Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 INSTITUT AGAMA ISLAM PANGERAN DIPONEGORO NGANJUK http://ejurnal. iaipd-nganjuk. Relevansi Tasawuf KH. Sholeh Darat Dalam Menghadapi Probelamatika Masyarakat Modern Misbachul Munir Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk Email : munirbuyanawal@gmail. Info Artikel Submit : 16 Agustus 2024 Revisi : 20 Agustus 2024 Diterima : 21 Agustus 2024 Publis : 17 September 2024 Abstrak Keilmuwan Islam sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, salah satunya adalah ilmu tasawuf. Ilmu ini muncul sebagai manifestasi kehidupan Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan kesederhanaan dan dekat dengan Allah SWT. Adanya kemajuan teknologi mempengaruhi perubahan kelompok manusia yang kemudian di sebut dengan masyarakat modern. Kemajuan tekonolgi merubah sikap, perilaku dan gaya hidup masyarakat modern. Problematika seperti stres, kehilangan makna hidup, krisis identitas, dan ketidakadilan sosial menjadi isu yang semakin mendesak yang dihadapi oleh mereka. Materialisme dan kekeringan spiritual menambah serius permasalahan tersebut. Ditengah-tengah Islam memberikan curahan oase keilmuwan tasawuf sebagai obat untuk memberikan siraman-siraman kerohanian untuk mengatasinya. Dalam konteks ini, menarik untuk mengetahui bagaimana tasawuf lokal yang berpijak pada lokal wisdom mampu menjawab tantangan tersebut. Salah satunya tasawuf Sholeh, sebagai bentuk sufisme yang berakar di Jawa. Indonesia, menawarkan perspektif dan pendekatan spiritual yang mungkin relevan dalam menghadapi problematika tersebut Tasawuf KH. Sholeh Darat memiliki relevansi yang signifikan dalam menghadapi problematika masyarakat KH. Sholeh Darat, seorang ulama terkemuka dari abad ke-19, dikenal dengan pemikirannya yang mendalam tentang tasawuf, yang menekankan pentingnya spiritualitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial yang Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 382 Volume 10. No. September, 2024 Kata kunci P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 cepat, nilai-nilai tasawufnya menawarkan perspektif yang mendalam tentang keseimbangan batin, kedamaian, dan hubungan yang harmonis antara individu dan masyarakat. Pemikiran KH. Sholeh Darat mengenai konsep qanaAoah, tawakal, uzlah, manifestasi waktu, relevan sebagai panduan dalam mengatasi stres, kecemasan, dan pergeseran nilai-nilai sosial yang sering dihadapi oleh masyarakat modern. Melalui pendekatan tasawufnya, masyarakat dapat menemukan cara untuk mengintegrasikan aspek spiritual dalam kehidupan mereka, sehingga menciptakan keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual. Dengan memahami dan menerapkan ajaran tasawuf KH. Sholeh Darat, masyarakat modern dapat menemukan solusi yang lebih holistik dalam mengatasi berbagai problematika sosial dan pribadi. Kata kunci : Tasawuf. KH. Sholeh Darat. Masyarakat Modern Pendahuluan Khazanah intelektual Islam memiliki pengaruh besar pada kehidupan manusia, salah satunya adalah tasawuf. Kehadiranya seakan menjadi oase ditengah gurun pasir Keilmuwan yang memusatkan perhatianya pada aspek kerohanian, pembersihan diri, pendekatan jiwa kepada Tuhan yang berimplikasi pada kebaikan akhlak . khlak al Dengan akhlak yang baik ini manusia akan mampu mengendalikan dirinya, menjadi pribadi yang jujur dan penuh tanggung jawab baik kepada manusia maupun Tuhanya. Dalam sejarah sufisme berpengaruh besar terhadap kehidupan moral dan spiritual umat islam. Selama kurun waktu itu tasawuf begitu lekat dengan dinamika kehidupan masyarakat luas, bukan sebatas kelompok kecil yang eksklusif dan terisolasi dari dunia luar. Dari sini bisa dipahami secara historis dan teologis tasawuf mengawal dan memandu perjalanan hidup umat agar selamat dunia dan akhirat 1. Tasawuf dapat menjadi solusi alternatif terhadap kebutuhan spiritual dan pembinaan manusia, karena tasawuf merupakan tradisi yang hidup dan kaya dengan doktrin-doktrin metafisis, kosmologis dan psiko terapi relegius yang dapat menghantarkan kita menuju kesempurnaan dan ketenangan hidup yang hampir hilang atau bahkan tidak pernah dipelajari oleh manusia modern. Sementara itu. Di tengah dinamika masyarakat modern yang berkembang pesat dengan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial yang terus-menerus, banyak tantangan muncul yang memengaruhi aspek kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual individu. Problematika seperti stres, kehilangan makna hidup, krisis identitas, dan ketidakadilan sosial menjadi isu yang semakin mendesak2. Dalam konteks ini, tasawuf, sebagai dimensi spiritual dalam Abuddin Nata. Akhlak Tasawuf. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2012. Xi Banyaknya kasus masyarakat modern atau bisa dibilang urban modern mengalami masalah stress akibat tuntutan hidup menjadi topik yang sering muncul di berbagai macam surat kabar. Hal ini bahkan menjadi objek peneltian bagi beberapa intelektual untuk mengungkap penyebab dan solusi yang dibutuhakan. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 383 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Islam, menawarkan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi berbagai masalah tersebut melalui pengembangan spiritual, etika, dan moralitas. Dalam konteks ini, menarik untuk mengetahui bagaimana tasawuf lokal yang berpijak pada lokal wisdom mampu menjawab tantangan tersebut. Salah satunya tasawuf Sholeh, sebagai bentuk sufisme yang berakar di Jawa. Indonesia, menawarkan perspektif dan pendekatan spiritual yang mungkin relevan dalam menghadapi problematika tersebut Tasawuf KH. Sholeh Darat memiliki relevansi yang signifikan dalam menghadapi problematika masyarakat modern. KH. Sholeh Darat, seorang ulama terkemuka dari abad ke-19, dikenal dengan pemikirannya yang mendalam tentang tasawuf, yang menekankan pentingnya spiritualitas dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan sosial yang cepat, nilai-nilai tasawufnya menawarkan perspektif yang mendalam tentang keseimbangan batin, kedamaian, dan hubungan yang harmonis antara individu dan masyarakat. Oleh karena itu, menarik untuk peneliti melakuakn penelitian terkait problematika masyarakat modern, dengan pendekatan tasawuf lokal yang diambil dari pemikiran Sholeh Darat untuk menjawab kebutuhan spiritualitas maysarakat modern dengan persepektif lokal wisdom tasawuf. Metode Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah library research. Yaitu penelitian yang mengambil sumber utama dari buku primer maupun sekunder yang berhubungan dengan judul penelitian3. Sedangkan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang sistematis yang digunakan untuk mengkaji atau meneliti suatu obyek pada latar alamiah tanpa ada manipulasi didalamnya dan tanpa ada ujian hipotesis. Metode penelitian kualitatif ini sering disebut Aumetode penelitian naturalisticAy karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. disebut juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya, metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya. dan disebut juga sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif. https://w. tv/nasional/223877/alasan-masyarakat-perkotaan-lebih-rentan-stres-dan-efeknya-padafisik-serta-psikologis?page=all Globalisasi yang lahir dari peradaban modern memunculkan banyak dampak negatif bagi kehidupan umat Islam di Indonesia. Maraknya permasalahan dekadensi moral, terpuruknya akhlak dan krisis kepercayaan adalah realitas keagamaan yang saat ini dihadapi masyarakat (Badrudin, 2. Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. CV Pustaka Setia. Bandung, 2011, hlm. Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani. Metode penelitian Kualitatif. CV. Pustaka Setia. Bandung, cet II, 2012,hlm. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 384 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Penggunaan metode ini dikarenakan sumber data yang dibutuhkan memang berupa buku-buku maupun kitab-kitab karangan Sholeh Darat maupun buku-buku, artikel dan lainya yang berhbungan dengannya. Pembahasan Sebelum mengurai pemikiran tasawuf KH. Sholeh Darat maka akan dipaparkan telebih dahulu terkait biografinya dan hal Ae hal yang berhubungan dengan kehidupanya, baik dari segi keilmuwan maupun sosio-grafis yang mengelilingi kehidupannya, karena dua hal ini mempunyai peranan besar dalam pemikiran seseorang. Sekilas Tentang KH. Sholeh Darat KH. Sholeh darat dilahirkan di semarang tahun 1820/1235 H, tepatnya di desa Kedung Jumbleng. Kecamatan Mayon. Kabupaten Jepara5, sebuah kota yang pada masa itu menjadi pusat perdagangan dan budaya yang berkembang dengan sangat pesat. Nama lengkap beliau adalah Muhammad Sholeh bin Umar al Ae Samarani, merupakan seorang ualam terkenal pada abad ke 20. Beliau merupakan seorang ulama terkemuka yang memiliki ayah bernama Kiai Umar, seorang pejuang kemerdekaan dan penasehat keagamaan Pangeran Diponegeoro dalam Perang Jawa. Tahun kelahiran KH. Sholeh Darat memiliki keunikan sendiri, dimana pada tahun tersebut merupakan tahun kelahiran ulama kharismatik yang terkenal dengan keillmuwan dan karomahnya yaitu Syeikh Kholil Bangkalan, sorang guru besar Kiai di pulau Jawa khususnya di daerah Jawa Timur salah satunya adalah Hasyim AshAoari, tokoh pendiri organisasi islam Nahdlatul Ulama. Pada perjalanan hidupnya. KH. Sholeh Darat pernah menikah 3 kali, tidak ada catatan nama yang bisa diketahui untuk istri pertamanya, namun dari istri pertama ini KH. Sholeh Darat dikaruniai seorang putra yang bernama Ibrahim. 7 Hal ini bisa diketahui dari halaman sampul kitab karanganya AoFaid al Ae RahmanAy yang menyematkan nama AuAbu 5 Sementara untuk tanggal dan bulan kelahiran masih belum bisa ditemukan dengan pasti, bahkan beberapa literatur berselisih pendapat terkait tahun kelahiran beliau. Tahun yang ditulis di artikel ini merupakan tahun yang lebih banyak ditulis diliteratur-literatur terkait beliau. Lihat Muslich Shabir. Study Kitab Munjiat: Menyingkap Konsep Kiai Saleh Darat Darat Tentang Perbuatan Yang Membinasakan dan yang Menyelamatkan Manusia, (Semarang: Puslit IAIN Walisanga, 2. , hlm. Akhmad Lutfi Aziz. AuInternalisasi Pemikiran KH. Muhammad Sholeh Darat Di Komunitas Pencintanya: Perspektif Sosiologi Pengetahuan,Ay Living Islam 1, no. : 320. Abu Malikus Salih Dzakir. Sejarah & Perjuangan Kyai Sholeh Darat Semarang (Semarang: Panitia Haul Kyai Sholeh Darat Semarang, 2. , 5. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 385 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 IbrahimAy yang berarti ayah Ibrahim. Penyebutan nama demikian ini wajar dilakukan oleh orang-orang arab dari dulu sampai sekarang. Sedangkan pernikahannya yang kedua. KH. Sholeh Darat memperistri Shofiyah, yang merupakan putri dari Kiai Murtadho, seorang pejuang dan sahabat karib ayahnya saat KH. Sholeh Darat berada di Semarang. Dari pernikahannya ini beliau memiliki dua keturunan laki-laki yang diberi nama Yahya dan Khalil. Adapun pernikahan ketiga KH. Sholeh Darat memperistri putra bupati Bulus Purworejo yang merupakan seorang keturunan Nabi Muhammad SAW atau biasa dikenal dengan sebutan syarifah, bernama Raden Ayu Aminah, dari pernikahan ini beliau dikaruniai putri bernama RA. Siti Zahroh . Putrinya ini kemudian nantinya dinikahkan dengan salah satu muridnya bernama KH. Dahlan dari Tremas. Pacitan. Kyai Saleh wafat di Semarang pada tanggal 28 Ramadhan 1321 H. dengan tanggal 18 Desember 1903 10, dan dimakamkan di Pemakaman Umum Bergota yang kemudian jalan menuju ke pemakaman itu diberi nama Jalan Kyai Saleh. Meskipun wafatnya tanggal 28 Ramadhan, akan tetapi masyarakat memperingati hari wafatnya atau yang dikenal dengan istilah khol tanggal 10 Syawal. Dipilihnya tanggal itu barangkali dengan pertimbangan bila dilaksanakan pada tanggal 28 Ramadhan akan merepotkan masyarakat karena masih berada dalam suasana puasa dan menjelang hari raya (`Idul Fithr. Sejarah Keilmuwan. Semasa kecil hingga remaja. KH. Sholeh Darat belajar ilmu agama, seperti al QurAoan, fiqih, maupun ilmu tauhid dari ayahandanya sendiri yang dikenal sebagai seorang ulama oleh masyarakat luas. Setelah merasa cukup dengan dasar keilmuwan yang diperoleh dari ayahandanya, beliau KH. Sholeh Darat dikirim ke beberapa pesantren di jawa untuk memperdalam keilmuwanya. Seperti kepada Kiai Syahid Waturoyo Kajen. Kiai Muhammad saleh Asnawi. Kiai Muhammad Ishaq Damaran. Kiai Muhammad BaAoalwi dan kepada seorang mufti semarang yaitu Kiai abu Abdillah Muhammad hudi Banguni. Setelah memperoleh keilmuwan dari beberapa Kiai di pesantren Jawa, kemudian KH. Sholeh Darat memperdalam lagi keilmuwan tersebut di tanah Arab, tepatnya ketika Ibid, 6 Akhmad Lutfi Aziz. AuInternalisasi Pemikiran KH. Muhammad Sholeh Darat. Ay , 322 https://id. org/wiki/Saleh_Darat_asSamarani#::text=KH. Saleh Darat wafat di,dimakamkan di pemakaman Bergota . Semarang. Diakses 11 Agsts 2024 pkl 10. Suprapto. Ensiklopedi Ulama Nusantara. Riwayat Hidup. Karya dan Sejarah Perjuangan 157 Ulama Nusantara. Jakarta: Gelegar Media Indonesia. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 386 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 beliau berangkat menunaikan haji bersama ayahandanya yang tercatat pada tahun 1835, yang artinya Sholeh Darat waktu itu masih menginjak umur 15 tahun. 12 Tentu saja perjalanan haji keduanya tidaklah mudah, hal itu dikarenakan ayahnya merupakan seorang pejuang kemerdekaan yang pastinya menjadi incaran Belanda saat itu. Oleh karena itu. Sholeh Darat dan ayahnya mencari jalan aman dengan menyempatkan bersinggah dulu di Singapura sebelum kemudian bertolak ke Mekkah. Sesampainya di Mekkah beliau mendapatkan ujian dengan kepergian ayahandanya ayng meninggal dunia di sana. Dengan keadaan tersebut Sholeh Darat memutuskan untuk tinggal disana sementara waktu sambil menunggu waktu untuk pulang. Tentu saja hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama, karena perjalanan masih menggunakan kapal laut. Dengan keadaan demikian. Sholeh Darat akhirnya meneruskan sanad keilmuwanya di Mekkah. Di Mekkah, beliau berguru pada ulama-ulama besar yang sangat berpengaruh dan bermadzhab syafiAoi, merupakan ulama produktif ahli fiqih dan mufti tanah haram, yaitu Syeikh Ahmad Zaini Dahla kepadanya beliau belajar IkhyaAo Ulumuddin . Syeikh Muhammad Al Muqri yang seoran ahli ilmu aqidah dengan kitab Ummul Bahrain, kemudian termasuk Syaikh Muhammad Sulaiman hasbullah. Syaikh Shalih al-Zawawi. Al AoAllamah Ahmad anNahawi al-Mishri al- Makki. Syekh AoUmar al-Syami dan Kiai Zahid dan ulama-ulama Mekkah lainnya. Karya KH. Sholeh Darat KH. Sholeh Darat merupakan salah satu ulama nusantara yang mempunyai produktifitas tinggi dalam akademik, hal ini bisa dilihat dari beberapa karya beliau yang terbukukan dengan sangat baik. Dan karya-karya tersebut memperlihatkan tingginya khazanah keilmuwan beliau yang mencakup kemampuan keilmuwanya baik dalam bidang fiqih, tafsir, tauhid maupun lainya. Berikut ini beberapa kitab karangan beliau yang telah ditemukan 14: MajmuAo Syariah al-Kifayat lil Awam Tarjamah Sabilul Abid ala Jauharotut Tauhid Kitab Munjiyat. Menthik saking Ihya Ulumuddin Matan al-Hikam Abu Malikus Salih Dzakir. Sejarah & Perjuangan Kyai Sholeh Darat Semarang. Masrur. Kyai Soleh Darat. Tafsir Faid al-Rahman dan RA. Kartini. Jurnal At-Taqaddum. Vol 04 . https://lajnah. id/artikel/faid-ar-rahman-karya-kyai-sholehdarat#::text=Selain Tarjamah, karya lain Kyai,-Dayyan . itab tafsi. Diakses 12/08/2024 jam 15. 00 wib. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 387 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Lathoiful Thoharoh wa Asrorus Sholat Tafsir Faidhur Rahman . Minhajil Atqiya fi Syarhi MaAorifatil Adzkiya ila Thoriqil Uliya Almursyidul Wajiz fi Ilmil QurAoanil Aziz Syarah Burdah . Manasik Haji wal Umroh wa Adabu Ziyaroti Rosulillah Kitab Pasolatan Tafsir Hidayatur Rahman Kerangka Pemikiran Tasawuf KH. Sholeh Darat Pengertian tasawuf masih menjadi bahan diskusi yang debatable dikalangan ulama, masing mempunyai pemaknaan sendiri-sendiri dengan landasan yang dijadikan atas pemaknaan tersebut. Hal ini karena istilah tasawuf baru muncul sepeninggal wafanya nabi Muhammad SAW, dan pada masa nabi dan sahabat, tidak ada istilah tersebut. 15 Kemudian, istilah tersebut merupakan pengejawantahan dari tindakan nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-harinya semasa beliau masih hidup. Singkatnya, menurut pemahaman dari penulis setelah menelaah berbagai pengertian tasawuf yang telah diungkapkan oleh para tokohnya dapat dipahami bahwa tasawuf merupakan sebuah ritual pribadi seseorang agar mampu menggapai ketenangan jiwa dan mendapatkan kedekatan dengan Tuhannya. Tahapan ini bisa digapai seseorang setelah melalui marhalah-marhalah16 tertentu. Berikut tahapan-tahapan Tasawuf KH. Sholeh Darat. Taubat Taubat merupakan tahapan pertama yang harus dilalui oleh seseorang untuk mensucikan diri dari perbuatan maksiat yang telah dijalani, tahap ini penting dilakukan sebagai bentuk kewajiban umat muslim dan konsekuensi kehidupan yang mustahil lepas dari kemaksiatan karena merupakan manusia biasa yang tidak mungkin terlepas dari hal itu, berbeda dengan seorang rosul maupun nabi yang terjamin dengan kemaAosumannya. Lihat Muzakkir. Relevansi Ajaran Tasawuf Pada Masa Modern. Jurnal Miqot Vol 37. No. 1 Hal 37 th. Tahapan tersebut dalam buku-buku lain biasanya di sebut dengan maqamat. Lihat Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. (Pustaka Idea: Surabaya. Hal. Sriwahyuni. KEMAKSUMAN NABI: KAJIAN TERHADAP AYAT-AYAT AoITyCB TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW. Jurnal iainsalatiga. Vol 2. No. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 388 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Selain itu, taubat bagi ulama sufi juga menempati peran penting dalam pembentukan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam bahasa Zainuddin al-Malibary, taubat merupakan kunci dari segala bentuk ketaatan dan dasar bagi setiap kebaikan. Atas dasar pernyataan Zainuddin ini. KH. Saleh Darat mewajibkan bagi setiap muslim melakukan taubat. Mulane dadi den wajibaken taubat maka kerono taubat iku dadi bukak maring sekabehane thaAoat lan dadi dasare sekabehane amal khair tegese sekabehane amal khair yakni artine setuhune taubat iku minongko dadi kuncine lan dadi perabote bukak marang sekabehane thaAoat lan dadi kuncine ingdalem sekabehane futhAt al-dniyah lan dunyawiyah lan malih iku taubat dadi dasare sekabehane amal sahalih. Dari kutipan bisa dipahami, bahwa taubat menurut KH. Sholeh Darat merupakan ujung tombak pembuka pintu ketaatan. Perbuatan taubat harus dilakukan sungguhsungguh, atau disebut dengan taubat nasuha. Menurut KH. Sholeh Darat, taubat terbagi menjadi dua hal, pertama taubat kepada Allah, karena melanggar larangan-Nya. Kedua, taubat atas hak orang lain . ak adam. , dalam hal ini taubat tersebut menurut KH. Sholeh Darat baru bisa diterima atau absah ketika orang yang memiliki hak tersebut telah merelakan. Dalam hal ini ada hal menarik yang diungkapkan KH. Sholeh Darat, bahwa ketika meminta kerelaan atas hak tersebut, maka seseorang yang taubat tersebut harus terus terang mengatakan bahwa dia telah melakukan hal demikian kepada orang tersebut. Dan apabila orang tersebut tidak merelakan maka menurutnya pintu taubat tetap terbuka dengan cara meminta pengampunan dan berbuat kebaikan dengan niat dihadiahkan kepada orang lain yang memiliki haq al-adami. QanaAoah Qana`ah adalah menerima apa yang ada padanya meskipun sedikit dengan meninggalkan apa yang menjadi keinginannya baik yang berupa makanan, pakaian dan tempat tinggal, serta meninggalkan hal-hal yang bisa menjadikan dirinya Orang yang qana`ah di dalam makanan hanya sekedar untuk bisa menghilangkan rasa lapar, pakaian hanya sekedar bisa menutup aurat dan rumah hanya sekedar bisa melindungi dirinya dari panas, dingin dan hujan. Dalam kaitan 18 Saleh Darat. MinhAj al-AtqiyA fSharkh MaAorifah al-AdzkiyA (Bombay: al-Karmi, 1317 H), 106. Ibid. , 68, baca juga di Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 389 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dengan makanan, pakaian dan rumah hendaknya kita mencontoh ulamaAo salaf dan para shahabat yang meskipun mereka mampu namun tidak bermewah-mewah. KH. Sholeh Darat enggan menyamakan definisi kesederhanaan dengan kemiskinan dan kefakiran, justru beliau mendorong agar muslim maupun salik . rang yang mendekatkan diri kepada tuha. mempunyai harta yang lebih. Menurutnya, tidak ada larangan seorang muslim untuk menjadi kaya, selama masih bisa menjaga 21 Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan harta merupakan sesuatu yang niscaya untuk mendukung terlaksananya ibadah-ibadah vertikal, seperti sedekah, zakat maupun haji. KH. Saleh Darat menambahkan, pada saat ini atau Aetepatnya era kehidupan, kekayaan bagi setiap ulama, akademisi, dan para sufi justru diharuskan. Terutama bagi mereka yang melakukan aktifitas dakwah dan senantiasa bersinggungan langsung dengan masyarakat kebanyakan . Alasannya, pada era KH. Saleh Darat kebanyakan masyarakat Auora weruh fa. ilahe ilmu lan ora weruh fadilahe mukminAy, dan sebaliknya. Auweruhe ingkang nama mulya iku wong kang sugihAy. Oleh karena itu. Audadi mukmin zaman akhir utomo sugihe supoyo ojo katut ino gombal mungguh peningale wong bodho-bodhoAy, yang berarti menjadi para ulama dan akademisi zaman kekinian akan lebih berguna kekayaanya agar di hadapan masyarakat bawah tidak dianggap kumal dan kusam. Zuhud Zuhud adalah sikap seseorang untuk tidak suka terhadap dunia di dalam hatinya, artinya hatinya tidak terkungkung oleh harta. Zuhud bukan berarti orang itu tidak boleh mempunyai harta, justru orang kaya yang zuhud itulah orang yang sempurna Nabi Sulaiman a. adalah orang yang paling zuhud di mana beliau bisa memberi makan orang banyak dengan makanan yang lezat-lezat sedangkan dirinya makan roti gandum. Orang yang memakai pakaian yang kumuh karena kemiskinannya itu tidak dapat dikatakan zuhud. Tanda zuhud ialah mengutamakan kepentingan kaum muslimin yang lain. Di dalam kitab MukAsyafat al-Qulb, al-Ghazali menyatakan bahwa yang dinamakan orang yang zuhud bukanlah orang yang benci terhadap dunia, tidak mempunyai harta dan meninggalkan dunia, tetapi orang yang Muslich Shabir. Corak Pemikiran Tasawuf Kyai Saleh Darat Semarang: Kajian Atas Kitab MinhAj Al-AtqiyAAo. Jurnal international ihyaAo ulumuddin , vol. No. Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. Sholeh Darat. Munjiyat,. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 390 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 zuhud itu orang yang mempunyai banyak harta namun hatinya tidak terkungkung, tidak terkuasai oleh hartanya bahkan berpaling darinya. Selanjutnya Kyai Saleh Darat menjelaskan bahwa zuhud itu ada dua macam yaitu: Zuhud maqdr li al-`abdi, dan zuhud ini dibagi menjadi tiga: tidak mencari apa yang tidak ada, membagi-bagikan apa yang dimiliki, tidak mengharapkan kembalinya harta. Zuhud ghairu maqdr li al-`abdi yaitu putusnya hati dari harta, sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk mendapatkan harta karena melihat harta itu bagaikan bangkai sehingga tidak merasa sayang untuk membuangnya dan tidak merasa senang ketika mendapatkannya. Untuk bisa melakukan zuhud ghairu maqdr ini, seseorang harus melakukan zuhud maqdr terlebih dahulu. Orang yang zuhud harus bisa mempunyai istri yang mau mendorong untuk Seandainya ia mempunyai istri yang tidak seperti itu lebih baik ia membujang atau menduda saja. Istri yang tidak bisa mendorong untuk beribadah itu bisa disamakan dengan barang dunia sementara istri yang alihah dapat menjaga separuh agama suaminya dan tidak termasuk barang dunia. Untuk bisa selamat dari godaan dunia, seseorang harus melakukan empat hal, yaitu: memaafkan atas kebodohan orang lain karena orang lain tidak respek dan memaafkan perilaku orang lain yang berbuat jahat kepadanya. tidak melakukan perbuatan bodoh atau jahat kepada orang lain sehingga orang lain pun tidak akan berlaku bodoh atau jahat kepadanya. sama sekali tidak mengharap pemberian dari orang lain. dan suka memberi sesuatu kepada orang. Menuntut Ilmu Menurut KH. Saleh Darat, yang dimaksud dengan menuntut atau mempelajari ilmu adalah, mengkaji secara mendalam berbagai bidang pengetahuan yang dapat mengantar pelaku jalan tasawuf ke arah kejernihan hati . encorong at. Bidang pengetahuan dimaksud meliputi ilmu yang mengantarkan pelaksanaan ibadah-ibadah lahiriyah atau praksis menjadi absah, akidah, dan ilmu yang dapat membersihkan hati Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi seorang mukmin, baik laki-laki maupun Dalil dari kewajiban tersebut bisa dilihat dari hadist-hadist yang berkaitan Muslich Shabir. Corak Pemikiran Tasawuf Kyai Saleh Darat Semarang, 100 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 391 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 dengan hal tersebut, salah satunya adalah hadist Tholabul Ilmi Faridhotun AoAla Kulli Muslimin wa Muslimatin. Menuntut ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang memberi manfaat yang terdiri dari tiga hal, yaitu: Ilmu yang menjadikan sah di dalam beribadah, yaitu ilmu tentang 1. mandi jinabah, wudhuAo, alat, puasa, zakat, hajji. dan segala perbuatan yang wajib diketahui hukumnya seperti nikah, jual beli dengan mengikuti salah satu madzhab tertentu di antara empat madzhab yang sudah masyhur. Bila seseorang sudah mengikuti madzhab tertentu maka ia tidak boleh keluar dari madzhabnya. Ilmu uuluddin, yakni ilmu yang menjadikan sah dalam beri`tiqad 2. yaitu i`tiqad ahlus sunnah, jangan sampai mengikuti i`tiqad orang mu`tazilah dan falasifah Ilmu yang menjadikan hati baik, menjauhkan diri dari perbuatan 3. yang jelek seperti sombong, riyaAo, dengki dan rakus terhadap dunia dan lain sebagainya termasuk penyakit hati. Belajar ketiga macam ilmu tersebut fardhu `ain bagi setiap mukallaf baik laki-laki maupun perempuan. dan setelah mengetahui ilmunya maka ia wajib mengamalkannya karena orang yang telah tahu tidak akan selamat kecuali bila ia mengamalkannya. Konsisten Dalam Kesunnahan Orang yang melakukan tasawuf harus senantiasa melakukan ibadah-ibadah sunat disertai dengan adab yang berlaku di dalamnya karena tasawuf pada hakekatnya adalah adab. Ibadah sunat yang dimaksud harus ibadah yang ma`tsur, yang ada rujukannya dalam Al-QurAoan dan sunnah Nabi. Sesungguhnya ilmu tasawuf pada hakikatnya adalah ilmu tentang etika. oleh karena itu dapat dikatakan bahwa Ay`Ilm altasawufAy adalah AyAoilm al-adabAy sehingga seorang sufi harus beradab dengan Allah dan RasulNya, beradab di setiap saat, dan beradab di setiap tempat. Orang yang bisa melaksanakan hal tersebut, ia benar-benar telah mencapai tingkatan rijAl Allah. sebaliknya orang yang tidak beradab maka ia jauh dari Allah. Sedangkan waktu yang dihabiskan oleh seseorang itu hanya terdiri dari empat hal dan masing-masing dari keempatnya itu ada adab . Keempat hal itu adalah: nikmat, musibah, maksiat dan taat. Ketika mendapatkan nikmat, adabnya harus bersyukur kepada Allah. Ketika mendapatkan musibah, adabnya harus ridha dan sabar. Ketika Muslich Shabir. Corak Pemikiran Tasawuf Kyai Saleh Darat Semarang, 101 Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 392 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 melakukan maksiat, adabnya harus segera mohon ampun. Ketika melakukan taat, adabnya syuhud a1-minnah min Allah . erasa mendapatkan pertolongan Alla. Terkait konsistensi terhadap sunnah ini KH. Sholeh Darat mengatakan AuJagalah kalian wahai sAlik dalam melakukan perbuatanperbuatan sunnah dan beberapa etika yang sudah maAothr dari Rasul Muhammad. Maksudnya maAothr itu perbuatan yang telah dilakukan oleh Rasul Muhammad, maka jagalah kalian dengan mengikutinya, karena hal itu dapat menghasilkan dampak dalam hati yang bersinar, dan ketika para ahli tasawuf adalah paling banyak yang mengikuti sunnah al-maAothr dan melaksanakan beberapa etika dan yang paling serius mengikuti etika Nabi Muhammad SAW. Tawakal Tawakal adalah salah satu jalan bagi kaum sufi agar mereka dapat meraih derajat kesempurnaan yaitu dekat dengan Allah Swt. 27 Tawakal merupakan sikap dimana seseorang menyerahkan diri kepada Tuhan seutuhnya, besandar atas hasil apa yang akan diperolehnya tanpa adanya perasaan tidak menerima. Sikap ini merupakan kelanjutan dari sifat qanaah, dengan demikian kesempuranaan sikap qanaah baru bisa dicapai ketika seseorang telah berada pada sikap tawakal atas segala hasil akhir dari suatu yang telah dilakukanya. Meskipun demikian, tawakal bukan berarti berdiam diri tanpa berbuat sesuatu, tetapi harus berusaha sekuat mungkin untuk menggapai sesuatu, dalam hal ini Imam Ghozali mengatakan Aumenyatakan bahwa bekerja itu tidak merusak tawakkal dengan syarat hatinya tidak merasa tergantung atas apa yang diusahakannya, artinya fisiknya tetap berusaha tetapi hatinya bergantung kepada Allah. Di samping itu ketika berusaha dengan niat untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya, tidak untuk bermewah-mewah dan bersibanyak. Ibaratnya, pintu dikunci terlebih dahulu barulah Seseorang tidak boleh tawakkal dengan meninggalkan usaha dan hanya pasrah saja kepada Allah. KH. Saleh Darat menyatakan bahwa tawakkal menunjuk pada berserah diri kepada Allah . asrah maring Alla. dalam semua perkara yang melekat dalam diri seorang Ibid. , 101 Ini merupakan terjemahan dari bahasa jawa yang ditulis di kitab KH. Sholeh Darat, yaitu kitab Munjiyat. Cek di Sholeh Darat. Munjiyat, hal. Yusuf Qardawi. Tawakal. Diedit oleh Terj. Moh. Anwari. Jakarta: Pustaka al-Kautsar. Lihat : Mushlich Shobir. Corak Pemikiran Tasawuf Kyai Saleh Darat Semarang, hal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 393 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 pelaku jalan tasawuf atau salik. Lebih lanjut dikatakan, tawakkal hukumnya wajib Aoain bagi setiap pelaku jalan tasawuf. 29 Lebih lanjut. KH. Sholeh Darat memberikan kriteria bahwa tawakal merupakan perwakilan, dan wakil harus mempunyai tiga kemampuan, yakni pintar dalam hal yang diwakilkan, kredibel atas perkara yang diwakilkan, dan yang terahir adalah sifat kasih terhadap yang mewakilkan. Dan ketiga hal ini menurut KH. Sholeh Darat hanya terdapat pada dzat Allah SWT. Keharusan untuk tetap bekerja mencari nafkah bagi pelaku jalan tasawuf yang bertawakkal bukan tanpa batas. Artinya,pelaku jalan tasawuf dalam menjalankan pekerjaanya tidak sampaimengantarkan dirinya diperbudak oleh pekerjaanya ( ora gumantunggendolan ingatase kasab. , termasuk tidak diperbudak oleh bisnis yang digelutinya . ra gumantung ingatase dagangan. , dan seterusnya. Sebaliknya, bekerja bagi pelaku jalan tasawuf bukanuntuk menumpuk-numpuk harta benda . akAthur AoalA al-dunyA),melainkan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ikhlas Ikhlas dalam bahasa Arab berarti "murni" atau "tulus. " Dalam konteks agama Islam, ikhlas merujuk pada niat yang tulus dan murni dalam melakukan amal atau ibadah hanya karena Allah semata. Ikhlas berarti melakukan segala sesuatu tanpa mengharapkan pujian, imbalan, atau manfaat duniawi dari orang lain, melainkan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah. Allah berfirman : AAEaCyEsCc CEaC EAEaEAoECE CeEOCUCauAA ACeACUAIa ENaOEaEaA AaEAEaANCAAuACOAC aEAEaEuEAEA CA aEAoAACaE AeaAuCa aCiCEAACCACE CEaCaE EeaCsEA EaAECUaE aEEAC EOanAAOAA CEAEanAAOAE A EUCsEIAAIa EaAcEaCUEa CAA EaA EAEaACEAECE Ca EECACAoa CeEaCOEAACE CA Ca A aEAACCA ACAOEaC AeAC ACeaE CoAAECcEaCOEAACE CA A AAnAEAAC CEACaCaOAE EAAEa ENEUEaEsEO AesCsEaECAAEa aEaEa Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan . sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti . erasaan si penerim. , seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu Saleh Darat. MinhAj. Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. Hal. Saleh Darat. Minhaj. Hal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 394 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih . idak bertana. mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat. Selain itu. Nabi bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian. Ay33 Dalam hal keikhlasan ini KH. Sholeh Darat menggambarkan bahwa wujud keikhlasan itu terbukti dengan hilangnya rasa cinta terhadap dunia, segala hal yang dilakukan baik dalam beribadah maupun keseharian semata-mata hanya mencari keridhoan Allah SWT. Keikhlasan terwujud ketika seseorang ketika melakukan peribadatan melakukanya dengan takaran yang sama34, tidak kemudian jika banyak orang berlama-lama ketika sholat sedangkan ketika sendirian sholatnya sangat singkat. KH. Sholeh Darat memberikan takaran keikhlasan dengan penggambaran KH. Saleh Darat memberikan contoh nyata guna menguji, apakah keikhlasan pelaku jalan tasawuf sudah terjadi atau tidak. Pelaku jalan tasawuf tersebut dipersilahkan melaksanakan shalat di hadapan dua khalayak berbeda, unta dan manusia. Jika pelaksanaan shalatnya tidak ada beda perlakuan, baik ketika berada di hadapan unta maupun manusia, maka ia telah dapat disebut ikhlas. AoUzlah AoUzlah menjadi tahapan selanjutnya bagi para pelaku tasawuf. Aouzlah berarti meninggalkan berkumpul dengan orang lain. Maka jika seseorang ber-Aouzlah , orang tersebut menjauhi berkumpul dengan orang-orang yang dapat menjauhkan diri dari Allah SWT. Dengan kata lain menjauh karena ingin berkonsentrasi ibadah kepada Allah. Dalam bahasa KH. Saleh Darat. Aouzlah berarti tidak hidup secara berdampingan atau meninggalkan untuk berkumpul dengan umat manusia lainnya . inggal kumpulan menungso liyan. AoUzlah ini menjadi satu keharusan bagi kalangan pelaku jalan tasawuf, karena bergaul dengan orang lain cenderung hanya akan menjauhkan ibadah Alquran, al Baqarah 264 33 Muslim, al-JamiAo al-Shahih, bab tahrim dzulmi Muslim wa khuzlihi wa ihtiqarihi, nomor 6708, juz. 8, h. Ketika seseorang melakukan sesuatu perbuatan hanya ingin dinilai oleh orang lain, maka hal tersebut oleh para ulama dikategorikan dengan perbuatan RiyaAo. Dalam beberapa literatur riyaAo dibagi menjadi dua macam, yaitu RiyaAo Jali dan RiyaAo Khofi Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. Hal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 395 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 kepada Allah, menimbulkan keburukan dan kerusakan . ibaAoaken olo lan kerusaka. , kecuali dalam momenmomen tertentu, seperti melaksanakan shalat jumAoat, shalat berjamaAoah, shalat dua hari raya, haji, atau mendatangi majlis taklim atau perbuatanperbuatan baik lainnya . umAo al-khairA. AoUzlah, dalam pandangan KH. Saleh Darat, bukan berarti harus mengungsi ke puncak gunung untuk menyendiri. Namun, dimaksudkan dengan tidak bergaul dengan orang-orang yang berbuat kerusakan . Atahsiban kAna ahl ba. dan orang yang selalu mempermudah dalam agama . asahul fal-d. Secara lebih deskriptif. KH. Saleh Darat memberikan kriteria kepada siapa, yang layak dijadi teman, dan sebaliknya, atau kepada siap, yang layak dijauhi oleh pelaku jalan Pertama, kepada Muslim yang menjalankan agamanya dengan sungguhsungguh, maka pelaku jalan tasawuf layak menjadikannya sebagai teman bergaul dan Sebaliknya, kepada Auwong kang gawe gampang marang agamaAy, maka orang tersebut harus dijauhi. Selanjutnya, kedua, jadikan sahabat atau saudara bagi orangorang yang Auanduweni akal sampurnoAy, memiliki akan yang sempurna, dan sebaliknya, jauhilah orang-orang yang berpikiran picik. Ketiga, jadikan sahabat orangorang yang berbudi luhur . usn al-khulu. Tapi, bagi orang yang buruk perilakunya, maka harus dijauhi. Keempat, kepada orang-orang ahli bidAoah, yakni mereka yang perilaku dan akidahnya tidak sesuai dengan tuntunan para ulama salaf, maka pastikan pelaku jalan tasawuf menjauhinya. Kelima, terhadap orang yang tamak terhadap dunia . Ari. AoalA al-dunyA), maka orang tersebut mesti dijauhi36 Manifestasi Waktu Orang yang ingin menuju kesempurnaan hidup harus mengisi semua waktunya untuk taat kepada Allah, tidak pernah menggunakan waktu sedikit pun untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya baik urusan dunia maupun urusan akhirat. Pekerjaan yang pada awalnya bersifat mubah itu bisa berubah baik bila diniati untuk melakukan hal-hal yang baik, seperti makan yang pada awalnya mubah bisa berubah menjadi ibadah bila diniati supaya kuat melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan niat yang baik, satu pekerjaan bisa mendatangkan berbagai pahala, misalnya orang yang masuk masjid dengan niat i`tikaf, niat menunggu dilaksanakannya alat fardhu . arena menunggu alat itu seperti melaksanakan alat itu sendir. , niat berkhalwah, niat dzikir Saleh Darat. Munjiyat. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 396 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 kepada Allah di dalam masjid, niat membaca Al-QurAoan, niat memelihara pendengaran, penglihatan dan lisan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, niat meramaikan masjid, niat mengajar kebaikan bila ada orang yang bodoh, dan niat ziarah kepada Allah s. KH. Saleh Darat juga menguraikan, amal perbuatan yangmubah hukumnya pun juga dapat dilakukan untuk mengisi waktu. Tidak hanya itu, amal perbuatan tersebut bisa menjadi bagian dariibadah, ketika dalam pelaksanaannya menyertakan niat yang baik. Seperti makan untuk mengisi perut, pada awalnya adalah mubahdan tidak ada kaitannya dengan ibadah dan ketaatan kepada AllahSWT. Namun, makan bisa menjadi ibadah, ketika disertai denganniat melakukan perintah Allah . gelakone perintahe Alla. ,memenuhi perintah Rasululah . iturut kelakuhane Rasululla. , berkeinginan agar kuat ketaatan kepada Allah . uwat ngelakone thaAoatilla. , dan semakin giat . beribadah shalat malam karena memiliki kekuatan menahan Demikian pula, bersetubuh dengan istri juga bisa menjadiibadah selama menyertakan niat AuitbaAo gusti RasululahAy, nekanehaqq al-wajib ingkang wus den wajibaken mungguh syaraAo, menjaga kemaluannya dari kemaksiatan . grekso gamane supoyo ojo maAosiya. , menjaga diri dan istrinya, dan menjaga agama istrinya. Sembilan tahap inilah yang menjadi konsep pemikiran tasawuf KH. Sholeh Darat bagi muslim yang ingin menggapai kemurnian jiwa dan kedekatan dengan Allah SWT. Dari sedikit penjelasan-penjelasan yang bisa penulis kutip diatas, maka kita akan melihat bagaimana relevansinya dengan kehidupan modern sebagai sebuah problem solving atas berbagai masalah yang terjadi pada masyarakat. Relevansi Tasawauf KH. Sholeh Darat dalam Masayarakat Modern Munculnya kemajuan ilmu pengetahuan berdampak pada berkembangnya teknologi yang lebih modern. Modernitas ini kemudian mendorong terbentuknya masyarakat modern sebagai imbas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan Kehadiran modernitas dari dua sisi itu memunculkan kelompok-kelompok masyarakat, baik kelompok pro dan kontra, maupun masyarakat yang tidak berada pada keduanya. Kelompok yang pro cenderung melihat kemajuan teknologi merupakan suatu yang menguntungkan untuk kemudahan kehidupan, sedangkan Ibid. Lihat juga Ali MasAoud Kholqillah. Pemikiran Tasawuf KH. Saleh Darat Al Samarani. Hal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 397 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 yang kontra cenderung memandang bahwa kemajuan teknologi akan berdampak buruk bagi kehidupan, dan kelompok terahir menganggap dampak buruk ataupun baik tergantung pada individunya masing-masing. Dari sikap mental yang demikian itu, kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi, telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern, diantaranya adalah : 1. Disintegrasi keilmuwan Kepribadian yang terpecah, hal ini akibat keringnya ilmu pengetahuan terhadap nilai-nilai spiritualitas Penyalahgunaan Iptek, mengakibatkan penggunaanya ke hal negatif Pendangkalan keilmuwan Pola hubungan yang bersifat materialistik, hedonisme, sehingga sesuatu yang tidak menguntungkan bagi individu tersebut cenderung ditinggalkan, mengakibatkan hilangnya rasa persaudaraan antar manusia Menghalalkan segala cara Stres dan frustasi, bisa terjadi karena tidak tercapainya keinginan Kehilangan harga diri dan masa depan. Dari permasalahan-permasalahan tersebut, jika kita lihat dengan sudut pandang tasawuf KH. Sholeh Darat, maka hal diatas bisa diselesaikan dengan konsep-konsep yang telah dipaparkan di pembahasan sebelumnya. Pada sikap Taubat, permasalah seseorang yang terjerumus pada hilangnya kepribadian dan harga diri bisa menjadi solusi bagi permasalahan tersebut, dengan konsekuensi ketaatan dan keterpatuhan atas niat taubat itu sendiri, sehingga dalam proses tersebut sampai pada apa yang disebut dengan taubat nasuha. Stress dan frustasi muncul diakibatkan pula dari sikap materialistik yang muncul pada manusia modern. Hal ini juga dipicu dari tidak terealisasikannya keinginan duniawi yang menjadi tolak ukur kesuksesan manusia modern. Permasalahan ini jika berpegang pada prinsip KH. Sholeh Darat, berupa QanaAoah. Tawakkal. Ikhlas, dan juga AoUzlah tidak akan pernah menghinggapi manusia sama sekali, karena munculnya kesadaran pada diri mereka bahwa semua hal yang ada di dunia ini sudah ada yang mengatur dan menakar. Dan itu adalah Dzat Allah SWT yang lebih mengetahui apa yang lebih baik bagi makhluknya dan apa yang tidak baik bagi makhluknya. Nilyati. Peranan Tasawuf Dalam Kehidupan Modern. Jurnal Tajdid Vol. XIV. No. Hal. Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf | 398 Volume 10. No. September, 2024 P-ISSN 2442-5907 E-ISSN 2797-2585 Sedangkan pada sikap hedonisme . oya-foy. , biasanya muncul akibat pergaulan yang ada dilingkunganya, sehingga manusia akan masuk pada lingkaran pergaulan tersebut, yang mana hal itu mendorong untuk bergaya demikian. Untuk mengatasi hal ini, jika melihat konsep tasawuf KH. Sholeh Darat, seseorang bisa melakukan AoUzlah agar terhindar dari pergaulan tersebut. AoUzlah yang dimaksud bukan berarti memutus hubungan dengan koleganya, tetapi Aouzlah yang berarti menjauh dari gaya hidup kolega / teman yang bergaya hidup foya-foya. Sementara dalam konsep manifestasi waktu, masyarakat modern bisa menerapkanya dalam hal menjauhi perkara yang tidak ada manfaatnya dan lebih memanfaatkan waktunya untuk terus mendekat ke Tuhannya. Kesimpulan Dari penjelasan-penjelasan yang telah dijelaskan diatas tentang tasawuf KH. Sholeh Darat, dapat dipahami bahwa masalah - masalah yang terjadi pada masyarakat modern dapat diatasi jika seseorang mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf yang telah dijelaskan oleh KH. Sholeh Darat, antara lain QanAoah, yaitu sikap menerima pemberian yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, hidup dengan kesederhanaan meskipun demikian tidak ada larangan untuk mempunyai kekayaan yang banyak, hanya saja penekanan yang dilakukan adalah tetap menjalani kehidupan dengan kesederhanaan. Kemudian, sikap tawakkal. Uzlah menjadi keharusan bagi seseorang agar tetap berusaha semampu mungkin bersandar atas hasil yang diperoleh kepada Allah SWT, sehingga orang tersebut akan terhindar dari sifat tertekan, stres dan frustasi, sementara Uzlah menjadi pintu menjauhkan diri dari sifat hedonisme yang menghinggapi kebanyakan masyarakat modern, dengan menjauhkan diri dari keingingan untuk mengikuti gaya hidup teman ataupun orang lain untuk dipandang sukses. Sikap ini tidak membatasi orang untuk tetap menjalin hubungan silaturahmi kepada orang lain, namun menjadi pembatas gaya hidup antara orang tersebut dengan orang lainya. DAFTAR PUSTAKA