Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 3, tahun 2025, hlm. ISSN: 2828-3031 SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW DENGAN METODE PRISMA: MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SDM MELALUI EVIDENCE-BASED HR DAN TEKNOLOGI INFORMASI Royan Sitanggang1. Jhon Veri2 Info Artikel Sejarah artikel: Summit 30 September 2025 Revisi 10 Oktober 2025 Diterima 22 oktober 2025 Publish Online 30 Okt 2025 Kata kunci: HR Effectiveness Human Resource Information Technology Workforce productivity Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Indonesia ABSTRAK Penelitian ini membahas peningkatan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui penerapan Evidence-Based HR (EBHR) yang didukung teknologi informasi. Dalam era digital, organisasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan praktik konvensional, melainkan perlu memanfaatkan bukti empiris dan sistem berbasis data untuk memperkuat pengambilan Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menyeleksi enam artikel dari Scopus periode 2021Ae2025 yang relevan dengan topik efektivitas HR, teknologi informasi SDM, dan produktivitas tenaga kerja. Hasil telaah menunjukkan bahwa penggunaan HRIS, analitik, serta kecerdasan buatan dapat meningkatkan proses rekrutmen, evaluasi kinerja, dan keterlibatan karyawan. Meski demikian, hambatan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi budaya, serta isu privasi dan keamanan data masih menjadi tantangan utama. Secara keseluruhan, temuan menegaskan bahwa integrasi EBHR dengan teknologi digital berpotensi besar meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus efektivitas organisasi. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Royan Sitanggang Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, indonesia Email: royanstg28@gmail. PENDAHULUAN Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen strategis yang menentukan keberhasilan organisasi, sehingga pengelolaan yang efisien sangat diperlukan. Dalam lingkungan bisnis modern, tidak cukup hanya mengandalkan praktik tradisional seperti rekrutmen dan pelatihan Ai organisasi juga memerlukan pendekatan berbasis data untuk mendukung keputusan. Transformasi digital menjadi pendorong utama perubahan dalam sistem pengelolaan SDM, memungkinkan organisasi untuk mengadopsi sistem analitik, otomatisasi, dan integrasi data guna meningkatkan efektivitas operasional . isalnya, dalam praktik HRM digita. (Anggoro et. al, 2. Pendekatan Evidence-Based HR (EBHR) mendorong penggunaan bukti empiris serta data organisasi sebagai dasar perumusan kebijakan dan praktik SDM, sehingga mengurangi subjektivitas dalam pengambilan keputusan. Saat dipadukan dengan teknologi informasi HR . eperti sistem HRIS, analitik, dan AI), hal ini memungkinkan otomatisasi proses, prediksi tren, dan peningkatan presisi dalam manajemen SDM. Dalam kajian terkini ini, ditemukan bahwa alat berbasis AI dalam Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 manajemen SDM mampu mengoptimalkan proses rekrutmen, penilaian kinerja, dan keterlibatan karyawan (AI-Based HRM tool. (Pettalongi et al. , 2. Kombinasi ini membuka peluang besar agar praktik HR menjadi lebih responsif dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Meskipun potensi integrasi EBHR dan teknologi sangat menjanjikan, realisasinya tidak Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain: keterbatasan kemampuan teknologi di organisasi, hambatan dalam integrasi sistem, resistensi budaya terhadap perubahan, serta kekhawatiran terhadap privasi dan keamanan data (Strohmeier dalam Audisruptive HRM technologiesA. (Priyashantha et al. , 2. Selain itu, penelitian empiris mengenai teknologi canggih di ranah HR Ai seperti HR analytics, algoritma HR, dan digitalisasi lanjutan Ai masih relatif terbatas (Meijerink et al. , 2. Selain itu, penelitian empiris mengenai teknologi canggih di ranah HR Ai seperti HR analytics, algoritma HR, dan digitalisasi lanjutan Ai masih relatif terbatas. Penelitian ini memilih pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA karena metode ini memungkinkan pemilihan literatur secara transparan, sistematis, dan Beberapa kajian terkini tentang transformasi digital HR juga menggunakan metode serupa untuk menganalisis bagaimana HRM beradaptasi dengan teknologi baru . isalnya, studi mengenai AuTraditional to digital HRMAy yang mengeksplorasi elemen-elemen transformasi HRM TINJAUAN LITERATUR HR Effectiveness Efektivitas HR (HR Effectivenes. mengacu pada sejauh mana fungsi dan praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efisien dan Dalam studi Current trends of HRM towards Effectiveness of the organisation. Rajamanthri . menyebutkan bahwa kesepakatan antara manajer HR dan manajer lini mengenai praktik HR yang efektif . meningkatkan kekuatan sistem HR dan memperkuat dampak HR terhadap kinerja organisasi (Rajamanthri, 2. Human Resource Information Technology Teknologi informasi untuk HR, sering dikenal sebagai HRIS (Human Resource Information Syste. atau HR Technology, mencakup sistem digital yang mengelola dan mengintegrasikan data serta proses HRAitermasuk rekrutmen, penggajian, absensi, dan penilaian kinerja. Dalam artikel Digital human resource management: A conceptual clarification dijelaskan bahwa HR digital membawa transformasi struktur pekerjaan HR dengan memperkenalkan automasi, integrasi data, dan kapabilitas analitik yang sebelumnya tidak tersedia (Strohmeier, 2. Workforce Productivity Produktivitas tenaga kerja . orkforce productivit. merujuk pada output yang dihasilkan oleh pekerja dalam periode tertentu relatif terhadap input yang digunakan . am kerja, sumber daya, dan kompetens. (Irysad et al. , 2. METODE Penelitian ni merupakan tinjauan literatur sistematis yang berfokus pada isu HR effectiveness, human resource information technology, dan workforce productivity. Kajian dilakukan dengan pendekatan SLR yang disusun berdasarkan kerangka kerja PRISMA sebagai standar pelaporan dalam telaah maupun meta-analisis sistematis (Page et al. , 2. Secara metoodologis, tahapan penelitian meliputi: . Identifikasi konsep utama serta strategi pencarian melalui perumusan kata kunci dan metode penelusuran untuk memperoleh literatur relevan dari basis data Scopus dengan klasifikasi jurnal Q1-Q4, . seleksi studi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi PRISMA, . ekstraksi data penting mencakup penulis, tahun, metode, dan temuan utama, . penilaian kualitaas artikel dengan meninjau kelayakan metodologis dan kontribusi penelitian, serta . sistesi hasil dalam bentuk narasi maupun deskripsi dari temuan yang diperoleh. Prosedur ini memungkinkan kajian dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan terstruktur, sehingga mampu mengintegrasikan bukti empiris terkait topik penelitian. Untuk mendukung proses pengumpulan referensi, digunakan aplikasi Watase UAKE yang terhubung dengan API Scopus, sehingga penelusuran terbatas pada sumber bereputasi dengan klasifikasi Q1-Q4. Dari hasil proses tersebut, diperoleh enam artikel relevan yang A ISSN: 2828-3031 dipublikasikan pada periode 2021-2025, yang selanjutnya menjadi dasar analisis dalam penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Merujuk pada hasil telaah literatur menggunakan Watase UAKE, sebagai mana ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1 Output Watase UAKE (Metode PRISMA) (Sumber: diolah sendiri 2. Berdasarkan analisis pada gambar sebelunya, ditemukan 311 artikel yang relevan degan topik penelitian, mencakup istilah HR effectiveness, human resource information technology, and workforce produktivity. Seluruh artikel diperoleh dari basis data Scopus dengan rentang kuartil Q1 hingga Q4. Dari jumlah tersebut, hanya 30 dari 81 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel yang terindeks Scopus Q1-Q4. Selanjutnya, dari 30 artikel yang dinilai relevan, hanya 6 artikel yang lolos proses evaluasi akhir, sehingga total artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabel 1 Hasil pencarian untuk artikel yang memenuhi persyratan No (Autors. Title Journal Citation Journal Method Year. Rank 1 (Ogbon Setting the Stage Human Penelitian ini naya et Line Managers Resourc menggunakan metode HR Orientation e kuantitatif dengan as an Antecedent Manage rancangan survei crossto Perceived HR ment Pengumpulan Effectiveness data dilakukan melalui JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 JOSEAMB (Sarmie nto Falla ISSN: 2828-3031 Agile healthcare The workforce agility Internati Journal Industri Ergono manajer dan karyawan di sejumlah organisasi internasional. Untuk analisis, penulis menerapkan Structural Equation Modeling (SEM) yang meliputi Confirmatory Factor Analysis (CFA) guna menguji keabsahan konstruk, sekaligus menguji keterkaitan Proses pengolahan data didukung oleh perangkat lunak statistik berbasis SEM seperti AMOS. SmartPLS, atau Mplus. Melalui pendekatan ini, bukti empiris mengenai pengaruh orientasi HR manajer lini terhadap berbagai hasil kerja karyawan, termasuk kepuasan, keterlibatan. Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain survei Data dikumpulkan melalui dari instrumen penelitian sebelumnya, berisi 61 yang mengukur variabel Information Technology Ambidexterity (ITA). Human Resource Practices (HRP). Workforce Agility (WA), dan Job Performance (JP). (PyrezEncinas ISSN: 2828-3031 SEFH national survey services in Spain Human JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 Farmaci Hospital Instrumen menggunakan skala Likert lima hingga tujuh poin dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol sebelum disebarkan kepada responden di Peru. Sebanyak 138 tenaga kesehatan dari rumah klinik, dan pusat medis berpartisipasi, dengan Qualtrics. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Ae Structural Equation Modeling (PLS-SEM) SmartPLS 4, untuk Dengan demikian, penelitian ini merupakan survei yang mengandalkan kuesioner sebagai instrumen utama dan PLS-SEM Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif crosectional dengan kuesioner online yang terdiri dari 53 pertanyaan mencakup aspek sumber daya manusia, infrastruktur, sistem informasi, pendidikan, penelitian, dan layanan farmasi rumah sakit. JOSEAMB ISSN: 2828-3031 (Patzak Boosting , productivity and evidence-based higher education Frontier Educatio (Dennis Ethics Correction to the Ethics of AI in Kuesioner secara sukarela kepada 353 rumah sakit di Spanyol pada periode Juli hingga Desember 2022, dan menghasilkan 191 jawaban yang valid . ingkat respons 54,1%). Data dianalisis secara menggunakan perangkat IBM SPSS Statistics dengan hasil berupa untuk variabel kualitatif serta nilai rata-rata dan standar deviasi untuk variabel kuantitatif. Penelitian menggunakan metode pedoman PRISMA. Dari 098 rekaman yang ditemukan melalui penulis menyeleksi 107 responden keseluruhan 959 orang, terdiri atas mahasiswa pendidikan tinggi dan profesional di dunia kerja. Data yang dari penelitian-penelitian sebelumnya, dan kualitas dievaluasi menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Analisis mengidentifikasi tema dan pola terkait strategi manajemen waktu serta Penelitian A Aizenbe ISSN: 2828-3031 Human Resources (Brusset Modelling ripple , effect propagation and chain workforce JOSEAMB Vol. No. Tahun 2025 Informat Technol Internati Journal Producti Researc pendekatan konseptual berbasis literatur. Data yang dianalisis berasal dari kajian akademik dan kecerdasan buatan dalam manajemen sumber daya Melalui analisis normatif dan etis, penulis menelaah isu-isu seperti keadilan, transparansi, dan kontrol penggunaan AI pada seleksi, serta evaluasi Dengan demikian, penelitian ini tidak mengandalkan data memanfaatkan sumber Penelitian pendekatan kuantitatif Model yang SIS (SusceptibleAeInfectedAe Susceptibl. rantai pasok global untuk mensimulasikan dampak Melalui simulasi spatio-temporal model kontrol optimal. COVID-19 menyebar di sepanjang menilai strategi mitigasi yang dapat mengurangi kerugian produktivitas. Dengan demikian, studi JOSEAMB ISSN: 2828-3031 ini menitikberatkan pada mathematical modelling ketimbang pengumpulan data primer. (Sumber: olah data sendiri 2. Enam studi yang dikaji menampilkan variasi tema dan pendekatan dalam membahas efektivitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, produktivitas tenaga kerja, serta dimensi etika dan kesejahteraan. Sebagian besar menggunakan metode kuantitatif berbasis survei cross-sectional dengan instrumen kuesioner dan analisis statistikseperti SEM. PLS-SEM, maupun analisis deskriptif, sementara lainnya menerapkan kajian konseptual berbasis literatur, systematic review dengan pedoman PRISMA, serta pemodelan matematis untuk mensimulasikan dampak Fokus penelitian mencakup orientasi manajer lini terhadap efektivitas HR, peran ambidexterity teknologi informasi dan praktik SDM dalam meningkatkan ketangkasan tenaga kerja, survei farmasi rumah sakit, strategi manajemen waktu untuk menunjang produktivitas dan kesejahteraan, isu etis dalam penerapan AI di bidang HR, serta pengaruh gangguan rantai pasok global terhadap produktivitas. Secara umum, temuan ini menunjukkan bahwa produktivitas dan efektivitas SDM dipengaruh oleh kombinasi faktor manajerial, teknologi, metodologis, hingga pertimbangan etis. DISKUSI Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa efektivitas manajemen SDM sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor strategis, teknologi, serta pendekatan metodologis. Integrasi Evidence-Based HR dengan teknologi informasi seperti HRIS, analitik, maupun kecerdasan buatan mampu mendorong praktik HR yang lebih adaptif, akurat, dan responsif terhadap dinamika bisnis. Temuan ini sejalan dengan berbagai studi yang menekankan pentingnya orientasi manajer lini, penerapan praktik HR modern, serta pemanfaatan data untuk meningkatkan kinerja karyawan dan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, literatur juga memperlihatkan bahwa adopsi teknologi dalam HR tidak hanya berperan dalam efisiensi operasional, tetapi juga dalam memperkuat keterlibatan, kesejahteraan, serta kemampuan organisasi berinovasi. Namun demikian, penerapan EBHR dan teknologi digital dalam pengelolaan SDM tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur teknologi di sebagian organisasi, resistensi budaya terhadap perubahan, serta isu privasi dan keamanan data yang perlu dikelola dengan baik. Selain itu, keterbatasan penelitian empiris terkait teknologi canggih dalam konteks HR menandakan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang integrasi teknologi ini. Dengan demikian, meskipun peluang pemanfaatan teknologi dalam manajemen SDM sangat menjanjikan, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan serta kemampuan memastikan keselarasan antara teknologi, strategi, dan budaya organisasi. KESIMPULAN Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia ditentukan oleh kemampuan organisasi memadukan pendekatan berbasis bukti dengan pemanfaatan teknologi Penerapan sistem informasi kepegawaian, analisis data, dan kecerdasan buatan memberikan peluang bagi organisasi untuk mempercepat proses rekrutmen, meningkatkan kualitas evaluasi kinerja, serta memperkuat keterlibatan tenaga kerja. Integrasi tersebut menjadikan fungsi HR lebih strategis dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tantangan bisnis modern. Meski demikian, proses transformasi ini masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, resistensi terhadap perubahan, serta permasalahan privasi dan keamanan Oleh karena itu, keberhasilan penerapan teknologi pada bidang HR menuntut kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan, dukungan dari pimpinan, serta strategi adaptif yang mampu menyatukan inovasi digital dengan kebutuhan operasional dan budaya kerja. Dengan langkah yang tepat, pengelolaan SDM dapat berkembang menjadi lebih efektif, efisien, dan berkesinambungan. ISSN: 2828-3031 BATASAN Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan dalam menafsirkan Pertama, kajian dilakukan melalui Systematic Literature Review sehingga temuan sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas artikel yang dipublikasikan dalam periode tertentu, sehingga ada kemungkinan masih terdapat penelitian relevan yang belum terakomodasi. Kedua, fokus analisis terbatas pada tema efektivitas HR, teknologi informasi SDM, dan produktivitas tenaga kerja, sehingga tidak mencakup aspek lain yang juga dapat memengaruhi pengelolaan SDM, seperti faktor budaya organisasi, regulasi, atau dinamika ekonomi makro. Ketiga, jumlah artikel yang terpilih relatif sedikit, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Keterbatasan ini membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas cakupan, menggunakan metode empiris dengan data primer, serta menggali variabel tambahan yang dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai hubungan antara teknologi, efektivitas HR, dan kinerja organisasi. REFERENSI