Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April Literasi Menulis Siswa Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Plus Rahmat Kota Kedir. Ananta SaAoi Wijaya1. Bakhtiyar2. Fahriyah3 1,2,3Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 1anantawijaya722@gmail. Bakhtiyar. fisipuwks@gmail. com2, fahriyah@uwks. Received: 7 April 2023 DOI: 10. 30742/tb. Revised: 9 April 2023 Accepted: 14 April 2023 ABSTRACT Research Purpose. This study aims to describe the stages of writing literacy in SD Plus Rahmat Kediri. Methods. The method used is a qualitative type of case study at the 4-6 grade level at SD Plus Rahmat Kediri. The nuumber of informants is 8 people consisting of teachers, sudents, librarians, and school principals using purposive sampling technique. Data collection techniques include observaion, interviews and documentations. Data analysis techniques use concepts from Miles and Huberman including Reduction, presentation and Drawing Conclusion. Result. The results of the study show that there are 3 stages in writing literacy, namely . the Habituation Stage, where students are accustomed to resuming books they have read by writing the author's name, title, and . Development Stage, availability of reading spots in the school environment. Learning Stage, literacy classes are provided which are directly given by librarians who teach about writing. Keywords: Literacy. Writing. Students. Elementary School Libraries ABSTRAK Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan literasi menulis yang ada di SD Plus Rahmaty Kota Kediri. Metode. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis studi kasus pada jenjang kelas 4-6 di SD Plus Rahmat Kota Kediri. Jumlah informan sebanyak 8 orang yang terdiri guru, siswa, pustakawan, dan kepala sekolah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi Observasi. Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan konsep dari Miles and Huberman meliputi Reduksi. Penyajian dan Penarikan Kesimpulan. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tahapan dalam literasi menulis 3 tahapan yaitu . Tahap Pembiasaan, dimana membiasakan siswa untuk meresume buku yang sudah dibaca dengan menuliskan nama pengarang, judul, dan isinya. Tahap Pengembangan, tersedianya spot baca di lingkungan sekolah. Tahap Pembelajaran, disediakan kelas literasi yabng langsung diberikan oleh pustakawan yang mengajarkan tentang kepenulisan. Kata Kunci: Literasi. Menulis. Siswa. Perpustakaan Sekolah Dasar Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April PENDAHULUAN Istilah kata utamanya dalam bidang pendidikan yang tidak asing didengar yakni Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan baca tulis seorang yang bisa ditingkatkan sesuai dengan usia dan pengalaman yang didapat. Pernyataan tersebut diperkuat melalui pernyataan Alberta . , mengatakan tidak hanya melalui kemampuan baca tulis tetapi dapat diwujudkan dalam hal keterampilan dan juga berpikir kritis sehingga seorang dapat mengembangkan potensi yang dimilliki lebih Tidak hanya itu Education Development Center . , menambahkan kemampuan dalam mengelola potensi dan skill juga masuk dalam bagian pegembangan literasi. Terlepas dari gambaran literasi mengingatkan akan hasil survey tahun 2019 yang dikutip melalui Kemendagri . , bahwa Indonesia berada di angka 62 yang nyaris tertinggal dari 70 negara dengan peringkat terendah mengenai hal literasi. Hal ini dibenarkan Kepala Perpustakaan Nasional RI untuk mencapai indeks bacaan tertinggi ssetidaknya terdapat 3 buku untuk dikonsumsi oleh setiap orang. Oleh karenanya pembalajaran yang optimal harus dilakukan sejak awal utamanya pada anak usia dini sehingga menjadi genarasi yang melek literasi. Maka dari itu, kemampuan literasi bagian penting yang dimiliki setiap orang, kdengan begitu individu mampu memilah informasi yang dibutuhkan sehingga tidak seluruh informasi akan ditampung. Selain itu, dengan literasi seseorang dapat menjadi aktif, kreatif, dan inovatif untuk pembangunan suatu negara. Salah satu jenis literasi yang dilakukan adalah literasi menulis yang juga bisa disebut Literasi Baca-Tulis. Literasi menulis ini kebanyakan dilakukan di tingkat sekolah dasar. Hal ini dilakukan agar minat menulis dari anak-anak bisa muncul sejak dini dan bisa dikembangkan saat sudah dewasa nanti. Selain itu, anak-anak juga bisa mengasah lebih potensi dan skill nya dalam hal menulis tentunya dengan bimbingan yang baik dari guru maupun pustakawan yang ada di sekolah tersebut. Menurut Usman Ali . : AuLiterasi menulis juga merupakan bagian dari salah satu Gerakan Literasi Sekolah yang saat ini sedang berlangsung di berbagai sekolah. Gerakan literasi sekolah ini bertujuan agar menumbuhkan minat membaca dan menulis di kalangan warga sekolah, terutama bagi para siswaAy (Usman Ali, 2. Gerakan Literasi Sekolah bagian dari Gerakan Literasi Nasional dikemukakan oleh Kemendikbud tahun 2017. Gerakan Literasi Nasional ini meliputi Gerakan Literasi Keluarga (GLK). Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM). Gerakan Literasi sekolah juga dilaksanakan oleh SD Plus Rahmat Kota Kediri. Gerakan literasi yng dilakukan adalah Literasi Membaca dengan tajuk SD Plus Rahmat Membaca dan Literasi Menulis dengan tajuk SD Plus Rahmat Menulis. Literasi menulis ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa agar siswa memiliki rasa untuk cinta akan menulis dan bisa dikatakan menulis itu sebagai hiburan ketika seseorang sedang suntuk. Dengan menulis juga bisa menyalurkan ekspresi dan perasaan yang sedang dirasakan oleh penulisnya sehingga bisa tercipta karya yang bisa membuat para pembaca tulisannya terbawa suasana. Pada awal dilaksanakannya literasi menulis sudah terbit satu buku yang berisi Kumpulan Karya Cerpen Rahmaters yang berjudul Aquaman vs Santriman pada Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April tahun 2018. Kecanduan Game Online pada tahun 2019 dan ini pun berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Hingga pada tahun 2021 sudah berhasil merilis 32 judul buku dari kegiatan ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. yang dilombakan dan Story of My Class yang ditulis bersama-sama dengan teman satu kelas dan juga Sejak SD Plus Rahmat bisa merilis 32 judul buku dalam kegiatan Story of My Class dan juga ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. belum pernah ada tinjauan dari hasil tulisan siswa tersebut dan juga belum dijelaskan juga tahapan apa saja yang dilakukan sehingga bisa merilis 32 judul buku karya siswa tersebut. Selain itu juga belum adanya evaluasi tentang hasil tulisan siswa khususnya siswa kelas 4,5, dan 6 dalam membuat sebuah karya yang nantinya dibuat sebuah buku yang ber-ISBN. Peneliti mengangakat masalah menjadi penelitian dikarenakan sangat menarik untuk dikaji yang akhirnya dapat memberikan hasil untuk mendeskripsikan tahapan dari literasi menulis pada siswa jenjang kelas 4-6 di SD Plus Rahmat Kota Kediri. TINJAUAN PUSTAKA Perpustakaan Sekolah Perpustakaan berfungsi dalam menyediakan sumber informasi bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah tersebut. Menurut Surachman . AoPerpustakaan sekolah merupakan sumber ilmu pengetahuan dan informasi yang ada di sekolah baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengahAo. Sejalan dengan pernyataan Rahmat Fadli, dkk . : Aumerupakan ruang belajar secara fisik dan digital untuk menunjang proses membaca, penyelidikan, penelitian, berpikir, imajinasi dan kreativitas sebagai pusat siswa untuk mendapatkan pengetahuan yang bermandaat bagi pengembangan pribadi, sosial dan budaya siswa. )Ay. Dapat disimpulkan bahwa Perpustakan Sekolah adalah bagian penting yang ada di sekolah yang berfungsi sebagai sumber belajar bagi warga sekolah agar tujuan pendidikan yang ada di sekolah tercapai dengan baik . Gerakan Literasi Sekolah Dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disaat mengetahui hasil survey tentang minat baca yang ada di Indonesia sangat rendah dan perlu adanya penanganan secara khusus agar kita tidak tertinggal lebih jauh lagi. Menurut Kemendikbud . AuGerakan Literasi Sekolah sebagai upaya yang menyeluruh guna menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publikAy. Gerakan Literasi Sekolah memiliki tujuan memupuk budi pekerti peserta didik melalui budaya literasi yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar. Menurut Kemendikbud . AoGerakan Literasi Sekolah khususnya Sekolah Dasar memiliki beberapa tahapan yakni tahap pembiasaan, pengembanagn, dan pembelajaranAo (Kemendikbud, 2. Ini dilakukan sesuai dengan kesiapan sekolah masing-masing yang mencakup fasilitas, sarana dan prasarana, sumber daya sekolah, dan kesiapan sistem lainnya. Tahapan Gerakan Literasi Sekolah Dasar yang Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April dilakukan dan dalam pelaksanaannya dilakukan secara terus- menerus dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Tahapan Gerakan Literasi Sekolah Dasar Pembiasaan Kecakapan literasi yang ditumbuhkan di tahap Fokus dan prinsip kegiatan di tahap pembiasaan Prinsip kegiatan membaca di tahap pembiasaan Kegiatan membaca dan penataan lingkungan kaya literasi pembiasaan Langkah kegiatan: Membaca 15 menit Mengelola sarana dan Menciptakan lingkungan kaya teks Memilih buku bacaan di SD Pelibatan Indikator pencapaian di tahap pembiasaan Ekosistem sekolah literat menjadikan guru literat dengan menunjukan ciri warga sekolah gemar baca tulis, serta memilih buku pengayaan fiksi dan non Pengembangan Pembelajaran Langkah Kegiatan: Menyediakan Membaca terpandu Membaca Bersama berbasis literasi Aneka Menata kelas berbasis Workbook. Skill Sheets 3. Mengorganisasikan (Triarama, easy slit book. Flip flop boo. Melaksanakan Mari terpadu sesuai dengan tentang buku tema dan mata pelajaran Story-map outline Membuat jadwal Indikator pencapaian 6. Asesmen dan Evaluasi Konferensi literasi warga . Gerakan Literasi Nasional Gerakan yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2017 yang meliputi Gerakan Literasi Keluarga (GLK). Gerakan Literasi Sekolah (GLS), dan Gerakan Literasi Masyarakat (GLM). Menurut Kemendikbud . , menyatakan AuGerakan Literasi Nasional sebagai upaya memperkuat sinergi antar unit utama pelaku gerakan literasi dengan menghimpun seluruh potensi dan memperluas keterlibatan publik dalam menumbuhkan budaya literasiAy Adanya Gerakan Literasi Nasional diharapkan masyarakat Indonesia bisa lebih aware dalam peningkatan literasi dimana literasi yang mana penting guna Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April peningkatan mutu pendidikan terutama dalam lingkup keluarga, sekolah, dan . Literasi Baca Tulis Menurut Direktorat Sekolah Dasar . : Auada 6 literasi dasar yang perlu diketahui yaitu. Literasi Baca Tulis. Literasi Numerasi. Literasi Sains. Literasi Digital. Literasi Finansial. Literasi Budaya dan Kewargaan. Literasi Baca Tulis adalah kecakapan untuk memahami isi teks tertulis. Literasi Numerasi adalah kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan seharihari. Literasi Sains adalah kecakapan untuk memahami fenomena alam dan sosial di sekitar kita secara ilmiah. Literasi digital adalah kecakapan menggunakan media digital dengan beretika untuk memperoleh informasi. Literasi Finansial adalah kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman konteks finansial. Literasi Budaya dan Kewargaan adalah kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai indentitas bangsa dan memahami hak dan kewajiban warga negara. Ay Dapat disimpulkan bahwa literasi baca-tulis sebagai pengetahuan dan kecakapan untuk melakukan baca tulis serta mengelola sega informasi guna mencapai pemahaman. Keterampilan Menulis Menulis merupakan bentuk komunikasi guna menyampaikan gagasan penulis pada pembaca secara tidak langsung. Menurut Noeroel . : AuKeterampilan Menulis memiliki arti penyampaian peran (Komunikas. dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media. Ay Sedangkan Menurut Hodijah dalam Idris . , kegiatan menulis sebagai upaya penulis guna mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu seorang penulis harus memilih, menyusun tujuan, kemudian menuangkanya dalam bahasa yang mudah dibaca dan dipahami oleh pembacanya. Dapat dismpulkan bahwa kegiatan menulis adalah kegiatan untuk menyampaikan sesuatu hal untuk tujuan tertentu dengan menggunakan tulisan dan bisa meyakinkan pembaca untuk membaca tulisan tersebut. METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitaitif dengan mendeskripsikan hasil dari penelitian berupa deskripsi secara terperinci (Rahmat, 2. Penelitian dilakukan di SD Plus Rahmat Kota Kediri Lokasi penelitian terletak pada Jl. Slamet Riyado 32A Banjaran. Kota Kediri. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling guna mengambil sampel melalui pertimbangan, jumlah informan yang dipilih sejumlah 8 orang terdiri dari guru dan siswa kelas 4, 5, dan 6, pustakawan, dan kepala sekolah. Informan yang dipilih adalah informan yang terlibat kepenulisan ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. dan juga sudah membuat karya yang dibukukan yaitu Story of My Class. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April Penulis menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung guna mendapatkan data sesuai, serta melakukan wawancara di lapangan pada tanggal 10 November hingga 24 Desember 2022 dengan menyertakan dokumentasi guna memperkuat keabsahan data. Tidak berhenti disitu analisis data menggunakan konsep Miles dan Huberman bahwa analisis kualitatif dilakukan secara intraktif hingga diperoleh keabsahan data Sugiyono . , yang mana pada tahap nya melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. HASIL DAN DISKUSI Tahap pembiasaan Literasi Membaca dan Menulis Tahap ini bertujuan untuk menumbuhkan minat siswa terhadap kegiatan baca Dimana hal ini bisa membuat siswa sekolah dasar tertarik. Menurut salah satu informan yaitu Ustadzah Esti selaku pustakawan ada beberapa hal yang dilakukan untuk membiasakan siwa kelas 4,5, dan 6 dalam kegiatan membaca dan menulis. Beliau mengatakan: AuDalam tahap pembiasaan membaca pada siswa kelas 4,5,dan 6 ada beberapa cara yaitu : mengenalkan perpustakaan melalui pendidikan pemustaka baru . iswa baru kelas . dan awal tahun pelajaran bagi siswa kelas 4,5 dan 6 lalu memberikan fasilitas pojok baca kelas, menyediakan fasilitas Digital Library yang diakses di HP, menyediakan jam kunjungan perpustakaan,menyediakan buku pembiasaan membaca, menggelar lomba menghias pojok baca kelas, memberikan reward atau apresiasi langsung kepada siswa melalui cantuman publikasi pembaca paling aktif pada laman Digital Library, membuat pelayanan terpadu untuk pemustaka dengan Kartu Sakti Rahmaters, yakni Satu Kartu yang terintegrasi dengan Perpustakaan Daerah Kota Kediri, bekerjasama dengan Perpusda Kota Kediri dalam kunjungan mobil pustaka dan peminjaman paket buku bacaan secara berkala, memberikan pelayanan otomasi menggunakan Whapy atau Whatsaap Library dimana auto chat data sirkulasi peminjaman dan pengembalian buku siswa langsung ke HP. Itu untuk kegiatan membaca mas, kalau untuk kegiatan menulis tahap pembiasaannya ada beberapa juga yaitu membiasakan siswa untuk meresume buku yang sudah dibaca di buku pembiasaan membaca, menyelenggrakan Literasi Class dengan mengundang narasumber (Penuli. Kelas baca inovatif dengan materi kepenulisan, menggelar lomba kepenulisan, mengapresiasi karya tulis siswa dengan cara membukukan hasil tulisan siswa menjadi produk buku ber ISBNAy Hal serupa juga disampaikan oleh informan selanjutnya yaitu Ustadzah Rafitri guru kelas 4. Ustadzah Wiwin guru kelas 4, dan Ustgadzah Erma selaku guru kelas 6 yang mengatakan: AuUsaha yang dilakukan oleh guru ada beberapa hal mas yaitu sebelum memulai pembelajaran kira-kira 30 menit sebelumnya ada kegiatan literasi, namun dikaitkan dengan penguatan keagamaan yaitu melakukan murojaah setiap hari, selain itu juga membuat pojok baca di masing-masing kelas, membuat mading kelas, kegiatan meresume pada pelajaran bahasa Indonesia dan terbentuknya satgas Literasi NumerasiAy Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April Hal ini juga disampaikan oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 melalui pendapat mereka mengenai program membaca dan menulis yang dilakukan di SD Plus Rahmat Kota Kediri. Informan yang pertama yang bernama Tabina dari jenjang kelas 4 AuKegiatan yang dilakukan waktu kelas baca itu ada yang membuat kliping dan membaca di perpustakaan lalu direview di buku pembiasaan pembaca. Sebelum pembelajaran biasanya dijelaskan dulu baru disuruh membaca sama guruAy Selain guru, pustakawan, dan siswa penulis juga mencari informasi dari Kepala Sekolah SD Plus Rahmat yaitu Ustadzah Yuni mengenai strategi apa saja yang dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan baca tulis. Beliau mengatakan: AuSekitar tahun 2017 awal kita melaunching gerakan literasi sekolah yang bertagline SD Plus Rahmat Membaca untuk membranding sekolah. Yang tahapan awalnya yaitu membaca dahulu mulai dari kelas 1-6. Startegi literasi membaca yang dilakukan adalah karena melihat perpustakaannya hanya 1 dahulu dan jumlah siswa yang banyak akhirnya mengadakan buku pojok baca kelas yang disediakan di kelas agar siswa lebih dekat dengan buku dan diganti secara periodic dan dihias dengan baik agar anak-anak tertarik dengan membaca ada juga beberapa spot reading di area sekitar sekolah . ebelum Strategi selanjutnya adalah gerakan donasi buku rahmaters salah satu upaya untuk menggalang buku itu dari siswa, wali murid sehingga koleksi menjadi banyak. Selanjutnya adalah kerjasama dengan perpustakaan daerah adanya mobil pustaka Selanjutnya adalah ada memberikan reward anak yang paling banyak mengunjungi perpustakaan. Dari segi menulis adalah lanjutan dari dari SD Plus Rahmat membaca menjadi SD Plus Rahmat menulis dikarenakan dari segi membaca sudah membuat anak-anak tertarik akan membaca lalu ada lomba- lomba khusus menulis dan hanya sekedar lomba menulis. Lalu muncul ide lomba menulis ini dijadikan olimpiade yaitu ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. yang diadakan pada saat liburan untuk mengisi liburan dengan kegiatan yang bermanfaat dan dibukukan. Setelah ROMO sukses akhirnya muncul ide Story of My Class yang berisi kumpulan karya anak-anak yang dibukukan setiap 1 tahun sekali yang sudah Ber-ISBN. Ay Dari beberapa pernyataan informan dapat disimpulkan dalam menumbuhkan literasi membaca dan menulis di SD Plus Rahmat pada tahap pembiasaan terdapat hal yang dilakukan oleh guru dan pustakawan diantaranya: Mengenalkan dahulu perpustakaan kepada siswa kelas 4,5,dan 6 melalui pendidikan pemustaka pada awal tahun pelajaran, adanya fasilitas pojok baca di setiap kelas, adanya buku pembiasaan membaca, adanya pemberian motivasi untuk membaca kepada siswa, adanya reward bagi siswa yang membaca di digital library maupun di perpustakaan konvensional, adanya kegiatan murojaah setiap pagi yang berkaitan dengan keagamaan, siswa dijelaskan dahulu dalam materi lalu disuruh membaca ulang informasi pada materi tersebut. Selain itu, siswa meresume buku yang sudah dibaca di buku pembiasaan membaca, adanya materi kepenulisan dalam kelas baca maupun pelajaran yang lain, adanya lomba kepenulisan yakni ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. , dan mengapresiasi karya tulis siwa dengan cara membukukan hasil tulisan siswa menjadi produk buku ber ISBN. Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April Program Kegiatan Literasi Membaca dan Menulis Siswa Pada Tahap Pembiasaan Program kegiatan Literasi Membaca dan Menulis ini lebih mengedepankan siswa untuk melakukan kegiatan seperti menyimak cerita, membuat perdiksi terhadap gambar, membaca dengan nyaring dan dalam hati, diadakanya sudut baca si area sekolah. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ustadzah Esti yang mengatakan: AuFokus kegiatan pembiasaan membaca untuk kelas 4,5,6 diharapkan siswa mampu memilih bacaan yang sesuai dengan minat mereka, mampu memilah informasi dengan tepat guna, dan mengakses sumber bacaan baik cetak maupun digital. Siswa memahami fungsi perpustakaan dan terbiasa mengakses sumber bacaan yang ada di perpustakaan maupun di pojok baca kelas. Lebih lanjut, siswa diajak untuk memiliki rasa AuhandarbeniAy atau rasa ikut memiliki fasilitas pojok baca kelas dengan menggelar acara lomba hias pojok baca kelas setiap tahun. sedangkan dalam kegiatan menulis, siswa diharapkan mampu untuk mengkonsepkan dasar ide cerita, mengulas buku atau cerita yang pernah ia baca, mengenal beragam bentuk karya tulis seperti cerpen, puisi, komik. Lebih lanjut, setiap tahun diadakan Lomba Kepenulisan untuk menumbuhkan motivasi dan jiwa kompetisi siswa untuk menulisAy Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadzah Rafitri selaku guru kelas 4. Ustadzah Wiwin selaku guru kelas 5, dan Ustadzah Erma selaku guru kelas 6 yang AuProgram literasi yang dilaksanakan ada beberapa yaitu menghasilkan buku story of my class, mengikuti lomba ROMO, mengikuti lomba bercerita atau story telling, dan lombalomba literasi yang lain. Ay Dari beberapa pernyataan dari informan diatas dapat disimpulkan bahwa literasi membaca dan menulis sudah terlaksana dengan baik walaupun masih perlu motivasi lebih untuk anak-anak bisa membiasakan menulis dan membaca dengan Peran Guru dan Pustakawan dalam Membiasakan Siswa untuk Membaca dan Menulis Peran Guru dan pustakawan sangat diperlukan dalam membiasakan siswa untuk membaca dan menulis. Hal ini dilakukan tentu saja harus dengan kerja sama yang baik agar dalam diri siswa tumbuh akan cinta akan membaca dan menulis. Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Esti selaku pusrakawan yang mengatakan: AuAda beberapa program yang sudah dilaksanakan perpustakaan untuk membiasakan anak-anak membaca dan menulis tentu saja ini juga ada kerjasama dengan guru agar terlaksana dengan baik. Beberapa program yang dilakukan antara lain: Kelas baca yang terintegrasi dengan kurikulum dengan program Kelas Literasi / Kelas Baca. ketersediaan jam untuk kegiatan membaca dan literasi terjamin. Memberikan fasilitas Pojok Baca Kelas. Memberikan fasilitas Digital Library. Menyediakan Kartu Sakti Rahmaters . Kerjasama dengan PERPUSDA dalam silang layan pustaka. Menyediakan buku pembiasaan membaca (Resum. Menyelenggarakan kegiatan Literasi Class Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April bersama narasumber untuk memperluas wawasan siswa tentang dunia kepenulisan dan profesi sebagai writer / penulis maupun komikus. Menggelar lomba menulis cerpen Rahmat Olimpiade Menulis Online (ROMO) setiap tahun. Menyediakan wadah untuk karya tulis siswa dalam bentuk proyek menulis bersama teman dan guru sekelas, kemudian dibukukan. yaitu Story Of My Class, dan juga Mengapresiasi ide dan gagasan siswa dengan Memprodukkan hasil karya lomba ROMO dan Story of my class dalam buku ber ISBNAy Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadzah Rafitri selaku guru kelas 4. Ustadzah Wiwin guru kelas 5, dan juga Ustadzah Erma selaku guru kelas 6 yang AuYang sudah dilakukan oleh guru antara lain memotivasi siswa dalam kegiatan literasi baik ketika mengikuti lomba-lomba, membuat karya sederhana untuk mengisi mading kelas, pengembangan soal ujian ke bentuk literasi ketika assessmen dimana bentuk soal ujian sudah dan juga dengan cara memotuivasi anak-anak untuk datang ke perpustakaan terus ada kelas baca di jam pelajaran dan membebaskan membaca bacaan apapupun yang mereka sukaiAy Dari beberapa pernyataan informan dapat disimpulkan ada beberapa hal yang dilakukan oleh guru dan pustakawan untuk membiasakan siswa kelas 4,5,dan 6 dalam membaca dan menulis diantaranya memotivasi siswa dalam kegiatan literasi apapun baik dalam mengikuti lomba literasi seperti menulis cerpen, mendongeng atau story telling, membebaskan membaca buku apapun yang mereka sukai, memberikan kelas baca yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, memberikan fasilitas pojok baca kelas. Digital Library. Kartu Sakti Rahmaters, layanan silang dengan perpustakaan daerah, menyediakan buku resume, mengadakan Literasi Class dengan narasumber dalam bidang kepenulisan, menggelar ROMO (Rahmat olimpiade menulis Onlin. , menyediakan wadah untuk karya tulis siswa dalam bentuk story of my class yang ber-ISBN Penataan Lingkungan untuk Mendukung Pembiasaan Literasi Membaca dan Menulis Siswa Penataan lingkungan kaya akan literasi pada tahap pembiasaan diperlukan supaya siswa lebih tertarik untuk membaca dan menulis dan juga bisa menciptakan ruang yang nyaman untuk siswa berkreasi. Menurut Informan yaitu Ustadzah Esti selaku Kepala Perpustakaan AuDi sekolah sudah ada. dengan mendekatkan akses buku bacaan di lingkungan sekolah, dan menyediakan ruang baca yang representatif. sehingga membaca bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Seperti tersedianya pojok baca kelas di 30 ruang kelas, gazebo baca, dan ruang baca di lobby. serta spot baca seperti mading dan poster-poster di lingkungan sekolah seperti kantin. UKS, koridor kelas. Dengan menyediakan lingkungan yang kaya akan teks dan literat, serta tidak lupa guru yang mendukung kegiatan membaca dan menulis siswa dengan membantu mengarahkan serta memotivasi Ay Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadzah Rafitri selaku guru kelas 4. Ustadzah Wwin guru kelas 5 dan juga Ustadzah Erma guru kelas 6 mengatakan: AuJelas ada pojok baca kelas. Semua sudah dilaksanakan di masing-masing kelas dan disusun secara terstruktur. Ada juga dinding karya yang sesuai dengan kurikulum merdeka dimana karya itu dibuat langsung oleh siswa dan diganti per tahap menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Di sekitar lingkungan sekolah juga ada beberapa hal yang dipajang seperti petunjuk arah, slogan-slogan yang terpampang di sekitar lingkungan sekolah. Ada pula beberapa karya siswa yang dipajang seperti potpouri dan lain sebagianya. Tidak dipajang semua karena adanya keterbatasan tempat, hanya yang terbaik saja yang dipajangAy Selain dari guru penulis juga menanyakan hal yang sama kepada siswa kelas 4, 5, dan 6. Informan pertama yaitu Tabina siswa kelas 4. Tanaya siswa kelas 5, dan juga Mufida siswa kelas 6 yang mengatakan: AuDi kelas ada pojok baca kelas dan dinding karya yang dipajang kak. Aku juga pernah ikut menata pojok baca dan karya yang akan dipajang di dinding karya yang ada di kelasAy Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa di SD Plus Rahmat sudah memiliki penataan lingkungan literasi yang memadai seperti disediakannya pojok baca kelas, dinding karya, slogan-slogan yang terpampang di lingkungan sekolah, dan juga petunjuk arah yang ada di halaman sekolah. Dari segi siswa juga sudah diajak untuk menata lingkungan yang kaya akan literasi agar mereka bisa memiliki kemampuan literasi yang baik dan memiliki rasa cinta, rasa tertarik akan literasi baik membaca maupun menulis. Tahap Pengembangan Literasi Membaca dan Menulis Tahap pengembangan literasi membaca dan menulis ini lebih dikuatkan lagi dalam segi membaca agar lebih lancar dan bisa memahami apa isi dari buku Selain itu dari segi menulis juga lebih dikuatkan lagi agar bisa memunculkan kreativitas, ide, dan minat menulis dari siswa itu sendiri. Dalam hal ini penulis ingin mengetahui pendapat dari beberapa informan yaitu dari segi pustakawan, guru kelas 4,5, dan 6, siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Plus Rahmat Kota Kediri. Menurut Ustadzah Esti selaku Kepala Perpustakaan SD Plus Rahmat AuDalam prosesnya, pengembangan literasi membaca dan menulis dilakukan dengan langkah sebagai berikut: . Menyediakan akses buku bacaan di lingkungan sekolah. Sehingga siswa mudah menjangkau dan mendapatkan bacaan dimanapun dan kapanpun, . Mengalokasikan waktu khusus Kelas Literasi dengan materi kepenulisan dan pendidikan pemustaka. Siswa diarahkan untuk terbiasa membaca yakni pada kegiatan story telling, siswa diminta bergiliran untuk menceritakan isi buku . Selepas siswa membaca buku, siswa diarahkan untuk menuliskan resume buku yang telah dibaca pada buku resume. dalam resume tersebut, siswa mengidentifikasi judul, pengarang, dan penerbitnya. lalu bagaimana menulis kembali cerita yang telah dibaca secara singkat. kemudian siswa diminta menuliskan tanggapan atau pendapatnya tentang buku yang telah ia baca. Bekerjasama dengan orangtua melalui pelayanan WHAPY, yang mengirimkan auto chat data sirkulasi peminjaman Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April dan pengembalian buku langsung ke HP orangtua, sehingga orangtua pun bisa memberikan pendampingan literasi anak di rumah. Membuat kegiatan project menulis dengan teman-teman satu kelas dan guru. Karya tulis majemuk, berupa cerpen, puisi, pantun, komik. Dengan demikian, siswa akan melihat dan bertukar ide dengan teman sekelasnya. Lebih lanjut, siswa akan termotivasi untuk mencipta karya tulis sesuai dengan kemampuannya. Membuat event lomba menulis cerpen, untuk memunculkan motivasi dan semangat kompetisi siswa dalam menulis. Ay Hal ini juga disampaikan oleh informan berikutnya Ustadzah Rafitri selaku guru kelas 4 Ustadzah Wiwin selaku guru kelas 5, dan juga Ustadzah Erma selaku guru kelas 6 yang mengatakan: AuDalam tahap pengembangan adanya kelas baca atau kelas literasi yang bertujuan untuk menguatkan dan mengembangkan budaya literasi yang ada di sekolah dan kelas baca ini juga merupakan pengembangan dari program gerakan literasi sekolah oleh Budaya kelas baca juga untuk mengenalkan siswa tentang perpustakaan sekolah dan diharapkan siswa bisa memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber pengetahuan bagi siswa. Selain itu, nantinya akan diajak menulis bareng-bareng satu kelas yang akhirnya menjadi buku karya siswa yaitu story of my class dan juga mengikutkan anak-anak yang memiliki potensi untuk menjadi penulis untuk mengikuti lomba kepenulisanAy Dari beberapa pernyataan guru dan pustakawan tersebut penulis juga melakukan cross check kepada siswa apakah benar jika ada yang di ikutkan lombalomba tentang kepenulisan. Salah satunya adalah Tabina siswa dari kelas 4 . Tanaya siswa kelas 5, dan juga Mufida siswa kelas 6 yang mengatakan: AuIya kak, aku pernah ikut lomba kepenulisan yang di sekolah yaitu ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. Kalau untuk yang diluar sekolah belum pernah ikutAy Dari beberapa pernyataan yang disampaikan oleh informan dapat disimpulkan bahwa tahap pengembangan dalam literasi membaca dan menulis yang dilakukan di SD Plus Rahmat memiliki beberapa proses yaitu: menyediakan akses buku bacaan di lingkungan sekolah agar siswa dapat menjangkau dimanapun dan kapanpun. Adanya kelas baca untuk menumbuhkan budaya baca kepada siswa . Adanya lomba-lomba literasi yang diadakan seperti lomba menulis cerpen untuk memotivasi dan semangat kompetensi siswa dalam menulis, dan juga Adanya proyek menulis dengan tema-teman satu kelas dan guru yang nantinya akan dibukukan dan ber-ISBN. Tahap Pembelajaran Literasi Membaca dan Menulis Tahap pembelajaran literasi membaca dan menulis bertujuan untuk mempertahankan minat siswa terhadap bacaan dan meningkatkan kecakapan literasi siswa melalui buku pengayaan dan buku teks pelajaran. Selain itu, kegiatan pada tahap pembelajaran meningkatkan kemampuan untuk membaca dan menyimak dan juga aktif berbicara dan menulis. Menurut informan yaitu Ustadzah Esti selaku pustakawan SD Plus Plus Rahmat Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April AuDalam tahap pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut, yang pertama, menyediakan pembelajaran terpadu dengan kurikulum sekolah. yakni adanya jadwal khusus kelas literasi / kelas baca dimana pustakawan dapat masuk ke kelas untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Kedua, mengorganisasikan materi literasi dalam bentuk silabus. sehingga ada standar capaian, aseessmen dan evaluasi kelas literasi. Ketiga, memberikan tugas individu maupun berkelompok, seperti membuat kliping, membuat komik menggunakan canva. Keempat, mengasah kecakapan siswa untuk mengidentifikasi buku bacaan fiksi dan non fiksi sesuai dengan kebutuhan, tentunya dengan arahan dan pendampingan. Dan yang terakhir, dalam kegiatan story telling, siswa diminta untuk bergilir dalam menceritakan isi buku kepada teman di kelas. sehingga kemampuan siswa untuk membaca nyaring diharapkan bisa meningkat. Ay Hal ini juga disampaikan oleh Ustadzah Rafitri selaku guru kelas 4. Ustadzah Wiwin selaku guru kelas 5, dan juga Ustadzah Erma selaku guru kelas 6 mengatakan. AuDalam pembelajaran menyediakan fasilitas jam khusus untuk kelas baca atau kelas literasi yang di handel langsung oleh pustakawan. Sehingga pustakawan bisa langsung ke kelas untuk memberikan materi tentang literasi baik membaca dan menulis sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Ay Penulis juga menanyakan kembali kepada Ustadzah Esti selaku pustakawan SD Plus Rahmat tentang tahapan dalam pembuatan karya Story of my class dan beliau AuStory of my class ini juga merupakan tahapan pembelajaran dalam literasi membaca dan menulis di SD Plus Rahmat. Tahapannya yaitu pembelajaran materi dasar seperti menulis outline cerita. membuat konsep/ ide cerita sampai akhirnya menjadi karya yang layak dipublikasikan. pemberian materi membuat komik juga diberikan kepada siswa, penugasan menulis karya kepada siswa, penyusunan karya meliputi editing dan layout, serta design cover, pengajuan ISBN, dan yang terakhir cetak karya dan publikasiAy Penulis juga melakukan cross check dengan mengambil informan yang dari siswa dalam pengalamannya menulis sebuah karya berupa cerita dan rasanya saat karyanya diterbitkan dalam sebuah buku. Menurut informan siswa yaitu Tabina siswa kelas 4. Tanaya siswa kelas 5, dan juga Mufida siswa kelas 6 mengatakan: AuAwal tertarik untuk menulis cerita karena awalnya memang suka baca dan akhirnya Dan ketika punya buku story of my class yang satu kelas satu buku itu merasa senang dan bangga karena karyaku bisa diapresiasi kakAy Pernyataan tersebut dapat disimpulkan pada tahap pembelajaran yang dilakukan di SD Plus Rahmat adalah sebagai berikut: Menyediakan pembelajaran terpadu dengan kurikulum sekolah yaitu dengan adanya jadwal khusus kelas literasi atau kelas baca dimana pustakawan bisa masuk ke kelas dan mengisi pembelajaran Memberikan materi dasar kepenulisan seperti menulis cerita dari membuat konsep sampai dengan menjadi karya yang layak dipublikasikan Program Studi Ilmu Perpustakaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya || Copyright@2023 Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 7 Nomor 1. April KESIMPULAN Penelitian mengenai literasi menulis siswa pada jenjang kelas 4,5, dan 6 di SD Plus Rahmat Kediri, maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga tahap dalam literasi membaca dan menulis yaitu tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap Hasil dari tahapan tersebut siswa sudah kuat akan literasi membaca dan menulis khususnya siswa jenjang kelas 4,5, dan 6 sehingga dilanjutkan dengan pembuatan karya menulis yaitu Story of my class dimana siswa diminta membuat karya baik berupa cerpen, puisi, komik, maupun pantun yang nantinya akan dibukukan satu kelas bersama gurunya dan juga buku tersebut sudah ber-ISBN. Dan juga diikutkan dalam lomba ROMO (Rahmat Olimpiade Menulis Onlin. yang diadakan satu tahun sekali dimana yang juara 1,2, dan 3 serta 10 karya terbaik akan dibukukan dan juga ber ISBN. Selain itu, juga tersedia dalam bentuk Digital yang termuat dalam Digital Library SD Plus Rahmat Kota Kediri sehingga bisa dibaca oleh semua khalayak Saran penelitian ini yakni dalam pembuatan story of my class untuk siswa jenjang kelas 4,5, dan 6 bisa difokuskan untuk membuat cerpen atau cerita pendek, perpustakaan SD Plus Rahmat mulai menghidupkan kembali sudut-sudut baca yang terbengkalai dikarenakan adanya pandemi Covid-19, dan membimbing siswa kelas 4,5, dan 6 yang memiliki kriteria mumpuni dalam kepenulisan cerpen untuk diikutkan dalam lomba kepenulisan di luar sekolah. DAFTAR PUSTAKA