JSI (Jurnal Sistem Informas. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma p-ISSN: 2355-9675 e-ISSN: 2541-3228 Sistem Pelaporan Transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar Indriyani Catur Wulandari1,*. Fahmi Ulin NiAomah2 1,3Manajemen Administrasi. Fakultas Sekolah Vokasi. Universitas Sebelas Maret. Indonesia caturwulan@gmail. com, fahmiulin@staff. Article Info Article history: Received May 2, 2025 Accepted June 10, 2025 Published July 1, 2025 Kata Kunci: Sistem Pelaporan Pelaporan Transaksi Sniper Pos Indonesia ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang sistem pelaporan transaksi yang dilakukan melalui website Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mekanisme sistem, prosedur pengelolaan, kendala yang dialami dalam proses pelaporan dan implikasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat mempercepat proses pelaporan pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan transaksi, pelayanan dan sarana prasarana menjadi lebih akurat sesuai kondisi lapangan dengan menggunakan tahapan dalam sistem pelaporan pengelolaannya yang meliputi: pembuatan rencana program kerja, proses pemeriksaan yang meliputi input temuan dan laporan hasil pemeriksaan, review hasil pemeriksaan dan penutupan pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaporan yang sebelumnya membutuhkan waktu 3 minggu, dengan sistem ini pelaporan dapat selesai kurang dari 1 menit, dengan hasil yang cepat, akurat sesuai dengan kejadian dilapangan. Corresponding Author: Indriyani Catur Wulandari. Manajemen Administrasi. Universitas Sebelas Maret. Email: *indriyani. caturwulan@gmail. PENDAHULUAN Sistem pelaporan memiliki peran penting dalam tata kelola organisasi modern, baik di sektor publik maupun swasta, sebagai mekanisme formal untuk mengumpulkan, memproses, menyusun, menganalisis, dan menyajikan informasi secara sistematis kepada pihak yang berkepentingan. Menurut Kurniyadi et al. , . pelaporan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bawahan untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan selama satu periode tertentu. Efektivitas suatu sistem pelaporan sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang dikumpulkan, tepatnya metodologi analisis yang diterapkan, serta akurasi dan ketepatan waktu laporan yang dihasilkan. Pelaporan yang efektif harus didukung oleh pengembangan sistem yang berkualitas. Menurut Sambo et al. , . dibutuhkan laporan transaksi yang berkualitas, yang memiliki karakteristik yang relevan, dapat dipercaya, sebanding, dan sehingga pelaporan dari suatu entitas perusahaan dapat disusun secara jelas dan transparan. Laporan transaksi merupakan laporan terpenting yang dijadikan tolak ukur dalam suatu kinerja instansi (Maidoni & Assegaff, 2. Penggunaan teknologi berbasis web memungkinkan pengembangan sistem yang dapat memantau proses awal hingga akhir secara terintegrasi, sehingga kualitas pelaporan tetap terjaga (Erlina. Samsudin, & Putri. Sistem pelaporan transaksi yang menggunakan sistem online akan mempermudah pengguna dalam pengolahan data dan pencarian data yang lebih mudah (Afriansyah & Yuliyanto, 2. Oleh ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) karena itu, pengembangan dalam penerapan sistem pelaporan yang lebih canggih dan efisien merupakan langkah strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Saat ini banyak perusahaan yang memiliki sistem pelaporan transaksi yang lebih canggih dan efisien (Awaludin. Nuryadi, & Pribadi, 2. Beberapa perusahaan besar seperti perusahaan BUMN juga banyak yang telah menerapkan standar pelaporan yang tinggi guna meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan dan pelaporan, contohnya PT Pos Indonesia (Karanganya. PT Pos Indonesia (Karanganya. sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa pengiriman dan logistik yang harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan dan pelaporan. Salah satunya dengan sistem pelaporan transaksi berbasis digital melalui Sniper Pos Indonesia. Sniper Pos Indonesia merupakan Sistem Integrasi Pemeriksaan Periodik berbasis web yang handal, interaktif, dan mudah dioperasikan yang dapat di akses di semua jaringan kantor yang sangat luas, yang digunakan untuk pelaporan pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan periodik di PT Pos Indonesia (Perser. lebih efektif, efisien serta terdokumentasi secara digital. Sistem ini diharapkan dapat membantu mengefisienkan dan mengefektifkan pelaksanaan pemeriksaan dan membantu memfasilitasi dan mendokumentasikan seluruh proses pemeriksaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan lapangan dan pelaporan (Wara. Kalangi, & Gamaliel, 2. Sniper Pos Indonesia diciptakan untuk mendukung penguatan peran pengawasan melekat (Waska. atau yang sering disebut Sistem pengendalian internal di PT Pos Indonesia Karanganyar, maka dibangun Sistem Pemeriksaan Periodik yang berbasis teknologi infomasi yang terintegrasi untuk mempermudah pekerjaan pengawasan pemeriksaan dan pelaporan transaksi di PT Pos Indonesia Karanganyar. Sebelumnya, sistem pelaporan transaksi di PT Pos Indonesia (Karanganya. menggunakan Google Drive sebagai sarana penyimpanan dan berbagi dokumen untuk sistem pelaporannya (Awaludin, 2. Sistem ini memungkinkan akses laporan secara daring, namun terdapat beberapa keterbatasan terkait keamanan, otomatisasi, serta integrasi dalam sistem keuangan dan pengawasan perusahaan. Menurut Awaludin et al. , . Sistem otomatisasi dapat mempercepat siklus pelaporan dan mengurangi kesalahan manusia dengan membuat proses pengumpulan, pengolahan, dan pelaporan data lebih otomatis dan terorganisir. Tindak lanjut dari hasil pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga memperkuat sistem pengendalian internal perusahaan (Triono & Subowo, 2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia ini dapat mendukung dan mempermudah dalam pengawasan melekat (Waska. atau sistem pengendalian internal di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar menjadi efisien dan aman. Keberhasilan sebuah sistem yang telah dilakukan diukur dari keefektivitasannya dalam mengatasi permasalahan yang ada (Harjoseputro & Sidhi, 2. Dibutuhkan selalu pengembangan sistem agar kegiatan dapat dilakukan dengan akurat, cepat, tepat dan mudah (Hermawan. Mayasari, & Ruhana, 2. Tujuan penelitian untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana penerapan proses sistem pelaporan transaksi dan menganalisis keunggulan serta tantangan yang muncul dalam penggunaannya, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan keputusan strategi untuk peningkatkan sistem ke depannya. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan nilai akademis, tetapi juga manfaat praktis bagi perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang lebih efisien dan profesional. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai penerapan sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar. Menurut (Rusandi & Rusli, 2. penelitian deskriptif kualitatif merupakan suatu metode yang berfokus pada pemaparan fenomena yang ada, baik yang bersifat alamiah maupun buatan manusia, mencakup aspek seperti bentuk, aktivitas, ciri-ciri, perubahan, hubungan, kesamaan, serta perbedaan antara fenomenafenomena yang berbeda. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi, dan Wawancara dilakukan langsung kepada SPV Pengawasan Umum. Petugas Loket, dan Executive Manager untuk menggali informasi yang lebih mendalam dan responsif terhadap ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) pengoperasian sistem ini. Observasi penelitian ini dilakukan secara partisipatif, di mana peneliti ikut serta dalam kegiatan operasional untuk merasakan langsung bagaimana proses pelaporan transaksi Sedangkan, dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dokumen yang relevan, seperti lembar pemeriksaan, daftar pemeriksaan benda pos materai, daftar pemeriksaan kas, laporan hasil pemeriksaan, serta dokumentasi lain yang terkait dengan proses pelaporan sistem. Berikut merupakan activity diagram sistem pelaporan transaksi. Gambar 2. 1 Activity Diagram Sistem Pelaporan Transaksi Sistem pelaporan transaksi sangat penting untuk memastikan akurasi, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan operasional perusahaan, namun penerapannya sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman pengguna terhadap teknologi dan risiko kesalahan akibat penggunaan aplikasi yang belum terintegrasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa penelitian telah dilakukan terkait kegunaan sistem pelaporan transaksi guna mengembangkan solusi berbasis teknologi yang lebih user-friendly, terintegrasi, dan otomatis sehingga dapat meminimalkan kesalahan input data, mempercepat proses pelaporan, serta meningkatkan aksesibilitas informasi secara real-time. Berikut merupakan penelitian yang telah melakukan analisis mengenai sistem pelaporan transaksinya. Nama Peneliti Maidoni . Afriansyah . Hermawan . Tabel 1. Penelitian terkait (State of The Ar. Pembahasan Hasil Analisis dan Perancangan Sistem pelaporan E-Samsat sebelumnya Sistem Informasi Pelaporan dilakukan manual dan sering terjadi Transaksi E-Samsat berbasis keterlambatan serta selisih data transaksi. web di Bank Pembangunan Sistem baru berbasis web menghasilkan Daerah Jambi pelaporan real time, integrasi antar channel bank, dan feedback atau umpan balik laporan, serta memudahkan akses dan review laporan bagi seluruh pihak terkait. Pengembangan sistem Sistem berbasis web mampu menyingkat informasi pelaporan transaksi waktu pembuatan laporan harian dari jam 30 penjualan multilokasi dan menit . menjadi kurang dari 1 menit multi harga produk pada . , mendukung multi lokasi dan konter menggunakan metode multi waterfall dan UML. monitoring transaksi penjualan lintas lokasi, serta mampu menampilkan data hingga puluhan ribu transaksi dalam waktu kurang dari 1 menit. Rancang sistem Sistem yang dibangun mendukung proses pelaporan transaksi pada praktikum dengan fitur pelaporan transaksi laboratorium daring, meningkatkan kecepatan dan akurasi bank syariah daring. pelaporan dalam lingkungan pendidikan. Namun, fokus pada simulasi laboratorium, bukan transaksi riil berskala besar. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Sistem Pelaporan Transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar Sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia adalah upaya PT Pos Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan transaksi di lingkungan kerja, termasuk di Kantor Cabang Karanganyar. Sniper Pos Indonesia merupakan Sistem Integrasi Pemeriksaan Periodik berbasis web yang handal, interaktif, dan mudah dioperasikan yang dapat di akses di semua jaringan kantor yang luas, digunakan untuk pelaporan pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan periodik di PT Pos Indonesia (Perser. lebih efektif, efisien serta terdokumentasi secara digital. Bertujuan untuk mendukung penguatan peran pengawasan melekat (Waska. atau sistem pengendalian internal di PT Pos Indonesia (Perser. Berikut merupakan flowchart sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia. SPV PENGAWASAN UMUM EXECUTIVE MANAGER PEGAWAI LOKET Mulai Login web AuSniper Pos IndonesiaAy Tidak Buat Rencana Program Kerja Login web AuSniper Pos IndonesiaAy Ajukan Rencana Program Kerja Review Rencana Program Kerja Batal? Setuju? Tidak Hapus Rencana Program Kerja Perbaikan dan Ajukan Rencana Program Kerja Proses Pemeriksaan dan Input Temuan dan Laporan Hasil Pemeriksaan Login web AuSniper Pos IndonesiaAy Review Hasil Pemeriksaan Ajukan Persetujuan Tidak Perbaikan Laporan Setuju? Input Tanggapan dan Tindak Lanjut Hasil Temuan Ajukan Persetujuan Tidak Setuju? Perbaikan Data Tindak Lanjut Pemeriksaan Close Pemeriksaan Selesai ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Selama proses pengamatan yang dilakukan, penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang jelas dan menyeluruh mengenai pelaksanaan sistem pelaporan transaksimelalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar. Berikut merupakan hasil pengamatan yang dihasilkan. Table 2. Hasil pengamatan selama proses penelitian No Pengamatan Hasil Pengamatan Penggunaan Sniper Pos Indonesia digunakan sebagai alat pelaporan pemeriksaan Sniper Pos pengawasan yang mencakup pemeriksaan transaksi, pelayanan, serta sarana dan Indonesia Dalam pemeriksaan transaksi, sistem ini memudahkan pencatatan saldo, kesesuaian data, serta dokumentasi fisik yang dapat langsung diunggah. Untuk aspek pelayanan, petugas dapat melaporkan kualitas layanan, seperti ketepatan waktu, sikap karyawan, dan kendala yang ditemukan di lapangan. Sementara itu, pada pemeriksaan sarana dan prasarana, kondisi fasilitas kerja dan ruang pelayanan dilaporkan melalui sistem dengan dukungan deskripsi dan Penggunaan sistem ini mempercepat proses pelaporan, meningkatkan akurasi data, serta memudahkan manajemen dalam memantau dan menindaklanjuti hasil pengawasan secara efisien. Proses Input Proses input data pada Sniper Pos Indonesia dilakukan langsung oleh SPV Data Pengawasan Umum dan petugas loket yang diperiksa, setelah selesai pemeriksaan di lapangan. Proses ini dimulai dengan login ke dalam sistem dengan nippos dan password masing-masing jabatan, lalu memilih jenis laporan yang akan diinput, seperti pemeriksaan transaksi, pelayanan, atau kondisi sarana dan prasarana. Data yang dimasukkan meliputi informasi temuan, hasil pemeriksaan fisik, dan dokumentasi pendukung seperti foto atau catatan tertulis. Sistem dirancang user-friendly, dengan fitur seperti dropdown dan unggah file yang mempermudah pengisian. Meski demikian, ketelitian sangat diperlukan agar data yang dimasukkan akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kendala Kendala teknis yang pernah terjadi selama pengamatan berlangsung meliputi Teknis error pada sistem dan gangguan server, seperti masalah autentikasi akun atau sistem yang tidak dapat diakses. Ketika hal ini terjadi, proses pelaporan menjadi terhambat karena pengguna tidak bisa login atau menggunakan fitur Selain itu, koneksi internet yang lambat atau tidak stabil juga menjadi masalah utama, menyebabkan laporan gagal disimpan, pengunggahan terlambat, bahkan sistem tidak bisa diakses sama sekali. Kondisi ini berdampak langsung pada keterlambatan pelaporan transaksi yang sangat bergantung pada kestabilan jaringan internet. Pemanfaatan Laporan yang dihasilkan dari Sniper Pos Indonesia dapat digunakan untuk Data acuan penting dalam pengambilan keputusan manajerial, karena menyajikan Laporan gambaran kondisi lapangan secara langsung, selain itu laporan ini dapat berfungsi sebagai arsip digital yang dapat digunakan untuk audit dan pertanggungjawaban SPV Pengawasan Umum atas pelaksanaan pemeriksaan. Informasi yang tercatat dalam laporan dapat digunakan sewaktu-waktu oleh pimpinan atau kantor pusat saat membutuhkan data terkait hasil pengawasan. Tidak hanya itu, data tersebut juga membantu perusahaan dalam mengevaluasi kinerja petugas loket, sehingga dapat diketahui siapa saja yang sudah bekerja sesuai standar dan siapa yang masih memerlukan perbaikan. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. Penerapan Sniper Pos Indonesia ini memudahkan pelaporan pemeriksaan menjadi lebih cepat, akurat dan terorganisir, dimana laporan akan langsung terbentuk secara otomatis setelah transaksi dilaporkan pada sistem. Hal ini didukung oleh hasil wawancara dengan SPV Pengawasan Umum yang terjun langsung dalam proses pelaporan pemeriksaan di PT Pos Indonesia Karanganyar, mengatakan bahwa : ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) AuSniper Pos Indonesia sangat membantu dalam proses pelaporan pemeriksaan di lapangan. Kami bisa langsung menginput hasil pemeriksaan transaksi, pelayanan, hingga kondisi sarana prasarana dengan lebih cepat dan rapi. Fitur unggah dokumen dan foto juga sangat berguna sebagai bukti fisik. Laporan yang dihasilkan pun bisa langsung keluar otomatis kurang dari satu menit, berbeda dengan dulu yang dilakukan secara manual yang memakan waktu hingga tiga minggu, sehingga menggunakan sniper pos indonesia ini sangat mempersingkat waktu dan hasil yang dikeluarkan akurat sesuai regulasi yang berlakuAy. Sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia menurut Tatyana et al. , . meliputi Input (Masuka. Processing (Prose. Storage (Penyimpana. , dan Output . yang dapat memudahkan analisis pada sistemnya. Input pada tahap ini adalah kegiatan memasukkan seluruh data yang dibutuhkan ke dalam Sniper Pos Indonesia. Data yang dibutuhkan dalam proses penginputan pelaporan yaitu daftar pemeriksaan kas, daftar pemeriksaan BPM (Benda Pos Matera. , dan laporan hasil pemeriksaan. Daftar pemeriksaan kas yang meliputi pendapatan dan pengeluaran, untuk pendapatan terdiri dari panjar BPM (Benda Pos Matera. , hutang pospay, pendapatan mile dan uang pesanan BPM (Benda Pos Matera. Sedangkan pengeluaran terdiri dari wesel, pospay, qris, dan bank. Daftar pemeriksaan BPM (Benda Pos Matera. yang meliputi jumlah perangko, jumlah materai dan benda konsinyasi seperti kartu pos dan kardus pos. Serta laporan hasil pemeriksaan yang meliputi rekap seluruh produk/bagian yang diperiksa seperti pemeriksaan kas, keuangan. BPM (Benda Pos Matera. , pensiun, sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang sudah dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan pemeriksaan. Processing . dalam tahap ini menunjukkan penginputan melalui web sniper indonesia yang meliputi pembuatan rencana program kerja, proses pemeriksaan dan pelaporan transaksi, review hasil pemeriksaan, dan close pemeriksaan. Pembuatan rencana program kerja dibuat untuk setiap loket KCU (Kantor Cabang Utam. Karanganyar yang berjumlah 3 loket dan KCP (Kantor Cabang Pembant. yang terdiri 14 loket per kantor cabang yaitu loket Jaten. Tasikmadu. Kebakkramat. Jatiyoso. Jatipuro. Kerjo. Tawangmangu. Jenawi. Karangpandan. Jumantono. Jumapolo. Matesih. Ngargoyoso, dan Mojogedang. Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam sebulan untuk loket KCU (Kantor Cabang Utam. , dan untuk loket KCP (Kantor Cabang Pembant. dilakukan empat kali dalam setahun, guna memastikan standar operasional dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses pemeriksaan dan pelaporan transaksi dilakukan melalui sidak pemeriksaan pengawasan yang dibantu oleh staff IT Sarana dengan pemeriksaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu, pemeriksaan transaksi, pemeriksaan pelayanan dan pemeriksaan sarana prasarana. Pemeriksaan transaksi Dalam pemeriksaan transaksi terdapat dua jenis pemeriksaan utama yaitu kas dan BPM (Benda Pos Matera. Pemeriksaan kas mencakup pengecekan keseimbangan saldo tunai fisik dengan aplikasi Pospay Loket, meliputi pendapatan . ang panjar, hutang pospay, dan mil. serta pengeluaran . esel, pospay, qris, dan ban. , termasuk pengecekan batas saldo kas. Pemeriksaan BPM menyelaraskan jumlah panjar dengan benda pos seperti perangko, materai, dan konsinyasi. Pemeriksaan dianggap baik jika pendapatan sesuai target RKA yang disampaikan melalui grup WhatsApp internal. Jika belum tercapai, perlu dilakukan tindak lanjut melalui program promosi oleh petugas loket dan pimpinan cabang. Temuan yang sering terjadi adalah selisih uang pada sistem dengan uang yang ada. Hasil pemeriksaan, panjar . dan temuan langsung dimasukkan pada Sniper Pos Indonesia untuk dilaporkan kepada Executive Manager. Hasil pemeriksaan dilakukan sesuai dokumen C3 . & C6 (BPM) yang telah diisi pada proses sidak pemeriksaan, berikut contoh dokumennya. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Gambar 3. 1 Dokumen Hasil Sidak Pemeriksaan Transaksi Dari hasil pencatatan dokumen tersebut, pelaporan langsung dilakukan menggunakan Sniper Pos Indonesia, dengan mengisikan sesuai apa yang tercatat dalam dokumen ke sistem, lalu scan dokumen untuk bukti unggah dokumen pemeriksaan pada sistem. Rekap hasil pelaporan akan keluar secara otomatis setelah dokumen dilaporan selesai 100%. Berikut merupakan hasil pemeriksaan transaksi pada bulan Februari 2025. Table 3. Hasil Pemeriksaan Transaksi Bulan Februari 2025 Loket Hasil Pemeriksaan Keterangan Loket 1 KC Karanganyar C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket 2 KC Karanganyar C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket 3 KC Karanganyar C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket KCP Karangpandan C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket KCP Mojogedang C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket KCP Jatipuro C3 & C6 sesuai Valid / 100% Loket KCP Jatiyoso C3 & C6 sesuai Valid / 100% Pemeriksaan pelayanan Pada pemeriksaan pelayanan atau sumber daya manusia mencakup aspek seperti uraian tugas, presensi kedisiplinan, kepatuhan terhadap seragam kerja, kerapian dokumen, serta kualitas layanan di loket. Pemeriksaan ini memastikan layanan sesuai standar operasional. Pelayanan dinilai baik jika petugas memberikan layanan yang cepat, ramah, tepat sasaran, dan memahami setiap produk layanan. Hal ini mencerminkan kualitas SDM yang optimal dan mendukung kinerja SPV Pengawasan Umum melakukan penilaian pada sistem dengan mengisi standar pelayanan yang disediakan pada sistem sesuai keadaan nyata. Berikut merupakan hasil pemeriksaan pelayanan pada bulan Februari 2025. Table 4. Hasil Pemeriksaan Pelayanan Bulan Februari 2025 Loket Hasil Pemeriksaan Keterangan Loket 1 KC Karanganyar Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket 2 KC Karanganyar Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket 3 KC Karanganyar Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket KCP Karangpandan Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket KCP Mojogedang Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket KCP Jatipuro Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% Loket KCP Jatiyoso Pelayanan sesuai aturan Valid / 100% ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) Pemeriksaan sarana prasarana Pada pemeriksaan sarana mencakup kondisi fasilitas operasional seperti loket, komputer. APAR, dokumen penting, dan CCTV. Sementara prasarana dinilai dari kenyamanan, keamanan, dan kelayakan fisik seperti ruang tunggu, kamar mandi, dan penyimpanan paket. Pemeriksaan dianggap baik jika seluruh fasilitas lengkap, layak, dan terawat, mendukung kelancaran operasional serta memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Sarana dan prasarana yang memadai menjadi kunci terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan pelayanan publik yang optimal. Sarana prasarana ini biasanya dilakukan cek hanya pada KCP (Kantor Cabang Pembant. saja, karena kantor yang terpisah dari kantor utama. SPV Pengawasan Umum melakukan pelaporan pemeriksaan sarana prasarana pada sistem dengan mengisikan sesuai standar sarana prasarana yang disediakan seperti kelengkapan dan kondisi dengan mencantumkan bukti foto sebagai pendukung dan gambaran nyata. Berikut merupakan hasil pemeriksaan sarana prasana pada bulan Februari 2025. Table 5. Hasil Pemeriksaan Sarana Prasarana Bulan Februari 2025 Loket Hasil Pemeriksaan Keterangan Loket KCP Karangpandan Sapras lengkap terawat Valid / 100% Loket KCP Mojogedang Sapras lengkap terawat Valid / 100% Loket KCP Jatipuro Sapras lengkap terawat Valid / 100% Loket KCP Jatiyoso Sapras lengkap terawat Valid / 100% Setelah laporan pemeriksaan diajukan oleh SPV Pengawasan Umum. Executive Manager melakukan review hasil pemeriksaan untuk dicek dan direview apakah terdapat temuan yang kurang atau tidak. Setelah itu diteruskan pada petugas loket yang diperiksa untuk melakukan input tanggapan dan tindak lanjut hasil temuan sesuai yang diteruskan oleh Executive Manager. Temuan yang sering memerlukan penambahan dokumentasi adalah selisih antara kas dengan laporan, berikut contoh pemeriksaan kas yang memiliki temuan berupa selisih kurang. Gambar 3. 2 Hasil Pemeriksaan Kas dengan Temuan Petugas loket harus melakukan tukaran selisih uang dengan mencantumkan foto transaksi dengan bukti nominal uang. Setelah lengkap, petugas loket mengajukan hasilnya pada SPV Pengawasan Umum untuk di tutup . SPV Pengawasan Umum melakukan review dan dicek, apakah telah sesuai dengan perbaikan yang diminta oleh Executive Manager sebelumnya, atau apakah telah sesuai dengan prosedur dan program kerja yang telah ditetapkan oleh PT Pos Indonesia, jika perbaikan belum dilakukan maka SPV Pengawasan Umum berhak menolak input tanggapan dari petugas loket, dan petugas loket dapat memperbaiki data tersebut dan diajukan ulang setelah proses perbaikan hingga tindak lanjut temuan telah disetujui oleh SPV Pengawasan Umum. Jika laporan tersebut telah sesuai maka SPV Pengawasan Umum dapat melakukan penutupan pemeriksaan dengan memberikan catatan yang relevan guna timbal balik dari seluruh proses pelaporan yang dilakukan, dan proses pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia dinyatakan selesai. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) dengan status pemeriksaan dari Aufollow upAy menjadi AuselesaiAy. Berikut gambaran pelaporan pemeriksaan yang telah selesai pada sistem. apakah telah sesuai dengan prosedur dan program kerja yang telah ditetapkan oleh PT Pos Indonesia atau apakah telah sesuai dengan perbaikan yang diminta oleh Executive Manager sebelumnya, jika perbaikan belum dilakukan maka SPV Pengawasan Umum berhak menolak input tanggapan dari petugas loket, dan petugas loket dapat memperbaiki data tersebut dan diajukan ulang setelah proses perbaikan hingga tindak lanjut temuan telah disetujui oleh SPV Pengawasan Umum. Jika laporan tersebut telah sesuai maka SPV Pengawasan Umum dapat melakukan penutupan pemeriksaan dengan memberikan catatan yang relevan guna timbal balik dari seluruh proses pelaporan yang dilakukan, dan proses pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia dinyatakan selesai, dengan status pemeriksaan dari Aufollow upAy menjadi AuselesaiAy. Gambar 3. 3 Laporan Hasil Pemeriksaan pada sistem Storage (Penyimpana. berkas laporan pemeriksaan yang telah diproses akan tersimpan secara rapi dan aman di dalam web Sniper Pos Indonesia, data yang tersimpan pada web hanya bisa dilihat dan diakses oleh beberapa jabatan tertentu saja, karena login melalui sistem membutuhkan nippos dan password jabatan. Jabatan yang dapat mengakses Sniper Pos Indonesia seperti SPV Pengawasan Umum. Executive Manager dan Petugas Loket. Untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan penggunaan data dan sebagai standar keamanan dokumen pemeriksaan. Berikut gambaran login pada sistem. Gambar 3. 4 Tampilan web Sniper Pos Indonesia Meskipun begitu SPV Pengawasan Umum tetap melakukan penyimpanan ulang data ke dalam komputer kantor sebagai langkah pencegahan. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan file cadangan . apabila terjadi kendala teknis atau gangguan sistem pada server utama. Sementara itu, seluruh dokumen fisik asli yang berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan tetap disimpan secara teratur di dalam filling cabinet milik perusahaan guna sebagai arsip dokumen kegiatan pemeriksaan dan juga sebagai dokumentasi resmi dan referensi di masa mendatangjika diperlukan untuk keperluan audit atau verifikasi data. Output (Keluara. sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia menghasilkan keluaran berupa rekapitulasi laporan pemeriksaan yang mencakup jumlah pemeriksaan yang telah ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) diselesaikan, jumlah rencana kerja, laporan hasil pemeriksaan yang terdokumentasi dalam sistem, serta informasi penting lainnya yang terintegrasi dalam web Sniper Pos Indonesia. Gambar 3. 5 Keterangan Jumlah Pemeriksaan Pada Web Pada bagian dashboard, ditampilkan pula sejumlah diagram visualisasi data hasil pemeriksaan, seperti diagram proses pemeriksaan, jumlah temuan yang memerlukan tindak lanjut, serta rating risiko dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Dalam sistem tersebut visualisasi output yang disediakan dapat terus dilihat atau dicek untuk memudahkan pemantauan kemajuan pelaporan serta menentukan langkah selanjutnya yang perlu diambil. Gambar 3. 6 Visualisasi Output Sistem 2 Implikasi Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian terhadap penerapan sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar, dapat diimplikasikan bahwa penggunaan sistem ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan transparansi pelaporan sesuai keterangan seluruh pengguna sistem dalam proses pelaporan pemeriksaan transaksi, yang dibuktikan pada hasil pengamatan dan wawanara yang telah dilakukan. Sistem Sniper Pos Indonesia yang berbasis web memungkinkan setiap proses pelaporan dilakukan secara digital, terdokumentasi dengan baik, dan dapat diakses secara terintegrasi di seluruh jaringan Implikasi dari penerapan sistem ini terlihat dari proses pelaporan yang lebih sistematis dan akurat, dimulai dari tahap input data, pemrosesan, pelaksanaan pemeriksaan, hingga tahap review dan penutupan laporan. Proses pengawasan menjadi lebih mudah untuk dipantau oleh manajemen dan memungkinkan tindak lanjut yang cepat terhadap setiap temuan pemeriksaan. juga dilakukan secara rutin sehingga pelaporan yang dihasilkan akurat dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, sistem ini memperkuat pengendalian internal (Waska. karena laporan yang dihasilkan lebih konkret dan sesuai regulasi. Dengan demikian, implementasi Sniper Pos Indonesia tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga mendukung peningkatan akuntabilitas dan kualitas layanan di lingkungan kerja PT Pos Indonesia, khususnya di Kantor Cabang Karanganyar. ISSN: 2355-9675 (PRINT), 2541-3228 (ON LINE) KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Sistem Pelaporan Transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar, penulis dapat menarik kesimpulan yaitu Sistem pelaporan transaksi melalui Sniper Pos Indonesia di PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar ini memudahkan pengendalian internal (Waska. dalam pelaporan pemeriksaan menjadi lebih akurat, efektif dan terdokumentasi digital. Dimana sebelumnya pelaporan membutuhkan waktu tiga minggu, dengan sistem ini pelaporan dapat selesai kurang dari satu menit, dengan hasil yang cepat, akurat sesuai dengan kejadian dilapangan. Prosedur sistem pengelolaan ini meliputi penyusunan rencana program kerja, pelaksanaan pemeriksaan serta input temuan dan laporan hasil pemeriksaan, review hasil pemeriksaan, hingga tahap penutupan . Dengan struktur sistem dan tahapan yang jelas. Sniper Pos Indonesia berperan penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pelaporan transaksi di lingkungan PT Pos Indonesia Kantor Cabang Karanganyar. Walaupun begitu. Sniper Pos Indonesia ini juga memiliki beberapa kendala dalam proses pelaporan transaksinya yaitu adanya error dan down sistem yang terjadi sehingga pelaporan yang sedang dilakukan perlu pengulangan ulang dan koneksi internet yang lambat atau tidak stabil menyebabkan gagal simpan pada proses pelaporan. DAFTAR PUSTAKA