Cyber Tech Vol. No. September2020, pp. x P-ISSN : E-ISSN : SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS DESA UJUNG SERDANG MENGGUNAKAN METODE WEIGHT ANGGREGATE SUM PRODUCT ASSESMENT (WASPAS) Sartika Juliati Tarigan *. Yopi Hendro Syahputra**. Moch. Iswan Prangin-Angin ** * Program Studi SistemInformasi. STMIK Triguna Dharma ** Program Studi SistemInformasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article History: Received Revised Accepted Keyword: Puskesmas Desa Ujung Serdang Sistem Pendukung Keputusan. Weight anggregate sum Product assesment (WASPAS) ABSTRACT Puskesmas adalah salah satu pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan disuatu daerah yang bersifat menyeluruh, terpadu dan merata sehingga dapat diterima dan dijangkau masyarakat. Namun terlihat masih banyak sekali masyarakat yang berada di desa lebih memilih memeriksakan kesehatan keRumah Sakit lain dari pada KePuskesmas. Padahal jarak tempuhyang dilalui lebih dekat ke puskesmasdari pada ke Rumah sakit lain. Minimnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang terkomputerisasi sehingga dapat membantu pihak puskesmas dalam meningkatkan pelayanan terhadap Sehingga puskesmas Desa Ujung Serdang mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem yang dapat membantu seseorang atau pihak instansi dalam mengambil keputusan yang akurat ,efisien dan tepat sasaran. Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) merupakan metode yang dapat mengurangi kesalahan Ae kesalahan atau mengoptimalkan dalam penafsiran untuk pemilahan nilai tertinggi dan terendah. Hasil dari aplikasi ini adalah untuk mempermudah menganalisa sejumlah data besar, berdasarkan kriteria Aekriteria yang diinputkan atas alternative sebagai pengambil keputusan. Dari perancangan Aplikasi ini dapat membantu pihak Puskesmas Desa Ujung Serdang dalam meningkatkan pelayanan dan mendapatkan kepercayaan Masyarakat kembali. Jika puas terhadap pelayanan kesehatan yang diproleh dari puskesmas maka tingkat kepuasan akan tinggi tetapi jika masyarakat tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diproleh dari puskesmas maka tingkat kepuasan akan rendah. Copyright A 2020STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author : Nama Kantor Program Studi E-Mail : Sartika Juliati Tarigan : STMIK Triguna Dharma : Sistem Informasi : sartikajuliati03@gmail. PENDAHULUAN Pada saat ini dunia kesehatan sudah semakin maju terlihat dari banyaknya metode pengobatan dan teknologi yang digunakan semakin canggih sehingga memudahkan banyak orang untuk berobat baik itu di rumah sakit maupun Tetapi tidak dipungkiri bahwa masalah kesehatan memang tiada henti untuk dibicarakan apalagi di indonesia sebagian besar masyarakatnya kurang peduli terhadap kesehatan padahal menjaga kesehatan itu sangat penting untuk Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: menghindari segala jenis kuman yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit oleh sebab itu sangat penting untuk menjaga kesehatan terutama dalam makanan yang kita komsumsi setiap hari kita harus tau tingkat kebersihannya supaya terhindar dari kuman yang bisa mengakibatkan sakit. Puskesmas adalah salah satu pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan disuatu daerah yang bersifat menyeluruh, terpadu dan merata sehingga dapat diterima dan dijangkau masyarakat. Pada saat ini puskesmas yang ada di Indonesia sudah maju tidak kalah dengan rumah sakit hal tersebut terlihat dari banyaknya puskesmas yang sudah memiliki alat tak kalah canggih dari rumah sakit. Tetapi tidak dipungkiri dalam kebayakan masyarakat masih banyak yang enggan berobat ataupun memeriksa kesehatannya ke puskesmas dan lebih memilih langsung ke rumah sakit walaupun jarak yang ditempuh lebih jauh daripada rumah sakit, oleh karena itu puskesmas harus lebih berupaya tersediannya pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi agar menarik kepercayaan masyarakat supaya lebih tertarik berobat di puskesmas. Karena Tanggapan yang dimiliki oleh puskesmas juga tidak kalah saing dengan rumah sakit seperti adanya ruangan rawat inap, peralatan yang memadai dan dokter serta perawat yang kompeten dan berpengalaman sehingga seharusnya masyarakat tidak sungkan atau takut untuk memeriksakan kesehatan diri sendiri. tetapi yang terlihat masih banyak masyarakat Indonesia terutama yang berada di desa masih malas memeriksakan kesehatan ke puskesmas dan lebih memilih pergi jauh - jauh ke rumah sakit akibat minimnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap puskesmas. Terutama puskesmas desa yang berada di daerah masyarakat di desa sangat malas berobat ke puskesmas apalagi saat diselenggarakan penyuluhan kesehatan banyak masyarakat yang tidak hadir padahal mengikuti penyuluhan itu sangat penting untuk menjaga kesehatan oleh saat itu penulis tertarik untuk mengetahui seberapa tinggi tinggkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas Tingkat kepuasan sendiri merupakan suatu tingkat perasaan yang dapat timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diproleh. oleh karena itu dalam hal ini diperlukan melaksanakan survei kepuasan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik. Jika masyarakat puas terhadap pelayanan kesehatan yang diproleh dari puskesmas maka tingkat kepuasan akan tinggi tetapi jika masyarakat tidak puas terhadap pelayanan kesehatan yang diproleh dari puskesmas maka tingkat kepuasan akan rendah, oleh sebab itu penulis tertarik menulis skripsi dengan judul Au Sistem Pendukung Keputusan Menentukan Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Desa Ujung Serdang menggunakan Metode Weight Anggregate Sum Product Assesment Au untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepuasan masyarakat supaya seluruh puskesmas desa yang ada dapat meningkatkan pelayanan kesehatan . LANDASAN TEORI Puskesmas Dan Kepuasan Masyarakat Puskesmas adalah salah satu lembaga kesehatan dan layanan kesehatan yang berada dibawah bimbingan Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota (UPTD), puskesmas berperan menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten / kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung tombak pembangunan kesehatan di Indonesia. Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal d i wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi - tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat. Kepuasan Masyarakat adalah suatu perasaan yang muncul saat seseorang merasakan puas dan senang karena harapan dan kenyataan sudah terpenuhi. 2 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Sistem pendukung keputusan pengembangan lebih lanjut dari Sistem Informasi Manajemen terkomputerisasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Interaktif dengan tujuan untuk memudahkan integrasi antara berbagai komponen dalam proses pengambilan keputusan seperti prosedur, kebijakan, analisis, pengalaman dan wawasan manajer untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Little mendefenisikan sistem pendukung keputusan . kumpulan prosedur model untuk data pemrosesan dan penilaian dalam mengambil keputusan. Dia menyatakan bahwa untuk sukses, sistem tersebut haruslah sederhana, cepat, mudah dikontrol, adaptif, lengkap dengan isu penting, dan mudah berkomunikasi. Alter mendefenisikan sistem pendukung keputusan dengan membandingkannya dengan sistem EDP . lectronic data processin. tradisional pada lima dimensi. Moore dan Chang berpendapat sistem pendukung keputusan sebagai sistem yang dapat diperluas untuk mampu mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, berorientasi terhadap perencanaan masa depan. Dan digunakan pada interval yang tak berencana. Bonczek, dkk. , mendefenisikan sistem pendukung keputusan sebagai pemograman komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi seperti sistem bahasa, sistem pengetahuan dan sistem pemrosesan masalah. Konsep ini sangat penting untuk memahami hubungan antara sistem pendukung keputusan dan pengetahuan. Keen menerapkan istilah sistem pendukung keputusan untuk situasi dimana sistem AofinalAo dapat dikembangkan hanya melalui suatu proses pembelajaran dan evolusi yang adaptif. 3 Metode Weight Aggregated Sum Product Assesment ( WASPAS ) Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) merupakan . metode gabungan yang terdiri dari metode Weighted Product (WP) dan metode Simple Additive Weighting (SAW), metode WASPAS ini diharapkan dapat Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: memberikan hasil yang lebih baik dalam membantu penentuan sistem pendukung keputusan. Langkah - langkah penyelesaian masalah menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) yaitu . Menentukan normalisasi matriks dalam pengambilan keputusan : ycU11 [ ycU2 ycUyco1 ycU12 ycU22 ycUyco2 U ycU1ycu U ycU2ycu ] U U U ycU3ycu Jika nilai maksimal dan minimal ditentukan, maka persamaan menjadi sebagai berikut : Jika kriteria benefit maka : R ycnyc = ycAycaycuycnyc ycuycnyc Jika kriteria cost, maka : ycAycnycu R ycnyc = ycU ycUycnyc ycuycnyc Menghitung nilai normalisasi matriks dan bobot WASPAS dalam pengambilan keputusan. Iycnyc wj 0,5Oayc=1 . cUI i. ycyc Q = 0,5 Ocyc=1 ycU Dimana : 0,5 adalah ketetapan Q1 = Nilai dari Q ke i ycu ycUIycnyc w = Perkalian nilai ycUycnyc dengan bobot w Langkah-langkah penyelesaian dalam penerapan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) meliputi . Memberikan nilai setiap alternatif ( A. pada setiap kriteria (C. yang sudah ditentukan. Membuat Matriks Keputusan . Melakukan normalisasi terhadap matrik x. Memberi Nilai Bobot (W). Mengoptimalkan atribut. Gambar 2. 1 Flowchart Algoritma Metode WASPAS Unified Modeling Language (UML) UML (Unified modeling Language ) adalah . suatu gambaran atau grafik untuk pembuatan sebuah sistem secara visual dalam pendokumentasian sebuah sistem pengembangan software yang berbasis OO (Obect-Oriente. UML juga merupakan sebuah tool atau sebuah model dalam perancangan pengembangan software yang berbasis object - oriented. Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: UML tidak hanya merupakan sebuah bahasa pemprograman visual saja namun sudah menjadi bahasa standar penulisan blue print sofware dan juga dapat secara langsung di hubungkan ke berbagai bahasa pemprograman, atau bahkan juga dapat dihubungkan secara langsung terhadap bagian sebuah objek. ANALISIS DAN HASIL 1 Analisis Permasalahan pada bagian ini dijelaskan sebagai perancangan sistem yang akan dibuat. Dalam hal ini akan dijelaskan sistem pendukung keputusan tentang Menentukan Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Desa Ujung Serdang. Menentukan Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Desa Ujung Serdang , kriteria yang diperlukan adalah Tanggapan. Biaya. Keramahan. Kinerja dan Kebersihan. Dari hasil analisis permasalahan tersebut, perlu dirancang sebuah Sistem Menentukan Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Desa Ujung Serdang agar proses Penentuan dapat terlaksana dengan cepat dan optimal sehingga dapat membantu pihak Puskesmas. Adapun metode yang digunakan untuk penyelesaian masalah yaitu metode Weight Anggregate Sum Product Assesment(WASPAS). Metode Weight Anggregate Sum Product Assesment(WASPAS) merupakan suatu metode pengambilan keputusan yang efisien dalam perhitungan, selain itu waktu yang dibutuhkan lebih singkat dan banyak digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan perkalian antar nilai kriteria yang telah ditentukan, yang dimana nilai dari setiap kriteria harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot kriteria yang telah ditetapkan diawal. Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif dan sudah teruji, algoritmanya juga mudah dipahami. Perhitungan Weight Anggregate Sum Product Assesment(WASPAS) Metode Weight Anggregate Sum Product Assesment(WASPAS) merupakan . metode gabungan yang terdiri dari metode Weighted Product (WP) dan metode Simple Additive Weighting (SAW), metode WASPAS ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam membantu penentuan sistem pendukung keputusan. Langkah - langkah penyelesaian masalah menggunakan metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS) yaitu . Menentukan normalisasi matriks dalam pengambilan keputusan : ycU11 [ ycU2 ycUyco1 ycU12 ycU22 ycUyco2 ycU1ycu ycU2ycu ] U ycU3ycu Jika nilai maksimal dan minimal ditentukan, maka persamaan menjadi sebagai berikut : Jika kriteria benefit maka : R ycnyc = ycAycaycuycnyc ycuycnyc Jika kriteria cost, maka : ycAycnycu R ycnyc = ycU ycUycnyc ycuycnyc Menghitung nilai normalisasi matriks dan bobot WASPAS dalam pengambilan keputusan. Iycnyc wj 0,5Oayc=1 . cUI i. ycyc Q = 0,5 Ocyc=1 ycU Dimana : 0,5 adalah ketetapan Q1 = Nilai dari Q ke i ycu ycUIycnyc w = Perkalian nilai ycUycnyc dengan bobot w Langkah-langkah penyelesaian dalam penerapan metode Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) meliputi . Memberikan nilai setiap alternatif ( A. pada setiap kriteria (C. yang sudah ditentukan. Membuat Matriks Keputusan . Melakukan normalisasi terhadap matrik x. Memberi Nilai Bobot (W). Mengoptimalkan atribut. Adapun kriteria yang telah ditentukan sebagai berikut : Kriteria - Persyaratan(C. - Prosedur (C. - Waktu Pelaksana (C. - Kompetensi Pelaksana (C. Bobot Preferensi (W) Nilai bobot yang telah ditentukan dapat dikonversikan ke bilangan crips: 1 = Tidak Puas 2 = Kurang Puas 3 = Cukup Puas 4 = Puas 5 = Sangat Puas Berdasarkan kriteria dan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria yang telah ditentukan, selanjutnya penjabaran bobot dari setiap kriteria yang telah dikonversikan dengan bilangan sistem. Kriteria yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut : Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Tabel 1. Nilai Bobot Kriteria (W. No. Kode Nama Kriteria Persyaratan Nilai Bobot Prosedur Waktu Pelaksana Kompetensi Pelaksana Skor Konversi Nilai Kriteria Sebelum melakukan perhitungan, terlebih dahulu menentukan nilai konversi setiap kriteria. Persyaratan (C. Tabel 2. Persyaratan (C. Persyaratan(C. Bobot Alternatif Sangat Mudah Mudah Cukup Mudah Kurang Mudah Tidak Mudah Prosedur (C. Tabel 3. Prosedur (C. Prosedur (C. Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai Waktu Pelaksana (C. Bobot Alternatif Tabel 4. Waktu Pelaksana (C. Waktu Pelaksana (C. Bobot Alternatif Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai Kompetensi Pelaksana(C. Tabel 4. Kompetensi Pelaksana (C. Empati (C. Bobot Alternatif Sangat Mampu Mampu Cukup Mampu Kurang Mampu Tidak Mampu Adapun data hubungan antara alternatif dan kriteria terlihat pada tabel diatas nilai-nilai tersebut merupakan nilai dari Puskesmas Desa Ujung Serdang. Jurnal Cyber Tech Kode Alternatif P-ISSN: E-ISSN: Tabel 7. Penilaian Dari Setiap Alternatif Dalam Bentuk Nilai Jenis Jenis Nama Alternatif Umur Pekerjaan Kelamin Pelayanan Firdaus Tarigan 49 Tahun Laki-Laki Poli Umum Petani Mudun br Ginting 62 Tahun Perempuan Poli Umum PNS Marta Lena br Tarigan 60 Tahun Perempuan Ruang Obat Wiraswasta Romada Simarmata 50 Tahun Laki-Laki Poli Umum Petani Tukar Karo-karo 37 Tahun Laki-Laki Poli Umum Buruh Pabrik Enda Ulina br Tarigan 35 Tahun Perempuan Ruang Obat Pedagang Uliati 63 Tahun Perempuan Poli Umum Ibu Rumah Tangga Riswan Purba 20 Tahun Laki-Laki Ruang Obat Petani Berta Sinukaban 44 Tahun Perempuan Poli Umum Ibu Rumah Tangga Rohani br Barus 44 Tahun Perempuan Poli Umum Ibu Rumah Tangga Dicky Chandra Ginting 23 Tahun Laki-Laki Ruang Gigi Wiraswasta Raymilson Milala 40 Tahun Laki-Laki Poli Umum Pedagang St Panus Suranta Tarigan 20 Tahun Laki-Laki Ruang Gigi Mahasiswa Thesa 21 Tahun Perempuan Poli Umum Mahasiswa Rajaya Silangit 45 Tahun Laki-Laki Poli Umum Pedagaang Membuat Matriks Keputusan. Berikut ini adalah matriks keputusan berdasarkan data hasil konversi nilai alternatif sebagai berikut : Menghitung Matriks Ternormalisasi Berikut ini adalah normalisasi matriks dari nilai alternatif sesuai dengan Kriterianya. Matriks Kinerja Kriteria I : A11= A21= = 1 A31= A41= A51= A61= A71= A111= A121= = 0,75 = 0,75 = 0,75 A131= = 1 = 0,75 A141= A151= = 0,5 = 0,75 Kriteria C2 C3 Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: A81= A91= A101= Matriks Kinerja Kriteria II : A12= A22= = 0. A32= = 0. A42= = 0. A52= = 0. = 0. A122= = 0. A132= = 0. A142= = 0. A152= = 0. A112= A62= = 1 A72= = 0. A82= A92= = 0. = 0. A102= = 0. Matriks Kinerja Kriteria i : A13= A23= A33= A43= A53= A62= A72= A82= A113= = 0,75 A123= A133= = 0,75 = 0,75 A143= = 0,5 A153= = 1 = 0,75 A92= = 0,75 A102= = 0,75 Matriks Kinerja Kriteria IV : A14= A24= = 0. A114= = 0. A124= A34= = 1 A134= = 0. = 0. Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: A44= A54= A64= A74= A84= A94= = 0,75 A144= = 0,5 A154= = 0,5 = 0. = 0. = 0,5 = 0. A104= = 0. Berikut ini Hasil dari matriks kinerja ternormalisasi : 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75 Tabel 9. Hasil Perankingan Weighted Aggregated Sum Product (WASPAS) Kode Alternati Nama Alternatif A01 Firdaus Tarigan A02 Mudun br Ginting A03 Marta Lena br Tarigan A04 Romada Simarmata A05 Tukar Karo-karo A06 Enda Ulina br Tarigan A07 Uliati A08 Riswan Purba A09 Berta Sinukaban A10 Rohani br Barus A11 A12 Dicky Chandra Ginting Raymilson Milala Umur Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempua Perempua Laki-Laki Laki-Laki Perempua Perempua Laki-Laki Perempua Perempua Laki-Laki Laki-Laki Jenis Pelayana Poli Umum Poli Umum Ruang Obat Poli Umum Poli Umum Ruang Obat Poli Umum Ruang Obat Poli Umum Poli Umum Ruang Gigi Poli Pekerjaan Petani PNS Wiraswasta Petani Buruh Pabrik Pedagang Ibu Rumah Tangga Petani Ibu Rumah Tangga Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Pedagang Hasil Keteranga Puas Sangat Puas Puas Puas Cukup Puas Cukup Puas Puas Puas Cukup Puas Puas Cukup Puas Cukup Jurnal Cyber Tech P-ISSN: A13 St Panus Suranta Tarigan A14 Thesa A15 Rajaya Silangit E-ISSN: Tahun Tahun Tahun Tahun Laki-Laki Perempua Laki-Laki Umum Ruang Gigi Poli Umum Poli Umum Mahasiswa Mahasiswa Pedagaang Puas Puas Tidak Puas Sangat Puas Berdasarkan ketentuannya telah ditentukan hasil perhitungan diatas maka hasil nilai tinggi maka masyarakat puas terhadap pelayanan puskesmas jika nilai hasil rendah maka sebaliknya. Use Case Diagram Use Case Diagram . adalah sesuatu atau proses merepresentasikan atau penggambaran interaksi yang dilakukan oleh aktor dengan sistemnya. Diagram use case adalah sebuah pemodelan untuk sistem keputusan yang akan dibuat. Use case juga merupakan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut. Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case : Gambar 3. 1 Use Case Diagram 3 Activity Diagram Activity Diagram. merupakan penggambaran suatu workflow . liran kerj. atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Simbol-simbol yang digunakan dalam activity Diagram yaitu: Gambar 3. 2 Activity Diagram 4 Class Diagram Diagram Kelas (Class Diagra. Merupakan salah satu jenis diagram pada UML untuk menampilkan hubungan antar kelas maupun detail tiap-tiap kelas dalam model desain dari suatu sistem, juga memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab yang menentukan perilaku sebuah sistem. Class Diagram juga menunjukkan atribut dan operasi dari suatu kelas dan constraint yang berhubungan dengan objek yang dikoneksikan. Class Diagram secara khas meliputi : Kelas (Clas. Relasi Assosiations. Generalitation dan Aggregation, attribut (Attribute. , operasi . peration/metho. dan visibility, tingkat akses objek eksternal kepada suatu operasi atau attribut. Hubungan antar kelas mempunyai keterangan yang disebut dengan Multiplicity atau Cardinality. Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Gambar 3. 3 Class Diagram Implementasi Sistem Dari hasil implementasi rancangan sistem yang dibuat ini telah sesuai dengan yang diharapkan. Berikut ini bentuk hasil dari perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Pinjaman Kredit Usaha Kecil/ Menengah (UKM) pada Bumdes Rudang Mayang Desa Kutalimbaru dengan menggunakan metode Weighted Product (WP) adalah sebagai berikut: Form Login Form login merupakan form yang pertama kali ditampilkan untuk menghubungkan user ke menu utama. Pada bagian form login ini user harus memasukkan username dan password dengan benar agar bisa masuk ke menu utama. Gambar 2. Form Login Tampilan Menu Utama Form menu utama merupakan form yang menampilkan menu-menu untuk membuka form lain diantaranya form input data alternatif, form input data kriteria, form penilaian, form proses metode WASPAS, dan laporan. Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 2 Tampilan Menu Utama Tampilan Form Alternatif Form ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menginput data alternatif. Berikut ini adalah tampilan halaman data alternatif yaitu sebagai berikut : Gambar 4. 3 Tampilan Form Alternatif Tampilan Form Kriteria Form ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk menginput data kriteria. Berikut ini adalah tampilan halaman data kriteria yaitu sebagai berikut : Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 4 Tampilan Form Kriteria Tampilan Form Penilaian Form ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk terjadinyaPenilaian. Berikut ini adalah tampilan halaman proses metode penilaian yaitu sebagai berikut : Gambar 4. 5 Tampilan Form Penilaian Tampilan Form Proses Perhitungan Weighted Aggregated Sum Product (WASPAS) Form ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk terjadinya proses metode WASPAS. Berikut ini adalah tampilan halaman proses metode WASPAS yaitu sebagai berikut : Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Gambar 4. 6 Tampilan Form Proses Perhitungan Weighted Aggregated Sum Product (WASPAS) Tampilan Form Laporan Form ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk hasil output yang sudah dilakukan. Berikut ini adalah tampilan halaman laporan yaitu sebagai berikut : Gambar 4. 7 Tampilan Form Laporan KESIMPULAN Setelah melakukan berbagai macam tahapan-tahapan maka diperoleh suatu kesimpulan yaitu sebagai berikut: Mentukan Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Puskesmas Desa Ujung Serdang dilakukan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan. Jurnal Cyber Tech P-ISSN: E-ISSN: Menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment dalam sistem pendukung keputusan yang berawal dari penormalisasi antar nilai, menentukan bobot, dan kemudian menghasilkan Nilai akhir yang ditampilkan pada laporan. Sistem yang menginplementasikan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan Metode Weighted Aggregated Sum Product Assesment untuk menentukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas desa ujung serdang yang dirancang dengan baik menggunakan UML dan Flowchart untuk menggambarkan sebuah sistem aplikasi yang akan UML terdiri Use Case Diagram ,Activity Diagram, dan Class Diagram. Serta Sistem dibangun dengan baik juga Menggunakan Microsoft Visual Studio 2008. Microsoft Access 2007, dan Crystal Report 8. Penguji dan pengimplementasian sistem yang dirancang untuk Puskesmas Desa Ujung Serdang dilakukan dengan cara penerapan sistem terhadap pelayanan yang baru terjadi 1 bulan belakangan ini, dan pengajaran penggunaan sistem Kepada staff puskesmas setelah itu melakukan evaluasi terhadap sistem yang telah dicoba, sehingga diketahui kekurangan yang terjadi pada sistem dan dapat membantu pihak Puskesmas setelah sistem tersebut sesuai dengan yang dirancang. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Kiranya bisa memberi manfaat bagi pembacanya dan dapat meningkatkan kualitas jurnal selanjutnya. REFERENSI