Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Berbantuan Media Kartu Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Sekolah Dasar Mulya Yusnarti, 2Eka Yulianti, 3Dedi Kusnadi, 4Mariam Ulfa 1,2,4 STKIP Yapis Dompu. Indonesia. 3Universitas Borneo Tarakan. Indonesia mulyayusnarti@gmail. com, 2eka24547@gmail. com, 3dedikusnadi@borneo. mariamulfa@gmail. ABSTRAK: Literasi membaca merupakan fondasi utama dalam pencapaian akademik, namun kesenjangan kemampuan literasi tingkat lanjut masih sering ditemukan pada siswa sekolah dasar, terutama di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu bergambar terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 26 Dompu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe One Group PretestPosttest Design. Populasi penelitian ditentukan menggunakan teknik total sampling, yang melibatkan seluruh siswa kelas IV sebanyak 12 orang. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca yang mengukur aspek kelancaran dan pemahaman membaca. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui paired sample ttest, serta analisis Normalized Gain (N-Gai. dan effect size (Cohen's . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata kemampuan membaca siswa, dari 71,49 pada pretest menjadi 89,58 pada posttest . < 0,. Nilai N-Gain sebesar 0,63 menunjukkan bahwa efektivitas intervensi berada pada kategori sedang, sedangkan nilai Cohen's d sebesar 1,29 menunjukkan ukuran pengaruh yang sangat besar. Selain itu, penurunan nilai simpangan baku mengindikasikan berkurangnya kesenjangan kemampuan membaca antar siswa setelah penerapan pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu bergambar efektif meningkatkan kemampuan membaca sekaligus mengurangi kesenjangan kemampuan literasi siswa pada pembelajaran di sekolah dasar wilayah pedesaan. Kata kunci: Kemampuan Membaca. Literasi Membaca. Think Pair Share. Kartu Bergambar. Sekolah Dasar. PENDAHULUAN Kemampuan membaca bukan sekadar keterampilan berbahasa tulisan yang bersifat reseptif, melainkan fondasi utama bagi siswa untuk menguasai berbagai bidang Di tingkat global, ketimpangan literasi masih menjadi persoalan pelik, terutama setelah adanya kemunduran akademis . earning los. akibat pandemi yang memperlebar kesenjangan belajar di negara-negara berkembang (Sweller, 2. Indonesia sendiri, potret krisis ini terlihat jelas dari laporan Programme for International Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. Student Assessment (PISA) tahun 2022. Skor rata-rata membaca anak-anak Indonesia tertahan di angka 359, jauh tertinggal dari rata-rata internasional yang menyentuh Kenyataan ini menandakan adanya kendala serius dalam penanaman kemampuan membaca dasar di bangku sekolah dasar, sehingga diperlukan sebuah terobosan intervensi yang terarah sekaligus adaptif. Fenomena rendahnya kemampuan literasi tersebut terindikasi secara nyata pada peserta didik kelas IV SDN 26 Dompu. Berdasarkan hasil observasi awal dan tes diagnostik, ditemukan bahwa dari total 12 peserta didik sebanyak 2 peserta didik masih berada pada tahap mengeja, sedangkan 10 peserta didik lainnya belum mampu membaca dengan lancar. Data empiris menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca pada prasiklus hanya mencapai 71,48. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan perkembangan yang cukup memprihatinkan. Sebab, anak-anak kelas IV idealnya sudah melewati fase belajar membaca . earning to rea. dan beralih ke fase membaca untuk belajar . eading to lear. , di mana membaca menjadi alat mandiri untuk menyerap pengetahuan baru (Das, 2. (Taboer & Rochyadi, 2. Jika hambatan literasi pada kelas tinggi ini dibiarkan tanpa penanganan yang cepat, dikhawatirkan akan memicu dampak buruk jangka panjang terhadap capaian akademik siswa secara keseluruhan (Matthew Effec. Secara teoretis, permasalahan ini bersifat fundamental karena berkaitan dengan pemrosesan kognitif dan persepsi visual anak dalam mendekode teks. Berdasarkan teori perkembangan membaca (S. Chall, 1. peserta didik pada rentang usia 9Ae14 tahun seharusnya telah memasuki Tahap 3 (Reading for Learning the Ne. (S. Chall, 1. Pada tahap ini, aktivitas membaca berorientasi pada pemahaman informasi substansial dan pengayaan kosakata (Ullia et al. , 2. Kegagalan siswa kelas IV di SDN 26 Dompu dalam mencapai tahap ini didiagnosis berakar dari ketidakmampuan mengintegrasikan informasi visual dan auditori selama proses membaca, akibat keterbatasan stimulasi Mengacu pada Dual Coding Theory yang dikembangkan oleh Paivio, sistem kognitif manusia memproses informasi melalui dua jalur terpisah namun saling berhubungan, yaitu jalur verbal . dan jalur non-verbal . (Sadoski et al. Pembelajaran membaca konvensional yang dominan berpusat pada guru . eacher-centere. di sekolah tersebut cenderung mengabaikan jalur non-verbal, sehingga beban kognitif siswa meningkat dan menghambat retensi memori visual terhadap penguasaan kosakata baru. Oleh karena itu, intervensi membaca bagi siswa kelas tinggi yang mengalami keterlambatan literasi memerlukan media visual terstruktur, seperti kartu bergambar, yang dikelola melalui model pembelajaran interaktif. Penggunaan kartu bergambar sebagai stimulus piktorial sejalan dengan Cognitive Theory of Multimedia Learning Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. (CTML) dari Mayer, yang menyatakan bahwa retensi dan pemahaman mendalam terjadi ketika informasi verbal dan visual disajikan secara simultan guna membantu siswa membangun hubungan mental antara kata-kata dan gambar (Mayer & Fiorella, 2. Melalui integrasi stimuli visual ini. Cognitive Load Theory (Sweller, 2. memprediksi terjadinya reduksi terhadap extraneous cognitive load . eban kognitif lua. yang disebabkan oleh teks abstrak, sehingga memori kerja . orking memor. siswa dapat dialokasikan sepenuhnya untuk memproses makna bacaan secara efektif . ermane cognitive loa. Namun, stimulus visual dari media kartu bergambar tidak akan bekerja optimal tanpa adanya ruang interaksi sosial yang terstruktur guna merekonstruksi pemahaman Dalam perspektif sosiokultural Vygotsky, kemampuan kognitif tingkat tinggi berkembang melalui interaksi sosial yang dimediasi oleh bahasa di dalam Zone of Proximal Development (ZPD) (Vygotsky & Cole, 1. Ruang kolaboratif ini dapat diakomodasi secara sistematis melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Model TPS mengedepankan struktur wait time . aktu tungg. terstruktur yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memproses informasi secara mandiri (Thin. sebelum mendiskusikannya secara berpasangan (Pai. dan membagikannya kepada kelas (Shar. (Taboer & Rochyadi, 2. Investigasi global menunjukkan bahwa struktur wait time dan elaborasi teman sebaya . eer-mediated instructio. dalam pembelajaran kooperatif sangat efektif dalam menurunkan kecemasan membaca . eading anxiet. sekaligus meningkatkan efikasi diri pembaca pemula (Aranberri-Ruiz et al. , 2. Meskipun efektivitas model TPS dan penggunaan media visual telah banyak didokumentasikan dalam literatur pedagogi domestic (Amini, 2. (Ilham et al. (Arifin et al. , 2. (Rozy et al. , 2. , mayoritas penelitian tersebut masih menunjukkan keterbatasan fokus yang berpusat pada siswa kelas rendah . elas I. II, dan . dalam lingkup pengenalan huruf awal . arly literac. Sejauh ini, terdapat kekosongan literatur . esearch ga. yang mengkaji secara kritis mengenai optimalisasi model kooperatif tipe TPS berbantuan media visual sebagai instrumen intervensi remedial-akseleratif . emedial-accelerative strateg. untuk mengatasi krisis literasi ekstrem pada siswa kelas tinggi di wilayah pedesaan . ural setting. Sebagian besar studi terdahulu juga cenderung mengevaluasi hasil belajar kognitif secara umum melalui tes pilihan ganda konvensional, tanpa mengukur bagaimana mekanisme wait time pada TPS dan scaffolding visual pada kartu bergambar dapat merekonstruksi kelancaran membaca . eading fluenc. dan pemahaman leksikal secara simultan pada karakteristik kelas kecil yang memiliki heterogenitas kemampuan ekstrem. Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kombinasi model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan media kartu bergambar terhadap kemampuan membaca peserta didik kelas IV SDN 26 Dompu melalui pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis berupa rekomendasi empiris bagi para pendidik di wilayah rural dalam mentransformasi metodologi pembelajaran literasi berbasis kelas kecil, serta memberikan sumbangsih teoretis bagi pengembangan model intervensi membaca dini bagi siswa kelas tinggi yang mengalami hambatan literasi pada konteks sekolah dasar dengan karakteristik serupa. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Desain penelitian yang diterapkan adalah One Group Pretest-Posttest Design, yang melibatkan pengukuran variabel terikat sebelum . re-tes. dan sesudah . ost-tes. pemberian perlakuan . pada satu kelompok sampel tunggal tanpa adanya kelompok kontrol (Hardani et al. , 2. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh peserta didik kelas IV SDN 26 Dompu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh . otal samplin. , di mana seluruh anggota populasi yang berjumlah 12 peserta didik ditetapkan secara keseluruhan sebagai subjek penelitian (Mulya Yusnarti et al. , 2. Pengumpulan data utama bersumber dari instrumen tes kemampuan membaca yang dirancang untuk mengukur dua aspek krusial, yaitu kelancaran membaca . eading fluenc. dan pemahaman isi bacaan . eading comprehensio. Sebelum digunakan di lapangan, instrumen ini melalui dua tahap pengujian demi menjamin aspek validitas dan reliabilitasnya . Lembar instrumen dinilai oleh ahli materi pembelajaran bahasa dan ahli evaluasi pendidikan. Validasi ini bertujuan memastikan kesesuaian butir soal dengan indikator kemampuan membaca anak usia sekolah dasar kelas tinggi. Setelah dinyatakan layak secara teoretis, instrumen diujicobakan pada sampel yang setara di luar subjek penelitian. Validitas butir soal dihitung dengan rumus korelasi Product Moment dari Pearson. Butir soal dianggap valid apabila nilai r hitung > rtabel pada taraf signifikansi 5%. Konsistensi internal instrumen diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach. Koefisien reliabilitas () yang diperoleh kemudian diinterpretasikan berdasarkan kriteria Guilford. Instrumen dinyatakan reliabel dan layak digunakan jika nilai Ou 0,60. Sebagai data pendukung, lembar observasi digunakan secara sistematis untuk memantau keterlaksanaan aktivitas pendidik dan peserta didik selama penerapan model Think Pair Share (TPS). Proses intervensi berjalan selama enam pertemuan Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. dengan alokasi waktu 2x35 menit per sesi, didukung oleh dokumentasi performa belajar Aktivitas penelitian diawali dengan pemberian pre-test untuk memetakan kemampuan awal membaca peserta didik. Tahap berikutnya adalah pemberian perlakuan . berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan media kartu bergambar. Setelah seluruh sesi intervensi selesai, kegiatan diakhiri dengan pemberian post-test yang memiliki bobot dan indikator setara dengan pre-test guna mengukur perubahan kemampuan membaca peserta didik. Data kuantitatif yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Pengujian prasyarat analisis dilakukan melalui uji normalitas data dengan metode Shapiro-Wilk, mengingat ukuran sampel penelitian ini bersifat kecil . < . (Shapiro & Wilk, n. Setelah data terbukti berdistribusi normal, uji hipotesis dilakukan melalui uji-t sampel berpasangan . aired sample t-tes. pada taraf signifikansi = 0,05 untuk menganalisis signifikansi perbedaan rata-rata antara nilai kemampuan membaca sebelum dan sesudah intervensi. Guna mengukur tingkat efektivitas dan signifikansi praktis dari intervensi, analisis data juga dilengkapi dengan perhitungan skor Normalized Gain (NGai. atau ukuran efek . ffect size menggunakan Cohen's . Peneliti menyadari bahwa desain One Group Pretest-Posttest dengan ukuran sampel yang kecil . = . memiliki keterbatasan inheren yang membatasi validitas internal maupun eksternal hasil penelitian. Tidak adanya kelompok kontrol . menjadi ancaman utama terhadap validitas internal . nternal validit. , karena peningkatan skor membaca yang diamati berisiko dipengaruhi oleh faktor luar di luar intervensi, seperti efek kematangan alami anak . , interaksi seharihari di luar jam sekolah, atau efek keakraban siswa terhadap format tes . esting effec. Di samping itu, keterbatasan kuantitas sampel yang hanya mencakup satu kelas tunggal di wilayah rural ini berimplikasi pada rendahnya validitas eksternal, sehingga membatasi ekstrapolasi atau generalisasi . temuan ini pada populasi sekolah dasar yang lebih luas atau lingkungan urban dengan karakteristik sosiodemografis yang berbeda. Pendekatan metodologis ini dipandang memadai untuk kategori penelitian pencarian fakta awal berbasis kelas . reliminary classroom-based researc. yang berorientasi pada penyediaan solusi praktis kedaruratan . ctionable insight. terhadap fenomena hambatan literasi lokal di SDN 26 Dompu. Guna meminimalkan bias dan ancaman terhadap validitas tersebut, peneliti menerapkan kontrol eksperimental secara ketat terhadap stabilitas lingkungan instruksional selama enam sesi intervensi, sekaligus mengonstruksi instrumen evaluasi secara paralel . etara dalam tingkat kesukaran dan indikator, namun tidak identi. antara pre-test dan posttest. Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pre-test dan post-test pada materi Sehatlah Ragaku, diperoleh data perkembangan kemampuan membaca siswa yang menunjukkan perbedaan Perincian nilai individual 12 siswa disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Perbandingan Nilai Pre-test dan Post-test Kemampuan Membaca Nama Siswa Pre-test Post-test AYS MZP NCP 10 PR 11 SL 12 YP Total Rata-rata 71,49 89,58 Berdasarkan Tabel 1, terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 18,09 poin, yaitu dari 71,49 pada pre-test menjadi 89,58 pada post-test. Hasil perhitungan Normalized Gain (N-Gai. secara klasikal menunjukkan nilai sebesar 0,63, yang berarti efektivitas intervensi berada pada kategori Sedang. Tabel 2. Statistik Deskriptif Hasil Tes Kemampuan Membaca Variabel Range Min Pre-test Post-test Analisis statistik deskriptif pada Tabel 2 menunjukkan penyusutan rentang nilai . dari 52 poin menjadi 23 poin. Penurunan nilai standar deviasi dari 18,799 Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. menjadi 7,399 mengindikasikan bahwa sebaran kemampuan membaca siswa menjadi lebih homogen . setelah diberikan perlakuan. Sebelum uji hipotesis, dilakukan uji standardisasi instrumen tes yang terdiri dari 32 butir pernyataan. Hasil uji validitas menggunakan teknik korelasi item-total dengan taraf signifikansi 5% % . tabel = 0,. Hasil analisis menunjukkan seluruh item memiliki rhitung > 0,576 dengan nilai p < 0,05, sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach's Alpha menghasilkan koefisien sebesar 0,987 (Tabel . , yang dikategorikan sangat reliabel karena melampaui batas minimum 0,60. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Cronbach's Alpha N of Items Status Reliabel Uji prasyarat analisis data menggunakan metode Shapiro-Wilk (Tabel . menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,596 untuk data pre-test dan 0,053 untuk data post-test. Karena kedua nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . > 0,. , dapat disimpulkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Variabel Statistic Sig. Pre-test Post-test Pengujian hipotesis dilakukan melalui paired sample t-test untuk melihat signifikansi perubahan nilai rata-rata secara parsial. Hasil output SPSS disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Paired Samples T-Test Variabel Mean Diff. Std. Dev Pretest-Posttest Berdasarkan Tabel 5, diperoleh nilai thitung sebesar -5,382 dengan nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,000. Karena nilai p < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini membuktikan adanya pengaruh nyata dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu bergambar terhadap kemampuan membaca siswa. Guna memperkuat analisis signifikansi praktis dari hasil uji-t tersebut, dilakukan perhitungan ukuran efek . ffect siz. menggunakan rumus CohenAos d. Hasil perhitungan menunjukkan nilai Cohen's d sebesar 1,29. Merujuk pada kriteria Thalheimer dan Cook, nilai d > 0,80 menandakan bahwa intervensi memberikan dampak Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. pada kategori Sangat Besar terhadap peningkatan kemampuan membaca dalam lingkup sampel penelitian. Hasil analisis data kuantitatif memberikan bukti empiris bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan media kartu bergambar memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 26 Dompu. Peningkatan skor rata-rata serta pencapaian skor N-Gain dalam kategori sedang mengindikasikan bahwa intervensi ini membantu mengoptimalkan performa membaca siswa pada aspek kelancaran dan pemahaman isi teks. Secara teoretis, implementasi model TPS ini berjalan sejalan dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dari Vygotsky. Struktur kerja kelompok pada fase Pair . dan Share . memfasilitasi terjadinya scaffolding kognitif secara terarah. Melalui pembagian berpasangan, siswa yang memiliki kemampuan literasi lebih baik dapat berfungsi sebagai tutor sebaya bagi rekannya yang mengalami hambatan membaca (M Yusnarti & Wahyuni, 2. Data pada Tabel 1 memperlihatkan siswa dengan nilai awal sangat rendah, seperti subjek AA . ari nilai 35 ke . dan subjek MF . ari nilai 42 ke . , mengalami penambahan skor yang relatif besar. Hal ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial dalam kelompok interaktif mampu meminimalkan kecemasan membaca . eading anxiet. siswa saat melafalkan bunyi Pada aspek pemrosesan informasi, efektivitas model ini didukung oleh pemanfaatan komponen wait time . aktu tungg. pada fase Think . erpikir mandir. yang dikombinasikan dengan media kartu bergambar. Penyediaan waktu tunggu memberi kesempatan bagi memori kerja . orking memor. siswa untuk memproses teks secara individual sebelum dikomunikasikan. Pada saat yang sama, visualisasi konkret pada kartu bergambar berfungsi memitigasi sifat teks yang abstrak. Proses ini selaras dengan Dual Coding Theory (S. Chall, 1. , di mana informasi verbal . dan non-verbal . yang diproses secara simultan terbukti memperkuat representasi mental dan mempermudah retensi memori leksikal siswa terhadap kosakata baru. Implikasi metodologis lain yang relevan adalah penurunan varians data pascatindakan, yang ditunjukkan oleh menyusutnya standar deviasi pada post-test. Fenomena ini membuktikan bahwa perlakuan yang diberikan tidak hanya mendorong capaian nilai individu, melainkan juga membantu memperkecil kesenjangan . kemampuan membaca antarsiswa secara klasikal di dalam kelas yang heterogen. Dalam konteks tahapan perkembangan bahasa, keberhasilan intervensi pada penelitian ini relevan dengan upaya pencegahan hambatan perkembangan membaca yang diistilahkan oleh (S. Chall, 1. sebagai The Fourth-Grade Slump . emerosotan Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. membaca kelas empa. Kondisi ini rentan terjadi ketika siswa kelas tinggi gagal beralih secara optimal dari fase belajar membaca . earning to rea. menuju fase membaca untuk belajar . eading to lear. (S. Chall, 1. (Ansya et al. , 2. Melalui optimalisasi model interaktif dan visual, siswa kelas IV yang awalnya memiliki hambatan mekanika membaca dapat dibimbing menuju Tahap 3 (Reading for Learning the Ne. untuk memahami substansi bacaan secara lebih mandiri. Jika dikomparasikan dengan lanskap penelitian terdahulu, temuan ini mendukung studi yang dilakukan oleh (Andriani et al. , 2. di SD Negeri 1 Hu'u Dompu serta (Aulia et al. , 2. di SDN 20 Ampenan yang mengonfirmasi manfaat model kooperatif dan media visual. Namun, penelitian ini memberikan penekanan kontekstual khusus, yaitu bahwa kombinasi model TPS dan kartu bergambar tetap memiliki adaptabilitas dan efektivitas yang memadai saat diterapkan pada karakteristik sekolah dasar rural dengan jumlah siswa terbatas namun memiliki disparitas kemampuan literasi awal yang kontras. Kebaruan ilmiah . dari penelitian ini terletak pada fungsionalisasi rumpun model Think Pair Share (TPS) berbantuan kartu bergambar yang diarahkan sebagai strategi remedial-akseleratif . emedial-accelerative strateg. untuk mengatasi hambatan transisi fase membaca pada siswa kelas tinggi di wilayah pedesaan. Di saat sebagian besar literatur membatasi media kartu bergambar hanya untuk siswa kelas rendah . ase membaca permulaa. , studi ini memberikan konfirmasi empiris bahwa pendekatan serupa dapat diadaptasi untuk membantu siswa kelas IV keluar dari hambatan membaca lanjut. Penelitian ini membawa implikasi praktis bagi pendidik, khususnya di SDN 26 Dompu, mengenai pentingnya mengintegrasikan media visual dan pengelolaan jeda berpikir dalam rancangan pembelajaran literasi dasar. Kendati demikian, hasil penelitian ini memiliki keterbatasan objektif, antara lain durasi perlakuan yang relatif singkat . nam pertemua. serta ukuran sampel yang kecil . = . dalam desain satu kelompok tanpa kelas pengontrol. Keterbatasan tersebut menyebabkan hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasikan secara luas pada populasi makro dengan karakteristik lingkungan yang berbeda. Berdasarkan keterbatasan tersebut, rekomendasi bagi peneliti selanjutnya adalah menguji model ini menggunakan metode eksperimen murni dengan melibatkan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar. Selain itu, pengembangan media dapat diarahkan pada konversi bentuk kartu taktil menjadi multimedia digital interaktif . guna menyesuaikan strategi visual ini dengan perkembangan kebutuhan belajar kontemporer. Vol. 06 No. 02 October 2026 Vol 06 No 02 October 2026 http://jurnal. com/index. php/gerasi https://doi. org/10. 56404/jels. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berbantuan media kartu bergambar memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV SDN 26 Dompu. Secara praktis, intervensi ini efektif membantu siswa bertransisi dari fase belajar membaca . earning to rea. menuju fase membaca untuk belajar . eading to lear. Pengaruh nyata tersebut dibuktikan secara statistik melalui peningkatan skor rata-rata siswa dari 71,49 menjadi 89,58, dengan capaian efektivitas klasikal (N-Gai. sebesar 0,63 yang masuk dalam kategori Sedang, serta ukuran efek (Cohen's . sebesar 1,29 yang tergolong Sangat Besar. Selain menaikkan capaian nilai individu, kombinasi model dan media ini berhasil menekan disparitas kemampuan membaca siswa, sehingga sebaran kemampuan membaca di dalam kelas menjadi lebih homogen. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kerangka kerja Dual Coding Theory dan teori sosiokultural Vygotsky, khususnya dalam memitigasi hambatan membaca kelas tinggi (The Fourth-Grade Slum. melalui pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis wait time dan stimulasi visual. Meskipun menunjukkan hasil yang efektif pada lingkup sampel penelitian, studi ini memiliki keterbatasan inheren pada aspek metodologis, yaitu penggunaan desain One Group Pretest-Posttest tanpa adanya kelompok kontrol pembanding, serta durasi eksperimen yang relatif singkat dengan jumlah sampel yang terbatas . = . Oleh karena itu, hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasikan secara luas dan direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menguji coba model ini menggunakan metode eksperimen murni dengan skala sampel yang lebih luas dan heterogen. SARAN