PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 . 7 Ae 9 June 2024 The article is published with Open Access at: https://journal. id/index. php/pusaka Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Mekanik Program Keahlian Teknik Otomotif di SMKN 8 Pekanbaru Supriadi A. Universitas Lancang Kuning. Indonesia Meiyaldi Eka Putra. Universitas Lancang Kuning. Indonesia A supriadipvto@unilak. Abstract: Alat Ukur Mekanik berperan penting dalam keterampilan dasar siswa kejuruan. Dengan bekal keterampilan membaca Alat Ukur Mekanik mereka diharapkan siap memasuki dunia kerja/ Tujuan pengabdian ini adalah peningkatanketerampilan siswa dalam mengunakan Alat Ukur Mekanik. Metode yang digunakan adalah pelatihan langsung kepada siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru. Tahapan kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap analisis situasi . bservasi lapangan dan wawancar. , tahap persiapan kegiatan . roposal kegiata. , dan tahap pelaksanaan . elatihan dan evaluas. Pelatihan dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dan berjalan dengan Hasil pengabdian dilihat dari tingkat pemahaman peserta mengenai penerapan membaca Alat Ukur Mekanik di SMK Negeri 8 Pekanbaru sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Dari hasil analisis, tim pengabdian menilai bahwa tingkat pemahaman siswa sebelum penyampaian materi berada pada kategori cukup, dengan angka persentase 53. Peningkatan yang cukup signifikan pasca pelatihan . ategori bai. ditunjukkan dari angka persentase 79. Oleh karena itu, secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pemahaman siswa tentang penerapan membaca Alat Ukur Mekanik di SMK Negeri 8 Pekanbaru sebelum dengan sesudah diberikan pelatihan mengalami peningkatan. Keywords: pelatihan, alat ukur, mekanik, otomotif. Received March 23, 2024. Accepted June 17, 2024. Published June 26, 2024 Citation: Author. Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Mekanik Program Keahlian Teknik Otomotif di SMKN 8 Pekanbaru. PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 7 Ae 9. Published by Mandailing Global Edukasia A 2024. INTRODUCTION Alat Ukur Mekanik berfungsi untuk memudahkan siswa untuk mampu melakukan Pekerjaan dasar otomotif (Alat Ukur Mekanik Otomotif,2. Pada konteks pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Alat Ukur Mekanik berperan penting dalam konstruksi berpikir dan keterampilan dasar siswa kejuruan otomotif. Fakhri. Bodyand Apdeni . menjelaskan bahwa proses pembelajaran Alat Ukur Mekanik memadukan antara ranah teoritis dan praktis, sehingga siswa memiliki pemahaman terhadap perangkat, fungsi serta implementasi prosedur kerja. Mengingat pentingnya fungsi Alat Ukur Mekanik, guru dituntut untuk mempersiapkan siswa dalam menguasai keterampilan Alat Ukur Mekanik. Menurut Widyatama dan Budijono . kemampuan komposisi Alat Ukur Mekanik akan membantu mengasah keterampilan siswa sehingga mereka siap memasuki dunia industri maupun menjadi nantinya ketika mereka ingin bekerja di industri atau menjadi pendidik. Pertimbangan ukuran kesiapan siswa memasuki dunia kerja tercermin dari kemampuan merancang suatu produk dari Alat Ukur Mekanik yang dipelajari. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang detil dan spesifikasi yang jelas. Lebih lanjut. Kusuma dan Muttaqin . memaparkan bahwapenentuan keberhasilan siswa didalam memperoleh kompetensi vokasi dapat tercermin dari kemampuan interpretasi gambar dan kemampuan melakukan pemecahan masalah dari gambar yang dibacanya. Merefleksikan uraian diatas, guru harus memastikan materi membaca Alat Ukur Mekanik sebagai materi pokok dan fundamental. Selain itu, metode penyampaian materi dan evaluasi terhadap penguasaan kompetensi membaca Alat Ukur Mekanik harus mendapatkan perhatian yang serius. Oleh karena itu pula, tim pengabdian Pendidikan Vokasi Teknik Otomotif (PVTO) Universitas Lancang Kuning (UNILAK) mencoba memberikan kegiatan pelatihan membaca Alat Ukur Mekanik kepada siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru. Hal ini dilakukan berdasarkan adanya indikasi masih kurangnya tingkat pemahaman sejumlah siswa SMK tersebut didalam membaca Alat Ukur Mekanik otomotif. Partisipasi tim pengabdian PVTO UNILAK didalam kegiatan pengabdian menjadi penting karena adanya tanggung jawab moral terhadap masyarakat sekolah sebagaimitra penting institusi perguruan tinggi Lembaga Pendidik dan Tenaga Pendidikan (LPTK). Selain itu, urgensi pelatihan membaca Alat Ukur Mekanik otomotif adalah bentuk sinergitas untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan atau dapat menjadi bagian kegiatan promosi kepada siswa teknik otomotif yang berkeinginan untuk memilih profesi menjadi pendidik di SMK dimasa yang akan datang. Secara spesifik, kegiatan pengabdian ini dirumuskan dalam judul AuPelatihan Membaca Alat Ukur Mekanik Bagi Siswa Program Keahlian Teknik Otomotif di SMKN 8PekanbaruAy. METHODS Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMKN 8 Pekanbaru yang diikuti oleh 37 siswa. Rangkaian kegiatan pengabdian dimulai dari analisis situasi lapangan dan wawancara, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan. Pada tahap analisis situasi lapangan, tim pengabdian memperoleh gambaran kebutuhan yang dirancang dalam kegiatan pelatihan. Secara detil, tim pengabdian membuat proposal kegiatan dan menyiapkan sejumlah materi alat ukur mekanik yang akan dipresentasikan. Pada tahap pelatihan alat ukur mekanik, tim pengabdian memilah kegiatan menjadi dua sesi. Pada sesi pertama dimulai dengan memberikan sosialisasi tentang membaca alat ukur mekanik dan manfaat membaca alat ukur mekanik dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pelatihan alat ukur mekanik adalah suatu bentuk utama peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keprofesionalan siswa yang dapat bermanfaat dalam dunia kerja khususnya industri otomotif. Pada sesi kedua diselenggarakan pelatihan kepada siswa kelas X Program Keahlian Teknik Otomotif dalam membaca alat ukur Kegiatan ini dibantu oleh dosen Prodi PVTO yang berjumlah 3 Orang. Pada tahap evaluasi, tim pengabdian melakukan umpan balik kepada siswa. Pada tahap ini, tim pengabdian memberikan sejumlah pertanyaan untuk mengukur pemahaman konseptual Selain itu, tim pengabdian memberikan pertanyaan-pertanyaan simulasi berkaitan dengan Alat Ukur Mekanik yang disampaikan pada saat presentasi pelatihan. RESULTS Pelatihan membaca alat ukur mekanik bagi siswa kelas X di SMKN 8 Pekanbaru Kota Pekanbaru Provinsi Riau dilakukan tanggal 10 Januari 2024. Berdasarkan penjelasan pada metode pelaksanaan, kegiatan inti dilakukan menjadi dua sesi yakni penjelasan tentang membaca alat ukur mekanik dan manfaat membaca alat ukur mekanik dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pada sesi kedua diselenggarakan pelatihan kepada para siswa kelas X Jurusan Teknik Otomotif dalam membaca alat ukur mekanik. Berdasarkan observasi langsung, kegiatan berjalan lancar dan peserta mengikuti dengan baik. Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian memberikan siswa kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan. Tim pengabdian juga melakukan cross checked terhadap pemahaman materi yang disampaikan. DISCUSSION Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan merupakan bagian dari evaluasi untuk menakar ketercapaian materi yang disampaikan. Ilustrasi pertanyaan dan respon siswa Dari pertanyaan yang ditanya secara lisan sebagian besar siswa menyebutkan bahwa materi mudah dipahami dengan baik dan mudah dimengerti, dan menunjang komptensi siswa untuk memudahkan pekerjaan dilapangan dengan operator nantinya. Pernyataan seluruh siswa yang menjawab sebelum dan sesudah pelatihan biasanya berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata 53,78%. Sebaliknya, ketika mereka menyelesaikan pelatihan mereka biasanya berada dalam kategori baik dengan rata-rata 79,4%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman peserta tentang penerapan alat ukur mekanik di SMK Negeri 8 Pekanbaru mengalami peningkatan sebelum dan sesudah pelatihan. CONCLUSION Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pelatihan membaca alat ukur mekanik bagi siswa kelas X di SMKN 8 Pekanbaru Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Pelatihan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menerapkan membaca alat ukur mekanik bagi siswa kelas X di SMKN 7 Pekanbaru Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dikemukakan saran hendaknya pelatihan membaca alat ukur mekanik bagi siswa kelas X di SMKN 8 Pekanbaru Kota Pekanbaru Provinsi Riau dilakukan di luar jam mata pelajaran dan dilanjutkan dengan materi serupa seperti praktek membaca alat ukur mekanik. REFERENCES