Volume . Issue . September / 2025 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Pendapatan Nelayan Terhadap Daya Beli Masyarakat Pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai Olivia S Akili1*. Meyko Panigoro2. Ardiansyah3. Frahma Bumulo4. Maya Novrita Dama5 Universitas Negeri Gorontalo Email : oliviaakili3@gmail. ABSTRACT This study aims to determine whether fishermen's income has an influence on the purchasing power of coastal communities in Kayubulan Village. Batudaa Pantai Subdistrict. This study employs a descriptive quantitative approach with a sample size of 37 households. The instrument used was a questionnaire, and the data were analyzed using simple linear regression analysis. The results of the data analysis indicate that fishermen's income has a significant influence on the purchasing power of the community. The contribution of fishermen's income to purchasing power is 33. 3%, while the remaining 66. 7% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Fishermen's Income. Community Purchasing Power ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh Pendapatan Nelayan Terhadap Daya Beli Masyarakat Pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 37 KK. Instumen yang digunakan yaitu angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pendapatan nelayan terhadap daya beli masyarakat. Besar pengaruh pendapatan nelayan terhadap daya beli masyarakat yakni sebesar 33,3% dan sisanya sebesar 66,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Pendapatan Nelayan. Daya Beli Mayarakat Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 PENDAHULUAN Menurut (Yuniati & Amini, 2. menjelaskan bahwa daya beli merupakan kemampuan dari masyarakat sebagai seorang konsumen dalam kegiatannya membeli barang maupun jasa yang dibutuhkannya. Daya beli secara umum adalah kemampuan individu, kelompok atau masyarakat untuk membeli barang dan jasa tertentu dalam jumlah tertentu pada tingkat harga tertentu. Daya beli mencerminkan seberapa besar pendapatan seseorang atau suatu kelompok dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Badan Pusat Statistik mendefinisikan daya beli merupakan kemampuan masyarakat untuk membelanjakan uangnya dalam bentuk barang atau jasa. Daya beli sering digunakan sebagai indikator ekonomi untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, karena kemampuan untuk membeli barang dan jasa mencerminkan tingkat pendapatan dan kondisi ekonomi yang di alami. konsep daya beli berhubungan langsung dengan nilai uang, harga barang dan jasa, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan, seperti inflasi, kebijakan pemerintah, dan ketersediaan lapangan kerja. Dalam istilah ekonomi daya beli juga mencakup hubungan antara pendapatan rill seseorang dan biaya hidup. Daya beli merajuk pada kemampuan seseorang atau rumah tangga dalam membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut teori konsumsi dari keynes, daya beli berbanding lurus dengan pendapatan, ketika pendapatan naik daya beli masyarakat juga cenderung Sebaliknya, pendapatan yang menurun akan mengurangi daya beli karena terbatasnya kemampuan untuk membeli barang dan jasa. (HABIBI, n. Dalam konteks masyarakat pesisir daya beli sering kali tidak stabil mengikuti fluktuasi pendapatan. Hal ini disebabkan karena pendapatan yang tidak pasti berdampak pada pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari dan menyebabkan masyarakat pesisir terkadang harus berhemat atau mengurangi konsumsi saat pendapatan rendah. (Nugraha et al. , 2. daya beli yang rendah berhubungan dengan tingkat kesejahteraan yang rendah yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Menurut Rancangan Undang-undang (RUU) Kelautan dan Perikanan Indonesia, pendapatan nelayan berperan penting dalam meningkatkan daya beli masyarakat pesisir yang merupakan salah satu tujuan dari kebijakan pemerintah dalam sektor kelautan dan perikanan. RUU bertujuan untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Daya beli terdiri dari beberapa indikator yaitu: pendapatan per kapita, tingkat inflasi, indeks harga konsumen (IHK), upah minimum, rasio konsumsi terhadap pendapatan (Indirayuti, 2. Pendapatan merupakan seluruh penerimaan, baik tunai maupun bukan tunai yang merupakan hasil dan penjualan barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu Pendapatan yaitu kompensasi pemberian jasa kepada orang lain, setiap orang mendapatkan penghasilan karena membantu orang lain. Sedangkan, pendapatan pribadi adalah seluruh macam pendapatan salah satunya pendapatan yang didapat tanpa melakukan apa-apa yang diterima oleh penduduk suatu negara (Pinem & Mardiatmi, 2. Pendapatan . merupakan pendapatan yang diperoleh jangka waktu Pendapatan yaitu semua yang diterima dari hasil penjualan barang dan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 jasa yang didapat dalam unit usaha. Pengertian pendapatan . berbeda dengan pengertian penghasilan . Pendapatan . adalah pendapatan yang belum dikurangi biaya dan beban, sedangkan penghasilan adalah pendapatan bersih yang sudah dikurangi dengan beban dan biaya (Adhani et al. , 2. Menurut (Intyas et al. , 2. Indikator Pendapatan nelayan adalah ukuran yang digunakan untuk menilai tingkat kesejahteraan ekonomi dan produktivitas nealayan dari hasil kegiatan perikanan. Beberapa indikator pendapatan nelayan meliputi: Pendapatan harian atau perbulan, rasio pendapatan terhadap biaya, pendapatan bersih, volume dan nilai tangkap, pola musiman, upah bagi hasil. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang hidup bersama pada suatu tempat atau wilayah dengan ikatan aturan tertentu. Masyarakat berasal dari kata musyarak . yang artinya bersama-sama yang kemudian berubah menjadi masyarakat yang artinya berkumpul bersama hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling Secara umum pengertian masyarakat adalah sekumpulan individuindividu yang hidup bersama untuk memperoleh kepentingan bersama dan telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya (Prasetyo, 2. Indonesia memiiliki kawasan pesisir yang begitu luas dan berada di urutan ke empat di dunia dengan garis pantai terpanjang. Wilayah ini merupakan tempat menumpuknya berbagai bahan buangan, baik berasal dari hulu maupun daerah setempat akibat dari berbagai macam aktivitas manusia. (Siburian & Haba, 2. sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang dan kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang dan kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah perikanan seharusnya menjadi sektor yang paling unggul di Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki kelimpahan sumber daya perikanan tangkap yang sangat besar kekayaan alam yang melimpah pada sektor sumberdaya laut lazimnya memberi dampak yang positif pada masyarakat pesisir khususnya yang berporfesi sebagai nelayan (Tilohe et , 2. Menurut (Lukum et al. , 2. Nelayan merupakan profesi dengan pendapatan yang tidak tetap dan tingkat resiko pekerjaan yang tinggi, pendapatan nelayan didasarkan pada seberapa banyak ikan yang mereka peroleh dan juga harga jual di Tentu kita juga mengetahui bahwa harga ikan dipasar kerap kali mengalami kenaikan harga dan juga penurunan sesuai dengan kondisi ekonomi dan permintaan Pendapatan ialah hasil nelayan yang diterima oleh seluruh rumah tangga nelayan setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu tertentu. Pendapatan yang diterima oleh nelayan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan dalam setiap rumah tangga mereka, misalnya membeli bahan pokok seperti beras, minyak kelapa, dan rempah-rempah, membayar listrik bulanan, membeli sarana dan prasarana penangkapan ikan, biaya untuk melaut, dan bahkan digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Menurut (Bonefasius, 2. Nelayan tradisonal adalah nelayan yang memanfaatkan sumber daya perairan dengan memakai peralatan tradisional. Nelayan tradisonal tidak menggunakan teknologi dan tidak bergantung pada peralatan yang lebih modern. Maka dari itu, biasanya peralatan yang digunakan masih relatif sederhana dan sifatnya jauh lebih aman untuk lingkungan. Nelayan tradisonal menggunakan perahu tanpa mesin atau sampan . erahu kec. untuk pergi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 berlayar ke laut. Untuk menangkap ikan, nelayan tradisonal menggunakan jaring atau jala yang sudah dibawa untuk kemudian ditebarkan ke area sekitar perahu. Nelayan tradisional biasanya melaut dalam jarak yang dekat dari pantai, tergantung pada alat tangkap dan kondisi perairan setempat. Umumnya: Nelayan kecil/tradisional: 0 Ae 12 mil laut dari garis pantai. Ini termasuk dalam wilayah laut teritorial Indonesia. Nelayan handline tuna di Gorontalo . ermasuk Desa Kayubula. : Melaut sekitar 2 km di perbatasan laut sulawesi Lama waktu melaut bisa12-24 jam, kadang lebih jika target tangkapan belum Pendapatan nelayan tradisonal perhari bisa berkisar Rp 50. 000 Ae Rp 100. Menurut (Alfatah 2. Nelayan modern adalah nelayan yang memanfaatkan sumber daya perairan dengan mengunakan peralatan modern. Nelayan modern menggunakan perahu mesin atau kapal besar yang memakai bahan bakar untuk berlayar ke laut. Untuk menangkap ikan nelayan modern menggunakan radar pendeteksi ikan serta jaring modern. Pendapatan nelayan modern rata-rata sebesar Rp 1. Nelayan pada umumnya tinggal di pinggir pantai Profesi nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi terutama di wilayah pesisir. Namun, nelayan sering menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan cuaca dan keterbatasan alat tangkap. Peralatan melaut merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor perikanan. Namun, hingga saat ini sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses peralatan melaut yang memadai. Nelayan kecil sering kali hanya mampu menggunakan peralatan tradisional yang kurang efisien dan memiliki kapasitas tangkapan yang terbatas. Hal ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan mereka (Harumy & Amrul, 2. Pendapatan nelayan merupakan faktor utama yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat pesisir termasuk di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai. Sebagai wilayah pesisir yang bergantung pada sektor perikanan mayoritas penduduk Desa Kayubulan bekerja sebagai nelayan atau terlibat dalam aktivitas yang berhubungan dengan perikanan, seperti penjualan ikan dan pengolahan hasil laut, dan pembuatan perahu. Pendapatan diperoleh dari hasil laut menentukan kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan pendidikan. Namun pendapatan nelayan bersifat fluktuatif karena di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti musim tangkap, cuaca, dan harga pasar (Harumy & Amrul, 2. Ketidakstabilan ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat pesisir Saat tangkapan melimpah pendapatan nelayan meningkat sehingga daya beli masyarakat juga cenderung lebih tinggi. Sebaliknya, saat musim hasil tangkap menurun, pendapatan nelayan berkurang yang menyebabkan penurunan daya beli Desa Kayubulan yang terletak di kecamatan Batudaa Pantai merupakan salah satu wilayah pesisir. Aktivitas utama masyarakat disini terkait erat dengan hasil laut, seperti penangkapan ikan dan pengolahan hasil laut, sumber ekonomi utama masyarakat ini sangat bergantung pada hasil perikanan. Desa Kayubulan merupakan salah satu desa dari 9 . desa di kecamatan batudaa pantai terbentuk sejak tahun 1955. Desa Kayubulan juga merupakan salah satu desa di Kecamatan Batudaa Pantai yang mempunyai luas wilayah A2792 Ha. Desa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 Kayubulan terbagi dalam 6 . Dusun dipimpin langsung oleh kepala desa dan kepala dusun. ( Arsip Desa Kayubula. Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai merupakan salah satu wilayah dengan mata pencaharian utama masyarakatnya sebagai nelayan. Namun, sebagian besar masyarakat nelayan di desa ini masih memiliki daya beli yang rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, fluktuasi pendapatan nelayan akibat ketergantungan pada hasil tangkapan yang dipengaruhi oleh cuaca dan musim membuat pendapatan mereka tidak stabil. Kedua, keterbatasan akses terhadap pasar yang lebih luas menyebabkan harga jual hasil tangkapan sering kali rendah karena dijual langsung kepada tengkulak/distibutor ikan dengan harga yang tidak Selain itu, kurangnya lapangan pekerjaan di desa ini membuat masyarakat sangat bergantung pada sektor perikanan, sehingga ketika sektor ini menghadapi tantangan kesejahteraan masyarakat ikut terpengaruh. Keterbatasan dalam pengelolaan keuangan dan minimnya pendidikan finansial di kalangan nelayan juga menjadi hambatan dalam meningkatkan daya beli. Hal ini diperparah dengan tingginya kebutuhan harian yang sering kali tidak sebanding dengan Masyarakat nelayan di desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui sektor perikanan. Namun, kenyataannya bahwa kemampuan masyarakat nelayan di desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka sendiri masih Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama yang saling berkaitan. Pertama, pendapatan nelayan yang tidak stabil akibat ketergantungan pada hasil tangkapan harian yang dipengaruhi oleh cuaca, musim, dan kondisi laut. Saat musim paceklik tiba, hasil tangkapan berkurang drastis, sehingga pendapatan mereka menurun tajam. Kedua, rendahnya harga jual hasil tangkapan di tingkat lokal karena keterbatasan akses pasar dan dominasi distributor ikan, membuat nelayan sering kali berada dalam posisi tawar yang lemah. Berdasarkan data yang diberikan oleh Sehapmi Padu sebagai sekretaris Desa Kayubulan. Jumlah penduduk yang ada di desa Kayubulan yaitu 2. 849 jiwa yang tersebar di enam dusun. Laki-laki 1. 435 jiwa dan perempuan 1. 414 jiwa dengan jumlah KK 837. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Peneliti mengelompokkan jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Kayubulan pada Tabel 1. 1 sebagai berikut: Tabel 1. 1 Karakteristik jenis Mata Pencarian Penduduk di Desa Kayubulan Jenis pekerjaan Jumlah Persentase Nelayan Petani Pedagang Tukang Karyawan swasta PNS Pensiunan Total Sumber : Data primer diolah 2024 Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 Berdasarkan data primer yang ada pada tabel 1. 1 di ketahui jumlah nelayan Desa Kayubulan 30% lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan yang lain. Pendapatan nelayan Desa Kayubulan diperoleh dari hasil penangkap ikan yang diterima oleh seluruh rumah tangga nelayan setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu tertentu. Namun hasil tangkap ikan yang diperoleh belum bisa dikatakan sebagai pendapatan, jika belum terjadi transaksi jual beli. Transaksi yang dimaksud yaitu transaksi jual beli antara nelayan . dengan pembeli . dan transaksi antara nelayan . dengan bandar ikan . Ketergantungan yang tinggi terhadap sektor perikanan menjadikan masyarakat pesisir kayubulan rentan terhadap fluktuasi pendapatan, yang dapat berdampak langsung pada daya beli dan kesejahteraan ekonomi mereka. Pendapatan nelayan memliki keterkaitan erat dengan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, pendidikan, kesehatan serta keperluan lainnya. Pendapatan yang diperoleh para nelayan tidak seluruhnya berasal dari hasil penangkapan ikan saja, melainkan dapat diperoleh dari hasil kegiatan ekonomi lainnya yaitu petani, ojek, buruh, pedagang, atau aparat desa sebagai pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu luang. Selain itu peran istri dan anak juga dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan yaitu untuk meningkatkan jumlah Kondisi kehidupan perekonomian masyarakat nelayan Desa Kayubulan selalu tidak pasti, selain dapat memenuhi kebutuhan lainnya kadang pula tidak, karena pendapatan yang mereka terima tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari, sebab pendapatan nelayan sangat bergantung pada situasi dan kondsi alam. Kondisi alam yang tidak menentu yaitu musim hujan, keberadaan ikan tidak menetap karena selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain disebabkan pasang surut air, arus laut tidak stabil, adanya angin bahkan setibanya musim hujan juga sangat menghambat para nelayan. KAJIAN TEORI Pengertian Daya Beli Daya beli secara umum merupakan kemampuan individu, kelompok atau masyarakat untuk membeli barang dan jasa dengan menggunakan pendapatan atau uang yang dimiliki. Daya beli mencerminkan kekuatan ekonomi seseorang atau suatu kelompok dan keinginan mereka. Berdasarkan data dan penelitian Badan Pusat Statistik (BPS). Daya beli didefinisikan sebagai kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uang untuk barang dan jasa. Kondisi ini erat kaitanya dengan situasi ekonomi di mana daya beli rendah mencerminkan kondisi ekonomi yang Daya beli masyarakat diukur melalui Indeks Harga Konsumen (IHK), daya beli merujuk pada kemampuan masyarakat dalam menggunakan uang untuk memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan. IHK mencerminkan perubahan harga dan jasa dari waktu ke waktu. Ketika IHK naik . nflasi tingg. daya beli masyarakat cenderung menurun jika pendapatan tidak mengalami peningkatan proporsional (Atmaja & Maryani, 2. Daya beli masyarakat merupakan kemampuan konsumen untuk membeli barang dan jasa pada suatu pasar, pada tingkat pendapatan dan harga dalam suatu Daya beli berhubungan dengan tingkat pendapatan dan harga yang tercermin sebagai tingkat konsumsi masyarakat. Semakin kecil pendapatan maka Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 semakin rendah daya beli masyarakat karena tingkat konsumsi relatif lebih sedikit (Sari & Nurjannah, 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Daya Beli Menurut (Zakia et al. , 2. Daya beli adalah kemampuan seseorang atau kelompok masyarakat untuk membeli barang dan jasa, berdasarkan kondisi ekonomi tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut: Tingkat Pendapatan Pendapatan dalam bentuk gaji maupun upah adalah penentu utama daya beli. Makin tinggi pendapatan seseorang maka makin tinggi juga daya beli nya. Sebaliknya penurunan pendapatan akan mengurangi kemampuan membeli barang dan jasa. Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan mempengaruhi kebutuhan individu. Orang dengan pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki kebutuhn yang lebih kompleks, sehingga daya beli mereka akan lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tingkat Kebutuhan Kebutuhan masyarakat berbeda-beda teergantung pada lokasi dan gaya hidup. Misalnya, masyarakat perkotaan cenderung memiliki daya beli lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat perdesaan karena kebutuhan yang lebih kompleks Kebiasaan Masyarakat Pola hidup modern mendorong konsummerisme, dimana masyarakat cenderung membeli lebih banyak barang, terutama yang sering tren atau mode. Harga Barang dan Jasa Harga sangat berpengaruh terhadap daya beli. Kenaikan harga barang menyebabkan daya beli menurun, dan sebaliknya jika harga suatu barang menurun maka daya beli akan naik. Pengertian Pendapatan Pendapatan secara umum merupakan total arus masuk sumber daya ekonomi atau manfaat ekonomi yang diterima oleh individu, organisasi atau perusahaan dalam suatu periode tertentu baik berupa uang tunai maupun non-tunai yang dihasilkan dari berbagai aktivita atau sumber. Pendapatan mencerminkan hasil usaha atau kegiatan yang dilakukan baik operasional maupun non-operasional yang berkontribusi terhadap peningkatan aset atau ekuitas entitas tersebut (Liawan & Van Harling, 2. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No. Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode yang menghasilkan peningkatan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Definisi ini menjelaskan bahwa pendapatan merupakan hasil dari aktivitas normal atau suatu entiras seperti penjualan barang, jasa atau penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen. (Supriyono, 2004 dalam Usman, 2. mendefiniskan pendapatan sebagai hasil dari kegiatan ekonomi perusahaan yang diukur dalam bentuk uang, baik yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa maupun dari hasil usaha lainnya. Pendapatan nelayan merupakan hasil nelayan yang dterima oleh seluruh rumah tangga nelayan setelah melakukan kegiatan penangkapan ikan pada waktu Pendapatan yang diterima oleh nelayan digunakan untuk memenuhi segala Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 kebutuhan dalam setiap rumah tangga mereka. Misalnya, membeli bahan pokok seperti beras, minyak kelapa, dan rempah-rempah, membayar listrik bulanan, membeli sarana dan prasarana penangkapan ikan, biaya untuk melaut, dan bahkan digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka (Naila Sofiana, 2. Menurut (Indara et al. , 2. Terdapat tiga ukuran pendapatan nelayan : Pendapatan Kerja Nelayan Pendapatan ini diperoleh dengan menghitung semua penerimaan yang kemudian di kurangi dengan pengeluaran maupun pemenuhan kebutuhan serta kewajiban seperti hutang . Pendapatan Kerja Sampingan Nelayan Pendapatan yang diperoleh dari luar kegiatan melaut, menghitung semua pendapatan sampingan dari nelayan guna mencukupi kebutuhan serta ukuranpendapatan yang mempengaruhi pola konsumsi nelayan. Pendapatan Kerja Keluarga Nelayan Pendapatan yang diperoleh dari melaut dan kerja selain nelayan yang dilakukan kepala rumah tangga dan anggotanya yang bertujuan untuk menambah penghasilan rumah tangga. Angka ini diperoleh dengan menghitung pendapatan dari sumber-sumber lain yang diterima nelayan bersama keluarga disamping kegiatan pokoknya. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Nelayan Menurut (Lugu, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan meliputi cuaca dan musim ikan, teknologi dan alat tangkap, harga jual ikan, baiaya operasional dan tenaga kerja dan dapat dijelaskan sebagai berikut: Cuaca dan Musim Ikan Musim penangkapan ikan yang produktif biasanya terjadi saat cuaca mendukung Ketika cuaca buruk nelayan tidak dapat melaut yang menyebabakan penurunan hasil tangkapan dan otomatis berdampak pada pendapatan mereka. Teknologi dan Alat Tangkap Keterbatasan akses terhadap teknologi dan peralatan tangkap modern juga mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Nelayan yang memiliki peralatan modern atau memadai lebih cenderung mendapatkan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan nelayan yang menggunakan peralatan sederhana. Harga Jual Ikan Harga jual ikan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar, kualitas ikan, serta akses pasar yang dimiliki nelayan Jika nelayan memiliki akses langsung kepada pasar yang lebih luas atau jika ada permintaan yang lebih tinggi maka mereka cenderung memperoleh harga yang lebih baik untuk hasil tangkapan mereka. Biaya Opersional Biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan perahu, dan peralatan penangkapan ikan juga mempengaruhi pendapatan bersih yang diterima nelayan Biaya yang tinggi dapat mengurangi pendapatan bersih mereka Walaupun hasil tangkapan memadai. Tenaga Kerja Setiap usaha kegiatan nelayan yang akan diaksanakan pasti memerlukan tenaga kerja, banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan kapasitas Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 kapal motor yang dioperasikn sehingga akan mengurangi biaya melaut . ebih efisie. yang diharapkan pendapatan tenaga kerja akan lebih meningkat, karena tambahan tenaga kerja tersebut profesional. Macam-macam Pendapatan Menurut (Rahmadina & Muin, 2. pendapatan dibagi menjadi beberapa macam Pendapatan pribadi Semua jenis pendapatan yang diperoleh tanpa memberikan suatu kegiatan apapun yang diterima penduduk suatu negara. Pendapatan disposibel Pendapatan pribadi dikurangi pajak yang harus dibayarkaan oleh para penerima pendapatan. Sisa pendapatan yang siap dibelanjakan inilah yang dinamakan pendapatan disposibel. Menurut sukirno pendapatan disposibel adalah suatu jenis penghasilan yang diperoleh seseorang yang siap untuk di belanjakan atau Besarnya pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang diterima dikurangi dengan pajak langsung . ajak perseoranga. seprti pajak penghasilan. Pendapatan nasional Nilai seluruh barang-barang jadi dan jasa-jasa yang diproduksikan oleh suatu negara dalam satu tahun. Didalam pendapatan masyarakata dapat digolongkan menjadi dua. Yaitu pendapatan permanen . ermanen incom. , dan pendapatan sementara . bsolute incom. Pendapatan permanen dapat diartikan: pendapatan yang selalu diterima pada periode tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya, sebagai contoh adalah pendapatan upah dan gaji. pendapatan yang diperoleh dari hasil semua faktor yang menentukan kekayaan METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data dan mengembangkan pengetahuan pada suatu topik tertentu. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Sedangkan penelitian lapangan adalah penelitian yang menggunakan kehidupan nyata sebagai tempat kajian (Sugiyono,2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Setelah memastikan bahwa data memenuhi syarat normalitas, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi untuk menguji hubungan antara pendapatan nelayan terhadap daya beli. Analisis dilakukan menggunakan regresi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 linear sederhana. Metode statistik yang akan diterapkan adalah regresi sederhana dengan model regresi yang akan dibahas sebagai berikut: = a bx (Sugiyono, 2. Keterangan: : Daya Beli X: Pendapatan Nelayan Analisis regresi yang dilakukan dengan bantuan SPSS menghasilkan temuan yang disajikan sebagai berikut: Tabel 4. 7 Hasil Analisis Regresi Sumber: Data Primer yang diolah SPSS, 2025. Hasil regresi menunjukkan persamaan model Y = 41,053 0,682, setiap peningkatan dalam variabel pendapatan nelayan diprediksikan meningkatkan daya beli sebesar 0,682. Nilai koefisien regresi yang positif yang mengindikasikan adanya pengaruh positif pendapatan nelayan terhadap daya beli. Dengan rampungnya estimasi model, penelitian ini beralih ke pengujian berikutnya, yakni menilai signifikansi pengaruh pendapatan nelayan terhadap daya beli. Berikut disajikan tahapan-tahapan pengujian yang akan dilakukan: Penentuan Hipotesis Ho: tidak ada cukup bukti kuat yang menunjukkan bahwa pendapatan nelayan terhadap daya beli memiliki efek positif. H1: terdapat pengaruh positif dari variabel pendapatan nelayan terhadap daya Penetapan dalam penelitian ini kemungkinan 5% hasil yang diperoleh adalah keliru, dengan mentetapkan tingkat kepercayaan 95%. Penentuan statistik uji t diterapkan untuk memahami apakah model regresi memiliki pengaruh yang signifikan. Penentuan dalam penerimaan atau penolakan hipotesis nol (H. dalam pengujian ini didasarkan pada perbandingan Dalam pengujian statistik, nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel . -tabl. Apabila nilai t hitung lebih besar, maka H0 akan ditolak. Nilai signifikansi yang dihasilkan dari analisis dapat dibandingkan dengan nilai alpha yang telah ditentukan sebelumnya untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak. Apabila nilai signifikansi lebih besar daripada alpha, maka H0 tidak ditolak. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 Tabel 4. 8 Hasil Penentuan Kriteria Uji Regresi Secara Parsial Sumber: Data Primer Yang diolah SPSS, 2025. Berdasarkan hasil analisis, nilai t-hitung untuk variabel pendapatan nelayan adalah 4,176, untuk menentukan apakah Ho diterima atau ditolak, nilai t-tabel dihitung dengan tingkat signifikansi statistik 5%. Nilai t-tabel yang diperoleh adalah 1,688. Perbandingan menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai ttabel. Hal ini mengantarkan pada penolakan Ho, yang menyiratkan adanya pengaruh yang signifikan antara pendapatan nelayan terhadap daya beli. Berdasarkan penelitian ini, terbukti bahwa pendapatan nelayan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli. Oleh karena itu, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak tersebut. Nilai koefisien determinasi dianalisis untuk mengukur proporsi variasi dalam variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai ini berkisar antara 0% hingga 100%, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan proporsi penjelasan yang lebih Berikut tingkat kecocokan antara variabel dalam model regresi pendapatan nelayan terhadap daya beli berikut ini: Tabel 4. 9 Hasil Koefisien Determinasi Sumber: Data Primer di atas yang diolah SPSS, 2025. Analisis regresi menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,333, yang mengindikasikan bahwa 33,3% variasi daya beli dijelaskan oleh pendapatan nelayan. Hal ini menandakan hubungan positif antara pendapatan nelayan terhadap daya beli, dimana semakin bagus pendapatan nelayan, semakin meningkat pula daya beli, 66,7% sisanya, atau nilai residu, dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diinvestigasi dalam penelitian ini. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 PEMBAHASAN Mankiw . berpendapat bahwa ketika pendapatan meningkat, masyarakat cenderung meningkatkan pengeluarannya, termasuk untuk kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan barang tahan lama. Dalam konteks masyarakat pesisir, kenaikan pendapatan nelayan memberi ruang yang lebih besar untuk membelanjakan uangnya pada kebutuhan sehari-hari dan bahkan investasi produktif seperti alat tangkap atau pendidikan anak. Ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sektor perikanan membuat sumber utama penghasilan masyarakat pesisir adalah nelayan, pendapatan yang diperoleh nelayan tidak selalu baik karena ada beberapa faktor yang mempengaruhinya maka dari itu daya beli nelayan sangat bergantung pada pendapatan yang mereka peroleh. Semakin tinggi pendapatan nelayan maka semakin besar pula kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan Pendapatan yang meningkat memungkinkan nelayan untuk meningkatkan konsumsi, berinvestasi dalam alat tangkap yang lebih baik serta mengakses layanan pendidikan dan kesehatan sebaliknya jika pendapatan rendah atau tidak stabil daya beli mereka pun akan terbatas sehingga berdampak pada kualitas hidup dan usaha perikanan itu sendiri. Pendapatan nelayan sangat berkaitan erat dengan daya beli masayarakat khususnya yang bertempat tinggal di pesisir pantai. Pendapatan nelayan menentukan daya beli mereka ketika nelayan mendapatkan hasil tangkapan yang melimpah dan harga jual ikan stabil atau tinggi pendapatan mereka meningkat. Pendapatan yang lebih tinggi memungkinkan mereka untuk membeli kebutuhan pokok dan memenuhi kehidupanya. Sebaliknya, saat musim panceklik atau harga ikan jatuh pendapatan nelayan akan menurun dan mengakibatkan mereka akan mengurangi pengeluaran yang otomatis menurunkan permintantaan barang dan jasa di pasar lokal ini berdampak pada turunya omzet para pedagang dan pelaku usaha lain sehingga daya beli masyarakat secara keseluruhan juga ikut turun. (Scoones . menekankan bahwa peningkatan aset finansial . alam hal ini pendapata. akan memperkuat kapasitas rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar, menghadapi risiko ekonomi, dan memperluas akses terhadap barang dan jasa. Dalam konteks Desa Kayubulan, pendapatan nelayan tidak hanya mencerminkan kemampuan ekonomi individu, tetapi juga menjadi indikator vital bagi ketahanan ekonomi komunitas pesisir secara keseluruhan. Dikonstruk oleh teori Naila sofiana, 2022 mencakup indikator yang digunakan dalam mengukur pendapatan nelayan yaitu pendapatan harian atau bulanan, pendapatan bersih, rasio pendapatan terhadap biaya, volume dan nilai tangkap, pola musiman dan upah bagi hasil. Keterkaitanya dengan indikator oleh Indirayuti, 2019 yaitu pendapatan per kapita, upah minimum, rasio konsumsi terhadap pendapatan, indeks harga konsumen dan tingkat inflasi. Keterkaitanya dengan pendapatan harian atau bulanan yaitu dengan adanya pendapatan harian atau bulanan akan meningkatkan rata-rata pendapatan per individu, upah minimum, jika pendapatan nelayan melebihi upah minimum, maka kesejahteraan relatif meningkat sebaliknya, jika pendapatan harian atau bulan nelayan kurang dari upah minimum maka kesejahteraan masyarakat nelayan akan menurun. rasio konsumsi terhadap pendapatan, dengan pendapatan rutin yang lebih tinggi, maka rasio konsumsi Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 menjadi lebih seimbang dan sehat. Indeks harga konsumen (IHK), pendapatan harian atau bulanan yang cukup mampu mengimbangi kenaikan harga kebutuhan pokok. Tingkat inflasi, pendapatan harian atau bulanan yang stabil dapat membantu nelayan tetap bertahan meski inflasi terjadi. selanjutnya pada indikator pendapatan bersih keterkaitanya dengan pendapatan per kapita yaitu pendapatan bersih yang tinggi mencerminkan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya secara Upah minimum. Pendapatan bersih yang melebihi dari pendapatan nelayan yang diterima dari biasanya akan menunjukkan daya beli dan kesejahteraan yang Rasio konsumsi terhadap pendapatan, pendapatan bersih yang diterima lebih tinggi maka akan menurunkan rasio konsumsi dan akan menciptakan ruang untuk menabung. Indeks harga konsumen, masyarakat dengan pendapatan bersih yang lebih tinggi akan lebih tahan terhadap lonjakan harga barang. Tingkat inflasi, ketika inflasi naik mereka yang memiliki pendapatan bersih lebih besar tidak terlalu berdampak sebaliknya jika pendapatan bersih rendah maka mereka akan kesusahan dalam menghadapi inflasi. Rasio pendapatan terhadap biaya, pendapatan per kapita, efisiensi usaha nelayan mendorong peningkatan per individu dalam rumah tangga. Upah minimum, rasio menandakan usaha menguntungkan, memungkinkan pembagian hasil yang lebih baik dari pendapatan biasanya. Indeks harga konsumen, usaha yang efisien membantu nelayan tetap bisa belanja meskipun harga barang Tingkat inflasi, semakin tinggi efisiensi, maka semakin besar kemampuan bertahan terhadap pengaruh inflasi. Volume dan nilai tangkap, pendapatan perkapita, volume dan nilai tangkap yang tinggi dapat meningkatkan penghasilan per individu rumah tangga. Upah minimum, volume besar berarti hasil usaha meningkat memungkinkan kompensasi di atas pendapatan yang diterima biasanya. Rasio konsumsi terhadap pendapatan, jika nilai tangkap tinggi, konsumsi meningkat sebanding dengan pendapatan. Indeks harga konsumen, ketersediaan ikan dalam jumlah besar dapat menekan harga dan menstabilkan indeks harga lokal. Tingkat inflasi, produksi melimpah dari nelayan bisa mengurangi tekanan inflasi terutama untuk komoditas pangan. Indikator Pola musiman, pendapatan per kapitan, pola musiman menyebabkan fluktuasi pendapatn per kapita dalam rumah tangga Upah minimum, di musim paceklik pendapatan bisa di bawah dari biasanya , sebaliknya akan meningkat saat musim ikan melimpah. Rasio konsumsi terhadap pendapatan, konsumsi bisa tetap tinggi meski pendapatan menurun sehingga rasio konsumsi meningkat. Indeks harga konsumen, musim buruk bisa mengurangi pasokan ikan dan menyebabkan kenaikan harga (IHK). Tingkat inflasi, ketidakstabilan pendapatan karena musim bisa memperparah dampak inflasi terhadap rumah tangga. Indikator Upah bagi hasil, pendapatan perkapita, bagi hasil yang adil dan besar akan meningkatkan pendapatan per kapita anggotan rumah Upah minimum, jika bagi hasil lebih dari upah minimum, maka kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik. Rasio konsumsi terhadap pendapatan, dengan pembagian hasil yang baik rumah tangga bisa mengontrol konsumsi dan menyisihkan pendapatan. Indeks harga konsumen, bagi hasil tinggi memungkinkan rumah tangga tetap membeli kebutuhan meski indeks harga naik. Tingkat inflasi, semakin besar bagian yang diterima maka semakin kuat daya tahan rumah tangga mengadapi inflasi. Berdasarkan hasil analisis dengan regresi sederhana dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pendapatan nelayan terhadap daya beli Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai, hasil analisis juga membuktikan signifikan, yang dapat dilihat dari nilai t hitung terbukti lebih besar dari nilai t tabel. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi pendapatan nelayan berpengaruh positif terhadap daya beli masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai, dinyatakan diterima. Hal ini disebabkan ketika pendapatan nelayan mengalami kenaikan akan menyebabkan kemampuan daya beli masyarakat meningkat. Pendapatan nelayan yang tinggi ditunjukkan oleh indikator seperti pendapatan harian, pendapatan bersih, rasio pendapatan terhadap biaya, volume nilai tangkap pola musiman dan upah bagi hasil. Dari indikator pendapatan memberikan kontribusi terhadap meningkatnya daya beli masyarakat yang tercermin melalui indikator pendapatan per kapita, upah minimum, rasio konsumsi terhadap pendapatan, indeks harga konsumen dan tingkat inflasi. Indikator yang paling berpengaruh pada variabel Pendapatan nelayan (X) adalah indikator 5 yaitu pola musiman dengan nilai rata-rata 4,62 hal ini berarti pendapatan nelayan sangat bergantung pada pola musiman atau musim ikan yang bisa juga disebabkan oleh cuaca. Indikator paling berpengaruh pada Variabel Daya beli (Y) adalah indikator 5 yaitu tingkat inflasi dengan nilai rata-rata sebesar 4,48 hal ini berarti tingkat inflasi atau kenaikan harga bahan pokok mempunyai pengaruh lebih besar terhadap daya beli masyarakat. Besarnya pengaruh pendapatan nelayan terhadap daya beli sebesar 33,3%, sementara 66,7% lainnya dipengaruhi oleh faktorfaktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahman dan Sari . , hasil penelitian mengemukakan bahwa peningkatan pendapatan rumah tangga nelayan berpengaruh terhadap peningkatan daya beli di pesisir Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Hasil yang sama juga dikemukakan dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Wibowo . , hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan berpengaruh signifikan dalam menentukan indeks kemampuan belanja . urchasing power inde. pada masyarakat nelayan di pesisir Pantai Selatan Jawa Barat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan teoritis empiris dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pendapatan nelayan terhadap daya beli masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai, tanda positif mempunyai makna bahwa semakin baik nilai variabel pendapatan nelayan, maka akan semakin meningkat pula daya beli masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai, jika terjadi perubahan pada pendapatan nelayan maka akan terjadi perubahan daya beli masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai pada arah yang sama. Nilai koefisien determinasi juga menunjukan bahwa variasi daya beli masyarakat pesisir di Desa Kayubulan Kecamatan Batudaa Pantai mampu dijelaskan oleh pendapatan nelayan. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang bisa berikan oleh peneliti adalah sebagai berikut. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 2. No. 2 September 2025 85 - 100 Pemerintah desa disarankan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui program pelatihan teknik penangkapan modern dan pengelolaan hasil tangkapan . Dinas Kelautan dan Perikanan disarankan untuk mendorong pembentukan koperasi nelayan yang memfasilitasi akses permodalan dan distribusi hasil tangkapan, dengan target terbentuknya minimal 1 koperasi aktif. DAFTAR PUSTAKA