899 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN DI OBJEK WISATA GOA LAWAH DESA LEBAH SEMPAGE Syifa Alya Rohana1. Sri Susanty2. I Wayan Bratayasa3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1Syifaalyarohana@gmail. com 2srisusantympar@gmail. iwayanbratayasastp@gmail. Article History: Received: 17-08-2025 Revised: 18-09-2025 Accepted: 21-09-2025 Keywords: Motivasi, faktor pendorong, faktor penarik. Abstract: Goa Lawah Desa Lebah Sempage, merupakan salah satu destinasi wisata yang baru dikembangkan yang berbasis alam. Sebagai wisata yang baru dikembangkan. Goa Lawah menemui tantangan untuk dapat mengelola destinasi secara baik agar dapat menarik kunjungan. Salah satu faktor yang dapat menjadi pertimbangan adalah mengetahui apa saja motivasi wisatawan yang mempengaruhi keputusan Motivasi wisatawan menjadi penting agar Goa Lawah dapat menyesuaikan kebutuhan wisatawan. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengambil judul Identifikasi Faktor-Faktor yang Memotivasi Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif Kualitatif deskriptif ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan data dari hasil penelitian yang diperoleh sehingga dapat menghasilkan kesimpulan dan jawaban dari fokus masalah. Penelitian ini dilakukan pada responden di Objek Wisata Goa Lawah. Metode analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara, observasi dan Wawancara ditujukan pada pengelola dan pengunjung Objek Wisata Goa Lawah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat motivasi kunjungan wisatawan yang berasal dari Objek Wisata Goa Lawah atau faktor penariknya memiliki nilai yang baik. Goa Lawah memiliki banyak pilihan aktivitas yang banyak digemari oleh wisatawan. Lalu tingkat motivasi kunjungan wisatawan yang berasal dari diri sendiri atau faktor pendorong juga memiliki nilai yang baik. Ini dikarenakan oleh lokasi Goa Lawah cukup dekat dengan Kota Mataram yang memiliki sifat masyarakat cenderung sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Motivasi berdasarkan kedua faktor mempunyai hasil yang cukup tinggi, ini menunjukan bahwa Objek Wisata Goa Lawah a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 sudah cukup baik di mata wisatawan. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan suatu sektor industri terpenting pada suatu negara untuk meningkatkan perekonomian negara, masa era globalisasi ini dapat dilihat banyaknya penduduk didunia gemar melakukan perjalanan wisata. Peningkatan jumlah wisatawan dapat menjadi lahan yang sangat menguntungkan bagi setiap negara. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Objek wisata adalah suatu bentukan dan fasilitas yang berhubungan yang dapat menarik minat wisatawan atau pengunjung untuk datang ke suatu daerah atau tempat tertentu. Objek wisata dapat berupa objek wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut, atau berupa objek wisata bangunan seperti museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain. Objek wisata dapat dibagi menjadi tiga kategori: objek wisata alam, objek wisata sosial budaya, dan objek wisata minat khusus. Objek wisata alam meliputi keunikan dan kekhasan ekosistem, gejala alam, dan budidaya sumber daya alam. Objek wisata sosial budaya meliputi musium, peninggalan sejarah, upacara adat, seni pertunjukkan, dan kerajinan. Objek wisata minat khusus meliputi berburu, mendaki gunung, arung jeram, tujuan pengobatan, agrowisata, dan lain-lain. Objek wisata memiliki peran penting dalam pertumbuhan pariwisata dan ekonomi, serta memerlukan pengelolaan yang baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan. Lombok Barat adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat yang mempunyai daya tarik wisata yang pantas untuk dikembangkan, tingkat kunjungan wisatawan ke daerah ini selalu meningkat tiap tahunnya. Lombok Barat mempunyai beberapa destinasi wisata yang cukup terkenal yaitu destinasi wisata alam dan lain sebagainya. Desa Lebah sempage adalah satu Desa di Kabupaten Lombok Barat kecamatan Narmada yang memeliki destinasi wisata di Kondisi alam yang masih terjaga keasriannya menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Terdapat beberapa destinasi yang sangat luar biasa menunjukkan perkembangan yang positif sebagai salah satu destinasi wisata alam. Salah satunya yang sekarang sangat terkenal yaitu Objek Wisata Goa Lawah. Goa Lawah memiliki kedalaman hingga 20 meter, dalam goa tersebut terdapat dua pintu Pertama lobang masuknya kecil sekitar 1 meter, sehingga Ketika akan masuk harus Setelah lima meter terdapat mulut kedua selebar 10 meter. Di dalam goa terdapat terdapat ribuan kelelawar. Goa ini juga akrab disebut dengan Goa Jepang. Untuk memasuki goa tersebut, pengunjung didampingi pemandu yang berbekal senter untuk melihat keberadaan kelelawar tersebut. Selain goa, disana juga terdapat wisata air terjun di luar goa. Seke bawah kitar 10 meter terdapat sungai Kumbi. Pengunjung bisa menikmati segarnya air pegunungan yang mengalir dari hutan. Sungai ini dangkal sehinggaa aman jika anak-anak mandi di sana, area camping ground juga sudah tersedia. Beberapa faktor motivasi yang mempengaruhi kunjungan wisatawan di objek wisata Goa Lawah meliputi keindahan alam, nilai sejarah dan budaya, aktivitas wisata, keunikan objek wisata, fasilitas dan pelayanan, aksebilitas. Dengan melakukan identifikasi terhadap faktor-faktor motivasi yang mempengaruhi kunjungan wisatawan di objek wisata Goa Lawah, kita dapat memahami lebih a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dalam tentang apa yang menjadi daya tarik utama objek wisata tersebut. Selain itu pemahaman ini juga dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pemasaran dan promosi yang lebih efektif guna meningkatkan kunjungan wisatawan, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dan melestarikan potensi pariwisata di wilayah tersebut. Dari pokok pembahasan tersebut peneliti sangat tertarik untuk mengangkat destinasi wisata Goa lawah sebagai objek penelitian dari sudut pandang faktor-faktor motivasi yang dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung dengan mengambil judul AuIdentifikasi Faktor-Faktor Yang Memotivasi Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage. Lombok BaratAy LANDASAN TEORI Teori adalah suatu konsep yang dijadikan orientasi atau acuan dalam melakukan sebuah penelitian, teori juga dijadikan sebagai prediksi atas kemungkinan yang akan terjadi karena memiliki struktur yang sistematis. Suatu teori dapat memandang gejala yang dihadapi dari sudut pandang berbeda-beda, misalnya dapat dengan menerangkan, tetapi dapat pula dengan menganalisis dan menginterpretasisecara kritis . alam Sugiyono, 2. Motivasi Istilah motivasi berasal dari bahasa latin, yakni movere, yang berarti menggerakkan, dorongan atau kekuatan yang menyebabkan suatu tindakan atau perbuatan. Kata movere, dalam bahasa inggris sering disepadankan dengan motivation yang berarti pemberian motif, atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan (Suwatno dan Priansa,2. Menurut Nurfitriana . Motivasi merupakan proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara jiwa, sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan dalam diri seseorang. Motivasi pariwisata Berdasarkan McIntosh . dalam Soekadijo . , mengatakan bahwa motivasi yang mendorong seseorang melakukan perjalanan dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: Physical or physiological motivation . otivasi yang bersifat fisik atau fisiologi. , adalah motif yang berhubungan dengan kebutuhan badan seperti olahraga, istrirahat, dan kesehatan, dan Cultural motivation . otivasi buday. , yaitu keinginan untuk mengetahui budaya, adat, tradisi, dan kesenian daerah lain. Termasuk juga ketertarikan dengan berbagai objek tinggalan budaya . onumen bersejara. Interpersonal motivation . otivasi interpersona. , seperti mengunjungi teman dan keluarga (VFR. Visiting Friends and Relative. , tetangga atau berkenalan dengan orang-orang tertentu, atau berjumpa, atau sekedarmelihat tokoh-tokoh terkenal . enyanyi, penari, bintang film, tokoh-tokoh politik dan sebagainy. Prestige motivation . otivasi karena gengs. Banyak orang beranggapan bahwa orang yang pernah mengunjungi tempat-tempat lain itu dengan sendirinya melebihi sesamanya yang tidak pernah bepergian. Orang yang pernah bepergian ke daerah-daerah lain dianggap naik Apapun motivasi seseorang melakukan perjalanan, maka bagi seseorang wisatawan, perjalanan tersebut akan mempunyai manfaat atau akibat seperti dibawah ini (Krippendorf,1997 dalam Pitana dan Gayatri, 2. Travel is recuparation and regeneration . erjalanan wisata merupakan wahana penyegaran dan regenerasi fisik dan menta. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Travel is compensation andsocial integration . erjalanan wisata merupakan kompensasi terhadap berbagai hal yang melelahkan sekaligus juga berfungsi sebagai wahana integrasi Travel is escape . erjalanan wisata merupakan pelarian dari situasi keseharian yang penuh ketegangan, rutinitas yang menjemukan, atau kejenuhan-kejenuhan karena beban kerj. Travel is communication . erjalanan wisata merupakan mekanisme bagi seseorang untuk mengeluarkan perasaannya, melalui komunikasi dengan orang lain, termasuk dengan pengunjung loka. Travel is broadents the mind . erjalalanan wisata merupakan wahana untuk mengembangkan Travel is freedom and self determination . erjalanan wisata merupakan wahana untuk mendapatkan kebebasan dengan berbagai secular ritual, ataupun dengan berbagai inversi yang dapat dilakuka. Travel is self realization . erjalanan wisata merupakan wahana untuk realisasi dir. Travel is happines . erjalanan wisata memang merupakan sesuatu yang menyenangkan, membuat hidup lebih bahagi. Kajian Konsep Identifikasi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . AuIdentifikasi adalah penentu atau penetapan identitas orang, benda, dan sebagainyaAy. Pengertian identifikasi secara umum adalah pemberian tanda-tanda pada golongan barang-barang atau sesuatu, dengan tujuan membedakan komponen yang satu dengan yang lainnya, sehingga suatu komponen itu dikenal dan diketahui masuk dalam golongan mana. Faktor Pendorong Faktor pendorong adalah yang datang dari diri wisatawan misalnya, ingin melepaskan diri dari lingkungan yang dirasa menjemukan atau adanya kejenuhan dari pekerjaan sehari-hari. kepariwisataan dapat dikatakan berkembang apabila terdapat banyak wisatawan yang melakukan perjalanan wisata kesuatu daerah tujuan pariwisata. Namun, seseorang wisatawan akan melakukan perjalanan wisata tergantung adanya dorongan yang berasal dari berberapa faktor. Antara lain dari diri sendiri maupun yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor-faktor yang dapat mendorong seseorang wisatawan melakukan perjalanan wisata, dikarenakan Antara lain sebagai berikut: Beristirahat dan relaksasi (Rest and relaxtio. Mengunjungi tempat-tempat baru (Visit to new place. Belajar dan mengalami hal-hal baru (Learn and experience new thing. Menjauhkan diri dari stres (Get away from stres. Melarikan diri dari kegiatan sehari-hari (Escape from day-bay-day activite. Menemui orang-orang dan bersosialisasi (Meet people and socializatio. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan (Improve healty and well-bein. Mencoba tantangan/pengalaman dan petualangan (Take challenge/experience and adventur. Memperkaya intelektualitas . eek intellectual enrichmen. Melatih fisik (Exercise physicall. Mengunjungi keluarga dan teman-teman (Visit family and frien. Menunjukkan gengsi, dengan mengunjungi destinasi untuk meningkatkan status atau derajat (Prestig. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Mempererat hubungan kekerabatan. (Strengthening family bond. khususnya dalam konteks VFR (Visiting Friends and Relation. Keakraban hubungan ini juga terjadi di antara anggota keluarga yang melakukan perjalanan bersama-sama. Bertemu dengan orang-orang yang bisa memberikan suasana romantis. (Romanc. Faktor Penarik Faktor penarik adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri wisatawan, biasanya berupa keadaan dari destinasi yang akan dikunjungi. Pembangunan suatu objek wisata harus dirancang dengan bersumber pada potensi daya tarik yang dimiliki objek tersebut dengan mengacu pada keritera keberhasilan pengembangannya. Hal-hal yang dapat mearik wisatawan berkunjung ke destinasi wisata antara lain dapat dirinci sebagai berikut: Jaminan keselamatan pada destinasi . afety of the destinatio. Lokasi akomodasi (Loction of accommodatio. Daya Tarik alamiah (Natural acttration. Harga paket yang inklunsif/hotel . rice of inclusive packages/hote. Berbagai makanan dan minuman (Variety of suitabilitiy of food and beverag. Daya Tarik budaya (Cultural attraction. Daya Tarik sejarah (Historical attraction. Transportasi lokal (Local transportatio. Kenyamanan urusan imigrasi dan posedur beacukai (Convenient immigration and costums Ketersediaan fasilitas (Availability of facilitie. Insfrastruktur destinasi (Infrastructur. Kualitas layanan agen perjalanan (Service quality of travel agent. Kualitas pelayanan tour leader dan pemandu wisata (Service quality of tour leaders and tour Aksebilitas hotel dan fasilitas untuk penyandang cacat/senior (Hotel accessibility and disabilitiy feature. Acara khusus dan festival (Special events and festival. Aktivitas wisata, rekreasi, dan hiburan (Leiusure activitie. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Metode deskriptif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan fenomena atau peristiwa yang terjadi dalam suatu populasi atau sampel. Metode ini berfokus pada pengumpulan data yang akurat, penjelasan yang rinci, serta analisis yang sistematis dan obyektif. Dalam metode deskriptif, peneliti melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber, seperti observasi, wawancara, atau data sekunder. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kualitatif . isalnya, deskripsi naratif, kutipan langsun. atau data kuantitatif . isalnya, angka, persentas. Prosedur Penelitian Lexy . menyatakan bahwa prosedur penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang diamati. Analisa dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian. Lokasi Penelitian a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Penelitian dilaksanakan di objek wisata Goa Lawah di Desa Lebah Sempage Kecamatan Narmada. Kabuapten Lombok Barat. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan bahwa kawasan tersebut memiliki destinasi yang unik yaitu Goa Lawah. Penentuan Informan Informan adalah orang yang memberikan informasi tentang apa yang terjadi di lapangan atau situasi penelitian. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono . dalam penelitian kualitatif, purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu . rang yang dianggap paling mengetahui apa yang diharapka. Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini penulis menggunakan 2 jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data Kualitatif yaitu data yang bukan dalam bentuk angka-angka atau tidak dapat dihitung, dan diperoleh dari hasil wawancara dengan pimpinan perusahaan dan karyawan dalam perusahaan serta informasi-informasi yang diperoleh dari pihak lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Data Kuantitatif yaitu data yang diperoleh dengan bentuk angka-angka yang dapat dihitung, yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan berhubungan dengan masalah yang Sumber data pada penelitian dapat diartikan sebagai tempat kita memperoleh keterangan Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau objek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data primer dari wawancara, dan dokumentasi yang bersumber dari pengelola, pengunjung dan masyarakat. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang sudah diterbitkan atau digunakan oleh pihak lain. Dalam penelitian ini peneliti memperoleh data sekunder dari hasil dokumentasi, literatur dan website yang menunjang penelitian. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat ukur untuk mendapatkan dan mengumpulkan data penelitian, sebagai langkah untuk memenuhi hasil atau kesimpulan dari penelitian. Menurut Sugiono . , instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Teknik Pengumpualan Data Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Observasi, adalah teknik pengumpulan data dengan melihat dan mendengarkan peristiwa atau tindakan yang dilakuakan oleh orang-orang yang diamati. Wawancara, yaitu mengambil data untuk kepentingan penelitian ini dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada informan. Dokumentasi Menurut Sugiyono . , dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumentel dari seseorang. Kuisioner pada penelitian ini ditentukan oleh penulis untuk disebar ke 113 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan 2 metode, yaitu secara langsung yang disebarkan pada siapa saja yang ditemui secara tidak sengaja atau acak oleh peneliti dan dengan google formulir yang disebar melalui media daring. Penelusuran data Online / Internet searching Internet searching merupakan teknik pengumpulan data melalui bantuan teknologi yang berupa alat / mesin pencari di internet a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dimana segala informasi dari berbagai era tersedia didalamnya. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses sistematis pencarian dan pengaturan transkripsi wawancara, catatan lapangan, dan materi-materi lain yang telah dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai materi-materi dan untuk memungkinkan menyajikan apa yang sudah ditemukan. Pengecekan Keabsahan Data Pengujian Keabsahan Data Pada penelitian kualitatif, uji keabsahan data yang digunakan yaitu dengan cara tringulasi, dimana data dapat dikatakan valid jika tidak adanya perbedaan antara data yang dikumpulkan dengan apa yang terjadi sesungguhnya dilapangan (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan dalam penelitian ini adalah mengenai identifikasi motivasi wisatawan berkunjung ke objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage. Sesuai dengan target wawancara, maka responden ditanyakan berdasarkan pedoman wawancara untuk mendapatkan data mengenai objektivitas responden terhadap motivasi berkunjung ke objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage. Motivasi Berkunjung Wisatawan Ke Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage Berdasarkan Faktor Pendorong. Desa Lebah Sempage yang berada di kawasan Narmada, menjadikan Goa Lawah menjadi tujuan wisata yang banyak digemari oleh wisatawan karena jaraknya yang tidak begitu jauh. Banyak wisatawan yang menjadikan Goa Lawah sebagai tujuan untuk berlibur singkat yang biasanya hanya menginap satu malam di area camping ground bahkan ada juga yang melakukannya satu hari saja. Ini juga yang menyebabkan Objek Wisata Goa Lawah memiliki tingkat kunjungan yang cukup. Dari hasil wawancara dapat diidentifikasi bahwa wisatawan banyak yang melakukan wisata ke Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage dimotivasi dengan kejenuhan dengan aktivitas sehari-hari dan ingin mencari kesegaran. Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage yang posisinya tidak jauh dari Kota Mataram bisa sangat membantu wisatawan yang ingin melakukan wisata singkat tetapi tetap mendapatkan apa yang wisatawan inginkan. Motivasi Berkunjung Wisatawan Ke Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage Berdasarkan Faktor Penarik. Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Kecamatan Narmada. Keberadaan Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage yang tidak jauh dari Kota Mataram dan memiliki daya tarik wisata yang jarang ditemui di kota, membawa kunjungan wisatawan yang didasari oleh keinginan wisatawan mencoba petualangan dan menambah pengalaman. Salah satu tujuan Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage memang untuk mengenalkan tentang wisata Goa Lawah. Hal ini yang menjadi salah satu faktor penarik yang memotivasi kunjungan wisatawan ke Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage. Dari dua hasil wawancara peneliti melakukan identifikasi data dan dapat dilihat bahwa keberadaan Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage beserta fasilitas dan aktivitasnya memberi dampak pada motivasi berkunjung oleh Wisatawan yang menyukai aktivitas wisata dapat menjadikan Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage sebagai tujuan wisata mereka. Selain itu Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage didukung juga oleh lokasinya yang tidak jauh dari Ibukota Mataram, sehingga menjadikan ke Objek wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage salah satu pilihan yang baik. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 KESIMPULAN ini Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Identifikasi Faktor-faktor Yang Memotivasi Wisatawan Berkunjung Ke Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan hasil Identifikasi dan pembahasan data, dapat diketahui bahwa: Faktor-faktor yang memotivasi kunjungan wisatawan meliputi motivasi yang berasal dari diri sendiri sebagai faktor pendorong untuk berwisata ke Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage berdasarkan hasil data yang paling dominan yaitu faktor pendorong yang memotivasi wisatawan mengunjungi Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage adalah Beristirahat dan relaksasi sebanyak 52,2% sangat setuju, mencoba tantangan/ pengalaman dan petualangan sebanyak 49,6% sangat setuju dan mengunjungi tempat-tempat baru sebanyak 49,55 sangat setuju. Faktor-faktor yang memotivasi kunjungan wisatawan yang berasal dari Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage atau faktor penariknya berdasarka hasil data yang dominan yaitu faktor penarik yang memotivasi wisatawan mengunjungi Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah Sempage adalah Aktivitas wisata dan rekreasi sebanyak 55% sangat setuju. Daya tarik alam 54% sangat setuju dan Biaya kunjungan yang terjangkau sebanyak 46,9%sangatsetuju. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat limpahan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul AuIdentifikasi Faktor-Faktor Yang Memotivasi Kunjungan Wisatawan di Objek Wisata Goa Lawah Desa Lebah SempageAy Skripsi ini adalah salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar sarjana program Strata Satu (S-. Pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Terselesainya Proposal Skripsi ini tidak terlepas dari semangat, motivasi, dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. Halus Mandala. Hum Ketua Program Studi S1 Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. Syech Idrus. Seluruh Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang selama ini telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis. Kedua orang tuaku terima kasih yang tak terhingga atas semuanya. Semoga penulis dapat senantiasa berbakti kepada keduanya. Teman-teman seperjuangan khususnya angkatan yang telah banyak memberikan motivasi, dan semangat sehingga terwujudnya Skripsi ini. Semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis selama penulisan Skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya penulis berharap semoga apa yang diikrarkan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa Skripsi ini belum mencapai kesempurnaan, namun penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis secara khusus maupun pembaca pada Untuk itu, saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat penulis harapkan, semoga Allah SWT. Selalu memberikan berkah dan meridhoi langkah ini. Aamiin. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAFTAR PUSTAKA