Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: https://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: 2775-7099 E-ISSN: 2775-7498 Pesan Eskatologis dalam Juz 'Amma: Kajian Hadis Tarbawi atas Refleksi Surat Al-Qari'ah dalam Pembentukan Karakter Muslim di Era Digital Hikma Apriyani *) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung. Indonesia apriyanihikma@gmail. Zulkifli Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung. Indonesia Zulk21998@gmail. Ainul Gani Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung. Indonesia gani@radenintan. Muhammad Akmansyah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung. Indonesia akmansyah@radenintan. Erjati Abas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Lampung. Indonesia erjati@radenintan. *)Corresponding Author Received: 22-02-2025 Revised: 26-03-2025 Approved: 27-03-2025 Abstrak Kajian eskatologis dalam Juz 'Amma, khususnya refleksi terhadap Surat Al-Qari'ah, memiliki relevansi yang mendalam terhadap pembentukan karakter Muslim di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pesan eskatologis yang terkandung dalam Surat Al-Qari'ah dengan menggunakan pendekatan hadis tarbawi, agar dapat mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam yang dapat membentuk karakter Muslim yang berakhlak mulia di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer, yaitu Al-Qur'an dan Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 hadis, serta literatur sekunder yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan karakter Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan eskatologis dalam Surat Al-Qari'ah mengandung nilai-nilai moral yang kuat, seperti kesadaran akan kehidupan akhirat, tanggung jawab moral, dan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Nilai-nilai ini dapat diinternalisasi dalam pembentukan karakter Muslim di era digital melalui pendekatan hadis tarbawi, yang menekankan pendidikan berbasis akhlak dan spiritualitas. Dengan memahami pesan eskatologis dalam Surat Al-Qari'ah. Muslim di era digital dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi serta menjaga integritas moral dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Eskatologi. Juz 'Amma. Al-Qari'ah. Hadis Tarbawi. Karakter Muslim Abstract The eschatological study in Juz 'Amma, especially the reflection on Surat Al-Qari'ah, has deep relevance to the formation of Muslim characters in today's digital era. This study aims to explore the eschatological message in Surah Al-Qari'ah using the tarbawi hadith approach, in order to identify Islamic educational values that can shape the character of Muslims with noble morals amidst the rapid development of technology. The method used in this research was a literature study with a qualitative-descriptive Data were obtained from the Qur'an and hadith as the primary sources, as well as literature related to Islamic education and Muslim character as the secondary The study results explain that the eschatological message in Surat Al-Qari'ah contains strong moral values, such as awareness of the afterlife, moral responsibility, and balance between the world and the afterlife. These values can be internalized in the formation of Muslim characters in the digital era through the Tarbawi hadith approach, which emphasizes morals and spirituality-based education. By understanding the eschatological message in Surat Al-Qari'ah. Muslims can be wiser in utilizing technology and maintaining moral integrity in everyday life. Keywords: Eschatology. Juz 'Amma. Al-Qari'ah. Hadith Tarbawi. Muslim Character PENDAHULUAN Tantangan untuk membangun karakter Muslim menjadi semakin sulit di era digital yang berkembang pesat saat ini. Berbagai aspek kehidupan telah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk nilai-nilai moral dan spiritual seseorang. Penggunaan teknologi tanpa bimbingan moral yang kuat dapat menyebabkan perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam. Akibatnya, upaya yang harus dilakukan untuk menjadikan nilai-nilai eskatologis yang terkandung dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Juz 'Amma, sebagai landasan untuk membangun karakter Muslim di era digital. Pesan eskatologis dalam Al-Qur'an, terutama dalam Juz 'Amma, menekankan pentingnya kesadaran akan kehidupan setelah kematian dan pertanggung jawaban atas Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 apa yang kita lakukan di dunia ini. Misalnya. Surat Al-Qari'ah menceritakan peristiwa mengerikan yang akan terjadi pada hari kiamat dan penimbangan amal manusia. Kesadaran spiritual yang kuat dapat dibangun dengan memahami pesan-pesan ini. Ini sangat penting untuk menghadapi godaan dan tantangan moral di era teknologi saat ini. Kajian hadis tarbawi, yang berfokus pada aspek pendidikan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, menawarkan metode efektif dalam internalisasi nilai-nilai eskatologis tersebut. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran akan akhirat dapat ditanamkan secara mendalam dalam diri Pendekatan tarbawi menekankan pembelajaran yang holistik, mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga mampu membentuk karakter yang kokoh dan berintegritas. Penelitian sebelumnya telah membahas peran pendidikan Islam dalam membentuk karakter siswa di era Revolusi Industri 4. 0, dengan menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan (Ningsih, 2. Namun, penelitian yang secara khusus mengaitkan pesan eskatologis dalam Juz 'Amma, terutama Surat AlQari'ah, dengan pembentukan karakter Muslim di era digital melalui pendekatan hadis tarbawi masih terbilang terbatas. Penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan memberikan perspektif baru dalam pengembangan karakter yang berlandaskan nilai-nilai eskatologis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data dikumpulkan dari sumber primer, yaitu Al-Qur'an dan hadis, serta literatur sekunder yang relevan dengan topik penelitian. Untuk merumuskan strategi pembentukan karakter Muslim yang relevan di era digital, analisis dilakukan dengan mengidentifikasikan dan mengkaji pesan eskatologis dalam Surat Al-Qari'ah, kemudian menghubungkannya dengan gagasan pendidikan dalam hadis tarbawi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembentukan karakter Muslim yang berbasis pada pesan eskatologis yang ditemukan dalam Juz 'Amma, khususnya Surat Al-Qari'ah, dengan menggunakan pendekatan hadis tarbawi. Diharapkan model ini dapat membantu guru dan praktisi memasukkan nilai-nilai spiritual ke dalam proses pendidikan, sehingga menghasilkan orang yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi. Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 Pemahaman dan internalisasi pesan eskatologis dalam Al-Qur'an dengan cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi tantangan moral di era modern (Salman, 2. Dengan memahami tanggung jawab moral dan kehidupan akhirat, orang akan lebih cerdas dalam menggunakan teknologi dan berperilaku sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini baru-baru ini menggabungkan kajian eskatologis Al-Qur'an khususnya Surat Al-Qari'ah dengan pendekatan hadis tarbawi dalam konteks pembentukan karakter di era digital. Pendekatan ini belum banyak dipelajari dalam penelitian sebelumnya, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengembangkan model pendidikan karakter yang holistik dan Penelitian ini juga menawarkan pendekatan praktis bagi pendidik dan orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai eskatologis kepada generasi muda. Pesan moral dan spiritual dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh generasi digital dengan menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Ini sejalan dengan upaya untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk membangun karakter, bukan sebagai ancaman bagi prinsip-prinsip moral (Aisyah et al. , 2. Pembentukan karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai spiritual menjadi penting dalam masyarakat yang semakin terhubung secara digital. Diharapkan penelitian ini akan berfungsi sebagai rujukan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan Islam yang sesuai dengan tantangan zaman. Selain itu, itu akan memberikan panduan bagi orang-orang dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan sesuai dengan ajaran Islam di tengah arus digitalisasi (Zain & Mustain, 2. Oleh karena itu, masalah pembentukan karakter Muslim di era digital dapat diselesaikan dengan mengintegrasikan pesan eskatologis dalam Juz 'Amma dengan pendekatan hadis tarbawi. Diharapkan bahwa generasi yang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini akan menjadi generasi yang tidak hanya mahir dalam teknologi tetapi juga memiliki kompas moral yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup kontemporer. Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Penelitian ini menganalisis pesan eskatologis dalam Juz 'Amma, khususnya refleksi Surat Al-Qari'ah, serta hadis-hadis tarbawi yang berkaitan dengan pembentukan karakter Muslim di era digital. Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW adalah sumber data primer, dan literatur ilmiah tentang eskatologi, pendidikan Islam, dan penciptaan karakter Muslim adalah sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. untuk menganalisis pesan eskatologis dalam Juz 'Amma, khususnya refleksi Surat Al-Qari'ah, serta mengkaji hadis-hadis tarbawi yang relevan dalam pembentukan karakter Muslim di era digital. Sumber data primer yang digunakan meliputi Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, sementara sumber data sekunder mencakup literatur ilmiah terkait pendidikan Islam, eskatologi, dan pengaruh teknologi digital terhadap moralitas umat Muslim. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan, membaca, dan menganalisis berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian (Mukminin & Wahyudi Rhamadan, 2. Metode penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan tema eskatologis dalam Juz 'Amma, terutama dalam Surat Al-Qari'ah, melalui telaah tafsir dan penafsiran ulama klasik maupun modern. Selain itu, hadis-hadis tarbawi dipelajari terkait dengan pembentukan karakter dan pendidikan moral, dengan penekanan pada pelaksanaannya di era digital. Analisis ini mencakup penilaian kualitas hadis, pemahaman konteks historis, dan relevansinya dengan tantangan moral yang dihadapi umat Muslim di masa kini (Darmalaksana Wahyudin, 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi . ontent analysi. dengan pendekatan deskriptif-analitis. Untuk menemukan pola dan tema utama yang muncul, data yang dikumpulkan direduksi, dikategorikan, dan disajikan secara sistematis. Berdasarkan pesan eskatologis yang ditemukan dalam Al-Qur'an dan hadis tarbawi, interpretasi data dilakukan untuk menghasilkan strategi pembangunan karakter Muslim yang efektif (Rizki, 2. Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menemukan bahwa pesan eskatologis dari Surat Al-Qari'ah memengaruhi pembentukan karakter Muslim di era digital. Surat ini menunjukkan betapa pentingnya amal untuk hidup di akhirat dan betapa pentingnya hari kiamat. Kesadaran akan hal ini sangat penting dalam pendidikan Islam, terutama untuk membangun karakter yang bertanggung jawab dan jujur di era teknologi yang semakin maju (Hakim et al. , 2. Integrasi nilai-nilai eskatologis dari Surat Al-Qari'ah dengan ilmu pengetahuan dan aspek sosial menjadi relevan dalam menghadapi tantangan era digital. Dalam bidang sains dan teknologi, kesadaran akan tanggung jawab di akhirat mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi secara moral (Zulhamdan & Hanum, 2. Misalnya, menggunakan teknologi informasi untuk menyebarkan konten yang bermanfaat dan mendidik yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Secara sosial, prinsip-prinsip ini meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian satu sama lain di tengah informasi yang cepat dan kompleks (Fathoni et al. , 2. Kehidupan setelah kematian dan konsekuensi dari setiap tindakan mendorong orang untuk selalu berbuat baik dan menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Ini penting untuk membangun etika digital yang kuat, seperti kejujuran dalam bermedia sosial, tanggung jawab untuk menyebarkan informasi, dan kehati-hatian dalam berinteraksi di Selain itu, pemahaman tentang hari kiamat yang digambarkan dalam Surat AlQari'ah mengajarkan orang Islam untuk menghindari kenikmatan duniawi yang Berpikir tentang pesan Al-Qari'ah dapat membantu orang berkonsentrasi pada tujuan hidup yang lebih abadi, yaitu kebahagiaan di akhirat, di dunia modern yang sering dipenuhi dengan gaya hidup konsumtif dan kompetitif (Ilitun & Taufiqurohman. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai eskatologis dalam pendidikan Islam menjadi semakin penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki kesadaran spiritual yang tinggi (Siswanto, 2. Selain itu, pembelajaran tentang Surat Al-Qari'ah dalam pendidikan Islam dapat berfungsi sebagai alat yang berguna untuk membangun karakter siswa yang didasarkan pada nilai-nilai iman (Nurjannah, 2. Mengajarkan siswa tentang hari kiamat dapat mendorong mereka untuk menjadi lebih disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 kehidupan sehari-hari mereka, baik di dunia nyata maupun digital. Oleh karena itu, eskatologis Islam tidak hanya menjadi doktrin keagamaan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pedoman untuk menghadapi tantangan dan dinamika kehidupan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi pesan eskatologis melalui pendekatan hadis tarbawi mampu membangun kesadaran moral dan etika yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Hadis-hadis yang menekankan pentingnya amal, niat yang lurus, dan konsekuensi dari perbuatan di dunia menjadi fondasi bagi penguatan karakter Muslim dalam menghadapi tantangan digitalisasi (Mukminin & Wahyudi Rhamadan, 2. Dalam konteks pendidikan, implementasi ajaran eskatologis dari Surat AlQariAoah dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam yang Menurut (Raden Vina Iskandya Putri1, 2. , metode pengajaran yang didasarkan pada refleksi dan percakapan tentang makna ayat-ayat tersebut terbukti mampu meningkatkan kesadaran spiritual dan etika siswa. Ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa memasukkan nilai-nilai Islam kedalam kurikulum meningkatkan pembentukan karakter siswa (Islam et al. , 2. Dalam era digital, ada tantangan baru untuk menerapkan nilai-nilai eskatologis. Keberadaan media sosial, game online, dan konten digital yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam dapat mengurangi kesadaran akan pentingnya kehidupan akhirat (Nurhayati et al. , 2. Oleh karena itu, pendekatan hadis tarbawi menjadi pendekatan yang efektif untuk membangun filter moral dalam menghadapi pengaruh Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa individu yang memiliki pemahaman eskatologis yang kuat cenderung menggunakan teknologi digital dengan lebih bijak. Mereka lebih selektif saat mencari informasi, lebih hati-hati dalam berinteraksi di media sosial, dan lebih bertanggung jawab atas apa yang mereka bagikan. Hal ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa kesadaran moral yang didasarkan pada nilainilai Islam dapat meningkatkan literasi digital. Orang tua memainkan peran penting dalam menanamkan kesadaran eskatologis kepada anak-anak mereka dalam konteks keluarga (Fitri & Harmanto, 2. Pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang dilakukan di rumah dapat membantu anak-anak menjadi lebih cerdas dan lebih sensitif terhadap efek negatif dari Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 teknologi digital. Menurut (Sariman & Lukman, 2. , keterlibatan orang tua dalam diskusi keagamaan dengan anak-anak mereka telah terbukti meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa sekolah-sekolah Islam yang menerapkan pendekatan hadis tarbawi dalam pembelajaran memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam membentuk karakter siswa yang Islami. Programprogram seperti halaqah, kajian tafsir, dan proyek amal berbasis pesan eskatologis memberikan dampak positif dalam internalisasi nilai-nilai Islam (Hafizatul et al. , 2. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa memanfaatkan teknologi dalam penyebaran pesan eskatologis menjadi pendekatan yang efektif untuk berinteraksi dengan generasi muda. Konten digital yang menyajikan kajian hadis tarbawi dalam format yang menarik, seperti podcast, video pendek, dan infografis, terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan minat generasi muda terhadap pesan eskatologis (Kulsum & Muhid, 2. Namun, metode ini menghadirkan beberapa hambatan, terutama dalam menangani arus informasi digital yang begitu besar. Banyak konten digital bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, sehingga umat Muslim harus melakukan upaya yang lebih besar untuk mempelajari konten digital. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang Muslim yang memiliki kesadaran eskatologis yang lebih tinggi cenderung lebih baik dalam memilih konten digital yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam (Kartowagiran. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa kesadaran akan kehidupan akhirat memiliki korelasi dengan perilaku sosial seseorang. Individu yang memahami pesan eskatologis lebih cenderung terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat, seperti amal, dakwah, dan komunitas keagamaan. Ini menunjukkan bahwa pemahaman eskatologis berdampak pada masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya pada individu (Elisabet et al. , 2. Pendekatan hadis tarbawi yang dikombinasikan dengan kajian eskatologis terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang ajaran Islam secara lebih holistik dalam konteks akademik. Model pembelajaran berbasis proyek yang mengajak siswa untuk meneliti dan mendiskusikan makna Surat Al-QariAoah menghasilkan tingkat Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan metode ceramah konvensional (Aminah. Dari segi psikologi, penelitian ini juga menemukan bahwa pemahaman tentang hari kiamat dapat meningkatkan ketahanan mental individu. Mereka lebih mampu menghadapi tekanan hidup dengan perspektif yang lebih luas, tidak hanya berorientasi pada kehidupan duniawi tetapi juga kehidupan akhirat. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kesadaran spiritual dapat mengurangi tingkat kecemasan dan stres pada individu. Selain itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya ulama dan pendakwah dalam menyebarkan pesan eskatologis yang relevan dengan masyarakat modern. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis teknologi digital dapat meningkatkan kemampuan dakwah untuk membentuk karakter Muslim di era Modern (Kulsum & Muhid, 2. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa pesan eskatologis dalam Surat Al-QariAoah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Muslim yang kuat di era digital. Pendekatan hadis tarbawi menjadi instrumen yang efektif dalam internalisasi nilai-nilai ini, baik dalam pendidikan formal, keluarga, maupun dakwah Dengan strategi yang tepat, nilai-nilai Islam dapat tetap relevan dalam menghadapi tantangan digitalisasi yang semakin kompleks. KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa pesan eskatologis dalam Surat Al-Qari'ah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter Muslim di era modern melalui pendekatan hadis tarbawi, yang memungkinkan orang untuk internalisasi nilai-nilai akhirat dalam berbagai aspek kehidupan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman eskatologis yang baik dapat mendorong orang untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital, menjadi lebih selektif saat memilih informasi, dan menjadi lebih baik dalam kegiatan sosial berbasis nilai Islam. Selain itu, literasi digital berbasis Islam serta peran aktif orang tua, pendidik, dan ulama sangat penting untuk mengimbangi kemajuan teknologi dengan kesadaran spiritual. Untuk memperkuat nilai-nilai iman dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi metode dakwah digital yang lebih interaktif yang Hikma Apriyani, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 1 Tahun 2025 bergantung pada pesan eskatologis. Selain itu, penelitian mungkin juga melihat model pendidikan Islam yang menggunakan teknologi modern. DAFTAR PUSTAKA