Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Volume. Nomor. 2 Mei 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 140-148 DOI : https://doi. org/10. 59024/faedah. Tersedia: https://pbsi-upr. id/index. php/Faedah Penguatan Pemasaran dan Pengembangan Kemasan Produk UMKM Sempol Bagong: Sebuah Pendekatan Pendampingan Berbasis Masalah Strengthening Marketing and Packaging Development of Sempol Bagong Msme Products: A Problem-Based Mentoring Approach Cici Anggraini1*. Go Gunawan Santoso2. Malvin Dharma3. Sudarmiatin4. Yuli Soesetio5 1Ae5 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Malang. Indonesia Penulis Korespondensi: cici. anggraini@student. Article History: Naskah Masuk:Maret 13,2026. Revisi: April 14, 2026. Diterima: Mei 15, 2026. Tersedia: Mei 24, 2026 Keywords: Digital Marketing. Frozen Food. Halal Certification. MSME. Packaging Design. Abstract. Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. have a strategic role in supporting the Indonesian economy, but still face many limitations in terms of marketing and product packaging. This article presents the results of mentoring Sempol BAGONG MSMEs in Malang City who are engaged in sempol-based food products in the form of frozen food and ready-to-eat cooked products. The assistance is focused on strengthening marketing strategies, optimizing digital marketing, redesigning frozen product packaging, developing mature product packaging, and utilizing halal certificates as added value for The method used is a participatory qualitative approach through observation, in-depth interviews, and direct intervention on prioritized business aspects. The results of the assistance show an increase in MSME marketing capacity, packaging attractiveness, and digital promotion reach. In addition, halal certificates have been proven to provide added value in building consumer trust. This finding is in line with previous research that confirms that packaging innovation and the use of digital media contribute significantly to increasing the competitiveness of food MSMEs. Thus, this assistance provides practical implications for strengthening MSMEs through creative marketing strategies, packaging innovation, and sustainable use of digital technology. Abstrak Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Indonesia, namun masih banyak menghadapi keterbatasan dalam aspek pemasaran dan pengemasan produk. Artikel ini menyajikan hasil pendampingan terhadap UMKM Sempol BAGONG di Kota Malang yang bergerak pada produk pangan berbasis sempol dalam bentuk frozen food dan produk matang siap santap. Pendampingan difokuskan pada penguatan strategi pemasaran, optimalisasi pemasaran digital, redesain kemasan produk frozen, pengembangan packaging produk matang, serta pemanfaatan sertifikat halal sebagai nilai tambah branding. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan intervensi langsung terhadap aspek usaha yang diprioritaskan. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pemasaran UMKM, daya tarik kemasan, serta jangkauan promosi digital. Selain itu, sertifikat halal terbukti memberikan nilai tambah dalam membangun kepercayaan konsumen. Temuan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan bahwa inovasi kemasan dan pemanfaatan media digital berkontribusi signifikan terhadap peningkatan daya saing UMKM pangan. Dengan demikian, pendampingan ini memberikan implikasi praktis bagi penguatan UMKM melalui strategi pemasaran kreatif, inovasi kemasan, dan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan. Kata Kunci: Desain Kemasan. Frozen Food. Pemasaran Digital. Sertifikat Halal. UMKM. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang menyerap lebih dari 97% tenaga kerja nasional dan Penguatan Pemasaran dan Pengembangan Kemasan Produk UMKM Sempol Bagong: Sebuah Pendekatan Pendampingan Berbasis Masalah menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) (Badan Pusat Statistik. Di tengah pertumbuhan segmen Frozen Food yang dipicu perubahan gaya hidup masyarakat urban. UMKM pangan menghadapi tekanan kompetitif yang semakin tinggi. Namun demikian, mayoritas UMKM masih terkendala keterbatasan struktural dalam pemasaran dan pengemasan produk, sehingga potensi pasarnya belum tergarap secara optimal. UMKM Sempol BAGONG adalah pelaku usaha pangan di Desa Ciro Wetan. Kecamatan Balongbendo. Kabupaten Sidoarjo, yang memproduksi sempol dalam dua varian: Frozen Food dan produk matang/siap santap. Meskipun telah memiliki sertifikat halal sebagai keunggulan kompetitif. UMKM ini masih menghadapi sejumlah permasalahan nyata: jangkauan pemasaran terbatas pada area sekitar, pemanfaatan media digital yang belum optimal, kemasan produk yang belum informatif dan belum menonjolkan nilai halal, serta ketiadaan sistem distribusi yang fleksibel. Kondisi ini menjadikan Sempol BAGONG sebagai subyek pendampingan yang relevan untuk memperoleh intervensi berbasis masalah yang Literatur secara konsisten menunjukkan bahwa inovasi kemasan dan digitalisasi pemasaran merupakan dua faktor penentu daya saing UMKM pangan di era modern (Purwana et al. , 2017. Vinsensia et al. , 2. , sementara sertifikasi halal terbukti memperluas kepercayaan konsumen dan jangkauan pasar (Rido & Sukmana, 2. Artikel ini bertujuan memaparkan kondisi objektif UMKM Sempol BAGONG, mengidentifikasi permasalahannya, serta menyajikan langkah-langkah pemecahan yang diterapkan selama pendampingan guna mendorong peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan. METODE Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di UMKM Sempol BAGONG. Desa Ciro Wetan. Kecamatan Balongbendo. Kabupaten Sidoarjo. Subyek dampingan adalah pemilik usaha beserta anggota keluarga yang terlibat dalam operasional, dengan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Negeri Malang sebagai fasilitator pendampingan. Untuk memastikan bahwa solusi akhir bersifat kontekstual dan berkelanjutan, para pemilik UMKM turut serta secara aktif dalam setiap tahap proses perencanaan tindakan, mulai dari identifikasi masalah dan perumusan solusi hingga pelaksanaan dan evaluasi, dengan menggunakan metode kualitatif partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Berdasarkan hasil diagnosis bersama, disusun tahapan kegiatan pendampingan secara berurutan: . analisis kondisi pemasaran awal. penyusunan strategi FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 140-148 pemasaran lokal. optimalisasi media digital (WhatsApp Business. Instagram. TikTo. perancangan ulang kemasan produk frozen. pengembangan packaging produk matang. penguatan branding berbasis sertifikat halal. fasilitasi distribusi melalui layanan ojek dan . implementasi sistem pre-order untuk produk frozen. Tahapan ini divisualisasikan pada Gambar 1. Analisis Kondisi UMKM Optimalisasi Pemasaran Digital Penyusunan Strategi Pemasaran Lokal Pengembangan Kemasan Produk Matang Perancangan Ulang Kemasan Produk Frozen Distribusi Ojek Online Penguatan Branding Halal Implementasi Pre-Order Produk Frozen Gambar 1. Tahapan Pendampingan UMKM Sempol BAGONG. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Awal dan Identifikasi Permasalahan Sebelum pendampingan dimulai, dilakukan asesmen diagnostik bersama pemilik UMKM untuk memetakan kondisi usaha secara objektif. Sempol BAGONG merupakan usaha mikro pangan yang memproduksi sempol dalam dua varian, yaitu Frozen Food dan produk matang/siap santap, dan beroperasi di lokasi strategis tepi jalan raya Desa Ciro Wetan, sehingga memiliki akses pembeli langsung yang baik. Keunggulan awal yang telah dimiliki adalah sertifikat halal resmi, yang merupakan modal kepercayaan konsumen yang belum Hasil diagnosis bersama mengidentifikasi empat permasalahan utama: . jangkauan pemasaran terbatas pada area sekitar akibat keterbatasan distribusi produk frozen. media sosial belum dimanfaatkan secara optimal sebagai alat promosi (Hadi & Zakiah, . kemasan belum memuat informasi produk secara lengkap dan belum menonjolkan nilai halal sebagai daya tarik utama (Mukhtar & Nurif, 2. ketiadaan sistem pengiriman yang fleksibel. Proses diagnosis ini dilakukan secara partisipatif. pemilik UMKM sendiri yang mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah, sehingga rencana aksi yang Penguatan Pemasaran dan Pengembangan Kemasan Produk UMKM Sempol Bagong: Sebuah Pendekatan Pendampingan Berbasis Masalah disusun mencerminkan kebutuhan riil komunitas dampingan. Dinamika Proses Pendampingan dan Perubahan yang Dihasilkan Pendampingan dilaksanakan secara bertahap dan partisipatif, dengan pemilik UMKM terlibat langsung dalam setiap keputusan teknis. Pada tahap pertama, tim mendampingi pembuatan konten digital untuk Instagram. WhatsApp Business, dan TikTok, termasuk sesi live cooking yang memungkinkan calon pembeli menyaksikan langsung proses pembuatan Perubahan perilaku yang terlihat nyata adalah pemilik yang semula pasif dalam promosi mulai secara mandiri mengelola akun media sosial dan merespons pertanyaan konsumen secara aktif. UMKM juga berhasil terdaftar di ShopeeFood, membuka saluran penjualan baru yang sebelumnya tidak pernah digunakan (Prasetya et al. , 2. Pada tahap kedua, dilakukan redesain kemasan produk frozen dengan label yang memuat informasi produk lengkap, berat bersih, cara penyajian, dan logo halal secara Kemasan produk matang turut dikembangkan dari plastik polos menjadi kemasan food-grade yang aman pada suhu tinggi dan lebih higienis. Perubahan kemasan ini bukan sekadar teknis. pemilik UMKM mulai memahami fungsi kemasan sebagai media komunikasi merek, yang merupakan pergeseran kesadaran usaha yang signifikan (Mukhtar & Nurif, 2. Pada tahap ketiga, sertifikat halal yang sebelumnya tersimpan tanpa dimanfaatkan secara aktif, diintegrasikan sebagai elemen utama pada kemasan dan materi promosi. Meski pemilik tidak menginginkan perubahan ikon, banner diperbaharui dengan warna lebih mencolok dan logo halal lebih terbaca. Di samping itu, sistem pre-order diterapkan untuk pesanan di atas jumlah tertentu, dan kerja sama dengan layanan ojek online dijalin untuk mengatasi ketiadaan kurir pribadi. Dua inovasi operasional ini menandai lahirnya pranata baru dalam pengelolaan usaha, yaitu dari sistem pesanan reaktif menjadi sistem yang terencana dan terukur (Qomariyah, 2. Luaran Pendampingan Tabel 1. Luaran Pendampingan UMKM Sempol BAGONG. Fokus Pendampingan Bentuk Kegiatan Luaran Promosi Digital Pembuatan konten Jangkauan promosi lebih Instagram. WhatsApp luas dan komunikasi produk Business. TikTok, dan lebih jelas pendaftaran ShopeeFood Kemasan Frozen Perancangan desain label dan Kemasan lebih menarik, tampilan kemasan baru informatif, dan profesional Packaging Produk Matang Penyesuaian packaging Produk lebih praktis dijual untuk produk siap santap dan lebih higienis Distribusi Kerja sama dengan layanan Layanan pengantaran lebih kurir lokal dan ojek online FAEDAH Ae VOLUME. NOMOR. 2 MEI 2026 e-ISSN: 2962-8687. p-ISSN: 2962-8717. Hal 140-148 Branding Halal Integrasi label halal pada Kepercayaan konsumen dan kemasan dan materi promosi brand image meningkat DISKUSI