JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1157-1166 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI ANIMAKER TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V DI SD NEGERI 41 KARANG TANGAH Nur Afrida1. Ari Aprillia Dwiana2 1,2 Universitas Rokania. Indonesia Email: nurafrida2003@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 10 September 2025 Final Revised: 15 September 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 25 September 2025 Keywords: Media pembelajaran Hasil belajar Animasi IPAS ABSTRAK This study aims to determine the "influence of animaker technology-based learning media on the science learning outcomes of fifth-grade students at SD Negeri 41 Karang Tangah" in the 2025/2026 academic year. In this study, there were low student learning outcomes, especially in science learning, in the initial observations carried out, it was seen that teacher activities during teaching and learning activities did not pay attention to the use of technology-based learning media which caused some students to be less enthusiastic in participating in learning activities. Science learning that took place was still with a conventional learning system thick with a learning atmosphere that was considered less appropriate to the dynamics of the increasingly rapid development of science and technology. This population consisted of 14 students, this type of research used a quantitative approach with an experimental method with a Quasi-experimental type. Data were collected through pretest and posttest sheets. Based on the analysis of student data, the average value obtained with the pretest was 44, while the average posttest value was 74. This was shown through the results of the hypothesis test analysis carried out with the t-test with the criteria of t count > t table, namely . 558 > 1. Thus, researchers suggest that teachers can use learning media in the teaching and learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aupengaruh media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar ipas siswa kelas V di SD Negeri 41 karang tangahAy T. tahun 2025/2026. Dalam peneletian ini terdapat rendahnya hasil belajar siswa, terutama dalam pembelajaran IPAS, pada observasi awal yang dilakukan terlihat aktivitas guru pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang kurang memperhatikan penggunaan media pembelajaran berbasisi teknologi yang menyebabkan sebagain siswa kurang semangat dalam mengikuti kegiatan belajar. Pembelajaran IPAS yang berlangsung masih dengan sistem pembelajaran konvensional kental dengan suasana pembelajaran yang dianggap kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Populasi ini terdiri dari 14 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode eksperimen dengan jenis Quasi eksperimental. Data dikumpulkan melalui lembar pretest dan posttest. Berdasarkan analisis data siswa diperoleh nilai rata-rata dengan pretetst adalah 44, sedangkan rata-rata nilai posttest adalah 74. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil analisis uji hipotesis yang dilakukan dengan uji-t dngan kriteria thitung > ttabel yaitu . ,558 > 1,. Dengan demikian peneliti menyarankan agar guru dapat menggunakan media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: Media Pembelajaran. Hasil Belajar. Animasi. IPAS Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi hidup manusia, terutama pada mata pelajaran IPAS. Pembelajaran IPAS penting, karena dapat melatih hardskills dan soft skills kemampuan perpikir kritis pada siswa (Suminto, 2. Mata pelajaran IPAS merupakan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memiliki pengetahuan tentang peristiwa alam dan sosial yang tejadi dilingkungan sekitar. Media pembelajaran adalah alat yang diperlukan pada proses pembelajaran di kelas. Kegunaan media ajar bertujuan untuk mempermudahkan siswa dalam memahami mateti yang sulit dimengerti. Media ajar berfungsi sebagai alat pembelajaran yang dapat mewadahi kreatifitas. Media pembelajaran pada proses belajar mengajar sangat diperlukan untuk kebutuhan pembelajaran dan perkembangan siswa disekolah agar materi yang disampaikan oleh guru dapat dipahami dengam baik oleh siswa (Junaidi,2. Oleh karena itu untuk pemilihan media pembelajaran dibutuhkan inovasi dan ide-ide kreatif yang dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa: Auusaha dasar dan terancam untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negaraAy. Hasil belajar pada dasarnya merupakan bentuk kemampuan dan perubahan perilaku baru yang muncul sebagai akibat dari pengalaman atau proses pembelajaran. Pengetahuan tentang hasil belajar mencakup berbagai aspek yang diperoleh siswa, meliputi ranah kognitif, afektif, dan (Handayani & Subakti, 2. Menurut Sudjana, hasil belajar pada dasarnya merupakan perubahan perilaku yang juga berfungsi sebagai umpan balik untuk menyempurnakan proses pembelajaran. Hasil belajar mencerminkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar. Kemampuan ini berkaitan dengan pemahaman mereka terhadap materi yang diajarkan. Perubahan perilaku sebagai wujud dari hasil belajar mencakup tiga ranah utama, yaitu kognitif, afektif, dan Tingkat pendidikan sekolah dasar di karang tangah adalah sekolah dasar (SD) Negeri 41 karang tangah kecamatan lengayang. Sekolah ini menggunakan modul dan K13 di koordinasi oleh Bapak Mahardison S. Pd selaku kepala sekolah UPT SD Negeri 41 karang Sekolah ini memiliki jumlah siswa sebanyak 93 orang dengan total guru sebanyak 15 orang yang terdiri dari berbagai bidang keahlian. Dari sekian banyak mata pelajaran yang diajarkan, mata pelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus diajarkan. Mata pelajaran IPAS merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis dan selalu berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolgi. Ilmu pengeahuan alam dan sosial merupakan interaksi antara IPA dan IPS yang dirancang untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang hubungan antara manusia, alam dan lingkungan sosial. Berdasarkan praktek pengenalan lapangan persekolah I (PLP I) dan observasi yang dilakukan penulis pada tanggal 07 Agustus 2024 di SD Negeri 41 karang tangah dapat diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran guru hanya melakukan metode ceramah dan kurang dalam memanfaatkan metode dan media pembelajaran yang ada. Penulis mengamati proses pembelajaran dan memperoleh informasi tambahan melalui Ibu Ramainis S. Pd, selaku wali kelas V dan penulis menemukan masih banyak siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKTP dan minimnya penggunaan dokumentasi dokumentasi seperti gambar dan video. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah Dalan proses pembelajaran, penulis menemukan 5 siswa yang tidak memperhatikan guru ketika mengajar, 4 siswa sering berbicara dengan temannya, kemudian 4 siswa mengantuk. Sehingga masih banyak siswa yang mendapatk nilai dibawah KKTP. Hal ini berpengaruh terhadap nilai mata pelajaran IPAS dibawah KKTP yaitu 70 sehingga hasil belajar siswa yang belum mencapai KKTP dapat dilihat pada table berikut: Table 1. Nilai UAS Semester Genap Mata Pelajaran IPAS Siswa Kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah Mata Pelajaran KKM Jumlah Siswa Siswa yang tidak mencapai KKM % Siswa yang mencapai KKM % IPAS umber: Guru Kelas V SD Negeri 41 Karang Tanga. Data nilai siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dinyatakan tuntas apabila telah mencapai skor diatas KKTP. Data yang diperoleh dari nilai diatas KKTP yaitu sebanyak 5. %). Dan memperoleh nilai dibawah KKTP yaitu sebanyak 9. %) siswa. Hal ini menunjukkan hasil belajar IPAS dikelas V masih rendah. Capaian hasil belajar siswa yang masih sangat rendah disebabkan oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Metode pembelajaran yang digunakan masih di dominasi oleh ceramah tanpa menggunakan gambar dan video. Hal ini menyebabkan siswa kurang tertarik dan sulit berkonsentrasi yang ditunjukkan dengan perilaku seperti mengantuk dan berbicara dengan temannya selama proses pembelajaran Begitu juga dengan faktor lingkungan belajar seperti suasana kelas yang kurang kondusif juga dapat mempengaruhi fokus dan daya serap siswa. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut diperlukan inovasi dalam metode pembelajaran salah satunya dengan menggunakan media animasi yang lebih interaktif dan menarik. Strategi pembelajaran selalu mengalami inovasi, terutama dalam pemanfaatan hasil teknologi yang digunakan dalam penyampaian proses pembelajaran (Agustia dkk, 2. Strategi pembelajaran yang tepat memungkinkan guru menggunakan media teknologi sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran (Rahmayati & Widyan, 2. Sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami oleh siswa dan meningkatkan minat belajar mereka. Penggunaan media yang tepat dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran (Fitria dkk, 2. Terdapat berbagai jenis media yang dapat digunakan untuk membantu penyampaian materi kepada siswa yaitu: media visual, media audio, media audiovisual, meia cetak, media digital dan interaktif, dan media animasi (Yuliana dkk, 2. Banyak media pembelajaran yang dapat digunakan saat melakukan proses pembelajaran yaitu pada saat pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. , (Lestari, 2. Berbagai macam media pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya dengan menggunakan media animasi. Kemudian media pembelajaran ini juga dapat bermanfaat bagi sisa diantaranya yaitu dapat meningkatkan pemahaman belajar peserta Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah didik, dapat memberikan motivasi siswa, menarik perhatian siswa pada saat proses pembelajaran, dan tidak membosankan bagi siswa (Intanasari dkk, 2. Media animasi merupakan media pembelajaran berbasis audiovisual karena media ini dapat menyajikan informasi yang dapat dilihat, didengar, dilakukan sekaligus (Khasanudin dkk, 2. Media pembelajaran berbasis audiovisual ini dapat menyajikan materi pembelajaran yang lebih menarik, tidak monoton, dan mempermudah penyampaian materi (Salsabila dkk, 2. Media animasi memiliki banyak manfaat dan keuntungan diantaranya adalah media animasi merupakan penggabungan dari beberapa media seperti audio, teks dan gambar (Apriansyah dkk, 2. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan dan tidak membosankan dalam membantu proses penyampaian materi kepada siswa. Media Animasi menurut (Hambali : 2. bahwa animasi kumpulan gambar bergerak dan suara berisikan materi pembelajaran yang ditampilkan melaui media elektronik proyektor sebagai usaha untuk menciptakan pembelajaran yang aktif dan Selain itu,(Purwono dan Astuti : 2. juga mengatakan media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk video dapat memberikan memori jangka panjang kepada peserta didik karena media video disajikan melalui animasi, gambar, dan suara. Pentingnya penggunaan media animasi, karena anak pada usia SD rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dengan menggunakan media animasi maka selama proses pembelajaran mampu mengarahkan perhatian siswa pada materi yang dipelajari sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik (Ridho dkk, 2. Dengan begitu media animasi akan membantu siswa dalam memahami informasi-informasi yang abstrak, selain itu memberikan hiburan tersendiri bagi siswa melalui pesan yang terdapat dalam media animasi dapat tersampaikan sehingga media akan mempengaruhi hasil belajar (Huda dkk, 2. Media animasi dinilai efektif dalam mempengaruhi minat dan pemahaman siswa, sebagaimana ditujukan oleh penelitian (Srihandayani, 2. Yang menemukan bahwa penggunaan media animasi terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran IPA di SD Negeri 01 Tanjung Sakti Pumu Kabupaten Lahat. Penelitian lainnya oleh (Hilda Anafitria, 2. menunjukkan bahwa penggunaan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri No. Sipatana Kota Gorontalo. Hal ini dapat diketahui dari adanya peningkatan hasil belajar dan hasil pengujian hipotesis. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Metode penelitian eksperimen yaitu metode yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan suatu hal yang sedang diteliti. Oleh karena itu, pada metode eksperimen ini akan ada perlakuan khusus untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dalam penelitian tersebut. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu Quasi Eksperimental Penelitian ini dikelompokan menjadi 2, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes dan dokumentasi untuk mengukur hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik parametrik, yang diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Liliefors, dilanjutkan dengan uji homogenitas, dan kemudian uji-t untuk menguji perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol. HASIL DAN PEMBAHASAN Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah Hasil Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 41 Karang Tangah. Sampel yang digunakan pada penelitian adalah kelas V yang berjumlah 14 siswa. Pada kamis tanggal 17 Juli 2025, setelah mendapatkan izin penelitian dari Universitas Rokania. Peneliti datang ke SD Negeri 41 Karang Tangah untuk menemui kepala sekolah yaitu Bapak Mahardison. Pd, tujuan dari penelitian untuk memberikan surat keterangan izin penelitian di SD Negeri 41 Karang Tangah guna menyelesaikan tugas akhir program sarjana. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 24-26 Juli 2025 di kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah. Penelitian ini menggunakan penelitian Quasi Eksperimental dengan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dimana kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi animaker, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensionel. Subjek penelitian sebanyak 14 Dalam proses pengumpulan data , peneliti menggunakan metode tes, pengumpulan data dan dokumentasi. Metode tes dilakukakan bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Deskripsi Data Pre-test dan Post-test Kelas Kontrol Dalam penelitian ini, kelas kontrol diberikan soal pretest dan post-test. Soal pretest diberikan sebelum melakukan pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal dari siswa dan soal post-test akan diberikan setelah dilakukan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa setelah menerima perlakuan mengajar, siswa kelas kontrol mengalami sedikit perubahan pada hasil belajarnya. Untuk spesifiknya dapat dilihat pada table perbandingan hasil belajar pretest dan post-test kelas kontrol sebagai berikut: Table 1. Perbandingan Hasil Pretest dan Post-test pada Kelas Kontrol Aspek Skor Maksimum Skor Minimum Total Skor Rata-rata Skor Median Standar Deviasi Pretest 6,366 Post-test 9,542 Berdasarkan data diatas, maka dapat disimpulkan terdapat hasil perbedaan hasil belajar pada siswa kelas kontrol pada saat pelaksanaan pretest dan post-test. Pada saat pelakasanaan pretest rata-rata skor yang diperoleh adalah 42, sedangkan pada saat pelaksanaan post-test rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah 66. Dapat disimpulkan bahwa setelah menerapkan perlakuan pembelajaran dengan metode konvensional pada siswa memberikan sedikit peningkatan terhadap hasil belajar siswa, meskipun perbedaan yang dihasilkan tidak begitu signifikan. Deskripsi Data Pre-test dan Post-test Kelas eksperimen Dalam penelitian ini, setelah kelas eksperimen diberikan soal pre test, maka selanjutnya pada kelas eksperimen akan diberikan soal post-test dimana soal post-test dibagikan sesudah diberikan perlakukan . enggunakan media pembelajaran berbasis video animas. pada kelas eksperimen untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari penggunaan media pembelajaran yang telah dilaksanakan terhadap kemampuan siswa. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah Dapat disimpulkan bahwa setelah menerima perlakuan mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis video animasi, pada siswa kelas eksperimen ini mengalami perubahan pada hasil belajarnya. Untuk spesifiknya dapat dilihat pada table dibawah ini sebagai perbandingan hasil belajar pretest dan post-test kelas eksperimen sebagai berikut: Table 2. Perbandingan Hasil Pretest dan Post-test pada Kelas Eksperimen Aspek Skor Maksimum Skor Minimum Total Skor Rata-rata Skor Median Standar Deviasi Pretest 8,879 Post-test 7,325 Berdasarkan table diatas, maka dapat disimpulkan, hasil belajar siswa pada saat pelaksanaan post-test lebih tinggi dibandingkan pada saat pelaksanaan pretest. Terlihat ratarata skor pada pretest hanya 44, sedangkan pada saat post-test rata-rata skor yang diperoleh Dapat kita ketahui bahwa dengan membandingkan rata-rata skor pretest dan post-test, terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Uji Normalitas Uji Normalitas Data Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Kelas Pretest Kelas Eksperimen Post-test Kelas Eksperimen Pretest Kelas Kontrol Post-test Kelas Kontrol Lhitung Ltabel 0,160 0,177 0,200 0,200 Kesimpulan Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal 0,169 0,142 0,190 0,190 Berdistribusi Normal Berdistribusi Normal Berdasarkan hasil table di atas diketahui bahwa, hasil uji normalitas pretest pada kelas eksperimen diperoleh Lhitung = 0,160 dan Ltabel untuk N= 18, dengan yu = 0,05 adalah 0,200. Sehingga diperoleh nilai pretest pada kelas eksperimen yaitu Lhitung < Ltabel maka data dari hasil pretest tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan hasil tabel diatas dapat disimpulkan bahwa semua data pretest dan post-test dari kelas kontrol maupun kelas eksperimen berdistribusi normal. Homogenitas Hasil uji homogenitas Data Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Kelas Pretest Kelas Eksperimen Post-test Kelas Eksperimen Pretest Kelas Kontrol Post-test Kelas Kontrol Nilai Varians 78,840 Fhitung Ftabel Keterangan 1,945 2,198 Homogen 40,526 1,945 2,198 Homogen 103,676 91,053 1,139 1,139 2,198 2,198 Homogen Homogen Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa, hasil perhitungan uji homogenitas untuk Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh Fhitung = 1,945 dengan Ftabel = 2,198. Sedangkan pada perhitungan uji homogenitas untuk post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh Fhitung = 1,139 dengan Ftabel = 2,198. Maka berdasarkan hasil uji homogenitas tersebut dapat disimpulakan bahwa nilai Fhitung < Ftabel, yang artinya sampel memiliki varians yang homogen. Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan dari media pembelajaran berbasis video animasi terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS dikelas V SD Negeri 41 Karang Tangah T. A 2025-2026. Adapun kriteria uji hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: = Ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah Kabupaten Pesisir Selatan. = Tidak ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh thitung = 5,558 dan ttabel = 1,688, dengan demikian membandingkan kedua nilai tersebut diperoleh bahwa kriteria thitung > ttabel yaitu 5,558 > 1,688. sehingga dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan HA diterima maka hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi animaker terdapat hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah. Pembahasan Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 41 Karang Tangah terletak di jalan pantai Karang Tangah. Kecamatan Lengayang. Penelitian ini dilakukan dikelas V SD Negeri 41 Karang Tangah yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS dikelas V. Penelitian ini dilaksanakan dengan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas V sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diberikan perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran konvensional tanpa menggunakan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang dibahas dalam penelitian ini adalah AuMelihat Karena Cahaya. Mendengar Karena BunyiAy. Sebelum peneliti melakukan penelitian, terlebih dahulu melakukan pengujian instrumen soal, peneliti melaksanakan uji coba soal di SD Negeri 41 Karang Tangah, kecematan Lengayang, peneliti membagikan instrumen soal pada kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 14 orang siswa. Penelitian dilakukan dengan membagikan soal pretest terlebih dahulu pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum melakukan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dari kelas tersebut. Berdasarkan hasil pretest pada kelas kontrrol didapatkan nilai rata-rata 42 dan kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 44. Kemudian setelah kelas tersebut diberikan soal pretest dan untuk mengetahui kemampuan akhir siswa maka peneliti selanjutnya membagikan post-test dengan soal yang sama pada saat pretest dimana kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis video animaker dan kelas kontrol diberikan pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, maka diperoleh hasil rata-rata dari nilai post-test pada kelas kontrol sebesar 66 dan kelas eksperimen dengan hasil post-test 74. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Animaker Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V di SD Negeri 41 Karang Tangah Teknik pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan menggunakan rumus uji-t. Sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas sebagai uji persyaratan untuk mengetahui data dari sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak, dan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varian dari sampel kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan uji lilliefors dengan perhitungan uji normalitas data pretest kelas ekprimen diperoleh hasil 0,160 < 0,200 dan kelas kontrol 0,1689 < 0,190 dengan ketentuan Lhitung < Ltabel sehingga data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan berdistribusi normal. Kemudian dilakukan uji normalitas data post-test dan diperoleh hasil uji normalitas data pada kelas eksperimen adalah 0,177 < 0,200 dan hasil uji normalitas data post-test kelas kontrol adalah 0,142 < 0,190 dinyatakan dinyatakan berdistribusi normal dengan ketentuan Lhitung < Ltabel. Perhitungan uji homogenitas pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan untuk mengetahui kelompok data berasal dari sampel dengan varian yang homogen atau tidak. Hasil uji homogenitas data pretest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 1,945 < 2,198 dengan ketentuan Fhitung < Ftabel maka data pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Kemudian dilakukan uji homogenitas data post-test dengan hasil nilai 1,139 < 2,198 dengan ketentuan Fhitung < Ftabel sehingga data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dinyatakan berdistribusi homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis pada data post-test kelas eksperimen dan kontrol untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan pembelajaran. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t dengan taraf signifikasi 0,05%, yang kemudian dibandingkan antara thitung dengan ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh thitung, 5,558 dan ttabel 1,688 dengan demikian membandingkan kedua nilai tersebut diperoleh bahwa kriteria thitung > ttabel yaitu 5,558 > 1,688 sehingga dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan H1 diterima maka hasil ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah. (Sanaky, 2. KESIMPULAN Hasil dari penelitian ini dengan menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi animaker yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 41 Karang Tangah diperoleh kesimpulan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi animaker berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas V. Pengaruhnya dapat dilihat dari perbedaan hasil belajar kelas eksperimen antara nilai pretest dan post-test. Nilai ratarata pretest adalah 44, sedangkan rata-rata post-test adalah 74 dan bisa kita lihat pada nilai kelas kontrol pada pretest 42, sedangkan nilai rata-rata post-test 66. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil analisis perhitungan uji-t dengan ketentuan data post-test thitung > ttabel diperoleh hasil uji-t data post-test dengan taraf signifikasi 0,05%. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh thitung = 5,558 dan ttabel =1,688, dengan demikian membandingkan kedua nilai tersebut diperoleh bahwa kriteria thitung > ttabel yaitu 5,558 > 1,688. Sehingga dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan H1 diterima maka hal ini membuktikan bahwa terhadap pengaruh yang signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi animaker terhadap hasil belajar pada pembelajaran IPAS di kelas V SD Negeri 41 Kaarang Tangah. REFERENSI