Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU ANC DI PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2020 Deby Thirtinia, 2Yulinda Aswan, 3Ayannur Nasution, 4Ribka Br Surbakti. Dosen Program Studi kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan Mahasiswa Program Studi kebidanan Program Sarjana Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan debythirtinia@gmail. com,2yulindaa0@gmail. com, 3ribkabrsurbakti465@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Angka kematian ibu yang tinggi disebabkan dua hal pokok yaitu masih kurangnya pengetahuan mengenai penyebab dan penanggulangan komplikasi dalam kehamilan, persalinan, nifas, serta kurang meratanya pelayanan antenatal care. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku ANC di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. Dengan menggunakan metode cross Teknik sampling menggunakan Total Sampling dengan sampel 32 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku KIA. Teknik analisis data menggunakan uji chi Square. hasil penelitian ini menunjukkan: ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan ketersediaan akses dengan Perilaku ANC di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020 dengan hasil analisa bivariate hasil uji statistik Chi- Square dan Uji Kolmogrov-Smirnov diperoleh nilai pengetahuan . =0,. , sikap . =0,. dan ketersediaan akses . =0,. < . Kepada petugas kesehatan dalam pelaksanaan asuhan pada kehamilan dapat meningkatkan penyuluhan dan memberikan informasi tentang ANC. Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, ketersediaan akses. Kunjungan ANC ABSTRACT The high maternal mortality rate is caused by two main things, namely the lack of knowledge about the causes and handling of complications in pregnancy, childbirth, postpartum, and inequality of antenatal care services. This study aims to determine the factors associated with ANC Behavior at the Batangtoru Health Center in 2020. By using the cross sectional method. The sampling technique used total sampling with a sample of 32 respondents. The data collection technique used a questionnaire and a KIA book. The data analysis technique used the chi Square test. The results of this study indicate: there is a significant relationship between knowledge, attitudes and availability of access with ANC Behavior at the Batangtoru Health Center in 2020 with the results of the bivariate analysis, the results of the Chi-Square statistical test and Kolmogrov-Smirnov test obtained the value of knowledge . = 0. , attitude . = 0 , . and the availability of access . = 0. . Umur < 20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Usia Kehamilan Trimester I Trimester II Trimester i Pekerjaan PNS Wiraswasta Ibu RT Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Total (%) Berdasarkan table 1 diketahui bahwa dari 32 responden dapat diketahui responden terbanyak Vol. 6 No. 2 Desember 2021 adalah ibu multipara . -3 ana. ,1%), grandemultipara(>3ana. ,4%). Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui responden terbanyak adalah ibu yang dalam usia kehamilan Trimester II sebanyak 17 responden . ,1%), ibu yang dalam usia kehamilan Trimester i sebanyak 11 responden . ,4%), danibu yang dalam usia kehamilan Trimester I sebanyak 4 responden . ,5%). Berdasarkan tabel 4. diatas diketahui bahwa dari 32 responden dapat diketahui responden terbanyak adalah ibu bekerja sebagai IRT sebanyak 15 responden . ,9%), ibu bekerja sebagai . ,5%)danibu PNS sebanyak 5 responden . ,6%). Berdasarkan 5 diatas diperoleh bahwa dari 32 responden dapat diketahui pendidikan responden yang terbanyak pada responden lulusan SMA sebanyak 27 responden . ,4%), responden lulusan SMP sebanyak 1 responden . ,1%), responden lulusan Perguruan Tinggi sebanyak 4responden . ,5%). Tabel. Distribusi Frekuensi Variabel Penelitian Pengetahuan Kurang Cukup Baik Persentase (%) Total Dukungan Keluarga Tidak Mendukung Mendukung Ketersediaan Akses Sulit Di Jangkau Mudah Dijangkau Perilaku ANC Tidak Aktif Aktif Total Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Berdasarkan table 4 tersebut dapat dilihat bahwa dari 32 responden mayoritas berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 13 responden . ,6%) ,berpengetahuan kurang sebanyak 11 responden . ,4%) sebanyak 8responden . %). 32 responden terdapat 13 responden . ,3%) memiliki dukungan yang tidak baik terhadap perilaku Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal ANC dan 22responden . ,8%) memiliki dukungan yang baik terhadap perilaku ANC. Terdapat 14 responden . ,8%) yang memiliki ketersediaan akses yang mudah di jangkau untuk melakukan ANCdan 18 responden . ,3%) yang memiliki ketersediaan akses yang susah di jangkau untuk melakukan ANC. Berdasarkan tabel 4 diatas diperoleh bahwa dari 32 responden terdapat 20 responden . ,5%) yang tidak aktif melakukan ANC, dan 12 responden . yang aktif melakukan ANC . Analisis Bivariat Tabel. Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku ANC Perilaku ANC Pengetah Tidak Aktif Aktif Kurang 5 9 28. Cukup 6 3 9. Baik Total 5 12 37. Jumlah 0,002 Berdasarkan hasil dari 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 11 responden . yang berpengetahuan kurang tentang perilaku ANC dimana seluruhnya responden tidak aktif dalam melakukan ANC, yang berpengetahuan cukup ada sebanyak 13 responden . ,6%) dimana yang tidak aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 4 responden . ,5%) dan yang aktif dalam perilaku ANC yaitu sebanyak 9 responden . ,1%), dan yang berpengetahuan baik ada sebanyak 8 responden . %) %) dimana yang tidak aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 5 responden . ,6%), dan yang aktif melakukan ANC sebanyak 3 responden . ,4%) Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,002 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. Tabel. Hubungan Dengan Perilaku ANC Dukungan Keluarga Perilaku ANC Dukungan Keluarga Tidak Mendukung Mendukung Total Jumlah Tidak Aktif F % F % 0 11 34. 5 12 37. Aktif Tabel. Hubungan Antara Ketersediaan Akses Dengan Perilaku ANC Ketersedi Akses Perilaku Anc Tidak Aktif Aktif Sulit Di Jangkau Mudah Dijangkau Total 0,00 Jumlah Value 3 0,006 Berdasarkan hasil dari 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden . ,3%) yang memiliki akses yang mudah untuk di jangkau dalam melakukan ANC dimana terdapat 7 responden . ,9%) tidak aktif dalam melakukan ANC dan 11 responden . ,4%) aktif dalam melakukan ANC, dan terdapat 14 responden . ,8%) yang memiliki akses yang susah untuk di jaangkau dalam melakukan ANC dimana responden tidak aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 13 responden . ,6%) dan responden aktif dalam melakukan ANC sebanyak 1 responden . ,1%). Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,006 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada ketersediaan akses dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Perilaku ANC Berdasarkan hasil dari 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 13 responden . ,6%) tidak mendapat dukungan keluarga terhadap perilaku ANC dengan mayoritas responden tidak Vol. 6 No. 2 Desember 2021 aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 12 responden . ,5%) dan minoritas melakukan ANC yaitu sebanyak 1 responden . ,1%), dan responden yang mendapat dukungan keluarga terhadap perilaku ANC terdapat 19 responden . ,4%) dengan mayoritas responden aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 11 responden . ,4%) dan minoritas tidak aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 8 responden . %). Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,008 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. Ibu Dengan Hasil pengetahuan dengan Perilaku ANC di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020 dapat diketahui bahwa dari 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 11 responden . yang berpengetahuan kurang tentang perilaku Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal ANC dimana seluruhnya responden tidak aktif dalam melakukan ANC, yang berpengetahuan cukup ada sebanyak 13 responden . ,6%) dimana yang tidak aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 4 responden . ,5%) dan yang aktif dalam perilaku ANC yaitu sebanyak 9 responden . ,1%), dan yang berpengetahuan baik ada sebanyak 8 responden . %) %) dimana yang tidak aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 5 responden . ,6%), dan yang aktif melakukan ANC sebanyak 3 responden . ,4%) . Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,002 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi melalui proses sensori khususnya mata dan telinga terhadap objek tetentu. Pengetahua merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku terbuka . vert behavio. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting akan terbentuknya tindakan seseorang. Karena itu pengalaman dan penelitian menunjukan bawa pengetahuanakan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui oleh kepandaian (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Abd. Rahman yang berjudul hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan di puskesmas managaisaki tahun 2015 dengan menggunakan jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study ( potong lintan. , sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel secara Accidental sampling. Hasil uji statistik variabel pengetahuan dan sikap ibu hamil berhubungan dengan mengenal tanda bahaya kehamilan dan persalinan. Menurut asumsi peneliti dari hasil penelitian memperoleh bahwa pengetahuan mempengaruhi bagaimana perilaku seseorang dalam melakukan ANC. Semakin baik pengetahuan ibu tentang ANC maka semakin baik pula ibu dalam melakukan ANC, begitu juga sebaliknya. Dari hasil penelitian bahwa pengetahuan menentukan tingkat perilaku ANC untuk menjadi lebih baik. Hubungan Dukungan Perilaku ANC Keluarga Dengan Hasil analisis hubungan antara dukungan keluarga dengan Perilaku ANC di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020 dapat diketahui bahwa dari Vol. 6 No. 2 Desember 2021 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 13 responden . ,6%) tidak mendapat dukungan keluarga terhadap perilaku ANC dengan mayoritas responden tidak aktif melakukan ANC yaitu sebanyak 12 responden . ,5%) dan minoritas melakukan ANC yaitu sebanyak 1 responden . ,1%), dan responden yang mendapat dukungan keluarga terhadap perilaku ANC terdapat 19 responden . ,4%) dengan mayoritas responden aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 11 responden . ,4%) dan minoritas tidak aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 8 responden . %). Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,008 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020. Dukungan keluarga pada umumnya merupakan turunan dari dukungan sosial. Dukungan orang tua . termasuk dukungan sosial dimana pengertian dukungan sosial yaitu dukungan yang terdiri dari informasi atau nasihat verbal atau nonverbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat karena kehadiran orang yang mendukung serta hal ini mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku penerima, selain itu penerima akan merasa dipedulikan, dihargai dan dicintai (Irwana, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan olehSuryani dkk AuHubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi oleh Tahun 2015. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kunjungan ANC ada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi. Menurut asumsi peneliti bahwa selama perubahan- perubahan pada fisik maupun Perubahan tersebut memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup selama proses kehamilan terjadi. Adanya dukungan sosial keluarga selama kehamilan dapat mempengaruhi terjadinya perubahan perilaku pada ibu selama hamil Hubungan Ketersediaan Akses Dengan Perilaku ANC Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal Hasil analisis hubungan antara ketersediaan akses dengan Perilaku ANC di Puskesmas Batangtoru Tahun 2020 dapat diketahui bahwa dari 32 responden dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden . ,3%) yang memiliki akses yang mudah untuk di jangkau dalam melakukan ANC dimana terdapat 7 responden . ,9%) tidak aktif dalam melakukan ANC dan 11 responden . ,4%) aktif dalam melakukan ANC, dan terdapat 14 responden . ,8%) yang memiliki akses yang susah untuk di jaangkau dalam melakukan ANC dimana responden tidak aktif dalam melakukan ANC yaitu sebanyak 13 responden . ,6%) dan responden aktif dalam melakukan ANC sebanyak 1 responden . ,1%). Hasil uji statistik lebih lanjut diperoleh nilai p value adalah 0,006 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada ketersediaan akses dengan perilaku ANC Di Puskesmas Batangtoru Tahun Ketersediaan akses menjangkau secara fisik bukan cuma meter, tapi adanya jalan dan angkutan kesana. Namun, akses juga dalam pengertian kemudahan untuk memperoleh pelayanan tersebut. Jarak adalah tempat masyarakat dengan puskesmas yang diukur dengan indikator waktu. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Desi Andriani Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Kota Padang Dari hasil penelitian yang diperoleh dari lima faktor yang diteliti ditemukan faktor yang berhubumgan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Puskesmas air tawar adalah akses atau jarak dengan nilai p-value 0,009 = OR 21,. , faktor ktersediaan layanan dengan nilai p value 0,001= OR 9,293, faktor peran bidan dengan nilai p-value 0,001 = OR 12,302, sedangkan faktor penghasilan keluarga, keluhan penyakit didapatkan hasil tidak ada hubungannya dengan pemanfaatan pelayanan antenatal Menurut asumsi peneliti ketersediaan akses untuk melakukan ANC sangat berhubungan. Artinya ketika akses untuk melakukan ANC mudah di jangkau maka seorang ibu hamil juga akan berperilaku baik untuk melakukan ANC, sehingga ANC. Sehingga disimpulkan bahwa ketersediaan akses menentukan perilaku seorang ibu hamil dalam melakukan ANC. KESIMPULAN Ada hubungan antara Pengetahuan (P=0,. Dukungan Keluarga (P= 0,. Dan Ketersediaan Akses (P=0,. Dengan Perilaku ANC Di Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Puskesmas Batangtoru Tahun 2020 < c =0,05 yang artinya Ha diterima SARAN Meningkatkan peran petugas kesehatan atau kebidanan dalam pelaksanaan asuhan pada kehamilan dan diharapkan mampu meningkatkan penyuluhan dan memberikan informasi tentang ANC. Diharapkan agar lebih meningkatkan minat dalam mencari informasi dan menambah pengetahuan baik melalui media elektronik, buku, artikel maupun melalui diskusi dengan petugas kesehatan terdekat mengenai ANC. DAFTAR PUSTAKA