Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI ESKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI PERAH PADA IBU BEKERJA Lola Pebrianthy, 2Yulinda Aswan, 3Adi Antoni Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan Dosen Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan Dosen Program Studi Keperawatan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan lolapebrianthy@gmail,com ABSTRAK Pemberian ASI pada Ibu Bekerja terhambat pada waktu menyusui karena intensitas pertemuan Ibu dan Bayi berkurang. Alternatif yang bisa ditempuh adalah pemberian ASIP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan tentang ASIP dengan Pemberian ASIP pada Ibu Bekerja di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. Metode Penelitian bersifat Survey analitik desain cross sectional dilaksanakan di Puskesmas Batangtoru. Populasi seluruh Ibu bekerja yang memiliki bayi usia Ou 6 bulan sampel sebanyak 36 orang teknik Purvosive sampling. Hasil Pengumpulan data dengan kuesioner dan uji statistic Fisher dan Continuity Correlation. Pada analisa bivariat didapatkan p value < , ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASIP ( P value = 0,. dan ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASIP (P value = 0,. Kesimpulan ada hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang asi eksklusif dengan pemberian ASI perah pada ibu bekerja. Disarankan kepada Puskesmas meningkatkan Promosi kesehatan tentang ASIP agar ibu mau melakukan ASIP. Kata Kunci: Pendidikan. Pengetahuan. Pemberian ASI ABSTRACT The Breastfeeding at the Worked Mother hampered at the time of breastfeeding because of the intensity of your meet and Babies are reduced. Alternatives that can be taken was give Breastfeeding. The research objectives are to know The relationship of Educational and mother's knowledge about exclusive breastfeeding by giving milk in working mothers. The research objectives were to know The relationship of Educational and mother's knowledge about exclusive breastfeeding by giving milk in working mothers at the Public Health Center in Batangtoru 2021. The Research methods were Analytical survey with cross sectional design implemented at the Public Health Center in Batunadua. The entire population of working mothers who have babies Ou 6 months of age a sample of 36 people purposive sampling technique. The Results of data collection by questionnaire and Fisher statistical test and Continuity Correlation. On bivariate analysis obtained p value <, there was an educational relationship by given Breastfeeding (P value = 0. and there was a knowledge relationship by give Breastfeeding (P value = 0. In conclusion there was a relationship mother's education and knowledge about exclusive breastfeeding with breastfeeding milk on working mothers. The Recommended to public health center improve health promotion about Breastfeeding so mother want to do Breastfeeding. Keywords: Education. Knowledge. Giving ASIP PENDAHULUAN Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah hanya menyusui bayi dan tidak memberi bayi makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obatobatan dan vitamin atau mineral tetes. ASI perah juga diperbolehkan dan dilakukan sampai bayi berumur enam ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi serta mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 makanan bayi yang dibuat manusia atau susu dari hewan seperti susu sapi Pemberian makan yang baik sejak lahir hingga anak berusia dua tahun merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang sekaligus memenuhi hak anak. Setelah bayi lahir, gizi memainkan peran perkembangan yang sehat bagi bayi (Depkes. Ramaiah, 2. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal World Health Organization (WHO) secara internasional menargetkan angka pemberian ASI eksklusif sebesar 50%. Indonesia telah mencapai target secara global dengan angka 55,7%. Angka tersebut masih rendah bila dibandingkan dengan negara berpendapatan menengah kebawah lainnya seperti Sri Lanka . %). Cambodia . %). Mongolia . %), dan Bangladesh . %) (WHO, 2. Cakupan ASI Eksklusif di Indonesia dari tahun 2015-2018 belum mencapai target yang ditentukan sebesar 80%. Begitupun cakupan ASI Eksklusif di Sumatera Utara sebesar 36,7 Hasil SDKI tahun 2017, menunjukkan angka cakupan ASI Eksklusif di Indonesia pada umur 0-6 bulan hanya 27%. Adapun yang menjadi faktor penghambat ASI eksklusif adalah tidak terlaksananya secara maksimal dukungan pemerintah terhadap pemberian ASI Eksklusif yang dituangkan dengan disahkannya Peraturan Pemerintah NO. 33/2012 tentang pemberian ASI Ekskusif. Prevalensi cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Tapanuli Selatan adalah 50, 9 % dari semua jumlah bayi (Riskesdas, 2017 . Profil dinas kesehatan Tapanuli Selatan 2. Persepsi implementasi ASI menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berkolerasi sangat nyata dengan persepsi ibu tentang manfaat ASI Eksklusif bagi bayi dan persepsi ibu tentang ASI . enyimpanan ASI). Melalui pendidikan yang dimiliki, seorang ibu dapat menggali informasi mengenai tata cara menyusui bayi yang baik dan dapat menerima segala informasi terutama yang berkaitan dengan ASI Eksklusif (Mulyaningsih, 2. Penelitian lain diteliti oleh fitri handayani . yang berjudul pengaruh pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI perah pada ibu bekerja Di puskesmas Antang Makasar, dimana Hasil penelitian menunjukkan dari 49 berpengetahuan baik sebanyak 28 responden . ,1%), dan hampir sebagian besar pendidikan SMP sebanyak 25 responden . ,1%). Hasil P value . < 0. 05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui yang bekerja tentang pemberian ASI Perah dengan pendidikan ibu. Berdasarkan survey awal di puskesmas Batangtoru dari 15 ibu yang menyusi, 10 diantaranya melakukan ASI perah, sisanya tidak melakukannya dikarenakan kesibukan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 masing-masing ibu dan karena terlalu repot untuk memerah ASI. Padahal pemerintah sangat mendukung program ASI terhadap ibu bekerja, yaitu dengan pelaksanaan ASI perah. sehingga peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan pengetahuan dan pendidikan ibu tentang ASI perah dengan praktik pemberian ASI perah di Puskesmas Batangtoru tahun Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif pada Ibu Bekerja dengan pemberian ASI perah di puskesmas Batangtoru tahun 2021. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian Desain pada penelitian ini adalah Crossectional dengan metode Survey Analitik, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan ibu tentang ASI perah terhadap pemberian ASI perah pada ibu bekerja Di Puskesmas Batangtoru tahun 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 0-6 bulan sebanyak 40 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampel. Yaitu sebanyak 40 bayi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Analisa data dengan menggunakan Uji Fisher Exact dan uji Continuity Correlation HASIL Tabel 4. Responden Pendidikan. Tahun 2021 Gambaran Karekteristik Berdasarkan. Pekerjaan, di Puskesmas Batangtoru Variabel Umur 17-25 Tahun 26-35 Tahun 36-45 Tahun Total Pekerjaan Swasta Wiraswasta PNS Total Frekuensi Presentase (%) 2,5 % 65,0 % 32,5 % 22,5 % 42,5 % Hasil Tabel 4. 1 Ditinjau dari segi umur mayoritas umur 26-35 tahun sebanyak 26 orang . ,2 %), minoritas umur 17-25 tahun sebanyak 1 orang . ,8 %). Pekerjaan responden mayoritas PNS sebanyak 17 orang . ,5 %) dan minoritas Wiraswasta sebanyak 9 orang . ,25%). Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Responden Tentang Pendidikan Responden Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Kriteria Pendidikan Rendah SLTA Pendidikan Tinggi SLTA Total Frekuensi Presentase (%) 62,5 % Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Responden Pengetahuan Ibu Tentang ASI Ekskusif Di Puskesmas Batangtoru Tahun Frekuensi Presentase (%) 22,5 % 27,5 % Hasil tabel 4. 3 mayoritas pendidikan responden kurang yaitu sebanyak 29 orang . ,5 %) dan minoritas pendidikan responden baik sebanyak 11 orang . ,5%). Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Responden Tentang Pemberian ASI Perah Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Kriteria Tidak Melakukan Melakukan Total Frekuensi Presentase (%) 62,5 % Tabel 4. 5 Hubungan Pendidikan Tentang ASI Eksklusif Dengan Pemberian ASI Perah Pada Ibu Bekerja Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Pendidi Rendah SLTA Pemberian ASI Pearah Tidak Melak Melak Jumlah Hasil tabel 4. 5 dari 25 responden berpendidikan rendah < SLTA mayoritas responden tidak melakukan pemberian ASI perah yaitu sebanyak 19 orang . %), dan minoritas responden melakukan pemberian ASI perah sebanyak 6 orang . %). Sedangkan dari 15 responden berpendidikan tinggi dimana mayoritas memberikan ASI perah yaitu sebanyak 9 orang . ,0%), dan minoritas tidak memberikan pemberikan ASI perah yaitu sebanyak 6 orang . ,0%). Berdarkan hasil uji nilai chi square diperoleh bahwa ada syarat chi square yang tidak terpenuhi sehingga solusinya adalah uji Fisher Exact dimana nilai P =0,004 ( 0,004 < 0,. hal ini mengidentifikasikan Ho ditolak, artinya ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASI perah pada ibu bekerja di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. Tabel 4. 6 Hubungan Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif Dengan Pemberian ASI Perah Pada Ibu Bekerja Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. Peng 37,5 % Analisa Bivariat Pendid 37,5% Hasil tabel 4. 2 mayoritas responden berpendidikan rendah < SLTA yaitu sebanyak 25 orang . ,5 %), dan minoritas responden berpendidikan tinggi > SLTA yaitu sebanyak 15 orang . ,5%). Kriteria Kurang Cukup Baik Total Pendidi Tinggi SLTA Total Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Val 0,00 Kura Cuku Baik Total Pemberian ASI Pearah Tidak Melakuk Melakuk an 9,09 Valu Jumlah 0,00 Hasil tabel 4. 6 dari 20 responden berpengetahuan kurang mayoritas responden tidak melakukan pemberian ASI perah yaitu sebanyak 19 orang . ,8%), dan minoritas responden melakukan pemberian ASI perah sebanyak 1 orang . ,2%), responden berpengetahuan cukup mayoritas tidak melakukan pemberian ASI Perah sebanyak 5 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal orang ( 55,5 %) dan minoritas tidak melakukan ASI Perah sebanyak 4 orang ( 44,5%). Sedangkan dari 11 responden berpengetahuan baik dimana mayoritas melakukan ASI perah yaitu sebanyak 10 orang . ,9%), dan mayoritas tidak melakukan Pemberian ASI perah sebanyak 1 orang . ,09%). Berdasarkan hasil uji nilai chi square diperoleh bahwa ada syarat chi square yang tidak terpenuhi sehingga solusinya adalah uji Fisher Exact P = 0,002 ( 0,002 < 0,. hal ini mengidentifikasikan Ho ditolak, artinya ada hubungan pengetahuan ASI Eksklusif dengan pemberian ASI perah pada ibu bekerja di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. PEMBAHASAN Gambaran Karekteristik Responden Di Puskesmas Batangtoru Karekteristik Responden Berdasarkan Umur Hasil analisis univariat karakteristik responden berdasarkan umur didapatkan hasil bahwa mayoritas 26-35 tahun sebanyak 26 orang . ,2%) responden dalam kategori umur reproduksi tidak sehat. Umur sangat menentukan kesehatan maternal yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan nifas serta cara mengasuh dan menyusui bayinya. Ibu dalam usia reproduksi sehat dianggap mampu memecahkan masalah secara emosional terutama dalam menghadapi kehamilan, persalinan, nifas dan merawat bayi Semakin matang umur seseorang maka secara ideal semakin positif perilakunya dalam memberikan ASI eksklusif (Roesli. Hal ini juga sesuai dengan hasil penelitian Ida . bahwa lebih banyak ibu dalam umur reproduksi sehat yaitu antara 2035 tahun yang memberikan ASI eksklusif dibandingkan umur <20 tahun atau >35 tahun. Hal ini mungkin disebabkan pada umur <20 tahun, ibu dianggap masih belum matang . Menurut asumsi peneliti , rentang usia 26-35 merupakan umur reproduksi sehat yang pada umumnya memiliki kemampuan laktasi yang lebih baik dibandingkan ibu yang berumur >35 tahun, hal ini sesuai dengan pernyataan Roesli . , dan belum siap dalam hal fisik maupun psikologis dalam menghadapi kehamilan, persalinan serta dalam Vol. 6 No. 2 Desember 2021 mengasuh bayi termasuk menyusui bayinya. Sedangkan, ibu yang berumur >35 tahun organ-organ reproduksi mulai menurun sehingga pada umur tersebut kemampuan ibu untuk menyusui juga cenderung ikut menurun. Gambaran Pendidikan Responden Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 40 responden yang menjadi sampel penelitian berdasarkan pendidikan dimana mayoritas pendidikan < SLTA sebanyak 25 orang . ,5%) dan minoritas berpendidikan > SLTA sebanyak 15 orang ( 37,5 %). Menurut analisa dari penelitian yang sudah dilakukan di puskesmas Batangtoru tahun 2021 didapatkan 25 orang . yang berpendidikan rendah dapat disebabkan oleh keinginan responden yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan juga dipengaruhi oleh keadaan Selain itu, juga dipengaruhi oleh adanya pengaruh lingkungan, dimana adanya anggapan responden untuk menganggap bahwa jenjang pendidikan bagi perempuan tidak perlu dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi padahal semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin mudah menerima informasi. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Somi . , dimana hasil pengetahuan responden terntang ASI Perahan sangat rendah 80,6 % . Hal ini dikarenakan pendidikan ibu juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan. Menurut asumsi peneliti, pendidikan yang baik cenderung mengantarkan seseorang untuk berperilaku baik sebaliknya pendidikan yang kurang cenderung mengantarkan seseorang untuk berperilaku kurang baik Notoatmodjo. Gambaran Pengetahuan Tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Perah Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Batangtoru tahun 2021, terhadap 40 orang responden yang memiliki bayi usia Ou 6 bulan didapatkan bahwa 20 orang . %) dengan kategori tingkat pengetahuan kurang Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal pengetahuan terjadi melalui panca indra Sebagian besar pengetahuan (Notoadmodjo, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Anestestia . dimana yang berpengetahuan kurang sebanyak 21 orang . ,0%) berpengetahuan cukup sebanyak 4 orang . ,4%) berpengetahuan baik 10 orang . Menurut asumsi peneliti, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 20 orang . %). Hal ini terlihat dari hasil kuesioner penelitian dimana dari 10 pertanyaan tidak ada satupun responden yang berpengetahuan rendah menjawab tempat penyimpanan ASI Perah yang benar. Gambaran Pemberian ASI Perah Pada Ibu Bekerja Di Puskesmas Batangtoru Tahun Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Batangtoru tahun 2021 terhadap 40 orang responden yang memiliki bayi usia Ou 6 bulan didapatkan 25 orang . ,5%) tidak memberikan ASI Perah pada Bayinya. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian Anestestia . yang tidak melakukan memberikan ASI Perah sebanyak 25 orang . ,4%) dan sebanyak 10 orang . 6%) melakukan praktek ASI Perah. ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperah dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi, dimana ASI merupakan sumber gizi Memerah bisa secara manual menggunakan tangan atau menggunakan alat bantu pompa ASI atau bisa juga menggunakan keduanya secara bergantian. dengan kondisi (Maryunani, 2. Menurut asumsi dari penelitian yang sudah dilakukan di Desa Puskesmas Batngtoru Tahun 2021 cendrungnya responden tidak memberikan ASI Perah dikarenakan responden mengakui bahwa kurangnya pengetahuan tentang ASI Perah, responden beranggapan bahwa pemberikan ASI Perah tidak praktis dan berasumsi bahwa Praktik ASI Hubungan Pendidikan Dengan Pemberian ASI perah Pada Ibu Bekerja Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021. Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh p value = 0,004, artinya ada Vol. 6 No. 2 Desember 2021 hubungan pendidikan dengan pemberian Asi perah di Puskesmas Batangtoru tahun 2021. Menurut Notoatmodjo . , pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Sehingga mempengaruhi pengetahuannya dalam setiap melakukan tindakan. Asumsi peneliti yang telah dilakukan diPuskesmas Batangtoru Tahun 2021 bahwa pendidikan Ibu sangat berpengaruh dalam pemberian ASI Perah pada bayinya, karena perubahan perilaku responden terhadap tindakan kesehatan dapat di pengaruhi oleh tingkat pendidikan. Seseorang yang memiliki pendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi dari berbagai media, tenaga kesehatan termasuk informasi tentang ASI Perah bagaimana cara-cara melaksanakan praktik pemberian ASI Perah bagaimana ASI Perah Ibu pemberian ASI tidak terhambat dan bayi tetap memperoleh ASI. sedangkan responden yang berpendidikan > SLTA dan tidak melakukan pemberian ASI Perah yaitu sebanyak 6 orang ( 40 %), dikarenakan kurangnya kesadaran ibu tentang pentingnya ASI Esklusif. Hubungan Pengetahuan ibu Tentang ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja dengan Pemberian ASI Perah Di Puskesmas Batangtoru Hasil uji statistik chi-square Continuity Correlation diperoleh p value = 0,002, artinya ada hubungan pendidikan dengan pemberian ASI perah di Puskesmas Batangtoru tahun 2021 terhadap 40 orang responden yang memiliki bayi usia Ou 6 bulan didapatkan 20 orang reponden yang berpengetahuan kurang sebagian besar . %) tidak memberikan ASI Perah sebanyak 19 orang ( 82,8 %) sedangkan dari 9 orang responden dari kategori tingkat pengetahuan cukup mayoritas tidak melakukan pemberian ASI perah yaitu sebanyak 5 orang . ,5%), berpengetahuan baik mayoritas responden melakukan ASI perah sebanyak 10 orang ( 9,09 %). Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Anestesia . dengan p = 0,000 yang menegaskan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap Ibu bekerja terhadap ASI Perah dengan Praktik pemberian ASI Perah di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang Asumsi penelitian menyatakan bahwa salah satu yang mempermudah terbentuknya Penerimaan prilaku baru atau adopsi prilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat lebih lama,sedangkan prilaku yang tidak dasari dengan pengetahuan tidak akan berlangsung lama. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan kesimpulan dari Hasil 20 responden berpengetahuan kurang mayoritas responden tidak melakukan pemberian ASI perah yaitu sebanyak 19 orang . ,8%), dan minoritas responden melakukan pemberian ASI perah sebanyak 1 orang . ,2%), responden berpengetahuan cukup mayoritas melakukan pemberian ASI Perah sebanyak 5 orang ( 55,5 %) dan minoritas tidak melakukan ASI Perah sebanyak 4 orang ( 44,5%). Sedangkan dari 11 responden berpengetahuan baik dimana mayoritas melakukan ASI perah yaitu sebanyak 10 orang . ,9%), dan mayoritas tidak melakukan Pemberian ASI perah sebanyak 1 orang . ,09%). Berdarkan hasil uji nilai chi square diperoleh bahwa ada syarat chi square yang tidak terpenuhi sehingga solusinya adalah uji Fisher Exact P = 0,002 ( 0,002 < 0,. hal ini mengidentifikasikan Ho ditolak, artinya ada hubungan pengetahuan ASI Eksklusif dengan pemberian ASI perah pada ibu bekerja di Puskesmas Batangtoru Tahun 2021 Disarankan untuk penelitian selanjutnya menggunakan desain kohort prospektif supaya dapat diikuti dari bayi berumur 0 sampai minimbulkan bulan agar dapat meminimalkan terjadinya bias dan mencakup lebih banyak variabel yang diteliti . ariabel lua. agar dapat faktor lain yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. DAFTAR PUSTAKA