UPAYA PENANGANAN DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT PEMBANGUNAN PASAR SENI BIRA DI KABUPATEN BULUKUMBA Qadriathi Dg Bau Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar bau@unm. Abstract The development of trade infrastructure, particularly an art market or pasar seni, located in the Bira area. Bulukumba Regency, is an important part of supporting economic growth and improving the welfare of the people in the regency. Markets generally function as distribution centers for goods and services, which drive local and regional economic activities. However, the increased intensity of activities due to market development often gives rise to various external problems, one of which is the impact of market activities on the surrounding traffic system. The purpose of this study is to analyze the performance of the road network in the Bira area, before and after the operation of the Bira Art Market (Pasar Seni Bir. Bulukumba Regency, and to provide recommendations for efforts to address the impact of the construction of the Bira Art Market on traffic performance on the road network in the market area. This study shows that the performance of the road network in the Bira area, both before and after the operation of the Bira Art Market in 2029, has a service level of A. This result means that the presence of the Bira Art Market does not affect the existing traffic flow This study also provides recommendations for addressing the impacts of the construction of the Bira Art Market. The recommended measures are grouped into three sections: addressing the impacts of traffic disruptions, addressing the impacts of traffic safety disruptions, and addressing the impacts of road damage. Keywords: economic growth. market development. traffic performance. traffic smoothness Abstrak Pembangunan infrastruktur perdagangan, khususnya Pasar Seni, yang berlokasi di Kawasan Bira. Kabupaten Bulukumba, merupakan suatu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten tersebut. Pasar umumnya berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa, yang mendorong aktivitas-aktivitas ekonomi lokal maupun regional. Namun, peningkatan intensitas kegiatan akibat pembangunan pasar sering kali menimbulkan berbagai permasalahan eksternal, yang salah satunya adalah dampak aktivitas pasar tersebut terhadap sistem lalu lintas di sekitarnya. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum dan sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira. Kabupaten Bulukumba, serta memberikan rekomendasi upaya penanganan dampak pembangunan Pasar Seni Bira tersebut terhadap kinerja lalu lintas di jaringan jalan yang terdapat di kawasan pasar tersebut. Studi ini menunjukkan bahwa kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum maupun sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira di tahun 2029, mempunyai tingkat pelayanan A. Hasil ini berarti bahwa adanya Pasar Seni Bira tidak memengaruhi kondisi arus lalu lintas yang ada. Studi ini juga memberikan rekomendasi untuk menangani dampak akibat pembangunan Pasar Seni Bira. Penanganan yang direkomendasikan dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu penanganan dampak akibat gangguan kelancaran lalu lintas, penanganan dampak akibat gangguan keselamatan lalu lintas, dan penanganan dampak akibat gangguan kerusakan jalan. Kata-kata kunci: pertumbuhan ekonomi. pembangunan pasar. kinerja lalu lintas. kelancaran lalu lintas PENDAHULUAN Kabupaten Bulukumba adalah suatu kabupaten yang memiliki banyak tempat wisata dan menjadi salah satu tempat yang paling diminati oleh para wisatawan, baik dari dalam Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. Vol. 12 No. 1 Januari 2026: 13Oe22 maupun luar negeri. Hal ini didasarkan pada potensi yang dimiliki oleh daerah ini, yang dikenal dengan sebutan AuButta Panrita LopiAy, yang memiliki kekayaan budaya dan beragam potensi wisata (Pemerintah Kabupaten Bulukumba, 2. Kabupaten Bulukumba memiliki letak geografis yang terdiri atas daerah pegunungan dan pesisir pantai dan memiliki beragam suku, budaya, dan objek wisata lainnya, yang membuatnya menarik untuk dikunjungi. Salah satu objek wisata yang menarik adalah kawasan Pantai Tanjung Bira. Pantai ini memiliki pasir putih yang bersih dan pemandangan pesisir yang mempesona. Secara geografis. Pantai Tanjung Bira terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Bontobahari. Kabupaten Bulukumba. Jarak tempuh dari kota Bulukumba adalah sekitar 41 km, dan dari Makassar sekitar 200 km (BPS, 2. Tanjung Bira menjadi salah satu pilar utama yang mendukung perekonomian Kabupaten Bulukumba, khususnya di sektor pariwisata. Tempat ini memiliki daya tarik yang besar dan menarik banyak wisatawan (Gani, 2. Saat ini. Pemerintah Kabupaten Bulukumba, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sedang melakukan pengembangan yang intensif di Pantai Tanjung Bira. Pengaturan tempat pedagang kaki lima dilakukan secara rapi agar terhindar dari kesemrawutan, karena jumlah pedagang, penyedia jasa hiburan, rumah makan, dan perhotelan atau villa terus bertambah. Kebersihan tempat pedagang kaki lima juga perlu lebih diperhatikan, terutama karena lokasinya dekat dengan bibir pantai. Pembangunan infrastruktur perdagangan khususnya Pasar Seni yang berlokasi di Kawasan Bira merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Jaya, 2. Pasar ini berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan jasa, yang mendorong aktivitas-aktivitas ekonomi lokal maupun Selain itu, pasar juga merupakan elemen ekonomi yang dapat mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup manusia (Bau et al. , 2. Banyaknya aktivitas yang terjadi di pasar ini menimbulkan berbagai hambatan dengan dampak yang beragam pula, yang salah satunya adalah terjadinya peningkatan kemacetan lalu lintas akibat penumpukan dan perlambatan laju kendaraan di kawasan tertentu (Bau, 2024. Rifan et al. , 2. Namun demikian, peningkatan intensitas kegiatan akibat pembangunan pasar sering kali menimbulkan berbagai permasalahan eksternal, yang salah satunya adalah dampak terhadap sistem lalu lintas di sekitarnya. Dampak lalu lintas yang umum terjadi akibat pembangunan pasar meliputi peningkatan volume kendaraan, penurunan tingkat pelayanan jalan, kemacetan pada jam puncak, serta meningkatnya potensi konflik antara kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan kapasitas jalan, kurangnya fasilitas parkir yang memadai, serta aktivitas bongkar muat yang tidak dikelola dengan baik. Apabila tidak ditangani secara sistematis, permasalahan ini dapat menurunkan efisiensi jaringan transportasi dan mengganggu keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan. Pembangunan suatu kawasan di lokasi tertentu berpengaruh terhadap lalu lintas di Analisis dampak lalu lintas umumnya dipergunakan untuk memprediksi apakah infrastruktur transportasi dalam daerah pengaruh pembangunan tersebut dapat melayani lalu lintas yang ada . ditambah dengan lalu lintas yang dibangkitkan atau ditarik oleh pembangunan tersebut. Jika prasarana yang ada tidak dapat mendukung lalu lintas tersebut, harus dilakukan kajian penanganan prasarana dan pengaturan manajemen lalu lintas. Upaya penanganan dampak lalu lintas akibat pembangunan pasar ini melibatkan studi Analisis Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. Vol. 12 No. 1 Januari 2026: 13Oe22 Dampak Lalu Lintas (Andalali. , untuk mengukur perubahan kinerja jalan . olume, kecepatan, derajat kejenuha. akibat bangkitan dan tarikan perjalanan baru akibat adanya pasar, yang kemudian diidentifikasi solusi rekayasa lalu lintas, seperti pengaturan waktu lampu lalu lintas, pelebaran jalan, dan desain akses, serta manajemen lalu lintas, seperti pengaturan parkir, pedestrian, dan sosialisasi, untuk meminimalkan kemacetan dan hambatan samping, serta meningkatkan keselamatan, terutama pada jam puncak. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum dan sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira serta memberikan upaya penanganan dampak pembangunan Pasar Seni Bira terhadap kinerja lalu lintas. Lokasi Pembangunan Pasar Seni Kabupaten Bulukumba dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1 Lokasi Pembangunan Pasar Seni Kabupaten Bulukumba METODE PENELITIAN Pada tahap awal studi ini dilakukan identifikasi masalah, yang merupakan suatu proses untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang terdapat di wilayah studi. Setelah diperoleh masalah-masalah yang ada, ditentukan beberapa masalah utama untuk dirumuskan. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data, yang meliputi pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Data primer didapat dari hasil survei, yang meliputi volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, dan karateristik jalan. Pengamatan langsung di lokasi kajian dilakukan selama 4 kali dalam seminggu, yaitu Hari Senin. Hari Jumat. Hari Sabtu, dan Hari Minggu. Kendaraan bermotor yang melewati ruas jalan di Kawasan Pantai Bira terdiri atas sepeda motor, kendaraan ringan, dan kendaraan berat, yang dikelompokkan dalam 3 jenis kendaraan, yaitu Motor Cycle (MC). Light Vehicle (LV), dan Heavy Vehicle (HV). Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah site plan Pasar Seni, peta jaringan jalan, data jumlah dan pertumbuhan kendaraan, dan data jumlah penduduk. Setelah pengumpulan data, dilakukan pengolahan data. Pengolahan data dilaksanakan dengan melakukan sejumlah perhitungan dan analisis terkait dengan jaringan jalan. Kinerja ruas Upaya Penanganan Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Pasar Seni Bira (Qadriathi Dg Ba. jalan ditentukan dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 (Ditjen Bina Marga, 1. Keluaran yang dihasilkan dari studi ini adalah kinerja lalu lintas jalan pada tahun 2024 . , dan kinerja lalu lintas setelah beroperasinya Pasar Seni sesuai tahun rencana, yaitu pada tahun 2029 atau 5 tahun setelah beroperasinya Pasar Seni. Selain itu, diberikan pula rekomendasi penanganan dampak lalu lintas akibat pembangunan Pasar Seni Bira Kabupaten Bulukumba tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi lalu lintas Berdasarkan bahan pengikatnya, perkerasan jalan di kawasan Pantai Bira, lokasi Pasar Seni akan beroperasi, merupakan perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Tipe ruas jalan di Kawasan Pantai Bira adalah jalan dua lajur dua arah tanpa pembatas . /2 UD), dengan lebar badan jalan 6 m dan lebar drainase 70 cm. Data kecepatan masing-masing jenis kelompok kendaraan di jalan Kawasan Pantai Bira diperoleh dengan mengamati waktu tempuh kendaraan untuk melewati suatu jarak yang ditentukan sebagai patokan, yaitu 150 m atau 0,15 km. Survei dilakukan pada Hari Sabtu dan Hari Minggu, yang mewakili hari libur atau akhir pekan, dan pada Hari Senin dan Hari Jumat, yang mewakili hari libur. Waktu pengamatan adalah pukul 07. 00Ae18. 00 WITA. Hasil yang diperoleh disajikan pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1 Volume Lalu Lintas pada Hari Kerja Periode Waktu 00Ae08. 00Ae09. 00Ae10. 00Ae11. 00Ae12. 00Ae13. 00Ae14. 00Ae15. 00Ae16. 00Ae17. 00Ae18. Volume Per jenis Kendaraan . mp/ja. Volume (V) . mp/ja. Kendaraan yang ada didominasi oleh jenis kendaraan motor dengan sepeda sebanyak 73%, disusul kendaraan ringan sebanyak 25%, dan sebagian kecil sisanya adalah kendaraan Volume lalu lintas di Kawasan Pantai Bira mencapai jam puncak pada pukul 16. 00Ae 00 WITA, dengan volume lalu lintas sebesar 220 smp/jam. Jam puncak pergerakan ini terjadi pada hari libur, yang mana pergerakan ini dipengaruhi oleh tingginya mobilisasi dari arah Bulukumba ke Pantai Bira. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. Vol. 12 No. 1 Januari 2026: 13Oe22 Tabel 2 Volume Lalu Lintas pada Hari Libur Periode Waktu 00Ae08. 00Ae09. 00Ae10. 00Ae11. 00Ae12. 00Ae13. 00Ae14. 00Ae15. 00Ae16. 00Ae17. 00Ae18. Volume Per jenis Kendaraan . mp/ja. Volume (V) . mp/ja. Kapasitas dan Kinerja Jalan Kapasitas dasar ruas jalan Kawasan Pantai Bira, yang merupakan tipe 2/2 UD, adalah 2900 smp/jam, untuk dua lajur di daerah datar. Penyesuaian lebar lajur adalah 0,87 . m untuk total dua ara. , faktor penyesuaian pemisah arah adalah 1,00 . Ae. , dan penyesuaian hambatan samping adalah 1 . ambatan samping renda. Berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (Departemen PU, 1. , kapasitas (C) ruas jalan di Kawasan Pantai Bira 523 smp/jam. Dengan menggunakan nilai kapasitas jalan tersebut, ditentukan V/C ratio jalan, yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Tabel 3 V/C Ratio Jalan Kawasan Pantai Bira pada Hari Kerja Waktu Pengamatan 00Ae08. 00Ae09. 00Ae10. 00Ae11. 00Ae12. 00Ae13. 00Ae14. 00Ae15. 00Ae16. 00Ae17. 00Ae18. Volume (V) . mp/ja. Kapasitas (C) . mp/ja. V/C Ratio 0,02 0,03 0,03 0,03 0,02 0,03 0,03 0,02 0,02 0,03 0,03 Berdasarkan hasil perhitungan V/C ratio tersebut, dapat diketahui apakah jalan Kawasan Pantai Bira memiliki kapasitas cukup atau tidak. Nilai V/C ratio tertinggi adalah 0,09, dan terjadi pada hari libur. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan lalu lintas masih dalam batas normal, dan tidak terjadi kemacetan di ruas jalan sekitar pembangunan Pasar Seni. Jika terjadi kemacetan, hal itu hanya sesaat, karena adanya parkir kendaraan di badan Upaya Penanganan Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Pasar Seni Bira (Qadriathi Dg Ba. Tabel 4 V/C Ratio Jalan Kawasan Pantai Bira pada Hari Libur Waktu Pengamatan 00Ae08. 00Ae09. 00Ae10. 00Ae11. 00Ae12. 00Ae13. 00Ae14. 00Ae15. 00Ae16. 00Ae17. 00Ae18. Volume (V) . mp/ja. Kapasitas (C) . mp/ja. 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 2,523 V/C Ratio 0,04 0,05 0,05 0,05 0,07 0,06 0,07 0,08 0,08 0,09 0,08 Keberadaan Pasar Seni diprediksi akan memengaruhi kinerja jalan di sekitarnya. Penyesuaian nilai volume kendaraan untuk kondisi mendatang dilakukan dengan mengalikannya dengan nilai pertumbuhan kendaraan per tahun, yaitu sebesar 7% (Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba, 2. Proyeksi kinerja lalu lintas setelah 5 tahun beroperasinya Pasar Seni dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6. Selanjutnya digunakan V/C ratio untuk Indeks Tingkat Pelayanan (ITP). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalan tahun 2024 dan 5 tahun setelah pasar beroperasi, yaitu tahun 2029, adalah A. Hal ini berarti bahwa pengoperasian Pasar Seni tidak berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas di jalan yang terdapat di sekitar pasar tersebut. Tabel 5 Prediksi Kinerja Opreasional Jalan Kawasan Pantai Bira Hari Kerja Tahun 2029 Waktu Pengamatan 00Ae08. 00Ae09. 00Ae10. 00Ae11. 00Ae12. 00Ae13. 00Ae14. 00Ae15. 00Ae16. 00Ae17. 00Ae18. Volume Lalin (V) . mp/ja. V/C Ratio 0,02 0,03 0,03 0,03 0,02 0,03 0,03 0,02 0,02 0,03 0,03 ITP ITP Upaya Penanganan Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Pasar Seni Bulukumba Penanganan dampak lalu lintas di Bulukumba ini dapat dibagi penjadi 3 kegiatan. Kegiatan penangan tersebut disesuaikan dengan gangguan yang mungkin terjadi, yaitu: . gangguan kelancaran lalu lintas, . gangguan keselamatan lalu lintas, dan . gangguan kerusakan jalan. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. Vol. 12 No. 1 Januari 2026: 13Oe22 Tabel 6 Prediksi Kinerja Operasional Jalan Kawasan Pantai Bira Hari Libur Tahun 2029 Volume Lalin (V) V/C Ratio ITP Waktu Pengamatan . mp/ja. 00Ae08. 0,06 00Ae09. 0,07 00Ae10. 0,08 00Ae11. 0,08 00Ae12. 0,10 00Ae13. 0,08 00Ae14. 0,09 00Ae15. 0,12 00Ae16. 0,11 00Ae17. 0,12 00Ae18. 0,11 ITP Penanganan yang terkait dengan gangguan kelancaran lalu lintas meliputi sosialisasi kepada masyarakat sekitar bahwa akan dilaksanakan pembangunan pengembangan Pasar Seni, pemagaran di sekeliling lokasi pembangunan untuk keamanan sebatas area Pasar Seni saja, dan penyediaan lokasi parkir untuk kendaraan truk pengangkut di dalam kawasan agar tidak terjadi parkir liar di bahu jalan. Pada saat pengangkutan material, diharapkan material ditutup rapat menggunakan terpal dan diikat dengan baik untuk menghindari ceceran tanah di jalan dan debu beterbangan yang diakibatkan saat pengangkutan. Selain itu, kontraktor pelaksana pembangunan wajib berkoordinasi dengan instansi terkait (Kepolisian dan Dinas Perhubunga. terkait izin penggunaan jalan karena adanya pengangkutan material atau peralatan proyek, sebelum dilakukan aktivitas pengangkutan sesuai rute dengan yang akan Pada pintu keluar-masuk kendaraan proyek perlu ditempatkan petugas untuk mengatur lalu lintas kendaraan proyek yang dilengkapi dengan peralatan yang lengkap dan memenuhi standar Kesehatan. Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH). Kontraktor juga harus menyediakan lokasi stock pile atau lahan untuk menempatkan material bangunan dan peralatan yang akan digunakan untuk pembangunan serta menempatkan dan menyimpan peralatan berat serta material di dalam lokasi proyek. Kegiatan mobilisasi dan demobilisasi peralatan dan material, khususnya pada saat bongkar muat, agar memenuhi ketentuan pengangkutan barang, sesuai dengan Permenhub RI Nomor 60 Tahun 2019. Kontraktor juga perlu melakukan penjadwalan pengangkutan material di luar jam sibuk, yaitu pukul 19. 00 WITA khusus untuk pengangkutan material yang menggunakan kendaraan besar, sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di rute yang dilalui mobil pengangkut material. Kontraktor pelaksana juga perlu membuat direksi kit dan menyediakan kantin untuk pekerja proyek sehingga tidak tumbuh pedagang kaki lima (PKL) di sekitar persil, menyediakan lahan parkir untuk pekerja pada masa konstruksi, dan memasang rambu sementara dilarang parkir di depan lokasi proyek agar kendaraan pengangkut dan material bangunan tidak parkir di tepi jalan maupun di badan jalan. Selain itu, perencanaan pengembangan fungsi Pasar Seni dan perencanaan transportasi di kawasan tersebut perlu diintegrasikan, sehingga dampak lalu lintas yang timbul dapat diminimalkan dan penanganannya dapat dilakukan dengan lebih mudah, serta dipasang rambu lalu lintas di kawasan Upaya Penanganan Dampak Lalu Lintas Akibat Pembangunan Pasar Seni Bira (Qadriathi Dg Ba. tersebut, yang dapat memberi informasi kepada masyarakat atas penggunaan jalan Pasar Seni, seperti rambu dilarang parkir di depan Pasar Seni dan di sekitar pintu keluar Pasar Seni. Fasilitas lalu lintas dan angkutan jalan, berupa rambu petunjuk arah arus masuk maupun arah keluar Pasar Seni serta sirkulasi di area Pasar Seni perlu diterapkan. Jika ruang parkir kendaraan sudah penuh, kendaraan yang akan masuk Pasar Seni perlu ditangani secara khusus, agar tidak menimbulkan antrian panjang di pintu masuk, dengan menyiapkan rambu dilarang masuk karena parkiran penuh. Closed Circuit Television (CCTV) di area Pasar Seni perlu dipasang dan sirkulasi lalu lintas di dalam kawasan Pasar Seni perlu ditata. Pemasangan rambu di kawasan perdagangan tersebut sangat direkomendasikan, karena kondisi saat ini masih minim rambu. Sebagai contoh adalah kurangnya rambu dilarang parkir di bahu jalan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa semua pelaksanaan kegiatan tersebut perlu dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba. Terkait dengan gangguan keselamatan lalu lintas, perlu disediakan lokasi pencucian kendaraan truk pengangkut material sebelum truk tersebut meninggalkan lokasi pembangunan. Jalan di sekitar lokasi proyek yang masih kotor akibat ceceran tanah perlu dibersihkan dengan menyiram air pada sore hari dan pada saat jam istirahat siang atau sehari 2 kali. Roda kendaraan pengangkut tanah atau material bangunan perlu disiram pada saat akan keluar dari lokasi proyek, untuk membersihkan tanah dan kotoran yang masih melekat pada permukaan ban kendaraan proyek pengangkut tanah atau material bangunan. Selain itu, dipasang lampu penerangan jalan pada saat melakukan aktivitas proyek di malam hari dan dipasang lampu peringatan . arning ligh. sementara di sekitar lokasi proyek selama tahap konstruksi, yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan secara umum saat melintas di sekitar lokasi proyek. Perlu disediakan juga papan informasi tentang kegiatan pembangunan pasar, yang bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan yang melewati jalan di kawasan Pasar Seni tersebut. Kendaraan proyek pembangunan juga perlu ditempel stiker atau tanda khusus, yang berfungsi untuk mengontrol muatan kendaraan proyek sehingga terjadinya muatan berlebih . ver loa. Barang-barang muatan yang menonjol melampaui bagian belakang mobil barang tidak boleh melebihi 2. 000 mm dan bagian yang menonjol lebih dari 1. 000 mm harus diberi tanda yang dapat memantulkan Posisi pintu Pasar Seni perlu disesuaikan dengan arah lalu lintas yang akan memanfaatkan pintu tersebut sebagai akses masuk ke Pasar Seni. Gangguan lalu lintas di jalan kawasan Pasar Seni perlu diminimalkan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya yang berhubungan dengan pelarangan parkir di bahu jalan dan pemanfaatan trotoar yang tidak sesuai dengan fungsinya, serta pemasangan lampu penerangan jalan di depan Pasar Seni jika pasar beroperasi sampai malam. Sedangkan penanganan dampak lalu lintas yang terkait dengan gangguan kerusakan jalan adalah meningkatkan struktur jalan masuk atau jalan sementara selama masa konstruksi untuk mendukung mobilisasi kendaraan pengangkut material bangunan keluar masuk proyek atau mendahulukan pembuatan akses bagi kendaraan konstruksi sebelum pembangunan. Selain itu, kendaraan truk pengangkut material yang digunakan tidak melebihi daya dukung jalan yang ada, yaitu kapasitas muat maksimal truk adalah . Ae. m3 atau . Ae. Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesi. Vol. 12 No. 1 Januari 2026: 13Oe22 Perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat pengangkutan tanah dan material bangunan dan peralatan berat dengan radius . Ae. m dari lokasi proyek harus dilakukan. KESIMPULAN Pada studi ini dilakukan analisis kinerja jaringan jalan di Kawasan Bira, sebelum dan sesudah beroperasinya Pasar Seni Bira, di Kabupaten Bulukumba. Studi ini menunjukkan bahwa kinerja lalu lintas di jaringan jalan yang terdapat di Kawasan Bira, sebelum dan setelah beroperasinya Pasar Seni Bira di Tahun 2029 berada pada tingkat pelayanan A. Hal ini berarti bahwa kondisi arus lalu lintas sangat baik dan lancar, dan beroperasinya Pasar Seni Bira tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja lalu lintas di jalanjalan yang terdapat di kawasan lokasi pasar tersebut berada. Studi ini juga memberikan rekomendasi untuk menangani dampak akibat pembangunan Pasar Seni Bira. Penanganan yang direkomendasikan dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu penanganan dampak akibat gangguan kelancaran lalu lintas, penanganan dampak akibat ganggunan keselamatan lalu lintas, dan penanganan dampak akibat gangguan kerusakan jalan. DAFTAR PUSTAKA