PROCESSOR AeVOL. No. Oktober 2025. Laman web jurnal: https://ejournal. id/index. php/processor Jurnal Processor P-ISSN: 1907-6738 | E-ISSN: 2528-0082 Analisis Performa. Overload, dan Kerentanan pada Website Basarnas Bengkulu untuk Optimalisasi Kinerja Julyane Kevin Cheka1. Rozali Toyib2*. Ardi Wijaya3. Muntahanah4 1,2,3,4, Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jl. Bali. Kampung Bali. Kec. Teluk Segara. Kota Bengkulu. Bengkulu 38119. Indonesia. *Penulis Korespondensi. Email: rozalitoyib@umb. AbstrakOe Website Basarnas Bengkulu mempunyai peran krusial dalam memberikan informasi berhubungan dengan kegiatan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat. Namun seiring bertambahnya jumlah pengunjung serta kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat, situs ini menghadapi beberapa tantangan terkait performa, overload, dan kerentanan seperti waktu muat halaman yang lambat, website yang cendrung tidak responsif, serta indikasi defacement yang tentu akan Maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis serta memberikan rekomendasi untuk optimalisasi kinerja website. Mengimplementasikan metode Software Testing Life Cycle (STLC) yaitu metode yang digunakan untuk pengujian perangkat lunak serta dibantu dengan tools seperti PageSpeed Insights. Apache Jmeter, dan Acunetix memungkinkan penelitian dilakukan secara komprehensif dan efisien. Sehingga didapatkan hasil penelitian pada performa dengan nilai rata-rata 81,87 yang termasuk dalam range baik namun tetap perlu perbaikan. Pada overload didapatkan hasil penelitian yaitu skenario 1 dengan 5 user . 00% error, skenario 2 dengan 15 user . terdapat 32% error, serta skenario 3 dengan 45 user . 90% yang secara keseluruhan menunjukkan kinerja website masih cukup baik pada beban rendah namun menurun pada beban tinggi. Dan pada kerentanan didapatkan hasil penelitian pada kategori Low severity vulnerabilities yang artinya terdapat kerentanan minor dan masih relatif aman namun tetap perlu ditindaklanjuti untuk upaya pencegahan. Berdasarkan temuan ini direkomendasikan untuk memperhatikan infrastruktur server, mengoptimasi konten atau gambar, serta meningkatkan dan memperhatikan keamanan sistem agar dapat meminimalisir kerentanan untuk mencegah ancaman dan serangan yang dapat mengganggu kinerja website. Kata Kunci: Kerentanan. Overload. Performa. Tools. Website. AbstractOeThe Bengkulu Basarnas website plays a crucial role in providing information related to search and rescue activities to the public. However, with the increasing number of visitors and the need for fast and accurate information, the site faces several challenges related to performance, overload, and vulnerabilities such as slow page load times, a website that tends to be unresponsive, and indications of defacement, which are certainly detrimental. Therefore, research was conducted with the aim of analyzing and providing recommendations for optimizing website performance. Implementing the Software Testing Life Cycle (STLC) method, a method used for software testing, and assisted by tools such as PageSpeed Insights. Apache Jmeter, and Acunetix, enabled the research to be conducted comprehensively and efficiently. The results obtained an average performance score of 81. 87, which is included in the good range but still needs improvement. On overload, the research results were obtained, namely scenario 1 with 5 users . there was 0. 00% error, scenario 2 with 15 users . there was 0. 32% error, and scenario 3 with 45 users . there was 1. 90% which overall shows that website performance is still quite good at low loads but decreases at high loads. And on vulnerabilities, the research results were in the Low severity vulnerabilities category, which means there are minor vulnerabilities and are still relatively safe but still need to be followed up for prevention efforts. Based on these findings, it is recommended to pay attention to server infrastructure, optimize content or images, and improve and pay attention to system security in order to minimize vulnerabilities to prevent threats and attacks that can disrupt website performance. Keywords: Vurnerability. Overload. Performance. Tools. Website. PENDAHULUAN Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) yang merupakan lembaga pemerintah nonkementerian dibawah presiden juga memanfaatkan website sebagai sarana dalam menyampaikan layanan informasi kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang bertujuan mewujudkan proses kerja yang lebih efisien, efektif, transparan, akuntabel serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, dalam penyebaran informasi menggunakan sarana website hal-hal yang berhubungan dengan bencana alam dan info-info yang lainnya agar masyarakat bisa mengakses berita-berita khususnya yang terjadi di Provinsi Bengkulu dan apabila kita menilai kondisi hingga saat ini kegunaan website sangat bermanfaat, terlebih tidak semua orang dapat memperoleh informasi dengan cara berinteraksi secara langsung baik dikarenakan jarak, maupun keterbatasan yang dimiliki https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 oleh seseorang seperti contoh seorang penyandang disabilitas Hal ini tentu akan merugikan mereka dalam hak memperoleh informasi dalam menunjang keberlangsungan hidupnya . Website adalah sekumpulan halaman yang terletak dalam satu domain yang menawarkan beragam informasi yang dapat dibaca dan dilihat oleh pengguna internet. Informasi ini mencakup dokumen multimedia seperti teks, gambar, suara, animasi, dan video yang diakses melalui Hypertext Transfer Protocol (HTTP) menggunakan browser . Permasalahan dalam pengelolaan website Basarnas Bengkulu ditemukan beberapa permasalahan seperti waktu muat website yang lambat, website yang kadang tidak responsif, maupun adanya indikasi defacement yang dapat mengakibatkan kerugian baik materil ataupun non-materil bagi instansi. Maka penulis berniat melakukan analisis yaitu merujuk pada proses penguraian suatu system informasi menjadi bagian-bagain komponennya yang mendalam mengenai performa yaitu kecepatan dan responsivitas sebuah situs web dalam menyajikan konten kepada penggunannya, kemudian overload yaitu situasi dimana sebuah situs web menerima lalu lintas atau permintaan yang melebihi kapasitas yang dapat ditangani oleh infrastruktur servernya, serta kerentanan yaitu potensi resiko bagi suatu sistem pada website Basarnas Bengkulu untuk optimalisasi kinerja . Dalam penelitian ini penulis merujuk beberapa referensi sebagai pedoman dalam pelaksanaan Adapun penelitian terdahulu yang berjudul AuPengembangan Test Script untuk Load Testing Web dengan metode Software Testing Life CycleAy menjelaskan bahwa dengan mengikuti alur STLC pengembang memperoleh informasi menyeluruh mengenai situs web yang diuji sehingga mereka dapat merancang skrip pengujian yang mencakup pengujian beban pada fungsi krusial seperti operasi CRUD yang digunakan oleh Dan hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah skrip uji yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja website menggunakan Apache JMeter . Penelitian terdahulu lainnya berjudul AuOptimasi Website Toko Kerja Menggunakan Uji Performa Google Pagespeed InsightsAy penelitian ini memanfaatkan data kuantitatif yang diambil dari hasil analisis yang dilakukan oleh Google PageSpeed Insights. Hasil analisis ini menampilkan skor kinerja situs dalam bentuk persentase serta waktu akses situs dalam satuan waktu yang jelas . Website Invitees Menggunakan Metode Load Testing Dengan Apache Jmete menjelaskan bahwa dalam penelitian ini penulis melakukan Load Testing menggunakan Apache JMeter pada situs web Invitees. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs web Invitees telah beroperasi secara optimal saat digunakan, namun masih memerlukan perbaikan ketika layanan diakses oleh lebih dari 10 pengguna secara bersamaan . Analisis Kerentanan Pada Website Servio Menggunakan Acunetix Web Vulnerability hasil dari penelitian ini mengidentifikasi beberapa kerentanan pada website Servio, seperti adanya HTML yang tidak dilindungi CSRF, rentan terhadap clickjacking, serta beberapa alert informasi yang perlu Temuan dari Acunetix ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan tersebut berada pada level medium yang menyiratkan bahwa masalah ini disebabkan oleh kesalahan konfigurasi dan kelemahan dalam kode situs . Analisis Keamanan Web New Kuta Golf Menggunakan Metode Vulnerability Assessments Dan Perhitungan Security Metriks menjelaskan bahwa dalam melakukan pengujian keamanan website, salah satu metode yang dapat digunakan adalah Vulnerability Assessment dengan bantuan aplikasi Acunetix. Berdasarkan hasil vulnerability assessment teridentifikasi bahwa tingkat kerentanannya bernilai tinggi . Sehingga dalam penelitian kali ini, peneliti menerapkan metode Software Testing Life Cycle (STLC) yang merupakan pendekatan umum dalam pengujian perangkat lunak . Hal ini juga didukung dengan pemanfaatan tools yang relevan seperti PageSpeed Insights yaitu alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan loading sebuah blog atau situs web . Apache Jmeter yaitu sebuah proyek open source yang dikembangkan menggunakan bahasa Java dan berfungsi sebagai alat untuk pengujian beban . Serta Acunetix yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk melakukan pengujian keamanan secara otomatis . Dengan penggunaan tools ini memungkinkan penelitian dapat dilakukan secara komprehensif dan efisien. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu terletak pada keragaman skenario penelitian dalam alur metode STLC yang disesuaikan pada kebutuhan dari penelitian yaitu performa, overload, dan kerentanan yang dilakukan dengan memanfaatkan tools seperti PageSpeed Insights. Apache Jmeter. Acunetix. Selain itu manfaat penelitian ini yaitu merumuskan strategi optimalisasi untuk meningkatkan kinerja website dengan fokus yang mendalam untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sistem informasi publik yang lebih baik, adaptif, dan responsif. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 METODOLOGI PENELITIAN 1 Kerangka Kerja Penelitian (Research Framewor. Gambar 1. Kerangka Kerja Penelitian (Research Framewor. 2 Metode Pengembangan Sistem Siklus Hidup Pengujian Perangkat Lunak (STLC) adalah serangkaian langkah yang teratur dalam pengujian perangkat lunak. Proses STLC merupakan komponen dari siklus hidup pengembangan perangkat lunak (SDLC) dan dilakukan pada fase pengujian. STLC mengacu pada proses pengujian yang mencakup langkah-langkah tertentu yang harus dilalui untuk menjamin bahwa standar kualitas tercapai sesuai dengan harapan. Setiap langkah memiliki kriteria dan hasil yang telah ditentukan sebelumnya. , yaitu : https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Source Picture: indiumsoftware. com/blog/software-testing-life-cycle/ Gambar 2. Alur Metode Software Testing Life Cycle (STLC) Requirement Analysis Analisis Kebutuhan adalah langkah pertama dalam STLC. Di tahap ini, seorang Software Quality Assurance (SQA) akan menganalisis kebutuhan fungsional dan non-fungsional dari perspektif pengujian untuk menemukan kebutuhan yang dapat diuji. Tahap ini mendukung dalam menentukan ruang lingkup Software Quality Assurance (SQA) juga akan berinteraksi dengan semua pihak terkait seperti System Analyst. Product Owner. Business Analyst. End Client, dan pihak lain untuk memastikan pengujian sesuai dengan spesifikasi klien. Test Planning Test Planning merupakan tahapan kedua dari proses STLC. Informasi yang telah dikumpulkan selama tahap Requirement Analysis sebelumnya akan digunakan untuk menyiapkan perencanaan pengujian. SQA akan menyiapkan test plan, menentukan tools yang digunakan selama proses pengujian berlangsung, memperkirakan waktu dan sumber daya, dan menentukan siapa saja yang terlibat selama proses pengujian Test Case Development Tahapan ketiga adalah Pengembangan Kasus Uji, pada langkah ini, kasus uji akan disusun sesuai dengan rencana uji yang telah dirancang sebelumnya. Skrip pengujian otomatis juga akan disusun berdasarkan kasus uji serta membuat data uji. Environment Setup Sampai di titik ini. Jaminan Kualitas Perangkat Lunak (SQA) akan mempersiapkan tahap pengaturan lingkungan yang sesuai dengan jadwal, termasuk perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan, serta menyiapkan lingkungan pengujian dan data untuk pengujian. Tahap ini juga dapat dilaksanakan bersamaan dengan proses pembuatan kasus uji. Test Execution. Test Execution Tahap berikutnya adalah Pelaksanaan Uji, di mana SQA akan melaksanakan rencana pengujian dan kasus uji yang sudah disiapkan sebelumnya. Jika ada fitur yang tidak berfungsi sesuai dengan harapan yang diinginkan, maka hal itu akan dicatat dan dimasukkan ke dalam laporan bug. Kemudian. SQA akan menginformasikan permasalahan tersebut kepada tim pengembang untuk memperbaiki fitur itu dan akan diuji kembali oleh SQA. Test Cycle Closure Pada fase terakhir dari Siklus Hidup Pengujian Perangkat Lunak (STLC), jaminan kualitas perangkat lunak (SQA) akan menyelesaikan proses pengujian dengan menyusun laporan tentang hasil pengujian yang telah dilakukan, mengumpulkan informasi terkait hasil pengujian, serta melakukan penilaian dan analisis terhadap pengujian yang telah berlangsung. Tujuan dari fase ini adalah untuk meminimalkan kendala dalam proses pengujian yang akan datang dan meningkatkan mutu STLC di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian ini dilakukan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu. Penelitian ini dilakukan menjadi beberapa tahap yaitu performa dengan tools Pagespeed Insights. Overload dengan tools Apache Jmeter, dan kerentanan dengan tools Acuneix. Pagespeed Insights Pada pengukuran performa peneliti menggunakan Pagespeed Insights dalam mengukur kinerja performa Adapun PageSpeed Insights merupakan software testing berbasis website yang diakses dengan browser dan internet. Langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan pengukuran performa yaitu: Membuka halaman website PageSpeed Insights melalui browser dengan alamat https://pagespeed. Salin alamat website Basarnas Bengkulu dan kemudian input kedalam form input box atau kotak AuEnter a web page URLAy pada halaman page PageSpeed Insight dan memilih kotak tindakan Analyze di gambar 3. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Gambar 3. Form Input Box Tunggu beberapa saat. PageSpeed Insights kemudian akan menganalisis website yang sudah Kemudian peneliti akan dihubungkan pada halaman yang berisikan hasil analisis dari pengukuran performa. Dan lakukan hal ini berulang sesuai dengan kebutuhan di gambar 4. Gambar 4. Hasil Pengukuran Performa Adapun rangkuman pengukuran performa yaitu pada average atau rata-rata nilai pada performa website Basarnas Bengkulu didapatkan skor 81,67 yang artinya sudah cukup baik untuk digunakan, kemudan untuk penilaian yang lebih mendalam dijelaskan pada FCP didapatkan skor 0,95 s . angat bai. , pada speed index didapat skor 3,48 s . erlu perbaikan renderin. , pada TBT didapat skor 94,29 ms . LCP didapatkan skor 1,79 s . dan CLS didapatkan skor 0,003 . angat bai. Untuk lebih jelasnya terdapat dalam tabel1 berikut. Tabel 1. Hasil Pengukuran performa dengan Pagespeed Insights Halaman Performance FCP TBT LCP CLS 0,9 s Speed Index Beranda Sejarah Basarnas Arti Lambang Visi & Misi Tugas & Fungsi Struktur Organisasi Peraturan & Hukum Kerja Sama Kantor Pencarian & Pertolongabn Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan Sertifikasi Pencarian & Pertolongan Pemasyarakatan Sarana SAR Laut Sarana SAR Darat Sarana SAR Udara Siaga Latihan Standar Operasional Prosedur Pencarin & Pertolongan Sistem Komunikasi Peralatan Komunikasi 190 ms 30 ms 30 ms 60 ms 40 ms 160 ms 40 ms 180 ms 30 ms 40 ms 130 ms 150 ms 50 ms 90 ms 100 ms 30 ms 270 ms 100 ms 1,9 s 30 ms 90 ms https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Hubungi Kami Rata-Rata 140 ms Apache Jmeter Pada overload penelitian dilakukan secara bertahap menggunakan teknik step load yaitu meningkatkan jumlah user secara berkala. Skala yang akan digunakan peneliti adalah kelipatan 3 per-skenario yang dalam hal ini dimaksudkan agar dapat lebih efektif dalam melihat kinerja dari sistem dalam kondisi user yang bervariasi dan bertahap. Penentuan jumlah thread yang digunakan sebaiknya diambil dari data pengunjung pada website. Oleh karena itu disini peneliti menggunakan tools ubersugges untuk melihat perkiraan trafik data pengunjung pada website Basarnas Bengkulu. Ubersuggest sendiri adalah sebuah tools yang biasa digunakan untuk melihat daftar trafik pengunjung sebuah website. Dan berikut adalah data hasil pengunjung dari website Basarnas Bengkulu per 3 . bulan terakhirpad table 2: Tabel 2. Data pengunjung website Basarnas Bengkulu Bulan Januari 2025 Februari 2025 Maret 2025 Total Jumlah Berdasarkan perkiraan tabel diatas yang mewakili jumlah pengunjung website Basarnas Bengkulu pada Diperoleh perkiraan data user perharinya yaitu sebagai berikut: Dari persamaan diatas didapatkan bahwa perkiraan jumlah user perhari sebanyak 4. 9111, atau apabila kita bulatkan menjadi 5 user, sehingga peneliti membuat skenario pertama yang mewakili penggunaan layanan website Basarnas Bengkulu pada saat kondisi normal didapat jumlah usernya 5 user. Berdasarkan tabel data pengunjung diatas juga apabila kita simulasikan mewakili jumlah maksimal user pada saat layanan digunakan, diperoleh data user sebeagi berikut: Sehingga didapat persamaan bahwa jumlah user maksimalnya adalah 14. 7334, yang apabila peneliti bulatkan menjadi 15 user. Oleh karena ini juga didapat skala yang digunakan yaitu 3 kali dari skenario pertama maka ini akan mewakili jumlah user pada saat kondisi layanan digunakan untuk skenario Sedangkan untuk skenario ketiga, peneliti akan menggunakan skala 3 kali sama seperti skenario sebelumnya, sehingga didapatkan jumlah user untuk skenario ketiga yakni 45 user pada tabel 3. Tabel 3. Skenario Pengujian Skenario Keterangan Number of Threads Ramp-up period Loop Count Number of Threads Ramp-up period Loop Count Number of Threads Ramp-up period Jumlah https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Loop Count Penjelasannya yaitu pada skenario 1 ini mensimulasikan waktu muat website pada kondisi di mana layanan normal (Baseline Testin. berdasarkan data pengguna harian dari bulan Januari sampai Maret. Pada skenario 2 mensimulasikan waktu muat website saat layanan sedang digunakan dalam kondisi puncak (Peak Testin. Dan terakhir skenario 3 mensimulasikan waktu muat sistem dalam kondisi penggunaan maksimum (Stress Testin. Sehingga pada simulasi beban dengan menggunakan tools Apache Jmeter. Langkah penelitian yang dilakukan sebagai berikut: Pembuatan Thread Group penelitian. Dengan cara klik kanan Test Plan pada jendela Apache Jmeter, kemudian pilih Add, kemudian pilih Threads (User. , kemudian klik Thread Group di gambar 5. Gambar 5. Pembuatan Thread Group Kemudian akan muncul halaman Thread Group. Selanjutnya konfigurasi sesuai skenario penelitian yang telah ditentukan sebelumnya pada jumlah user yang akan di simulasikan. Pada tahap ini peneliti membuat Thread Group dengan cara menyesuaikan Number of Threads (Use. berdasarkan dari skenario yang telah dibuat yaitu 5, 15, dan 45 user. Selanjutnya membuat sampler HTTP Request untuk fungsi website dengan cara klik kanan pada Thread Group, kemudian pilih Add, kemudian pilih Sampler, kemudian pilih HTTP Request di Gambar 6. Pembuatan HTTP Request Kemudian lakukan konfigurasi dari sampler HTTP Request yang harus diisi seperti Protocol . , server name atau IP. GET Path. Port Number agar proses simulasi beban dapat berjalan. Konfigurasi ini pun harus menyesuaikan dengan jumlah user interface yang dianalisis oleh peneliti. Pembuatan Event Listener yaitu untuk menampilkan hasil simulasi penelitian dengan cara pilih Thread Group, kemudian pilih Add, kemudian pilih Listener, kemudian kita bisa memilih jenis listener yang dibutuhkan sebagai hasil di gambar 7. Gambar 7. Pembuatan Event Listener Adapun hasil simulasi beban terbaik yang didapat penelitidi gambar 8 adalah sebagai berikut. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Gambar 8. Hasil Summary Report Pengujian 5 user. Pada gambar diatas merupakan hasil summary report pengujian skenario 1 dengan menambahkan 5 Hasil dari pengujian menyatakan bahwa terdapat 105 sampel pengujian dengan hasil error 0,00% yang artinya pada simulasi skenario ini sudah baik di gambar 9. Gambar 9. Hasil Summary Report Pengujian 15 user. Pada gambar 9 merupakan hasil summary report pengujian skenario 2 dengan menambahkan 15 user. Hasil dari pengujian menyatakan bahwa terdapat 315 sampel pengujian dengan hasil error 0,32% pada Gambar 10. Hasil Summary Report Pengujian 45 user. Dan pada gambar 10 merupakan hasil summary report pengujian skenario 3 dengan menambahkan 45 Hasil dari pengujian menyatakan bahwa terdapat 945 sampel pengujian dengan hasil error 1,90%. Secara keseluruhan sistem masih cukup baik di beban rendah dan menengah yaitu sampai 315 sampel namun dengan beban tinggi yaitu 945 sampel kinerja menurun drastis dengan indikasi waktu respon meningkat tajam, deviasi besar, dan tingkat error muncul dan sistem tampaknya memiliki batas optimal throughput sekitar 3,7/sec. maka diperlukan optimasi backend, skalabilitas, dan handling error agar sistem dapat menangani beban tinggi dengan stabil. Acunetix Pada penilaian kerentanan (Vulnerability Assessmen. peneliti melaksanakan penelitian dibantu tools Acunetix. Dan langkah-langkah penilaian kerentanan yang dilakukan peneliti sebagai berikut: Setelah proses instalasi selesai kemudian kita bisa membuka tools acunetix. Kemudian Add target yaitu input url address dan description pada kotak dialog dengan menggunakan url address yang ingin di analisa seperti pada gambar11. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Gambar 11. Add Target Website. Lakukan beberapa penyesuaian penelitian yang dibutuhkan sebelum melakuakan scanning. Dan apabila penyesuaian telah dilakukan kemudian dilakukan proses Vurnerability Scanning. Dan disini peneliti menggunakan tipe full scan agar mendapatkan hasil kerentanan secara keseluruhan. Setelah itu klik create scan seperti pada gambar12. Gambar 12. Create Scan. Kemudian akan tampil hasil scanning penilaian kerentanan yang akan menilai seberapa baik produk atau sistem melindungi informasi dan data pada website pada gambar 13 sebagai berikut. Gambar 13. Hasil penilaian kerentanan Dari gambar diatas dipaparkan kerentanan pada website Basarnas Bengkulu dikategorikan Lowseverity vulnerabilities . itemukan satu atau lebih kerentanan tingkat renda. yang artinya masih relatif aman hanya terdapat kerentanan minor atau tidak terlalu mengancam sistem secara langsung namun tetap perlu ditindaklanjuti karena bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari eksploitasi 2 Pembahasan Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitian performa, overload, dan kerentanan. Hasil analisis ini akan membahas apakah website masih dalam kondisi kinerja yang baik untuk dioperasikan dan apa saja upaya rekomendasi optimalisasi yang dapat dilakukan untuk meingkatkan kinerja website. Pengukuran Performa Pada pengukuran peforma hasil dari tools Pagespeed Insights dilakukan pada lebih dari satu halaman yang nantinya diambil rata-rata pengukuran di table 4. Tabel 4. Rangkuman Statistik Kinerja Performa Website. Metrik Performance Rata-rata Ideal 81,67 Ou 90 Keterangan Cukup Baik https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 FCP (First Contentful Pain. Speed Index TBT (Total Bloking Tim. 0,95 s 3,48 s 94,28 ms 1,79 s 0,003 LCP (Largest Contentful Pain. CLS (Cumulative Layout Shif. < 1,8 s <3s < 200 ms < 2,5 s < 0,1 Sangat Baik Perlu Perbaikan Visual Randering Baik Baik Sangat Baik Pada hasil pengukuran performa diatas didapatkan hasil nilai rata-rata performa sebesar 81,67 yang berarti cukup baik karena 80 keatas umumnya diangap baik dan termasuk indikasi hijau dalam pagespeed Performa sendiri adalah gabungan dari berbagai metrix baik FCP. Speed Index. TBT. LCP dan CLS. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan website Basarnas Bengkulu termasuk dalam website yang optimasi cukup baik namun tetap masih ada ruang untuk perbaikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal karena masih terdapat beberapa user interface yang berada dibawah ambang batas nilai ideal. Hal ini bisa berasal dari waktu muat yang lambat atau interaktivitas rendah. First Contentful Paint (FCP) adalah menandakan seberapa cepat konten pertama muncul di layar Pada hasil pengukuran diatas didapat nilai rata-rata FCP sebesar 0. 95 s. Nilai ini tergolong sangat baik karena FCP idealnya adalah dibawah 1,8 s. Hampir semua user interface berada pada atau dibawah 1 s hal ini menunjukkan bahwa konten pertama muncul dengan cepat di layar pengguna. Hal ini juga menandakan bahwa HTML awal dan sumber daya utama CSS (Cascading Style Shee. yaitu bahasa yang digunakan untuk mengatur tampilan atau layout dari elemen HTML dan JS kritikal . agian dari skrip javascript yang benar-benar diperlukan agar halaman web dapat berfungsi atau tampil dengan bena. sudah cepat dimuat. Speed index menunjukkan seberapa cepat konten terlihat seluruhnya di layar. Dari hasil pengukuran diatas didapat nilai rata-rata speed index sebesar 3,48 s yang artinya perlu perbaikan visual rendering karena nilai ideal harusnya kurang dari 3 s. Banyak user interfacenya melebihi batas ini artinya pengalaman pemuatan visual terasa lambat. Hal ini bisa dipengaruhi oleh gambar yang ukurannya besar dan tidak di kompresi, javascript yang berat dan kadang komponen visual di bawah layar . elow-the fol. dimuat terlalu awal. Hal ini bermaksud menampilkan bagian halaman yang hanya terlihat setelah pengguna scroll ke bawah. Namun bisa memperlambat waktu muat halaman. Optimasi gambar dan pengguna resource renderbloking dapat membantu dalam permasalahan ini. Total Blocking Time (TBT) adalah total waktu dimana halaman tidak bisa merespons input pengguna . lik, scroll, dl. karena tugas JS berat. Dimana pada hasil pengukuran kali ini TBT yang didapat sebesar 94,28 ms termasuk kategori baik karena target dari google adalah kurang dari 200 ms yang artinya eksekusi JS tidak memblokir rendering secara berlebihan. Rendering sendiri adalah proses mengubah kode (HTML. SCC. JS) menjadi tampilan visual di layar pengguna. Namun ada beberapa user interface melebihi batas ideal yang berarti pengguna mengalami delay saat mencoba berinteraksi dan hal ini perlu optimasi Javascript. Largest Contentful Paint (LCP) adalah waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan elemen utama . iasanya gambar atau judul utam. Pada hasil pengukuran LCP kali ini mendapatkan skor 1. 79 s masuk dalam kategori baik karena jauh dibawah batas ideal 2. 5 s yang berarti server dan struktur HTML mendukung render Cumulative layout shift (CLS) adalah mengukur kestabilan visual saat halaman dimuat . ayout tidak bergeser tiba-tib. Didapat skor nilai rata-rata hasil pengukuran sebesar 0. 003 atau sangat baik karena masih dibawah waktu ideal yaitu 0. 1 dan ini berarti tata letak halaman stabil, tidak ada pergeseran elemen akibat gambar tanpa dimensi, iklan, frame, dan sebagainya. Berdasarkan hasil pengukuran performa diatas juga terdapat beberapa isu penting yang menjadi perhatian di atbel 5: Tabel 5. Rangkuman Isu Perbaikan Halaman Avoid an DOM Eliminate Largest Contentful Paint Beranda Minify CSS Minify JavaScript Minimize Properly Reduce Reduce CSS Reduce JavaScript Serve images in next-gen Sejarah Basarnas Arti Lambang Visi & Misi Tugas & Fungsi https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Struktur Organisasi Peraturan & Hukum Kerja Sama Kantor Pencarian & Pertolongabn Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan Sertifikasi Pencarian & Pertolongan Pemasyarakatan Sarana SAR Laut Sarana SAR Darat Sarana SAR Udara Siaga Latihan Standar Operasional Prosedur Pencarin & Pertolongan Sistem Komunikasi Peralatan Komunikasi Hubungi Kami Adapun penjelasannya dijabarkan serta rekomendasi perbaikannya diajabrkan sebagai berikut. Avoid an excessive DOM size yaitu masalahnya DOM (Document Object Mode. yang terlalu besar atau Kelebihan dari DOM yang besar dapat mendukung fitur yang kompleks dan interaktif namun kekurangannya dapat memperlambat persing . roses di mana browser membaca dan memecah file HTML menjadi struktur data yang bisa dimengert. , menghambat style calculation . rowser menghitung style apa yang berlaku untuk setiap eleme. , serta menghambat rendering . roses menggambar halaman ke layar setelah DOM dan CSSOM terbentuk dengan browser membuat render tree, mengatur layout, dan menampilkan eleme. Sehingga hai ini dapat mempengaruhi TBT dan LCP. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu hindari nested HTML berlebih . angan membuat struktur HTML yang terlalu dalam atau bersarang terlalu banyak tingka. , kita bisa juga memecah konten besar menjadi bagian dinamis . azy load atau paginatio. , serta kita dapat juga menghapus elemen HTML yang tak digunakan. Eliminate render-blocking resources yaitu masalahnya CSS dan JS di
menghambat rendering halaman awal. Kelebihannya yaitu dapat memastikan elemen penting dimuat dahulu namun kekurangannya dapat memperlambat FCP dan LCP. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan async atau defer pada skrip, inline CSS kecil untuk konten above-the-fold, serta dapat menggunakan critical CSS. Largest Contentful Paint element yaitu elemen terbesar . iasanya gambar/benne. lambat dibuat. Kelebihannya yaitu elemen besar biasanya paling mencolok . ero, image, banner, dl. namun kekurangannya yaitu LCP yang tinggi mengakibatkan pengalaman pengguna yang buruk. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu optimasi ukuran gambar, gunakan preload untuk gambar LCP, serta pastikan elemen LCP muncul di awal HTML dan tidak terlambat karena JS. Minify CSS yaitu masalahnya CSS terlalu besar karena tidak di-minify . enghapus karakter yang tidak perlu termasuk spasi dan komenta. Kelebihannya yaitu CSS lebih mudah dibaca saat dev namun kekurangannya membuat file lebih besar dan lambat diunduh. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan tools seperti cssnano. PurgeCSS, atau minifier online serta dapat aktifkan minify CSS di CMS seperti wordPress . elalui plugin: Autoptimize. WP Rocke. Minify javascript yaitu masalahnya file JS tidak di-minify. Kelebihannya yaitu sama seperti CSS akan mudah dibaca dan debug namun kekurangannya ukuran file lebih besar dan memperlambat load. Adapun upaya rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan uglify-js atau build tools (Webpack Rollu. , serta terapkan minify otomatis saat deployment. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Minimize main-thread work yaitu masalahnya proses di main thread terlalu berat (JavaScript parsing, layout, paint, dl. Kelebihannya yaitu fitur dinamis bisa diproses secara local namun kekeurangannya UI jadi lambat atau tidak responsif . eningkatkan TBT dan INP). Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu optimalkan JS, gunakan web worker untuk proses berat, serta hindari penggunaan framework besar untuk fungsi kecil. Properly size images yaitu masalahnya Gambar lebih besar dari ukuran tampilan yang dibutuhkan. Kelebihannya yaitu Gambar berkualitas tinggi ditampilkan namun bandwidth boros, waktu load meningkat. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan gambar dengan ukuran sesuai konteks . rcset, size. dan gunakan lazy-loading untuk gambar di bawah fold. Reduce initial server response time yaitu masalahnya server butuh waktu lama menjawab permintaan awal (TTFB tingg. Kelebihannya yaitu server kompleks bisa memproses banyak permintaan namun kekurangannya delay ini memperlambat seluruh proses rendering. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan server cache (Redis. Varnis. , upgrade server (CPU. RAM), serta optimalkan backend dan query Reduce unused CSS yaitu masalahnya banyak CSS tidak digunakan pada halaman yang dirender. Kelebihannya yaitu Style global bisa digunakan lintas halaman namun kekurangannya Membebani browser untuk parsing dan menunda rendering. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu gunakan PurgeCSS untuk menghapus CSS tidak digunakan, dan dapat juga menggunakan framework CSS modular (Tailwind. SASS). Reduce unused Javascript yaitu masalahnya file JS memuat script yang tidak dipakai di halaman aktif. Kelebihannya yaitu menyediakan fitur siap pakai di semua halaman namun File besar memperlambat load dan eksekusi. Adapun rekomendasi perbaikannya yaitu split kode . ode splittin. dan memuat hanya JS yang dibutuhkan dengan lazy loading. Serve Images in next-gen format yaitu masalahnya Gambar masih pakai format lama (JPEG/PNG) bukan WebP/AVIF. Kelebihannya yaitu JPEG/PNG lebih kompatibel secara luas namun kekurangannya yaitu Ukuran file lebih besar. Adapun rekomendasi perbaikkanya yaitu konversi ke WebP atau AVIF dan gunakan fallback ke format lama untuk browser lama . ika perl. Simulasi Beban. Berikut merupakan tabel rangkuman hasil simulasi beban dari tools Apache Jmeter dengan hasil pengujian skenario 5, 15, dan 45. Hasil pengujian 945 sampel. Throughput dihitung sebagai permintaan / satuan waktu. Waktu dihitung dari awal sampel pertama hingga akhir sampel terakhir. Ini termasuk interval antar sampel karena seharusnya mewakili beban di server. Deviation menunjukkan penyimpangan dari rata-rata ditabel 6. Tabel 6. Rangkuman Hasil Penelitian dengan Apache Jmeter Parameter Skenario 1 5 User . Sampe. Skenario 2 15 User . Sampe. Skenario 3 45 User . Sampe. Average 3061 ms 2268 ms 11216 ms Deviation 788,52 2209,32 3811,63 Error 0,00% 0,32% 1,90% Throughput 1,5/sec 3,5/sec 3,7/sec Byte send 0,22 kb 0,49 kb 0,52 kb Byte Receive 80, 64 kb 182,33 kb 188,37 kb Analisis Waktu memburuk drastis di Variasi respon makin Munculnya error saat menunjukkan limitasi Throughput stagnan di skenario Permintaan kompleks / tambah Respon makin besar, https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Pengujian yang telah dilakukan terhadap skenario 5, skenario 15, dan skenario 45 pada Apache Jmeter menghasilkan beberapa point penting. Point penting yang ditunjukkan pada beberapa parameter. Berikut ini merupakan penjelasan mengani hasil pengujian tersebut pada gambar 14 Gambar 14. Hasil Average. Pada gambar diatas ditampilkan hasil parameter average yaitu waktu respon rata-rata website. Dari hasil diatas kelebihan waktu respon cukup baik di beban menengah hal ini terjadi mungkin karena caching atau efisiensi sistem, namun kekurangannya waktu respon meningkat tajam di beban tinggi . menunjukkan bahwa sistem mulai overload saat jumlah sampel mencapai 945. Adapun rekomendasi perbaikan yaitu lakukan optimasi kode backend dan database, gunakan caching dan gunakan load balancing untuk distribusi beban di gambar 15. Gambar 15. Hasil Deviation. Pada gambar diatas ditampilkan hasil parameter deviation yaitu sebagai alat ukur untuk mengetahui seberapa besar suatu nilai atau kondisi menyimpang dari nilai atau kondisi yang seharusnya. Dari gambar yang diatas kelebihannya deviasi rendah di skenario ringan menandakan kestabilan namun kekurangannya deviasi tinggi di beban besar yang menandakan ketidakkonsistenan respon. Adapun rekomendasi perbaikan yaitu gunakan thread pooling dan optimasi concurrency pada website serta perbaiki response time variability dengan profiling performa pada gambar 16. Gambar 16. Hasil Error. Pada gambar diatas ditampikan hasil error yaitu hasil nilai respon atau output dari pengujian yang gagal atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pada gambar diatas kelebihannya tidak ada error di beban ringan 0,00%, namun kekurangannya error naik ke 1,90% di beban tinggi. Kesalahan mulai muncul saat jumlah beban meningkat ini adalah indikator bahwa sistem tidak mampu memproses semua permintaan dengan benar atau beban besar. Adapun rekomendasi perbaikan yaitu tingkatkan timeout, koneksi maksimum dan perbaiki handling error atau cek log error, serta gunakan retry mechanism di sisi client/server di gambar 17. https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Gambar 17. Hasil Throughput (Jumlah Permintaan per Deti. Pada gambar diatas ditampikan hasil throughput penelitian yaitu ukuran berapa banyak pekerjaan atau data yang berhasil diproses dalam satuan waktu yang menunjukkan kinerja kapasitas sistem dalam menangani Pada gambar diatas kelebihannya yaitu throughput meningkat signifikan dari skenario 5 ke 15, namun kekurangannya throughput stagnan di skenario 45 hal ini mengindikasi bottleneck atau batas kinerja sistem. Rekomendasi perbaikan yaitu dapat menerapkan horizontal scaling . enambahan instance serve. dan gunakan asynchronous processing untuk permintaan berat yaitu cara kerja sistem dimana sebuah tugas tidak harus selesai sebelum tugas berikutnya dimulai, sehingga sistem akan menjalankan tugas-tugas lain sambil menunggu hasil dari tugas yang lambat tanpa memblokir jalannya program Digambar 18. Gambar 18. Hasil Byte Send Pada gambar diatas ditampilkan hasil byte send penelitian yaitu jumlah data . alam satuan byt. yang dikirim dari klien ke server. Pada gambar diatas kelebihannya pertumbuhan masih terkendali, namun kekurangannya peningkatan bisa membebani jaringan jika tidak dikompresi. Rekomendasi perbaikan yaitu gunakan kompresi HTTP (GZIP) dan pastikan payload yang dikirim hanya berisi data penting Digambar 19. Gambar 19. Hasil Byte Receive Pada gambar diatas ditampikan hasil Byte Receive yaitu jumlah data . alam satuan byt. yang diterima oleh klien dari server dalam suatu komunikasi jaringan. Pada gambar diatas kelebihannya yaitu pertumbuhan terkendali walau beban naik, namun kekurangannya yaitu ukuran respon besar dapat menambah waktu loading. Ini menunjukkan bahwa hasil respon sistem mulai stagnan meskipun beban meningkat. Adapun rekomendasi perbaikan yaitu optimalkan struktur respon yang dikirim ke server, gunakan paginasi atau lazy loading untuk data besar yaitu optimasi dimana konten atau data hanya dimuat saat dibutuhkan bukan semua sekaligus di awal. Penilaian Kerentanan Hasil penilaian kerentanan dari tools Acunetix yang mengukur sejauh mana sistem dapat melindungi informasi dan data pada website, sehingga orang atau sistem lain memiliki tingkat akses sesuai dengan otoritasnya. Untuk itu hasil penilaian kerenatanan dengan menggunakan Acunetix dirangkum hasil ditabel 7 sebagai berikut. Tabel 7. Hasil Penilaian Kerentanan dengan Acuneix Kerentanan Clickjacking: X-Frame-Options header missing CVSS Score Tingkat Kerentanan Low https://doi. org/10. 33998/processor. Submitted: 09 Agustus 2025. Reviewed Round-1: 20 Agustus 2025. Reviewed Round-2: 28 Agustus 2025. Accepted: 02 September 2025. Published: 31 Oktober 2025 Cookie. without HttpOnly flag set Cookie. without Secure flag set Email address found Low Low Informational Pada daftar kerentanan yang telah ditemukan tentunya memiliki dampak kerentanan yang berbeda di setiap Adapun penjelasan dari kerentanan tersebut sebagai berikut. Clickjacking: X-Frame-Options header missing. Clickjacking adalah serangan dimana penyerang menipu pengguna untuk mengklik sesuatu yang mereka tidak sadari sedang diklik. Biasanya dilakukan dengan cara menyisipkan website target ke dalam sebuah