BASMAT Al IKHSAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. No. 1 Juni . , pp:43-51 . DOI: https://doi. org/10. 35888/basmat. https://ejournal. id/index. php/basmat/index Pelatihan Penggunaan Media Poster di Smk Al Hikam Geger Madiun Heri Prianto1*,Radian Arum Ardhani2. Anwar Soleh Azarkoni3 1Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun prianto@gmail. ABSTRACT This community service program aims to enhance teachersAo ability to use poster media as a learning aid at SMK Al Hikam Geger Madiun. The main problem identified is the limited use of visual media in the learning process, which leads to one-way instruction and fails to attract studentsAo attention effectively. This condition results in low student engagement and suboptimal learning outcomes, particularly in subjects that require visual representation to strengthen conceptual understanding. In addition, some teachers do not yet possess sufficient technical skills to design posters that meet educational design principles, such as message clarity, visual composition, and appropriate color selection. To address these needs, the training activity was designed using a comprehensive workshop method that included the presentation of materials on the functions and benefits of visual media, an introduction to the basic principles of educational poster design, demonstrations of digital applications such as Canva and PowerPoint, hands-on practice in creating posters, and intensive mentoring sessions to provide feedback on participantsAo work. The evaluation of the training was carried out through observation, discussions, and questionnaires completed by participants at the end of the The results showed a significant improvement in teachersAo competencies, both in terms of knowledge and practical skills. Teachers were able to produce informative, aesthetically pleasing posters that aligned with the learning objectives of their respective subjects. Furthermore, teachers reported that using posters helped create a more engaging learning atmosphere, facilitated the delivery of material, and increased student participation in classroom discussions. These findings indicate that poster media training is an effective strategy for strengthening teachersAo pedagogical skills, fostering innovation in the development of learning media, and supporting the creation of more interactive, creative, and studentcentered learning. This program also opens opportunities for subsequent activities, such as multimedia training or the development of other digital learning media that can sustainably improve the quality of instruction. Keywords: Poster Media. Teacher Training. Learning Innovation. Community Service ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan media poster sebagai alat bantu pembelajaran di SMK Al Hikam Geger Madiun. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah masih terbatasnya pemanfaatan media visual dalam proses pembelajaran, sehingga pembelajaran cenderung bersifat satu arah dan kurang mampu menarik perhatian peserta didik. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat keterlibatan siswa serta kurang optimalnya hasil belajar, terutama pada materi-materi yang membutuhkan representasi visual untuk memperkuat pemahaman konsep. Selain itu, sebagian guru belum memiliki keterampilan teknis dalam merancang poster yang memenuhi prinsip desain edukatif, seperti kejelasan pesan, komposisi visual, dan pemilihan warna. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan pelatihan dirancang melalui metode workshop yang komprehensif, mencakup penyampaian materi mengenai fungsi dan manfaat media visual, pengenalan prinsip dasar desain poster edukatif, demonstrasi penggunaan aplikasi digital seperti Canva dan PowerPoint, praktik langsung membuat poster, serta sesi pendampingan intensif untuk memberikan umpan balik terhadap karya peserta. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui observasi, diskusi, serta kuesioner yang diisi oleh peserta pada akhir kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kompetensi guru, baik dalam aspek pengetahuan maupun keterampilan praktis. Guru mampu menghasilkan poster yang informatif, estetis, dan relevan dengan tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran. Selain itu, guru juga menyatakan bahwa penggunaan poster membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, memudahkan penyampaian materi, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Temuan-temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelatihan penggunaan media poster merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat keterampilan pedagogik guru, mendorong lahirnya inovasi media pembelajaran, serta mendukung terwujudnya pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Program ini juga membuka peluang bagi pengembangan kegiatan lanjutan, seperti pelatihan multimedia atau pengembangan media digital lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Kata Kunci: Media Poster. Pelatihan Guru. Inovasi Pembelajaran. Pengabdian Masyarakat PENDAHULUAN Pemanfaatan menciptakan proses belajar yang efektif, interaktif, dan menarik bagi peserta didik. Media pembelajaran tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai sarana yang mampu memberikan pengalaman belajar bermakna bagi siswa. Dalam konteks pembelajaran modern, media visual seperti poster memiliki kedudukan yang strategis karena dapat menyajikan informasi secara ringkas, padat, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan peserta didik yang memiliki gaya belajar berbeda. Media poster dapat membantu guru menyampaikan konsep secara lebih konkret, memperkuat pesan pembelajaran, serta meningkatkan fokus dan retensi informasi pada diri siswa. Poster kompleks menjadi lebih ringkas dan mudah diingat melalui perpaduan teks, warna, dan ilustrasi yang terstruktur dengan baik. Keberadaan unsur visual yang menarik ini dapat mengurangi beban kognitif peserta didik, terutama ketika mereka dihadapkan Arsyad. Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2017. pada materi pelajaran yang bersifat abstrak atau membutuhkan pemahaman mendalam. Selain berfungsi sebagai penyaji informasi, media visual juga terbukti dapat menstimulasi motivasi belajar dan mendorong keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian menunjukkan bahwa peserta didik cenderung lebih mudah memahami dan mengingat materi ketika disajikan dengan dukungan media visual yang tepat. Visualisasi membantu siswa dalam memahami konsep, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu, meningkatkan atensi, dan memicu kemampuan berpikir kritis. Poster yang dirancang dengan baik dapat menghasilkan berpartisipasi aktif dalam diskusi, bertanya, maupun melakukan eksplorasi lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa berada dalam kondisi tertarik, terlibat, dan termotivasi untuk belajar. Namun demikian, pada kenyataannya banyak guru masih belum optimal dalam memanfaatkan media poster, baik sebagai alat bantu penyampaian materi maupun sebagai strategi pembelajaran visual yang terintegrasi dalam proses pengajaran. Dalam berbagai temuan lapangan, guru umumnya lebih sering menggunakan penggunaan media visual yang memadai, sehingga pembelajaran menjadi monoton dan kurang menarik bagi peserta didik. Banyak pembuatan poster merupakan kegiatan yang memerlukan waktu, keterampilan desain, serta kreativitas yang tinggi, sehingga mereka enggan untuk membuatnya sendiri. Sebagian guru lebih memilih menggunakan poster yang sudah tersedia secara online, meskipun tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan pembelajaran atau karakteristik peserta didik. Kondisi ini mengakibatkan pemanfaatan media poster belum mencapai tingkat optimal sebagai alat bantu yang benar-benar efektivitas pembelajaran. Keterbatasan tersebut tidak terlepas dari kurangnya pemahaman guru mengenai prinsip-prinsip desain edukatif, seperti kejelasan pesan, proporsi, tipografi, dan pemilihan warna. 3 Prinsip-prinsip ini sebenarnya merupakan dasar penting dalam menghasilkan poster pembelajaran yang Misalnya, berhubungan dengan bagaimana guru dapat mengidentifikasi inti materi yang ingin disampaikan dan menuangkannya dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Proporsi dan tata letak menentukan bagaimana elemen-elemen visual saling berhubungan dan menciptakan harmonisasi dalam poster. Tipografi tidak hanya mencakup jenis huruf, tetapi juga ukuran dan penempatan teks agar informasi dapat terbaca dengan baik oleh siswa. Pemilihan warna pun memainkan peran penting karena warna dapat mempengaruhi suasana belajar, memperkuat fokus perhatian, dan memberikan penekanan pada informasi Tanpa penguasaan dasar-dasar desain ini, poster yang dibuat guru berisiko kurang informatif, tidak menarik, bahkan membingungkan bagi peserta didik. Tidak sedikit pula guru yang merasa kurang percaya diri untuk berkreasi dalam merancang poster yang komunikatif dan Rasa kurang percaya diri ini dapat muncul karena minimnya pengalaman dalam membuat desain visual, keterbatasan akses terhadap aplikasi atau perangkat desain, serta kurangnya pelatihan dalam Smaldino. Sharon E. Lowther. Deborah , & Russell. James D. Instructional Technology and Media for Learning. Pearson, 2019 Munadi. Yudhi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press, 2013. pemanfaatan media pembelajaran berbasis Selain itu, beberapa guru masih memiliki pemahaman bahwa poster hanyalah pelengkap pembelajaran, bukan bagian integral dari strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, media pembelajaran yang digunakan cenderung monoton, kurang kontekstual, dan tidak mampu menstimulasi aktivitas belajar Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempengaruhi iklim pembelajaran di kelas dan mengurangi efektivitas proses penyampaian materi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam merancang dan memanfaatkan media poster menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Pendidikan pada era ini menekankan keterampilan berpikir Media poster merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan guru untuk menumbuhkan empat keterampilan tersebut melalui pembelajaran yang lebih Dengan kemampuan guru dalam merancang poster yang menarik dan komunikatif, mereka dapat merancang pembelajaran yang lebih terstruktur, mudah diikuti, dan mampu menjangkau berbagai gaya belajar siswa. Selain itu, penguasaan media poster juga dapat membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan berbagai media visual lainnya seperti infografis, mind map, dan visual summary yang dapat memperkuat pemahaman siswa. Hal ini sejalan dengan paradigma pembelajaran modern yang menempatkan visualisasi sebagai bagian penting dari proses konstruksi pengetahuan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode workshop yang difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam merancang dan memanfaatkan media poster sebagai salah satu bentuk Pemilihan metode workshop bukan tanpa Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa workshop merupakan metode pelatihan yang memberikan pengalaman langsung . ands-on experienc. kepada peserta sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan keterampilan secara signifikan dalam waktu relatif singkat. 4 Melalui workshop, guru tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi juga terlibat dalam proses praktik, diskusi, dan refleksi, yang semuanya sangat penting dalam maupun kompetensi profesional guru. Tahapan kegiatan dalam program ini dirancang secara sistematis agar sesuai dengan kebutuhan guru serta tuntutan pembelajaran abad ke-21. Tahap pertama adalah identifikasi kebutuhan, yang dilakukan melalui observasi awal dan wawancara dengan guru. Identifikasi kebutuhan ini penting untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru tentang media poster, hambatan yang mereka hadapi, serta jenis media visual yang paling dibutuhkan dalam pembelajaran. 5 Tahap ini menjadi fondasi penting dalam merancang modul pelatihan yang tepat sasaran, tidak hanya bersifat umum atau generik, tetapi benar-benar menjawab permasalahan nyata yang dihadapi guru dalam praktik mengajar sehari-hari. METODE Tahap kedua adalah penyampaian materi, yang memuat penjelasan mengenai konsep dasar media pembelajaran, prinsip desain poster edukatif, kegunaan poster dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta, 2010. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta, 2015. serta contoh penerapannya di berbagai mata Penyampaian materi dilengkapi dengan kajian teori dan bukti empiris yang menunjukkan bahwa media visual seperti poster dapat meningkatkan motivasi belajar, retensi informasi, dan pemahaman konsep peserta didik. 6 Pada tahap ini, dengan bantuan slide, contoh poster edukatif, serta analisis terhadap poster yang baik dan kurang baik agar peserta mampu memahami unsur-unsur visual yang memengaruhi kualitas media. Kejelasan materi pada tahap ini sangat penting agar guru memiliki pemahaman konseptual sebelum memasuki tahap praktik. Tahap ketiga adalah praktik pembuatan poster, di mana peserta diberi kesempatan untuk membuat poster berdasarkan mata pelajaran yang mereka ajarkan. Pada tahap sederhana seperti Canva. PowerPoint, atau aplikasi desain grafis lainnya yang mudah diakses oleh guru. Praktik ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan teknis guru dalam merancang poster mulai dari menentukan tema, memilih warna, menyusun tata letak, hingga memastikan pesan utama poster tersampaikan secara Praktik langsung terbukti menjadi salah satu cara paling efektif dalam meningkatkan keterampilan guru, karena mereka dapat mencoba, bereksperimen, dan memodifikasi desain sesuai kebutuhan 7 Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan analisis terhadap poster buatan mereka sendiri maupun poster buatan rekan sejawat sebagai bagian dari proses refleksi dan peningkatan kualitas. Pendampingan bertujuan membantu guru mengatasi kendala teknis maupun nonteknis, seperti kesulitan memilih warna, menentukan ukuran teks, mengintegrasikan gambar, atau memastikan poster mudah dipahami siswa. Pada tahap ini peserta memperoleh umpan balik langsung dari narasumber, sehingga mereka dapat memperbaiki hasil desain secara bertahap. Pendampingan juga mencakup diskusi mengembangkan poster yang lebih efektif. Dalam berbagai literatur, pendampingan terbukti memperkuat proses transfer pengetahuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menguasai keterampilan baru. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang dilakukan melalui dua bentuk: evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses mencakup pengamatan terhadap keaktifan peserta, keterampilan teknis selama praktik, serta kemampuan peserta menerapkan prinsip desain yang telah diajarkan. Sementara evaluasi hasil dilakukan dengan menilai poster yang dihasilkan peserta berdasarkan kriteria tertentu, seperti kejelasan pesan, komposisi visual, relevansi materi, dan estetika. Selain itu, peserta juga diminta mengisi angket refleksi untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kebermanfaatan workshop, peningkatan kompetensi, dan kemungkinan penerapan poster dalam pembelajaran sehari-hari. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa pelatihan tidak hanya menghasilkan produk berupa poster, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan dan kesiapan Tahap keempat adalah pendampingan, yang dilakukan selama proses praktik maupun setelah poster selesai dibuat. Arsyad. Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2017. Smaldino. Sharon E. Lowther. Deborah , & Russell. James D. Instructional Technology and Media for Learning. Pearson, 2019. Joyce. Bruce & Weil. Marsha. Models of Teaching. Pearson, 2011. guru pembelajaran berbasis visual. workshop menjadi pengalaman yang sangat Melalui seluruh tahapan metode workshop ini, kegiatan pengabdian masyarakat tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membekali guru dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Keterlibatan aktif guru dalam setiap tahap dan dukungan pendampingan intensif menjadi faktor penting dalam Dengan dirancang secara komprehensif ini terbukti merancang dan memanfaatkan media poster sebagai media pembelajaran yang kreatif, perkembangan pendidikan saat ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dasar media pembelajaran, terutama media visual seperti poster. Pada tahap penyampaian materi, peserta mulai memahami bahwa poster bukan hanya hiasan dinding kelas, tetapi perangkat pedagogis yang dapat memperjelas konsep, mengarahkan perhatian siswa, serta membantu pembelajaran berlangsung lebih 10 Pemahaman ini ditunjukkan mengidentifikasi fungsi poster, elemen desain edukatif, serta perbedaan antara poster yang informatif dan poster yang kurang sesuai dengan prinsip pendidikan. Para guru bahkan mulai mampu memberikan analisis kritis terhadap contohcontoh narasumber, serta menunjukkan kesadaran baru tentang pentingnya kualitas visual dalam proses belajar mengajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pelatihan media poster mendapatkan respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Antusiasme tersebut terlihat sejak awal kegiatan, ketika para guru menyampaikan bahwa mereka membutuhkan kemampuan baru dalam merancang media pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik Respons positif ini menjadi indikator bahwa program pengabdian masyarakat ini tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan guru di SMK Al Hikam Geger Madiun. Selain itu, partisipasi aktif yang ditunjukkan peserta selama sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik langsung menunjukkan adanya motivasi kuat untuk meningkatkan profesionalisme mereka sebagai pendidik. Guru juga menyampaikan bahwa pelatihan semacam ini masih jarang mereka dapatkan, sehingga kesempatan belajar melalui Kemampuan praktis guru dalam mendesain poster juga mengalami peningkatan Sebelum pelatihan dimulai, sebagian besar guru mengaku belum pernah membuat poster pembelajaran secara digital, dan beberapa bahkan merasa kesulitan menggunakan aplikasi desain Namun, melalui sesi praktik yang terarah, para guru dapat mencoba langsung merancang poster menggunakan Canva dan PowerPoint. Penggunaan aplikasi yang mudah dioperasikan terbukti efektif dalam menurunkan hambatan teknis dan meningkatkan kepercayaan diri 11 Poster yang berhasil dihasilkan oleh guru menunjukkan variasi desain, pemilihan warna yang lebih baik, tata letak yang harmonis, serta pemilihan ilustrasi Munadi. Yudhi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Gaung Persada Press, 2013. Arsyad. Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2017. Smaldino. Sharon E. Lowther. Deborah , & Russell. James D. Instructional Technology and Media for Learning. Pearson, 2019 yang relevan dengan materi pelajaran. Pendampingan yang diberikan selama proses desain membantu guru memahami unsur visual seperti tipografi, kontras, keseimbangan, dan fokus utama dalam Tahap diskusi dan evaluasi karya menjadi momen penting karena guru dapat mempresentasikan hasil desain mereka kepada peserta lain. Kegiatan ini mendorong terciptanya budaya saling memberi masukan dan memperbaiki karya Narasumber memberikan umpan balik terkait aspek teknis dan pedagogis, sedangkan peserta lain memberikan komentar berdasarkan pengalaman mereka dalam mengajar. Diskusi ini juga menyoroti bagaimana poster dapat digunakan dalam skenario pembelajaran yang berbeda, misalnya sebagai alat apersepsi, media penjelas langkah-langkah proses, sumber diskusi kelompok, atau sebagai bagian dari proyek pembuatan media belajar oleh siswa. Aktivitas refleksi semacam ini penting karena dapat meningkatkan keterampilan evaluatif guru dan memperkaya wawasan mereka mengenai penerapan media berbasis proyek di mana siswa diminta membuat poster mereka sendiri sebagai bentuk penilaian autentik. Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. 14 Guru-guru melaporkan bahwa integrasi poster dalam kegiatan belajar dapat meningkatkan keaktifan siswa, terutama bagi siswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar Hasil observasi juga menunjukkan bahwa penggunaan poster dalam pembelajaran membantu guru menyampaikan materi dengan lebih efisien. Poster yang dirancang dengan baik dapat menjadi referensi visual yang dapat digunakan berulang kali sehingga membantu menghemat waktu Materi yang sebelumnya membutuhkan penjelasan panjang dapat dipersingkat ketika divisualisasikan melalui Siswa pun mengaku lebih memahami materi yang didukung oleh poster, terutama materi yang mengandung konsep abstrak atau membutuhkan representasi diagram, alur, atau struktur. Guru merasa terbantu karena poster menyediakan titik fokus visual yang memudahkan siswa mengikuti alur Selain kemampuan teknis, pelatihan ini juga mendorong guru untuk mengembangkan strategi pedagogis yang lebih inovatif. Dalam sesi pendampingan lanjutan, terlihat bahwa guru mulai memikirkan bagaimana poster dapat diintegrasikan dalam rencana pembelajaran, bukan sekadar digunakan sebagai media tempelan di dinding kelas. Beberapa pembelajaran aktif seperti gallery walk, diskusi berbasis visual, dan pembelajaran Pelatihan ini juga menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan profesional guru, khususnya dalam hal literasi digital. Melalui pengenalan aplikasi digital dalam pembuatan poster, guru menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi lainnya. Beberapa melanjutkan kemampuan mereka pada desain infografis, peta konsep digital, dan Munadi. Yudhi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press, 2013. Joyce. Bruce & Weil. Marsha. Models of Teaching. Pearson, 2011. Trilling. Bernie & Fadel. Charles. Century Skills: Learning for Life in Our Times. Jossey-Bass, 2009. Mayer. Richard E. Multimedia Learning. Cambridge University Press, 2009. materi visual lainnya yang relevan dengan kebutuhan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya menghasilkan keterampilan yang bersifat instan, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk terus berkembang secara mandiri. Secara keseluruhan, hasil dan pembahasan kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa metode workshop yang digunakan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, kemampuan teknis, serta kompetensi pedagogis guru. Keterpaduan antara pendampingan, dan evaluasi memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh. Workshop juga menciptakan ruang kolaboratif yang memungkinkan guru saling belajar dan saling menginspirasi. Dengan demikian, program ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan memanfaatkan media poster secara optimal dalam pembelajaran. SIMPULAN Pelatihan penggunaan media poster terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, baik dari segi pemahaman konseptual, keterampilan teknis, maupun inovasi dalam Dari pemahaman, guru-guru menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi fungsi, prinsip desain, meningkatkan kualitas proses belajar Pelatihan ini membuka wawasan guru bahwa poster bukan sekadar media pedagogis yang mampu memperjelas informasi, memperkuat fokus siswa, dan membantu menyederhanakan konsep yang Dari aspek keterampilan teknis, guru mengalami peningkatan yang menghasilkan poster yang menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran. Penguasaan aplikasi desain Canva PowerPoint mempermudah guru dalam menciptakan media visual yang berkualitas, meskipun sebelumnya mereka merasa kurang percaya diri menggunakan alat desain digital. Selain itu, pelatihan juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Guru tidak hanya mampu membuat poster, tetapi juga memahami cara mengintegrasikan poster ke dalam berbagai model pembelajaran, seperti diskusi kelompok, gallery walk, dan pembelajaran Kemampuan memperkaya strategi pengajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, variatif, dan relevan dengan kebutuhan Berdasarkan keseluruhan temuan, pelatihan ini memberikan dampak positif memperoleh keterampilan yang dapat terus dikembangkan secara mandiri. Dengan demikian, pelatihan media poster dapat dipandang sebagai salah satu program pengembangan profesional yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. DAFTAR PUSTAKA