SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 TERORISME DALAM BINGKAI MEDIA MASSA (Analisis Framing ABangkit dari TerorA pada Program Acara Talkshow Mata Najwa di Trans . Dikhorir Afnan Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon Email: dikhorir@umc. ABSTRAK Fenomena terorisme di Indonesia dalam satu dekade terakhir telah menyedot perhatian publik, baik nasional maupun internasional. Ada yang menyikapinya biasa-biasa saja, namun ada juga yang berasumsi berdasarkan perspektif politik, agama, sosial, maupun Sebagai alat informasi yang strategis, media massa sangat mungkin mengonstruksi realitas di lapangan menjadi sebuah produk berita yang tidak hanya mempunyai nilai bisnis, tapi juga sarat dengan kepentingan ideologi media itu sendiri. Dalam konteks Ilmu Komunikasi, untuk menggambarkan proses penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek khusus sebuah realita pada produk jurnalistik, analisis framing . dapat mewakili tradisi yang mengedepankan pendekatan atau perspektif multidisipliner untuk menganalisis fenomena atau aktivitas komunikasi. Kata Kunci: Terorisme. Framing. Media Massa ABSTRACT The phenomenon of terrorism in Indonesia in the past decade has attracted public attention, both nationally and internationally. There are those who react to it as usual, but some also assume based on political, religious, social and ideological perspectives. As a strategic information tool, mass media is very likely to construct reality on the ground into a news product that not only has business value, but is also loaded with the interests of the media ideology itself. In the context of Communication Science, to describe the process of selecting and highlighting specific aspects of reality in journalistic products, the analysis of framing . can represent traditions that prioritize a multidisciplinary approach or perspective to analyze phenomena or communication activities. Keywords: Terrorism. Framing. Mass Media Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 1 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 AuberkepentinganAy dengan pemberitaan PENDAHULUAN Fenomena terorisme di Indonesia Juli-Desember 2018 aksi-aksi terorisme? Atau sebaliknya, melakukan aksinya secara terstruktur nasional maupun internasional. Ada untuk menunjukkan eksistensi mereka yang menyikapinya biasa-biasa saja, melalui media massa? memang sengaja berdasarkan perspektif politik, agama. Giessmann seperti dikutip Nunung sosial, maupun ideologi. Sebagai alat Prajarto . alam Jurnal Ilmu Sosial dan informasi yang strategis, media massa Ilmu Politik Vol 8. No. 1 Juli 2. sangat mungkin mengonstruksi realitas di lapangan menjadi sebuah produk kemungkinan kelompok teroris mencari berita yang tidak hanya mempunyai perhatian media massa sebagai saluran nilai bisnis, tapi juga sarat dengan kepentingan ideologi media itu sendiri. Interdependensi Dalam konteks Ilmu Komunikasi, terhadap media massa bisa ditandai penyeleksian dan penyorotan aspek-aspek tindakan-tindakan Sedangkan bagi media massa, simbiosis . dapat mewakili tradisi dari aksi serangan teroris tidak lain yang mengedepankan pendekatan atau adalah untuk mendapatkan angel-angel gambar yang menarik, eksklusif, dan menganalisis fenomena atau aktivitas tentunya bernilai bisnis. Meski demikian, jauh lebih penting Jika media massa sangat mungkin tanggung jawab yang besar atas setiap menjadi sebuah produk berita yang tidak pemberitaan yang dimuat dan dipublikasi hanya mempunyai nilai bisnis, tapi juga kepada khalayak luas. Bersandar pada kesadaran moral bagi seorang jurnalis media itu sendiri, lalu pertanyaannya adalah pilihan terbaik ketimbang melulu apakah mungkin media massa sangat membangun opini yang justru malah daripada itu, media massa mempunyai Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 2 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 menguntungkan bagi keberadaan para Untuk Juli-Desember 2018 terlibat di dalam perdebatan mencoba membuat mengetahui sejauh mana interdependensi definisi yang sesuai dengan keperluan para pelaku teror dengan pemberitaan di media massa, maka penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan terorisme dalam perspektif Dengan pada umumnya merupakan kepentingan-kepentingan Secara politik dan penilaian moral dari orang- orang yang memberikan definisi (Diakses AuTerorisme Bingkai Media pada 23 Mei 2018 pukul 20. 55 WIB dari MassaAy. Agar penelitian ini fokus pada Jurnal Refleksi: Vol 13. No. 5 Oktober 2013 substansi yang ingin diteliti, pendekatan yang ditulis oleh Abdul Muis Naharon. teoretis yang dipilih adalah analisis Referensi lain menyebutkan bahwa framing pada program acara Mata Najwa kata AterorA . ystem, regime de terreu. muncul edisi 23 Mei 2018 pukul 20. 00 WIB di kali pertama pada tahun 1789 di dalam The Trans 7 yang mengusung tema AuBangkit Dictionnaire of The Academic Francaise (Marijan dari TerorAy. dalam Mubarak. Jurnal Studi Masyarakat Islam: Vol 15. No. 2 Desember 2. Konteks LANDASAN TEORETIS revolusi Prancis lekat di dalam penggunaan Secara etimologis. AterorismeA berasal istilah itu. Karenanya, istilah terorisme pada dari kata terrere (Lati. , yang berarti waktu itu memiliki konotasi positif, yakni Amenyebabkan . Dengan aksi-aksi demikian, terorisme dimaksudkan untuk membuat orang ketakutan. Sedangkan Namun, literatur lain mencatat praktik- berdasarkan istilah, definisi AterorismeA praktik terorisme sudah lama terjadi sejak masih diperdebatkan oleh para ahli yang berkecimpung dalam masalah ini. Sebagai kelompok ekstrem Yahudi melakukan aksi akibatnya. Autidak ada satu definisi yang teror, termasuk di dalamnya pembunuhan Orang terhadap bangsa Romawi yang melakukan mempunyai pengertian yang berbeda- pendudukan di wilayahnya. Sejak saat itu, beda tentang aksi-aksi terorisme cakupan dari Orang-orang Ay Diterbitkan oleh FISIP-UMC di berbagai belahan dunia yang melibatkan beragam etnik dan | 3 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 agama terus terjadi (Diakses pada 23 Mei dapur redaksi media massa memiliki 2018 pukul 20. 53 WIB dari Jurnal Studi cara pandang yang berbeda meskipun Masyarakat Islam: Vol 15. No. 2 Desember 2012 satu sama lain tengah mengupas satu isu yang ditulis oleh Zulfi Mubara. yang sama kepada publik. Ada media Sedangkan menurut Jainuri . alam massa yang memiliki karakter keras. Mubarak. Jurnal Studi Masyarakat Islam: Vol begitu juga tidak sedikit media massa 15. No. 2 Desember 2. , istilah teror dan yang mempunyai tipikal yang lunak. terorisme telah menjadi idiom ilmu sosial Semua bergantung dari kebijakan yang yang sangat popular pada dekade 1990-an dan diambil oleh pimpinan redaksi. awal 2000-an sebagai bentuk kekerasan Tamburaka dalam Literasi Media: Tindakan teror telah muncul Cerdas sepanjang sejarah umat manusia. Bagaimana Massa . mengidentifikasi cara putra Adam. Qabil meneror Habil karena pemberitaan dan cara menyajikan isu dalam suatu berita, apabila suatu media Qabil. Beberapa bentuk teror telah menjadi cenderung tidak memiliki ketertarikan cara yang umum untuk mengintimidasi untuk mengangkat isu tersebut, maka Orang yang percaya bahwa dengan akan dibelokkan. Misalkan dalam kasus kekerasan dapat mengintimidasi musuh atau lawan agar takut. Sebagai sebuah label mengangkat pemberitaan untuk melihat untuk tindakan dari salah satu sudut pandang, apakah mencerminkan makna negatif bagi mereka dari sudut ekonominya atau politik. yang dijuluki teroris. Dalam pengertian ini Pemilihan sudut pandang tergantung dari para pembuat konten media. Jika Bermedia Khalayak menyakitkan lainnya dalam khazanah bahasa politik, seperti rasis, fasis, atau imperialis (Diakses pada 23 Mei 2018 pukul 20. pandang ekonomi. Demikian pula jika WIB dari Jurnal Studi Masyarakat Islam: Vol 15. No. 2 Desember 2012 yang ditulis oleh Zulfi persoalan tersebut dilihat dari sudut Mubara. Lalu memainkan perannya untuk membingkai Media sebuah pemberitaan? Tentunya setiap Diterbitkan oleh FISIP-UMC | 4 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Media massa, kata Tamburaka. Juli-Desember 2018 bertindak dengan cara dua arah: frame pada umumnya menggunakan framing . merekonstruksi realitas. Konsep frame masalah sebenarnya kepada persoalan Goffman lain sehingga berbeda maknanya. Maka teknik framing juga dapat digunakan filsafat yang menyatakan bahwa makna oleh mereka yang tertarik menciptakan konten media. Tulisan, foto gambar yang dicari sendiri atau didapatkan dari dan pengetahuan dunia mereka. pihak kedua sebelum disebarluaskan Secara tradisional, makna dunia disampaikan melalui proses sosialisasi, menghilangkan hal-hal yang tampak menciptakan realitas kolektif di dalam suatu masyarakat atau kultur, sedangkan Volkmer Encyclopedia Communication Theory. Tri memberikan kerangka yang kuat untuk kehidupan ini. Maka, menurut Volkmer, tidak mengejutkan jika teori framing menjadi penting bagi beberapa sektor dalam memandang dunia. Akar teori framing masyarakat media transnasional dewasa sering dikaitkan dengan sosiolog Erving Pengetahuan tentang teori framing Goffman Wibowo, desain interpretif merupakan elemen kampanye media dalam advertising, sentral dari sistem keyakinan kultural. public relations, dan sektor politik. Goffman menyebut ini sebagai Teori framing, misalnya, digunakan kerangka desain interpretif yang kita oleh spin doctor untuk menyusun isu-isu gunakan dalam pengalaman sehari-hari politik dalam kampanye pemilu yang untuk memahami dunia. Frame atau ditujukan bagi audiensi spesifik. AukerangkaAy membantu kita mereduksi Diterbitkan oleh FISIP-UMC Akan penting dari teori framing adalah riset | 5 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 media dalam jurnalisme dan komunikasi Sarjana lainnya mengkaji kerangka Setelah media menempati peran sebagai pilar keempat negara dalam pemilu (Volkmer, 2016:. masyarakat demokratis, periset media Singkatnya, teknik framing dalam merasa teori framing berguna untuk menganalisis ketimpangan dan struktur membantu bagi setiap orang yang ingin isu-isu Misalnya, kerangka suatu berita membuat konten media, di mana dia tentang lingkungan dapat berbeda dalam memiliki ide, gagasan yang sebenarnya outlet media konservatif atau liberal. penting namun belum diangkat oleh Akan tetapi, penggunaan teori framing media mana pun. Dapat juga dengan kerangka yang berbeda dari suatu cerita dengan membingkai pesan dari sumber atau berita di banyak outlet berita, pertama dan mengolahnya, sehingga namun juga memungkinkan kita untuk pesan itu menjadi lebih etis, sopan dan mendeteksi bias jurnalistik. Penggunaan menarik, namun tidak menghilangkan framing stereotip, frame gender, atau nilai pentingnya. Jika merasa bahan baku informasi yang masih mentah itu komunitas masyarakat yang relevan, berbau SARA, bisa terlebih dahulu seperti minoritas etnis di dalam suatu negara atau publik transnasional adalah menambahkan teks atau gambar untuk contoh dari penggunaan kerangka yang mengarahkan suatu pesan agar lebih berbeda-beda. bermakna (Tamburaka, 2. Selain proses penentuan-agenda, teori framing mempelajari skema yang berbeda di mana isu-isu diberitakan. Studi mengidentifikasi kerangka utama dalam berita televisi: frame episodik-definisi tertentu-dan tematik, yang memosisikan isu dalam konteks diskursus publik yang lebih Diterbitkan oleh FISIP-UMC METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Metode ini dimaksudkan agar menginterpretasikan makna dari suatu teks Dalam | 6 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 dipakai untuk membedah cara-cara atau mendukung satu pihak dalam suatu ideologi media saat mengonstruksi fakta. Tipe riset framing lainnya Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta ke dalam pembentukan framing. berita agar lebih bermakna, lebih menarik. Beberapa teoretis mereposisikan lebih berarti atau lebih diingat, untuk framing di dalam wilayah metodologi riset lain di komunikasi politik, dan Dengan kata lain, framing berpendapat bahwa framing terdiri dari komponen makrolevel dan mikrolevel. bagaimana perspektif atau cara pandang yang Komponen digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi dengan mode presentasi dan saling isu dan menulis berita. Cara pandang atau tumpang-tindih perspektif itu pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan dihilangkan, serta hendak dibawa ke mana berita tersebut (Nugroho, dkk menentukan sikap terhadap isu tertentu dalam Sobur, 2012:. Karenanya, berita AuPrimingAy adalah cara media mendominasi keberadaan subjek sebagai menawarkan konteks sebelumnya yang sesuatu yang legitimate, objektif, alamiah, wajar, atau tak terelakkan (Imawan dalam Sobur, 2012:. Belakangan, teori framing telah diperbaiki secara konseptual. Riset yang lebih baru mengkaji seperangkat frame spesifik, seperti frame seputar wacana (Volkmer, 2016:. Rumusan Masalah Pertanyaan yang diajukan pada elite karena banyak berita mendukung rumusan masalah ini adalah bagaimana perspektif stakeholder yang berkuasa. Trans7 Studi lainnya fokus pada frame konten terorisme menjadi isu yang mengidentifikasi cara-cara framing dan bernilai? Diterbitkan oleh FISIP-UMC yang menarik | 7 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 . ttps://id. org/wiki/Mata_Najw Tujuan Penelitian Sedangkan tujuan penelitian ini Juli-Desember 2018 Diakses pada Rabu 11 Juli 2018 pukul 58 WIB). dilakukan Trans7 dalam mengonstruksi Mata Najwa resmi berakhir pada realitas isu terorisme menjadi sebuah isu yang menarik dan bernilai. keputusan pemandu . uan ruma. Mata Najwa Mata Najwa adalah program gelar wicara yang dipandu oleh jurnalis senior. Najwa Shihab. Musim pertama disiarkan perdana di MetroTV sejak 25 November Mata Najwa topik-topik dengan narasumber kelas satu. Talkshow ini ditayangkan setiap hari Rabu pukul 00 hingga 21. 30 WIB. Sejumlah tamu istimewa telah hadir dan berbicara di Mata Najwa, di antaranya Presiden ke-3 RI. Bacharuddin Jusuf Habibie . Habibie Hari In. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri . pisode: Apa Kata Mega?). Mantan Wakil Presiden Boediono . pisode: Di Balik Diam Boedion. Wakil Presiden Jusuf Kalla . pisode: Pemimpin Bernyal. Menteri BUMN Dahlan Iskan . Komandan Kobo. , dan Gubernur DKI Jakarta Agustus MetroTV sekaligus sebagai tuan rumah PEMBAHASAN Presiden Indonesia. Joko Widodo . pisode: Laga Ibukot. Diterbitkan oleh FISIP-UMC Mata Najwa. Episode terakhir Mata Najwa di MetroTV adalah "Catatan Tanpa Titik" yang ditayangkan pada tanggal 30 Agustus 2017. Musim kedua Mata Najwa kembali tayang di Trans7 mulai 10 Januari 2018, dengan episode pertamanya berjudul "Indonesia Rumah Kita" . ttps://id. org/wiki/Mata_Najw Diakses pada Rabu 11 Juli 2018 pukul 58 WIB). Pada episode 23 Mei 2018 di waktu yang sama. Mata Najwa mengangkat isu terorisme yang kembali ramai diberitakan media massa pascaledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya. Topik yang diangkat berjudul AuBangkit dari TerorAy. Menariknya. Najwa Shihab tersebut mempertemukan dua pihak, yakni mantan korban aksi terorisme dan mantan pelaku teror. Di antara para korban yang dihadirkan pada acara | 8 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 Juli-Desember 2018 tersebut adalah Dwi Siti Rhomdoni dan . antan pengikut Aman Abdurrahman. Ipda salah satu teroris yang divonis hukuman merupakan korban dari ledakan bom mat. Sofyan Tsauri . antan teroris yang Thamrin Jakarta beberapa waktu lalu. beraksi di Ace. , dan Ibrahim Hasbi Selain Dwi dan Ipda Denny. Najwa . antan Shihab juga melakukan telekonference serangkaian aksi terorisme di Indonesi. Denny Mahieu, dengan salah satu keluarga Jika diidentifikasi dari isu atau ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Monic Dewi Andini. Monic tersebut, penulis berpendapat Rendra program Mata Najwa telah berhasil Wardana, korban tewas pada insiden mengonstruksi sebuah realitas menjadi yang terjadi pada Minggu, 13 Mei 2018 tayangan yang menarik untuk ditonton. Apalagi dengan dihadirkannya sejumlah Bayu Dalam peristiwa yang mencekam tersebut, serangan bunuh diri para pelaku menguatkan jika program ini lebih teror bom tersebut tidak hanya beraksi di mengedepankan aspek faktual dan aktual Gereja Santa Maria Tak Bercela, tapi dan dapat dijadikan sebagai program juga di dua gereja lainnya di Jawa Timur, tayangan alternatif yang sarat makna. Gereja Kristen Indonesia Lalu bagaimana Trans7 melalui Gereja Pantekosta program Mata Najwa ini melakukan Diponegoro Arjuna. Akibat khalayak terkait isu terorisme? Pada tayangan edisi 23 Mei 2018, topik Mata termasuk Bayu Rendra Wardana yang Najwa pada saat kejadian berusaha menghalau pemirsa menurut pandangan penulis pelaku teror bom yang menerobos masuk sangat edukatif karena tim Mata Najwa ke halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela. Adapun mantan pelaku teror bom perdamaian dan persatuan bangsa. yang ikut dihadirkan pada acara Mata Upaya Najwa episode AuBangkit dari TerorAy tentang terorisme terutama menyangkut Yudi Diterbitkan oleh FISIP-UMC Zulfahri Najwa Shihab | 9 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 jadi takut, membunuh secara sengaja. Berarti ada kesalahan . tas perintah jiha. di sini, sehingga menimbulkan penyesalan yang mendalam bagi saya,Ay timpal Sofyan Tsauri, mantan teroris yang beraksi di wilayah Aceh. diidentifikasi manakala Najwa Shihab menanyakan adakah penyesalan terbesar yang dirasakan oleh para mantan pelaku AuKetika memutuskan untuk bergabung dengan kelompok pelaku teror dengan tugas masing-masing, apakah pernah ditimbulkan?,Ay tanya Najwa kepada ketiga mantan pelaku teror yang hadir dalam acara talkshow tersebut. AuSaat itu tidak ada yang kita pikirkan kecuali bagaimana kita punya rencana ini . agar berjalan lancar,Ay jawab Yudi. AuTujuan kita pada waktu itu adalah ingin mati syahid, dan tidak terpikir adanya korban. Saat itu, kami berpikir kalaupun mereka . ara korba. tidak mati hari ini, toh mereka pada saatnya juga akan mati. Kami anggap semua ini adalah perjuangan. Kami seperti terpenjara oleh pikiran itu. Saya membaca beberapa surat Syekh Osama bin Laden ketika tim Navy Seal 7 menemukan beberapa surat. Isinya menyatakan bahwa kita tidak saja bertanggung jawab kepada Allah terhadap darah yang tumpah, tapi kita juga harus menanggung taswiyah . encitraan/gambara. Islam yang Inilah yang menyebabkan jihad kita tidak diterima oleh mayoritas umat Islam dikarenakan banyaknya jatuh korban di antara kaum muslimin itu sendiri. Di sini saya kaget, ternyata Al Qaeda (Syekh Osama bin Lade. itu mengevaluasi banyaknya jatuh korban teror yang membawa dampak luar biasa bagi para korban, dan tanggung jawabnya dikembalikan lagi kepada pelakunya. Ini membuat saya Diterbitkan oleh FISIP-UMC Juli-Desember 2018 Dari uraian pembahasan di atas, maka dapat penulis deskripsikan bahwa framing pada program acara Mata Najwa yang mengangkat tema terorisme tersebut bisa saja dikategorikan sebagai sebuah rekonstruksi atas realitas yang mencoba dibangun oleh jurnalis Trans7 untuk mempelajari skema yang berbeda isu-isu Sebagaimana paparan Volkmer tentang teori framing di mana pada studi awal mengidentifikasi kerangka utama dalam berita televisi: frame episodik-definisi tertentu-dan tematik, yang memosisikan isu dalam konteks diskursus publik yang lebih SIMPULAN Adapun kesimpulan umum dari penelitian ini adalah teori framing menjadi penting di sejumlah sektor bagi masyarakat media kontemporer. Teori Volkmer, juga bisa digunakan oleh spin doctor untuk menyusun isu-isu politik | 10 SOSFILKOM Volume XII Nomor 02 dalam kampanye pemilu yang ditujukan bagi audiensi spesifik. Penulis juga sependapat dengan pandangan Volkmer bahwa salah satu Juli-Desember 2018 Volkmer. Ingrid. Ensiklopedia Teori Komunikasi. Diterjemahkan dari Buku Asli Encyclopedia of Communication Theory. SAGE Publication. Inc. Penerjemah Tri Wibowo. Jakarta: Kencana area penting dari teori framing adalah Setelah menempati peran sebagai pilar keempat negara dalam masyarakat demokratis, periset media merasa teori framing ketimpangan dan struktur kekuasaan Singkatnya isu-isu Trans7 program Mata Najwa episode 23 Mei Tamburaka. Apriadi. Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa. Jakarta: Rajawali Pers Jurnal: Mubarak. Zulfi. Jurnal Studi Masyarakat Islam: Vol 15. No. 2 Desember 2012 Naharong. Abdul Muis. Jurnal Refleksi: Vol 13. No. 5 Oktober 2013 Prajarto. Nunung. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No. 1 Juli realitas isu terorisme menjadi sebuah isu yang menarik dan bermakna. Begitu terorisme telah mampu dikemas Mata Najwa menjadi sebuah isu yang lebih positif dan edukatif. DAFTAR PUSTAKA Dewi. Irra Chrisyanti. Pengantar Psikologi Media. Jakarta: Prestasi Pustakaraya