Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA TEMA 8 SUBTEMA 1 MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI BERBANTUAN MEDIA VISUAL DI KELAS IV SDN 100209 TN. SUKARAMAI KEC. ANGKOLA SELATAN KAB. TAPANULI SELATAN Oleh: Fransisca Ekklesiya Tamba1*. Sukriadi Hasibuan2. Mara Judan Rambey3 1*, 2, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *email: ekklesiyafransisca@gmail. DOI: 10. 37081/jipdas. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai menggunakan model pembalajaran inkuiri berbantuan media visual. Untuk mengetahui bagaimana peningkatan hasil belajar siswa pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai dengan menggunakan model Inkuiri berbantuan media visual. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian PTK. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi dan tes. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai yang berjumlah 31 orang. Objek penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Inkuiri berbantuan media visual. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara bersiklus pada siklus I hasil belajar siswa yang mencapai KKM sebanyak 20 orang dengan persentase 64,51% sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 11 orang dengan persentase 35,48%. Dan pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai KKM sebanyak 27 orang dengan persentase 87,09% sedang yang belum mencapai KKM sebanyak 4 orang dengan persentase 12,90%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis media visual pada tema 8 subtema 1 materi gaya dan gerak di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai Kec. Angkola selatan Kab. Tapanuli Selatan dinyatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : Hasil Belajar, model pembelajaran. Media Berbasis Visual. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat keberhasilan pendidikan. Keberhasilan pendidikan akan dicapai apabila ada usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa itu sendiri. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-undang RI Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, 2. Pendidikan dalam arti luas mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, non formal maupun informal, sampai dengan suatu taraf kedewasaan tertentu. Sedangkan secara terbatas, pendidikan diartikan sebagai proses interaksi belajar mengajar dalam bentuk formal yang dikenal sebagai pembelajaran. Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Pembelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema dan di dalam tema tersebut berkaitan beberapa mata pelajaran yang materinya saling berhubungan sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Namun pada kenyataannya proses pembelajaran yang berlangsung hanya menggunakan metode ceramah dan Tanya jawab yang menyebabkan proses pembelajaran kurang menarik dan kurang menyenangkan sehingga hasil belajar yang diperoleh peserta didik menurun. Pola pikir peserta didik di Sekolah Dasar belum matang sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan harus nyata sehingga peserta didik tidak banyak mengkhayalkan materi yang dipelajari. Berdasarkan hasil observasi peneliti yang dilaksanakankan pada Selasa, 23 Maret2021 di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai Kec. Angkola Selatan. Kab. Tapanuli Selatan bahwa hasil belajar peserta didik jauh dari harapan guru dan sekolah dikarenakan proses pembelajaran yang hanya menggunakan metode ceramah dan tidak adanya media pembelajaran yang menyebabkan peserta didik tidak memahami pembelajaran namun lebih dominan untuk menghafalkan materi pelajaran. Rendahnya hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari daftar nilai Tema 8 (Ena. Daerah Tempat Tinggalku khususnya pelajaran IPA, banyaknya nilai siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah pada semester II (Du. Hal ini dapat terbukti dari hasil ulangan harian Sub Tema 1 khususnya mata pelajaran IPA sebagai berikut: Berdasarkan data diatas bahwa rendahnya hasil belajar peserta didik yang menyebabkan peneliti menjadikan masalah ini untuk penelitian agar meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Inkuiri berbantuan media visual yang dilakukan saat proses pembelajaran. Dimana proses pembelajaran yang monoton, kurangnya keterlibatan peserta didik saat proses pembelajaran, metode yang dipakai guru hanya metode ceramah tanpa bantuan Media Pembelajaran yang menyebabkan proses pembelajaran secara abstrak atau pun proses pembelajaran yang dialami siswa seperti mengkhayalkan materi yang tidak jelas gambarannya dikarenakan dikehidupan sehari-hari pun tidak semua peserta didik menemukan apa yang mereka pelajari dengan demikian dibutuhkannya media pembelajaran khususnya media Gambar untuk memberikan kejelasan pada materi pelajaran. Oleh karena itu, diperlukan adanya usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan dilakukannya penelitian yang akan memberikan perubahan atau pun pembaharuan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan guru kedepannya demi meningkatkan mutu dan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul AuUpaya meningkatkan hasil belajar siswa pada Tema 8 Sub tema 1 menggunakan model inkuiri berbantuan media visual di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai Kec. Angkola Selatan Kab. Tapanuli SelatanAy METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini direncanakan di SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai. Kecamatan Angkola Selatan. Kabupaten Tapanuli Selatan, kelas IV Semester II (Gena. Atas persetujuan bapak kepala sekolah SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai yaitu bapak Aripin Sipayung. Pd dan dengan adanya kerjasama yang baik dengan wali kelas yaitu ibu Lince Gultom. Waktu yang dibutuhkan dalam perencanaan pelaksanaan penelitian ini dua minggu . Penelitian ini akan terlaksana di semester II (Gena. pada tahun ajaran 2020/2021. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah meningkatkan hasil belajar pada tema 8 subtema 1 gaya dan gerak siswa kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai. Oleh karena itu, peneliti menggunakan model inkuiri berbantuan media visual untuk meningkatkan hasil belajar siswa dikarenakan proses pembelajaran yang abstrak dimana tidak semua siswa pernah mengalami atau pun menemukan materi pelajaran dalam kehidupannya sehari-hari. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Dimana menurut Sanjaya dalam (Supardi, 2016 : . menyatakan bahwa PTK adalah proses pengkajian masalah pembelajaran di dalam kelas melalui refleksi diri dan upaya Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. untuk memecahkannya dengan cara melakukan berbagai tindakan yang terencana dalam situasi nyata serta menganalisis setiap pengaruh dari tindakan tersebut. Sedangkan menurut Kemmis dan Mc. Taggart dalam (Yahya, dkk, . menyatakan bahwa PTK adalah studi yang dilakukan untuk memperbaiki diri sendiri, pengalaman kerja sendiri, yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan dengan sikap mawas. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan secara terencana sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui tindakan ilmiah yang sistematis, objektif dan logis untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang terjadi saat proses belajar mengajar di dalam kelas. Penelitian ini dilaksanakan secara akurat dan sistematis dimana penelitian ini terdiri dari 4 tahapan yang dimulai dari . Perencanaan, . Pelaksanaan Tindakan, . Pengamatan dan . Refleksi. Untuk memperoleh data yang akurat dibutuhkan instrument penelitian untuk mengetahui tingkat ketercapaian penelitian yang sedang dilakukan. Adapun instrument yang digunakan oleh penulis sebagai tolak ukur tingkat keberhasian penelitian ini adalah lembar observasi yang digunakan untuk memperoleh informasi selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan tes yang akan diberikan kepada siswa untuk mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi dan tolak ukur keberhasilan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai. Kecamatan Angkola Selatan. Kabupaten Tapanuli Selatan. Dalam pelaksanaan penelitian ini terdiri atas 2 siklus yang mana setiap siklus dilaksanakan selama 3 jam . x 35 meni. Dikarenakan pandemi Covid-19 maka pihak sekolah mengusulkan supaya proses pembelajaran dilaksakan dengan 2 gelombang dengan maksimal siswa sebanyak 20 orang per kelas. Menurut Sukmadinata dalam (Metta Ariyanto, 2016 :. menyatakan bahwa Au hasil belajar merupakan realisasi atau pemekaran dari kecakapan- kecakapan potensi atau kapasitas yang dimiliki seseorangAy. Sedangkan Menurut Purwanto . menyatakan bahwa Auhasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu AuhasilAy dan AubelajarAy. Pengertian hasil menunjukkan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional, sedangkan belajar dilakukannya untuk mengusahakan adanya perubahan perilaku pada individu yang belajarAy. Berdasarkan menurut para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran yang diukur dengan skor atau nilai yang dibuat sebagai pertimbangan untuk mengetahui apakah pembelajaran memenuhi kebutuhan siswa dan pengetahuan, sikap serta keterampilan siswa meningkat dan mencapai target yang ditentukan. Menurut Nanang Hanafiah dan Cucu Suhana . 2: . menyatakan Ayinkuiri merupakan suatu rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilakuAy. Menurut Hidayati Suhada . 7: . , menyatakan bahwa Aumodel pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada keaktifan siswa untuk memiliki pengalaman belajar dalam menemukan konsep Ae konsep materi berdasarkan masalah yang diajukanAy Jadi, dapat disimpulkan bahwa Model inkuiri adalah kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam berpikir kreatif untuk memperoleh informasi. kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut : mengajukan pertanyaan dan permasalahan kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan. Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis. merumuskan hipotesis Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat di uji dengan data. Untuk memudahkan proses ini, guru menanyakan kepada siswa gagasan mengenai hipotesis yang mungkin. Dari semua gagasan yang ada, dipilih salah satu hipotesis yang relevan dengan permasalahan yang diberikan. Mengumpulkan data hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matrik, atau grafik. analisis data siswa bertanggung jawab menguji hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang telah diperoleh. Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran benar atau salah. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata hipotesis itu salah atau di tolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya. membuat kesimpulan langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa. Menurut Roestiyah . , menyebutkan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh model pembelajaran inkuiri yaitu AuDapat membantu siswa dalam menggunakan ingatan yang sudah ada untuk dikaitkan dengan konsep yang akan di bahas. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatif nya sendiri. Memberi kebebasan pada siswa dalam belajar. Serta mendorong siswa untuk dapat berpikir dan memecahkan masalah atas masalah yang dihadapinyaAy. Menurut Aqib . menyatakan bahwa Aumedia pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang terjadinya proses belajar pada siswaAy. Menurut Anderson . alam sukiman, 2012:. menyatakan bahwa Aumedia pembelajaran adalah suatu media yang dapat mewujudkan kemungkinan terjadinya interaksi antara guru dengan siswaAy. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat menyampaikan informasi dari seorang guru kepada siswa dalam berbagai bentuk, sehingga informasi tersebut dapat dipahami oleh siswa. Menurut Djamarah dan Zain . membagi media pembelajaran berdasarkan jenisnya menjadi tiga macam, yaitu Media auditif. Media visual. Media audio visual. Sebelum melakukan penelitian peneliti terlebih dahulu melakukan observasi, dimana observasi ini dilakukan pada Selasa, 23 Maret 2021. Tujuan dilaksanakannya observasi untuk memperoleh data siswa, yang akan dijadikan sebagai tolak ukur berhasilnya penelitian yang dillakukan peneliti. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti hasil belajar siswa pada tema 8 Daerah tempat tinggalku. Subtema 1 tepatnya pembelajaran 1 sangatlah rendah dikarenakan pada proses pembelajaran aktivitas yang dilakukan oleh hanya ceramah, mencatat, member tugas, sedangkan yang dilakukan siswa hanya mendengar, menghapal dan menjawab soal. Proses pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran, model pembelajaran, metode dan strategi yang menarik menjadikan pembelajaran monoton dan membosankan. Penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Namun dikarenakan penelitian ini dilaksanakan saat pandemi Covid-19 maka dalam pelaksanaannya siswa dibagi menjadi 2 gelombang pada tiap siklus yang mana maksimal jumlah siswa perkelas hanya terdiri dari 20 orang. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti hasil belajar siswa masih sangat rendah pada tema 8 Daerah tampat tinggalku tepatnya pembelajaran 1. Jumlah siswa keseluruhan kelas IV terdiri dari 31 Dimana jumlah siswa yang tuntas pada Tema 8 daerah tempat tinggalku tepatnya pembelajaran 1 hanya 12 orang . ,70%) dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 19 orang . ,30%). Setelah menggunakan model inkuri berbantuan media visual pada tema 8 daerah tempat tinggalku tepatnya pembelajaran 1 pada siklus 1 jumlah siswa yang tuntas 20 orang . ,51%) dan jumlah siswa yang tidak tuntas 11 orang . ,48%). Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas dan jumlah siswa yang tidak tuntas tidak seimbang, pada tahap refleksi peneliti menganalisis apa yang kurang pada saat penelitian sehingga menyebabkan penelitian ini tidak berhasil. Setelah adanya tahap refleksi kemudian dilanjutkan pada perencanaan pada siklus II, apa yang menjadi masalah pada siklus I akan diperbaiki Vol. 1 No. 4 Edisi November 2021 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pada siklus II. Setelah melakukan perencanaan kemudian yang dilanjutkan dengan pelaksanaan, yang kemudian diperoleh hasil belajar siswa pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus II sebanyak 27 orang . ,09%) dan jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 4 orang . ,90%). Maka dari itu, berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran inkuiri berbantuan media visual pada tema 8 Daerah tempat tinggalku di kelas IV SD Negeri 100209 Tn. Sukaramai. Kecamatan Angkola Selatan. Kabupaten Tapanuli Selatan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa lebih mudah memahami materi dikarenakan adanya penggunaan model dan media pembelajaran yang dapat dilihat langsung saat proses pembelajaran. Adapun perkembangan hasil belajar siswa dapat disajikan dalam bentuk diagram batang sebagai 87,09 38,70 64,51 Siklus I Sikluis II Gambar 1. Perbandingan ketuntasan siswa dari observasi, siklus I dan siklus II KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa model inkuiri berbasis media visual dapat meningkatkan hasil pembelajaran pada tema 8 subtema 1 pembelajaran materi gaya dan gerak di kelas IV Tn. Sukaramai yang dapat diperinci sebagai berikut. Keterampilan guru mengalami peningkatan secara berturut-turut. Pada siklus I memperoleh skor 38 dengan kategori baik. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 44 dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa . anah kogniti. pada siklus I adalah 64,51%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II adalah 87,09% DAFTAR PUSTAKA