JPAP 9 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Manajemen Sekolah Berbasis Digital di SMA Negeri 1 Mataram Novitasari Putri1*. Muhammad Makki1. Mohamad Mustari1. Heri Hadi Saputra1. Fahruddin1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Putri. Makki. Mustari. Hadi Saputra. , & Fahruddin. Manajemen Sekolah Berbasis Digital di SMA Negeri 1 Mataram. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidika. , 9. , 109Ae112. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Novitasari Putri. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. Emai: Noviputriputri37@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen implementasi layanan pendidikan berbasis digital di SMA Negeri 1 Mataram sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fokus utama penelitian ini mencakup jenis layanan pendidikan berbasis digital yang diterapkan serta proses manajerial yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, dan pengawasan, termasuk faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang dilaksanakan dari Oktober 2024 hingga Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, operator, bendahara BOS, kepala perpustakaan, serta tim pengelola layanan digital Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan akademik yang telah terdigitalisasi mencakup rapor pendidikan. UASBK. ANBK. ASBK, e-learning, perpustakaan digital, dan absensi digital. Sedangkan layanan non-akademik meliputi e-Rapor. ARKAS. SIPLah. PPDB online, serta website dan media sosial sekolah. Manajemen layanan tersebut dilakukan secara terstruktur berdasarkan analisis rapor pendidikan, kebutuhan sekolah, dan kalender akademik. Faktor pendukung keberhasilan implementasi digitalisasi pendidikan meliputi adanya pelatihan berkala, pembagian tugas yang jelas, dan keterlibatan aktif seluruh elemen sekolah. Adapun faktor penghambat mencakup kesenjangan literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi awal terhadap perubahan teknologi. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen layanan pendidikan digital di SMA Negeri 1 Mataram sangat dipengaruhi oleh kolaborasi yang solid antar pemangku kepentingan sekolah serta kepemimpinan yang adaptif terhadap tantangan digitalisasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan strategi transformasi digital di lingkungan pendidikan menengah. Kata Kunci: Digitalisasi. Layanan Pendidikan. Manajemen Pendidikan. Raport Pendidikan. Pendahuluan Perkembangan komunikasi (TIK) yang sangat pesat di era globalisasi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi sektor pendidikan. Dalam konteks menuju visi Indonesia Emas 2045, integrasi teknologi menjadi strategi penting untuk memperkuat kualitas pendidikan Sekolah, sebagai institusi formal yang berperan dalam membentuk sumber daya manusia, dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan Terlebih dalam era glabolisasi dan revolusi industri ini, teknologi dalam bentuk digitalisasi merupakan jembatan untuk menggerakan pendidikan sehingga proses pembelajaran bisa tetap berlangsung (Rahmi, 2. Digitalisasi sekolah menjadi bentuk konkret dari akselerasi transformasi pendidikan di era revolusi industri 4. 0 dan masyarakat 5. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada tahun 2019 dan resmi teridentifikasi di Indonesia pada tahun 2020 telah mempercepat urgensi transformasi digital di dunia pendidikan. Dinamika pembelajaran A 2025 Published by Posgraduate Mataram University. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan dikelas juga terdampak, dimana sekolah dialihkan menjadi pembelajaran daring, penyesuaian evaluasi pembelajaran untuk penentuan standar kelulusan, hingga adanya platform dadakan sebagai wadah kolaborasi wali murid dan wali kelas (Mansyur, 2. Pembelajaran daring menjadi alternatif utama selama masa pembatasan sosial, dan hal ini mengungkap berbagai tantangan struktural dalam kesiapan sekolah Pemerintah merespons kondisi ini dengan mengembangkan berbagai aplikasi dan platform digital, seperti ARKAS. SIPLah. Dapodik. E-Rapor, serta berbagai media pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), guna mendukung efektivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. Namun, pemanfaatan teknologi digital di sekolah masih menunjukkan disparitas yang cukup signifikan. Sebagian sekolah memanfaatkan teknologi hanya pada aspek-aspek dasar seperti presensi dan penilaian, sedangkan sebagian lainnya telah mengintegrasikan teknologi secara lebih komprehensif ke dalam sistem pembelajaran dan manajemen sekolah. Hal ini menunjukkan perlunya kajian mendalam mengenai efektivitas dan kualitas implementasi layanan pendidikan berbasis digital di satuan pendidikan. SMA Negeri 1 Mataram sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengimplementasikan digitalisasi dalam aspek akademik maupun non-akademik. Meskipun demikian, berdasarkan data Rapor Pendidikan tahun 2024, ditemukan bahwa indikator pelatihan pendidik melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) menunjukkan hasil yang belum optimal. Kondisi ini mengindikasikan perlunya evaluasi terhadap strategi implementasi digitalisasi sekolah, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan Aupelanggan pendidikanAy (Rabiah, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis layanan pendidikan berbasis digital yang telah diterapkan di SMA Negeri 1 Mataram, serta menganalisis proses manajemen digital sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model manajemen sekolah berbasis digital yang efektif, adaptif, dan Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Selain itu, teknik Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 109-112 yang digunakan ialah teknik analisis mendalam . ndepth analysi. dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap masalah yang diangkat (Abdussamad, 2. Lokasi penelitian adalah SMA Negeri 1 Mataram yang terletak di Jalan Pendidikan Kota Mataram. Pemilihan lokasi didasarkan pada data Rapor Pendidikan 2024 dan 2023 yang menunjukkan kurangnya nilai pada poin pelatihan PTK dan pemanfaatan evaluasi kinerja dalam platform PMM dan pada indikator pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran serta indikator indeks penggunaan platform SDS. Sehingga diperlukan adanya penelitian yang meneliti mengenai digitalisasi layanan pendidikan ada di SMA Negeri 1 Mataram. Pelaksanaan penelitian berlangsung selama sembilan bulan, dari Oktober 2024 hingga Juni 2025, mulai dari observasi awal hingga penyusunan laporan hasil penelitian. Sumber data pada penelitian ini terdiri atas: Data Primer, diperoleh secara langsung dari hasil: Observasi, terhadap profil awal sekolah, rapat layanan pendidikan dengan berbagai tim terkait Wawancara mendalam, dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kurikulum, urusan kesiswaan, operator, bendahara BOS. Kepala perpustakaan, kepala kehumasan dan guru Dokumentasi lapangan, berupa notulen rapat, rapot pendidikan dan SK Pembagian tugas. Data Sekunder, diperoleh dari dokumen-dokumen terkait, seperti: Rapor Pendidikan tahun 2023 dan 2024. Struktur kerja organisasi. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan layanan pendidikan apa yang sudah terdigitalisasi hingga proses manajemennya di SMA Negeri 1 Mataram. Manajemen adalah sebuah proses dalam perencanaan untuk mencapai tujuan tertentu (Mustari & Rahman, 2. Sedangkan langkah atau kegiatan yang merencanakan . , mengorganisasi . , . , . , . , mengevaluasi . (Sudarmiani & Budiwibowo. Layanan pendidikan tersebut akan dibagikan menjadi 2 garis besar, yakni layanan pendidikan akademik dan non-akademik oleh karena itu, manajemen layanan pendidikan tersebut akan dibahas secara terpisah baik akademik maupun nonakademik. Hasil penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi di SMA Negeri 1 Mataram. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Layanan akademik berbasis digital yang sudah diterapkan di SMA Negeri 1 Mataram adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Asesmen sumatif akhir berbasis komputer (ASBK). Ujian Akhir Sekolah Berbasis Komputer (UASBK) dan Perpustakaan digital dalam bentul layanan spot baca digital. Sedangkan untuk layanan akademik berbasis digital yang sedang dalam proses pengembangan ialah Absensi digital. Sedangkan layanan non-akademik yang sudah terdigitalisasi antara lain dapodik. SIPLah. ARKAS. E-Raport. PPDB Online dan Website serta media sosial SMA Negeri 1 Mataram. Layanan tersebut disesuaikan dengan perubahan kurikulum dan kebutuhan Plarform PPDB Online adalah platform berbasis web yang digunakan untuk mengelola proses penerimaan siswa baru secara Online (Muis dkk, 2. Sedangkan pemanfaatan digital lainnya dalam dunia pendidikan ialah branding atau distribusi informasi. Website sekolah bisa dijadikan platform untuk melakukan promosi sekolah yang memberikan informasi mengenai sarana dan prasarana serta prestasi sekolah (Sangkalibu & Saputra, 2. Manajemen layanan akademik berbasis digital dimulai dari perencanaan yang dibagi menjadi beberapa layanan akademik yang telah disebutkan Kegiatan perencanaan baik layanan akademik dan non-akademik berdasar pada masalah yang ditemukan dalam Rapot pendidikan tahun sebelumnya. Perencanaan layanan ASBK dan UASBK dilaksanakan dalam bentuk rapat perencanaan ASBK dan UASBK yang dipimpin oleh kepala sekolah dan dihadiri oleh seluruh pegawai sekolah dan membahas teknis, sarana dan prasarana, pembagian tugas, waktu dan Perencanaan Perpustakaan digital dilakukan melalui analisis dari rapot . Pengorganisasian dilakukan dalam bentuk pembagian SK Pembagian tugas. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan SK yang telah diberikan. Guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan berkolaborasi dengan teknologi dalam layanan e-learning. Teknologi mengubah proses pembelajaran konvensional menjadi digital dengan 5 pergeseran, yakni pergeseran pelatihan ke penampilan. Lokasi di ruang kelas menjadi bisa dimana saja . , media pembelajaran dan penugasan dari media kertas menjadi media Online, fasilitas fisik mejadi fasilitas jaringan kerja, dan Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 109-112 pergeseran waktu siklus ke waktu nyata (Mustari,2. Evaluasi dan monitoring dilakukan setelah kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk rapat evaluasi. Contohnya evaluasi kegiatan ASBK dan UASBK dilakukan setelah kegiatan tersebut dilaksanakan. Layanan non-akademik dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan sekolah. Perencanaan dilakukan hanya mengundang TIM inti dari layanan tersebut, misalnya ARKAS maka kepala sekolah hanya melakukan diskusi internal dengan TIM ARKAS dan Bendahara BOS untuk menentukan prioritas kebutuhan yang merupakan hasil observasi dan evaluasi kegiatan sekolah. Pengorganisasian dilakukan dalam bentuk pembagian SK Pembagian tugas. Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan SK yang telah diberikan . Evaluasi dan monitoring dilakukan setelah kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk rapat evaluasi. Hambatan utama bagi guru dalam manajemen layanan pendidikan berbasis digital di SMAN 1 Mataram adalah proses adaptasi di tahap awal. Peralihan dari sistem konvensional ke sistem digital membutuhkan perubahan pola kerja yang signifikan. Sedangkan dukungan bagi guru ialah diberikan bimbingan secara kontinyu kepada guru dan menyediakan operator setiap level kelas sehingga mempermudah guru yang kesulitan melakukan layanan pendidikan tersebut. Pembahasan Terdapat beberapa layanan pendidikan yang sudah terdigitalisasi di SMA Negeri 1 Mataram. Penelitian mengenai layanan pendidikan berbasis digital ini dilakukan untuk menjawab masalah yang ditemui berdasarkan hasil rapot pendidikan 2023 dan 2024 yakni kurang dalam menggunakan layanan evaluasi kinerja berbasis digital. Perencanaan disesuaikan kebutuhkan nyata sekolah dimulai dari analisis rapot pendidikan, penyesuaian dengan kebutuhan kurikulum dan kebijakan Perencanaan layanan evaluasi berbasis digital baik ASBK dan UASBK dilakukan melalui rapat persiapan. Perencanaan perpustakaan digital dimulai dengan analisis kebutuhan sekolah Perencanaan dilakukan dengan TIM yang berhubungan langsung dengan layanan tersebut, contohnya ARKAS yang berhubungan dengan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Bendahara BOS dan Wakakur, dan juga Operator yang berhubungan dengan layanan e-learning. Proses pengorganisasian tentunya akan melibatkan unsur sekolah yang berhubungan dengan layanan Pengorganisasian ini penting untuk dapat penyelenggaraan layanan pendidikan berbasis digital dengan adil. Menurut Siagian . , yaitu penetapan struktur kerja, pembagian tugas, dan pengorganisasian dilakukan melalui SK Pembagian Pelaksanaan layanan pendidikan berbasis digital dilakukan sesuai dengan waktu kegiatan tersebut. ASBK. UASBK dan e-rapot disesuaikan dengan kalender pendidikan. Pengisian dan penyusunan ASKAS dan Belanja SIPLah dilakukan di awal tahun ajaran dan lainnya. Selain itu, terdapat pula layanan yang dilakukan secara kontinyu, yakni e-learning dan perpustakaan digital. Evaluasi dan monitoring dilakukan baik secara fomalitas dalam bentuk rapat evaluasi, dan dilakukan secara tidak formal. Evaluasi kegiatan UASBK dan ASBK serta PPDB dilakukan melalui rapat evaluasi untuk mengetahui keberhasilan layanan pendidikan tersebut. Evaluasi kegiatan perpustakaan digital melalui tingkat kunjungan siswa dan siswi dalam aplikasi tersebut. Evaluasi dan montoring layanan lainnya dilakukan oleh kepala sekolah dengan metode diskusi dan wawancara dengan penanggung jawab layanan. Hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan layanan tersebut antara lain : Kendala Teknis dalam Akses Internet dan perangkat keras. Penyesuaian dengan sistem digital. Penyesuaian materi ajar digital. Kemungkinan Ketidaksesuaian Spesifikasi Barang. Sedangkan dukungan bagi guru adalah pemberian pelatihan secara terjadwal kepada guru Ae guru, terutama pada guru senior sehingga bisa menggunakan layanan dengan maksimal Kesimpulan SMA Negeri 1 Mataram telah melaksanakan dan mengadaptasi beberapa layanan pendidikan, baik akademik maupun non-akademik berbasis digital. Layanan tersebut terdiri dari Rapot pendidikan. ANBK. UASBK. ASBK. E-learning. Perpustakaan digital hingga absensi digital untuk layanan akademik, dan layanan non-akademik terdiri dari ARKAS. SIPLah. E-Rapot. PPDB Online dan Website dan media sosial kehumasan. Manajemen layanan pendidikan tersebut terdiri dari tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi dan pengawasan. Perencanaan dilakukan Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 109-112 dalam bentuk rapat perencanaan, yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah dan berpedoman pada hasil rapot pendidikan dan skala prioritas kebutuhan Proses pengorganisasian layanan akademik dan non-akademik dibuktikan dengan dibuatnya surat tugas berupa SK dari kepala sekolah. Proses pelaksanaan layanan dilakukan menyesuaikan dengan kalender pendidikan. Terdapat beberapa layanan yang merupakan layanan satu pintu dan turunan dari Dapodik. Proses evaluasi dan pengawasan layanan akademik dan non-akademik yang dilakukan di SMA Negeri 1 Mataram dilakukan secara berkala yang melibatkan baik pihak internal dan eksternal sekolah. Terdapat beberapa halangan dalam melakukan implementasi layanan tersebut, salah satunya ialah adabtasi dengan layanan berbasis digitalisasi. Namun, sekolah tetap memberikan dukungan kepada guru dalam melakukan manajemen layanan pendidikan berbasis digital tersebut adalah dengan pemberian pelatihan secara terjadwal kepada guru Ae guru, terutama pada guru senior sehingga bisa menggunakan layanan dengan maksimal. Daftar Pustaka