Budaya Individu Spesial dalam Perspektif Antropologi Fahdi Hasan1. Jaini B Wastap2. Sukmawati Saleh3 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Buah Batu No. Cijagra. Lengkong Kota Bandung fahdihasanrahaidi21@gmail. com, 2jaeni@isbi. id, 3sukmawati_saleh@isbi. ABSTRACT Human civilization is the result of communication between cultures formed through individu Each human individual is a unique entity. Special individuals, who were referred to as disabled in the 1980s and later as differently-abled in 2016, participate in these interactions with their How they think, feel, and behave contribute to the formation of culture. This research aims to interpret the uniqueness of special individuals as contributors to human culture. In order to achieve this goal, an anthropological study is applied through observation and survey methods in forum group discussion. This reseach concludes that special individuals shape social and cultural values through their way of thingking, feeling, and behaving. Keywords: Human. Culture. Spesial Individu, and Social Strukture. ABSTRAK Peradaban manusia merupakan hasil dari komentar antar budaya-budaya yang dibentuk oleh interaksi individu. Setiap individu manusia merupakan entitas yang unik. Individu spesial yang pada tahun 1980an disebut sebagai orang cacat dan selanjutnya pada tahun 2016 disebut sebagai difabel, berpartisipasi dalam interaksi ini dengan keistimewaan Bagaimana mereka berpikir, merasa, dan berperilaku memberikan sumbangan bagi pembentukan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan keistimewaan individu spesial sebagai pembentukan budaya manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut diaplikasikan telaah antropologi yang mewujud dalam metode penelitian pengamatan dan survey dalam forum group discussion (FGD). Penelitian ini menyimpulkan bahwa individu spesial dengan cara berpikir, merasa, dan berperilaku membentuk nilai sosial dan nilai budaya manusia. Kata kunci: Manusia. Budaya. Individu Spesial. Struktur Sosial Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 PENDAHULUAN kebudayaan yang meliputi pada sistem yang Latar Belakang dianutnya dapat dilihat dari bagaimana cara mereka berbahasa, meramu sistem Masyarakat pada dasarnya memiliki Aukekuatan Dalam peralatan, pengetahuan yang diampu, sistem pencaharian dan teknologi yang sendiriAy. menstimulus mereka dalam akumulasi sosialnya, hal yang demikian juga dapat masyarakat yaitu disebut bangsa . dilihat bagaimana sistem kekerabatan dan telah dan pernah memiliki peradaban sistem organisasi sosial, juga sistem religi tinggi . igh civilizatio. , seperti: Yunani, yang memuat kepercayaan-kepercayaan Romawi. Maya. Inca. India. Cina. Jepang. Bangsa-bangsa pada sang pencipta, dan kesenian yang menyatu didalamnya (Koentjaraningra. pasang surut peradaban, bahkan terdapat Kesemuanya peradaban yang punah yang ada hanya artefak-artefaknya, seperti Maya dan Inca. India. Cina dan Jepang sampai hari ini orang yang memiliki AuhabitusAy secara terus-menerus Cita rasa dan emosi tumbuh dan masyarakat karena Aukomitmen-komitmenAy Dengan . atau akal menurut Ralph Linton turun temurun. Komitmen tersebut dapat . bad ke-. mendefinisikan elemen dan berubah bahkan berganti, ketika orang- komponen budaya mendasari susunan orang . memiliki komitmen baru perilaku yang dibagi dan ditularkan oleh terhadap hal-hal yang baru, misalnya anggota masyarakat tertentu secar turun didalam memperlakukan warisan budaya. Interpretasi dari dalam budaya baik yang benda maupun bukan benda. terdapat keberagaman dalam masyarakat Kebudayaan . menjadi sangat dan tindakan yang berakar dari budi sosial budaya yang dijalankan secara demikian dapat diartikan bahwa budaya berkembang menjadi berbeda di setiap kembali terkait aspek seperti teknologi, rasa, dan emosi (Ambercome, 2010, hlm. Hal ini mendorong kita untuk memahami kehidupan sehari-hari, melibatkan cita, manusia satu ke manusia yang lain secara (Nalan dkk, 2016, hlm. Habitus adalah khas yang dapat dimilikinya dan masing- terdiri dari kebiasaan sekelompok orang- Identitas masyarakat pada dasarnya Kebudayaan berakar dari kemampuan yang sesuai dengan zamannya. berperadaban (Nalan dkk, 2016, hlm. masih menunjukan Audinamika peradabanAy kebutuhan-kebutuhan sosial masyarakat juga Yunani dan Romawi. Berbeda dengan penggunanya, yang ini menjadi modal utama dalam melihat dan juga menganalisa Unsur-unsur Hasan. Wastap. Saleh: Budaya Individu Spesial dalam Perspektif Antropologi Dalam yang memiliki unsur jiwa dan raga yang manusia sebagai mahluk sosial, terbentuk dapat dilihat keistimewaannya, khusus aneka warna yang dipandang memiliki dan khas, dan tidak dapat dimiliki oleh ciri-ciri tubuh, bahasa, tulisan, sistem orang lain karena masing-masing memiliki dalam ilmu pegetahuan sosial Kebudayaan sebagai alat simbolik merupakan pengontrol perilaku sehingga persis sama, keberadaan yang manusia dapat dipahami, lalu diinterpretasi dan yang sangat beragam ini lalu kemudian membentuk menjadi sebuah kelompok Proses masyarakat yang masing-masing kelompok ada keterhubunganya. dalam melakukan interpretasi terhadap Individu Spesial perilaku manusia yang memunculkan suatu mencakup pola dan cara hidup dalam ber- kebiasaan yang unik sehingga komunikasi komunikasi dan membangun pandangan tersebut memunculkan tanda-tanda dan penanda sebagai sebuah produk-produk artefak budaya yang dihadirkan berupa sang pencipta sebagai wujud keterkaitan lukisan, tarian, musik, gerak, postur, suara, pakaian (Geertz. The Interpretation Of Budaya Individu Spesial Culture, 1. Tindakan kebudayaan ini terdapat keberagaman identitasnya yang merupakan acuan bagi masyarakat dalam menjadi bagian didalamnya yaitu individu menjali kehidupan. yang terdiagnosis sebagai orang-orang Manusia Tuhan yang memiliki keistimewaan yaitu autisme, kesatuan jiwa dan raga yang terbentuk secara individu dalam kemampuan-kemampuan cerebral palsy. ADHD . ttention Deficit jiwa, dalam pengertian bahwa setiap orang Hyperactivity Disorde. dan lain-lain. Dalam itu merupakan pribadi yang istemewa pengungkapan bahasa misalnya terdapat dan khas menurut corak kepribadian-nya, tanda baca yang disebut huruf Brille sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan Rumusan Gordon Allport dalam oleh budaya Netra (Louis Brille, 1. , kepribadian yang terkandung pada diri ialah sebuah daya ungkap dengan teknik manusia yakni: Kepribadian-kepribadian sentuhan tangan . dari tanda-tanda turut menentukan cara dan cirinya yang baca yang menggunakan enam titik utama dalam huruf alfabet sebagai lambang dan dirinya dengan linkungannya. (Gerungan, simbol angka-angka dalam numerik yang ini 2010, hlm. juga digunakan dalam tanda baca simbol- kecerdasan-kecerdasan rungu/wicara. Dengan demikian keberadaan Individu simbol musik, matematika dan ilmiah. Ini atau AuindividuumAy antara lain ialah sesuatu menjadi sebuah sistem komunikasi yang yang tidak dapat terbagi ia bersifat tunggal, digunakan secara turun temurun hingga Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 saat ini, membentuk sebuah budaya yang dan identitas gestur tubuh serta intonasi dilihat dan resapi keberadaannya dalam suara yang pada dasarnya ditetapkan dan komunikasi sosial. diakui oleh semua anggota masyarakat Dalam proses perkembangan sejarah pendukung kebudayaan yang sama pula, manusia dalam wujud kebudayaan, isu- keberadaan pendukung kebudayaan ini isu identitas yang merupakan bagian dari menjadi acuan yang dipercaya juga diyakini struktur pengusung kebudayaan ini menjadi oleh masyarakatnya. isu yang dipandang statis. Di masa modern Penelitian budaya individu spesial diikuti dengan lajunya perkembangan dalam perpektif antropologi adalah usaha jaman yang serba kompleks, maka bisa dipastikan akan terjadi pergeseran nilai melakukan analis kembali cara hidup bahwa identitas individu atau kelompok manusia yang lebih baik, menuju pada masyarakat itu akan bersifat dinamis dalam pertukaran kebudayaan suatu kelompok struktur budaya dalam suatu kelompok budaya baru yang di konstruksi dan dapat identitas yang beragam juga berbeda ini Identitas ini dapat terangkum menjadi modal budaya yang harmonis. dibawah kekuasaan negara yang semuanya terdapat tiga hal yang dipakai sebagai dapat diatur dan dapat diaktifkan yaitu bahan pertimbangan untuk menentukan terindentifisi dan dapat dibentuk atas ruang lingkup kajian, yakni: ras, etnik, kasta, latar belakang, gender. Aspek kehidupan yang seluruhnya hubungan kekerabatan, agama. Identitas merupakan masalah struktur budaya kelompok atau individu ini merupakan yang berkaitan dengan karakteristik sebuah tanda dan menjadi ciri khas lalu individu manusia dan kemanusiaan kemudian membentuk sebuah perilaku yang diakumulasikan dalam interaksi, (Maalouf, 2000, hlm. Pembentukan empati dan bersinergi. Pendekatan identitas diatas dapat dilihat dalam proses ini menggunakan pengetahuan (The perkembangan saat ini dimana pertemuan Humanitie. , sosial budaya dalam transformasi media baik dari segi masing- masing keahlian yang dimiliki oleh masa yang masif yaitu penggunaan mobile indvidu manusia. handpone adalah suatu proses budaya Hakikat manusia baik individu atau populer dan baru. universal, beraneka ragam kebudayaan Dalam interaksi sosial masyarakat, masing-masing, dalam melihat dan setiap individu dan anggotanya akan menghadapi lingkungan alam, sosial terjadi ruang komunikasi antar sesama, dan budaya. Manusia tidak hanya dalam pembentukan ini diikuti sebuah membentuk pola yang sama namun kesepahaman dalam penggunaan bahasa juga tata cara yang disepakati sebagai sebagaimana yang terlihat ekspresinya alat ukur bersama, kemampuan bahasa dalam berbagai bentuk dan corak ini sangat mempengaruhi atas bentuk ciri Hasan. Wastap. Saleh: Budaya Individu Spesial dalam Perspektif Antropologi tingkah laku dan hasil perilakunya. Teknik pengumpulan data dengan: . Manusia dalam ungkapan emosinya Kajian pustaka dengan mengkaji literatur- literatur yang relevan seperti artikel pada kebahagiaan, pengharapan dan lain- jurnal, berbagai hasil penelitian tentang . spek psikologi sosia. budaya individu spesial dilapangan. Simbol atau perilaku yang ditemukan Forum Group Discussion pada hari sabtu 28 januari 2023, dengan tema AuBudaya dalam budaya individu spesial membentuk Individu Spesial dalam Perspektif Sosiologi suatu pola atau struktur yang bisa dijadikan oleh Prof. Dr. Arthur S. Nalan. sebagai stimulus atau terapan untuk februari 2023, dilanjutkan dengan pengisian perubahan perilaku . spek metodolog. Tulisan ini melihat budaya individu Metode Penelitian spesial dengan menggunakan paradigma positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivism. Dalam pandangan filsafat advokasi dalam pengistilahan penyandang ABK . nak positivism ialah memandang realitas, gejala atau fenomena sebagai hal yang dapat di khsusu. , disabilitas atau difabel pada klasifikasikan, konkrit, teramati, terukur, suatu pengistilahan baru yaitu AuIndividu relatif tetap, dan terdapat hubungan sebab SpesialAy. Setelah mengamati interaksi dari akibat serta menganggap realitas sosial keluarga dan masyarakat pada istilah yang yang terjadi sebagai sesuatu yang bersifat diartikan sebelumnya dalam keterbatasan, empirik dan dapat diobservasi secara nyata ruang yang sangat terbatas untuk mereka serta dapat dibuktikan hasil temuannya. (Bertens, 1. Analisa berikut pada Pandangan struktur kognitif individu dalam kaitannya (Bourdieu, berdasarkan realita bukan yang bersifat bukan kodrat, habitus diperoleh melalui terhadap fenomena sosial yang terjadi mengasumsikan suatu kesadaran. Habitus telah memberikan sumbangan yang besar dapat disesuaikan dengan hasil akhir tanpa dibaca kembali, paradigma positivistik ini praktik dan representasi, secara objektif untuk melihat fenomena masyarakat yang teori habitus yaitu prinsip yang mengatur metafisika, (Agus Comte, abad ke-. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam melakukan penelitian ini Pengertian Budaya Individu Spesial diperkuat dengan teori etnografi yang berfokus pada makna sosiologi melalui Berawal dari rasa kepedulian melihat observasi lapangan tertutup dari fenomena pada kondisi yang terdiagnosa, cenderung sosiokultur pada perilaku pada kehidupan ada stigma antara bisa dan tidak bisa, atau kelompok budaya individu spesial (Hanifa, normal tidak normal Sehingga menghantar dari bidang keilmuan antropologi yang Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 turunannya adalah budaya, agar mampu Wiyani . 4, hlm, 113-. dalam menempatkan posisi kesetaraan ditengah pandangannya menyebutkan terkait down masyarakat umumnya menjadi interpretasi syndrome ini terjadi karena adanya sebuah AuBudaya Individu SpesialAy. Tujuan dari kelainan pada susunan kromosom yang ke 21, dari jumlah 23 kromosom pada Untuk menyajikan tentang ciri dan manusia umumnya, berpasang-pasangan ragam Budaya Individu Spesial beserta 23 kromosom tersebut hingga melengkapi menjadi jumlahnya yaitu 46 kromosom. memberi suatu nilai kehidupan yang Pada down syndrome, jumlah kromosom berguna dalam melengkapi kearifan urutan yang ke 21 terdiri dari tiga trisomy, kemanusiaan membangun kesadaran tentang kelestarian kehidupan sehari- menjadi 47 kromosom. Tentu ini dianggap hari, yang dimana didalamnya terdapat jumlah yang berlebihan dan mengaktifkan tata cara, bahasa, komunikasi, aksara, kegoncangan pada proses kekebalan tubuh pengetahuan, teknologi, yang religius. etabolisme se. yang demikian ini lalu Membuat penelitian yang menghasilkan disebut dengan kemunculan down syndrome. kajian agar dapat digunakan oleh Kosasih . 2, hlm. juga melengkapi seluruh masyarkat, pendidik, keluarga penjelasannya yakni terkait down sindrom untuk menghantar individu spesial adalah kondisi fisik dan mental seseorang anak yang diakibatkan adanya abnormalitas apresiasi baik. Penelitian yang menghasilkan metode berada pada tubuh manusia yakni berupa terapan dalam keilmuan seni dan serat-serat khusus yang terdapat pada budaya di ranah individu spesial. setiap sel, dimana bahan-bahan genetik didalamnya terdapat karakteristik dan Ciri dan Ragam Identitas Individu Spesial indentitas seseorang. Dengan demikian Pengertian Down Syndrome Down Syndrome syndrome ini memiliki ciri yang unik. memiliki ciri dan identitas yang khusus, down syndrome juga disebut juga dengan istilah lainnya yaitu mongoloidism karena karakter wajah mereka yang khas yaitu terdapat pada kepala tengkorak yang mengecil, lidah mereka besar dan menonjol keluar, mulut mengecil, wajah mereka cenderung lebar, mata menyipit yang berbentuk seperti tumbuhan kacang dengan berbentuk alis mata yang sedikit miring, ciri hidung mereka yang cenderung Gambar 1. Down Syndrome (Sumber: istockphoto. com, 15 Februari 2. , dan ciri selanjutnya adalah jari tangan yang melebar. Hasan. Wastap. Saleh: Budaya Individu Spesial dalam Perspektif Antropologi Pengertian Autisme Pengertian Cebral Palsy Autisme adalah gejala perkembangan Cebral Palsy berasal dari kata cerebrum yang timbul sebelum anak itu mencapai yang berarti sebuah perkataan dan otak, usia tiga tahun, yang juga disebut sebagai dan kekakuan yang bersumber dari kata seseorang yang tidak dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif pada . erulan-ulan. Hal Gerdner . , bahwa manusia memiliki ini terakumulasi pada kebiasaan dalam seperti yang diungkapkan oleh Hordward yang berbeda. Kecenderungan perilaku kecerdasan yang dimiliki sangat kompleks ini lalu mengisyaraktkan pada dunianya yang demikian ini menunjukan bahwa sendiri sudut pandangnya yang demikian atau pendengaran, visual atau penglihatan, pandang dan hidup secara individu yang sehari-hari yang sangat luas pada stimulus auditory fisik dan mental mempunyai sistem cara syaraf didalam otak. Ini menjadi gambaran Indonesi. Karakteristik autisme secara kekakuan yang terjadi diakibatkan oleh dunia luar selain dirinya . ayasan autism Secara kecerdasan ganda yang disebut Multiple Intelegence. dalam meniru sesuatu membeo . , gaya bahasa dalam daya ungkap suara yang sangat abstrak seperti gerakan seni kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia nyata, komunikasi yang demikian desibut juga sebagai komunikasi non verbal Rahardjdo . Gambar 3. Cebral palsy: (Sumber: istockphoto. 16 November 2. Gambar 2. Autisme (Sumber: istockphoto. com, 12 desember 2. Gambar. Bahasa Isyarat Bisu Tuli: (Sumber: istockphoto. com, 12 Maret 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 8 No. 1 Juni 2023 Pengertian Tuna Netra Dari bahasa, terdiri dari dua suku kata yakni AutunaAy yang dapat diartikan tidak memiliki atau kurang sedangkan AunetraAy yang berarti mata. Jika ini diartikan, maka tuna netra ciri utamanya yaitu orang yang memiliki kekurangan dalam Menurut Hadi . 5, hlm. tuna netra memiliki satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan antara bagian penglihatan pada organ mata. Interpretasi lain diungkapkan oleh Thomson . 2, . tuna netra merupakan individu yang mengalami pengurangan dalam penglihatan baik secara menyeluruh . , dan setengah melihat . Namun ada hal yang menarik dari ciri dan identitas tuna netra, mereka justru bukan melihat dengan mata namun ketajaman mereka dalam penglihatan dengan penyesuain diri dapat melakukan dengan rasa, jiwa, insting dan perabaan. Hal yang demikian ini dapat dilihat dengan hadirnya tanda baca dengan huruf Brille dimana sistem tulisan sentuh ini digunakan sebagai alat komunikasi antara sesama budaya netra, yang dimana sistem ini diciptakan oleh Lous Braile . , seorang warga yang berasal dari Prancis yang juga seorang netra. Kebiasaan dan ciri indentitas tuna netra dapat dilihat dengan klasifikasi penglihatan secara visual yang terdiri dari: Tuna netra yang memiliki daya penglihatan ringan . efittive/low vison. yakni mereka yang memiliki setengah dalam penglihatan visual. Tuna netra yang memiliki daya penglihatan setengah berat . artially yakni dalam proses stimulus visual . menggunakan kaca pembesar, dan mampu membaca tulisan yang berkarakter tebal. Kategori ini masuk pada membaca sebagian dalam proses penglihatan. Tuna netra yang melihat dengan daya penglihatan visual, yakni mereka yang dalam proses menjalani hidup dari bangun tidur sampai tidur kembali, mereka melakukan aktifitas demikian dengan meraba, merasa yang diimplementasikan ke dalam Selanjunya Amstrong Sujiono . 0, hlm. mengungkap dimana kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan tubuh . dimana seseorang yang berkemampuan dan dalam melakukan gerak-gerak dalam membangun suatu aktifitas. Berdasarkan dapat disimpulkan sistem ini menjadi simbol komunikasi dalam budaya netra yang sangat menarik menjadi bahan pembelajaran buat masyarakat luas untuk lebih jauh memahami struktur kebudayaan yang dimiliki oleha tuna netra. Hal yang dimikian ini menjadi modal untuk terjadi elaborasi dalam memahami keberagaman yang romantis, dimana sosial dan budaya adalah suatu perjuangan manusia yang disejajarkan oleh waktu dan alam, masyarakat dan bukti dari kemakmuran Dewantara . 9 Ae 1. Gambar 5. Tuna netra . umber: istockphoto. com, 04 agustus 2. Hasan. Wastap. Saleh: Budaya Individu Spesial dalam Perspektif Antropologi SIMPULAN Nurwida Meninkatkan . kemampuan mengenal bagian-bagian Budaya Individu Spesial merupakan tumbuhan Melalui Media Konkret yang meliputi bahasa, aksara, komunikasi. Pada murid Cebral Palsy Tipe Spastik Kelas IV Di UPT SLBN 1 Soppeng. Membukakan sebuah interpretasi diranah keilmuan seni Agustina. Leoni . dan budaya dalam perspektif antropologi. Sosiolingguistik. Studi lingguistik, sebagai akumulasi keilmuan yang hakiki. Aristoteles. -322 SM). seorang filsuf harmonis pada interaksi sosial. Berdasarkan menganggap bahwa secara alamiah akumulasi sistem struktural ini, keberadaan manusia bersifat sosial. individu spesial dianggap turut serta Adriyanto Eko. Budaya Populer sebagai dalam ruang interaksi sosial. Ada beberapa Medium sebagai perlawanan dan nilai yang terkandung di dalam melihat budaya individu spesial yakni mereka Ismani. Danu. Ketahanan Budaya adalah kaum . yang memiliki hati Aupemikiran dan wacanaAy. yang bersih, jiwa yang tegar, sabar, tidak Mayadah. Ummi. Ajaran di dalam melakukan pembenaran sepihak dan lain Filsafat Posistifisme Auguste Comte. sebagainya yang secara organik dimiliki Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. dalam bawaan tradisi budaya individu Nasution. Albani dkk. Ilmu Sosial Dengan penelitian ini maka di Dasar. muculkan satu keberadaan budaya baru Rahardjo, dalam paradigma memanusiakan manusia The Passion Of Psicology. Subchi, perilaku individu spesial. Suryandari, dan juga nilai sombolik yang terkandung Pengantar Nikmah. Ketika Saleh. Achirudin. Psikologi Sosial. yang terakumulasi dalam sebuah sistem Susena, kebudayaan yang dianut. Danang. Komunikasi Kesukubangsaan. Buku: Daftar Pustaka