PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Resusitasi Jantung Paru Dalam Kondisi Pandemi Covid -19 Imam Suyuthi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya / RS Muhammadiyah Gresik Email: Suyuthi. imam98@gmail. Abstract Cardiopulmonary resuscitation (CPR) is a complex activity consisting of airway management, chest compressions, drug therapy and defibrillation. In airborne infections, consideration should be given to procedures that generate aerosols. During a pandemic, there needs to be a balance between the risks and benefits of performing CPR from initially no harm in trying to little benefit for the patient and significant potential harm to health care staff. Keywords : Resusitation. COVID-19. Pndemic Abstrak Resusitasi jantung paru ( RJP ) merupakan kegiatan kompleks yang terdiri dari manajemen jalan nafas, kompresi dada, terapi obat dan defibrillasi. Pada infeksi airborne harus dipertimbangkan pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol. Dalam masa pandemi, perlu keseimbangan antara resiko dengan manfaat untuk melakukan RJP dari awalnya tidak ada bahaya dalam mencoba menjadi ada sedikit keuntungan untuk pasien dan adanya potensi bahaya yang signifikan pada staf petugas kesehatan. Kata Kunci : Resusitasi. COVID -19. Pandemi Pendahuluan Resusitasi jantung paru ( RJP ) merupakan kegiatan kompleks yang terdiri dari manajemen jalan nafas, kompresi dada, terapi obat dan defibrillasi. Dan pada infeksi airborne harus dipertimbangkan pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol. 1,2,3 Pada kondisi pandemi COVID -19 seperti saat ini, tindakan Ae tindakan resusitasi jantung paru bukan menjadi tindakan yang tanpa resiko. Ada beberapa hal yang menyebabkan dilemma dalam kegiatan resusitasi jantung paru. Beberapa dilemma dalam melakukan resusitasi jantung paru pada masa pandemi COVID -19 ini antara lain:1,2,3 Dilaporkan adanya transmisi penyakit/virus selama tindakan resusitasi jantung paru World Health Organization (WHO) telah mengkategorikan bahwa tindakan resusitasi jantung paru sebagai prosedur yang menghasilkan aerosol, dan memerlukan penggunaan masker dan alat pelindung diri lainnya bagi tenaga penolongnya. Ada beberapa hal yang yang dicurogai sebagai tindakan yang menghasilkan aerosol pada RJP, antara lain: - Pemberian ventilasi tekanan positif - Suctioning - Intubasi, dan - Perubahan tekanan thoraks selama kompresi dada yang menghasilkan aliran udara dan ekshalasi yang menyebabkan adanya droplet dan partikel-partikel airborne. PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Akibatnya, tindakan resusitasi bisa terlambat karena penolong harus memakai APD terlebih dahulu dan bisa berakibat menurunnya angka harapan hidup dari pasien. Adanya kebijakan bahwa dokter dan staf tidak boleh memberikan bantuan kompresi dada dan ventilasi sebelum memakai Allat pelindung diri. Hal ini terjadi di west midlands, dimana staf petugas kesehatan telah diberitahu untuk tidak memulai kompresi dada atau ventilasi pada pasien yang dicurigai atau terdiagnosa sebagai COVID-19 kecuali mereka berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Alas an kebijakan tersebut adalah karena setiap pasien yang ditemui berpotensi tidak hanya membahayakan petugas kesehatan, tetapi lebih jauh juga membahayakan Banyak pasien yang disuspek COVID -19 dan masih menunggu hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) keluar. Hasil swab PCR pada awal pandemi selesai bias dalam beberapa hari sampai lebih dari 1 Hal ini berdampak pada pasien yang disuspek dan kondisi memburuk sampai Petugas medis kan berada dalam dilemma antara melakukan resusitasi atau Dan jika resusitasi tidak dilakukan, kemudian hasil swab PCR jadi dan hasilnya negatif, maka hal ini akan sangat menyedihkan. Sehingga pada kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini perlu pertimbangan dan keseimbangan anatara resiko dan manfaat untuk melakukan RJP. Resusitasi Jantung Paru di Masa Pandemi Dalam masa pandemi, perlu keseimbangan antara resiko dengan manfaat untuk melakukan RJP dari awalnya tidak ada bahaya dalam mencoba menjadi ada sedikit keuntungan untuk pasien dan adanya potensi bahaya yang signifikan pada staf petugas Sehingga ada beberapa hal krusial yang harus dikerjakan sebelum dan saat melakukan RJP, yaitu :4,5 Seleksi pasien Dengan adanya potensi bahaya saat melakukan resusitasi jantung paru, maka pertimbangna seleksi pasien yang mempunyai harapan kembali hidup lebih besar menjadi krusial, sehingga keputusan melakukan RJP akan mempunyai manfaat yang lebih besar. Ada beberapa criteria pasien COVID-19 dengan manfaat yang sedikit untuk dilakukan RJP: - Pasien tua - Hipoksemia refrakter berat ( SpO2 < 80% pada FiO2 100% dan PEEP> 15 ) - Sequential organ failure assessment ( SOFA ) skor tinggi - D-dimer yang tinggi - Limfopenia berat - Troponin tinggi - Kreatinin tinggi - Marker inflamasi tinggi Penggunaan Alat pelindung diri (APD) dan tempat isolasi khusus airborne infection PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Untuk menghindari resiko paparan infeksi ke petugas, maka wajib bagi petugas untuk memakai APD. Dan karena kegiatan resusitasi jantung paru merupakan kegaiatan yang bisa menghasilkan aerosol, maka sangat disarankan pemakaian alat pelindung diri level 3 pada tinjakan RJP kepada pasien suspek atau terkontaminasi COVID-19. Terkait dengan tempat, disarankan tempat isolasi dengan tekanan negatif agar viral load didalam ruangan ruangan tersebut berkurang dan meminimalisir resiko penularan ke Batasi paparan Selain penggunaan alat pelindung diri dan ruangna dengan tekanan negatif, semua kegiatan resusitasi hendaknya dikerjakan dengan seminimal mungkin membatasi paparan ke pasien. Hal-hal yg bisa dikerjakan dalam membatasi paparan adalah: Batasi petugas yang terlibat Penentuan cardiac arrest dilakukan dengan melihat secara visual tidak adanya tandatanda kehidupan, jangan dilakukan auskultasi atau listen and feel untuk airway dan breathing dan dengan cara meraba nadi carotis. Oksigenasi dan ventilasi : - Penggunaan masker pada pasien cardiac arrest - Hindari mouth to mouth ventilation - Oksigenasi pasif dengan non rebreathing face mask dan tidak dilakukan bagging - Penggunaan hepafilter atau filter kuman dan sambungan harus rapat - Intubasi dengan videolaringoskop - Penggunaan ETT berbalon - Penggunaan supraglottic device . aryngeal mask airwa. - Hentikan kompresi dada saat dilakukan intubasi Sirkulasi : - Bisa dikerjakan Hands Only CPR - Defibrillation before compression : pada tipe cardiac arrest yang shockable, penggunaan defibrilasi bisa lebih awal, bahkan sebelum dilakukan kompresi dada. - Penggunaan mechanical CPR devices PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Langkah-langkah RJP pada pasien covid : Gambar 1 Algoritma Resusitasi Pasien Covid- 19 Dewasa6,7 Berikut adalah algoritma penatalaksaan RJP (BLS dan ACLS ) pada pasien dewasa: PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Gambar 2 Algoritma Resusitasi BLS dan ACLS Pasien Covid- 19 Dewasa6,7 PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Berikut adalah algoritma penatalaksaan RJP (BLS dan ACLS ) pada anak-anak : PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Gambar 3 Algoritma Resusitasi BLS dan ACLS Pasien Covid- 19 Anak6,7 Kesimpulan Resusitasi jantung paru sangat penting sebagai usaha untuk mengembalikan fungsi jantung dan paru agar bisa berfungsi kembali dengan harapan akhir pasien bisa hidup dengan normal baik fungsional maupun kognitifnya. RJP menjadi dilemma pada kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini karena resiko transmisi virus ke penolong. Ada beberapa hal yang krusial yang harus dilakukan saat melaukan RJP pada pasien suspek atau terkonfirmasi covid-19, meliputi : Seleksi pasien Penggunaan Alat pelindung diri (APD) dan tempat isolasi khusus airborne infection Membatasi paparan Usaha membatasi paparan dimulai dari membatasi personel, dalam upaya menentukan diagnose henti jantung, dan usaha-usaha yang berhubungan dengan airway breathing dan Ada beberapa perbedaan dalam langkah-langkah melakukan RJP pada pasien suspek dan atau terkonfirmasi covid-19 dibandingkan RJP pada kondisi normal. PROSIDING WEBINAR KOMPREHENSIF COVID - 19 PROMOTIF. PREVENTIF. KURATIF. DAN REHABILITATIF 2021 Daftar Pustaka