Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Peran Masyarakat Dalam Upaya Mencegah Stunting: Studi Kasus Di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Latip1. Malahayati2 1,2. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai E-mail: Latip@gmail. Abstrak Kata Kunci Aksi Mencegah Stunting Persoalan kemiskinan, status gizi dan kesehatan dewasa ini masih menjadi masalah utama di Indonesia dalam menyongsong Indonesia Sejahtera Tahun 2025 dan Generasi Emas Tahun Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei status gizi Balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting. Abstract Keywords Action Prevent Stunting The issues of poverty, nutritional status, and health today are still the main problems in Indonesia in welcoming a Prosperous Indonesia in 2025 and the Golden Generation in One of the threats to improving the quality of human resources is the problem of accelerating the reduction of stunting. Based on the results of a survey on the nutritional status of toddlers in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia is 21. 6 percent. Quality Family Villages (Kampung KB) are expected to have the potential to empower communities and families in efforts to reduce stunting. Therefore, this Community Service (PKM) activity is carried out as one of the active roles of lecturers to go out into the community to dedicate their knowledge and expertise. which is constructive to further increase community empowerment in stunting prevention. Latar Belakang Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting dalam kesehatan dan perkembangan anak untuk menggambarkan kondisi di mana anak tidak mencapai tinggi badan dan pertumbuhan fisik yang seharusnya sesuai dengan Stunting terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis, terutama pada masa awal perkembangan otak, tubuh, dan organ lainnya. Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang tidak memenuhi batas normal untuk usia anak tersebut (Akhyar et al. , 2. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Unicef, anak-anak yang mengalami stunting memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, masalah gizi, dan gangguan pertumbuhan (Akhyar et al. , 2. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 21,6 persen pada 2022. Angka ini turun 2,8 poin dari tahun sebelumnya. Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menempati posisi teratas dengan angka balita stunting sebesar 35,3 persen. Meski masih bertengger di posisi puncak, namun prevalensi balita stunting di NTT menurun dari 2021 yang sebesar 37,8 persen. Sedangkan Provinsi Riau angka balita stunting sebesar 17 persen, berada pada posisi 29 dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Meskipun angka stunting di Riau lebih baik dibanding tahun 2021 sebesar 22,3 persen. Angka stunting di Provinsi Riau tahun 2022 berhasil turun 5,3 persen, namun ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan ataupun penurunan. Adapun kabupaten/kota prevalensi stunting turun diantaranya Kabupaten Kuansing turun 4,6 persen . ,4 persen tahun 2021 dan 17,8 persen 2. Indragiri Hulu turun 6,9 persen Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. ,6 persen tahun 2021 dan 16,7 persen tahun 2. Selanjutnya. Pelalawan turun 10,0 persen . ,2 persen tahun 2021 dan 11,2 persen tahun 2. Kampar turun 11,2 persen . ,7 persen t a h u n 2021 dan 14,5 persen t a h u n 2. Rokan Hulu turun 3,8 persen . ,8 persen t a h u n 2021 dan 22,0 persen t a h u n 2. Bengkalis turun 13,5 persen . ,9 persen tahun 2021 dan 8,4 persen t a h u n 2. Rokan Hilir turun 15,0 persen . ,7 persen tahun 2021 dan 14,7 persen tahun 2. Kepulauan Meranti turun 5,8 persen . ,3 persen tahun 2021 dan 17,5 persen tahun 2. , dan Kota Dumai turun 10,2 persen . ,0 persen tahun 2021 dan 12,8 persen tahun Sementar itu, terdapat kenaikan angka stunting di tiga kabupaten/kota, yakni Indragiri Hilir naik 0,1 persen . ,4 persen t a h u n 2021 dan 28,5 persen t a h u n 2. Siak naik 3,0 persen . ,0 persen tahun 2021 dan 22,0 persen tahun 2. , dan Kota Pekanbaru naik 5,4 persen . ,4 persen tahun 20121 dan 16,8 persen tahun 2. Kota Dumai salah satu kota di Provinsi Riau yang angka stuntingnya menurun hingga 10,2 persen dibandingkan pada tahun 2021. Namun demikian tidak menutup kemungkinan angka stunting itu bisa naik lagi kalau pemerintah dan masyarakat lalai dalam mengawal angka stunting di Kota Dumai. Untuk itu diperlukan kerjasama antara pemerintah, stakeholder terkait, pihak swasta, sekolah tinggi, dan masyarakat dalam mengawal dan memperhatikan angka stunting di Kota Dumai, sehingga angka stunting di Kota Dumai menjadi nol . Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan menjadi ujung tombak untuk mengatasi masalah Sejak adanya Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas keterlibatan lintas sektor di Kampung Keluarga Berkualitas dengan mensinergikan program dan kegiatan dari Kementerian/Lembaga berbasis desa/kelurahan menjadikan kegiatan yang ada di Kampung KB semakin aktif dan sangat berdampak positif bagi masyarakat Kelurahan Laksamana khususnya karena ditambah dengan Regulasi berupa Surat Keputusan Wali Kota Dumai Tahun 2023 dengan nomor: 476/200/2023 Tentang Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Kota Dumai sehingga semua lintas sektor dan lintas program terpusat di Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota dan dengan adanya regulasi dari Pemerintah Provinsi yaitu Gubernur lebih memperkuat dan merupakan salah satu strategi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas adalah pengintegrasian program pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga. Kampung Keluarga Berkualitas Keberkahan Bersama Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota dicanangkan pada tanggal 29 Agustus 2017 dengan makna setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan di Kampung KB dapat dirasakan kebaikan dan manfaatnya bersama-sama terutama kebutuhan masyarakat terpenuhi. Adanya Peraturan Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting membuat Kampung KB Keberkahan Bersama lebih inisiatif dan inovasi sehingga mempunyai inovasi berupa GAZING (Gazebo Infaq Stuntin. yang berkolaborasi dari Pokja Agama. Reproduksi. Pendidikan dan Pembinaan Lingkungan. Gazing ini dimanfaatkan sebagai wadah pertemuan pemberian KIE bagi keluarga berisiko stunting dengan pemberian makanan bergizi dari infaq kelompok perwiridan dari kelompok poktan, dasa wisma yang ada di Kelurahan Laksamana. Pencegahan stunting tidak hanya tentang perbaikan gizi, tetapi juga tentang lingkungan, dan mengembangkan gaya hidup sehat sejak dini juga menjadi perhatian khusus, karena lingkungan yang tidak sehat, air yang tidak bersih, gaya hidup tidak sehat, dapat mengganggu gizi anak dan kesehatan. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kebersihan yang buruk. Sebanyak 67 persen stunting disebabkan oleh sanitasi yang buruk, antara lain kurangnya akses terhadap air bersih, pengelolaan sampah yang tidak terstruktur, dan 42,4 persen karena pengelolaan sampah yang buruk (Marta et al. , 2. Menurut WHO . , stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Selanjutnya menurut WHO . stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. Stunting jika dikutip dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Sedangkan pengertian stunting menurut Kementerian Kesehatan (Kemenke. adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2. SD/standar deviasi . dan kurang dari -3. 00 SD everely stunte. Jadi dapat disimpulkan bahwa stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. keterlambatan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga mengakibatkan dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang. Meskipun rincian pilar-pilar ini dapat bervariasi antara negara dan wilayah, berikut adalah contoh umum dari lima pilar penanganan stunting: Gizi dan Nutrisi yang Baik: Pilar pertama adalah anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang sejak awal kehidupan. Ini melibatkan promosi pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, pendampingan nutrisi selama masa kehamilan, dan pendidikan tentang makanan bergizi bagi bayi dan balita. Perawatan Kesehatan yang Baik: Pilar kedua berfokus pada akses yang lebih baik ke perawatan kesehatan, termasuk kunjungan ke fasilitas kesehatan selama masa kehamilaimunisasi, pemberian vitamin dan mineral, serta pengobatan penyakit yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan. Pelayanan Air Bersih dan Sanitasi yang Adekuat: Pilar ketiga mencakup perbaikan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik. Upaya ini termasuk pembangunan fasilitas sanitasi, promosi perilaku hidup bersih dan sehat, serta penyediaan air bersih yang aman untuk mengurangi risiko penyakit dan infeksi. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat: Pilar keempat melibatkan pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik, perawatan kesehatan, dan praktikpraktik yang mendukung pertumbuhan anakanak. Ini melibatkan kampanye penyuluhan, program pendidikan, dan edukasi kepada orang tua dan komunitas. Kolaborasi Lintas Sektor: Pilar kelima mencakup kerjasama lintas sektor antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal untuk mengatasi stunting. Kolaborasi ini memungkinkan berbagai sumber daya dan keahlian untuk digunakan secara efektif dalam usaha mencegah stunting. Setiap pilar ini saling terkait dan saling mendukung dalam upaya mencegah stunting secara Dengan mengambil pendekatan ini, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya berharap dapat mengurangi tingkat stunting dan meningkatkan kesehatan serta perkembangan anakanak secara berkelanjutan. Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah miniatur pelaksanaan program KB secara terpadu dan komprehensif di tingkat desa/kelurahan/dusun/RW. Konsep kampung KB merupakan konsep terpadu program KB dengan program pembangunan lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi. Kampung KB ini didesain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat terhadap pengelolaan program KB. Kegiatannya dikelola berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat itu sendiri (Sari, 2. Kampung KB tidak hanya berperan dalam pengendalian penduduk, melainkan meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Status kesejahteraan dapat diukur dengan proporsi pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2019. BKKBN meluncurkan program baru yaitu program Bangga Kencana. Program Bangga Kencana merupakan program pemerintah yang tidak hanya fokus pada masalah kependudukan dan KB, melainkan lebih fokus pada pembangunan keluarga. Oleh karena itu, sasaran kegiatan Program Kampung KB dari yang terkecil yaitu keluarga (Sari, 2. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu kurangnya bantuan dan pemahaman kader posyandu dalam menurunkan angka stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana. Upaya yang ditempuh pemerintah ialah memfokuskan Program Kampung KB pada isu penangkalan stunting. Kampung KB ialah tempat retardasi perkembangan Sebab seperti itu Kampung KB pula mempunyai banyak aktivitas yang berkaitan dengan ketahanan keluarga di bidang kesehatan, ekonomi, kedaerahan serta sosial. pengkajian gizi spesialnya permasalahan stunting. Dengan dana dorongan operasional KB tahun Kampung KB mempunyai sebagian tingkatan untuk memberdayakan masyarakat untuk menghindari stunting. Terdapat 3 fase yang wajib dituntaskan ialah Awareness Session. Transformation Session serta Skills Improvement Session. Pada tahap penyadaran dibangun perilaku warga untuk sadar serta hirau terhadap keadaan, kasus serta keahlian orang-orang disekitarnya (Yulianti & Astari, 2. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemberdayaan terhadap masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Metode Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota pada hari Senin, 13 Maret 2023 pukul 09. 00 WIB di Gazebo Balai KB Kelurahan Laksamana. Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM ini adalah Penyuluhan/Pelatihan dan Simulasi . ducation Menurut Samsudin . , penyuluhan adalah sistem pendidikan non formal tanpa paksaan menjadikan seseorang sadar dan yakin bahwa sesuatu yang diajarkan itu akan membawa ke arah perbaikan dari hal-hal yang dikerjakan atau dilaksanakan Teknik penyuluhan yang digunakan adalah teknik komunikasi informatif dan persuasif. Teknik komunikasi informatif adalah proses penyampaian pesan yang sifatnya "memberi tahu" atau memberikan penjelasan kepada orang lain. Teknik komunikasi persuasif merupakan suatu teknik komunikasi yang dilakukan agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain sebagainya sesuai dengan yang M elalui diharapkan terjalin interaksi sosial yang interaktif antara Tim PKM dan peserta yang konstruktif, kondusif, dan dinamis selama kegiatan PKM. Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan, meliputi: . penyajian materi oleh . penyampaian informasi terkini tentang pencegahan stunting. interaktif tanya jawab. foto bersama dan ramah tamah. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan susunan acara, pelaksanaan kegiatan PKM diawali pembukaan oleh Ketua Tim PKM, yang menyampaikan bahwa kegiatan PKM sangat penting dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan sinergitas antara Perguruan Tinggi dan masyarakat. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua KB Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, serta perkenalan narasumber dan peserta. Selanjutnya adalah acara puncak kegiatan PKM, yaitu penyampaian materi oleh Dosen STIA Lancang Kuning Dumai yang berperan sebagai narasumber. Intisari materi tersebut adalah masyarakat mempunyai peran dalam pencegahan stunting. Peran memiliki makna yang sangat luas. Para ahli mengatakan bahwa partisipasi atau peran masyarakat pada hakikatnya adalah sikap dan perilaku namun batasannya tidak jelas, akan tetapi mudah dirasakan, dihayati dan diamalkan namun sulit untuk dirumuskan. Peran masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri, keluarga ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya (Dep Kes RI, 1997, hal . Oleh karena itu, peran masyarakat dalam mencegah stunting adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah kesehatan ini secara efektif. Tujuan peran masyarakat adalah untuk: . meningkatkan peran dan kemandirian, dan kerjasama dengan lembaga-lembaga non pemerintah yang memiliki visi yang sesuai. meningkatkan kuantitas jejaring kelembagaan dan organisasi non pemerintah dan masyarakat. memperkuat peran aktif masyarakat dalam setiap tahap dan proses pembangunan melalui peningkatan jaringan kemitraan dengan masyarakat (Dep Kes RI, 1997, hal . Pelaksanaan kegiatan PKM dengan tema Peran Masyarakat dalam Upaya Mencegah Stunting: Studi Kasus di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Kegiatan PKM Sebagai bentuk penghargaan. STIA Lancang Kuning Dumai memberikan bantuan kepada masyarakat Kampung KB, yang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Penyerahan Bantuan Kesimpulan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Aksi Bersama Dalam Mencegah Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah sukses terlaksana dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kelurahan Laksamana. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting. Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting. Pelibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait, seperti kader posyandu. PKK, bidan, puskesmas, dan pemerintah kelurahan, menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan Jurnal Pengabdian Masyarakat Available online at:http://ejournal. stia-lk-dumai. id/index. php/pesat Vol. No. Februari 2024, pp. kegiatan ini. Kampung Keluarga Berkualitas (KB) berperan sebagai platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting, yaitu: Gizi dan nutrisi yang baik: Edukasi tentang pola makan sehat dan gizi seimbang, pemberian makanan tambahan bergizi, dan pemantauan status gizi anak. Perawatan kesehatan yang adekuat: Pemberian akses layanan kesehatan yang berkualitas, termasuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai: Penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang layak, serta edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pendidikan dan kesadaran masyarakat: Edukasi tentang stunting, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan peran keluarga dalam pencegahan stunting. Kolaborasi lintas sektor: Kerjasama dan sinergi antara berbagai pihak terkait dalam pencegahan stunting. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Laksamana. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta penerapan lima pilar strategis secara berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Marta. Purba. Putri. Saulina. Elvina. Maulina. Permai. Ikhsan, . Ramadhan. Safira. , & Gusnedi. Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI 2022 Dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kampung KB RW 08 Kelurahan Tangkerang Barat. ABDIMAS EKODIKSOSIORA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ekonomi. Pendidikan. Dan Sosial Humaniora . -ISSN: 66Ae https://doi. org/10. 37859/abdimasekodiks Priyono. Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa Banyumundu. Kabupaten Pandeglan. Jurnal Good Governance, 16. , 149Ae https://doi. org/10. 32834/gg. Purbowati. Ningrom. , & Febriyanti. Gerakan Bersama Kenali. Cegah, dan Atasi Stunting Melalui Edukasi Bagi Masyarakat di Desa Padamara Kabupaten Purbalingga. AS- SYIFA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, 2. ,15. https://doi. org/10. 24853/assyifa. Secara lebih spesifik, diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu: Meningkatkan keterampilan dalam mengasuh dan merawat anak dengan baik. Menyediakan makanan bergizi dan seimbang bagi anak-anak. Memastikan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi anak-anak. Menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan Bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan stunting. Dengan tercapainya tujuan tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal. Generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan akan menjadi pondasi bagi kemajuan bangsa. Penurunan prevalensi stunting dalam masyarakat akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Daftar Pustaka