Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTO CERENTI KECAMATAN CERENTI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Widia Oktatiansi1. Nariman Hadi2 dan Andi Alatas2 Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNIKS Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNIKS ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah : . Untuk mengetahui pendapatan petani pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk mengetahui nilai efesiensi usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan. Rata-rata biaya variabel usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti sebesar Rp 6. 625/panen. Dengan rata-rata penyusutan alat sebesar Rp 136. 809/panen. Sedangkan penerimaan usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti adalah sebesar Rp 9. panen, sehingga di dapat rata-rata pendapatan sebesar Rp 3. 899/panen. Usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti efisien karena menurut kriteria RCR > 1 efisien dengan nilai efisien yaitu 1. Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 58 dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . Kata Kunci : Usahatani. Padi Sawah. Pendapatan. Efesiensi INCOME ANALYSIS OF RICE FARMING BUSINESS IN KOTO CERENTI VILLAGE. CERENTI DISTRICT. KUANTAN SINGINGI REGENCY ABSTRACT The purpose of this research is: . To find out the income of farmers in rice paddy farming in Koto Cerenti Village Cerenti District Kuantan Singingi Regency. To know the value of rice farming efficiency in Koto Cerenti Village Cerenti District Kuantan Singingi Regency. The analysis used is revenue analysis. The average variable cost of rice farming in Koto Cerenti Village is Rp 6. 625/harvest. With an average depreciation of rp 136. 809//harvest. While the acceptance of rice farming in Koto Cerenti Village is Rp 9,333,333/harvest, so that there can be an average income of Rp 3. 899/harvest. Rice farming in Koto Cerenti Village is efficient because according to RCR criteria > 1 efficient with an efficient value of That is, every Rp 1 incurred by farmers for rice paddy farming costs will result in an receipt of Rp. 58 with income or profit earned amounting to Rp. Because the R/C Ratio value is greater than 1 (R/C>. Keywords : Farming. Lowland Rice. Income. Efficient PENDAHULUAN Negara indonesia merupakan salah perekonomian tidak terlepas dari sektor Sektor pertanian memegang peranan penting, karena berperan sebagai penyedia bahan pangan bagi seluruh masyarakat, selain itu juga menopang pertumbuhan industri dalam hal penyedian bahan baku dan mendorong pedesaan (Mubyarto, 1. Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang yang memiliki potensi lahan pertanian yang tinggi khususnya untuk pengembangan tanaman padi sawah. Hasil yang diproduksi biasanya untuk dikomsumsi sebagai bahan pangan dan sebagian ada yang dijual dengan tujuan untuk meningkatkan Besar pendapatan usaha tani padi sawah yang diterima oleh penduduk akan dipengaruhi oleh penerimaan biaya produksi. Kabupaten Kuantan Singingi sebagai salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau yang memiliki potensi yang sangat besar dalam pertanian pada umumnya tanaman pangan khususnya tanaman padi. Lahan yang luas dan Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 daya dukung yang cukup menunjang kegiatan pertanian serta jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian dengan keterampilan dasar yang dimiliki, serta pasar yang tersedia dengan infrastruktur yang sedang digalakkan, merupakan modal dasar untuk pengembangan Kecamatan Cerenti merupakan salah satu kecamatan dari lima belas . kecamatan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi dengan jumlah penduduk sebanyak 17. 830 jiwa yang terdiri dari 8. 892 jiwa laki-laki dan 8. jiwa perempuan dengan jumlah kepala keluarga 940 KK. Luaas wilayah Kecamatan Cerenti adalah 103,52 km2 dan terdiri dari tiga belas . Desa, dimana sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Desa Koto Cerenti merupakan salah satu dari 13 desa yang ada di Kecamatan Cerenti, desa ini adalah desa yang tertua dari 13 desa yang ada. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2018 jumlah penduduknya adalah 352 jiwa yang terdiri dari 702 jiwa laki-laki dan 650 jiwa perempuan dengan kepala keluarga 337 KK. Permasalahan yang selalu dihadapi oleh petani padi sawah terutama di Desa Koto Cerenti yaitu, tingginya biaya produksi, selain itu penggunaan benih lokal juga mempengaruhi produksi padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan penelitian ini adalah:Untuk mengetahui pendapatan petani pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk mengetahui nilai efesiensi usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi telah dilakukan mulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2020. Dipilihnya Desa ini sebagai tempat penelitian karena mata pencaharian masyarakat di Desa Koto Cerenti pada umumnya berusaha tani padi sawah dan merupakan desa binaan intensifikasi dari pemerintahan serta belum adanya orang lain yang melakukan penelitian di Desa Koto Cerenti ini, serta tempat penelitian ini jaraknya dekat dari tempat tinggal peneliti. cara tanya jawab sambil bertatap muka antar sipeneliti dengan objek yang diteliti. Metode observasi, yaitu merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek yang akan diteliti untuk melihat dari dekat kegiatan yang akan dilakukan. Metode pencatatan, yaitu kegiatan atau prose pendokumentasian atau suatu aktivitas dalam bentuk tulisan. Guna untuk pencatatan data dari berbagia sumber yang berkaitan dengan penelitian. Konsep Operasional Untuk memudahkan pengoperasian dari konsep yang ada, serta untuk tercapainya kesamaan persepsi, dibawah ini diberikan batasan-batasan mengenai konsep operasional serta pengukuran yang ada dalam penelitian, sebagai berikut : Analisis usahatani adalah perhitungan pendapatan usahatani padi sawah yang dihitung dari besarnya biaya yang dikeluarkan . dan besarnya biaya pendapatan . dalam satu periode proses produksi padi sawah di Desa Koto Cerenti. Produksi adalah keseluruhan hasil yang berasal dari usahatani pada sawah yang diperoleh dalam 1 kali panen dinyatakan dalam . g/h. Biaya total adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi (Rp/ proses produks. Jenis Sumber Data Data yang dikumpul berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil langsung dari pelaku usahatani padi sawah meliputi indentitas responden . mur, jenis kelamin, pendidikan dan tanggungan keluarg. , jenis dan biaya produksi, tenaga kerja, harga produksi dan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh data instansi terkait meliputi keadaan penduduk, tingkat pendidikan, keadaan perekonomian, dan kelembagaan daerah penelitian yang dianggap perlu dalam mendukung proses perlengkapan penelitian. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan meliputi : Metode wawancara, yaitu proses memperoleh data untuk penelitian dengan Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Biaya tetap (Fixel cos. adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah pertanian yang digunakan . angkul, parang, sabit, dan lain-lai. (Rp/luas lahan/proses Biaya tidak tetap (Variabel cos. adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya, seperti benih, pupuk, lain-lain. (Rp/luas lahan/proses produks. Jumlah tenaga kerja adalah banyaknya tenaga kerja pada usahatani padi dalam berbagai kegiatan, baik yang berasal dari dalam keluarga maupun dari luar keluarga mulai dari persiapan lahan sampai panen yang diukur dengan HOK/Rp. Pestisida adalah bahan kimia yang hama/penyakit serta gulma (Liter/Luas lahan/proses produks. Produksi padi adalah hasil panen yang diperoleh dalam satu kali musim tanam dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) (Kg/proses produks. Penyusutan peralatan adalah perhitungan dari umur teknis dari setiap alat yang digunakan dalam satu kali proses produksi (Rp/proses produks. Luas lahan garapan adalah luas lahan yang dipergunakan untuk menanam tanaman padi sawah dalam jangka waktu satu musim Return Cost Ratio (R/C) adalah untuk mengetahui suatu usaha menguntungkan, merugikan atau impas yang dinyatakan dalam rupiah. Biaya total merupakan keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan, yaitu merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel. Secara matematis menurut Gasperz . Biaya total dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TC = TFC TVC Keterangan : TC (Total Cos. (Rp/ Proses produks. TFC (Total Fixed Cos. tetap (Rp/Proses produks. TVC (Total Variable Cos. variabel (Rp/Proses produks. Total Total Total Analisis Pendapatan Pendapatan pengurangan antara penerimaan dengan total biaya untuk satu kali proses produksi, dihitung dengan rumus sebagai berikut : Penerimaan Penerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus : TR = Y . Keterangan : TR = Total Revenue (Penerimaan Tota. Y = Jumlah Produksi (Kg/Proses Produks. Py = Harga Persatuan Produksi (Rp/K. Pendapatan atau Keuntungan Pendapatan atau keuntungan dapat dihitung dengan menggunakan rumus : A = TR Ae TC Keterangan : A = Pendapatan (Rp/Proses Produks. TR = Total Penerimaan (Rp/Proses Produks. TC = Total Biaya Produksi (Rp/Proses Produks. Penyusutan Peralatan Penyusutan berkurangan nilai suatu alat setelah digunakan dalam proses produksi. Penyusutan peralatan penyusutan garis lurus (Hermanto, 1. dengan menggunakan rumus : yaycyOeycAyc Biaya penyusutan = ycu Keterangan : Hp = Harga Dan perolehan . Ns = Nilai sisa . %) N = Taksiran umur kegunaan (Tahu. Metode Analisi Data Analisis penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Analisi yang digunakan adalah analisis secara matematika dengan menyederhanakan data dalam bentuk tabel dan analisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisi dilakukan untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efesiensi yang diterima oleh petani padi sawah yang berada di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi. Return Cost Ratio (R/C) atau Efesiensi Analisi Biaya Produksi Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Menurut Soekartawi . Return Cost Ratio (R/C) merupakan perbandingan antara penerimaan total dan biaya total, yang menunjukkan nilai total, yang menunjukkan nilai penerimaan yang diperoleh dari setiap rupiah yang dikeluarkan. Semakin besar R/C ratio maka akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh. Adapun R/C ratio dikenal dengan perbandingan antara penerimaan dan biaya, secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut : yaeyac RCR = yaeyaC Keterangan : RCR = Return Cost Ratio (R. TR = Total Penerimaan (R. TC = Total Biaya (R. Kriteria penerimaan R/C ratio : R/C < 1 = usaha produksi padi sawah mengalami kerugian. R/C > 1 = usaha produksi padi sawah memperoleh keuntungan. R/C = 1 = usaha produksi padi sawah mencapai titik impas HASIL DAN PEMBAHASAN Umur Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi cara mengelola usahatani, terutama pola pikir dan keadan fisik yang mempengaruhi keadaan petani dalam bekerja. Pada dasarnya, semakin muda umur seorang petani akan lebih kuat dalam bekerja, mampu dengan cepat dalam menerima inovasi baru, tanggap terhadap keadaan sekitar terutama usahatani yang dimilikinya sehingga mereka akan lebih responsif terhadap perubahan dan mau menerima serta menerapkan teknologi baru dibidang pertanian (Kartasapoetra, 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Petani Berdasarkan Umur di Desa Koto Cerenti Umur Respoden (Tahu. Jumlah Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui umur petani padi sawah terbanyak di Desa Koto Cerenti berkisar antara 46-60 tahun yaitu sebanyak 16 jiwa atau 53% dari 30 orang Hal tersebut menjelaskan bahwa umur dapat mempengaruhi kinerja petani dan secara tidak langsung umur dapat mempengaruhi jumlah produksi, karena semakin maksimal kinerja akan semakin maksimal pula hasil atau produksi yang didapat. Jumlah (Oran. Persentase (%) sikap mental terhadap segala sesuatu yang dirasakan (Slamet, 2. Sebagaimana dinyatakan Soekarwati . bahwa mereka yang berpendidikan tinggi adalah relatif lebih cepat dalam melaksanakan adopsi teknologi. Begitu pula sebaliknya, mereka yang berpendidikan rendah agak sulit untuk melaksanakan adopsi inovasi dengan Hal ini menunjukan bahwa semakin rendah tingkat pendidikan seseorang berarti semakin lambat dalam menerima teknologi baru sehingga perlu diadakan penyuluhan yang lebih intensif agar dapat menerima teknologi baru yang diberikan (Padmowiharjo, 1. Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, didapatkan bahwa pendidikan petani sangat beragam. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2. Tingkat Pendidikan Pendidikan adalah salah satu faktor perubahanperubahan pada perilaku manusia. Perubahan yang ditimbulkan oleh pendidikan adalah proses perubahan dalam keterampilan atau kebiasaan dalam melakukan sesuatu dan perubahan dalam Tabel 2. Karakteristik Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Desa Koto Cerenti Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Lama Pendidikan (Tahu. Jumlah (Oran. Jumlah Persentase (%) anggota keluarga yang menjadi tanggungan kepala keluarga. Anggota keluarga terdiri dari suami, istri, anak dan sanak saudara lainnya. Tanggungan keluarga adalah anggota yang belum bekerja atau tidak bekerja, yaitu mereka yang di bawah umur dan lanjut usia. Tanggungan keluarga berpengaruh terhadap aktivitas petani dalam mengelola usahataninya. Karena semakin besar jumlah anggota keluarga maka beban ekonomi keluarga akan semakin Untuk itu petani harus meningkatkan pendapatan hasil usahataninya agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi (Daldjoeni, 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat tingkat pendidikan petani padi sawah terbanyak berkisar antara 10-12 tahun yaitu sebanyak 15 jiwa atau 50% dari 30 orang responden. Semakin tinggi pendidikan maka akan lebih baik cara berfikirnya, sehingga memungkinkan mereka bertindak lebih rasional dalam mengelola usahataninya. Jumlah Tanggungan Keluarga Jumlah merupakan jumlah seluruh orang yang ada didalam satu rumah atau jumlah seluruh Tabel 3. Karakteristik Petani Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga di Desa Koto Cerenti Jumlah Tanggungan (Oran. Jumlah Responden Persentase (%) Jumlah Berdasarkan Tabel 3 diatas dapat dilihat sebagian besar jumlah tanggungan keluarga responden pada rentang 1-10 orang. Jumlah tanggungan keluarga 1-5 orang yaitu sebanyak 16 orang dengan persentase 53%. Hal ini dikarenakan pengusaha dapat menggunakan modal usaha dalam jumlah besar karena pengeluaran untuk keluarga tidak terlalu banyak. Sedangkan jumlah tanggungan keluarga 6-10 orang yaitu sebanyak 14 orang dengan persentase 47%. Banyaknya pengeluaran keluarga mempengaruhi modal usaha sehingga pengusahanya hanya dapat mengeluarkan sedikit modal dan memperoleh sedikit hasil sebenarnya pendapatan kerja petani. Biaya total usahatani adalah nilai semua input yang habis terpakai atau dikeluarkan didalam produksi (Soekartawi, 2. Menurut Sugiri . , biaya merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan dalam suatu kegiatan kegiatan Biaya produksi akan selalu muncul dalam setiap kegiatan ekonomi dimana usahanya selalu berkaitan dengan produksi. Kemunculannya itu sangat berkaitan dengan diperlukannya input . aktor produks. Biaya Tetap (Fixed Cos. Biaya tetap (FC) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah biaya yang tidak habis dalam satu kali proses produksi, tetapi hanya mengalami penyusutan atau yang disebut sebagai biaya investasi seperti pengadaan Penyusutan Biaya Usahatani Padi Sawah Biaya usahatani meruapakan biaya yang digunakan untuk menghitung berapa Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 berdasarkan umur ekonomis dari alat-alat Untuk mengetahui nilai ekonomis dari masing-masing peralatan yang digunakan dalam usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti, maka di hitung nilai penyusutan dalam satu kali produksi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Rata-rata Biaya Tetap Pada Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Uraian Biaya Penyusutan (RP) Persentase (%) Cangkul Tajak Sabit Alat Semprot Jumlah 40,80 3,31 17,22 38,67 Dari Tabel 4 dapat dilihat nilai penyusutan pada alat yang digunakan cukup kecil, karena peralatan yang digunakan dalam usaha padi sawah tidak terlalu banyak, dan harganya juga relatif sedang. Pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti nilai penyusutan alat tertinggi terdapat pada pembelian alat semprot sebesar Rp 52,907 atau 38,67% dari seluruh biaya yang dikeluarkan. Tingginya biaya yang dikeluarkan dikarenakan harga baru pembelian alat semprot berkisar Rp 000 Ae Rp 350. 000 dengan penyusutan selama 5 tahun. Nilai penyusutan terendah yang dikeluarkan usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti yaitu penggunaan alat tajak sebesar Rp 4,533 atau 3,31% dari total biaya yang Rendahnya biaya yang dikeluarkan pada alat tajak karena penggunaan tajak dengan nilai baru berkisar Rp 20. 000 Ae Rp 000 dengan penyusutan alat selama 5 tahun. Total biaya penyusutan alat yang dikeluarkan oleh usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti dalam sekali proses tanam sebesar Rp 136. Biaya Variabel (Variable Cos. Biaya variabel . ariable cos. yang dimaksud dalam penelitian ini adalah biaya yang habis terpakai dalam satu kali siklus produksi pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Rata-rata Biaya Variabel pada Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Uraian Biaya (RP) Persentase (%) Benih Pestisida Pupuk Karung 1,09 1,56 1,74 2,56 Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Upah Perontokan Tenaga Kerja Jumlah Berdasarkan Tabel 5 diatas diketahui bahwa biaya variabel yang paling besar adalah biaya tenaga kerja sebesar 5. 875 dengan persentase 83%. Biaya tertinggi kedua rata rata yang dikeluarkan pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti adalah upah perontokan sebesar Rp 622. 333 dengan persentase 10%. Biaya Total Biaya total adalah biaya produksi yang akan dikeluarkan dalam produksi diperhitungkan dari penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel (Boediono, 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Rata-rata Biaya Total Pada Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Uraian Biaya (R. Persentase (%) Biaya Tetap Biaya Variabel Total Biaya 2,20 97,80 Dari Tabel 6 diatas dapat dilihat bahwa nilai total biaya tetap yang dikeluarkan oleh usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti dalam satu kali produksi jumlahnya sebesar Rp 809, rendahnya biaya yang dikeluarkan karena penggunaan alat pada usahatani padi sawah sedikit. Nilai total biaya variabel dalam satu kali produksi jumlahnya sebesar Rp Tingginya biaya variabel yang dikeluarkan usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti dikarenakan besarnya biaya tenaga kerja yang dikeluarkan sebesar Rp 5. dengan upah rata rata sebesar Rp 70. dengan lama kerja 8 jam atau 1 HOK. padi yang diperoleh oleh petani tergantung bagaimana benih yang digunakan, pengolahan tanah, pemeliharaan serta panen yang dilakukan oleh petani. Analisis pendapatan usahatani padi sawah dilakukan untuk melihat jumlah penerimaan dan pendapatan atau keuntungan pada kegiatan bududaya tanaman padi sawah yang dilakukan petani sehingga dapat diketahui apakah padi sawah tersebut memberikan keuntungan atau kerugian (Kloter, 1. Pendapatan maksimal usahatani padi sawah merupakan tujuan utama petani dalam melakukan kegiatan produksi, oleh karena itu dalam penyelenggaraan usahatani setiap petani berusaha agar hasil panennya banyak, sebab pendapatan petani yang rendah menyebabkan petani tidak dapat melakukan investasi. Hal ini disebabkan karena sebagian hasil pendapatan dipergunakan kembali untuk modal berusahatani dan sebagiannya lagi dipergunakan untuk biaya hidup dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Hasil akhir dari suatu proses produksi adalah produk ataupun output. Produk ataupun output dalam bidang pertanian atau lainnya dapat bervariasi yang antara lain disebabkan karena perbedaan kualitas (Soekartawi, 2. Begitu juga dengan tanaman padi, hasil akhirnya berupa gabah. Hasil produksi tanaman Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Tabel 7. Produksi dan Pendapatan pada Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Uraian Produksi Biaya Total Penerimaan Pendapatan Jumlah (K. Nilai (R. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober Berdasarkan Tabel 7 diatas diketahui jumlah produksi berupa Gabah Kering Panen (GKP) pada usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti adalah 1. 867 Kg dengan luas lahan 8 Ha pada satu kali produksi dalam satu Dengan harga jual Rp. 000/Kg sehingga akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. Jumlah penerimaan dalam satu kali proses produksi dari usahatani padi sawah diperoleh petani sebesar Rp. Dan selanjutnya penerimaan tersebut dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan dalam pendapatan atau keuntungan sebesar Rp. Semakin tinggi jumlah produksi yang dihasilkan maka akan semakin tinggi pendapatan petani dari usahatani padi sawah tersebut dengan asumsi biaya produksinya tetap dan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) tetap. Efesiensi Usahatani Padi Sawah Efesiensi usaha dapat dihitung dari perbandingan antara besarnya penerimaan dan biaya yang digunakan untuk produksi dan faktor-faktor produksi. Perhitungan tingkat efisiensi pendapatan padi sawah dapat dilihat dengan rumus return cost ratio (RCR) dimana total pendapatan kotor dibagi dengan total biaya produksi, dimana kriterianya RCR > 1 berarti usaha padi sawah efisien. RCR < 1 berarti usaha padi sawah tidak efisien dan RCR = 1 usaha padi sawah belum efisien atau usaha mencapai titik impas (Soekartawi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 8. Efesiensi Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Uraian Nilai (R. Penerimaan Biaya Total RCR 1,58 Berdasarkan Tabel 8 diatas diketahui penerimaan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp. 333 dan biaya total yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp. 434, maka diperoleh nilai R/C sebesar Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 58 dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . Dengan demikian Usaha Tani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti produktif atau menguntungkan dan layak untuk dikembangkan serta penggunaan biaya produksi efisien. oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 58 dengan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitian Analisi Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Desa Koto Cerenti Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singini dapat diambil kesimpulan sebagai Rata-rata biaya variabel usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti sebesar Rp 625/panen. Dengan rata-rata penyusutan alat sebesar Rp 136. 809/panen. Sedangkan penerimaan usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti adalah sebesar Rp. 333 panen, sehingga di dapat rata-rata pendapatan sebesar Rp 3. 899/panen. Usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti efisien karena menurut kriteria RCR > 1 efisien dengan nilai efisien yaitu Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan Saran Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut : Usahatani padi sawah di Desa Koto Cerenti sudah layak untuk dijalankan. Namun diharapkan kepada petani untuk melakukan penyiangan lebih supaya rumput yang tumbuh tidak menganggu pertumbuhan padi. Disarankan kepada petani padi sawah di desa Koto Cerenti menggunakan bibit unggul, agar mampu meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober Gasper. Vincent. Ekonomi Manajerial Pembuatan Keputusan Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Andoko. Budidaya Padi Secara Organik. Penebar Swadaya. Jakarta. Hernanto F. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta. Arikunto. Suharsami. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta. Kartasapoetra :BumiAksara. Astuti. Analisi Pendapatan Usahatani Padi Sawah (Oryxa Sativa L) di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Skripsi. Program Studi Agribisnis. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Teknologi Jakarta Kloter, p. Prinsip Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta Milfitra. Wahyudi. Analisis Pendapatan Usahatni Padi Sawah Di Desa Rokan Koto Ruang Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Assauri. Manajemen Produksi dan Operasi. FE UI. Jakarta. Mubyarto. Pengantar Ekonomi Pertanian PT. Pustaka