Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Penerapan Sistem Manajemen Keselamataan dan Kesehatan Kerja (SMK. Di Fakultas Teknik Nurokhman . Fajar Nurwildani . Eko Budiraharjo . Zulfah . Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Unviersitas Pancasakti Tegal rokhmann81@gmail. Abstrak Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya. Secara disiplin ilmu. Keselamatan dan Kesehatan Kerja diartikan sebagai ilmu dan penerapannya secara teknis dan teknologis untuk melakukan pencegahan terhadap munculnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Padapenelitian ini mencatat semua data secara obyektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. Penulis melakukan experimen mengenai Penerapan Sistem Manajemen Keselamataan dan Kesehatan Keja (SMK. Di Fakultas Teknik. Hasil dari penelitian ini yaitu. Belum adanya pelatihan simulasi jika ada keadaan darurat. Namun untuk tanda jalur evakuasi telah tersedia di setiap tangga fakultas dan tempat untuk berkumpul bila terjadi keadaan darurat sudah tersedia di depan fakultas teknik. Kata Kunci: Keselamtan dan Kesehatan Kerja. Penerapan K3. Sistem Manajemen K3 Pendahuluan Pada kenyataannya dalam dunia industri muapun instansi perlindungan terhadap tenaga kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya dari kecelakaan kerja, perusahaan maupun instansi menerapkan sistem manajeman yang dapat melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja dan menghindari kerugian yang besar terhadap perusahaannya. Salah satu sistem manajeman yang harus diterapkan adalah sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. (Ramli,2. Berdasarkan undang-undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 86 Ayat 1 dan 2, maka perusahaan harus mempersiapkan sarana dan prasarana sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan program-program yang dapat mengurangi angka kecelakaan kerja di perusahaan. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya mengarah di perusahaan saja namun pentingnya keselamatan dan kerja di sebuah lembaga pendidikan yang membutuhkan keselamatan dan kesehatan dalam melakukan aktifitas di lingkungan fakultas, fasilitas penunjang keselamatan dan kesehatan kerja belum tersedia seperti jalur evakuasi, titik Berdasarkan hasil survai awal terlihat bahwa lingkungan masih kurang fasilitas mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sehingga masih sangat kurang dan perlu penambahan ramburambu mengenai SMK3 hal ini memudahkan apabila ada suatu kejadian yang di inginkan sehingga mahasiswa perlunya rambu-rambu agar lebih mudah di pahami, dalam hal ini fakultas teknik belum melaksanakan sistem Menegeman Keselamtan dan Kesehatan Kerja (SMK. peneliti akan melakukan analisa tentang penerapan (SMK. keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan fakultas teknik di Universitas Pancasakti Tegal tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan Landasan Teori Menurut Widodo Siswowardojo . 3: . , keselamatan kerja adalah keselamatan kerja secara definitif dikatakan merupakan daya dan upaya yang terencana untuk mencegah terjadinya musibah kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja. Sedangkan menurut Daryanto . 0: . keselamatan meliputi: pencegahan terjadinya kecelakaan, mencegah dan mengurangi cacat tetap, mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, mencegah atau mengurangi kematia, mengamankan Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. material, kontruksi dan pemeliharaan yang semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan umat Pendapat-pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa keselamatan kerja merupakan suatu program perlindungan terhadap karyawan pada saat bekerja dan berada di dalam lingkungan tempat kerja dari resiko kecelakaan dan kerusakan mesin atau alat kerja untuk berusaha mencegah dan menimbulkan atau bahkan menghilangkan sebab terjadinya kecelakaan. Pada kenyataannya dalam dunia industri muapun instansi perlindungan terhadap tenaga kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya dari kecelakaan kerja, perusahaan maupun instansi menerapkan sistem manajeman yang dapat melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja dan menghindari kerugian yang besar terhadap perusahaannya. Salah satu sistem manajeman yang harus diterapkan adalah sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK. (Ramli,2. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kesuksesan program Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. pada proyek konstruksi tidak lepas dari peran berbagai pihak yang saling terlibat, berinteraksi dan bekerja sama. Hal ini sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pelak-sanaan pembangunan proyek konstruksi yang dilakukan oleh tim proyek dan seluruh manajemen dari berbagai pihak yang terkait didalamnya. Masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab bersama yang saling mendukung untuk keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi yang ditandai dengan evaluasi positif dari pelaksanaan program keselamatan dan kesehatant ini akan dijelaskanmengenai pedoman penerapan SMK3 yang berlaku di Indonesia menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No: PER. 05/ MEN/1996 Komitmen dan Kebijakan Pengusaha dan pengurus tempat kerja harus menetapkan komitmen dan kebijakan K3 serta organisasi K3, menyediakan anggaran dan tenaga kerja dibidang K3. Disamping itu pengusaha dan pengurus juga melakukan koordinasi terhadap perencanaan K3. Dalam hal ini yang perlu menjadi perhatian penting terdiri atas 3 hal yaitu: C Kepemimpinan danKomitmen C Tinjauan AwalK3 C KebijakanK3 Perencanaan Dalam perencanaan ini secara lebih rinci menjadi beberapa hal: C Perencanaan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko dari kegiatan, produk barang dan jasa. C Pemenuhan akan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya kemudian memberlakukan kepada seluruh pekerja C Menetapkan sasaran dan tujuan dari kebijakan K3 yang harus dapat diukur, menggunakan satuan/indicator pengukuran, sasaran pencapaian dan jangka waktu C Menggunakan indikator kinerja sebagai penilaian kinerja K3 sekaligus menjadi informasi keberhasilan pencapaian SMK3 C Menetapkan sistem pertanggungjawaban dan saran untuk pencapaian kebijakan K3 C Keberhasilan penerapan dan pelaksanaan SMK3 memerlukan suatu proses perencanaan yang efektif dengan hasil keluaran . yang terdefinisi dengan baik serta dapat diukur Penerapan Menerapkan kebijakan K3 secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran K3. Suatu Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. tempat kerja dalam menerapkan kebijakan K3 harus dapat mengitegrasikan Sistem Manajemen Perusahaan yang sudah ada. Yang perlu diperhatikan oleh perusahaan pada tahap ini adalah : Jaminan Kemampuan C Sumber daya manusia, fisik dan financial. C Integrasi C Tanggung jawab dan tanggung gugat. C Konsultasi. Motivasi dan Kesadaran C Pelatihan dan Keterampilan Dukungan Tindakan C Komunikasi C Pelaporan C Dokumentasi C Pengendalian Dokumen C Pencatatan Manajemen Operasi Identifikasi Sumber Bahaya dan Pengendalian Resiko a. Identifikasi Sumber Bahaya C Penilaian Resiko C Tindakan Pengendalian C Perencanaan dan Rekayasa C Pengendalian Administratif C Tinjauan Ulang Kontrak Pembelian C Prosedur Tanggap Darurat atau Bencana C Prosedur Menghadapi Insiden C Prosedur Rencana Pemulihan Pengukuran dan Evaluasi C Inspeksi dan pengujian C Audit SMK3 C Tindakan perbaikan dan pencegahan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK. adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian , pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman (PERMENAKER NO: PER. 05/MEN/1. Dalam menindak lanjuti Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja diatur dalam peraturan pemerintah No. Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dikatakan bahwa Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah bagian dari system manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna tercapainya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Metode Penelitian Penelitian merupakan Sukmadinata . di artikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analis datang yang di lakukan secara sistematis dan logis untuk mecapai tujuan-tujuan Penelitian experimen adalah penelitian dengan memberikan perlakuan atau treatmen pada suatu obyek yang di gunakan untuk mencari perlakuan tertentu terhadapyang lain dalam kondisi yang di kendalikan (Sugiono, 2. Tujuan experimen adalah untuk mengurangidan mengendalikan variabel satu produk atau proses, lalu mementukan parameter yang mempengaruhi performensi suatu produk atau proses (Soejono, 2. Pada penelitian ini penulis Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. melakukan experimen mengenai perencanaan dan penerapan terhadap sistem kesehatan dan keselamatan kerja di fakultas teknik Universitas Pancasakti Tegal Waktu dan Tempat Penelitian Pembuatan dan pengujian di lakukan di fakultas teknik teknik di Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian di lakukan dari bulan februari sampai bualan September 2020. Metedo Pengumpulan Data Metode dalampegumpulan data dalam penelitian ini di maksud untuk mendapatkan data yang di butuhkan untuk analisa data dalam penyusunan laporan ini mengatakan metode pengumpuan data sebagai berikut: C Observasi Metode observasi adalah metode yang di lakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan dan keadaan lokasi penelitian. Menurut (Nawawi dan Martini. AoAoobservasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistemik terhdap unsur- unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala pada obyek penelitianAy C Analisa Melakukan identifikasi semua permasalahan yang perlu di tangani dalam penelitian tersebut sehingga dapat memecahkan masalah tersebut C Wawancara Salah satu metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung kepada C Studi Pustaka Studi pustaka metode yang di lakukan dengan mempelajari buku-buku dan membaca dari sumber lain di perpustakaan untuk menreferensi tentang SMK3 C Implementasi Melakukan kegiatan penelitian dan penerapan yang telah di tentukan. C Metode Experimen Mengadakan kegiatan percobaan untuk melihat hasil variabel yang di selidiki guna menghasilkan kebenaran dan kemudahan. Populasi dan sampel C Populasi Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di tarik kesimpulan (Sugiono,2. C Sampel penelitian ini dapat mengambil sempel yang ditentukan dalam pengambilan sampel sebanyak 10 orang . Pengumpulan data Penelitian mencatat semua data secara obyektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan. Penyajian data Penyajian data adalah sekumpulan informasi yang tersusun dan memungkinkan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data merupakan analisis dalam bentuk metrik, network, cart, atau grafis, sehingga dapat dikuasai seperti : Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. C Jalur evakuasi adalah jalur khusus yang menghubungkan semua area ke area titik kumpul . rea ama. Dalam sebuah proyek konstruksi maupun sebuah instansi, jalur evakuasi sangatlah penting untuk mengevakuasi para pekerja ke tempat aman apabila di dalam sebuah bangunan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. C Denah adalah sebuah peta dalam ukuran minimalis . yang menggambarkan suatu lokasi , tempat atau bangunan C Poster peringatan adalah poster yang menjelaskan ketentuan atau memberikan sarana yang dirancang untuk membuat orang keluar dari bahaya di tempat kerja seperti kantor, pabrik, sekolah, gedung C Stiker jarak kontak di lantai ruang tatanan usaha fakultas teknik untuk mengantisipasi dan pencegahan akan pandemi covid 19 C Sekat pembatas untuk memberi jarak kontak di meja ruang tatanan usaha fakultas teknik memberikan jarak dan kontak langsung terhadap mahasiswa untuk mengatisipasi dan pencegahan akan pandemi covid 19 Alur Penelitian Gambar 1. Diagram Alur Penelitian. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Data yang di didapat dari hambatan-hambatan dalam penerapansistem manajamen K3 yaitu adanya mahasiswa fakultas teknik yang tidak menyadari pentingnya dari K3, data dokumentasi yang tidak lengkap pada lingkungan fakultas teknik. Data yang di gunakan dalam melakukan upaya adanya hambatan penerapan sistem memengeman K3 dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di lingkungan fakultas dapat berjalan dengan maksimal adanya dengan dokumentasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja K3. Sasaran utama penerapan sistem manajem keselamatan dan kesehatan kerja pada fakultas teknik adalah mengatasi dan mengantisipasi serta mengidentifikasi bahaya resiko yang ada pada lingkungan fakultas teknik mengantisipasi seperti mengaplikasikan poster tanda potensi bahya pada area yang tingkat terjadinya kecelakaan terjadi serta memberikan prosedur dan jalur evakuasi Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. jika terjadi pada kondisi yang tidak di inginkan atau bencana alam seperti kebakaran dan bencana gempa bumi pada fakultas teknik. Denah Denah merupakan sebuah peta berukuran kecil yang menunjukkan dan menggambarkan lokasi dari suatu bangunan . denah biasanya merupakan tampak atas dari sebuah bangunan. Gambar 2. Denah evakuasi fakultas teknik lt. Gambar 3. Denah evakuasi fakultas teknik lt. Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Jalur evakuasi Jalur evakuasi merupakan jalur yang dipakai untuk mengevakuasi orang-orang jika terjadi keadaan darurat. Hal ini dibuat untuk mempermudah dan mempercepat proses evakuasi. Jalur evakuasi dilengkapi penunjuk arah keluar yang dipasang di seluruh tempat di fakultas teknik yang mengarah ke tempat evakuasi jika terjadi keadaan darurat. Penunjuk arah keluar dipasang di tempat-tempat yang mudah terlihat. Titik kumpul Merupakan area terbuka di dekat gedumg atau bangunan yang apabila terjadi bencana maka akan menjadi titik pertemuan Gambar 4. Titik Kumpul Evakuasi Arah panah evakuasi Dengan adanya arah jalur evakuasi yang memperlihatkan arah keluar gedung atau menuju titik kumpul evakuasi yang aman Gambar 5. Arah Panah Jalur Evakuasi Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Gambar 6. Arah Panah Jalur Evakuasi Turun Tangga Poster peringatan Poster peringatan merupakan poster yang menjelaskan ketentuan atau memberikan sarana yang dirancang untuk membuat orang keluar dari bahaya di tempat kerja seperti kantor, pabrik, sekolah, gedung. Gambar 7. Hati-hati Tersandung Gambar 8. Dilarang merokok dan Perhatian di tangga Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Organisasi dan tanggung jawab Dengan dilakukannya penerapan SMK3 di fakultas teknik, berarti telah sesuai dengan Permenaker No. Per- 05/MEN/1996 Lampiran I poin 3. 3 mengenai tanggung jawab, menyatakan bahwa AuPeningkatan keselamatan dan kesehatan kerja akan efektif apabila semua pihak dalam perusahaan didorong untuk berperan serta dalam penerapan dan pengembangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan KerjaAy. Dalam upaya menanggapi keadaan darurat. Prosedur yang dilakukan antara lain penyampaian informasi jika terjadi keadaan darurat, penilaian keadaan darurat, komunikasi dengan pihak terkait baik intern maupun ekstern, melaksanakan evakuasi, pertolongan bagi korban cedera serta pelaporan penaggulangan keadaan darurat. Hal ini telah sesuai dengan Kepmenkes RI No. 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. di fakultas teknik yang menyebutkan instansi mutlak memerlukan Sistem Tanggap Darurat sebagai bagian dari Manajemen K3 Komitmen dan Kebijakan Untuk memenuhi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan kegiatan di fakultas teknik untuk mencapai komitmen tersebut, maka fakultas teknik diharapkan dapat : C Menjamin keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan fakultas teknik. C Memenuhi persyaratan lainnya yang berkaitan dengan sistem manajeme keselematan dan kesehatan kerja di fakultas teknik sesuai dengan perudang-undangan pemerintah. C Melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap sistem manajemen dan kinerja k3 guna meningkatkan budaya k3 yang baik di fakultas teknik. Untuk mewujudkan komitmen tersebut maka fakultas teknik wajib : C Membangun dan memelihara sistem manajemen keselamtaan dankesehatan kerja berkelanjutan C Membangun fakultas teknik sesuai dengan peraturan perundang-udangan dan persyaratan lainnya terkait k3. C Menyediakan sarana dan prasarana k3 yang memadai. Pelaksanaan Fakultas teknik telah menyiapkan rencana evakuasi untuk mengevakuasi seluruh penghuni fakultas teknikjika terjadi keadaan darurat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 1 tahun 1970 pasal 3 ayat 1yang menyatakan bahwa AuMemberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahayaAy. Dokumentasi Dokumentasi berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya penerapan K3 yang berkaitan dengan sistem manajemen dokumentasi di identifikasikan dalam penyimpanan dan pengunaan. Deskripsi mengenai hasil pencataan dokumen adalah sebagai berikut : C Terdapat dokumentasi tentang bahaya yang di timbulkan akibat di terapkannya k3. C Dokumentasi hal ini iyalah perarturan dan poster tentang k3. Pemeliharaan dan perbaikan saran Dalam hal ini pembuatan dan pemelharaan antara lain rambu-rambu k3 ,jalur evakuasi,poster k3 dan titik kumpul di area lingkungan fakultas teknik Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Kesangupan keadaan darurat bencana Pedoman penilaian penerapan SMK3 perlu prosedur keadaan darurat dan hubungan dengan keadaan harus diperhatikan dengan jelas dan diketahui oleh seluruh mahasiswa di lingkungan fakultas teknik. Kebanyakan kecelakaan kerja terjadi terhadap peserta didik yang belum terbiasa dengan lingkungan di fakultas teknik. Belum adanya pelatihan simulasi jika ada keadaan darurat. Namun untuk tanda jalur evakuasi telah tersedia di setiap tangga fakultas dan tempat untuk berkumpul bla terjadi keadaan darurat sudah tersedia di depan fakultas Evaluasi Dalam sub ini peneliti sudah memasang rambu Aerambu keselamatan , jalur evakuasi maupun poster di lingkungan fakultas teknik sehingga pelaksanaan dalam k3 di mengerti oleh mahasiswa fakultas teknik . Seperti pemasang rambu-rambu keselamatan ,jalur evakuasi maupun poster yang sudah teraplikasi di gedung fakultas teknik. Pencegahan dan pengendalian COVID-19 Kegiatan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 fakultas teknik. Tujuan dan maksud diadakannya upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di fakultas teknik yaitu dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang menjadi pandemic dunia sehinggah kita dapat terbebas dari COVID-19 yang telah melemahkan kesehataan dan bahkan ekonomi pun menjadi lemah. Semoga penyebaran COVID-19 dapat segera di tangani dan COVID-19 sudah tidak ada di indonesia. Adapun protokol yang di terapkan di fakultas teknik demi upaya pencegahan dan COVID-19 adalah sebagai berikut: Memasang poster kesehatan di fakultas teknik Gambar 9. Protokol Kesehatan Eengineering Vol. 12 No. ISSN : 2587-3859 (Prin. ISSN : 2549-8614 (Onlin. Memasang stiker jarak kontak di lantai ruang tatanan usaha fakultas teknik Gambar 10. Stiker Jarak Kontak Memasang pembatas untuk memberi jarak kontak di meja ruang tatanan usaha fakultas teknik Gambar 11. Sekat Pembatas Jarak Kontak Kesimpulan Berdasarkan uraian diatas, maka kesimpulan dalam penilitian ini adalah : Perencanaan sistem kesehatan dan keselamatan kerja di fakultas teknik di terapkan untuk memetakan lingkungan fakultas teknik sesuai dengan tingkat potensi bahaya agar dapat diketahui setiap orang yang berada di lingkungan fakultas teknik. Pedoman penilaian penerapan SMK3 perlu prosedur keadaan darurat dan hubungan dengan keadaan harus diperhatikan dengan jelas dan diketahui oleh seluruh mahasiswa di lingkungan fakultas teknik. Kebanyakan kecelakaan kerja terjadi terhadap peserta didik yang belum terbiasa dengan lingkungan di fakultas teknik. Belum adanya pelatihan simulasi jika ada keadaan darurat. Namun untuk tanda jalur evakuasi telah tersedia di setiap tangga fakultas dan tempat untuk berkumpul bila terjadi keadaan darurat sudah tersedia di depan fakultas teknik. Daftar Pustaka