Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6. Issue 3. November 2025 Journal Homepage: http://pusdikrapublishing. com/index. php/jsr Peningkatan Kewirausahaan Pengrajin Kerawang Gayo Melalui Pelatihan Online di Kab. Aceh tengah Inayah. Saleh. R1 Farida Isnaini2 IAIN Takengon. Indonesia Corresponding Author: inayah220022@gmail. com 1 faridaisnaini34@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 18 Agustus 2025 Revised 23 Sept 2025 Accepted 25 Oktober 2025 Kata Kunci Keywords How to cite ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan daring terhadap peningkatan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya kapasitas kewirausahaan dan keterbatasan akses pengrajin terhadap pelatihan konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain eksperimen semu . uasi experimen. yang melibatkan 30 pengrajin aktif di Kecamatan Bebesen. Pelatihan dilaksanakan selama empat minggu menggunakan platform digital seperti Google Meet dan WhatsApp Group, dengan materi yang mencakup inovasi produk, strategi pemasaran digital, dan manajemen usaha. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest, serta dianalisis menggunakan uji t berpasangan . aired sample ttes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata kewirausahaan peserta dari 68,4 menjadi 84,7 setelah mengikuti pelatihan daring, dengan nilai signifikansi . = 0,001. Aspek yang paling menonjol mengalami peningkatan adalah kreativitas, inovasi produk, dan kemampuan pemasaran digital. Selain itu, pelatihan daring juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pengelolaan usaha yang sistematis. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan daring merupakan strategi efektif dalam memperkuat kewirausahaan pengrajin di daerah pedesaan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah dan lembaga pendidikan mengadopsi model pelatihan daring berbasis komunitas sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pelatihan Daring. Kewirausahaan. Kerawang Gayo. Ekonomi Kreatif. Pemberdayaan Masyarakat https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr PENDAHULUAN Kabupaten Aceh Tengah, yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, memiliki kekayaan budaya dan seni yang menjadi identitas masyarakatnya. Salah satu warisan budaya yang paling dikenal adalah kerajinan kerawang Gayo, yaitu seni sulaman khas yang sarat makna filosofis dan estetika. Produk kerawang Gayo seperti baju adat, tas, selendang, dan berbagai cendera mata telah menjadi sumber ekonomi penting bagi masyarakat, terutama di Kecamatan Bebesen yang dikenal sebagai sentra pengrajin kerawang Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 (Jusnimalita. Ferawati & Bahrudin, 2. Keindahan dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap motifnya menjadikan kerawang Gayo sebagai simbol kebanggaan daerah. Namun, di balik potensi tersebut, pengrajin kerawang Gayo masih menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usahanya. Tantangan utama meliputi keterbatasan modal, rendahnya akses terhadap teknologi digital, kemampuan manajemen usaha yang terbatas, serta kurangnya jaringan pemasaran yang luas (Fika Rahmadhani, 2. Kondisi ini menyebabkan hasil produksi belum mampu bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan sebagian pengrajin masih bergantung pada penjualan konvensional di lingkungan lokal. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kewirausahaan. Digitalisasi membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka secara daring. Bagi pengrajin kerawang Gayo, hal ini menjadi momentum untuk beradaptasi dengan model bisnis digital agar dapat meningkatkan nilai ekonomi produk dan memperluas jangkauan pasar (Susanti, 2. Dalam konteks inilah, pelatihan daring . nline trainin. menjadi instrumen strategis yang relevan untuk memperkuat kompetensi kewirausahaan pengrajin. Melalui pelatihan daring, pengrajin dapat mengakses berbagai materi, tutorial, dan bimbingan tanpa batasan waktu maupun lokasi (Azzahra, 2. Model pelatihan ini terbukti efisien dalam meningkatkan keterampilan digital dan kreativitas wirausaha, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil seperti Aceh Tengah. Pelatihan daring juga memiliki keunggulan dari segi fleksibilitas dan efisiensi biaya, sebab peserta tidak perlu hadir secara fisik dalam kegiatan pembelajaran (Soelistya, 2. Akan tetapi, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital peserta, ketersediaan sarana teknologi, serta kemampuan fasilitator dalam menyampaikan materi secara interaktif. Oleh karena itu, keberhasilan program pelatihan daring membutuhkan pendekatan partisipatif yang mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat meningkatkan kemampuan produksi, inovasi produk, dan semangat kewirausahaan di kalangan pengrajin (Rahmadieni et al. , 2022. Izzah, 2. Melalui kegiatan pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga penguatan nilai-nilai wirausaha seperti kreativitas, tanggung jawab, dan kemandirian. Hal ini sangat relevan bagi pengrajin kerawang Gayo yang membutuhkan transformasi dari pengrajin tradisional menjadi wirausaha kreatif yang adaptif terhadap perubahan Secara konseptual, kewirausahaan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan menghasilkan produk dan memperoleh keuntungan, tetapi juga mencakup dimensi inovasi, manajemen risiko, serta kemampuan menciptakan nilai tambah dalam konteks Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 sosial dan budaya (Rahmadieni et al. , 2. Dengan demikian, peningkatan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo melalui pelatihan daring dapat berperan dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan. Pemerintah daerah Aceh Tengah sebenarnya telah berupaya mendukung pengrajin kerawang melalui berbagai kebijakan, seperti mewajibkan penggunaan motif kerawang dalam pakaian dinas dan seragam sekolah. Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk promosi budaya sekaligus membuka peluang pasar bagi para pengrajin lokal (Dialeksis. Namun, kebijakan semacam itu perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas pengrajin agar mereka mampu memenuhi permintaan dengan kualitas dan inovasi produk yang lebih baik. Meskipun demikian, penelitian yang secara spesifik membahas dampak pelatihan daring terhadap peningkatan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Aceh Tengah masih sangat terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya berfokus pada aspek deskriptif terkait motif, teknik sulaman, dan nilai budaya (Jusnimalita et al. , 2022. Fika Rahmadhani, 2. Karena itu, kajian ini memiliki signifikansi ilmiah dalam mengisi kekosongan literatur dengan pendekatan terapan yang menggabungkan aspek pelatihan daring dan pemberdayaan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pelatihan daring dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Fokusnya meliputi peningkatan kemampuan produksi, kreativitas desain, strategi pemasaran digital, serta motivasi berwirausaha. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat dan kebijakan pembangunan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan demikian, kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai strategi efektif dalam mengembangkan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo melalui pendekatan pelatihan daring. Lebih dari itu, hasilnya dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di era digital. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen semu . uasi experimen. untuk mengetahui efektivitas pelatihan daring terhadap peningkatan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggambarkan perubahan perilaku dan kemampuan kewirausahaan peserta setelah mengikuti pelatihan secara daring. Menurut Sugiyono . , metode kuantitatif cocok digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang dapat diobservasi secara sistematis dengan instrumen penelitian yang terstandar. Selain itu, pendekatan deskriptif memungkinkan peneliti menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan motivasi pengrajin sebelum dan sesudah pelatihan. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 Subjek penelitian ini adalah pengrajin kerawang Gayo yang aktif di Kecamatan Bebesen dan sekitarnya, dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan ini didasarkan pada kriteria bahwa peserta merupakan pengrajin aktif yang telah menjalankan usaha minimal dua tahun dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan daring. Teknik purposive sampling digunakan karena peneliti membutuhkan subjek dengan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Arikunto, 2. Dengan demikian, data yang diperoleh lebih terfokus pada kelompok sasaran yang mewakili komunitas pengrajin kerawang Gayo secara substantif. Pelatihan daring dilaksanakan selama empat minggu menggunakan platform digital seperti Google Meet dan WhatsApp Group sebagai media utama pembelajaran. Materi pelatihan meliputi dasar-dasar kewirausahaan, inovasi produk kerajinan, strategi pemasaran digital, manajemen keuangan sederhana, dan branding produk. Metode pelatihan yang digunakan adalah kombinasi antara ceramah interaktif, diskusi daring, dan pendampingan berbasis tugas . roject-based learnin. Pendekatan ini dipilih agar peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh secara langsung pada usaha mereka, sebagaimana disarankan oleh model experiential learning (Kolb, 2. yang menekankan pentingnya pengalaman praktik dalam pembelajaran orang dewasa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur tingkat kewirausahaan sebelum dan sesudah pelatihan. Kuesioner disusun berdasarkan indikator yang mencakup aspek kreativitas, inovasi, keberanian mengambil risiko, motivasi berwirausaha, serta kemampuan manajemen usaha (Hisrich. Peters & Shepherd, 2. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji terlebih dahulu melalui uji ahli . xpert judgmen. dan perhitungan koefisien CronbachAos Alpha untuk memastikan konsistensi internal butir pertanyaan. Selain kuesioner, data tambahan diperoleh melalui wawancara singkat dan observasi aktivitas peserta selama pelatihan untuk memperkaya analisis hasil. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan . aired sample t-tes. guna mengetahui perbedaan signifikan antara skor kewirausahaan sebelum dan sesudah pelatihan daring. Analisis ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil pengujian diinterpretasikan untuk menilai sejauh mana pelatihan daring berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo. Selain itu, temuan lapangan juga dijelaskan secara kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dinamika pembelajaran dan faktor-faktor pendukung serta penghambat keberhasilan program pelatihan. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pelatihan daring bagi pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Sebagian besar peserta menunjukkan semangat belajar yang tinggi, meskipun pada awalnya masih terdapat kendala teknis seperti keterbatasan jaringan internet dan kurangnya pengalaman menggunakan platform digital. Berdasarkan hasil observasi, 87% peserta aktif mengikuti seluruh sesi pelatihan melalui Google Meet dan WhatsApp Group. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan daring dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat di wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota (Soelistya, 2. Dari hasil pretest dan posttest yang dilakukan terhadap 30 peserta, terjadi peningkatan skor rata-rata kewirausahaan dari 68,4 menjadi 84,7, dengan nilai sig. = 0,001 yang menunjukkan perbedaan signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pelatihan daring memiliki pengaruh nyata terhadap penguatan kemampuan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo. Aspek yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah pada dimensi kreativitas dan inovasi produk, yang meningkat sebesar 26%. Temuan ini sejalan dengan pendapat Rahmadieni et al. bahwa kegiatan pelatihan berbasis praktik mampu mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan produk kerajinan tangan. Selain kreativitas, dimensi pemasaran digital juga menunjukkan peningkatan yang Sebelum pelatihan, hanya 20% peserta yang memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk, namun setelah pelatihan angka tersebut naik menjadi 80%. Peserta mulai aktif menggunakan platform seperti Instagram. Facebook, dan TikTok untuk menampilkan katalog produk kerawang Gayo dengan gaya visual yang lebih Hasil ini memperkuat pandangan Susanti . bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam kewirausahaan lokal mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah. Pada aspek motivasi berwirausaha, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan keinginan untuk mengembangkan usaha secara Berdasarkan hasil kuesioner, 90% peserta menyatakan lebih bersemangat untuk berinovasi setelah mengikuti pelatihan daring. Faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan ini adalah metode pembelajaran interaktif yang menggabungkan ceramah, diskusi, dan tugas proyek. Hal ini sejalan dengan model experiential learning (Kolb, 2. yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam membangun sikap kewirausahaan yang berkelanjutan. Di sisi lain, kemampuan manajemen usaha dan keuangan sederhana juga mengalami kemajuan. Sebelum pelatihan, sebagian besar pengrajin tidak memiliki pencatatan keuangan yang sistematis, namun setelah pelatihan, 73% peserta mulai menggunakan format pembukuan sederhana seperti pencatatan pendapatan dan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 pengeluaran harian. Perubahan perilaku ini menandakan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya tata kelola keuangan yang baik dalam mengembangkan usaha. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Azzahra . yang menyatakan bahwa pelatihan kewirausahaan berbasis digital dapat memperbaiki manajemen finansial pelaku UMKM. Meskipun hasilnya positif, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan dalam pelaksanaan pelatihan daring. Beberapa peserta mengaku kesulitan mengikuti sesi sinkron karena keterbatasan koneksi internet dan perangkat digital. Sebagian lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi berbasis teknologi seperti promosi digital dan desain konten visual. Namun, kendala ini dapat diatasi melalui bimbingan personal dan pendampingan kelompok kecil yang dilakukan melalui WhatsApp Group. Dengan strategi ini, seluruh peserta dapat tetap menyelesaikan program hingga tahap evaluasi akhir (Izzah, 2. Selain hasil kuantitatif, data kualitatif dari wawancara menunjukkan bahwa pelatihan daring memberikan dampak psikologis positif terhadap peserta. Para pengrajin merasa lebih dihargai dan termotivasi karena dilibatkan dalam kegiatan yang bersifat modern dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah seorang peserta menyatakan bahwa pelatihan ini Aumembuka mata tentang pentingnya promosi digitalAy dan Aumembuat kerajinan kami bisa dikenal lebih luas. Ay Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan budaya lokal (Jusnimalita et al. , 2. Analisis korelasi sederhana antara tingkat partisipasi pelatihan dan skor peningkatan kewirausahaan menunjukkan nilai r = 0,71, yang berarti terdapat hubungan positif kuat antara keaktifan mengikuti pelatihan dengan peningkatan kemampuan Artinya, semakin tinggi tingkat keterlibatan peserta dalam pelatihan daring, semakin besar pula peningkatan kemampuan wirausahanya. Hasil ini sejalan dengan temuan Hisrich. Peters, dan Shepherd . yang menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan kewirausahaan sangat bergantung pada keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pelatihan daring merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo, khususnya dalam hal kreativitas, inovasi, dan pemasaran digital. Program ini berhasil mengubah pola pikir pengrajin dari sekadar penghasil produk tradisional menjadi wirausaha kreatif yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar modern. Hasil ini juga memperkuat pentingnya integrasi antara kebijakan daerah, lembaga pendidikan, dan teknologi digital untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di wilayah pedesaan (Dialeksis, 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan daring memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Meski menghadapi beberapa kendala teknis, program ini Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 960-967 berhasil meningkatkan keterampilan, motivasi, dan orientasi bisnis peserta secara Ke depan, model pelatihan serupa dapat direplikasi untuk sektor kerajinan lainnya di Aceh atau daerah lain di Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan daring berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kewirausahaan pengrajin kerawang Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Melalui kegiatan pelatihan berbasis digital, para pengrajin mengalami peningkatan pada aspek kreativitas, inovasi produk, motivasi berwirausaha, dan kemampuan pemasaran daring. Nilai rata-rata kewirausahaan meningkat secara signifikan setelah pelatihan, menandakan bahwa metode pembelajaran daring dapat menjadi solusi efektif bagi pengembangan kompetensi wirausaha di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelatihan konvensional. Pelatihan daring juga mendorong perubahan pola pikir pengrajin dari sekadar pelaku produksi tradisional menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Secara praktis, pelatihan daring ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan kebanggaan pengrajin terhadap warisan budaya lokal. Program ini terbukti relevan untuk diterapkan sebagai strategi pemberdayaan berbasis komunitas yang berkelanjutan, dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra digital. Oleh karena itu, disarankan agar model pelatihan daring ini dikembangkan lebih luas dan diintegrasikan ke dalam kebijakan penguatan ekonomi kreatif daerah, guna menjadikan kerajinan kerawang Gayo sebagai ikon ekonomi berbasis budaya yang berdaya saing di era digital. DAFTAR PUSTAKA