Devina Anggrainy Dencik FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI BPM FAUZIAH HATTA PALEMBANG TAHUN 2018 Devina Anggrainy Dencik Program Studi D i Kebidanan STIK Bina Husada Jl. Syech Abdul Somad No. 28 Kel. 22 Ilir Palembang Email : devinacutez89@gmail. Abstrak Menurut World Health Organitation (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif didunia baru berkisar38%. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan. %) menyusui anak mereka dalam kehidupan mereka, hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Pada saat anak-anak mendekati ulang tahunnya kedua, hanya 55% yang masih memberikan ASI (Pudiastuti, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian pada ibu dengan Pemberian ASI eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 didapatkan 56 orang responden, yang melakukan pemberian ASI Ekslusif sebanyak 16 orang, dan yang tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 40 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Dengan menggunakan desain penelitian survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6 bulan di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta sebanyak 56 responden. Hasil penelitian didapatkan dari 16 ibu yang memberikan ASI Eksklusif yang berpengetahuan baik sebanyak 8 responden . ,3%) dan pengetahuan yang kurang sebanyak 8 responden . ,5%), dan dari 40 responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif yang berpengetahuan baik sebanyak 7 responden . ,7%) dan pengetahuan kurang sebanyak 33 responden . ,5%). Responden pemberian ASI Eksklusif, umur ibu yang tidak beresiko sebanyak responden . ,6%) dan umur yang beresiko sebanyak 6 responden . ,1%). Responden pemberian ASI Eksklusif, pendidikan tinggi sebanyak 6 responden . %) dan pendidikan rendah sebanyak 10 responden . ,7%). Kata Kunci : ASI Eksklusif Abstract According to the World Health Organitation (WHO) in 2016 it still shows that the average rate of exclusive breastfeeding providing in the world is around 38%. In Indonesia, although a large number of women . %) breastfeed their children in their lives, only 42% of babies under the age of 6 months get exclusive breastfeeding. When children closed to their second birthday, only 55% still provide the breastfeeding (Pudiastuti, 2. Based on data obtained in research on mothers with exclusive breastfeeding providing in 2018 at BPM Fauziah Hatta Palembang, there were 56 respondents who did providing of exclusive breastfeeding as many as 16 people, and those who did not provide exclusive breastfeeding were 40 people The aims of this study was to determine the factors related to provide exclusive breastfeeding at Independent Practice Midwife of Fauziah Hatta Palembang in 2018. By using an analytical survey research design. The population in this study were mothers who had a 6-month-old baby at Independent Practice Midwife of Fauziah Hatta as many as 56 respondents. The study results were obtained from 16 mothers who provided the exclusive breastfeeding with good knowledge were 8 respondents . 3%) and lack of knowledge were 8 respondents . 5%), and from 40 respondents who did not provide exclusive breastfeeding who were well-informed were 7 respondents . 7%) and less knowledge were 33 respondents . 5%). The respondents provided exclusive breastfeeding, the age of mothers who were not at risk were 10 respondents . 6%) and the risk age were 6 respondents . 1%). Respondents who provided exclusive breastfeeding, higher education were 6 respondents . %) and low education were 10 respondents . 7%). Keywords : Exclusive breastfeeding Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Air Susu Ibu (ASI) sebagai sumber terbaik dari makanan untuk bayi dan anak-anak dan salah satu cara yang paling efektif untuk menjamin kesehatan dan kelangsungan hidup anak. ASI aman dan mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari penyakit anak yang ASI sudah tersedia dan terjangkau( Prawirohardjo, 2006 ). Memberikan ASI merupakan salah satu kewajiban seorang ibu yang baru saja Bayi mendapatkan ASI selama 6 bulan tanpa makanan dan minuman tambahan dimulai sejak bayi dilahirkan dan paling lama satu jam setelah bayi lahir. Untuk mendukung niat yang telah ada, maka seharusnya seorang ibu harus memperbanyak pengetahuan mengenai ASI dan menyusui terutama mengenai keunggulan, manfaat, komposisi dari ASI tersebut ( Nuraini, 2013 ). Menurut World Health Organitation (WHO) tahun 2016 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif didunia baru berkisar38%. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan. %) menyusui anak mereka dalam kehidupan mereka, hanya 42% dari bayi yang berusia dibawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif. Pada saat anak-anak mendekati ulang tahunnya kedua, hanya 55% yang masih memberikan ASI (Pudiastuti, 2. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2010 menunjukkan pemberian ASI di Indonesia saat ini memprihatinkan, persentase bayi yang menyusu secara eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3 persen dan pemberian susu formula meningkat tiga kali lipat dari 10,3% menjadi 32,5%. Berdasarkan data pendahuluan SDKI tahun 2012, dijelaskan bahwa hanya 27% bayi umur 4-5 bulan mendapatkan ASI eksklusif, keadaan tersebut tidak sesuai dengan target Nasional. Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan ASI Eksklusif 0-6 bulan pada tahun 2014 sebesar 80% (SDKI, 2. ASI eksklusif sangat penting untuk balita dari 0-6 bulan. Menurut penelitian dari AIMI dan Save the Children . , kesempatan karyawati untuk menyusui dan memerah ASI di tempat kerja saat jam kerja hanya sebanyak 62% pada perkantoran pemerintah dan 50% pada perkantoran swasta (Pramita, 2. Pemberian ASI dapat membentuk perkembangan emosional karena dalam dekapan ibu selama disusui, bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman. perkembangan otak anak dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 3 tahun yang dikenal dengan periode emas, oleh karena itu diperlukan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan dapat diteruskan sampai anak berusia 2 tahun. Hal ASI mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan mineral yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang seimbang (Kemenkes. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian pada ibu dengan Pemberian ASI eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 didapatkan 56 orang responden, yang melakukan pemberian ASI Ekslusif sebanyak 16 orang, dan yang tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 40 orang. Berdasarkan data diatas, penulis tertarik melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang 2 Rumusan Masalah Berdasarkan data yang terdapat pada latar belakang, sehingga membuat peneliti tertarik penelitian tentang Aufaktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018Ay. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik 3 Tujuan Penelitian 1 Tujuan umum Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Bidan Praktik Mandiri Palembang Tahun 2018. 2 Tujuan khusus Diketahuinya distribusi frekuensi pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya distribusi frekuensi umur ibu dengan dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya distribusi frekuensi pendidikan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya distribusi frekuensi pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya hubungan antara umur ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya hubungan antara pendidikan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. Diketahuinya hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif Di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. penelitian ini menggunakan cross dimana variabel sebab atau risiko . yaitu pengetahuan, umur, pendidikan, pekerjaan dan variabel. yaitu pemberian ASI 2 Populasi dan Sampel 1 Populasi Populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran yang menjadi objek masalah penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 6 bulan di Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta sebanyak 56 responden. 2 Sampel Sampel populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakterisik yang dimiliki Sampel dalam penelitian ini accidental sampling yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 6 bulan sebanyak 56 respondendi Bidan Praktik Mandiri Fauziah Hatta Palembang Tahun 2018. 3 Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan kuisoner yang dibagikan kepada ibuibu yang memiliki bayi usia 6 bulan di BPM Fauziah Hatta Palembang. Metodologi Penelitian 1 Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan bersifat penelitian survei analitik. Rancangan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik Hubungan Antara Umur Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah HattaPalembang tahun 2018 Hasil Dan Pembahasan 1 Hasil Penelitian Hasil Analisis Univariat Tabel 3. Hubungan Antara Pengetahuan dengan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 1 Analisis Univariat Tabel 3. Distribusi Frekuensi ASI Eksklusif. Pengetahuan. Umur. Pendidikan, dan Pekerjaan di BPM Fauziah Hatta PalembangTahun 2018 Variabel ASI Eksklusif Pengetahua Umur Pendidikan Pekerjaan Hasil Ukur Tidak Baik Kurang Tidak Beresiko Beresiko Tinggi Rendah Tidak Bekerja Bekerja Frekuensi (%) 2 Analisis Bivariat Analisa ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel dependen yaitu pemberian ASI Eksklusifdengan umur, pendidikan, pekerjaan. Uji statistic yang digunakan adalah uji ChiSquare kemaknaan = 0,05. CI= 95% bila p value< artinya ada hubungan yang bermakna antara variabel dependen dan variabel independen dan bila p value> = 0,05 berarti tidak ada hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. ASI Eksklusif Penge Baik Kuran Tidak F % Berdasarkan tabel 3. 2 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, pengetahuan yang baik sebanyak 8 responden . ,3%) dan pengetahuannya yang kurang sebanyak 8 responden . ,5%). Sedangkan responden yang tidak ASI pengetahuan yang baik sebanyak 7 responden . ,7%) dan yang pengetahuannya kurang sebanyak 33 responden . ,5%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,03lebih kecil 0,05 hal ini antarapengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan 714berarti pengetahuan yang baik mempunyai peluang 4. kali terhadap pemberian ASI eksklusif dibanding pengetahuan yang kurang. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik Hubungan Antara Umur Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah HattaPalembang tahun 2018 Pada penelitian ini dilakukan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan = 0,05 CI 95%. Jika p value< = 0,05 artinya ada variabel dependen dan variabel independen dan bila p value> = 0,05 berarti tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 3. Hubungan Antara Umur dengan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 ASI Eksklusif Umur Tidak Beresi Tidak Berdasarkan tabel 3. 3 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, umur ibu yang tidak beresiko sebanyak responden . ,6%) dan umur yang beresiko sebanyak 6 responden . ,1%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, umur tidak beresiko sebanyak 11 responden . ,4%) dan yang umur beresiko sebanyak 29 responden . ,9%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,01lebih kecil 0,05 hal ini hubungan bermakna antara umur dengan pemberian ASI Eksklusif. Hubungan Antara Pendidikan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 Umur Tinggi Renda ASI Eksklusif Tidak F % 6 11, 34 77. Berdasarkan tabel 3. 4 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, sebanyak 6 responden . %) dan pendidikan rendah sebanyak 10 responden . ,7%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, pendidikan yang tinggi sebanyak 6 responden . ,9%) dan pendidikan rendah sebanyak 34 responden . ,3%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,13 lebih besar 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan nilai OR 3400 berarti pendidikan yang baik mempunyai peluang 3400 kali terhadap pemberian ASI eksklusif dibanding pendidikan yang rendah. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik hubungan bermakna antara umur dengan pemberian ASI Eksklusif. Hubungan Antara Pekerjaan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 Pada penelitian ini dilakukan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan = 0,05 CI 95%. Jika p value< = 0,05 artinya ada variabel dependen dan variabel independen dan bila p value> = 0,05 berarti tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hubungan Antara Pekerjaan dengan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 ASI Eksklusif Umur Tidak Beresi Tidak F % Hubungan Antara Pekerjaan Pemberian ASI Eksklusif di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 Berdasarkan tabel 3. 3 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, umur ibu yang tidak beresiko sebanyak responden . ,6%) dan umur yang beresiko sebanyak 6 responden . ,1%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, umur tidak beresiko sebanyak 11 responden . ,4%) dan yang umur beresiko sebanyak 29 responden . ,9%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,01lebih kecil 0,05 hal ini Umur Tidak Bekerj ASI Eksklusif Tidak F % Berdasarkan tabel 3. 5 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, ibu yang tidak bekerja sebanyak 4 responden . ,4%) dan ibu yang bekerja sebanyak . ,4%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, ibu yang bekerja sebanyak 19 responden . ,6%) dan yang tidak bekerja sebanyak 40 responden . ,6%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value =0,123 lebih besar 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. 2 Pembahasan 1 Pengetahuan Berdasarkan tabel 3. 2 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, pengetahuan yang baik sebanyak 8 responden . ,3%) dan pengetahuannya Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik yang kurang sebanyak 8 responden . ,5%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, pengetahuan yang baik sebanyak 7 ,7%) pengetahuannya kurang sebanyak 33 responden . ,5%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,03 lebih kecil 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. (Budiman, 2. Menurut budiman . , dalam membuat kategori tingkat pengetahuan bisa juga dikelompokan menjadi dua jika yang diteliti masyarakat umum, yaitu sebagai berikut : Tingkat pengetahuan kategori baik . ika nilainya >50%) Tingkat pengetahuan kategori kurang . ika nilainya O50%) Hasil penelitian rahayu tahun 2007 menunjukan bahwa sebagian besar memilikipengetahuan yang buruk. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu tentang ASI menyebabkan ibu tidak memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya hal ini akan mempengaruhi status gizi anaknya (Rahayu, 2. 2 Umur Ibu Berdasarkan tabel 5. 3 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, umur ibu yang tidak beresiko sebanyak responden . ,6%) dan umur yang beresiko sebanyak 6 responden . ,1%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, umur tidak beresiko sebanyak 11 responden . ,4%) dan yang umur beresiko sebanyak 29 responden . ,9%). Dari hasil uji statistik Chi-square diperoleh nilai p value = 0,01 lebih kecil 0,05 hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara umur dengan pemberian ASI Eksklusif. Untuk mengubah perilaku individu perlu mengidentifikasi individu tersebut terlebih dahulu. Identifikasi ini dapat berkaitan dengan karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, pendidikan dan sebagainya (Abdullah, 2. Dari segi produksi ASI ibu Aeibu yang berusia 19-23 tahun lebih baik dalam menghasilkan ASI dibandingkan dengan iu yang berusia lebih tua. Primipara tahuncenderung tidak menghasilkan ASI yang cukup ( Pudjiadi, 2009 ). Idealnya umur 20-30 tahun merupakan rentang usia yang aman untuk berproduksi dan pada umumnya ibu pada usia tersebut memiliki kemampuan laktasi yang lebih baik daripada yang berumur lebih dari 30 tahun (Roesli, 2. Studi kualitatif Fikawati& Syafiq . menunjukkan faktor umur mungkin memainkan peran penting sebagai pemicu seorang ibu memberikan ASI eksklusif. (Abdullah, 2. Pendidikan Berdasarkan tabel 5. 4 diatas ASI Eksklusif, pendidikan tinggi sebanyak 6 responden . %) dan pendidikan rendah sebanyak 10 responden . ,7%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, pendidikan yang tinggi sebanyak 6 responden . ,9%) dan pendidikan rendah sebanyak 34 responden . ,3%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value = 0,13 lebih besar 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan nilai OR 3400 mempunyai peluang 3400 kali terhadap Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik pemberian ASI eksklusif dibanding pendidikan yang rendah. Menurut Hidayat . yang dikutip dari Firmansyah . bahwa manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan mengubah pengetahuan, pendapat dan konsep-konsep, mengubah sikap dan persepsi serta menanamkan kebiasaan yang baru responden yang masih memakai adat istiadat kebiasaan (Abdullah, 2. Hasil penelitian Hastuti pada tahun 2006 yang menunjukkan proporsi pemberian ASI eksklusif lebih tinggi pada ibu yang berpendidikan tinggi . ,3%) . ,2%). (Abdullah, 2. 4 Pekerjaan Berdasarkan tabel 5. 5 diatas dari responden pemberian ASI Eksklusif, ibu yang tidak bekerja sebanyak 4 responden . ,4%) dan ibu yang bekerja sebanyak 12 responden . ,4%). Sedangkan responden yang tidak memberikan ASI eksklusif, ibu yang bekerja sebanyak 19 responden . ,6%) dan yang tidak bekerja sebanyak 40 responden . ,6%). Dari hasil uji statistik Chisquarediperoleh nilai p value =0,123 lebih besar 0,05 hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. Pekerjaan adalah segala sesuatu aktifitas rutin yang dilakukan ibu yang mempunyai bayi guna memperoleh Pasal 83 UU NO. 13 tahun buruh/pekerja perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja. Yang dimaksud dengan kesempatan yang patut disini adalah waktu yang diberikan kepada pekerja ketersediaan tempat yang sesuai untuk melakukan kegiatan tersebut. Menurut Salvina menyatakan bahwa 59,7 persen ibu yang bekerja hanya memberi ASI 4 kali dalam sehari, sementara jika pada waktu siang hari diberikan susu formula oleh keluarga atau pengasuh. Menurut Roesli . , menyatakan bahwa menghentikan pemberian ASI eksklusif, pemberian ASI eksklusif merupakan hal yang terbaik bagi bayi. Kesimpulan dan saran 1 Kesimpulan Dari hasil penelitian diperoleh dari 56 responden di BPM Fauziah Hatta Palembang tahun 2018 sebagai berikut : Diketahuinya distribusi frekuensi karakteristik demografi variabel pengetahuan baik ada 15 orang dan pengetahuan kurang ada 41 orang, variabel umur tidak beresiko ada 21 orang dan yang beresiko ada 35 orang, pendidikan tinggi ada 12 orang dan pendidikan rendah ada 44 orang, ibu yang bekerja ada 23 orang dan tidak bekerja ada 33 orang. Ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif Ada hubungan antara pemberian ASI Ekslusif dengan umur. Tidak Ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan Tidak pemberian ASI Eksklusif dengan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol. No. Januari 2019 Devina Anggrainy Dencik 2 Saran Bagi BPM Fauziah Hatta Palembang Diharapkan kepada petugas kesehatan di BPM Fauziah Hatta Palembang pemberian ASI eksklusif untuk ibu dan bayi kepada setiap ibu yang hamil, pasca bersalin dan Pasangan Usia Subur yang melakukan kunjungan ke tempat pelayanan. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan selanjutnya mampu menerapkan ilmu dan meningkatkan wawasan secara langsung di kehidupan seharihari, dan juga dapat mengambil variabel lain yang lebih bervariasi dan mencakup penelitian yang luas dengan metode penelitian yang berbeda terutama yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif. Bagi STIK Bina Husada Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan sebagai referensi dalam penelitian lebih lanjut tentang pemberian ASI Eksklusif dan diharapkan bagi institusi agar menambah referensi studi pustaka sehingga dapat wawasan mahasiswa. Eksklusif . ikutip 21 Januari Tersedia dari http://w. php?vw=2&id=1662. Pramita. Ecka. Pekan ASI Sedunia 2017 : Mari dukung Keberhasilan Ibu Menyusui. Diterbitkan tanggal 01/08/2017. http://majalahkartini. id/keluargakarier/anak/pekan-asi-sedunia-2017mari-dukung-keberhasilan-ibumenyusui/ Nuraini Tuti. Madarina Julia & Djaswwadi Dasuki. Sampel susu formula dan praktik pemberiaan Air susu ibu Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 7 Nomor 12 Juli 2013. Fakultas kedokteran universitas Gadjah Mada : 2013 Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Pemberian ASI dan makanan tambahan. ikutip 20 Maret 2. Tersedia pada http://w. /SDKI%2 02012/Laporan Pendahuluan SDK Peraturan Pemerintah Republik Indonesia NO. Pemberian ASI Eksklusif . Maryunani. Ani. Inisiasi Menyusu Dini. ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta : TIM . DAFTAR PUSTAKA