E-ISSN: 3048-3859 Vol. No. Mei 2025, hal. Tersedia daring pada https://jurnal. id/nujst Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. Steel Structure Study as an Alternative Review Design to Reinforced Concrete Structure (Case Study of 2-Storey Building of Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. Ahmad Syaikhani1 1Prodi Teknik Sipil Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan. Jl. Yani Km. 12,5 Kec. Kertak Hanyar. Kab. Banjar 70652 Indonesia 1nafissyaikhani@yahoo. Format Kutipan: Syaikhani. Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin. Nusantara Journal of Science and Technology, 2. , hal. https://doi. org/10. 69959/nujst. RIWAYAT ARTIKEL ABSTRAK Dikirim: 17 Mei 2025 Pembangunan gedung saat ini lebih banyak menggunakan struktur beton, tak banyak yang strukturnya menggunakan baja. Salah satu keuntungan menggunakan baja ialah pengerjaan baja lebih cepat dengan alat bantu penunjang pemasangan struktur baja lebih sederhana, sehingga dapat menghemat biaya pengadaan barang dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin yang awalnya menggunakan struktur beton bertulang menjadi struktur baja. Metode penelitian yang digunakan ialah merencanakan kolom dan balok berupa baja dengan menggunakan aplikasi SAP2000 dan pembebanan gempa sesuai SNI 1726:2019. Melalui perhitungan pembebanan dan aplikasi beban struktur pada SAP2000 didapatkan besarnya nilai beban ultimite (P. yang bekerja pada kolom dan Momen ultimate (M. pada balok. Besarnya nilai beban ultimite (P. akan berpengaruh terhadap besarnya beban nominal terfaktor . , dikarenakan beban nominal terfaktor . harus lebih besar dari pada beban ultimite (P. agar struktur bangunan tersebut aman. Akan tetapi bila beban nominal terfaktor . terlalu besar dari pada beban ultimite (P. , maka akan menyebabkan pemborosan pada struktur bangunan tersebut . Dari hasil perhitungan didapat Profil baja WF yang digunakan ialah profil baja WF 16 fy= 240 MPa untuk mengganti kolom ukuran 30x30 pada lantai 1 dan 100. 8 fy= 240 MPa untuk mengganti kolom ukuran 15x30 pada lantai 2. Pada balok lantai 1 berukuran 20x30 menggunakan profil baja WF 200. 9 fy= 240 MPa dan pada balok 20x30 lantai 2 menggunakan profil baja WF 200. 9 fy= 240 MPa atau fy=450 MPa. Revisi Akhir: 20 Mei 2025 Diterbitkan: 31 Mei 2025 Tersedia Daring Sejak: 31 Mei 2025 KATA KUNCI Riviu Desain SAP2000 Beban Gempa KEYWORDS Design Review SAP2000 Earthquake Load ABSTRACT Current building construction uses more concrete structures, not many of which use steel structures. One of the advantages of using steel is that steel work is faster with simpler steel structure installation support tools, so that it can save procurement costs and time. This study aims to plan the 2-Storey Building of the Puskesmas 9 November Banjarmasin which initially used a reinforced concrete structure into a steel structure. The research method used is to plan columns and beams in the form of steel using the SAP2000 application and earthquake loading according to SNI 1726:2019. Through the calculation of loading and application of structural loads in SAP2000, the value of the ultimate load (P. acting on the column and the ultimate moment (M. on the beam are obtained. The value of the ultimate load (P. will affect the amount of the factored nominal load . , because the factored nominal load . must be greater than the ultimate load (P. so that the building structure is safe. However, if the nominal factored load . is too large than the ultimate load (P. , it will cause waste in the building structure . From the calculation results, the WF steel profile used is 16 fy = 240 MPa for change a 30x30 column 1st floor and 100. 8 fy = 240 MPa for change a 15x30 at column 2nd floof. On the 1st floor beam measuring 20x30 using the WF steel profile 9 fy = 240 MPa and on the 20x30 beams on floors 2 using the WF steel profile 200. fy = 240 Mpa or fy=450 MPa. Artikel ini dapat diakses secara terbuka . pen acces. di bawah lisensi CC-BY-SA PENDAHULUAN *Penulis Korespondensi Hak Cipta oleh Penulis, diterbitkan oleh UNUKASE Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. Pembangunan gedung saat ini lebih banyak menggunakan struktur beton, tak banyak yang strukturnya menggunakan baja. Salah satu keuntungan menggunakan baja ialah pengerjaan baja lebih cepat dengan alat bantu penunjang pemasangan struktur baja lebih sederhana, sehingga dapat menghemat biaya pengadaan barang dan waktu. Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya . lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total . otal collaps. seluruh struktur. Perencanaan Balok adalah suatu elemen struktur bangunan yang bersifat kaku serta dirancang untuk menanggung dan menahan beban menuju ke kolom untuk diteruskan ke pondasi. Selain itu balok juga berfungsi untuk mengikat antar kolom supaya kuat dari gaya horizontal. Salah satu aspek utama dalam desain struktur bangunan adalah menerapkan sistem AuStrong Column And Weak BeamAy yaitu kolom yang kuat dan balok yang lemah. Dengan diterapkannya sistem ini, maka skenario keruntuhan pada bangunan dapat didesain dalam skema gradual . melalui balok-pelat selanjutnya bagian kolom yang dapat mengalami kegagalan. Jika sebuah struktur tidak didesain mengikuti skema ini, tentu saja efek buruknya adalah kegagalan secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan awal sehingga terjadi keruntuhan yang dapat memakan korban jiwa. Sistem ini juga memenuhi kaidah dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Salah satu faktor dalam merencanakan bangunan bertingkat tinggi ialah kekuatan struktur bangunan. Hal ini berpengaruh pada bangunan bertingkat tinggi, karena berkaitan dengan keamanan dan ketahanan bangunan dalam menahan gaya yang berkerja pada struktur Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin yang awalnya menggunakan struktur beton bertulang menjadi struktur baja dengan mempertimbangkan beban gempa lokasi bangunan tersebut. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan ialah merencanakan kolom dan balok berupa baja dengan menggunakan aplikasi SAP2000 dan pembebanan gempa sesuai SNI 1726:2019. Melalui perhitungan pembebanan dan aplikasi beban struktur pada SAP2000 didapatkan besarnya nilai beban ultimite (P. yang bekerja pada kolom dan Momen ultimate (M. pada balok. Besarnya nilai beban ultimite (P. akan berpengaruh terhadap besarnya beban nominal terfaktor . , dikarenakan beban nominal terfaktor . harus lebih besar dari pada beban ultimite (P. agar struktur bangunan tersebut aman. Akan tetapi bila beban nominal terfaktor . terlalu besar dari pada beban ultimite (P. , maka akan menyebabkan pemborosan pada struktur bangunan tersebut . Perhitungan struktur dimulai dengan menghitung pembebanan yaitu dengan metode pembebanan pelat konvensional . erubah pembebanan pelat menjadi bentuk segitiga dan trapesiu. , setelah beban didapatkan maka diaplikasikan pada aplikasi SAP2000 yang telah menyederhanakan bangunan menjadi balok dan kolom dalam 3 Dimensi, difinisikan material, profil beton/ baja, 14 kombinasi pembebanan gedung dengan beban gempa sesuai SNI 1726:2019, kemudian running aplikasi, dan mendapatkan nilai gaya-gaya dalam struktur. Hasil gaya-gaya dalam digunakan untuk mendesain profil baja. Kombinasi pembebanan sesuai SNI 1726:2019: Comb. 1 =1,4 D 1,4 SDL Comb. 2 = 1,2 D 1,2 SDL 1,6 LL Comb. 3 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL 1 Edx 0,3Edy Comb. 4 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL 1 Edx - 0,3Edy Comb. 5 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL - 1 Edx 0,3Edy Comb. 6 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL - 1 Edx - 0,3Edy Comb. 7 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL 1 Edy 0,3Edx Comb. 8 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL 1 Edy - 0,3Edx Comb. 9 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL - 1 Edy 0,3Edx Comb. 10 = . ,2 0,2SDS) D . ,2 0,2SDS) SDL 1 LL - 1 Edy - 0,3Edx Comb. 11 = . ,9-0,2SDS) D . ,9-0,2SDS) SDL 1 Edx 0,3Edy Comb. 12 = . ,9-0,2SDS) D . ,9-0,2SDS) SDL 1 Edx - 0,3Edy Comb. 13 = . ,9-0,2SDS) D . ,9-0,2SDS) SDL - 1 Edx 0,3Edy Comb. 14 = . ,9-0,2SDS) D . ,9-0,2SDS) SDL - 1 Edx - 0,3Edy HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Perhitungan beban disesuaikan dengan jenis beban yang bekerja pada struktur berdasakan peraturan pembebanan yang berlaku. Beban yang dihitung meliputi beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa. Bangunan yang direncanakan yaitu kantor Puskesmas, jadi dirincikan Lantai dasar/lantai 1 sebagai kantor. Lantai 2 sebagai kantor, dan Lantai 3 sebagai dak/ atap. Hasil Analisa Struktur dapat dilihat pada Tabel 1. NU-JST No. Lantai Portal IV . Atap Tabel 1. Gaya-gaya Dalam Hasil Analisa Struktur Panjang Bentang Momen Tumpuan Momen Lapangan . Lintang Max . Normal Max . Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. Gambar 1. Pembebanan Gambar 2. Spektrum Gempa Gambar 3. Hasil Analisa Struktur Tekan Baja Lantai 1 Batang tekan / Pu Pu terfaktor / Pu/i Perletakkan Jepit-Sendi Mpa Mpa Panjang batang Coba Profil Rencana WF Mutu Baja 37 NU-JST r r. Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. rx atau ix ry atau iy Periksa Kelangsingan Penampang Flens f 2*tf r fy^0,5 Web w r fy^0,5 Kondisi Tumpuan Perletakkan Jepit-Sendi Arah Kuat (Sumbu . x cx Ag. 0,85*Nn Arah Lemah (Sumbu . NU-JST Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. cy Ag. 0,85*Nn Jadi Tekan Baja Lantai 2 Batang tekan / Pu Pu terfaktor / Pu/i Perletakkan Jepit-Sendi Mpa Mpa Panjang batang Coba Profil Rencana WF rx atau ix ry atau iy cukup untuk memikul beban terfaktor Mutu Baja 37 r r. Periksa Kelangsingan Penampang Flens f 2*tf fy^0,5 Web NU-JST r Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. fy^0,5 Kondisi Tumpuan Perletakkan Jepit-Sendi Arah Kuat (Sumbu . x cx cx Ag. 0,85*Nn Arah Lemah (Sumbu . y cy cy Ag. 0,85*Nn Jadi cukup untuk memikul beban terfaktor Lentur Baja Coba Profil Rencana Profil WF 200. NU-JST Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. t1/tw t2/tf Mpa f Untuk 2*tf w p r Dalam perhitungan tahanan momen nominal dibedakan antara penampang kompak, tak kompak, dan langsing: Penampang kompak : < p Penampang tak kompak : p < < r Langsing : > r Cek Penampang Penampang Kompak Zx . 71,091,360 7,109 1,698 7,109 Untuk f Mpa 2*tf w NU-JST Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. Cek Penampang Penampang Tak Kompak 133,296,300 13,330 Mn=>Mp Zx . y-f. 1,698 13,248 Lendutan . eban hidu. 97754E 11 25,824,000,000. Syarat Lendutan L/300 Pembahasan Untuk mendesain kolom yaitu dengan Tekan Baja atau Tarik baja karena gaya yang berlaku pada batang kolom yaitu gaya Tarik dan Untuk Mendesain Balok menggunakan lentur baja yang didapat dari momen pada balok tersebut. Dari Hasil Analisa Struktur didapat Nilai beban yang terdapat pada kolom lantai 1 (P. 94 kg pada rencana menggunakan kolom beton 30/30, untuk mendesain digunakan Pu terfaktor = Pu/i = 26309. 925 kg perhitungan tekan baja didapat profil baja WF 300. Pada kolom Lantai 2 dengan beban Pu = 4165. 51 kg menggunakan kolom 15/30 dilakukan perhitungan tekan baja maka bisa diganti dengan baja WF 100. 8 Untuk Balok Lantai 1 menggunakan balok beton 20/30, untuk mendesain digunakan Mmaks = 1443. 32 kg. Mn terfaktor =1698. 02 kgm kemudian perhitungan lentur baja penampang kompak maka bisa diganti dengan baja profil baja WF 200. 9 fy=240 MPa Dan untuk lantai 2 juga menggunakan kolom 20/30 bisa diganti dengan baja profil baja WF 200. 9 fy=240 MPa atau fy = 450 MPa. NU-JST Nomor 1. Volume 2. Mei 2025. ISSN 3048-3859 Syaikhani Kajian Struktur Baja Sebagai Alternatif Review Design Struktur Beton Bertulang (Studi Kasus Bangunan 2 Lantai Puskesmas 9 Nopember Banjarmasi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Pada perencanaan awal menggunakan kolom beton 30/30 setelah review design bisa digantikan dengan menggunakan Profil Baja WF 300. 16 kolom pada lantai 2 yang rencana awal beton 15/30 bisa diganti dengan WF 100. Pada desain awal Lantai 1 menggunakan balok beton ukuran 20/30, setelah review design bisa digantikan dengan menggunakan Profil Baja WF 200. 9 fy=240 MPa Pada desain awal Lantai 2 menggunakan balok beton ukuran 20/30, setelah review design bisa digantikan dengan menggunakan Profil Baja WF 200. 9 fy=240 MPa atau fy=450 MPa Untuk Atap menggunakan Baja Ringan Profil C75x35 Saran Pada penelitian selanjutnya, untuk hasil analisa struktur gaya pada pondasi, dan ditambah data tanah hasil sondir pada lokasi bangunan dapat digunakan untuk mendesain pondasi bangunan tersebut. DAFTAR PUSTAKA