Evada El Ummah Khoiro JURNAL Edueco Universitas Balikpapan KEBIJAKAN HILIRISASI SUMBER DAYA ALAM MINERAL DI INDONESIA: ANALISIS BIBLIOMETRIK Evada El Ummah Khoiro Politeknik NSC Surabaya pos-el: evadaelummah. k@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berupaya mengungkap tren penelitian terkait kebijakan pemerintah Indonesia dalam hilirisasi sumber daya alam mineral sebagai sumbangsih perguruan tinggi dalam kebaruan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan penelusuran literatur dengan menggunakan teknik analisis bibliomterik. Data tersebut mencakup 994 artikel yang diterbitkan di jurnal yang terindeks Google Scholar antara tahun 2001 hingga 2024. Teknik analisis data memanfaatkan aplikasi HarzingAos Publish or Perish dan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan banyak peneliti yang membahas mengenai kebijakan hilirisasi sumber daya alam mineral, khususnya Regulasi atas ekspor dan kebijakan hilirisasi pertambangan juga menjadi topik yang banyak diteliti dalam beberapa tahun belakangan . Hal ini selaras dengan pelarangan ekpor bijih nikel dan sumber daya oleh pemerintah Indonesia yang banyak mendapat tentangan dari organisasi perdagangan dunia seperti Uni Eropa. Kata kunci : kebijakan, hilirisasi, nikel, pertumbuhan ekonomi ABSTRACT This research seeks to reveal research trends related to Indonesian government policy in downstreaming natural resources as a contribution of universities to new knowledge and sustainable development. The research method uses literature searches using bibliometric analysis techniques. This data includes 994 articles published in journals indexed by Google Scholar between 2001 and 2024. The data analysis technique utilizes the Harzing's Publish or Perish application and VOSviewer. The research results show that many researchers are discussing policies for the downstreaming of natural resources, especially nickel. Regulation of exports and mining downstream policies have also become topics that have been widely researched in recent years . This is in line with the ban on exports of nickel ore and resources by the Indonesian government, which has received much opposition from world trade organizations such as the European Union. Keywords: policy, downstreaming, nickel, economic growth PENDAHULUAN Indonesia dengan kekayaan alam terutama mineral dan logam seperti nikel, bauksit, emas, perak, tembaga, timah, dan lain-lain. Indonesia mempunyai peranan penting dalam penyediaan bahan baku dan pemasok sumber daya mineral terutama nikel, timah, dan bauksit. The USGS (United States Geological Surve. dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat nikel Indonesia merupakan yang terbesar ke dua di dunia, sementara bauksit menjadi yang terbesar keempat di dunia. Sumber daya nikel Indonesia berupa bijih sebesar 128 ton dengan total cadangan 841 ton bijih. Sementara untuk bauksit sendiri total sumber daya yang dimiliki berupa bijih sebanyak 7. ton dengan total cadangannya dalam bentuk bijih sebesar 2. 035 ton di tahun 2023 (Badan Geologi Kementerian ESDM. Kebijakan Hilirisasi Indonesia Sumber daya alam (SDA) sektor pertambangan ini belum dikelola dengan Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Evada El Ummah Khoiro JURNAL Edueco Universitas Balikpapan optimal dimana banyak perusahaan Sebelumnya pengelolaan hulu . yang memiliki nilai ekonomi rendah (Siombo. Sebagai upaya pelestarian sumber daya mineral Indonesia membangun smelter . (Hanif & Suherman. Kebijakan ini juga disertai dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai penggerak utama mesin pengolah nikel (Monica Wulandari et al. , 2. Tentunya hal ini akan membutuhkan biaya yang besar karena dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni serta pembangunan infrastruktur smelter. Dengan kata lain, jika memang harus mengekspor, maka sebaiknya adalah barang jadi, atau hasil dari olahan bahan mentah. Dibandingkan ekspor kelapa sawit lebih baik lipstik atau racikan kimia. Dibandingkan ekspor bauksit, lebih baik produk aluminium (Ika, 2. Tentangan dari Uni Eropa Kebijakan hilirisasi Indonesia tidak semulus yang diperkirakan. Selain dari segi biaya dan kebutuhan investasi yang besar. Indonesia juga mendapatkan penentangan dari organisasi perdagangan luar negeri. Uni Eropa menentang kebijakan pemerintah Indonesia yang menghentikan ekspor bijih nikel, hingga sengketa ekspor baja dan minyak kelapa sawit (Riyadi et al. , 2. Uni Eropa cukup tergantung pada nikel Indonesia, dimana ekspor mineral mentah memiliki nilai ekonomi yang rendah. Upaya Indonesia yang ingin mengolah nikel menjadi lithiumbattery dan stainlesteel, ditentang Uni Eropa karena dianggap merugikan Unfair and Disadvantages bagi industri domestiknya. Gugatan Uni Eropa dibawa ke World Trade Organization (WTO) dan dianggap Indonesia melanggar komitmen dengan tidak memberikan akses yang luas bagi perdagangan internasional (Febriani. Prasetya, 2023. Riyadi et al. , 2. Sengketa antara Indonesia dan Uni Eropa yang diajukan ke WTO menyatakan bahwa Indonesia melanggar Pasal XI. 1 GATT 1994 terkait kebijakan larangan ekspor dan pengolahan mineral Menanggapi hal ini. Indonesia mengajukan banding dan tetap pada kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel (Jason et al. , 2. Hal ini dilihat sebagai langkah yang berani demi hilirisasi sektor Penelitian ini berusaha mengkaji kebijakan hilirisasi sumber daya alam mineral di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tren terkait kebijakan hilirisasi dan bagaimana hubungannya dengan ekspor, regulasi, dan pertumbuhan ekonomi berdasarkan analisis bibliometrik. Studi bibliometrik akan menunjukkan jaringan kolaborasi penulisan oleh para peneliti dan tambahan wawasan keilmuan, dan gap Studi ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi area penelitian yang masih perlu dieksplorasi dalam literatur akademik dalam kaitannya dengan kebijakan pemerintah terkait hilirisasi SDA. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan analisis Bibliometrik perkembangan kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA) mineral di Indonesia. Data dikumulkan dari Google Scholar yang relevan dengan kata kunci hilirisasi Evada El Ummah Khoiro JURNAL Edueco Universitas Balikpapan . sumber daya alam yang dilakukan di Indonesia. Analisis data VOSviewer (Versi 1. VOSviewer digunakan untuk untuk menampilkan visualisasi dan cooccurrence, pengutipan, dan kata kunci . Data publikasi dikumpulkan dalam rentang waktu tahun 2001-2024 yang Sebanyak 994 publikasi dikumpulkan sebagai sampel penelitian. Data tersebut software HarzingAos Publish or Perish untuk di-screening. Setelah melalui menggunakan software Mendeley agar data lebih terspesifikasi. Selanjutnya, data akan divisualisasikan dalam mapping data VOSviewer. Tahapan terakhir adalah analisis melalui kajian literatur dan perkembangan, dan implikasi kebijakan hilirisasi sumber daya alam mineral mempengaruhi ekonomi Indonesia. Tabel 1 menyajikan merik data yang relevan dalam periode 2001-2024. Sebanyak 994 publikasi dterbitkan dalam periode 23 tahun, dimana total kutipan Rerata publikasi dikutip sebanyak 4,3 kutipan. Tiap peneliti ratarata mempublikasikan penelitiannya sebanyak 2,37 paper. H-indeks sebanyak 31 menunjukkan jumlah artikel yang memiliki setidaknya h jumlah kutipan. Angka ini artinya tingkat dampak yang cukup signifikan atas topik ini. Pengukuran ditunjukkan oleh g-indeks sebesar 46. Tabel 1. Metrik Sitasi Publication Years Citation Years 23 . Papers Citations Cites/year 185,70 Cites/paper 4,30 Cites/author 2516,47 Papers/author 573,35 Authors/paper 2,37 h-index g-index hI,norm hI,annual 0,96 hA-index Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Sumber: Output HarzingAos Publish or Perish, 2024 H-I,norm sebesar 22 menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki dampak yang cukup signifikan dibandingkan ratarata di bidangnya. Pertumbuhan dampak setiap tahun ditunjukkan oleh H-I,annual sebesar 0,96. Terakhir, indeks hA sebesar 16 menunjukkan bahwa sejumlah peneliti telah memberikan dampak signifikan dalam kontribusi mereka terhadap penelitian ini. Secara keseluruhan, data ini mencerminkan sejarah dan dampak substansial dari penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu 2001-2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Bibliometrik digunakan untuk melihat pola literatur dan tren penelitian atau topik di masa mendatang. VOSviewer visualisasi dan representasi grafis dari peta bibliometric besar dengan cara yang mudah diinterpretasikan . an Eck & Waltman, 2. VOSviewer Network Visualization pengklasifikasian literatur berdasaran topik atau tema yang serupa. Hasil Network Visualization ditunjukkan ada Visualisasi yang kompleks dengan topik kebijakan hilirisasi SDA di Evada El Ummah Khoiro Indonesia direpresentasikan dengan SDA Nikel. Nikel sebagai sumber daya alam mineral yang tidak dapat diperbaharui, telah menjadi topik yang dianggap menarik oleh peneliti. Gambar 1. Network Visualization Sumber: Analisis data dengan VOSViewer. Warna-warna yang ditunjukkan oleh Network Visualization pengelompokan topik yang berbeda. Terdapat 5 warna yang berbeda yaitu merah, ungu, biru, kuning, dan hijau. Kesamaan warna dan saling berkaitan menunjukkan hubungan yang saling berkaitan dalam topik yang sama. Berdasarkan kesamaan topik dapat dibagi menjadi 5 kelompok atau klaster. Warna merah direpresentasikan dengan 11 Warna biru direpresentasikan Warna direpresentasikan dengan 5 istilah. Warna kuning direpresentasikan dengan 6 istilah. Warna hijau direpresentasikan dengan 8 Tabel 2. Klaster dan Komposisi Klaster Klaster Warna Komposisi klaster Merah Sengketa. Uni Eropa, pertambangan, nikel, kebijakan, world trade organization, dan WTO Biru Perubahan pertumbuhan ekonomi. Ungu Evaluasi. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan regulasi, performance. SWOT Kuning Adopsi, inovasi, produktivitas Hijau Kompetisi, ekonomi, daya alam, budaya organisasi, paradigma Sumber: data diolah dengan VOSViewer. Analisis VOSviewer adalah Overlay Visualization. Gambar 2 dibawah menunjukkan tren penelitian atau publikasi dari tahun ke tahun, yaitu mulai dari periode 20012024. Semakin terang warna yang ditunjukkan artinya tahun publikasi atas topik tesebut semakin baru. Gambar 2. Overlay Visualization Sumber: Output analisis dengan VOSViewer. Topik penelitian hilirisasi sumber daya alam terutama nikel, keberlanjutan, dan pertumbuhan ekonomi banyak menjadi tren sekitar tahun 2022-2024. Sementara itu istilah perubahan iklim, produktivitas, sosial, adopsi, perubahan iklim menjadi topik utama di tahun 2021. Tahun 2020 banyak topik seperti entrepreneur, dan inovasi yang menjadi tren penelitian. Tabel 3 dbawah ini akan menunjukkan literatur-literatur yang banyak disitasi. Semakin banyak sitasi Evada El Ummah Khoiro JURNAL Edueco Universitas Balikpapan menunjukkan dampak pengembangan keilmuan dalam topik kebijakan hilirisasi SDA di Indonesia. Tabel 2. Artikel yang banyak disitasi No. Sitasi Nama Judul Tahun INS Arida. N Sukma. N Sukma Kajian kriteria-kriteria desa wisata instrumen dasar Ermawati. Y Saptia Kinerja ekspor minyak kelapa sawit Indonesia MCB Umanailo Integration of Community Empowerment Models (Pengintegrasian Model Pemberdayaan Masyaraka. Peluang Indonesia dalam ASEAN 2015 H Wangke R Prayuda AP Afin. BFT Kiono Strategi Indonesia dalam konsep Blue Economy pesisir di era ekonomi Asean Potensi energi batubara serta teknologinya di indonesia tahun 2020Ae2050: Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Rahayu. F Sugianto Implikasi Kebijakan Dan Diskriminasi Pelarangan Ekspor Dan Impor Minyak Kelapa Sawit Dan Bijih Nikel Terhadap Perekonomian Indonesia A Redi. L Marfungah Perkembangan mineral dan batubara di Indonesia Rimbawati. Z Siregar. M Yusri Penerpan Pembangkit Tenaga Surya Pada Objek Wisata Kampung Sawah Guna Mengurangi Biaya Pembelian Energi Listrik B Irawan. NI Soesilo Dampak industri kelapa sawit terhadap permintaan CPO pada industri Sumber: Output HarzingAos Publish or Perish. Analisis yang ketiga adalah Density Visualization yang menunjukkan semakin cerah warnanya artinya topik tersebut banyak dikaji. Sebaliknya, semakin gelap warna suatu istilah maka semakin jarang dihubungkan dengan topik utama. Area yang terang menunjukkan topik tersebut semakin menjadi fokus utama, karena warna suatu titik pada gambar bergantung pada jumlah titik di sekitar titik tersebut dan pentingnya titik di sekitarnya . an Eck & Waltman. Lebih ditunjukkan pada gambar 3 dibawah ini Evada El Ummah Khoiro Gambar 3. Density Visualization Sumber: Output Analisis dengan Viewer, 2024 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan VOS Berdasarkan gambar di atas, warna-warna terang berada disekitar area dengan istilah nikel, hilirisasi. Uni Eropa, adopsi,produktivitas. Hal ini menunjukkan topik tersebut banyak dikaji oleh banyak peneliti terdahulu. Hal ini menunjukkan kejenuhan yang tinggi, dan tidak Sebaliknya, topik seperti regulasi, evaluasi, ekpor, dan sosial, bisa menjadi topik yang direkomendasikan untuk diteliti. KESIMPULAN Indonesia kaya akan sumber daya alam baik yang bisa diperbaharui,maupun yang tidak dapat diperbaharui. Sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo pemerintah berupaya melakukan hilirisasi sumber daya alam mineral seperti nikel, bauksit, batubara, dan lain-lain (Hanif & Suherman, 2023. Monica Wulandari et , 2. Hilirisasi akan menaikkan nilai peningkatan investasi untuk penerimaan negara (Siombo, 2. Pentingnya kebijakan hilirisasi akan berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Pengelolaan smelter dan hilirisasi akan meningkatkan ketahanan industri nasional dan memperkuat posisi ekonomi Indonesia dipasar internasional. Jurnal Edueco Volume 7 Nomor 2 Desember 2024 Terdapat beberapa keterbatasan yang dapat menjadi saran perbaikan bagi Keterbatasan pertama adalah penggunaan kata kunci kebijakan hilirisasi SDA di Indonesia menjadikan generalisasi temuan lebih Penelitian di masa depan dapat memperluas wilayah geografis, dan rentang waktu yang lebih panjang. Keterbatasan kedua adalah kajian perkembangan seiring dengan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah Indonesia. Penelitian ke depannya tidak menutup kemungkinan akan mengkaji hilirisasi sumber daya yang lain mengingat akan dibangunnya smeltersmelter baru di Indonesia (Hanif & Suherman, 2023. Monica Wulandari et , 2023. Siombo, 2. Pembangunan smelter ini tentu tidak lepas dari kebijakan pemerintah negara lain yang mungkin menentang rencana pemerintah Indonesia, seperti yang dilakukan Uni Eropa (Febriani, 2024. Jason et al. , 2024. Riyadi et al. , 2. DAFTAR PUSTAKA