Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 8 No. Juni 2023 . e-ISSN 2527-8215 ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING THE INCOME OF FOOD AND BEVERAGE SMEs IN SUKOHARJO DISTRICT Rika Putri HidayantiA Astuning SaharsiniA Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta Email: putririka009@gmail. ABSTRACT The purpose of this research is to examine the relationship between the revenue of food and beverage MSMEs in Sukoharjo Regency and many independent factors, including capital, duration of company, education, business experience, and accounting records. There were 3,240 businesses utilized as participants in this research, all of which were micro, small, and medium-sized enterprises (MSME) operating in the food and beverage industry in Sukoharjo Regency. This research employed a convenience sample of 97 business players from all throughout Sukoharjo Regency for its sampling approach. utilizing SPSS version 25, we conducted an analysis utilizing the instrument data test, the classical assumption test, the multiple linear test, and the hypothesis test. Sukoharjo Regency's food and beverage MSMEs' earnings were shown to be significantly influenced by factors like variable capital and firm age. Income for food and drink MSME's in Sukoharjo Regency is not significantly impacted by factors like education, business experience, or accounting records. Keywords: Capital. Length of Business. Education. Business Experience. Accounting Records ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN UMKM MAKANAN DAN MINUMAN DI KABUPATEN SUKOHARJO ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo dengan berbagai faktor independen, antara lain modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi. Terdapat 3. 240 pelaku usaha yang dijadikan partisipan dalam penelitian ini, semuanya merupakan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan Accidental Sample sebanyak 97 pelaku usaha dari seluruh Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan SPSS versi 25 melakukan analisis dengan menggunakan uji data instrumen, uji asumsi klasik, uji linier berganda, dan uji hipotesis. Pendapatan UMKM makanan dan minuman Kabupaten Sukoharjo dipengaruhi secara signifikan oleh faktor variabel modal dan lama usaha. Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo tidak dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pendidikan, pengalaman usaha, atau pencatatan akuntansi. Kata kunci: Modal. Lama Usaha. Pendidikan. Pengalaman Usaha. Pencatatan Akuntansi Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, dan menengah, sering disebut UMKM, sangat penting bagi kesehatan ekonomi besar dan kecil termasuk Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah organisasi ekonomi kecil dan menengah yang rentan terhadap persaingan komersial yang tidak sehat. Selama krisis ekonomi yang melanda Indonesia antara tahun 1998 dan 2000. UMKM memainkan peran penting. Pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian dan arahan kepada UMKM dengan membentuk portofolio kementerian, khususnya Menteri Koperasi dan UMKM. Perekonomian nasional sangat bergantung pada UMKM yang diatur dalam UU No. 20 tahun 2008 tentang usaha kecil dan menengah merupakan pihak yang memiliki andil Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB negara, lapangan kerja, dan kapasitas untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi. Perusahaan besar didefinisikan sebagai usaha ekonomi produktif yang dikendalikan oleh badan hukum dengan kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari pada perusahaan menengah menurut Undang-Undang UMKM nomor. 20 tahun 2008. Peran UMKM cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan jumlah yang mendekati 99% dari seluruh unit usaha. UMKM berkontribusi 96,6% dari semua pekerjaan dan 60,5% dari PDB bagi Setelah mngalami masa terpuruk selama Covid 19 kini perkembangan UMKM di Kabupaten Sukoharjo sudah mulai beroperasional normal. Perkembangan ini termasuk yang bergerak di sektor makanan dan minuman, fashion, pertanian, otomotif, industri, jasa, dan lainnya. Dinas Koperasi dan Perdagangan Sukoharjo 405 UMKM tersebar di 12 kabupaten pada tahun 2022. Kabupaten Sukoharjo memiliki 240 usaha, yang sebagian besar bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Sektor makanan dan minunan diproyeksi masih menjadi salah satu sektor andalan penompang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Modal adalah salah satu faktor terpenting dalam meluncurkan perusahaan baru. Saat memulai bisnis atau mengembangkan bisnis yang sudah ada, modal adalah alat paling berguna yang Anda miliki (Ekasari. Apakah mereka sedang melihat usaha mikro, kecil, atau menengah (UMKM), studi tentang pertumbuhan mereka hampir selalu menyoroti pentingnya akses terhadap pembiayaan. Selain itu, tidak diragukan lagi bahwa operasi peningkatan laba diperlukan untuk setiap dan semua bisnis. Semakin banyak barang terjual, semakin banyak uang yang dihasilkan. Untuk menambah produk penjualan maka dibutuhkan modal yang besar untuk membeli barang dagang tersebut. Fenomena yang terjadi di UMKM Sukoharjo kurangnya permodalan dikarenakan mayoritas para pelaku usaha menggunakan modal sendiri untuk bisnisnya, sehingga para pelaku UMKM sangat membatasi persediaan barang dagangnya, hal ini akan mempengaruhi pendapatan. Pendapatan juga dipengaruhi oleh lama usaha yang telah beroperasi. Waktu dalam bisnis mengacu pada berapa lama suatu organisasi atau individu telah aktif dalam dunia bisnis (Priyandika, 2. Menurut penelitian ini lama usaha merupakan jumlah total waktu yang dihabiskan pengusaha untuk mengoperasikan perusahaannya. Pengalaman usaha yang diperoleh melalui waktu, memungkinkan seseorang untuk melihat perilakunya sendiri di tempat kerja. Penghasilan dan pengetahuan diperoleh melalui menjalankan perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Keahlian perdagangan, koneksi jaringan, dan basis klien semuanya tumbuh seiring dengan lama Sebagian besar lama usaha di Kabupaten Sukoharjo berkisaran 2 tahun dengan hasil pendapatan pertahun Rp. 000 sedangkan dibawah atau kurang dari 2 tahun untuk pendapatannya setara Rp. 000 tiap Tingkat pendidikan seseorang adalah elemen lain yang mungkin berpengaruh pada pendapatan mereka. Pendidikan merupakan lembaga formal yang dapat membekali rapa pelaku UMKM dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berhasil. Memanfaatkan peluang di berbagai pasar membutuhkan investasi dalam pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk karakter seseorang dan menumbuhkan pertumbuhan intelektual. Sukoharjo menyimpulkan, dengan menggunakan data BPS, bahwa sebagian besar lulusan perguruan tinggi mendapatkan pekerjaan di industri formal termasuk pemerintah, nirlaba, perbankan, dan asuransi. Sekitar 70% angkatan kerja dengan pendidikan pasca-sekolah menengah dipekerjakan di ekonomi tradisional. Kurang dari sepertiga lulusan SMA bekerja di bidang tersebut. Pendapatan juga dipengaruhi oleh pengalaman usaha seseorang. Pengalaman pribadi di dunia bisnis akan mengikat secara personal (Piani, 2. Jumlah pendapatan yang dihasilkan pelaku usaha mungkin dipengaruhi oleh tingkat keahlian mereka. Bagi pelaku usaha, pengalaman diukur dengan jumlah waktu yang telah dilalui sejak pertama kali terjun di industri tersebut. Fenomena banyak pelaku usaha yang baru memulai bisnisnya tidak mampu dalam mengambil keputusan karenanya kurangnya pengalaman usaha sebelumnya sehingga dapat menghambat kinerja dalam bisnisnya. Pencatatan akuntansi adalah segala aktivitas akuntansi dari pencatatan transaksi, pembukuan, hingga pembuatan output laporan, yang diolah untuk mengetahui situasi perfoma bisnis. Teknik akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi harus akurat dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Standar akuntansi mempunyai perlakuan akuntansi mulai dari pengakuan, pengukuran, penyajian, maupun pengungkapan, dan tentunya menjadi dasar untuk menyusun laporan keuangan yang baik (Andriyanto, 2. Namun, masih banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sukoharjo yang belum memanfaatkan pencatatan akuntansi secara maksimal. Banyak orang di dunia bisnis masih tidak melihat nilai dalam membuat catatan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 akuntansi yang terperinci dan percaya bahwa hal itu hanya akan membuat pekerjaan mereka lebih rumit. Hal semacam ini terjadi di usaha kecil dan menengah (UKM) karena pemilik dan manajer mereka tidak menyadari betapa pentingnya membuat pembukuan yang akurat. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Artin, . yang berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM di Kabupaten Tabanan menunjukan hasil bahwa variabel modal dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kabupaten Tabanan. Sedangkan menurut Diandrino . hasil penelitian yang berjudul Analisis FaktorFaktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Kedai Kopi di Kota Malang menunjukkan bahwa variabel modal, pendidikan, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan UMKM, sedangkan variabel lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM Kedai Kopi di Kota Malang. Penelitian Fatmawati . yang berjudul Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pencatatan Akuntansi, dan Penerapan Akuntansi Terhadap Pendapatan UMKM Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo menunjukkan hasil bahwa variabel KUR, pencatatan akuntansi, dan penerapan akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Penelitian terdahulu yang dilakukan Amalia . yang berjudul Pengaruh Modal. Lama Usaha. Pendidikan. Serta Followers terhadap Tingkat Pendapatan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil pada Marketplace Shopee di Kota Banjarmasin menunjukan bahwa variabel modal dan lama usaha berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM di Kota Banjarmasin, sedangkan pendidikan dan followers tidak berpengaruh terhadap pendapatan UMKM di Kota Banjarmasin. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Maheswara . berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Sektor Perdagangan di Kota Denpasar menunjukkan bahwa variabel upah dan modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan jam kerja dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM sektor perdagangan di Kota Denpasar. Menurut Piani . yang berjudul Pengaruh Modal Kerja dan Pengalaman Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Industri Kulit di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pilogadung Jakarta menunjukkan bahwa modal dan pengalaman usaha perpengaruh positif terhadap pendapatan. Menurut Andriani . penelitian yang berjudul Pengaruh Pengalaman Usaha. Produktivitas, dan Kreativitas Terhadap Pendapatan UMKM Tas di Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik menyimpulkan bahwa variabel produktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan, variabel pengalaman usaha berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan, dan kreativitas perpengaruh positif dan tidak signifikan terdahap pendapatan UMKM tas di Kecamatan Gresik. Menurut Rahmatia . yang berjudul Pengaruh Modal Usaha. Tenaga Kerja, dan Lama Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Mikro di Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan menyimpulkan bahwa variabel modal usaha secara langsung berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan, tenaga kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pendapatan, dan lama usaha berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan usaha mikro di Palopo. Identifikasi permasalahan yang akan dibahas adalah : AuApakah permodalan mempengaruhi pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo?Ay. AuApakah lama usaha mempengaruhi pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo?Ay. Apakah pendidikan mempengaruhi pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo?Ay. Apakah pengalaman usaha mempengaruhi pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo?Ay. Apakah pencatatan akuntansi mempengaruhi pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo?Ay. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pecking Order Donaldson pertama kali mengusulkan teori pecking order pada tahun 1984, selanjutnya disempunakan oleh Myers dan Maljuf. Strategi ini mendukung menggunakan pendanaan internal, dan menurut Pecking Order Theory perusahaan dengan keuntungan yang lebih baik akan memiliki hutang yang lebih sedikit. Dalam skenario ini, bisnis menjadi lebih bijaksana dengan pengeluarannya. Menurut teori ini jika pelaku UMKM memiliki lebih banyak modal untuk diinvestasikan dalam usahanya maka alat atau barang dagangan mereka akan bertembah, dengan hal tersebut pendapatan pelaku usaha akan bertambah dan perekonomian akan lebih stabil. (Aji. , & Listyaningrum. Pendapatan Tujuan utama untuk memulai bisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan sangat penting untuk kelangsungan keberadaannya. Kemampuan perusahaan untuk membayar biaya operasi dan operasi lainnya meningkat seiring pertumbuhan pendapatannya. Selain itu, penghasilan memiliki pengaruh pada laba rugi keuangan perusahaan. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia . , laba didefinisikan sebagai pendapatan yang timbul dalam menjalankan aktivitas entitas biasa dan memiliki banyak nama termasuk penjualan, biaya, bunga, dividen, royalti, dan sewa. Dalam kamus Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja . saha atau sebagainy. sedangakan menurut kamus manajemen adalah uang yang diterima oleh perseorangan, perusahaan, dan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos, dan lama. Kegiatan operasi, atau penyediaan produk dan layanan kepada publik atau pelanggan pada umumnya, menghasilkan pendapatan karena menghasilkan keuntungan aset dan penurunan kewajiban (Harnoto, 2. Sochib . mendefinisikan pendapatan sebagai "arus masuk aset yang dihasilkan dari penjualan produk atau penyediaan layanan oleh suatu perusahaan selama periode akuntansi tertentu. " Pendapatan dari aktivitas inti akan mendongkrak nilai aset perusahaan, yang pada gilirannya akan meningkatkan jumlah uang yang tersedia untuk membiayai pertumbuhan. Akun pendapatan akuntansi adalah tempat pertumbuhan modal dari penjualan produk atau penyediaan layanan kepada pihak ketiga disimpan. Modal Modal merupakan pokok utama dalam menjalankan suatu usaha, modal adalah faktor penting dalam menjalankan usahanya untuk kelangsungan hidup usaha. Pengertian modak merupakan total dana yang tertanam dalam bentuk asset lancer yang selalu berputar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Modal usaha bertambah apabila pendapatan bertambah. Hal itu, menunjukkan jika perusahaan ingin modal usaha bertambah maka pendapatam harus bertambah. (Wijaya & Tjun, 2. Menurut para ekonomi, modal adalah kekayaan korporasi yang digunakan dalam produksi. Modal adalah komponen kunci dalam manufaktur, yang secara signifikan memengaruhi output keseluruhan. Investasi dalam proses manufaktur dan infrastruktur produksi dapat ditingkatkan dengan lebih banyak modal, yang mengarah pada produktivitas dan output yang lebih besar. Modal, seperti yang didefinisikan oleh Meij . , adalah agregat barang modal yang termasuk dalam neraca setelah entri debit di mana barang modal mengacu pada semua aset yang digunakan dalam fungsi produktif perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Lama Usaha Pendekatan dan teknik yang digunakan oleh seorang pengusaha sangat dipengaruhi oleh jumlah waktu yang telah dia jalani dalam bisnis. Keterampilan manajemen, produksi, dan pemasaran pemilik perusahaan akan meningkat seiring berjalannya waktu karena dia akan mengembangkan taktik yang lebih efektif. Para pemilik perusahaan yang telah ada untuk sementara waktu kemungkinan telah membangun jaringan kontak yang besar yang dapat mereka manfaatkan saat mengiklankan barang dagangan mereka. Telah terbukti bahwa semakin lama suatu perusahaan beroperasi, semakin besar pengaruhnya terhadap pasar, baik secara positif maupun negatif (Furqon, 2. Lingkungan perdagangan dan tingkat daya saing di sektor bisnis sangat penting bagi pertumbuhan perusahaan. Butarbutar . mengemukakan bahwa ketajaman bisnis seseorang dapat diukur dari berapa lama mereka telah beroperasi. Dipercayai bahwa pendapatan pelaku usaha dipengaruhi oleh lamanya usaha mereka telah beroperasi, karena dengan lebih banyak pengalaman, semakin banyak kesadaran akan jalan untuk meningkatkan keuntungan. Pendidikan Potensi manusia dapat diperluas dan tujuan sosial dan ekonomi dapat diwujudkan paling efektif melalui Semakin banyak yang dipelajari, semakin banyak pilihan yang dimiliki, dan semakin besar pengaruh seseorang dalam debat kebijakan publik (Julianto, 2. Menurut Ahmadi . , pendidikan adalah kegiatan dan upaya individu untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya, baik dalam bidang spiritual . ermasuk kapasitas berpikir, emosi, kreativitas, dan hati nuran. dan materi. ermasuk penggunaan panca indera dan perolehan keterampila. Peningkatan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu usaha, karena pendidikan merupakan modal dasar bagi tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan dan berusaha membantu tugas-tugas guna memperoleh hasil kerja yang prima. Pengalaman Usaha Kerumitan iklim perusahaan saat ini membuat keterampilan manajemen yang berpengalaman menjadi penting. Bukti menunjukkan bahwa pengusaha sering meniru orang tua wirausaha mereka sendiri. Memiliki orang tua seperti itu menanamkan rasa otonomi dan kemampuan beradaptasi pada keturunan mereka. Individualisme sengit mereka mendorong mereka untuk memulai perusahaan mereka sendiri. Hubungan dengan individu yang berwirausaha cenderung menjadi faktor yang signifikan dalam mempengaruhi ambisi seseorang untuk berwirausaha, oleh karena itu penelitian yang membandingkan wirausahawan yang orang tuanya bukan wirausahawan sebaiknya dihindari. Perspektif dan penelitian profesional yang disebutkan di atas semuanya menunjukkan pentingnya keahlian manajerial untuk pertumbuhan perusahaan kecil. Pengetahuan ini dapat diperoleh dengan merawat orang tua yang berwirausaha atau dari pengalaman sebelumnya dalam manajemen perusahaan. Orang mungkin menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif dalam aktivitas komersial adalah cara terbaik untuk mendapatkan keahlian dalam berusaha. Seseorang yang tidak memiliki latar belakang manajemen bisnis tidak akan tahu bagaimana menjalankan perusahaan. Oleh karena itu, tingkat partisipasi seseorang dalam suatu kegiatan bisnis dapat menjadi proksi dari tingkat keahlian bisnisnya (Wahyuni et al, 2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Pencatatan Akuntansi Menurut Dewan Standar Akuntansi Keuangan . , akuntansi adalah aktivitas jasa yang berfungsi untuk menawarkan informasi kuantitatif yang digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sementara itu, akuntansi adalah fungsi organisasi yang memastikan perusahaan bertanggung jawab atas kinerjanya dengan mencatat, mengkategorikan, memproses, meringkas, menganalisis, dan menafsirkan semua transaksi dan peristiwa, terlepas dari sifat keuangannya. Tujuan akuntansi adalah menyampaikan informasi keuangan atau laporan keuangan kepada pihak yang berkepentingan dengan mengumpulkan, mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mendokumentasikan transaksi dan kejadian keuangan (Sumasran, 2. Singkatnya, akuntansi adalah proses pencatatan transaksi keuangan dan entri jurnal yang sesuai. Metode ini menghasilkan data keuangan yang dapat digunakan untuk digunakan dalam pelaporan konsumen. Kerangka Berpikir Untuk menggambarkan dari penelitian yang akan dilakukan yaitu modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi terhadap pendapatan, maka kerangka berpikir penelitian adalah sebagai berikut : Modal (X. Lama Usaha (X. Pendidikan (X. Pendapatan (Y) Pengalaman Usaha (X. Pencatatan Akuntansi (X. Gambar 1. Kerangka Berpikir Hipotesis Hipotesis ini hanya dapat berfungsi sebagai sementara sementara solusi yang lebih konklusif dicari, karena mereka hanya didasarkan pada teori yang dapat diterapkan daripada fakta yang dikumpulkan dari pengumpulan Premis ini menjadi dasar hipotesis berikutnya. Pengaruh Modal Terhadap Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo Karena dampaknya yang masif terhadap produksi, modal sering dianggap sebagai salah satu input yang paling Semakin banyak uang yang diinvestasikan dalam sebuah perusahaan, semakin banyak uang yang Ada hubungan kausal langsung antara modal dan pendapatan, sehingga setiap masalah dengan modal akan berdampak pada pendapatan. Karena pelaku usaha hanya menggunakan modal sendiri untuk usahanya, persediaan barang yang dijual menjadi terbatas, dan hal ini turut menimbulkan masalah kekurangan modal yang dihadapi oleh pelaku usaha. Beberapa kegiatan ekonomi akan menjadi kurang produktif sebagai akibat dari keadaan ini, yang menyebabkan penurunan pendapatan. Wicaksono dan Aminata . menjelaskan bagaimana modal merupakan salah satu kriteria yang menentukan pendapatan seorang pedagang. H1 : Modal berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pengaruh Lama Usaha Terhadap Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo Dalam ekonomi informal, lama usaha merupakan faktor kunci kesuksesan finansial. Semakin baik suatu organisasi, semakin lama ia beroperasi. Semakin lama seseorang bertahan dalam bisnis, semakin banyak kontak yang mereka buat, semakin banyak pengalaman yang mereka dapatkan, dan semakin mahir mereka dalam mengelola perusahaan. Menurut penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fathul . , pendapatan pedagang UMKM di Kabupaten Malang meningkat seiring dengan lamanya mereka menjalankan usaha. Jika Anda bertahan dalam bisnis untuk sementara waktu, produktivitas Anda akan meningkat, dan penghasilan Anda akan H2 : Lama usaha berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Pengaruh Pendidikan Terhadap Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo Pendidikan, sebagaimana didefinisikan oleh UU No. 20 Tahun 2003, adalah proses pembinaan lingkungan dimana peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya demi penanaman sifat-sifat seperti pengendalian diri sosial, kekuatan spiritual, agama, kepribadian, dan akhlak mulia. Menurut penelitian sebelumnya oleh Khasan dan Ana . , pendapatan pedagang pasar UMKM dipengaruhi oleh tingkat pendidikan mereka. Orang-orang usia kerja harus mendapatkan pendidikan terbaik yang mereka bisa selagi masih muda sehingga mereka dapat memetik keuntungan dari investasi tersebut dalam bentuk produksi kerja yang lebih tinggi di tahun-tahun berikutnya. H3 : Pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pengaruh Pengalaman Usaha Terhadap Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo Karena pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan seseorang hanya dapat tumbuh seiring dengan waktu yang dihabiskannya di dunia bisnis, pengusaha yang lebih berpengalaman akan memiliki perspektif yang lebih luas dan lebih mampu menyerap informasi baru. Semakin lama seseorang bekerja di bidang tertentu, gaji mereka cenderung semakin tinggi. Ini membuka jalan bagi pembuatan produk dan layanan yang lebih lama, lebih banyak, dan lebih beragam, serta meningkatkan promosi barang-barang ini. Hasil bisnis yang sukses dihasilkan dari pelaku bisnis yang kompeten. Piani . menemukan bahwa pengalaman bisnis berkorelasi positif dengan H4 : Pengalaman usaha berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kabupaten Sukoharjo. Pengaruh Pencatatan AkuntansiTerhadap Pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo Laporan keuangan dipengaruhi oleh jumlah dan biaya yang dicatat dalam catatan akuntansi. Anda tidak dapat memahami pencatatan dan pelaporan keuangan tanpa catatan akuntansi. Sistem akuntansi yang andal memungkinkan pengambilan laporan kinerja keuangan masa lalu dan sekarang. Hal ini berimplikasi bahwa perkembangan ekonomi UMKM dan pendapatan perusahaan akan dipengaruhi oleh sejauh mana pemiliknya memahami pencatatan akuntansi. Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pengetahuan Akuntansi, dan Dokumentasi Akuntansi terhadap Pendapatan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo dikaji oleh Fatmawati . H5 : Pencatatan akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. METODOLOGI PENELITIAN Obyek Penelitian Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan topik kajian sebagai fokus penelitian. Penelitian ini mengamati UMKM sektor makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Metode Penelitian Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Kajian kuantitatif dan pendataan memberikan data numerik atau angka sebagai produk akhirnya (Salim & Haidir, 2. Dengan menggunakan metode kuantitatif akan diperoleh signifikan pembedaan kelompok atau signifikan hubungan antara variabel yang akan diteliti. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengolahan menggunakan angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik guna mengetahui pengaruh modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi terhadap pendapatan UMKM. Data dan Sumber Data Pertanyaan penelitian berbasis bukti membutuhkan akses ke data yang relevan. Penelitian ini memanfaatkan sumber informasi primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama baik individu atau perseorangan seperti kuesioner yang bisa dilakukan peneliti (Sugiyono, 2. Sumber penelitian ini adalah observasi, kuesioner dan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian di Kabupaten Sukoharjo. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain, tidak diperoleh langsung dari penelitian (Sugiyono, 2. Sumber data sekunder yang digunakan berasal dari jurnal penelitian, buku- buku yang terkait dalam penelitian dan internet. Metode Pengumpulan Data Informasi dapat dikumpulkan melalui observasi jika fenomena yang dipelajari dilihat dan dicatat secara metodis. Praktik mengamati tindakan orang atau perkembangan proses terukur adalah jenis pengumpulan data yang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Kuesioner adalah sejenis alat pengumpulan data dimana responden diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan atau komentar tertulis yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk mengumpulkan data tentang keuangan UMKM, aset, tahun berdiri, pendidikan dan pengalaman staf, dan praktik pembukuan di Kabupaten Sukoharjo, kuesioner bentuk bebas digunakan. Di mana peserta dapat memberikan tanggapan atas pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung atau dibagikan secara online . elalui platform media sosial seperti WhatsApp dan Instagram melalui formulir Googl. Kuesioner dalam gaya ini disusun berdasarkan pertanyaan yang dijawab menggunakan skala Likert. Sikap, pandangan, dan perspektif tentang masalah sosial semuanya dapat diukur dengan menggunakan skala Likert. Item-item pada suatu instrumen baik pertanyaan maupun pernyataan seringkali dibangun dengan menggunakan skala Likert (Tersiana, 2. Indikator dari variabel yang diperiksa digeser. Pada skala Likert lima poin yang digunakan untuk evaluasi, pilihan berikut disediakan: Tabel 1. Skala likert Skor Skala Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju Kode STS Populasi dan Sampel Populasi menjadi fokus penelitian. Terdapat 3. 240 pelaku usaha yang dijadikan partisipan dalam penelitian ini, semuanya merupakan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Sampel adalah bagian dari keseluruhan populasi yang karakteristiknya masih dipelajari. Ukuran sampel untuk analisis ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Keterangan : = Jumlah sampel = Jumlah populasi . umlah para pelaku umkm makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharj. = Batas toleransi kesalahan . rror toleranc. Untuk memastikan tidak ada kesalahan yang berlebihan pada sampel penelitian, kami menghitung nilai kritis . menggunakan rumus Slovin dan menggunakan tingkat kesalahan 10%. Ada 3. 240 perusahaan dalam Ukuran sampel penelitian ini . adalah sebagai berikut: A 1 . %)A = 97,05 = 97 sampel Perhitungan tersebut memberikan ukuran sampel sebesar 97,05, yang kemudian dibulatkan menjadi 97. Selain itu, jumlah sampel yang diambil di setiap kecamatan ditetapkan dengan menggunakan teknik sampling Definisi Variabel dan Pengukuran Variabel Dalam penelitian ini, ada lima variabel independen yang diukur yaitu Modal (X. Lama Usaha (X. Pengalaman Usaha (X. Pendidikan (X. , dan Pencatatan Akuntansi (X. , kemudian Pendapatan (Y) sebagai variabel dependen. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Tabel. 2 Definisi Variabel Variabel Definisi Modal (X. Menurut Wijaya & Tjun . modal merupakan total dana yang tertanam dlam bentuk aset lancer yang selalu berputar dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan. Lama Usaha (X. Pendidikan (X. Pengalaman Usaha (X. Menurut Furgon . lama usaha suatu pengertian dimana semakin lama usaha tersebut berjalan mengakibatkan adanya perkembangan usaha yang signifikan kea rah yang positif ataupun negative. Perkembangan dari usaha tersebut tergantung iklim perdagangan dan persaingan yang terjadi di dunia usaha. Menurut Ahmadi . pendidikan sebagai aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensipotensi pribadinya yaitu rohani . iker, krasa, rasa, cipta, dan budi nuran. dan jasmani . ancaindra serta ketrampilan- ketrampila. Pendidikan diperlukan dalam rangka memaksimalkan kualitas sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja suatu organisasi, karena pendidikan merupakan modal dasar bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan bertujuan untuk membantu pencapaian tugas agar mencapai hasil kerja yang baik. Menurut Piani . pengalaman usaha merupakan peristiwa atau kejadian yang dialami seseorang dalam kehidupan pribadinya yang mengikat secara personal. Indikator Modal mempunyai peranan penting dalam Pemanfaatan modal Kelancaran usaha Keadaan usaha setelah mendapatkan modal Pencatatan Akuntansi (X. Pendapatan (Y) Menurut Sumarsan . pencatatan akuntansi adalah suatu seni untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklarifikasikan, mencatat transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat menghasilkan informasi keuangan atau suatu laporan keuangan yang dapat Menurut Sochib . pendapatan merupakan aliran masuk aktiva yang timbul dari penyerahan barang dan jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama periode tertentu. Bagi perusahaan pendapatan yang diperoleh atas operasi pokok akan menambah nilai aset perusahaan yang pada dasarnya juga akan menambah modal perusahaan. Skala Likert Masa kerja Tingkat pengetahuan dan Penguasaan dalam Menambah rekan bisnis Likert Pengetahuan dan ketrampilan lebih luas Memaksimalkan kualitas sumber daya manusia Memahami lebih luas strategi para pelaku Likert Memahami kebutuhan pasar atau pelanggan Teknik marketing lebih Adanya feedback dalam Pemberian arti atau pemahaman akuntansi oleh pelaku usaha Pengetahuan procedural Pemanfaatan akuntansi dalam suatu usaha Likert Modal yang dibutuhkan dalam berdagang yang mencakup tambah modal Lama usaha yang Peningkatan pendapatan setiap harinya Sumber pendapatan Likert Likert Teknik Analisis Data Metode analisis data penelitian, seperti penggunaan alat statistik yang sesuai dikenal sebagai teknik analisis data. Metode analisis meliputi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Uji Instrumen Kredibilitas Tes adalah cara untuk menentukan seberapa andal suatu alat untuk mengumpulkan data. Seberapa efektif instrumen mengukur ide minat ditunjukkan oleh validitasnya (Darma, 2. Karena n adalah jumlah total sampel dan alfa = 0,05, kami membandingkan r hitung dengan tabel r dengan df = n -2 untuk menentukan signifikansi statistik. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat digunakan untuk menentukan validitas tes: a. Jika proposisi benar, maka r hitung > r tabel. Jika . hitung r tabe. benar, maka . Indeks reliabilitas mengukur seberapa konsisten satu pengukuran sesuai dengan pengukuran lain sepanjang waktu dan dengan item lain dalam instrumen. Dalam penelitian ini koefisien Alpha Cronbach digunakan untuk menentukan konsistensi antara pengukuran yang berbeda. Alpha Cronbach, ukuran ketergantungan, digunakan dalam SPSS untuk perhitungan. Jika Cronbach alpha lebih dari 0,6, maka reliabilitas kuesioner yang dihasilkan tinggi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas dimaksud untuk menguji apakah dalam model regresi nilai residual memiliki distribusi normal atau tidak, menurut Ghozali . Cara mengetahui tingkat kenormalan yaitu dengan metode KolmogorovSmirnov (K-S) yaitu dengan cara melihat hasil signifikansi variabel, apabila hasil signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan berdistribusi normal. Uji kolinearitas untuk melihat apakah variabel independen dalam model regresi memang independen. Berikut beberapa contoh kriteria pengambilan keputusan terkait multikolinearitas: nilai tolerance dan nilai VIF (Variation Inflation Facto. Multikolinearitas dinyatakan jika nilai VIF kurang dari 10 atau nilai Tellorance kurang dari 0,10. Multikolinearitas tidak terjadi jika nilai VIF kurang dari 10 atau nilai Tolerance kurang dari 0,10 (Ghozali, 2. Uji heteroskedastisitas menentukan apakah varian residu dalam model regresi tidak sama di seluruh Jika varian residual tidak berubah, maka distribusi dikatakan homoskedastik. Pengujian Glejser (Anshori & Iswati, 2. digunakan untuk melakukan evaluasi. Heteroskedastisitas dapat dikatakan ada jika variabel independen memiliki pengaruh yang besar terhadap variabel dependen, atau jika ambang 0,05 terpenuhi. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda menguji hubungan linier antara sejumlah besar variabel independen dan Tujuan dari analisis ini adalah untuk memprediksi nilai masa depan dari variabel dependen dalam menanggapi perubahan variabel independen dan untuk menentukan apakah korelasi antara keduanya positif atau Persamaan untuk regresi linier berganda terlihat seperti ini: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 e Dimana : = Pendapatan UMKM = Konstanta = Modal = Lama usaha = Pendidikan = Pengalaman usaha = Pencatatan akuntansi = Eror Uji Hipotesis Uji F Untuk mengetahui apakah semua variabel independen dalam suatu model berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen dapat digunakan uji statistik F, seperti yang dikemukakan oleh Ghozali . Dalam studi ini, perbedaan 5% ditentukan signifikan secara statistik. Probabilitas kurang dari 0,05 mengesampingkan Ho yang benar. Jika Ha benar, maka kedua variabel tersebut memang memiliki korelasi yang cukup besar. Jika p-value kurang dari 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak karena tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel independen dan dependen. Uji t Menurut Ghozali . , uji t menunjukkan seberapa besar variasi variabel dependen yang dapat dipertanggungjawabkan oleh pergeseran variabel independen. Perbedaan yang signifikan secara statistik sebesar 5% ditemukan dalam penyelidikan ini. Jika p-value kurang dari 0,05, maka hipotesis diterima. jika tidak, itu Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Uji Koefisien Determinasi (RA) Mengukur ukuran koefisien determinasi memberikan jaminan bahwa analisis regresi akurat. R2, koefisien determinasi, dapat berkisar antara 0 dan 1. Nilai R2 yang disesuaikan rendah menunjukkan bahwa hanya sedikit variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Ketika variabel independen mendekati nilai 1, itu memberikan hampir semua data yang diperlukan untuk meramalkan perubahan variabel Penulisnya adalah Ghozali . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, dan lama usaha Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Laki Ae Laki 70,7% Perempuan 29,3% Total Sumber : Data Pribadi Diolah, 2022 Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa 97 responden didominasi oleh perempuan berjumlah 68 orang atau 70,7% dan sisanya 29 orang atau 29,3% berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4. Karaktristik responden berdasarkan pendidikan Pendidikan Jumlah Persentase SMP SMA 74,2% SARJANA 25,8% Total Sumber : Data Pribadi Diolah, 2022 Menunjukkan bahwa 97 responden pada penelitian ini mayoritas memiliki pendidikan SMA sebesar 72 pelaku usaha atau 74,2% dan 25 pelaku usaha atau 25,8% pendidikan sarjana. Mayoritas para pelaku usaha tidak membutuhkan pendidikan formal yang tinggi. Tabel 5. Karakteristik responden berdasarkan lama usaha Lama usaha Jumlah Persentase C 1 tahun 8,2% 1-3 tahun 29,9% 3-7 tahun 49,5% E 7 tahun 12,4% Total Sumber : Data Pribadi Diolah, 2022 Berdasarkan lama usaha para pelaku usaha mayoritas pelaku usaha yang sudah menjalankan usahanya 3-7 tahun sebanyak 48 pelaku usaha atau 49,5%, kemudian 29 pelaku usaha atau 29,9% menjalankan usahanya 1-3 tahun, 12 pelaku usaha atau 12,4% lebih dari 7 tahun, dan 8 pelaku usaha atau 8,2% kurang dari 1 tahun. Penyajian dan Analisis Data Dalam penelitian ini akan dipaparkan data- data yang telah di dapatkan di lapangan kemudian dianalisis. Adapun penyajian dan analisis data secara berurut dijelaskan sebagai berikut : Uji Instrumen Data Uji Validitas Kemampuan item pernyataan untuk mengukur variabel penelitian secara akurat ditandai dengan uji validitas. Tabel berikut menampilkan hasil uji validitas faktor modal, lama usaha, tingkat pendidikan, pengalaman usaha, pencatatan akuntansi, dan pendapatan UMKM. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Pernyataan X1. X1. Modal (X. X1. X1. X1. X2. X2. Lama Usaha (X. X2. X2. X3. X3. Pendidikan (X. X3. X3. X3. X4. X4. Pengalaman Usaha (X. X4. X4. X5. X5. Pencatatan Akuntansi (X. X5. X5. Pendapatan (Y) Sumber : Data Pribadi Diolah, 2022 r hitung 0,400 0,702 0,605 0,704 0,606 0,650 0,712 0,756 0,703 0,684 0,530 0,735 0,647 0,713 0,663 0,691 0,698 0,663 0,763 0,824 0,758 0,767 0,802 0,754 0,694 r tabel Keputusan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Oleh karena itu df = n-2, atau df = 972 = 95, karena uji validitas menegaskan keakuratan nilai r hitung r Oleh karena itu, seluruh item pernyataan dalam instrumen penelitian ini lolos uji validitas sehingga layak digunakan pada penelitian selanjutnya. Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas didapatkan dari mengukur nilai Cronbach Alpha dari suatu variabel. Secara umum nilai Cronbach Alpha adalah 0,60. Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas. Tabel 7. Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach's Alpha Modal (X. 0,765 Lama Usaha (X. 0,630 Pendidikan (X. 0,699 Pengalaman Usaha (X. 0,724 Pencatatan Akuntansi (X. 0,783 Pendapatan (Y) 0,612 Sumber : Data Pribadi Diolah, 2022 Kreteria Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semua variabel penelitian memiliki Cronbach Alpha lebih dari 0,60. Oleh karena itu, kuesioner penelitian ini dapat dianggap memiliki pertanyaan yang kredibel dan konsisten. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk memeriksa apakah nilai residual dapat berdistribusi normal, cara menerapkan uji normalitas dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menentukan apakah suatu variabel mengikuti distribusi normal atau tidak, jika tingkat signifikansi kurang dari 0,05 maka distribusi dapat dianggap normal. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Tabel 8. Uji Normalitas Asymp Sig 2 tailed Keterangan 0,200 Berdistribusi normal Sumber : Data Diolah 2022 Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov dengan jumlah sampel N = 97 dapat disimpulkan bahwa variabel residual berdistribusi normal nilai Asymp. Sig 2-tailed adalah 0,200 dan lebih dari nilai signifikan 0,05 atau 0,200 E 0,05. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk memastikan apakah variabel independen dalam model regresi linier berganda saling berkorelasi. Multikolinearitas dihindari ketika toleransi kurang dari 0,10, dan terjadi ketika lebih dari 0,10. Tabel berikut menampilkan temuan analisis ini: Tabel 9. Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance Modal 0,838 Lama Usaha 0,691 Pendidikan 0,608 Pengalaman Usaha 0,691 Pencatatan Akuntansi 0,785 Sumber : Data Diolah VIF Keterangan Tidak Terjadi Multikolineritas Tidak Terjadi Multikolineritas Tidak Terjadi Multikolineritas Tidak Terjadi Multikolineritas Tidak Terjadi Multikolineritas Berdasarkan nilai tolerance dan VIF dari semua variabel independen, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinieritas pada model ini, karena semua nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,10. Uji Heteroskedastisitas Prosedur tes Glejser digunakan untuk evaluasi. Heteroskedastisitas dikatakan ada jika pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara statistik signifikan atau lebih dari 0,05. Tidak ada heteroskedastisitas jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05. Berikut adalah hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan prosedur Glejser: Tabel 10. Uji Gletser Variabel Modal Lama Usaha Pendidikan Pengalaman Usaha Pencatatan Akuntansi Sumber : Data Diolah 2022 Sig 0,207 0,971 0,704 0,236 0,438 Keterangan Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak terdapat adanya heteroskedastisitas pada variabel-variabel tersebut, seperti terlihat pada tabel hasil uji gletser untuk nilai signifikansi masing-masing variabel yaitu lebih dari 0,05. Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi linier berganda digunakan untuk meramalkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen ada atau tidaknya hubungan fungsional antara variabel bebas dan terikat. Hasil analisis yang dilakukan diperoleh koefisien regresi, nilai t hitung dan tingkat signifikansi sebagai berikut : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Tabel 11. Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Berdasarkan hasil analisis linier berganda maka dihasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 2. 642 0,220 X1 0,246 X2 Ae 0,086 X3 0,227 X4 0,163 X5 e Hasil persamaan regresi linier berganda tersebut diatas memberikan pengertian sebagai berikut: Konstanta a sebesar 2. 642 mempunyai arti bahwa jika indikator modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi sama dengan nol . , maka besarnya variabel pendapatan UMKM Modal (X. memiliki nilai koefisien positif sebesar . maka mempunyai arti bahwa jika modal mengalami peningkatan sebesar 1 satuan maka akan terjadi peningkatan pendapatan pedagang sebesar 0,220 Lama usaha (X. memiliki nilai koefisien positif sebesar . maka mempunyai arti bahwa jika lama usaha mengalami peningkatan sebesar 1 satuan maka akan terjadi peningkatan pendapatan pedagang sebesar 0,246 satuan. Pendidikan (X. memiliki nilai koefisien negatif sebesar (-0,. maka mempunyai arti bahwa jika pendidikan mengalami penurunan 1 satuan maka terjadi peningkatan pendapatan pedagang sebesar 0,089 satuan. Pengalaman usaha (X. memiliki nilai koefisien positif sebesar . maka mempunyai arti bahwa jika pengalaman usaha mengalami peningkatan 1 satuan maka terjadi peningkatan pendapatan pedagang sebesar 0,227 satuan. Pencatatan akuntansi (X. memiliki nilai koefisien positif sebesar . maka mempunyai arti bahwa jika pencatatan akuntansi mengalami peningkatan 1 satuan maka terjadi peningkatan pendapatan pedagang sebesar 0,163 satuan. Uji Hipotesis Uji parsial . ji t ) Uji t menentukan seberapa signifikan kontribusi masing-masing variabel independen terhadap pengaruh keseluruhan terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji t juga digunakan untuk menentukan hipotesis dalam penelitian ini. T-hitung dan t-tabel digunakan untuk mengambil keputusan ketika tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Dari hasil pengujian maka diperoleh hasil sebagai berikut : Konstanta a sebesar 2. 642 mempunyai arti bahwa jika indikator modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi sama dengan nol . , maka besarnya variabel pendapatan UMKM Lama usaha diperoleh nilai t hitung = 2. 141 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,035. Oleh karena itu t hitung . E t tabel . dan signifikan 0,035 C 0,05 maka variabel lama usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pendidikan diperoleh nilai t hitung = -0. 845 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,400. Oleh karena itu t hitung (-0,. C t tabel . dan signifikan 0,400 E0,05 maka variabel pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pengalaman usaha diperoleh nilai t hitung = 1. 719 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,089. Oleh karena itu t hitung . C t tabel . dan signifikan 0,089 E0,05 maka variabel pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pencatatan akuntansi diperoleh nilai t hitung = 1. 364 dengan nilai probabilitas signifikan sebesar 0,176. Oleh karena itu t hitung . C t tabel . dan signifikan 0,176 E0,05 maka variabel pencatatan akuntansi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Uji secara Simultan (F) Uji F dilakukan untuk melihat apakah regresi linier berganda berpengaruh simultan . ersama-sam. terhadap Jika nilai signifikan E 0,05 maka secara simultan tidak berpengaruh. Jika nilai signifikan C 0,05 maka secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji F pada penelitian ini sebagai berikut. Tabel 12. Hasil Uji F ANOVAa Mean Square Model Sum of Squares Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X5. X1. X2. X4. X3 Sumber : Data Diolah 2022 Hasil uji F di atas menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 2. 900 E F tabel 2. 310 dan dipengaruhi secara signifikan 0,018 atau C 0,05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh terdahap pendapatan UMKM. Uji Koefisien Determinasi (RA) Seberapa jauh setiap variabel independen menjelaskan variabel dependen dikuantifikasi dengan menghitung koefisien determinasi. Analisis Koefisien Determinasi menghasilkan hasil sebagai berikut: Tabel 13. Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. X5. X1. X2. X4. X3 Dependent Variable: Y Sumber : Data Diolah 2022 Pada tabel diatas uji koefisien determinasi (RA) yang diperoleh dari hasil regresi diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,137 atau 13,7% variabel modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan akuntansi akuntansi memberikan pengaruh terhadap pendapatan, selebihnya sebesar 86,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal, lama usaha, pendidikan, pengalaman usaha, dan pencatatan akuntansi terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo, penulis membahas hasil data sebagai berikut : Penelitian ini mengungkapkan bahwa permodalan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kabupaten Sukoharjo. Modal awal dan operasional, serta akses ke keuangan eksternal, memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaannya dan profitabilitas pedagangnya. Pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tabanan sebagian besar ditentukan oleh modal variabel mereka, menurut analisis Artin . tentang faktor penentu yang memengaruhi pendapatan UMKM. lebih besar. Penelitian ini menemukan bahwa bagi UMKM di Kabupaten Sukoharjo, semakin lama mereka menjalankan usahanya maka semakin tinggi pendapatannya. Akibatnya, semakin lama perusahaan dijalankan, semakin besar kemungkinan untuk menarik klien berulang, dan karenanya semakin besar potensi Seorang responden mengatakan. AuSaya sudah lama berjualan, jadi saya punya pelanggan tetap yang tahu kapan kondisi pasar ramai atau sepi, dan biasanya langsung datang ke sini. Ay Hal ini menunjukkan pentingnya umur panjang perusahaan dalam proses bisnis perdagangan. Pedagang veteran dengan pemahaman pasar yang kuat yang mampu meningkatkan penjualan dan, pada gilirannya, keuntungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Amalia . UMKM di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan pendapatan semakin lama beroperasi. Demikian pula, semakin lama bisnis mencapai titik impas membenarkan investasi awal. Penelitian ini menemukan bahwa untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sukoharjo, pendidikan tidak memiliki dampak yang berarti terhadap hasil keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian pendidikan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan finansial. Kemajuan suatu bangsa dapat diukur dengan melihat besarnya sumber daya manusianya, oleh karena itu pendidikan merupakan penentu Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 potensi negara tersebut. Karena pendidikan lebih dari sekedar membangun keterampilan dan pengetahuan. juga tentang membentuk siapa Anda sebagai pribadi. Meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik terhadap pendapatan, pedagang di Kabupaten Sukoharjo melaporkan bahwa meskipun pendidikan formal yang tinggi tidak diperlukan untuk menjalankan usaha, pengetahuan bisnis non-umum perlu diperoleh. Hal ini sesuai dengan temuan Amalia . dan Maheswara . yang sama-sama menemukan bahwa pendidikan tidak berdampak pada pendapatan. Menurut penelitian ini, tidak ada korelasi antara pengalaman perusahaan dan pendapatan UMKM tingkat kabupaten. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengalaman seseorang dalam dunia bisnis tidak selalu memprediksi kesuksesan finansial mereka. Karena bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa pengalaman bisnis bukanlah prediktor kesuksesan finansial yang dapat diandalkan. Banyak responden merasa bahwa pengalaman kerja mereka sebelumnya di dunia bisnis akan sangat membantu mereka dalam posisi mereka saat Namun, ini tidak selalu digunakan dalam upaya yang sebenarnya. Sejalan dengan temuan tersebut. Parluhutan dan Setiawan . menyimpulkan bahwa memiliki latar belakang bisnis tidak berpengaruh terhadap gaji, dan pelatihan formal di lapangan nilainya kecil. Hasil dari variabel penelitian ini yang berkaitan dengan catatan akuntansi menunjukkan bahwa dokumen tersebut tidak memiliki dampak yang berarti terhadap hasil keuangan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang masih memiliki kesenjangan dalam pemahaman mereka tentang akuntansi dan bagaimana penerapannya dalam praktik, meskipun catatan akuntansi yang ada saat ini akan meningkatkan manajemen keuangan. Beberapa dari mereka yang disurvei merasa bahwa pencatatan akuntansi akan mempersulit pekerjaan mereka atau akan memperpanjang waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. Hal ini bertentangan dengan temuan Fatmawati . , yang menunjukkan bahwa catatan akuntansi berdampak besar pada pendapatan, dan yang berpendapat bahwa catatan tersebut diperlukan karena memfasilitasi penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan biaya untuk memaksimalkan keuntungan. Sebenarnya para pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo tidak setuju dengan pernyataan tersebut. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang analisis faktor yang mempengaruhi pendapatan UMKM di Kabupaten Sukoharjo sebagai berikut: Modal memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Lama usaha memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pengalaman usaha tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Pencatatan akuntansi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM makanan dan minuman di Kabupaten Sukoharjo. Saran yang dapat disampaikan kepada para pelaku usaha untuk meningkatkan modal usaha dan para pelaku usaha UMKM dengan harapan agar mereka dapat mengelola uang dengan lebih baik dan menyisihkan sebagian dari hasil usaha untuk memperluas usaha mereka, yang akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan mereka. Pelaku usaha di Kabupaten Sukoharjo dapat memanfaatkan bantuan modal usaha yang diberikan oleh pemerintah atau lembaga keuangan mikro lainnya dalam bentuk pinjaman lunak. Berkaitan dengan lama usaha yang dilakukan pelaku usaha diperlukan suatu pelatihan tentang pelayanan yang baik dan diharapkan dapat memperbanyak relasi bisnis. Para pelaku usaha tidak menuntut pendidikan formal yang tinggi untuk memulai usahanya tetapi dibutuhkan pendidikan non formal seperti ketrampilan dalam berbisnis yang lebih dan untuk pencatatan akuntansi bisa dilakukan sesuai prosedur karena hal ini dapat membantu memperlancar tata keuangan bisnis atau usaha dengan lebih baik. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat memperluas penelitian variabel lain yang dapat mempengaruhi pendapatan UMKM. Peneliti mengeksplorasi wawancara responden secara langsung bukan hanya memberikan mereka kuesioner untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat dan menghindari potensi responden yang tidak jujur. DAFTAR RUJUKAN Aji. , & Listyaningrum. Pengaruh Modal Usaha. Lokasi Usaha. Dan Teknologi Informasi Terhadap Pendapatan Umkm Di Kabupaten Bantul. JIAI (Jurnal Ilmiah Akuntansi Indonesi. , 6. , 87Ae https://doi. org/10. 32528/jiai. Artaman. Yuliarmi. , & Djayastra, i ketut. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Pasar Seni Sukawati Gianyar. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 02, 87Ae105. Bahri. Pengaruh Modal. Lama Usaha, dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Pedagang di Sekitar Pondok Pesantren Biharu BahriAoAsali Fadlaailir Rahmah di Desa Sananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang. 1Ae16. https://doi. org/10. 1088/1751-8113/44/8/085201 Hamza. , & Agustien. Pengaruh Perkembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah Terhadap Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 8 No. Juni 2023 e-ISSN 2527-8215 Pendapatan Nasional Pada Sektor UMKM di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8. , 127Ae135. https://doi. org/10. 23960/jep. Hasanah. Riyan Latifahul. Pengaruh modal , tingkat pendidikan dan teknologi terhadap pendapatan umkm di kabupaten purbalingga. Kinerja, 17. , 305Ae313. Herman. Pengaruh Modal. Lama Usaha, dan Jam Kerja Terhadap Omzet Penjualan Pedagang Kios Di Pasar Tradisional Tarowang Kabupaten Jeneponto. Jurnal Penelitian Ekonomi, 1. , 1Ae10. Husaini, & Fadhlani. Pengaruh Modal Kerja . Lama Usaha . Jam Kerja dan Lokasi Usaha terhadap Pendapatan Monza di Pasar Simalingkar Medan. Jurnal Visioner & Strategis, 6. , 111Ae126. https://journal. id/visi/article/view/309 Maheswara. Setiawina. , & Saskara. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Ukm Sektor Perdagangan Di Kota Denpasar. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 5. , 4283. Nurlaila. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kota Kuala Simpang. Jurnal Samudra Ekonomika, 1. , 72Ae86. https://ejurnalunsam. id/index. php/jse/article/view/68 Parluhutan. , & Setiawan. Pengaruh Modal. Pengalaman Usaha. Strategi Promosi dan Pendidikan Terhadap Keuntungan Pelaku UMKM Fashion pad Marketplace Online di Kota Semarang. Diponegoro Journal of Economics, 9. , 38Ae49. http://ejournal-s1. id/index. php/jme Piani. Pengaruh Modal Kerja dan Pengalaman Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Industri Kulit di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung Jakarta. Rahmatia. Madris. , & Nurbayani. Pengaruh Modal Usaha. Tenaga Kerja Dan Lama Usaha Terhadap Laba Usaha Mikro Di Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo, 4. , 43Ae47. https://doi. org/10. 35906/jm001. Ridho. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sektor Informal Di Pasar Legi Kota. Jurnal Ilmiah, 8. , 1Ae9. https://jimfeb. id/index. php/jimfeb/article/view/6472 Setiaji. , & Fatuniah. Pengaruh Modal. Lama Usaha dan Lokasi Terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Pasca Relokasi. Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (JPEB), 6. , 1Ae14. https://doi. org/10. 21009/jpeb. Wicaksono. Analisis Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Umkm Pada Marketplace Online Tokopedia. Bukalapak. Dan Shopee. Skripsi, 1Ae158. Ekasari Lavena dona. Faktor-Faktor Yang Berdampak pada Pendapatan UMKM di Sukoharjo. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 19Ae27. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan UMKM Makanan dan Minuman di Kabupaten Sukoharjo (Rika Putri Hidayanti dan Astuning Saharsin.