Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrimipa. Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X Juita Inganta Cicio Br Ginting Universitas Negeri Medan Korespondensi penulis: juitaginting09@gmail. Mangaratua M Simanjorang Universitas Negeri Medan Abstract. This research aims to determine the effect of the Knisley mathematics learning model on the understanding of mathematical concepts in class X SMA Negeri 2 Kabanjahe. This research was conducted using a sample of 2 classes, namely the Experiment class and the Control class. The form of test that is tested on students is an initial test . , then the researcher provides treatment in the experimental teaching class using the Knisley Mathematics Learning Model and in the control class using the direct learning model. Then a posttest was given to both classes. The data obtained were analyzed using the t test. The results showed that the pretest average in the experimental and control classes was the same as tested using the average similarity test . wo-way tes. and met Oeyc. yca,yccyc. < ycycaycuycycuyc < yc. yca,yccyc. namely Oe1,99773 < 0,1444312 < 1,99773 so Eaycu accepted. For the posttest average equality test . ight side tes. , it was concluded that the posttest average in the experimental class was greater than the control class because it met the ycycaycuycycuyc > ycycycaycaycoyce requirements, namely 11. 6111559 > 1. so Eaycu was rejected and the conclusion was obtained that there was an influence Knisley's mathematics learning model for understanding mathematical concepts for class X. Keywords: Knisley. Understanding Mathematical Concepts. Mathematics Learning Model. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran matematika knisley terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas X SMA Negeri 2 Kabanjahe. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel 2 kelas yaitu kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Adapun bentuk tes yang diujikan kepada siswa adalah tes awal . , kemudian peneliti memberikan perlakuan di kelas eksperimen mengajar menggunakan Model Pembelajaran Matematika knisley dan di kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Selanjutnya diberikan posttest kepada kedua kelas. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest di kelas eksperimen dan kontrol sama yang diuji dengan Uji kesamaan rata-rata . ji dua ara. dan memenuhi Oeyc. yca,yccyc. < ycEaycnycycycuyci < yc. yca,yccyc. yaitu Oe1,99773 < 0,1444312 < 1,99773 sehingga Eaycu diterima. Untuk uji kesamaan rata-rata posttest . ji pihak kana. diperoleh kesimpulan rata-rata posttest di kelas eksperimen lebih besar dibanding kelas kontrol karena memenuhi syarat ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 11,6111559 > 1,66907, sehingga Eaycu ditolak dan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh Model Pembelajaran matematika Knisley terhadap pemahaman konsep matematis siswa kelas X. Kata kunci: Knisley. Pemahaman Konsep Matematis. Model Pembelajaran Matematika. LATAR BELAKANG Pendidikan daya/potensi/kemampuan yang ada dalam diri peserta didik. Sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan potensi atau kemampuan dan keterampilan yang diperlukan masyarakat bangsa dan negara dalam membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu program Received Oktober 07, 2023. Accepted Oktober 22, 2023. Published Januari 25, 2024 *Juita Inganta Cicio Br Ginting, juitaginting09@gmail. Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis sistematis, logis dan kreatif adalah matematika (Hasratuddin, 2. Selain penting dalam dunia pendidikan matematika juga menjadi salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, matematika juga berperan dalam menata dan mengembangkan kemampuan berfikir manusia. Penting bagi peserta didik untuk mempelajari matematika, karena matematika merupakan sarana untuk memecahkan Jika tidak, siswa akan menghadapi banyak masalah karena hampir semua bidang studi memerlukan matematika. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Fitri & Nurul, . yang memeberikan penjelasan pentingnya mempelajari matematika tidak terlepas dari perannya dalam berbagai kehidupan, misalnya berbagai informasi dan gagasan banyak dikomunikasikan atau disampaikan dengan Bahasa matematika, hak ini tentunya sangat berkaitan dengan semakin canggihnya teknologi pada saat ini. Untuk mengikuti perkembangan teknologi, dibutuhkan pemahaman terhadap konsep-konsep matematika yang menjadi dasar berkembangnya teknologi. Mempelajari matematika tidak hanya menghitung angka dan menghafal rumus saja, tetapi berdasarkan tujuan pembelajaran matematika, salah satu hal yang harus dicapai dalam belajar matematika adalah memahami konsep matematika. Hal ini senada dengan pendapat Anih . yang menyatakan AuKemampuan memahami konsep matematika menjadi salah satu tujuan terpenting dalam proses belajar karena dengan pemahaman konsep siswa mampu memahami suatu materi matematika dan bukan menghafal rumus sajaAy. Pemahaman merupakan kemampuan untuk menangkap arti materi pelajaran yang dapat berupa kata, angka, menjelaskan sebab akibat. Dengan adanya pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika, akan mengurangi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran matematika, juga dalam menyelesaikan persoalan- persoalan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Namun hasil observasi kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah dapat dilihat dari data yang menunjukkan 86,67% siswa mengalami kesulitan untuk menyatakan kembali suatu konsep, 30,83% siswa mengalami kesulitan mengklasifikasikan objek sesuao dengan sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dan menerapkan konsep atau algoritma untuk pemecahan masalah, 54,17% siswa mengalami kesulitan memberikan contoh dan bukan contoh konsep, 57,26% siswa mengalami kesulitan untuk menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, 83,33% siswa mengalami kesulitan mengembangkan kondisi konsep yang diperlukan untuk memadai, 38,33% siswa mengalami kesulitan menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu (Jannah dkk, 2. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 Berdasarkan hasil jawaban tes diagnostik yang dilakukan pada 34 siswa yang mengikuti tes di SMA Negeri 2 Kabanjahe diperoleh rata-rata gambaran tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan persentase sebagai berikut : Pada kategori sangat rendah sebesar 90,91% . , pada kategori rendah sebesar 6,06% . , pada kategori sedang 3,09% . dan pada kategori tinggi dan sangat tinggi 0% tidak ada satupun siswa yang tergolong kedalam dua kategori tersebut. Hal ini mengartikan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa tergolong sangat rendah, dikarenakan siswa tidak mampu dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep pada tes yang diberikan peneliti. Hal ini mengartikan bahwa hampir seluruh siswa tergolong dalam kemampuan pemahaman konsep sangat rendah dan bahkan tidak ada siswa yang termasuk kedalam golongan tinggi dan sangat tinggi dikarenakan siswa tersebut tidak paham konsep yang dijelaskan oleh guru dan siswa cenderung lebih suka menghafal setiap penjelasan materi dari guru tanpa memahami konsepnya, sehingga ketika diberikan kesempatan untuk menjawab soal dengan pendapat sendiri, siswa tidak mampu menjawabnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah dengan mengembangkan kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan pembelajaran yang kondusif bagi terciptanya suasana belajar yang nyaman, tenang, menyenangkan, yang dapat mendorong terwujudnya proses belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna. Hal ini dapat terwujud jika suatu pembelajaran dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Salah satunya dengan model pembelajaran matematika knisley. Model pembelajaran matematika knisley adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran matematika knisley merupakan penerapan teori Kolb learning cycle, dalam pembelajaran matematika penerapan teori Kolb learning cycle memiliki 4 tahap yaitu kongkrit reflektif, kongkrit aktif, abstrak reflektif dan abstrak aktif. Pembelajaran knisley berpengaruh baik terhadap peningkatan pemahaman konsep matematis siswa. Karena model ini memiliki langkah-langkah yang terstruktur, dimana pengalaman belajar siswa yang dituntut untuk membnagun sendiri pengetahuannya. Dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan menemukan konsep baru yang sesuai dengan pemahaman masing-masing siswa. Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X KAJIAN TEORITIS Pemahaman konsep merupakan suatu hal yang benar-benar harus dimiliki peserta didik, hal ini didasarkan karena peserta didik tidak hanya sekedar mengingat beberapa konsep saja, tetapi peserta didik juga diharuskan bisa menjelaskan ulang konsep yang telah dipelajari ke dalam bentuk lain dan menrapkan nya pada konsep yang sesuai struktur kognitif dari peserta itu sendiri (Fitrah, 2. Selain itu (Fitri dan Nurul, 2. mengemukakan bahwa pemahaman konsep matematis adalah suatu kemampuan kognitif siswa dalam memahami materi-materi matematis yang terangkum dalam mengemukakan gagasan, mengolah informasi, dan menjelaskan dengan katakata sendiri melalui proses pembelajaran guna memecahkan masalah sesuai dengan aturan yang didasarkan pada konsep. Kemampuan memahami konsep matematika, penalaran matematika, representasi matematika serta penyelesaian masalah matematika (Nurjanah dkk. Pemahaman konsep mengharuskan siswa memahami konsep dan fakta, sehingga, mampu memberikan penjelasan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan matematika lalu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pemahaman konsep matematika memiliki sifat yang abstrak, sehingga akan terasa sulit untuk memahami jika hanya dengan menghafal. Oleh karena itu dibutuhka pemahaman konsep yang baik agar siswa tidak kesulitan dalam mempelajari dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan matematika dan kehidupan nyata. Model pembelajaran Matematika Knisley (MPMK) dikembangkan oleh Jeff Knisley yang merupakan model pembelajaran David Kolb model pembelajaran yang berdasarkan Septiyana dan Indriani . 8: 161-. menyatakan pada proses model pembelajaran matematika knisley memiliki empat tahap yang dijabarkan dalam beberapa langkah pembelajaran. Tahap dan langkah pembelajaran knisley membawa siswa untuk membangun pemahamannya secara mandiri. Keunggulan model pembelajaran matematika knisley yaitu tiap gaya belajar konkret dan abstrak dilakukan oleh bagian otak yang berbeda. Ketika gaya belajar konkret aktif diterapkan maka sensor pemukaan otak dengan masukan melakui indra pendengaran, pengelihatan, perabaam dan gerakan. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu . uasi experimen. Sampel penelitian ini adalah siswa matematika kelas X Fase E-5 dan E-6 SMA Negeri 2 Kabanjahe yang masing-masing berjumlah 33 orang. Dalam penelitian yang akan dilakukan sampel diambil dari dua kelas dimana kelas pertama akan dijadikan sebagai kelas eksperimen yang diberikan pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran matematika knisley sedangkan kelas kedua sebagai kelas kontrol akan diberikan pengajaran konvensional. Tabel 1. Rancangan Penelitian Kelas Tes Awal (Pretes. Perlakuan Tes Akhir (Posttes. Eksperimen ycN1 ycU1 ycN2 Kontrol ycN1 ycU2 ycN2 Keterangan: ycN1 : Pemberian tes awal (Pretes. ycN2 : Pemberian tes akhir (Posttes. ycU1 : Pengajaran dengan perlakuan menggunakan model pembelajaran matematika ycU2 : Pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berupa tes awal (Pretes. dan tes akhir . Selanjutnya dilakukan perhitungan data melalui uji validitas dan uji reliabilitas guna mengetahui kelayakan tes yang dirancang. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan perhitungan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata . Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berikut disajikan diagram hasil nilai posttes kelas eksperimen dan kelas kontrol: Gambar 1. Diagram batang nilai posttest kelas Kontrol Gambar 2. Diagram Batang Nilai Posttest kelas Kontrol Jika ditinjau dari rata-rata skor posttest, maka dapat dilihat nilai rata-rata di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Artinya dapat diprediksi bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Namun tetap saja belum dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Oleh karena itu akan dilakukan uji statistic parametric terlebih dahulu. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data nilai yang diperoleh tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak dan juga digunakan sebagai salah satu prasyarat analisis yang harus dipenuhi agar dapat menggunakan statistic parametrik, untuk JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 menguji kenormalitasan suatu data dapat digunakan uji lilifors. Kriteria pengujian normalitas yang harus dipenuhi adalah yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco dengan yca = 0,05. Ringkasan uji normalitas dengan menggunakan Sofware SPSS dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data pretest dan posttes Kelas Pretest Posttest Keterangan Keterangan yaEaycnycycycuyci yaEaycnycycycuyci yaycycaycayceyco Eksperimen 0,1381057 0,154232 Normal 0,1447637 0,154232 Normal Kontrol 0,1477824 0,154232 Normal 0,1093729 0,154232 Normal Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas data tes awal . siswa di kelas eksperimen diperoleh Lhitung < Ltabel maka data berdistribusi normal. Sama halnya dengan hasil perhitungan uji normalitas data Posttest siswa di kelas eksperimen diperoleh Lhitung < Ltabel maka data berdistribusi normal Hasil uji homogenitas dicantumkan pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas yaEaycnycycycuyci 1,715883669 1,253138075 Data Pretest 1,804481608 1,804481608 Keterangan Homogen Homogen Berdasarkan hasil uji homogenitas varians pretest siswa diperoleh yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco yaitu 1,715883669 < 1,804481608, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal . kedua sampel berasal dari varians yang sama . , kemudian pada data posttest diperoleh yaEaycnycycycuyci < yaycycaycayceyco yaitu 1,253 < 1,804 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil posttest kedua sampel berasal dari varians yang sama . Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk data pretest diperoleh ycEaycnycycycuyci = 0,1444312 , dan ycycycaycayceyco = 1,99773. Secara ringkas hasil perhitungan uji hipotesis dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Hasil Uji Kesamaan Rata-Rata Pretest Kelas Eksperimen Kontrol Dengan Nilai Rata-Rata 45,09090909 44,72727272 ycEaycnycycycuyci 0,1444312 ycycycaycayceyco 1,99773 Oeyc. yca,yccyc. < ycEaycnycycycuyci < yc. yca,yccyc. Keterangan Diterima Oe1,99773 < 0,1444312 < 1,99773 maka ya0 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa yuN1 = yuN2 yaitu rata-rata pretest di kelas eksperimen sama dengan rata-rata di kelas Kontrol. Artinya, tingkat Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kontrol adalah sama. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk data posttest diperoleh ycEaycnycycycuyci = 11,187, dan ycycycaycayceyco = 1,66907. Secara ringkas hasil perhitungan uji hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Hasil Uji Kesamaan Rata-Rata Posttest Kelas Eksperimen Kontrol Nilai Rata-Rata 87,27272727 67,2727273 ycEaycnycycycuyci 11,6111559 ycycycaycayceyco 1,66907 Keterangan Ditolak Berdasarkan Uji Hipotesis yang telah ditampilkan pada gambar diatas maka diperoleh ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 11,6111559 > 1,66907 maka Ea0 ditolak dan Eayca diterima, sehingga dapat disimpulkan bawah rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabanjahe yang diberikan perlakuan model pembelajaran Matematika knisley lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabanjahe yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Konversional. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Matematika knisley terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabanjahe. Pembahasan Pemahaman konsep merupakan suatu hal yang benar-benar harus dimiliki peserta didik, hal ini didasarkan karena peserta didik tidak hanya sekedar mengingat beberapa konsep saja, tetapi peserta didik juga diharuskan bisa menjelaskan ulang konsep yang telah dipelajari ke dalam bentuk lain dan menrapkan nya pada konsep yang sesuai struktur kognitif dari peserta itu sendiri (Fitrah, 2. Oleh karena hal itu peneliti merasa penting untuk meningkatkan peamahaman konsep matematis pada siswa yang dilakukan dengan model pembelajaran matematika knisley. Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 2 Kabanjahe yang melibatkan 2 kelas yaitu kelas X Fase E-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X Fase E-6 sebagai kelas kontrol. Sebelum diberikan perlakuan baik dengan model pembelajaran matematik knisley maupun konvensional, kedua kelas diberikan tes awal . Berdasarkan analisis skor rata-rta pretest yang dilakukan dikedua kelas maka diperoleh kesimpulan tidak ada perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan kata lain kemampuan awal siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama. JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 Setelah dilakukan pretest kedua kelas diberikan perlakuan yang berbeda, kelas eksperimen dengan model pembelajaran matematika knisley sedangkan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Pada kelas eksperimen peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran serta model pembelajaran knisley yang akan digunakan pada kelas tersebut yaitu dengan beberapa tahap antara lain: Tahap allegorisasi, dimana pada tahap ini siswa dituntun untuk dapat merumuskan konsep baru secara figuratif dikaitkan dengan konsep-konsep yang telah diketahui dengan baik. Pada tahap ini siswa belumdapat membedakan konsep baru dengan konsep lama yang telah dikuasai Tahap Integrasi, pada tahap ini siswa merealisasikan suatu konsep sebagai sesuatu yang baru, dianggap belum mengetahui bagaimana menghubungkan dengan apa yang telah Lalu melakukan perbandingan, pengukuran dan eksplorasi untuk membedakan konsep baru yang telah diketahui. Selanjutnya siswa diberi tugas yang bersifat mengeksplorasi karakteristik dari konsep baru, sehingga siswa dapat dengan baik mengaitkan hubungan konsep baru dengan konsep lama. Analisis, pada tahap ini siswa menghubungkan konsep lama dengan konsep yang baru diketahuinya, tetapi mereka kekurangan informasi yang diperlukan untuk membuat ciri yang khas . dari konsep itu. Sehingga siswa perlu membuat atau memilih pernyataan yang terkait dengan konsep baru, memberi contoh kontra untuk menyangkal pernyataan yang salah dan membuktikan pernyataan yang benar bersama-sama dengan Pada tahap ini konsep baru menjadi bagian dari pengetahuan yang sudah ada. Tahap Sintesis, pada tahap ini siswa melakukan latihan setelah menguasai konsep dan dapat menggunakannya untuk memecahkan masalah, mengembangkan strategi, dan menciptakan allegoris karena konsep baru dengan ciri khas. Peneliti juga memberikan LKPD kepada siswa sebagai panduan materi sekaligus sebagai latihan soal, sebelum dilakukan posttest hal ini dilakukan agar siswa terlatih dalam menjawab soal-soal yang berhubungan dengan pemahaman konsep, yang tidak terfokus hanya kepada rumus, namun paham terhadap materi. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti memberikan penejelasan materi terlebih dahulu, kemudan memberikan acontoh soal serta penyelesaiannya, siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya apabila ada hal yang tidak diketahui. Setelah sesi Tanya jawab selesai, peneliti memberikan LKPD kepada siswa sebagai bahan latihan soal sebelum mengerjakan posttest dan pada akhir jam pelajaran guru memberikan kesimpulan. Pengaruh Model Pembelajaran Matematika Knisley terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X Setelah diberikan perlakuan yang berbeda dikedua kelas, maka diberikan posttest kepada kedua kelas untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep setelah diberikan perlakuan yang berbeda di kelas Eksperimen dan kelas kontrol. Dari pengujian yang dilakukan melalui data pretest diperoleh kesimpulan data kedua kelas adalah homogen dan dari posttest diperoleh kedua kelas homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis baik pada pretest maupun posttest kesimpulan pada pretest yang menggunakan uji dua arah yaitu Oeyc. yca,yccyc. < ycEaycnycycycuyci < yc. yca,yccyc. yaitu Oe1,99773 < 0,423 < 1,99773 maka ya0 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa yuN1 = yuN2 yaitu rata-rata pretest di kelas eksperimen sama dengan rata-rata di kelas Kontrol. Artinya, tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kontrol adalah sama. Sedangkan pada posttest diperoleh ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco yaitu 11,187 > 1,66907 maka Ea0 ditolak dan Eayca diterima, sehingga dapat disimpulkan bawah rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabnajhae yang diberikan perlakuan model pembelajaran Matematika knisley lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabanjahe yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Konversional. Artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Matematika knisley terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kabanjahe. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang dilakukan peneliti maka peneliti memperoleh kesimpulan model pembelajaran matematika knisley lebih efektif dan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep matematis siswa, terlihat dari ketika di dalam kelas, siswa di kelas eksperimen lebih berperan aktif dibandingkan siswa di kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini maka diperoleh kesimpulan, terdapat pengaruh model pembelajaran matematika knisley terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di kelas X SMA Negeri 2 Kabanjahe pada materi Eksponen. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata nilai siswa di kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran matematika knisley sebesar 87,27272727. Selanjutnya setelah dilakukan uji kesamaan rata rata pihak kanan pada posttest. Dari hasil uji tersebut diketahui bahwa rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di kelas eksperimen lebih besar JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Vol. No. 2 Oktober 2023 p-ISSN: 2828-9382. e-ISSN: 2828-9390. Hal 327-337 dibandingkan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di kelas kontrol. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran matematika knisely memberikan pengaruh peningkatan pemahaman konsep matematis siswa di kelas X SMA Negeri 2 Kabanjahe pada Materi Eksponen dengan metode metode pembelajaran yang menarik maka model pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Adapun saran yang dapat diberikan peneliti, yaitu hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi siswa untuk memahami kemampuan pemahaman konsep yang ada pada dirinya sehingga dapat menjadi bahan evaluasi yang memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dengan meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematisnya. UCAPAN TERIMA KASIH