikel ini. REFERENSI