SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 PROSES KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA BERBAHASA SUNDA DAN CIREBON DI LINGKUNGAN ANAK USIA DINI (Studi Deskriptif Kualitatif Di Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini An Nur Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebo. Uun Machsunah1,Rio Alfiananda2 Program Studi D3 Hubungan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Cirebon Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Cirebon *Korespondensi Penulis: machsunahuun67@gmail. ABSTRACT This study aims to determine how the intercultural communication process in the Early Childhood Education (PAUD) Learning Group (KB) environment, as well as knowing what are the factors that hinder The location of this research in Beber Village. Beber District. Cirebon Regency, is a place that borders Kuningan Regency with different cultural backgrounds. Descriptive qualitative. The aim is to describe the facts that have been found systematically, actually and factually, which views that only researchers are truly free and different outside the target research environment, and produce objective conclusions. This research focuses on how the communication process and what are the factors of communication barriers that exist in the PAUD environment. The results of the research in the intercultural communication process that occurs in the An Nur Early Childhood Education Learning Group (KB PAUD) environment are: Communication is usually done through the adaptation stage first. If communication is blocked or deadlocked due to language differences, they use Indonesian as a 'unifying' bridge so that communication can be more effective and the message conveyed as desired. Students of KB PAUD An Nur in their interactions with peers use a mixed language of Sundanese and Cirebon. Teachers who teach at KB PAUD An Nur when teaching in class use Indonesian as the language of But when interacting informally follow the language style of their students. Sundanese and Cirebon language. Communication that occurs in the environment of KB PAUD An Nur, as well as in general in Beber Village. Beber Sub-district experienced a mixture . of Javanese culture Cirebon and Sunda Kuningan so that the use of language is unique. The mingling of language and culture in the educational environment makes one of the riches in the cultural repertoire in Indonesia, especially in the development of Islamic education-based communities. Keywords: Intercultural Communication Process. Language Differences. Communication Barriers. Indonesian Language ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi antarbudaya di lingkungan Kelompok Belajar (KB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta mengetahui apa saja faktor-faktor yang Lokasi penelitian ini di Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, merupakan tempat yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan dengan latar belakang budaya yang berbeda. Dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Tujuannya untuk memaparkan fakta yang telah ditemukan secara sistematis, aktual dan faktual, yang memandang bahwa hanya peneliti yang benar-benar bebas dan berbeda di luar lingkungan sasaran penelitian, dan menghasilkan kesimpulan yang obyektif. Penelitian ini berfokus mengenai bagaimana proses komunikasi dan apa saja faktor hambatan komunikasi yang ada di lingkungan PAUD. Hasil penelitian dalam proses komunikasi antarbudaya yang terjadi di lingkungan Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini (KB PAUD) An Nur adalah: Diterbitkan oleh FISIP UMC SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Komunikasi yang dilakukan biasanya melalui tahap adaptasi dulu. Jika komunikasi mengalami hambatan atau buntu karena perbedaan bahasa, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai jembatan AopemersatuAo sehingga komunikasi bisa lebih efektif dan pesan yang disampaikan sesuai yang Murid-murid KB PAUD An Nur dalam interaksinya dengan teman sebaya menggunakan bahasa campuran Sunda dan Cirebon. Guru yang mengajar di KB PAUD An Nur saat mengajar di kelas menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pelajaran. Tapi saat berinteraksi informal mengikuti gaya bahasa anak-anak didiknya, bahasa Sunda dan bahasa Cirebon. Komunikasi yang terjadi lingkungan KB PAUD An Nur, seperti juga secara umum di Desa Beber. Kecamatan Beber mengalami percampuran . budaya Jawa Cirebon dan Sunda Kuningan sehingga penggunaan bahasanya unik . Berbaurnya bahasa dan budaya dalam lingkungan pendidikan menjadikan salah satu kekayaan dalam khasanah budaya di Indonesia, terutama dalam pembangunan masyarakat berbasis pendidikan Islam. Kata Kunci : Proses Komunikasi Antarbudaya. Perbedaan bahasa. Hambatan Komunikasi. Bahasa Indonesia PENDAHULUAN Komunikasi antarbudaya adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan, atau perasaan diantara mereka yang berbeda latar belakang budayanya. Proses pembagian informasi itu dilakukan secara lisan dan tertulis, juga melalui bahasa tubuh, gaya atau tampilan pribadi, atuupun bantuan hal lain di sekitarnya yang memperjelas pesan. Kadangkala adanya perbedaan budaya mampu menimbulkan konflik antara komunikator dengan komunikan karena . mengalami ketidakpastian. Seperti yang diungkapkan oleh Gudykunst dan Kim dalam Liliweri . 2: . menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak saling kenal selalu berusaha untuk mengurangi tingkat ketidakpastian melalui peramalan yang Ketidakpastian tersebut bisa dikurangi apabila komunikator dengan komunikan mampu melakukan proses komunikasi yang Selain itu, komunikas iantarbudaya terjadi karena adanya pebedaan persepsi dan kebiasaan antara komunikator dengan Menurut Devito dalam buku Mulyana . , persepsi adalah proses dimana kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita. Komunikasi apapun bentuk dan Diterbitkan oleh FISIP UMC konteksnya, selalu menampilkan perbedaan Karena ada perbedaan iklim budaya tersebut, maka pada umumnya komunikasi yang terjadi selalu difokuskan pada pesan-pesan yang menghubungkan individu atau kelompok dari dua situasi budaya yang berbeda. Dalam perbedaan itu hambatan komunikasi antarbudaya sering tampil dalam bentuk perbedaan persepsi terhadap norma-norma budaya, pola-pola berpikir, struktur budaya, dan sistem budaya. Semakin besar peluang untuk merumuskan suatu tingkat kepastian sebuah komunikasi yang efektif. Dalam sebuah pendekatan yang diperkenalkan oleh Ellingsworth dalam Gundykuntst mengemukakan bahwa setiap individu dianugerahi kemampuan untuk beradaptasi Oleh karena itu maka setiap individu memiliki menyaring manakah perilaku yang harus atau yang tidak harus dia lakukan. Adaptasi nilai atau norma antar pribadi termasuk antarbudaya sangat ditentukan oleh dua faktor, yakni pilihan untuk mengadaptasikan nilai dan norma yang fungsional atau mendukung hubungan . SOSFILKOM antar pribadi, atau nilai norma yang disfungsional atau tidak mendukung hubungan antar pribadi. Berbicara Indonesia adalah salah satu negara kepulauan, di mana dari setiap pulau mempunyai suatu kebudayaan yang menjadi ciri khas dari pulau tersebut. Oleh karena itu, komunikasi antarbudaya sering terjadi pada masyarakat Indonesia. Beber merupakan kecamatan di Kabupaten Cirebon. Jawa Barat terletak di sisi selatan kabupaten Cirebon dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Kuningan di sebelah Di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Lemah Abang dan di sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Pancalang Kuningan. ttps://w. com/id/Beber,_Cire Karena secara geografis Kecamatan Beber bersinggungan/berbatasan Kabupaten Kuningan, otomatis kedua lokasi itu memiliki ciri khas tersendiri dalam melakukan komunikasi dan interaksi di antara anggota masyarakatnya. Hal ini komunikasi karena di Beber bahasa yang digunakan adalah bahasa Cirebon dan di Kuningan menggunakan bahasa Sunda. Perbedaan tersebut berdampak kepada perbedaan budaya di masyarakat. Artinya, ketika seseorang berinteraksi satu sama lain, maka pada saat itulah terjadi komunikasi antarbudaya diantara mereka. Terdapat komponen-komponen yang menyebabkan arti sebuah lambang menjadi berbeda. Perbedaan tersebut muncul disebabkan oleh perbedaan dan latar belakang sosial, sehingga menyebabkan distorsi komunikasi akibat perbedaan interpretasi pesan. Tiap orang yang menganggap sesuatu itu baik belum tentu dianggap baik pula oleh pandangan orang Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 lain, bergantung pada pandangan budaya dan Komunikasi antarbudaya adalah sesuatu yang unik karena terjadi di lapangan sosial dan latar belakang yang berbeda budaya seperti bahasa, etnis, ras, kebiasaan, agama, tingkat pendidikan, dan status sosial. Hal inilah yang menyebabkan interpretasi yang tidak lengkap dengan budaya lain. Untuk mencapai masyarakat beradab, di sisi lain, komunikasi antarbudaya dengan komunikasi yang efektif menjadi perhatian serius untuk memperoleh kehidupan masyarakat sejahtera yang dibutuhkan oleh . ttps://moraref. id/documents/a rticle/97406410605850. Dari uraian di atas, penulis tertarik meneliti tentang bagaimana masyarakat yang rata-rata Islam komunikasi dengan menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Cirebon dan faktor-faktor apa yang menjadi hambatan-hambatan yang terjadi selama komunikasi itu berlangsung. Lokasi penelitian ini di lingkungan Kelompok Belajar (KB) Pendidikan Anak Usia Dini di Desa Beber Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. TINJAUAN LITERATUR Pengertian Komunikasi Danil Vardiasnyah beberapa definisi komunikasi secara istilah yang dikemukakan para ahli : Jenis & Kelly menyebutkan AuKomunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang . menyampaikan stimulus . iasanya dalam bentuk kata-kat. dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang lainnya . Ay. Berelson & Stainer AuKomunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian, dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka, dan lainlainAy . SOSFILKOM Gode AuKomunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula yang dimiliki oleh seseorang . onopoli seseoran. menjadi dimiliki dua orang atau lebihAy Brandlun AuKomunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Ay (Verdiansyah, 2008: 25-. Pengertian Komunikasi Antarbudaya Komunikasi antar budaya adalah komunikasi antar pribadi yang dilakukan oleh komunikator dan komunikan yang berbeda Dalam komunikasi antar budaya terdapat konsep kebudayaan dan konsep komunikasi. Hubungan antar keduanya bersifat timbal balik dan fungsional. Budaya mempengaruhi komunikasi dan turut menciptakan dan komunikasi masyarakat yang berbeda. Komunikasi antar budaya ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan saling Budaya menentukan peran para pelaku komunikasi dan menjadi media penafsiran isi pesan diantara para komunikan. Kebudayaan merupakan cermin dari pola pikir dan tingkah laku manusia sehingga komunikasi antar budaya menjadi hubungan kemanusiaan dan peradaban masyarakat dalam suatu bangsa . (Aang Ridwan, 2016: . Proses Komunikasi Antarbudaya Dalam mengadakan komunikasi antar budaya,setiap orang yang terlibat di komunikasi secara umum. Proses komunikasi adalah proses timbal balik antara komunikan sebagai penerima pesan dan yang menciptakan pengertian dan penerimaan yang sama, serta menghasilkan tindakan yang sama untuk mencapai tujuan. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Tahap-tahap proses komunikasi sebagaimana dijelaskan oleh Aang Ridwan terdiri dari : Tahap Ideasi/Gagasan: penciptaan gagasan atau informasi yang dilakukan oleh komunikator. Tahap Encoding: informasi dibentuk menjadi symbol atau sandi yang dirancang untuk dikirim kepada komunikan dan pemilihan saluran dan media komunikasi yang akan digunakan. Simbol atau sandi dapat berbentuk kata-kata ( lisan ataupun tertuli. ,gambar . oster atau grafi. ,atau berupa tindakan. Tahap Pengiriman: gagasan atau pesan telah disimbolkan . melalui saluran dan media komunikasi yang tersedia Tahap Penerimaan: pesan diterima melalui proses mendengarkan, membaca, atau mengamati bergantung pada saluran atau Tahap Decoding: pesan-pesan yang diartikan,dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses berfikir. Aang Ridwan, 2016: . Dari uraian para di atas bisa dikatakan bahwa secara umum proses komunikasi merupakan pengiriman pesan dari komunikator . kepada komunikan . dan setelahnya ada umpan balik . antar keduanya. Begitu pula jika komunikasi dilakukan masyarakat dalam latar belakang budaya yang berbeda maka dalam interaksi mereka akan terjadi proses saling berbagi informasi pengetahuan, perasaan, dan pengalaman. Setiap budaya memiliki nilai dan sikap yang di komunikasikan, misalnya cara orang Jepang membungkukan badan satu sama lain saat menyambut tamu berbeda dengan gaya penyambutan bangsa lain. (Ridwan, :2016: 102. Atau orang Jawa mengatakan kata AuatosAy dengan pengertian . SOSFILKOM AokerasAo tetapi orang Sunda kata tersebut berarti AosudahAo. Fungsi Komunikasi Antarbudaya Menurut Mulyana dan Rakhmat . , fungsi komunikasi antar budaya sebagai berikut berikut. Fungsi Pribadi Fungsi pribadi adalah fungsi komunikasi yang ditunjukan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seseorang individu. Fungsi pribadi mencakup hal-hal berikut . Identitas Sosial Dalam proses komunikasi antar budaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas social. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa, baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa dapat diketahui identitas diri ataupun social, misalnya asalusul suku bangsa, agama, ataupun tingkat pendidikan seseorang. Integrasi Sosial Inti konsep integrasi social adalah menerima kesatuan dan persatuan antar pribadi `atau kelompok dengan tetap mengakui perbedaan setiap unsure-unsurnya . Salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan . Dalam komunikasi antar budaya yang melibatkan perbedaan budaya antara komunikator dan komunikan, integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah memperlakukan pihak lain sebagaimana kebudayaan orang tersebut memperlakukan orang tersebut. Dengan demikian, komunikator dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atau relasi mereka. Menambah Pengetahuan Komunikasi antar pribadi ataupun antar budaya akan menambah pengetahuan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 bersama karena pihak yang berkomunikasi saling mempelajari kebudayaan masingmasing. Melepaskan Diri atau Jalan Keluar Komunikasi melepaskan diri atau mencari jalan keluar atas masalah yang sedang dihadapi Pilihan komunikasi seperti itu disebut sebagai komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yang simetris. Fungsi Sosial Fungsi social adalah fungsi komunikasi yang ditunjukan melalui prilaku komunikasi yang bersumber dari masyarakat luas. (Mulyana dan Rakhma 2001: . Proses Adaptasi Perilaku Komunikasi ke Dalam Efektifitas Antarbudaya Ada 3 sasaran komunikasi antar budaya yang selalu dikehendaki dalam proses komunikasi antarbudaya, yakni : Agar kita berhasil melaksanakan tugas-tugas dengan orang-orang dari latar belakang kebudayaan yang berbeda. Agar kita dapat hubungan antar pribadi dalam suasana antarbudaya. Agar tercapai penyesuaian antar ( Ridwan, 2016: . Hambatan Antarbudaya Proses Komunikasi Dalam komunikasi antar budaya, reaksi negatif dan evaluatif individu terhadap sebuah budaya dapat menciptakan hambatan komunikasi (Novinger, 2. Evaluasi yang bersifat negatif menyebabkan ketidaksukaan dan penghindaraan. Hal ini karena budaya AuasingAy dipandang AumenyimpangAy atau AuberbedaAy dari norma yang kita anut. Volume XVII Nomor 01 SOSFILKOM Hambatan komunikasi terjadi di antara dua budaya dan bersifat satu arah. mencerminkan ketidakmampuan untuk memahami norma dari budaya yang berbeda . udaya asin. Hambatan ini tidak selalu bersifat timbal balik. Sebuah perbedaan budaya . ersifat tungga. dapat pula menjadi hambatan apabila melanggar salah satu nilai inti komunikator. (Novinger, 2001: 13. Jenis-jenis Hambatan Antarbudaya Komunikasi . Fisik . , berasal dari hambatan kebutuhan diri dan media fisik. Budaya . , berasal dari etnik yang berbeda, agama dan antara budaya satu dan budaya lainnya. Persepsi . , muncul karena setiap berbeda-beda mengenai suatu hal. Motivasi . tingkat motivasi dari Artinya, menerima pesan ingin tersebut atau tidak mempunyai motivasi menjadi hambatan. Pengalaman . , hambatan yang terjadi Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 karena setiap individu yang sama sehingga mempunyai persepsi dan konsep yang berbeda dalam melihat . Emosi . , emosi atau perasaan Apabila terjadi akan semakin . Bahasa . , pengirim pesan dan menggunakan bahasa penggunaan kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan. Nonverbal, hambatan yang tidak berbentuk kata-kata, marah penerima pesan ketika pengirim pesan Ekspresi tersebut dapat menjadi pengirim pesan akan merasa tak maksimal kepada penerima. Kompetisi . , terjadi jika penerima pesan melakukan kegiatan . SOSFILKOM contohnya menelpon Karena sekaligus, penerima tidak mendengarkan (Ridwan , 2016:. Masyarakat Islam Masyarakat Islam atau masyarakat madani . ivil societ. memiliki karakter yang sama, yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi kemajemukan agama dan pemihakan terhadap kepentingan seluruh elemen kekerasan, serta menjadi tenda besar bagi golongan dan kelompok masyarakat tanpa Masyarakat terbaik yang mampu melahirkan peradaban sebagai arus utama yang membawa pencerahan hidup umat manusia di tengah pergulatan zaman. ttps://uinsgd. id/masyarakat-islam-yangsebenarbenarnya/#::text=Bagi Muhammadiyah , baik masyarakat Islam,sert a menjadi tenda besar bag. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono . metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Pada penelitian kualitatif, subjek penelitian merupakan info atau narasumber. Data primer diperoleh dari subjek penelitian ini, yakni beberapa orang yang terkait dengan Kelompok Belajar (KB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) An Nur. Penulis mengambil subjek sebagai informan adalah Ibu Cici Solihah . selaku Kepala Sekolah KB PAUD An Nur. Ibu Iyet Sugiarti . selaku guru. Ibu Eva Hayatun . selaku orang tua murid, dan Ceu Mimin . selaku pedagang di lingkungan kelompok belajar tersebut. Sedangkan objeknya adalah bercampurnya penggunaan bahasa Sunda dan bahasa Jawa Cirebon. Data sekunder dari penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan atau buku literature, publikasi nasional dan internet mengenai informasi-informasi yang terkait dengan penelitian. Dapat juga dikatakan data sekunder merupakan data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. Penelitian pengumpulan datanya dilakukan sejak tanggal 1 September Ae 20 Desember 2021. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Beber merupakan kecamatan di Kabupaten Cirebon. Jawa Barat terletak di sisi selatan kabupaten Cirebon dan berbatasan langsung dengan kabupaten Kuningan di sebelah Di sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Lemah Abang dan di sebelah Pancalang Kuningan. ttps://w. com/id/Beber,_Cire Karena secara geografis Kecamatan Beber bersinggungan/berbatasan Kabupaten Kuningan, otomatis kedua lokasi itu memiliki ciri khas tersendiri dalam melakukan komunikasi dan interaksi di antara anggota masyarakatnya. Hal ini . SOSFILKOM komunikasi karena di Beber bahasa yang digunakan adalah bahasa Cirebon dan di Kuningan menggunakan bahasa Sunda Artinya, ketika seseorang berinteraksi satu sama lain, maka pada saat itulah terjadi komunikasi antarbudaya diantara mereka. Terdapat komponen-komponen menyebabkan arti sebuah lambang menjadi Perbedaan tersebut muncul disebabkan oleh perbedaan dan latar belakang sosial, sehingga menyebabkan distorsi komunikasi akibat perbedaan interpretasi pesan. Hasil penelitian yang dilakukan saat wawancara dengan Ibu Cici Siti Solihah selaku Kepala Sekolah Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini . elanjutnya ditulis KB PAUD) An Nur menunjukkan bahwa di lingkungan tempatnya bekerja berbaur antara yang berbahasa Cirebon dan bahasa Sunda. Ada beberapa yang mengerti, yang lainnya tidak cukup mengerti, tetapi komunikasi tetap berjalan terus setiap hari. Berdasarkan interaksi yang intensif, lamalama saling adaptasi dan bisa menempatkan AuIbu-ibu yang mengantar anak-anaknya ke sekolah tidak ada yang canggung. Masingmasing memiliki pembawaan sendiri. Karena jika ditelisik, memang beberapa dari latar belakang budaya Sunda yang di rumahnya memakai bahasa Sunda, tapi beberapa yang lain menggunakan bahasa Jawa Cirebon. Jadi saat mereka keluar rumah masing-masing membawa kebiasaan . yang sudah melekat dan saling adaptasi. Jika saat berkomunikasi mengalami hambatan atau buntu, kedua belah pihak sulit mengerti, biasanya komunikasi yang dilakukan Indonesia,Ay penjelasan Ibu Cici. Dari penjelasan ini proses komunikasi di antara dua budaya (Cirebon dan Sund. melalui tahap adaptasi dulu. Jika komunikasi Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 buntu, mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sebagai jembatan AupemersatuAy sehingga komunikasi bisa lebih efektif dan pesan yang disampaikan sesuai yang diinginkan. Mengutip dari Ridwan . 6: . bahwa secara umum komunikasi antarbudaya adalah pengetahuan, perasaan, dan pengalaman yang dilakukan oleh manusia dari berbagai Dari kutipan ini bisa dikatakan bahwa komunikasi yang dilakukan di lingkungan KB PAUD An Nur relatif tidak mengalami hambatan yang signifikan para masing-masing menggunakan bahasa dari latar belakang budayanya sendiri jika mengalami hambatan akan menggunakan bahasa Indonesia. Agak berbeda dengan yang dikatakan oleh Ibu Cici. Ibu Iyet Sugiarti salah satu guru, merupakan pendatang di sekolah tersebut dan berlatar belakang budaya dari Balerante Cirebon, mengatakan bahwa awalnya ketika mulai mengajar agak kaget. Menurutnya di lingkungan yang baru murid-murid dan orang tua yang mengantar anak-anaknya ke sekolah komunikasi dan interaksi yang dilakukan cukup unik. Bahasa yang mereka gunakan campur baur, ada yang berbahasa Sunda ada juga yang memakai bahasa Jawa, sekaligus bahasa Indonesia, atau perpaduan di antara Tapi menurutnya tidak ada hambatan yang serius saat mulai mengajar. Dia berusaha beradaptasi dengan anak-anak yang menggunakan bahasa campuran tersebut karena dalam proses belajar mengajar bahasa pengantarnya adalah bahasa Indonesia. Mengutip Ridwan, hambatan dalam komunikasi antarbudaya adalah: Fisik . ,berasal dari hambatan waktu, lingkungn, kebutuhan diri dan media . SOSFILKOM . Budaya . , berasal dari etnik yang berbeda, agama dan perbedaan sosial antara budaya satu dan budaya lainnya. Persepsi . , muncul karena setiap orang memiliki persepsi yang berbedabeda mengenai suatu hal. Motivasi . berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar. Artinya, pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau tidak mempunyai motivasi sehingga dapat menjadi . Pengalaman . , hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga mempunyai persepsi dan konsep yang berbeda dalam melihat sesuatu. Emosi . , berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar buruk, hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar. Bahasa . , pengirim pesan dan penerima pesan menggunakan bahasa berbeda atau penggunaan kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan. Nonverbal, yaitu hambatan yang tidak berbentuk kata-kata, contohnya wajah marah penerima pesan ketika pengirim pesan melakukan komunikasi. Ekspresi tersebut dapat menjadi hambatan, karena pengirim pesan akan merasa tak maksimal atau takut untuk megirimkan pesan kepada penerima. Kompetisi . , terjadi jika penerima pesan melakukan kegiatan lain sambil mendengarkan, contohnya menelpon sambil menyetir. Karena melakukan dua mendengarkan pesan secara maksimal. (Ridwan, 2016:. Jika melihat kutipan Ridwan di atas, sembilan hambatan tersebut tidak dialami oleh Ibu Iyet Sugiarti. Dari sisi fisik, budaya, persepsi, motivasi, pengalaman, emosi, bahasa baik verbal maupun nonverbal semua bisa diatasi. Apalagi profesinya sebagai guru. Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 hal-hal tersebut mampu dikelola dengan baik Jika di poin 9 . terjadi karena penerima pesan, misalnya muridnya melakukan kegiatan lain--asik bermain sendiri atau mengobrol dengan temannya saat dia mengajar, dia akan berusaha mengalihkan perhatian anak didiknya dengan mempersuasi melalui intonasi dan bahasa yang Ibu Eva Hayatun merupakan salah satu orang tua murid yang mengantar anaknya di KB PAUD An Nur mengatakan tidak mengalami berkomunikasi dengan lingkungan sekolah Hal ini lantaran dia berasal dari Ciwaringin dan suaminya berasal dari Kuningan. Bahasa yang digunakan di rumah biasanya memakai bahasa Cirebon tetapi jika bicara dengan suaminya sering juga menggunakan bahasa Sunda. Menurutnya, anak-anaknya dominan menuruti dia sebagai ibunya tetapi anak-anak familiar jika menggunakan bahasa ayahnya. Dari pernyataan Ibu Eva Hayatun tersebut bisa dikatakan proses adaptasi perilaku komunikasi ke dalam efektifitas antarbudaya seperti yang dinyatakan Ridwan . 6: . , memiliki 3 . sasaran yang selalu dikehendaki dalam prosesnya, yakni : Agar kita berhasil melaksanakan tugastugas yang berhubungan dengan orang-orang dari latar belakang kebudayaan yang berbeda. Agar kita dapat meningkatkan hubungan antar pribadi dalam suasana antarbudaya. Agar tercapai penyesuaian antar pribadi. ( Ridwan :2016:. Menilik dari pernyataan Ibu Eva Hayatun, ketiga proses komunikasi antarbudaya yang dilakukan keluarganya tidak mengalami hambatan karena komunikasi yang dilakukan dengan latar belakang yang berbeda di keluarganya tetap dapat meningkatkan hubungan antarpribadi dan saling tercapai . SOSFILKOM Sedangkan Ceu Mimin, pedagang di KB PAUD An Nur adalah salah satu orang yang Perangainya periang, cerewet, dan banyak bicara dengan bahasa campuran tetapi lebih dominan bahasa Sunda. Ini juga dilihat dari AocelotehanAo dan nama panggilan Ceu Mimin, mengindikasikan orang Sunda, perilaku dan tindakannya baik secara verbal maupun nonverbal menunjukkan identitas sosialnya. Hal ini seperti dikutip dari Mulyana dan Rakhmat . bahwa Identitas Sosial dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas socialnya. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa, baik secara verbal maupun nonverbal. Dari perilaku berbahasa ini dapat diketahui identitas diri ataupun sosial, seperti asal-usul suku bangsa, agama, ataupun tingkat pendidikan seseorang. Ceu Mimin yang lulusan Sekolah Dasar itu dalam berinteraksi dengan lingkungan di KB PAUD An Nur, nyaris tidak bisa bahasa Indonesia, lebih sering menggunakan bahasa Sunda. Jika dia tidak memahami apa yang dikomunikasikan oleh lawan bicaranya dia akan menggunakan simbol atau bahasa nonverbal. Contohnya kebiasaan dia melakukan salat duha dan menitipkan dagangannya kepada yang paling dekat, misalnya Ibu Eva Hayatun AuAbdi bade salat duha nyaakA titip dagangan heula,Ay saat bicara dia mengangkat tangannya dengan simbol AuAllahu AkbarAy yang artinya mau salat. Di lingkungan KB PAUD An Nur semuanya Islam berkomunikasi bahasa dan simbol-simbol yang digunakan lebih mudah dipahami. Hal ini seperti dalam teori masyarakat Islam atau masyarakat madani . ivil society: memiliki karakter yang sama, masyarakat yang menjunjung tinggi kemajemukan agama dan Diterbitkan oleh FISIP UMC Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 pemihakan terhadap kepentingan seluruh elemen masyarakat, perdamaian dan tanpa kekerasan, serta menjadi tenda besar bagi golongan dan kelompok masyarakat tanpa Dalam konteks ini, hampir komunikasinya dalam berinteraksi tidak ada diskriminasi baik secara budaya, latar belakang sosial, pendidikan, maupun strata Hal ini tentu sangat niscaya, dalam lingkungan pendidikan semua hal akan diikhtiarkan berbasis pendidikan, tanpa Pendekatan agama adalah way of life yang dijadikan panduan dalam membangun kehidupan individu dan kelompok . Islam sebagai salah satu agama yang mengutamakan perdamaian memberikan solusi atas permasalahan yang menghambat keberhasilan komunikasi dengan individu atau kelompok yang berbeda suku bangsa, budaya, ras, etnis, dan agama. Problem solving ini diuraikan secara gamblang dalam kitab suci Al-Quran, terutama dalam surat alHujurat 1-13 berisikan tata krama membina kehidupan sosial. KESIMPULAN Hasil penelitian dalam proses komunikasi antarbudaya yang terjadi di lingkungan Kelompok Belajar Pendidikan Anak Usia Dini (KB PAUD) An Nur adalah: Komunikasi yang dilakukan biasanya melalui tahap adaptasi dulu. Jika komunikasi mengalami hambatan atau buntu karena perbedaan bahasa, mereka menggunakan Indonesia AopemersatuAo sehingga komunikasi bisa lebih efektif dan pesan yang disampaikan sesuai yang diinginkan. Murid-murid KB PAUD An Nur dalam menggunakan bahasa campuran Sunda dan Cirebon. Guru yang mengajar di KB PAUD An Nur saat mengajar di kelas menggunakan bahasa SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 Indonesia sebagai bahasa pengantar Tapi saat berinteraksi informal mengikuti gaya bahasa anak-anak didiknya, bahasa Sunda dan bahasa Cirebon. Komunikasi yang terjadi lingkungan KB PAUD An Nur, seperti juga secara umum di Desa Beber. Kecamatan Beber mengalami percampuran . budaya Jawa Cirebon dan Sunda Kuningan sehingga penggunaan bahasanya unik . Berbaurnya bahasa dan budaya dalam lingkungan pendidikan menjadikan salah satu kekayaan dalam khasanah budaya di Indonesia, terutama dalam pembangunan masyarakat berbasis pendidikan Islam. Bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam Ragam budaya ini memiliki ciri khas masing-masing sehingga menjadi khasanah kekayaan budaya Indonesia. Termasuk penelitian penulis di Desa Beber Kecamatan Beber yang mana lokasinya antara kabupaten Cirebon dan Kuningan sehingga budaya di dua tempat tersebut mengalami akulturasi . budaya dan menghasilkan ragam budaya yang unik. Termasuk dalam penggunaan bahasa. Penulis berharap ada penelitian lanjutan dari proses komunikasi antarbudaya ini sehingga yang membaca memiliki pengayaan pengetahuan serta memaknai perbedaan budaya sebagai hal yang niscaya. Penelitian lanjutan juga diharapkan mengeksplore ragam budaya di daerah perbatasan yang notabene mayoritas beragama Islam sehingga percampuran kedua budaya tersebut memperkaya kebudayaan kedua belah pihak sehingga pemberdayaan masyarakat Islam makin nampak dalam tutur bahasa secara verbal maupun nonverbal dan dalam tindakan yang konkret saat mereka saling berkomunikasi dan berinteraksi. Vardiansyah. Danil. Filsafat Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Cetakan II. Jakarta: PT Indeks. DAFTAR PUSTAKA