Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor Juni 2025 Pages 123-135 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Media Secret Alphabet Berbasis Loose Part untuk Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Awal Anak Usia 4-5 Tahun Virda Syaripatunisa1. Taopik Rahman2. Alfian Azhar Yamin3 Info Artikel Abstract Keywords: Early Literacy. Early Childhood. Instructional Media. Secret Alphabet. Loose Part. This study aims to describe the planning, implementation and improvement carried out by teachers in early literacy skills in children aged 4-5 years through the use of loose part-based secret alphabet media. The research method used is Classroom Action Research (CAR) which is carried out collaboratively with teachers at Kober Al-Urwatul Wutsqa. The subjects of the study included 12 children in group A, consisting of 5 boys and 7 girls. Data collection techniques in this study were through observation and documentation techniques, then analyzed using narrative and graphic analysis. The results of the study indicate that the use of loose part-based secret alphabet media can improve the early literacy skills of children aged 4-5 years in recognizing letters A-Z. Children's early literacy skills can be seen from each stage of learning which shows that children can recognize sounds and shapes/symbols of letters, children can distinguish sounds and shapes of similar letters, and children can imitate letter shapes. This success cannot be separated from careful planning, optimal implementation, and the use of loose part-based secret alphabet media which is able to attract interest and increase children's active participation in learning activities. Based on the results of this study, the use of creative, innovative learning media, such as loose part-based secret alphabet media, is very effective in improving the early literacy skills of children aged 4-5 years. Kata kunci: Keaksaraan Awal. Anak Usia Dini. Media Pembelajaran. Secret Alphabet. Loose Part. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan,pelaksanaan dan peningkatan yang dilakukan oleh guru pada kemampuan keaksaraan awal pada anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan media secret alphabet berbasis loose Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan guru di Kober Al-Urwatul Wutsqa. Subjek penelitian meliputi 12 anak kelompok A, terdiri dari 5 anak laki-laki dan 7 anak Perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis naratif dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media secret alphabet berbasis loose part dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak usia 4-5 tahun. Kemampuan keaksaraan awal anak terlihat dari setiap tahapan pembelajaran yang menunjukkan anak dapat mengenal bunyi dan bentuk/simbol huruf, anak dapat membedakan bunyi dan bentuk huruf yang mirip, serta anak dapat meniru bentuk huruf. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perencanaan yang matang, pelaksanaan yang optimal, serta penggunaan media secret alphabet berbasis loose part yang mampu menarik minat dan meningkatkan partisipasi aktif Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: Virdasya@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: opik@upi. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia Email: alfianazharyamin@upi. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 anak dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan media pembelajaran yang kreatif, inovatif, seperti media secret alphabet berbasis loose part sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak usia 4-5 tahun. Artikel Histori: Disubmit: 10 Juni 2025 Direvisi: 15 Juni 2025 Diterima: 30 Juni 2025 Dipublish: 02 Juli 2025 Cara Mensitasi Artikel: Syaripatunisa. Rahman. , & Yamin. Media Secret Alphabet berbasis loose part untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak usia 4Ae5 tahun. Jurnal ArRaihanah, 5 . , 123-135, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Taopik Rahman, opik@upi. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan anak secara optimal. Periode usia dini, khususnya pada rentang usia 4-5 tahun, dikenal sebagai masa keemasan . olden ag. yang menjadi fase kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dari aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, hingga perkembangan bahasa (Yusuf et al. , 2. Pada fase ini, anak memerlukan stimulasi yang tepat agar setiap aspek perkembangannya dapat terbangun secara seimbang, termasuk dalam pengembangan kemampuan keaksaraan awal. Keaksaraan awal menjadi salah satu indikator penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini. Menurut Ismawati et al. , keaksaraan awal adalah keterampilan dasar yang memberikan pengalaman awal bagi anak dalam mengenal simbol, bunyi huruf, serta kemampuan membaca dan menulis sederhana. Hal ini sejalan dengan standar perkembangan anak dalam Permendikbud No. 137 Tahun 2014 yang menekankan bahwa anak usia 4-5 tahun diharapkan sudah mulai mengenal simbol-simbol huruf, mampu membuat coretan bermakna, serta mulai menirukan dan mengucapkan huruf A-Z. Oleh karena itu, stimulasi keaksaraan awal yang tepat dan menarik menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran di PAUD. Namun, dalam praktik pembelajaran di lapangan, khususnya di Kober Al-Urwatul Wutsqa, ditemukan permasalahan yang signifikan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, anak-anak kelompok A usia 4-5 tahun di sekolah tersebut masih menunjukkan kemampuan keaksaraan awal yang rendah. Anak-anak kesulitan dalam menyebutkan huruf secara berurutan, tidak mampu mengenali huruf secara acak, serta mengalami kesulitan dalam menghubungkan huruf dengan gambar yang sesuai (Nurlela, 2025. Asmonah, 2. Selain itu, ketika diminta menulis huruf, sebagian besar anak belum mampu menulis dengan benar dan bahkan kesulitan dalam menggunakan alat tulis karena keterbatasan motorik halus mereka (Riskayanti & Suwardi. Permasalahan ini diperparah oleh metode pembelajaran yang cenderung konvensional dan monoton, seperti penggunaan media flash card yang hanya mengandalkan aktivitas hafalan dan nyanyian tanpa memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Pendekatan seperti ini dinilai kurang melibatkan aktivitas eksplorasi dan partisipasi aktif anak dalam pembelajaran, sehingga anak mudah merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar (Syafrudin et al. , 2. Metode yang terlalu repetitif dan tidak bervariasi berpotensi Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 membuat daya ingat anak terhadap huruf menjadi lemah, serta tidak mendorong keterampilan berpikir dan kreativitas mereka (Novii et al. , 2. Selain itu, faktor lain yang turut mempengaruhi adalah rendahnya latar belakang pendidikan guru yang tidak linear dengan bidang PAUD, yang berdampak pada kurangnya kreativitas dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Kondisi tersebut menegaskan adanya keterbatasan dalam pendekatan pembelajaran keaksaraan yang selama ini digunakan. Pendekatan sebelumnya lebih menekankan pada hafalan dan kegiatan statis, sehingga tidak memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, bermain, dan belajar secara aktif. Padahal, menurut (Fariza et al. , 2. pendekatan pembelajaran yang terlalu menuntut anak untuk membaca dan menulis secara formal pada usia dini sebaiknya dihindari, karena dapat menimbulkan kejenuhan dan pengalaman belajar yang negatif bagi anak. Berdasarkan permasalahan dan keterbatasan pendekatan sebelumnya, dibutuhkan alternatif pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur bermain, eksplorasi, dan aktivitas langsung yang sesuai dengan prinsip belajar anak usia dini, yaitu bermain sambil belajar (Dewi, 2. Salah satu media yang dinilai efektif dan inovatif adalah media secret alphabet berbasis loose part. Media ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, di mana anak diajak untuk menemukan huruf tersembunyi menggunakan kunyit dan kuas, kemudian menirukan bentuk huruf tersebut dengan memanfaatkan material loose part seperti kayu, batu, atau benda-benda alami yang mudah dimanipulasi (Rizki Utami. Surya Amanda. Hasni, 2. Media tersebut tidak hanya mengembangkan kemampuan mengenal huruf, tetapi juga melatih motorik halus dan kreativitas anak. Penelitian (Rahayu et , 2. menunjukkan bahwa media berbasis loose part mampu meningkatkan keaksaraan awal anak melalui kegiatan yang aktif, kreatif, dan menyenangkan, serta membantu anak mengenal dan mengingat bentuk huruf dengan lebih baik dibandingkan dengan metode Dengan demikian, penelitian ini penting untuk diteliti karena dari penelitian dan praktik sebelumnya yang kurang efektif dalam menstimulasi keaksaraan awal anak. Melalui penelitian ini, peneliti berupaya untuk mengkaji dan mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari penggunaan media secret alphabet berbasis loose part dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak usia 4-5 tahun di Kober Al-Urwatul Wutsqa. METODE Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart dengan tahapan berupa perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Asrori & Rusman, 2. Berikut merupakan desain tahapan penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggart (Afandi, 2. dalam (Purba et al. , 2. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Gambar 1. Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu metode penelitian yang dirancang untuk secara langsung meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan profesionalisme guru dalam mengelola proses belajar-mengajar (Purba et al. , 2. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 anak kelompok A, yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipatif dan Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan anak selama pembelajaran berlangsung, sedangkan dokumentasi digunakan untuk merekam proses dan hasil belajar anak dalam bentuk foto, video, dan portofolio. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi perencanaan pembelajaran (APKG I), lembar observasi pelaksanaan pembelajaran (APKG II), serta lembar penilaian kemampuan keaksaraan awal anak. Setiap instrumen telah dilengkapi dengan kisi-kisi yang jelas dan terukur, yang memuat indikator-indikator yang sesuai dengan standar pembelajaran anak usia dini berdasarkan Kurikulum Merdeka dan Permendikbud No. 137 Tahun 2014. Teknik analisis data yang digunakan adalah gabungan antara analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menilai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk naratif, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung peningkatan kemampuan keaksaraan awal anak dalam setiap siklus dan disajikan dalam bentuk grafik. Kriteria keberhasilan ditentukan berdasarkan pencapaian minimal 75% dalam kategori AuBaikAy untuk perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran (Tampubolon, 2. , serta minimal 75% anak berada pada kategori AuBerkembang Sesuai Harapan (BSH)Ay dengan nilai Ou70 untuk aspek hasil belajar (Purnama et al. , 2. Indikator keberhasilan ini menjadi dasar dalam mengevaluasi efektivitas penggunaan media secret alphabet berbasis loose part dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak usia 4Ae 5 tahun. Adapun Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dari tabel Tabel 1. Instrumen APKG I (Perencanaan Pembelajara. Aspek Perencanaan (Komponen Modu. Identitas Modul Skor . Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Juni 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Profil Pelajar Pancasila Tujuan Pembelajaran Pemahaman Bermakna Diferensiasi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran (Pendahulua. Kegiatan Pembelajaran (Int. Kegiatan Pembelajaran (Penutu. Asesmen Keberlanjutan Pembelajaran Sarana dan Prasarana Lampiran Glosarium Rujukan Pustaka