Tamasya: Jurnal Pariwisata Indonesia Volume 2. Nomor 2. Juni 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62383/tamasya. Available online at: https://ejournal. id/index. php/Tamasya Analisis Daya Tarik Wisatawan terhadap Museum Sri Baduga Kota Bandung Riyani Putri Solehah1. Alya Indah Ramadhani2 Prodi Pariwisata. STIEPAR Yapari Bandung Email: riyanifauziah56@gmail. com 1, alyaindahr57@gmail. Korespondensi penulis: riyanifauziah56@gmail. Abstract. Museum Sri Baduga, located in Bandung, is one of the main cultural institutions that houses important collections related to the history and culture of Sunda. This study aims to explore the attractions of Museum Sri Baduga as a tourist destination, particularly within the context of the rapidly developing local tourism industry. As a popular tourist destination. Bandung offers a variety of options, making it essential to understand the museum's position in attracting visitors and identifying aspects that can be improved. Additionally, this research highlights the museum's role in cultural preservation, positioning it not only as a recreational site but also as an educational center that contributes to the preservation of local heritage amidst globalization. The study seeks to uncover the key factors influencing the appeal of Museum Sri Baduga and how the museum can adapt to changing tourist preferences in the modern era. The findings are expected to provide practical recommendations for museum management in designing more effective marketing strategies to attract visitors from diverse backgrounds, both domestic and international. By focusing on tourist attractions and contributions to cultural preservation, this research aims to offer new insights relevant to the development of Museum Sri Baduga and the tourism sector in Bandung. Keywords: Cultural Education. Local Tourism. Tourist Attraction. Sri Baduga Museum. Abstrak. Museum Sri Baduga, yang berlokasi di Bandung, merupakan salah satu institusi budaya utama yang menyimpan berbagai koleksi penting terkait sejarah dan budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi daya tarik Museum Sri Baduga sebagai destinasi wisata, khususnya dalam konteks pariwisata lokal yang terus berkembang. Sebagai salah satu tujuan wisata populer. Kota Bandung menawarkan berbagai pilihan destinasi, sehingga penting untuk memahami posisi museum dalam menarik minat wisatawan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat ditingkatkan. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran museum dalam pelestarian budaya, yang menjadikannya tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pelestarian warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian ini berupaya mengungkap faktor-faktor utama yang memengaruhi daya tarik Museum Sri Baduga serta bagaimana museum dapat beradaptasi dengan perubahan preferensi wisatawan di era modern. Temuan penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola museum untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif guna menarik pengunjung dari berbagai kalangan, baik domestik maupun internasional. Dengan fokus pada daya tarik wisata dan kontribusi terhadap pelestarian budaya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru yang relevan bagi pengembangan Museum Sri Baduga dan sektor pariwisata di Kota Bandung. Kata kunci: Daya Tarik Wisata. Edukasi Budaya,Museum Sri Baduga. Pariwisata Lokal. LATAR BELAKANG Museum Sri Baduga merupakan salah satu museum utama di Bandung yang menyimpan berbagai koleksiberharga tentang budaya dan Sejarah Sunda. Penelitian inibertujuan untuk memahami daya Tarik Museum inisebagai destinasi wisata, yang semakin penting dalamkonteks pariwisata local. Kota Bandung telaj menjadisalah satu tujuan wisata yang populer di Indonesia. Dengan banyaknya pilihan destinasi, penting untukmenganalisis posisi museum Sri Baduga dalam menarikwisatawan, sehingga dapat memberikan insight Received: April 16,2025. Revised: April 30,2025. Accepted: Mei 20, 2025. Online Available : Mei 30, 2025. Analisis Daya Tarik Wisatawan terhadap Museum Sri Baduga Kota Bandung mengenalaspek yang perlu diperbaiki atau dikembangkan. Analisisdaya Tarik wisatawan terhadap museum juga bekaitandengan upaya pelestarian budaya. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, museum memiliki peluang lebih besaruntuk berkontrbusi dalam Pendidikan dan pelestarianwarisan budaya lokal dalam era globalisasi, prefernsiwisatawan terhadap pengalaman dan edukasi budayabudaya semakin meningkat. Penelitian Sri Baduga denganperubahan ini dan apa yang menjadi factor penentudayatariknya. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikanrekomendasi bagi pengelola museum dalam merancangstrategi pemasaran yang lebih efektif untuk menarik lebihbanyak pengunjung, baik lokal maupun Dengan alasan-alasan tersebut, penelitian ini diharapkandapat memberikan kontribusi yang berarti dalammemahami daya Tarik museum Sri Baduga sertapengaruhnya terhadap pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Kota Bandung. Penelitian ini berfokus Museum Sri Baduga dan memiliki beberapa perbedaan serta kekosongan denganpenelitian Yuliana Pinaringsih dengan judul artikel AuPengaruh Pengalaman Museum Experience TerhadapKepuasan Pengunjung Di Museum Sri BadugaAy. Pertama, banyak penelitian sebelumnya telah membahaspengalaman pengunjung di museum, tetapi belum secarakhusus mengkaji daya tarik Museum Sri Baduga sebagaidestinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengisikekosongan tersebut dengan menekankan pentingnyamuseum dalam menarik wisatawan. Selain itu, penelitianini juga berfokus pada konteks spesifik Kota Bandung, yang merupakan salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, memberikan perspektif yang lebih relevan dan terkini. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana Museum Sri Baduga dapat beradaptasi dengan perubahan preferensiwisatawan di era globalisasi, yang belum banyak ditelitidalam literatur sebelumnya. Selanjutnya, pelestarianbudaya, menunjukkan bahwa museum tidak hanyaberfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagaiinstitusi edukasi dan pelestari warisan budaya. Terakhir, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasipraktis bagi pengelola museum dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, berbeda dari beberapapenelitian sebelumnya yang hanya menyajikan hasil tanpamenawarkan arahan praktis. Dengan pendekatan yang lebih terfokus pada daya tarik wisata dan kontribusiterhadap pelestarian budaya, penelitian ini diharapkandapat memberikan wawasan baru dan relevan bagipengembangan Museum Sri Baduga dan pariwisatadi Kota Bandung. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. Penelitian ini juga memiliki kesamaan dengan penelitian Rahmadillah dengan judul AuAnalisis Daya Tarik Wisata Pada Museum Gedung SateAy. Baik jurnal yang disebutkan maupun informasi mengenai Museum Sri Baduga memiliki fokus serupa dalam menyoroti daya tarikmuseum sebagai destinasi wisata. Keduanya berusahamemahami faktor-faktor yang membuat museum inimenarik bagi pengunjung. Selain itu, keduanyamenekankan peran museum dalam pelestarian budaya, di mana Museum Sri Baduga berfungsi sebagai penyimpankoleksi budaya dan sejarah Sunda, berkontribusi pada pelestarian warisan lokal. Analisis pengunjung menjadiaspek penting dalam kedua sumber tersebut, dengan upayauntuk memahami preferensi wisatawan dan cara museum dapat menarik lebih banyak Rekomendasiuntuk pengelola museum juga menjadi tema relevan, di mana jurnal mungkin menawarkan strategi pemasaranyang lebih efektif, sementara informasi tentang Museum Sri Baduga menekankan pentingnya adaptasi terhadapperubahan preferensi Konteks pariwisata lokalmenjadi latar belakang yang sama, dengan fokus pada Kota Bandung sebagai tujuan wisata yang terusberkembang. Keduanya menunjukkan relevansinya dalampengembangan pariwisata di daerah tersebut. Dalam era globalisasi, pentingnya pengalaman dan edukasi budayabagi wisatawan juga menjadi sorotan, di mana Museum Sri Baduga diharapkan dapat beradaptasi dengan tren ini, yang mungkin juga menjadi tema dalam jurnal. Secarakeseluruhan, meskipun berasal dari sumber yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam memahami dan menganalisis daya tarik wisata serta peran museum dalampelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Menurut Morrison . , museum ini memiliki potensi atraksi budaya seperti pameran alat musisk tradisional, kain tradisional, dan pertunjukan seniwayang /music yang belum dimanfaatkan secaraoptimal. Analisis SWOT dalam penelitian tersebutmerekomendasikan pengembangan tema pameranyang lebih beragam dan pengemasan koleksi secarakreatif untuk meningkatkan minat wisaawan. Hal inisejalan dengan pendapat Nursifa dkk . yang menyatakan bahwa daya Tarik wisata berbasisbudaya signifikan memengaruhi Keputusan Menurut Nursifa dkk . menekankan bahwakualitas fasilitas seperti kenyamanan ruang pamer, kebersihan, dan akses informasi menjadi penentuutama kepuasan pengunjung. Di museum Sri Baduga, fasilitas seperti diorama interktif, audio visual, dan tur edukatif telah berhasil menciptakanpengalaman holistik. Namun. Putera & swasty. mencatat bahwa pemeliharaan koleksi dan pengembangan fasilitas digital . issal: augmented realit. masih perlu ditingkatkan untuk menarikgenerasi muda. Analisis Daya Tarik Wisatawan terhadap Museum Sri Baduga Kota Bandung METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, wawancara, dan observasi. Studi Pustaka Metode ini memberikan dasar teori yang solid untuk penelitian, membantu memahami konteks dan perkembangan dalam bidang yang diteliti. Dengan menganalisis literatur yang ada, dapat menemukan area yang kurang diteliti, sehingga penelitian dapat memberikan kontribusi yang berarti. Studi pustaka juga menyediakan informasi yang bisa dibandingkan dengan hasil di lapangan, menjadikan analisis lebih menyeluruh. Observasi Observasi memungkinkan untuk mengumpulkan data dalam konteks yang alami, memberikan wawasan tentang perilaku dan interaksi yang mungkin tidak terungkap melalui wawancara. Metode ini juga berguna untuk memverifikasi informasi yang diperoleh dari wawancara, sehingga meningkatkan keabsahan data. Selain itu, observasi memungkinkan peneliti untuk menangkap elemen non-verbal, seperti bahasa tubuh, yang dapat memberikan informasi tambahan tentang dinamika sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Museum Sri Baduga, yang terletak di kawasan strategis Kota Bandung, merupakan salah satu lembaga kebudayaan yang memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah dan warisan budaya Sunda. Sebagai museum yang menyimpan koleksi etnografi, arkeologi, geologi, serta benda-benda peninggalan masa prasejarah hingga kolonial. Sri Baduga memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Namun, daya tarik museum ini di mata wisatawan tidak hanya ditentukan oleh koleksi yang dimilikinya, melainkan juga oleh berbagai faktor lain yang memengaruhi pengalaman pengunjung secara menyeluruh. Hasil pengamatan dan wawancara menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap Museum Sri Baduga terbagi ke dalam dua kecenderungan utama, yaitu ketertarikan terhadap nilai edukatif dan ketertarikan terhadap aspek visual serta pengalaman berkunjung. Wisatawan yang datang dari kalangan pelajar dan mahasiswa umumnya memiliki motivasi edukatif, terutama dalam rangka tugas sekolah atau kunjungan studi. Mereka mengapresiasi koleksi yang menyajikan informasi historis yang cukup lengkap, mulai dari kehidupan masyarakat Sunda kuno, perkembangan kerajaan-kerajaan lokal, hingga pengaruh kolonialisme. Sementara itu. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. wisatawan umum lebih tertarik pada tampilan visual, suasana museum, dan pengalaman interaktif yang ditawarkan. Meski demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan yang berdampak pada rendahnya kunjungan wisatawan secara berkala. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah penyajian informasi yang cenderung konvensional dan kurang interaktif. Banyak pengunjung merasa bahwa penyampaian informasi dalam bentuk teks panjang yang dipajang di sisi koleksi membuat pengalaman menjadi monoton. Ketiadaan teknologi multimedia dan interaktif menjadi kekurangan yang dirasakan, terutama oleh generasi muda yang lebih menyukai pendekatan visual dan digital. Selain itu, faktor kebersihan, kenyamanan ruang pamer, dan ketersediaan fasilitas pendukung seperti ruang istirahat, toilet, serta aksesibilitas juga turut memengaruhi kepuasan Meskipun letaknya strategis, namun penataan lingkungan sekitar dan promosi yang kurang optimal membuat museum ini kurang dikenal secara luas, baik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Di era media sosial seperti sekarang. Museum Sri Baduga belum sepenuhnya memanfaatkan platform digital sebagai alat promosi yang efektif. Analisis Daya Tarik Wisatawan terhadap Museum Sri Baduga Kota Bandung Namun, perlu dicatat bahwa potensi pengembangan daya tarik Museum Sri Baduga tetap besar. Museum ini memiliki fondasi kuat dari sisi koleksi dan nilai historis, yang apabila dikemas lebih menarik dan modern, dapat menjadi destinasi edukatif yang diminati banyak Kolaborasi antara pihak pengelola dengan komunitas seni, pelajar, atau pelaku industri kreatif dapat menjadi strategi efektif untuk menghidupkan kembali museum ini sebagai ruang publik yang dinamis dan inklusif. Dengan demikian, daya tarik Museum Sri Baduga tidak hanya bergantung pada koleksi fisiknya, tetapi juga pada bagaimana pengalaman berkunjung dirancang agar relevan dengan kebutuhan dan ekspektasi wisatawan masa kini. Upaya revitalisasi baik dari segi penyajian, fasilitas, maupun strategi promosi digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing museum ini di tengah ragam pilihan wisata kota Bandung yang terus bertambah. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung datang karena ketertarikan terhadap budaya Sunda, dan merasa museum ini memberikan pengalaman edukatif yang bermakna. Beberapa pengunjung, khususnya dari kalangan pelajar dan mahasiswa. TAMASYA - VOLUME 2. NOMOR 2 JUNI 2025 E-ISSN: 3064-3260. P-ISSN: 3064-3287. Hal. mengapresiasi keberadaan diorama dan tur edukatif, namun sebagian lainnya mengeluhkan kurangnya informasi interaktif serta fasilitas penunjang seperti kafe dan ruang istirahat yang Dari segi daya tarik, mayoritas responden menilai koleksi benda bersejarah dan artefak budaya sebagai kekuatan utama museum ini. Namun, terdapat permintaan akan pembaruan presentasi koleksi agar lebih menarik secara visual dan sesuai dengan selera generasi muda. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan modern, seperti penggunaan teknologi digital . ugmented reality atau audio guid. , agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih Analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan bahwa Museum Sri Baduga memiliki kekuatan dalam hal kekayaan koleksi budaya dan lokasi yang strategis di Kota Bandung. Namun, kelemahan terletak pada promosi yang masih terbatas dan fasilitas yang kurang Peluang terletak pada meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata edukatif dan budaya, sementara ancaman berasal dari kompetisi dengan tempat wisata lain yang lebih modern dan populer. Penelitian ini juga mengaitkan temuan dengan teori atraksi budaya menurut Morrison . , yang menyebutkan bahwa keberagaman konten dan cara penyampaian sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan. Museum Sri Baduga dapat memaksimalkan potensi ini melalui kolaborasi dengan seniman lokal dan institusi pendidikan untuk membuat pameran temporer yang dinamis dan partisipatif. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa daya tarik wisata Museum Sri Baduga cukup tinggi di kalangan wisatawan edukatif, namun masih terdapat celah dalam pengemasan pengalaman wisata dan penyampaian informasi. Strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, serta perbaikan amenitas menjadi rekomendasi utama untuk pengelola museum dalam mengembangkan potensi ini lebih lanjut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Museum Sri Baduga memiliki daya tarik utama pada koleksi budaya Sunda yang beragam dan bernilai historis tinggi, menjadikannya tempat edukatif dan rekreatif Analisis Daya Tarik Wisatawan terhadap Museum Sri Baduga Kota Bandung Fasilitas museum sudah memadai untuk kunjungan edukatif, namun masih perlu pengembangan dalam bentuk teknologi interaktif seperti augmented reality dan peningkatan kenyamanan fisik seperti tempat istirahat dan kafe. Strategi pemasaran museum masih belum maksimal dan belum mampu menjangkau seluruh segmen wisatawan, terutama generasi muda yang lebih tertarik pada pengalaman digital. Daya tarik budaya dapat ditingkatkan melalui pengemasan pameran yang lebih kreatif dan tematik, serta melibatkan komunitas lokal dalam program-program budaya. Peran museum dalam pelestarian budaya lokal sangat penting, dan dapat diperkuat dengan menjadikan museum sebagai pusat kegiatan budaya serta platform edukasi interaktif di tengah era digitalisasi. Makna dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan daya tarik wisata tidak hanya bergantung pada koleksi, tetapi juga pada bagaimana museum mengemas pengalaman pengunjung secara modern dan relevan (Andriana, 2021: . DAFTAR PUSTAKA