EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. Desember 2025 Hal. 125 - 130 e-ISSN: 2774-6755 Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Masjid Melalui Digitalisasi Berbasis Prinsip Syariah Studi Kasus Masjid Ar-Rohmah Emiliana Rachma*. Ade Gunawan UIN K. Abdurrahman Wahid Pekalongan *Email: emiliana. rachma@mhs. ABSTRACT The project-based Field Experience Program (PPL) at the Ar-Rohmah Mosque was implemented as a form of community service aimed at optimizing the mosque's financial management system to make it more structured, transparent, and accountable. This activity utilized interviews, observations, and participatory discussions with administrators to uncover real-world needs. The activity included preparation, project implementation, monitoring and guidance, coordination with partners, report preparation and evaluation, and presentation of project results to the supervising lecturer and partners. The results demonstrated that students were able to design a simple digital-based financial report template using Microsoft Excel, assist the treasurer in its use, and compile a final report that can serve as a guideline for sustainable mosque financial management. The activity also successfully documented the entire process, including daily reports, photos, and videos, providing evidence of program implementation. Partners' active participation was evident at every stage, from planning to evaluation, demonstrating the community's full involvement in supporting the project's success. In addition to producing technical output in the form of a financial recording system, this activity also has social impacts, namely increased awareness of the congregation regarding the importance of transparency, the growth of management behavior that is more meticulous in financial recording, and the emergence of local leaders who play a role in the implementation of the new Thus, this project-based PPL activity is not only beneficial for partners, but also serves as a learning tool for students to apply knowledge in the community, while simultaneously encouraging social transformation towards better mosque governance. Keywords: Financial Reports. Financial Management. Mosque. Transparency ABSTRAK Program Pengalaman Lapangan (PPL) berbasis proyek di Masjid Ar-Rohmah dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan keuangan masjid agar lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan diskusi partisipatif dengan pengurus yaitu bendahara untuk menggali kebutuhan nyata yang ada di lapangan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan proyek, monitoring dan bimbingan, koordinasi dengan mitra, penyusunan laporan dan evaluasi, hingga tahap presentasi hasil proyek di hadapan dosen pembimbing dan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu merancang template laporan keuangan berbasis digital sederhana menggunakan Microsoft Excel, mendampingi bendahara dalam penggunaannya, serta menyusun laporan akhir yang dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan keuangan masjid secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga berhasil mendokumentasikan seluruh proses, baik berupa laporan harian, foto, maupun video, yang memperkuat bukti pelaksanaan program. Partisipasi aktif mitra terlihat dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang menunjukkan adanya keterlibatan penuh komunitas dalam mendukung keberhasilan proyek. Selain menghasilkan keluaran teknis berupa sistem pencatatan keuangan, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial, yaitu meningkatnya kesadaran jamaah akan pentingnya transparansi, tumbuhnya perilaku pengurus yang lebih teliti dalam pencatatan keuangan, serta munculnya tokoh lokal yang berperan sebagai penggerak dalam implementasi sistem baru. Dengan demikian, kegiatan PPL berbasis proyek ini tidak hanya bermanfaat bagi mitra, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu di masyarakat, sekaligus mendorong terjadinya transformasi sosial menuju tata kelola masjid yang lebih baik. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Kata Kunci: Laporan Keuangan. Pengelolaan Keuangan Masjid. Transparansi PENDAHULUAN Masjid merupakan salah satu tempat ibadah umat Islam dari beberapa agama yang diakui di Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah masjid di Indonesia, keberadaannya semakin menjadi perhatian masyarakat luas. Umumnya, kepengurusan masjid dipegang oleh tokoh masyarakat yang dituakan atau dianggap memiliki pengetahuan agama, seperti imam, muadzin, khatib, maupun pengurus lainnya yang dikenal dengan sebutan takmir masjid. Namun, takmir masjid seringkali kurang memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan secara profesional, khususnya dalam penyusunan laporan keuangan (Chuzairi et al. , 2. Masjid adalah salah satu entitas nirlaba yang berperan dalam mengelola dana umat, baik berupa zakat, infak, wakaf, maupun sedekah. Untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat, diperlukan penerapan akuntansi yang sederhana, mudah digunakan, dan dapat dipahami oleh pengurus maupun (Julkawait et al. , 2. Namun, pada kenyataannya masih banyak masjid yang belum menyusun laporan keuangan secara baik, bahkan ada yang hanya melaporkannya secara seadanya tanpa mengikuti aturan atau standar tertentu. Kondisi ini kerap menimbulkan masalah, terutama ketika masjid memperoleh dana dari pemerintah, lembaga, infak, maupun donasi jamaah dan donatur. Pada praktiknya, manajemen keuangan masjid umumnya masih dilakukan secara sederhana tanpa melalui pencatatan yang sistematis sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, pengurus masjid membutuhkan pelatihan untuk memahami dan menerapkan standar akuntansi keuangan yang tersedia (Rasuli et al. , 2. Saat ini, sebagian besar pengurus masjid masih menyajikan pertanggungjawaban keuangan dalam bentuk laporan arus kas. Laporan tersebut hanya menampilkan informasi mengenai penerimaan . as masu. dan pengeluaran . as kelua. , sehingga sekilas dapat diketahui sumber dana yang diperoleh serta Meskipun demikian, besarnya saldo yang dimiliki masjid bukanlah hal utama, karena kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana semakin mendesak. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas filantropi dan semakin beragamnya kegiatan masjid. Pada kenyataannya, banyak entitas nirlaba seperti yayasan, pesantren, maupun masjid sendiri, belum sepenuhnya memahami pentingnya laporan keuangan. Padahal, laporan keuangan sangat diperlukan untuk memberikan gambaran yang jelas terkait pemanfaatan dana, baik untuk kegiatan ibadah rutin maupun insidental, serta untuk kegiatan jangka panjang seperti pembangunan masjid atau pengadaan aset tetap ( Puspita et al. , 2. Masjid memiliki kewajiban untuk melaporkan pengelolaan keuangannya sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial kepada masyarakat. Namun, upaya ini belum berjalan optimal karena keterbatasan kemampuan pengurus, khususnya dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar pencatatan yang berlaku. Banyak bendahara masjid yang hanya memiliki pemahaman dasar akuntansi yang terbatas, mengingat latar belakang pendidikan mereka yang beragam. Oleh sebab itu, diperlukan adanya pelatihan pengelolaan keuangan masjid dengan menggunakan prinsip pencatatan akuntansi sederhana agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih baik dan akuntabel (Dewi & Renggana, 2. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tahun 2019 memberikan pedoman mengenai penyajian laporan keuangan bagi entitas nonlaba. Berdasarkan ketentuan tersebut, organisasi nirlaba diwajibkan menyusun laporan keuangan yang mampu mencerminkan akuntabilitasnya. Masjid, selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Muslim, juga berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Islam. Tidak hanya itu, masjid menjadi ruang berkumpulnya jamaah dalam memperingati berbagai hari besar keagamaan. Oleh karena perannya yang strategis, pengelolaan dana masjid harus dilaksanakan secara transparan, mencakup penerimaan dari jamaah, donatur, sumbangan, maupun sumber Transparansi tersebut diwujudkan melalui penyajian informasi keuangan yang jelas kepada jamaah maupun donatur, sehingga kondisi keuangan masjid dapat diketahui secara terbuka. Dengan demikian, keterbukaan dalam pengelolaan keuangan masjid menjadi kunci penting untuk menjaga kepercayaan jamaah dan para pihak yang memberikan dukungan dana (Harianto et al. , 2. Untuk mendorong penerapan sistem pelaporan keuangan sesuai ISAK 35, diperlukan strategi berbasis komunitas dengan melibatkan pengurus masjid secara langsung melalui pelatihan dan Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan pada organisasi nirlaba. Hal ini terlihat pada hasil penelitian di Kabupaten Kedungbanteng, yang menunjukkan bahwa model partisipatif mampu memperkuat transparansi serta akuntabilitas dalam tata kelola keuangan masjid (Astuti et al. , 2. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Masjid Ar-Rohman yang terletak di Perumahan Wira Baru 1. Kelurahan Pekuncen Kecamatan Wiradesa, merupakan salah satu masjid yang aktif melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Setiap kegiatan tersebut membutuhkan pengelolaan dana yang baik agar pemanfaatannya tepat sasaran serta sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan laporan keuangan masjid masih belum sesuai standar akuntansi dan masih pencatatan sederhana. Melalui project ini, diharapkan dapat dibuat laporan keuangan yang lebih terstruktur, mudah dipahami, dan sesuai dengan prinsip akuntansi sederhana yang dapat diterapkan oleh pengurus masjid secara berkelanjutan. Dengan adanya sistem pencatatan dan pelaporan yang baik, masjid dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana yang telah diamanahkan. METODE Proses perencanaan aksi bersama komunitas dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan identifikasi subyek pengabdian, yaitu jamaah Masjid Ar-Rohmah beserta bendahara masjid yang menjadi mitra utama dalam kegiatan. Lokasi pengabdian bertempat di lingkungan Masjid Ar-Rohmah yang terletak di Kelurahan Pekuncen. Kecamatan Wiradesa. Kabupaten Pekalongan. Dalam tahap perencanaan, subyek dampingan dilibatkan secara aktif melalui forum diskusi dan wawancara mendalam. Keterlibatan ini bertujuan untuk menggali kebutuhan, permasalahan, serta aspirasi yang dirasakan oleh jamaah dan pengurus masjid terkait pengelolaan keuangan dan kegiatan sosial Wawancara dilakukan dengan metode semi-terstruktur agar responden lebih leluasa dalam menyampaikan pandangan, sehingga diperoleh data yang kaya dan sesuai dengan konteks kebutuhan Metode riset yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis wawancara. Strategi ini dipilih agar data yang diperoleh lebih akurat karena bersumber langsung dari pengalaman dan pandangan masyarakat yang menjadi subyek pengabdian. Hasil wawancara kemudian dianalisis dan dirumuskan menjadi dasar perencanaan aksi bersama yang realistis dan sesuai dengan kondisi lapangan. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi: observasi awal dan wawancara, perancangan sistem pencatatan, pelatihan dan pendampingan, uji coba dan evaluasi, penyusunan laporan hasil proyek. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Proses pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rohmah menghasilkan beberapa capaian yang mencerminkan dinamika pendampingan serta perubahan sosial di komunitas. Pendampingan dilakukan melalui serangkaian kegiatan, antara lain wawancara dengan pengurus yaitu bendahara masjid, diskusi kelompok mengenai permasalahan utama yang dihadapi, serta pelatihan teknis terkait pencatatan dan penyusunan laporan keuangan berbasis digital menggunakan Microsoft Excel. Bentuk aksi yang dilakukan lebih bersifat teknis dan program, misalnya pembuatan template pencatatan keuangan sederhana, pendampingan penggunaan Excel oleh bendahara masjid, serta simulasi penyusunan laporan bulanan yang dapat dipahami. Dari dinamika pendampingan ini muncul beberapa perubahan sosial yang diharapkan. Pertama, adanya pranata baru berupa sistem pencatatan digital yang mulai dipraktikkan pengurus sebagai bagian dari tata kelola keuangan masjid. Kedua, munculnya perubahan perilaku pengurus masjid yang lebih teliti dalam mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran, serta lebih terbuka dalam menyampaikan laporan kepada jamaah. Ketiga, laporan mengenai daftar aset masjid menjadi transparan, sehingga pengurus dan jamaah bisa mengetahui jumlah aset masjid yang ada. PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan PPL berbasis proyek di Masjid Ar-Rohmah menunjukkan bahwa keterlibatan aktif komunitas melalui wawancara, diskusi kelompok, serta pelatihan teknis mampu menghasilkan perubahan sosial yang signifikan. Dari perspektif teoritis, keberhasilan pengorganisasian komunitas dalam program ini dapat dijelaskan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Menurut (Hidayat Syahputra et al. , 2. PAR menekankan keterlibatan penuh subyek dampingan dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, sehingga setiap perubahan yang muncul merupakan hasil kesepakatan bersama. Dalam konteks ini, wawancara sebagai metode penggalian data menjadi sarana efektif untuk memahami kebutuhan dan aspirasi komunitas, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan . ense of belongin. terhadap program. Pelaksanaan kegiatan PPL berbasis proyek di Masjid Ar-Rohmah berlangsung melalui beberapa tahapan yang saling berkesinambungan dan membentuk suatu rangkaian kegiatan yang sistematis. Pada Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 tahap pertama, yaitu tahap persiapan, kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada mahasiswa dan mitra, dilanjutkan dengan pembekalan yang berisi arahan teknis serta pemahaman materi proyek. Selain itu, dilakukan penentuan lokasi dan mitra, penyusunan proposal proyek, serta observasi langsung ke lapangan untuk mengenali kondisi dan kebutuhan yang ada. Seluruh kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik meskipun sempat mengalami kendala dalam mencari mitra yang bersedia. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui komunikasi intensif yang dilakukan secara langsung, sehingga menumbuhkan rasa percaya dan kesediaan mitra untuk berpartisipasi aktif dalam program. Memasuki tahap kedua, yaitu tahap pelaksanaan proyek, kegiatan dijalankan sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati bersama. Mahasiswa terlibat aktif dalam melaksanakan program secara nyata di lapangan. Semua aktivitas dicatat dan terdokumentasi dengan baik dalam bentuk laporan harian, foto, serta video, sehingga setiap proses dapat dipantau secara sistematis. Dokumentasi ini juga menjadi bukti perkembangan kegiatan sekaligus bahan evaluasi yang bermanfaat bagi keberlanjutan program. Selanjutnya, pada tahap ketiga, yaitu monitoring dan bimbingan, dosen pembimbing berperan mendampingi mahasiswa secara berkala. Bimbingan ini dilakukan untuk memastikan kegiatan tetap berjalan sesuai rencana dan tujuan yang diharapkan. Monitoring juga menjadi sarana evaluasi langsung, sehingga mahasiswa dapat memperoleh masukan konstruktif dalam setiap langkah pelaksanaan. Kegiatan ini menunjukkan adanya sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan mitra dalam menjaga kualitas jalannya program. Gambar 1. Sesi Wawancara Dengan Bendahara Masjid Gambar 2. Laporan Keuangan Yang Dibuat Bendahara Masjid Ar-Rohmah Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Pada tahap keempat, yaitu koordinasi dengan mitra, mahasiswa melakukan komunikasi intensif dengan pihak Masjid Ar-Rohmah. Koordinasi ini memastikan setiap program berjalan sesuai kesepakatan dan melibatkan partisipasi aktif dari mitra. Melalui koordinasi yang baik, proyek dapat dilaksanakan dengan lebih terarah dan memiliki keberlanjutan, karena mitra ikut serta dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan. Kemudian, tahap kelima adalah penyusunan laporan dan evaluasi. Mahasiswa menyusun laporan akhir kegiatan sesuai dengan format yang telah ditentukan, melengkapi portofolio berupa template laporan keuangan, serta mengumpulkan logbook kegiatan secara sistematis. Hasil dari tahap ini adalah tersusunnya dokumen yang rapi dan terstruktur, yang tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik, tetapi juga menjadi luaran yang dapat dimanfaatkan oleh mitra. Puncak kegiatan berada pada tahap presentasi dan penilaian, di mana mahasiswa memaparkan hasil proyek secara resmi di hadapan dosen pembimbing dan mitra. Presentasi ini menjadi momen penting untuk memperlihatkan capaian serta memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses yang telah ditempuh. Penilaian dari dosen dan mitra disertai dengan umpan balik yang bermanfaat bagi pengembangan diri Selain itu, tahap ini juga menjadi ajang refleksi yang memberikan pengalaman praktis berharga serta menumbuhkan pemahaman baru mengenai implementasi ilmu di masyarakat. Gambar 3. Laporan Keuangan Masjid Ar-Rohmah Sesudah Didampingi LAPORAN DAFTAR ASET MASJID AR-ROHMAH DAFTAR ASET MASJID PER 31 DESEMBER 2024 NAMA ASET / BARANG Tgl perolehan SPEAKER RUANGAN 12 JANUARI 2020 SPEAKER LUAR 13 JANUARI 2020 KIPAS ANGIN 14 JANUARI 2020 MIC 15 JANUARI 2020 KARPET 16 JANUARI 2020 UNIT TOTAL JUMLAH TOTAL ASET BERFUNGSI NORMAL RUSAK-DALAM PROSES PERBAIKAN KONDISI BERFUNGSI BERFUNGSI BERFUNGSI BERFUNGSI BERFUNGSI Gambar 4. Laporan Daftar Aset Masjid Sesudah Didampingi Gambar 5. Sesi Presentasi Terhadap Mitra Yaitu Bendahara Masjid Ar-Rohmah Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan PPL berbasis proyek di Masjid Ar-Rohmah menunjukkan bahwa tahapan yang dirancang dengan baik mampu menghasilkan luaran yang bermanfaat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung di lapangan, tetapi juga mengembangkan keterampilan dalam perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, hingga pelaporan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi mitra, khususnya dalam pengelolaan keuangan masjid, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. SIMPULAN Hasil utama yang diperoleh adalah tersusunnya sistem pencatatan keuangan sederhana berbasis digital menggunakan Microsoft Excel yang dapat dijadikan pedoman dalam tata kelola keuangan. Sistem ini mampu meningkatkan keteraturan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Selain menghasilkan keluaran teknis, terdapat pula dampak sosial yang positif, seperti meningkatnya kesadaran jamaah akan pentingnya keterbukaan, perubahan perilaku pengurus yang lebih teliti dalam pencatatan. Hal ini menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah teknis, tetapi juga berhasil mendorong transformasi sosial menuju tata kelola yang lebih baik dan DAFTAR RUJUKAN Astuti. Izzah. , & Dupalantu. Optimalisasi Akuntansi Keuangan Untuk Masjid: Pendampingan di Padukuhan Sonopakis Lor. Kasihan. Bantul. Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 03. , 138Ae143. Chuzairi. Aziwantoro. Putri. Suci. Simanungkalit. Yuspriandi. , & Zarkasy. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid Sesuai SAK-ETAP. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI), 3. , 93Ae103. Dewi. , & Renggana. Pendampingan Pengelolaan Keuangan Masjid Untuk Peningkatan Akuntabilitas Sosial. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 8. , 96Ae100. https://doi. org/10. 21107/pangabdhi. Harianto. Raihan. Faisal. Halim. , & Amin. Al. Pelatihan Akuntansi Keuangan Masjid Berdasarkan Isak 35. Jurnal Vokasi, 8. , 170. https://doi. org/10. 30811/vokasi. Hidayat Syahputra. Mu. Rachel Putri Islami. Prastiwi. , & Zaenal Mutaqin. Pemberdayaan Imam Masjid dan Mushola melalui Participatory Action Research (PAR) dalam Mengoptimalkan Fungsi Manajemen Masjid. Solidaritas: Jurnal Pengabdian, 4. , 155Ae166. Julkawait. Qalbiah. Irwansyah. , & Hikmahwati. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Masjid Kecamatan Alalak BATOLA Berdasarkan ISAK 35. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 982Ae988. Puspita. Halimatusyadiah. , & Usman. Literasi dan Pelatihan Dasar Akuntansi Masjid berbasis ISAK 35 bagi Pengurus Masjid di Kota Bengkulu. Jurnal Nusantara Mengabdi, 1. , 167Ae181. https://doi. org/10. 35912/jnm. Rasuli. Julita. Kurnia. , & Wiguna. Pelatihan Sistem Akuntansi Keuangan Masjid (Sakma. Di Kota Pekanbaru. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 165Ae169. https://doi. org/10. 54951/comsep.