JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:261-275 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak n page 1 Pengaruh Emotional Intelligence. Pola Komunikasi. Dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Sugeng Widagdo1. Mawar Hidayanti2 Manajemen. Sekolah Tnggi Ilmu Ekonomi Bima. NTB. Indonesia Email: sugeng201274@gmail. Manajemen. Sekolah Tnggi Ilmu Ekonomi Bima. NTB. Indonesia Email : mawarh. stiebima@gmail. Article Info Article history: Received 13 Oktober 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember ABSTRACT Performance is the employee's ability to complete work during the activity period according to the standards determined by the Employee performance will be effective and efficient if interactions with co-workers and superiors are open, that is, giving freedom to express thoughts and ideas as a form of feeling supported by superiors who are always able to encourage and pay attention to seeing work challenges into opportunities. This research aims to determine the influence of emotional intelligence, communication patterns and transformational leadership on the performance of Bima Housing and Settlement service employees. The population in this study were 63 employees at the Bima Housing and Settlement Department, especially the Bima City Housing. Settlement and Land Department, with a sampling technique using purposive sampling, namely 38 civil servant employees as Data collection techniques using questionnaires. The data analysis technique uses multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 27. The results of this study partially show that the emotional intelligence variable has a negative and insignificant effect on employee performance, the communication pattern variable has an insignificant effect on employee performance, and the transformational leadership variable has a positive and significant effect on performance. Simultaneously, the variables emotional intelligence, communication patterns and transformational leadership have a positive and significant effect on employee performance PENDAHULIAN Keberhasilan istansi karena adanya manajemen keorganisasian merupakan kegiatan mengelola sumber daya manusia secara baik dan terarah guna mencapai tujuan organisasi yang efisien dan Menurut R. Putri . Kinerja dapat diartikan penyelesaian tugas dengan baik pemberian pelayanan masyarakat dalam suatu periode tertentu untuk mewujudkan visi organisasi menetapkan sasaran kinerja yang efektif dan standar pekerjaan yang dapat diukur dan dipahami secara jelas Received Agustus 13, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 kuantitas pekerjaan, kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, efektifitas dan kemampuan kerja sama. Setiap usaha manajemen kinerja ditujukan dapat digunakan untuk mendorong kinerja dalam mencapai tingkat tertinggi pada setiap organisasi . awu et. Faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai salah satunya emotional intelligence . ecerdasan emosiona. adalah kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati dan berdoa. Menurut Prati dalam Gani N, kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk membaca dan memahami orang lain, dan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan untuk mempengaruhi orang lain melalui pengaturan dan penggunaan emosi. Berdasarkan pendapat tersebut kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengendalikan emosi pada situasi dan kondisi tertentu agar dalam menyampaikan ide dan gagasan kepada pegawai supaya mendapat respon yang positif yakni lebih bersemangat mengerjakan tugas sebagai bentuk perasaan yang dihargai. Ada 4 . karakteristik emotional intelligence yang harus dimiliki pimpinan yakni. kemampuan untuk merasakan emosi, . kemampuan dalam menempatkan emosi, . kemampuan untuk mengetahui penyebab emosi dan atau . kemampuan untuk mengelola emosi. Selain itu faktor komunikasi memiliki peran penting dalam organisasi untuk penukaran informasi yang dapat meningkatkan kinerja. Menurut Mangkunegara komunikasi adalah proses pemindahan suatu informasi, ide, pengertian dari seseorang kepada orang lain dengan harapan orang lain dapat menginterpretasikannya sesuai dengan tujuan yang dimaksud. Komunikasi dalam perusahaan terdapat dua konteks atau pola yakni. komunikasi di dalam perusahaan . nternal communicatio. dan komunikasi berlangsung di luar perusahaan . xternal communicatio. Komunikasi internal baik itu vertikal, horizontal maupun diagonal, dan ada kesalapahaman di dalam perusahaan. Kesulitan ini disebabkan oleh karakteristik psikologis seperti kesalapahaman, keegoisan, kurangnya keterbukaan antara pegawai, perasaan tertekan dan lain-lain yang tidak mengarah pada komunikasi yang efektif dan pada akhirnya mempersulit pencapaian tujuan organisasi pun sulit untuk dicapai. Faktor kepemimpinan transformasional juga berperan mempengaruhi kinerja, dimana kepemimpinan transformasional yang menciptakan hubungan yang harmonis kepada pegawai, memberikan rasa tentram dalam bekerja dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berkualitas menjadi harapan organisasi. Menurut Rafik A et al menggambarkan bahwa kepemimpinan transformasional pada tahap tengah memiliki karakteristik yang menunjukkan perilaku karismatik, memunculkan motivasi inspirasional, memberikan stimulasi intelektual dan memperlakukan karyawan dengan memberikan perhatian kepada individu. Dari Latar belakang yang telah diuraikan dapat dibuat rumusan masalah yaitu Berdasarkan uraian latar belakang dalam penelitian ini maka, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut Apakah emotional intelligence berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai . Apakah pola komunikasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai ? ,Apakah Kepemimpinan transformasional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai ? ,Apakah emotional intelligence, pola komunikasi dan kepemimpinan transformasional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai?Urgensi dari penelitian ini merupakan Kajian pengaruh emotional JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 intelligence. Pola Komunikasi, dan kepemimpinan transformasional sebagai variable yang mempengaruhi peningkatan kinerja Individu maupun kinerja organisasi. METODE PENELITIAN Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dikarenakan penelitian kuantitatif memberikan objektivitas, dimana hipotesis diuji dengan mengumpulkan data, dan kriteria statistik diterapkan untuk menilai tindakan sehingga teruji (Hair, 2. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan explanatory survey yakni melalui pengumpulan data dari responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan skala likert berisi daftar pertanyaan kepada responden untuk dijawab. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 62 orang pegawai (PNS 38 dan Tenaga Kontrak 24 orang. Teknik sampling porposive sampling dengan kriteria yang sudah di nilai SKPnya. Analisis data Menggunakan SPSS 27. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Dari hasil pengujian uji validitas yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS 0 maka dapat dinyatakan bahwa variabel emotional intelligence, pola komunikasi, dan kepemimpinan transformasional serta variabel kinerja pada keseluruhan instrumen akan dinyatakan valid. Apabila nilai pearson correlation . hitung > nilai ditribusi . -kriti. Dapat disimpulkan dari hasil tersebut bahwa instrumen didalam penelitian ini dinyatakan valid pada tabel 4. 1 berikut: Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Variabel Emotional IntelligenceI (X. Pola Komunikasi (X. dan Kepemimpinan Transformasional (X. Terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y) Variabel Penelitian Emotional Intelligence (X. Pernyataan/Per Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Nilai r Hitung Nilai r Kritis = 0,300 Keterangan 0,460 0,400 0,614 0,576 0,614 0,637 0,441 0,482 0,681 0,719 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Pola Komunikasi (X. Kepemimpina Transformasio nal (X. Kinerja Pegawai (Y) Item 11 Item 12 Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 0,376 0,544 0,665 0,835 0,710 0,754 0,829 0,729 0,711 0,649 0,774 0,581 0,730 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 0,484 0',445 0,646 0,727 0,697 0,503 0,507 0,569 0,703 0,684 0,689 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 0,612 0,377 0,475 0,361 0,732 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 0,300 Valid Valid Valid Valid Valid Valid JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Item 7 0,566 0,300 Valid Item 8 0,591 0,300 Valid Item 9 0, 628 0,300 Valid Item 10 0,666 0,300 Valid Item 11 0,520 0,300 Valid Item 12 0,692 0,300 Valid Item 13 0,666 0,300 Valid Sumber Data : Hasil Pengolahan Data SPSS V. 27 tahun 2024 Dari tabel 4. 1 diatas menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan/pernyataan instrumen penelitian pada variabel emotional intelligenceI, pola komunikasi, dan kepemimpinan tranformasional terhadap kinerja pegawai dapat dinyatakan valid dikarenakan r hitung > r standar = 0. Uji Reliabilitas Pengukuran reliabilitas instrumen dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran sekali saja dengan alat bantu SPSS versi 27. Uji statistik Cronbach Alpha . Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0. Realibilitas instrumen variabel emotional intelligenceI, pola komunikasi, dan kepemimpinan tranformasional terhadap kinerja pegawai dengan bantuan SPSS ersi 27 dijelaskan pada tabel 4. Tabel 4. Uji Reliabilitas Variabel Emotional Intelligence. Pola Komunikasi, dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Cronbach's Nilai Variabel Jumlah n Alpha Standar Keterangan Emotional Intelligence 0,702 0,600 Reliabel Pola Komunikasi 0,914 0,600 Reliabel Kepemimpinan 0,825 0,600 Reliabel Kinerja pegawai 0,86 0,600 Reliabel Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V. 27 tahun 2024 Dari table 4. menunjukkan bahwa instrumen variabel intelligenceI, pola komunikasi, dan kepemimpinan tranformasional terhadap kinerja pegawai semua reliabel, dikarenakan Cronbach Alpha > nilai standar Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Pengujian normalitas data dalam penelitian ini menggunakan metode grafik. Kenormalan sisaan regresi Dua variabel yakni variabel independen dan variabel dependen dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Dari gambar 1, terlihat titik menyebar di sekitar garis diagonal, dimana penyebarannya mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi layak dipakai untuk prediksi variabel independen dan variabel dependen memenuhi asumsi normalitas. Untuk menegaskan hasil uji normalitas diatas, maka akan dilakukan uji Kolmogrov-Smirnov dengan hasil sebagai berikut : Tabel 4. Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Asymp. Sig. -taile. c Unstandardized Residual Test distribution is Normal. Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V 27 Tahun 2024 Dari Tabel 4. di atas dengan menggunakan Uji one sample kolomogrofsmirnov test diperolah nilai Asymp Sig. -taile. = 0,200. Jika dibandingkan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 dengan nilai signiikansi 0. 05, maka probalilitas sig. Lebih besar dari pada taraf uji penelitian . ,200>0,. artinya nilai residual regresi berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji ada tidaknya variabel yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model. Gejala multikolinearitas dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan sebagai berikut : Tolerance value < 0,10 atau VIF > 10 maka terjadi multikolinearitas Tolerance value > 0, 10 atau VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas variable independen dan varianbel dependen diuraikan pada tabel 4. 4 berikut : Tabel 4. 4 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error 11,71 4,343 Standar Coeffici Beta 2,697 Sig. 0,011 Collinearity Statistics Toleran VIF Emotional Intelligence (X. -0,122 0,127 -0,111 0,962 0,343 0,390 2,561 Pola Komunikasi (X. 0,091 0,131 0,090 0,695 0,492 0,311 3,219 0,906 5,388 0,000 0,183 5,477 Kepemimpinan 0,994 0,185 Transformasiona l (X. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V. 27 Tahun 2024 Dari table di atas menunjukkan bahwa variabel emotional intelligence (X. , pola komunikasi (X. , dan kepemimpinan transformasional (X. serta variabel kinerja pegawai (Y) memperoleh nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat disimpukan tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji Heteroskedasitas Berdasarkan uji scatterplot ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya dapat dilihat pada gambar 4. 2 berikut: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Gambar 4. Uji Heteroskedasitas Berdasarkan gambar 4. scatterplot di atas dapat diihat bahwa titik-titik plot tidak membentuk pola tertentu, dan cenderung menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini mengidentifikasikan ridak ada terjadi heteroskedasitas pada model regresi, sehingga model regresi layak untuk di pakai memprediksi variabel Kinerja Pegawai (Y). Uji Autokorelasi Hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4. 5 berikut: Tabel 4. 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error Adjusted of the DurbinModel R Square R Square Estimate Watson 0,824 0,809 2,40785 1,861 Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V 27 Tahun 2024 Berdasarkan output SPSS pada tabel 4. di atas diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1. 861 dengan jumlah sampel 38 responden dan jumlah variabel independen 3 . dengan dU sebesar 1,6563 serta 4-dU sebesar 2,3437, maka nilai DW terletak diantara dU < dW < 4-dU atau . ,6563 < 1,861 < 2,3437 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi pada model regresi penelitian ini. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 27 diperoleh analisis regresi linear berganda sebagai berikut: Tabel 4. 6 Hasil Uji Regresi Liear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Standardized Coefficients Sig. 2,697 0,011 11,715 Std. Error 4,343 Beta Emotional Intelligence (X. -0,122 0,127 -0,111 -0,962 0,343 Pola Komunikasi (X. 0,091 0,131 0,090 0,695 0,492 Kepemimpinan Transformasional (X. 0,994 0,185 0,906 5,388 0,000 Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V. 27 tahun 2024 Dari hasil analisis regresi linear berganda sebagai berikut : mendapatkan model persamaan Y = 11. 715 Ae 0. 122 X1 0. 091 X2 0. 994 X3 Persamaan tersebut menjelaskan yakni. Nilai kostanta sebesar 11. 715 yang menyatakan jika variabel emotional intelligence, pola komunikasi, dan kepemimpinan transformasiona nilainya 0 maka kinerja pegawai nilainya sebesar 11. Koefisien emotional intelligence (X. sebesar (-0. berarti peningkatan variabel emotional intelligence sebesar 1% maka kinerja pegawai akan menurun sebesar 0. 122 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai Koefisien pola komunikasi (X. 091 berarti peningkatan variabel pola komunikasi sebesar 1% maka kinerja pegawai akan menurun sebesar 091 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. Koefisien kepemimpinan transformasional (X. 091 berarti peningkatan variabel kepemimpinan transformasional sebesar 1% maka kinerja pegawai akan menurun sebesar 0. 091 dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. Koefisien Korelasi Berganda JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 27 diperolah nilai korelasi berganda sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Korelasi Berganda Model Summaryb Model R Square 0,824 Adjusted R Square 0,809 Std. Error of the Estimate 2,40785 Durbin-Watson 1,152 Predictors: (Constan. Kepemimpinan Transformasional (X. Emotional Intelligence (X. Pola Komunikasi (X. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber Data : hasil pengolahan SPSS V. 27 Tahun 2024 Berdasarkan table 4. di atas menunjukkan nilai koefisien korelasi berganda 908 berarti tingkat keeratan hubungan antara variabel variabel emotional intelligence, pola komunikasi, dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai berada pada tingkat hubungan yang sangat kuat. Koefisien Determinasi Hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 27 diperoleh hasil uji koefisien determinasi sebagai berikut : Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square 0,824 Adjusted R Square 0,809 Std. Error of the Estimate 2,40785 DurbinWatson 1,152 Predictors: (Constan. Kepemimpinan Transformasional (X. Emotional Intelligence (X. Pola Komunikasi (X. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber Data : Hasil Pengolahan SPSS V. 27 Tahun 2024 Berdasarkan table 4. di atas diperoleh nilai koeisien determinasi sebesar 824 berarti kontribusi pengaruh variabel emotional intelligence, komunikasi, dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai 4%, sedangkan sisanya 17. 6% dipengaruhi variabel lain variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti kegairahan kerja, pengawasan dan budaya organisasi. Uji Signifikansi secara parsial (Uji . Uji t untuk mengetahui Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 (Constan. 11,715 Std. Error 4,343 Emotional Intelligence (X. -0,122 0,127 Pola Komunikasi (X. 0,091 Kepemimpinan Transformasional (X. 0,994 Beta 2,697 0,011 -0,111 -0,962 0,343 0,131 0,090 0,695 0,492 0,185 0,906 5,388 0,000 Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Sumber Data : Hasil pengolahan SPSS V. 27 Tahun 2024 H1. Pengaruh Emotional Intelligence terhadap Kinerja Pegawai Hasil statistik Uji t untuk variabel emotional intelligence (X. diperoleh nilai t hitung sebesar -0. 962 dengan nilai t tabel . =34 sebesar 2. maka t hitung lebih kecil dari pada t tabel (-0. 962<2. dan nilai signifikan 343 lebih besar dari pada taraf signifikansi 0. 343>0. maka hipotesis menyatakan bahwa emotional intelligence berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai H1 ditolak dan H0 diterima. Disebabkan kemampuan pegawai mengelola emosi yang mempengaruhi perilaku setiap pegawai dalam mengatasi permasalahan pada dirinya sudah baik. Tanpa adanya kecerdasan emosional dari atasan, pegawai mampu menyelesaikan dan menemukan solusi dalam permasalahan yang dihadapi pada saat menjalankan tugas. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Borman dan westi . serta didukung oleh Millah Et. al 2023 yang menyatakan Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligenc. tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh bahwa Emotional Intelligence mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. H2. Pengaruh Pola Komunikasi terhadap Kinerja Pegawai Hasil statistik Uji t untuk variabel pola komunikasi (X. diperoleh nilai t hitung sebesar 0. 695 dengan nilai t tabel . =34 sebesar 2. 043, maka t hitng lebih kecil dari t tabel . 695<2. dengan nilai signifikan 0. 492 lebih besar dari nilai sig 0. 492>0. , maka hipotesis menyatakan pola koomunikasi berpengaruh positif tidak signifikan secara pasial terhadap kinerja pegawai artinya H2 ditolak H0 diterima, disebabkan pegawai dapat dengan penuh keleluasaan untuk mengemukakan gagasan dan pendapatnya pada atasan maupun dengan rekan kerja . Penelitian ini sejalan dengan penelitian Dendhana Et. menunjukkan bahwa komunikasi berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 kinerja, akan tetapi bertentangan dengan penelitian J Giovanni . yang menyatakan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja H3. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai Hasil statistik uji t untuk variabel kepemimpinan transformasional (X. diperoleh nilai t sebesar 5. 388 dengan nilai t tabel . =34 sebesar 2. dengan nilai signifikan 0. 000 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 0. 000<0. , maka hipotesis menyatakan kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai diterima. Hal ini disebabkan atasan mampu membangkitkan semangat pegawai baik secara personal maupun bekerja secara tim yang dapat meningkatkan kinerja Penelitian ini sejalan dengan penelitian anggriani Et. dan penelitian deddy menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap kinerja pegawai. Disebabkan Uji F (Simulta. ANOVAa Model 1 Regression Sum of Squares 925,851 Residual Total Mean Square 308,617 197,123 5,798 1122,974 53,231 Sig. Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Predictors: (Constan. Kepemimpinan Transformasional (X. Emotional Intelligence (X. Pola Komunikasi (X. Sumber Data : Hasil pengolahan SPSS V. 27 Tahun 2024 H4. Pengaruh Emotional Intelligence. Pola Komunikasi. Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai Hasil statistik Uji F . hasil analisis SPSS diperoleh nilai F sebesar 53,231 dengan nilai F tabel sebesar 2. 880, maka F hitung lebih besar dari pada F tabel . ,231>2,. Dengan nilai signifikan sebesar 0. 000 lebih kecil dari pada nilai taraf signifikansi 0. 000<0. maka hipotesis menyatakan variabel emotional intelligence, pola komunikasi, kepemimpinan transformasional berpengaruh posiif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja pegawai diterima dikarenakan pegawai dalam menjalankan tugas mampu mengelola emosi, keharmonisan dalam berkomunikasi dan atasan mampu membangkitkan semangat baik secara individu dan kerjasama tim yang akan mampu meningkatkan kinerja pegawai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 261Ae275 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa: Emotional Intelligence berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya pegawai memiliki kemampuan mengelola emosi yang mempengaruhi perilaku setiap pegawai dalam mengatasi permasalahan pada dirinya sudah baik. Tanpa adanya kecerdasan emosional dari atasan, pegawai mampu menyelesaikan dan menemukan solusi dalam permasalahan yang dihadapi pada saat menjalankan tugas. Pola Komunikasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kinerja disebabkan pegawai dapat dengan penuh keleluasaan untuk mengemukakan gagasan dan pendapatnya pada atasan maupun dengan rekan kerja Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Disebabkan atasan mampu membangkitkan semangat pegawai baik secara personal maupun bekerja secara tim yang dapat meningkatkan kinerja pegawai Secara simultan variabel Emotional Intelligence. Pola Komunikasi, dan Kepemimpinan Transformasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja REFERENCES