Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINDAKAN SWAMEDIKASI PADA DIARE : LITERATUR REVIEW Neti Afriyani1. Luky Dharmayanti2. Herlin Sulita3. Ariesa Oktamauri4 Program Studi Farmasi Klinis dan Komunitas. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-Fatah. Bengkulu Email : nettyafriiyanii@gmail. ABSTRAK Swamedikasi didefinisikan sebagai upaya pengobatan mandiri yang dilakukan individu untuk mengatasi gejala penyakit ringan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Tingkat pengetahuan masyarakat yang memadai akan memastikan praktik swamedikasi diare yang rasional, termasuk pemilihan obat yang tepat dan penggunaan antibiotik yang bijaksana, sehingga meminimalkan risiko kesehatan dan mencegah resistensi antimikroba. Penelitian dilakukan bertujuan mengetahui pengetahuan dan tindakan swamedikasi masyarakat pada diare Tinjauan literatur sistematis ini dilakukan dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk memastikan proses penelusuran dan seleksi yang transparan dan akuntabel. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data elektronik terkemuka, yakni Google Scholar. Studi yang dipilih dibatasi pada publikasi dalam rentang tahun 2015 hingga 2025. Dari proses skrining awal dan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sebanyak 10 artikel yang relevan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan swamedikasi masyakat sudah baik dan tindakan swamedikasi pada diare sudah tepat tetapi peran tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk pemberian penyuluhan dan informasi terkait diare, karena tindakan swamedikasi yang tidak tepat pada diare dapat menyebabkan masalah serius sehinggan obat tidak efektif dan muncul efek samping obat yang dapat membahayakan. Kata Kunci: Diare. Tindakan Swamedikasi. Tingkat pengetahuan PENDAHULUAN Swamedikasi, mandiri, telah menjadi praktik umum di masyarakat sebagai respons awal terhadap berbagai gejala penyakit ringan, termasuk Keberadaan diare, baik sebagai penyakit endemis di Indonesia maupun kejadian luar biasa (KLB), memerlukan penanganan yang tepat dan Pengetahuan masyarakat yang efektivitas pengobatan, tetapi juga untuk Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu dehidrasi, yang dapat berakibat fatal terutama pada anak-anak dan lansia. Selain itu, pemahaman yang kurang tepat dapat memicu praktik yang salah, seperti penggunaan antimikroba yang semakin mendesak di skala Banyak warga Indonesia mengambil inisiatif untuk mengobati diri sendiri saat Praktik disebut swamedikasi, didefinisikan sebagai upaya memperoleh dan mengonsumsi obat129 Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. obatan tanpa bimbingan dari tenaga Hal ini mencakup proses berbagai faktor, di antaranya adalah infeksi penentuan masalah kesehatan, peresepan, bakteri, virus, atau mikroorganisme patogen dan pemantauan penggunaan obat secara lainnya yang menyerang usus. Selain itu. Sebagian besar masyarakat sering melakukan swamedikasi untuk nosokomial, intoleransi terhadap makanan mengatasi penyakit diare. Swamedikasi tertentu, efek samping dari obat-obatan, bila dilakukan secara rasional dapat serta faktor psikologis seperti kecemasan atau psikosomatis. Bakteri spesifik yang sering menjadi pemicu diare meliputi E. kesehatan nasional. Swamedikasi diare coli. Salmonella sp. Shigella sp. Campylob adalah tindakan mengobati diare dengan acter sp. Clostridium sp. , dan Vibrio sp. melakukan pengobatan sendiri tanpa resep dokter (Lestari dkk, 2. Masyarakat sering kali memilih untuk Berdasarkan Hasil Riset Kesehatan antidiare yang dijual bebas. Pengetahuan Dasar (RISKESDAS) di tahun 2013 yang memadai mengenai obat-obatan ini bahwa sejumlah 103. 860 atau 35,2% dari sangat dibutuhkan, sebab meskipun bisa 959 keluarga di Indonesia membeli dibeli tanpa resep, penggunaannya tidak bisa obat untuk swamedikasi. Pada tahun 2014. Obat antidiare bebas seperti Badan Pusat Statistik (BPS) mendapatkan indikasi khusus, sehingga tidak semua kasus melakukan swamedikasi adalah sebanyak diare cocok ditangani dengan obat tersebut. 61,05% (BPS, 2. Walaupun Diare merupakan penyebab kedua pada kasus kematian pada anak yang berumur dibawah lima tahun dan telah membunuh sekitar 525. 000 anak setiap Secara global, ada sekitar 1,7 miliar kasus penyakit diare anak-anak setiap tahun (WHO, 2. Berdasarkan penelitian yang ada. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu mengandung attapulgit memiliki dilakukan, tingkat pemahaman masyarakat tentang praktik ini masih diragukan atau belum terukur secara pasti. Berbagai penelitian telah dilakukan masyarakat tentang swamedikasi diare. Hasil dari studi-studi ini menunjukkan gambaran yang bervariasi, di mana tingkat Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. pengetahuan seringkali dipengaruhi oleh faktor demografi seperti pendidikan, "diare", "masyarakat", dan kombinasinya usia, dan lokasi geografis. Meskipun dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Studi demikian, sebagian besar penelitian yang dipilih dibatasi pada publikasi dalam terdahulu cenderung berfokus pada studi rentang tahun 2015 hingga 2025. Dari proses kasus di wilayah atau populasi spesifik, skrining awal dan penerapan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat, sebanyak 10 artikel yang relevan berhasil diidentifikasi dan data yang kaya dari sudut pandang lokal, namun kurang memberikan sintesis komprehensif dari temuan-temuan yang ada di berbagai penelitian. Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti tertarik "swamedikasi". Metode ini menghasilkan "pengetahuan", tindakan swamedikasi pada diare yang ada di Indonesia. dianalisis lebih lanjut. Tinjauan literatur yang ada tentang topik ini, meskipun relevan, seringkali tidak menganalisis literatur terkini dari berbagai Penelitian menggunakan metodologi yang lebih ketat dan sistematis melalui panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). METODE PENELITIAN Berbeda tinjauan naratif sebelumnya, pendekatan Tinjauan literatur sistematis sistematis ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi celah pengetahuan yang pedoman Preferred Reporting Items for belum terisi oleh studi-studi terdahulu. Systematic Meta- sebagaimana disarankan dalam penulisan Analyses (PRISMA) untuk memastikan Dengan mengintegrasikan temuan- proses penelusuran dan seleksi yang temuan dari berbagai sumber yang disaring transparan dan akuntabel. Penelusuran berdasarkan kriteria yang ketat, penelitian ini literatur dilakukan pada basis data mampu menyajikan sintesis yang lebih elektronik terkemuka, yakni PubMed, mendalam dan komprehensif mengenai Google Scholar, dan ScienceDirect. Kata tingkat pengetahuan masyarakat terkait kunci yang digunakan dalam penelusuran swamedikasi diare, yang mencakup tren Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Reviews Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. terkini dalam rentang waktu 2015Ae2025. landasan teoritis yang lebih kuat bagi Dengan demikian, penelitian ini tidak intervensi edukasi kesehatan di masa depan, yang belum terbahas secara mendalam pola-pola dalam studi-studi terdahulu. kesenjangan, serta faktor-faktor yang memengaruhinya secara lebih holistik. Hal ini bertujuan untuk memberikan HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel I. Literaltur Review : Analisis pengetahuan masyarakat terhadap tindakan swamedikasi pada diare Peneliti Judul Penelitian Intervensi Hasil Kesimpulan Penelitian Robiyanto. Monika Rosmimi. Eka Kartika U Analisis pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap swamedikasi diare akut di kecamatan Pontianak timur Hubungan antara usia, pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan swamedikasi diare Tingkat pengetahuan baik perilaku swamedikasi diare tepat dengan persentasi 45% Perilaku swamedikasi tepat Filomina D. Shoma R dan Hariyanto IH Analisis tingkat Tingkat pemahaman pemahaman dan dan perilaku perilaku swamedikasi swamedikasi diare Tingkat pengetahuan baik dengan persentasi 57,14%, perilaku swamedikasi tepat dengan persentasi 95,71% Masyarakat pengetahuan yang baik dan dengan tepat. Masyarakat kurang dalam pengetahuan swamedikasi diare. Gambaran Pengetahuan tentang obat diare . andungan, masyarakat tentang penyimpanan, swamedikasi diare di kontraindikasi, dosi. dusun macanan kelurahan tanjung kecamatan muntilan. Analisa tingkat Hubungan antara usia. Indrianti P, jenis kelamin. Junaidi Febrianti pengetahuan masyarakat tentang pekerjaan, dan tingkat pendidikan dengan penyakit diare kecamatan ciracas swamedikasi diare Jakarta timur Dini wulandari. Heni L. Fitriana Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare kurang dengan persentase 31% Tingkat pengetahuan Masyarakat masyarakat tentang swamedikasi diare tergolong baik dengan swamediaksi diare persentase 69,3% yang baik. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Hesti wulandari. Ni Made Amelia D. Raisya Hasina Hubungan tingkat swamedikasi obat diare pada warga desa hidirasa kecamatan wera kabupaten bima Pengetahuan tentang obat diare . ama obat, cara menggunakan, penyimpanan, lama Hubungan antara usia. Yogi Bhakti M. Hubungan tingkat jenis kelamin. Krisogonus E. S, pengetahuan Umul F. Wika A, masyarakat dengan pekerjaan, dan tingkat pendidikan dengan Bintar swamedikasi diare di pengetahuan P,Djembor desa gondang swamedikasi diare Sugeng W kecamatan tugu Tingkat pengetahuan Hubungan antara usia. Ratih Dwi P, ibu tentang jenis kelamin. Dewi Weni S, pekerjaan, dan tingkat Vania Santika P swamedikasi diare anak di kecamatan pendidikan dengan kabupaten boyolali swamedikasi diare. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi diare tergolong cukup dengan persentase Masyarakat swamediaksi diare yang cukup Tingkat pengetahuan Masyarakat masyarakat tentang tergolong memiliki swamedikasi diare pengetahuan yang tergolong baik dengan baik mengenai persentase 88,2% swamedikasi diare Sebanyak . %) responden memiliki pengetahuan yang baik dan sebanyak . %) responden memiliki perilaku yang baik dalam swamedikasi diare. Hubungan tingkat Analisis hubungan responden yang Siti Mujaifatul pengetahuan dan antara usia, jenis memiliki balita K. Fauziah, sikap ibu dalam kelamin, pekerjaan. Khamdiyah swamedikasi diare dan tingkat pendidikan pemahaman yang Indah K pada balita di dengan pengetahuan baik terhadap swamedikasi diare. swamedikasi diare dengan persentase 88,5%. Analisis hubungan Tingkat pengetahuan Rahmaningtyas Hubungan tingkat antara usia, jenis N. Tri Fitri Y. U, pengetahuan ibu tentang swamedikasi kelamin, pekerjaan, swamedikasi baik Mika Tri K. diare pada anak di dan tingkat pendidikan dengan persentasi kelurahan gumilir dengan pengetahuan swamedikasi diare. Pengaruh tingkat Analisis tingkat Tingkat pengetahuan Maringan pengetahuan diare dan baik dengan Lambert P. Elly pengetahuan terhadap tindakan perilaku swamedikasi persentasi 45%%. Megasari swamedikasi diare di diare perilaku swamedikasi kelurahan tamanan tepat dengan kota kediri persentasi 60% Analisis Pengetahuan swamedikasi diare Responden Angka pengetahun Masyarakat pengetahuan yang baik dan dengan tepat. persentase 57,14%, tingkat pengetahuan Penelitian Filomina Dila Putri dkk Masyarakat swamedikasi diare yang baik. pada tahun 2022 tingkat pengetahuan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. komunikasi dan media social. diare merupakan penyakit yang dapat meningkatkan pengetahuan seseorang, diderita setiap orang, sehingga masyarakat serta sebagian besar responden dengan pendidikan terakhir SLTA/ Sederajat dan Perguruan Tinggi. Diketahui juga bahwa swamedikasi diare. Sedangkan penelitian Dini wulandari responden mendapatkan sumber informasi tentang cara penggunaan obat diare masyarakat termasuk dalam golongan yang AukurangAy mengetahui tentang tindakan sebagian besar berdasarkan pengalaman pribadi/ keluarga. Menurut Hesti wulandari. Ni Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap tindakan swamedikasi disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena sebagian masyarakat berlatar belakang tingkat pendidikan yang rendah, sehingga dapat mempengaruhi tingkat pemahaman seseorang karena pengetahuan yang masih sangat kurang. Selain itu sebagian besar masyarakat bekerja sebagai buruh, sehingga pengalaman dan pengetahuan mengenai swamedikasi diare diperoleh dari pengalaman orang lain. Made Amelia R. D dan Raisya Hasina swamedikasi diare dikategorikan cukup menyatakan bahwa sikap, perilaku dan kebiasaan masyarakat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan karena kebiasaan dari setiap individu dalam melakukan pengobatan secara mandiri yang berbeda-beda. Kemudian pada penelitian Yogi Penyebab utamanya karena tenaga kesehatan Bhakti M. Krisogonus E. Umul F. Wika penyuluhan kesehatan kepada masyarakat A. Bintar K. P dan Djembor Sugeng W disekitar khususnya mengenai penyakit diare dan pengobatan diare. termasuk dalam kategori baik dalam Penelitian Indrianti Poppy dan Junaidi Febrianti Nuraini masyarakat Pekerjaan, usia dan pendidikan memiliki pengetahuan swamedikasi diare merupakan faktor yang mempengaruhi yang baik. Hal ini dikarenakan dengan kesehatan dan pengetahuan masyarakat. Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Penelitian Ratih Dwi P. Dewi Weni Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. S dan Vania Santika P pada tahun 2023 optimal khususnya dalam swamedikasi bahwa pengetahuan masyarakat mengenai diare pada anak balita (BKKBN, 2. swamedikasi diare tergolong baik dengan Penelitian Maringan Lambert P. Elly Megasari dengan kategori pengetahuan Rahmaningtyas N. Tri Fitri Y. Mika Tri yang baik, hal ini disebabkan adanya S yang memiliki kategori pengetahuan Sumber yang baik dengan persentase 70%. hal ini sebagian besar responden diperoleh mengenai perawatan diare pada Sama seperti penelitian Siti informasi dari tenaga kesehatan. Mujaifatul Analisis tindakan swamedikasi diare Khamdiyah Indah K tahun 2023 hasil Penelitian Filomina Dila P. Shoma analisa menunjukkan bahwa responden Rizkifani, dan Hariyanto IH tahun 2022 yang memiliki anak balita sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga biasanya lebih fokus dan perhatian swamedikasi yang tepat oleh masyarakat Fauziah 95,71%. Perilaku berdampak baik bagi perkembangan anak. Ibu mempunyai ilmu pengetahuan yang baik Fleksibilitas waktu sehingga waktu yang mengenai swamedikasi diare oleh karena di memiliki lebih banyak untuk mengikuti itu tindakan yang diakukan tepat. Selain kegiatan penyuluhan. Kehadiran mereka itu karena mudah dalam mengakses dalam kegiatan penyuluhan kesehatan informasi sehingga pemahaman mengenai tidak hanya untuk memantau tumbuh kembang fisik anak tetapi juga untuk swamedikasi diare melalui media sosial dan lain-lain. tentang perawatan kesehatan yang penting. Oleh sebab itu, penyuluhan menjadi sarana yang sangat penting bagi ibu rumah tangga perkembangan anak-anak mereka secara Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Penelitian Maringan Lambert P dan Elly Megasari juga memiliki kategori Responden dengan tingkat pengetahuan tinggi cenderung memiliki akses yang Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. lebih baik terhadap informasi kesehatan yang akurat. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami jenis obat yang diare sudah baik sesuai, dosis yang dianjurkan, dan kapan tindakan swamedikasi diare juga sudah harus mencari bantuan medis, karena tepat tetapi peran tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk pemberian penyuluhan dan informasi terkait diare. Edukasi swamedikasi yang dilakukan masyarakat sehingga peran tenaga kesehatan sangat terstruktur diperlukan untuk memperbaiki penting agar dapat memberikan edukasi praktik swamedikasi yang kurang rasional masyarakat terutama diare karena diare masyarakat tentang penanganan diare masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang dan di Indonesia mengurangi kesalahan dalam pengobatan membutuhkan penyuluhan. Peningkatan dan mencegah risiko komplikasi. Swamedikasi yang tidak tepat karena kurangnya pengetahuan dari obat UCAPAN TERIMAKASIH yang digunakan dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Misalnya, penggunaan sementara penggunaan larutan rehidrasi Tindakan harus dihentikan jika dirasa sakit tidak kunjung membaik. KESIMPULAN Beberapa jurnal yang telah di Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Penulis kasih kepada STIKes Al-Fatah bengkulu dukungan selama proses observasi dan pengumpulan data. Ucapan terima kasih disampaikan kepada dan sumber daya yang disediakan oleh Jurnal Ilmiah Farmasi. Terakhir, ucapan terima kasih kepada keluarga dan teman-teman atas dorongan yang tak henti-hentinya. DAFTAR PUSTAKA