Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK https://jb e-upiyp tk. org/o j s Vol. No. Hal: 119-126 ISSN: 2502-6275 Analisis Kinerja Karyawan dengan Motivasi Berprestasi Sebagai Variabel Intervening pada Direktorat Operasi PT. Semen Padang Esron Tarigan 1A. Elfiswandi 2. Zefri Yenni 3 1,2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang 1984@gmail. Abstract This study aims to test an extensive effect of transformational leadership, and organizational culture on the performance of employees with achievement motivation as the variable intervening comes home PT Semen Padang. Methods of collecting data through surveys and circulating kingdom, with a sample of 100 respondents. The analytical method used is path analysis using STATISTIC SPSS 25. The results of the study were obtained transformational leadership had a positive and significant effect on motivation to face faculty faced. Organizational culture has a positive and significant effect on achievement Transformational leadership has a positive and significant effect on employee performance. Organizational culture has a positive and significant effect on employee performance. Disconnecting motivation has a positive and insignificant effect on employee performance. Achieving motivation does not mediate transformational leadership on employee performance. Achieving motivation does not mediate organizational culture on employee performance. The contribution of the independent variable contribution of transformational leadership, organizational culture, and motivation faced variables depends on the performance of 85. While the rest is 14. 3% influenced by other variables outside of this Keywords: Transformational Leadership. Organizational Culture. Achievement Motivation. Employee Performance, variable intervening. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa besar Pengaruh Kepemimpinan Transformasional. Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Motivasi Berprestasi Sebagai Variabel Intervening Pada Direktorat Operasi PT Semen Padang. Metode pengumpulan data melalui survei dan mengedarkan kuesioner, dengan sampel 100 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur menggunakan SPSS Statistics 25. Hasil penelitian didapatkan Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Berprestasi. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Berprestasi. Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Budaya Organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Berprestasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan. Kontribusi sumbangan variabel independen Kepemimpinan Transformasional. Budaya Organisasi dan Motivasi Berprestasi terhadap variabel dependen Kinerja Karyawan adalah sebesar 85,7%. Sedangkan sisanya adalah sebesar 14,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional. Budaya Organisasi. Motivasi Berprestasi. Kinerja Karyawan, variable Jurnal Ekobistek is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. Pendahuluan Sumber daya yang penting di dalam perusahaan merupakan sumber daya manusia yaitu orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreatifitas dan setiap usaha mereka terhadap organisasi. Pengolahan sumber daya manusia (SDM) yang baik merupakan upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja dan mengembangkan kualitas SDM sebagai pelaku dalam sebuah perusahaan. SDM atau karyawan merupakan salah satu asset yang paling penting dalam keberhasilan perusahaan. Keberhasilan disuatu perusahaan dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja para karyawannya. Adapun pengertian kinerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing dalam upaya pencapaian dalam tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral. Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Kinerja juga berarti sebagai hasil kerja karyawan dilihat dari aspek kualitas, kuantitas, waktu kerja, dan kerja sama untuk mencai tujuan yang sudah di tetapkan oleh organisasi. Diterima: 21-04-2022 | Revisi: 02-04-2022 | Diterbitkan: 31-05-2022 | doi: 10. 35134/jbeupiyptk. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni Variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja, yaitu OEE yang menggambarkan efektifitas peralatan variabel individual, variabel psikologis dan variabel produksi dapat dilihat Tabel. Dalam variabel individual terdiri dari Tabel. 1 efektifitas peralatan produksi kemampuan, keterampilan, pengalaman, tingkat sosial. UoM Tahun Realisasi Target Persentase serta demografi. Pada variabel psikologis terdiri dari No KPI Net 80,2% 80,8% persepsi, sikap, kepribadian, belajar dan motivasi. Dan 1 OEE pada variabel organisasi terdiri dari sumber daya. Kiln Net 84,7% 82,7% kepemimpinan, imbalan, struktur dan desain pekerjaan. Perusahaan membutuhkan adanya faktor sumber daya manusia yang potensial baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam organisasi maupun perusahaan. Agar aktivitas manajemen berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mengelola perusahaan seoptimal mungkin sehingga kinerja karyawan meningkat. Kinerja karyawan merupakan hasil atau prestasi kerja yang dinilai dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan oleh pihak organisasi dan mendukung tercapainya organisasi. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan akan membawa kemajuan pada perusahaan untuk dapat bertahan dalam suatu persaingan lingkungan bisnis yang tidak stabil. Oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan merupakan tantangan manajemen yang paling serius karena keberhasilan untuk mencapai tujuan dan kelangsungan hidup perusahaan/organisasi tergantung pada kualitas kinerja sumber daya manusia yang ada Kepemimpinan Transformasional pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Ditambah bahwa gaya kepemimpinan transformasional yang diterapkan pimpinan, dimana pimpinan mampu melakukan pendekatan interpersonal kepada bawahan sehingga bawahan merasa senang dan puas dengan cara-cara atasan dalam mengarahkan kinerja karyawan secara luas dan memberikan motivasi untuk mencapai target yang telah ditetapkan Pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan transformasional terhadap budaya organisasi, dalam penelitian nya lebih lanjut terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara kepemimpian transformasional dengan motivasi kerja. Hal ini kepemimpinan transformasional terhadap motivasi Secara pencapaian kinerja organisasi khususnya Direktorat Operasi PT Semen Padang yakni KPI Net OEE Kiln Dapat dilihat pada tabel yakni selama tahun 2020 dan 2021 untuk KPI Net OEE Kiln belum dapat tercapai sebagai salah satu KPI yang menggambarkan kinerja khususnya di Direktorat Operasi PT Semen Padang. Pengaruh motivasi berprestasi terhadap kinerja kayawan melalui perilaku inovatif menunjukkan bahwa motivasi berprestasi merupakan sikap dan motivasi yang saling berkaitan dalam keseluruhan organisasi. Artinya ada pengaruh positif dan signifikan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan melalui perilaku inovatif. Budaya Organisasi dan Keterlibatan Kerja terhadap Komitmen Organisasi berdampak pada Kinerja Karyawan pada PT. Bank Tabungan Negara. Hasil data pada penelitian tersebut menyatakan bahwa budaya organisasi belum mampu untuk memberikan pengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi. Selanjutnya ditemukan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan, kemudian ditemukan bahwa keterlibatan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pengaruh tidak langsung dapat disimpulkan bahwa variabel Kepuasan Kerja tidak dapat memediasi atau memperantarai pengaruh variabel Gaya Kepemimpinan terhadap variabel Kinerja karyawan. Dengan pernyataan saran yakni untuk memperoleh kinerja karyawan yang lebih baik, diutamakan untuk meningkatkan nilai gaya kepemimpinan yang diterapkan secara langsung tanpa harus melalui atau diperantarai kepuasan kerja. Untuk memperoleh kinerja karyawan yang lebih baik, diutamakan untuk meningkatkan dan memperbaiki kondisi dan keadaan lingkungan kerja pada perusahaan secara langsung tanpa harus melalui atau diperantarai kepuasan kerja. Dari beberapa hasil penelitian sebelumnya yang sudah diutarakan diatas, peneliti mencoba untuk memberikan hasil penelitian yang timbul akibat gap peneliti sebelumnya di lingkungan perusahaan PT Semen Padang. Dimana PT Semen Padang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Saat ini PT Semen Padang bergabung dibawah PT Semen Indonesia (Perser. Tbk (SGG ) dengan saham Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni mayoritas yang dimiliki oleh Pemerintah sebesar 51,01% sebagai BUMN yang bergerak di industri produsen semen. Proses pembentukan budaya korporasi SGG dimulai dengan menggali budayabudaya korporasi yang telah ada dan berkembang di masing-masing perusahaan. Proses dilakukan denga menerima umpan balik dari karyawan di masingmasing perusahaan, tentang nilai-nilai yang dianggap baik dan perlu dikembangkan sebagai budaya korporasi SGG untuk mewujudkan visi dan misi Hasil penggalian budaya korporasi tersebut memuat 6 nilai utama, yakni Visi yang jelas untuk bersinergis (Clear & synergized Visio. Belajar secara terus menerus (Continuous Learnin. Akuntabilitas (Accountabilit. Fokus pada Pelanggan (Meet Customer Expectatio. Beretika dan integritas tinggi (Ethics & Integrit. , dan Bekerjasama (Team Wor. Keenam nilai tersebut dirumuskan dalam bentuk akronim sebagai singkatan dari nilai Ae nilai yang telah Adapun akronim yang disepakati bersama adalah AuCHAMPSAy, yaitu: Compete With a Clear & Synergized Vision. Ciptakan visi jelas yang sinergis untuk bersaing. Have High Spirit for Continuous Learning. Hidupkan semangat belajar terus menerus. Act with High Accountability. Amalkan tugas dengan akuntabilitas tinggi. Meet Customer Expectation. Mantapkan usaha untuk penuhi harapan pelanggan. Perform Ethically with High Integrity. Praktekkan etika bisnis dengan integritas tinggi. Strengthen Teamwork, dan Senantiasa tingkatkan kerjasama. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penulis mengidentifikasi masalah kurangnya pengarahan dan koordinasi dari pemimpin, sehingga tugas yang dibebankan kepada karyawan terkadang kurang sesuai dengan yang diharapkan, melihatnya pencapaian KPI Direktorat Operasi PT Semen Padang dibawah target yang ditetapkan oleh manajemen, adanya masa transisi perubahan budaya organisasi dari AuChampsAo menjadi budaya organisasi AuAKHLAKAy yang serentak di jajaran BUMN dan kurangnya motivasi karyawan untuk mencapai prestasi kerja. Metodologi Penelitian Penelitian dilakukan pada Direktorat Operasi PT Semen Padang berada di Jl. Raya Indarung-Solok. Kel. Indarung. Kec. Lubuk Kilangan. Kota Padang Sumatera Barat. Desain penelitian merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam menyusun proposal ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan kausal. Metode penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menggabungkan antara variabel satu dengan yang lain. Desain membuktikan hubungan antara sebab dan akibat dari beberapa variabel. Penelitian kausal biasanya menggunakan metode eksperimen yaitu dengan mengendalikan independent variable yang akan mempengaruhi dependent variable pada situasi yang telah direncanakan. Pada penelitian kali ini, riset dirancang untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan motivasi berprestasi sebagai variabel intervening. 1 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari dan kemudian di tarik kesimpulanya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda Ae benda lainnya, populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti kesimpulannya. Berdasarkan pengertian tersebut yang menjadi sasaran populasi dalam penelitian ini adalah karyawan organik dibawah Direktorat Operasi PT Semen Padang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang miliki oleh populasi tersebut. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hal ini lakukan dengan tujuan pengambilan sampelnya dapat memenuhi pemahaman variabel budaya perusahaan. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari Dengan kata lain, sejumlah, tapi tidak semua, elemen populasi akan membentuk elemen sampel. Jadi sampel adalah subkelompok atau sebagian dari Dengan mempelajari sampel, peneliti akan digeneralisasikan terhadap populasi penelitian. Penentuan jumlah sampel minimum dihitung berdasarkan Persamaan. Dimana n merupakan Jumlah sampel. Z adalah 1,96 dengantingkat kepercayaan 95%, p merupakan peluang benar 50 %, q juga merupakan peluang salah 50 %, e Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni adalah Taraf kesalahan %. Dalam penelitian ini taraf kesalahan . yaitu 10 %. 2 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang digunakan kepada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapan dengan cara memilih salah satu jawaban yang telah disediakan untuk memberikan masih bersifat kualitatif tetapi akan di kuantitatifkan karena proses tersebut bertujuan untuk memudahkan proses pengukuran penelitian yang di ukur dengan menggunakan skala likert dapat dilihat pada Tabel. Tabel. skala likert Pernyataan Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Netral (N) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Bobot karakteristik data yang kita peroleh. Analsis deskriptif sering diabaikan penggunaannya dalam penelitianpenelitian sosial, karena memang dalam beberapa fungsi analisis lainnya otomatis tercantum analisis Penulis sangat menganjurkan untuk mengawali analisis deskriptif sebelum melakukan analisis lainnya pada data peneliti. Hal ini sangat penting karena dengan analisis deskriptif kita bisa mengoreksi secara cepat data yang sudah di-entry. Analisis deskriptif adalah mengalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah berupa kuesioner yang terdiri atas 4 variabel, yaitu dua variabel independen dan satu variabel dependen, serta satu variabel intervening. Dalam analisis deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median dan mean . engukuran tendensi sentra. , nilai maksimum, nilai minimum, perhitungan desil, presentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan presentase. Dalam analisis deskriptif juga dapat dilakukan mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui korelasi, melakukan prediksi dengan analisis regresi dan membuat perbandingan data sampel atau populasi. 3 Uji Validitas 5 Analisis Regresi Berganda Untuk mengetahui kevalidan dari instrument yang digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara mengkorelasikan setiap skor variabel jawaban responden dengan total skor masing-masing variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan total skor masing-masing variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf signifikan 0,05 atau 0,01. Tinggi rendahnya validitas instrumen akan menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Analisis regresi linier berganda yaitu persamaan regresi yang melibatkan hubungan antara dua variabel atau lebih. Analisis regresi berganda merupakan analisis statistic yang menghubungkan antara dua variabel independen atau lebih dengan variabel dependen Y. Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari satu variabel independen terhadap variabel dependen. Secara umum model regresi linear berganda dapat dilihat pada Persamaan. Secara umum ada dua rumus atau cara uji validitas yaitu dengan Korelasi Bevariate Pearson dan Corrected Item-Total Correlation. Dalam penelitian ini penulis menggunakan rumus Corrected Item-Total Correlation. Data dianggap jika : nilai Corrected Item-Total Correlation > r tabel . ji dua pihak dengan sig. maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total . inyatakan vali. Jika r nilai Corrected Item-Total Correlation < r tabel . ji dua sisi dengan sig. maka instrumen atau itemitem pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total . inyatakan tidak vali. 4 Analisis Deskriptif Fungsi analisis deskriptif adalah memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Gambaran umum ini bisa menjadi acuan untuk melihat ycU = yca yca1ycU1 yca2ycU2 yca3ycU3 yca4ycU4 yca5ycU5 e . Sementara rumus matemastis dari regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Model 1 : Z = yca1ycU1 yca2ycU2 e Model 2 : Y = b3 ycU1 b4 ycU2 b5Z e Dimana Y adalah kinerja karyawan. Z merupakan motivasi berprestasi, ycU1 adalah kepemimpinan transformasional, ycU2 adalah budaya organisasi, a merupakan nilai konstanta, b1, merupakan koefisien regresi antara kepemimpinan transformasional dengan motivasi berprestasi, b2 merupakan koefisien regresi antara budaya organisasi dengan motivasi berprestasi, b3 merupakan koefisien regresi antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan b4 merupakan koefisien regresi antara budaya organisasi Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni dengan kinerja karyawan, b5 merupakan koefisien regresi motivasi berprestasi dengan kinerja karyawan dan E adalah Kesalahan . Hasil dan Pembahasan 1 Analisis Deskriptif Data Responden Deskripsi responden adalah penjelasan tentang keberadaan karyawan PT. Semen Padang, yang diperlukan sebagai informasi untuk mengetahui identitas sebagai responden dalam penelitian ini. Responden sebagai obyek penelitian yang memberikan interpretasi terhadap karakteristik responden untuk berprestasi terhadap kinerja karyawan Direktorat Operasi PT. Semen Padang di Kota Padang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang karyawan menjadi responden yang representatif untuk dikemukakan sebagai kelayakan responden dalam memberikan informasi mengenai identitas diri mulai dari eselon, umur, pendidikan dan masa kerja. Deskripsi penelitian adalah hasil penelitian yang berprestasi terhadap pengembangan kinerja karyawan direktorat operasi PT. Semen Padang berdasarkan tanggapan karyawan sebagai kelayakan responden dalam memberikan informasi terhadap pertanyaan kuesioner yang diajukan sesuai tingkat substansi pemahaman responden. Variabel bebas (X) adalah kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, motivasi berprestasi, sedangkan sebagai variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan, akan dijelaskan di bawah ini: Kepemimpinan Transformasional (X. Kepemimpinan transformasional adalah adalah sebuah gaya kepemimpinan yang mengidentifikasi perubahan yang diperlukan, menyusun visi yang akan membuka jalan bagi perubahan yang dibuat dan melaksanakan rencana yang diperlukan agar perubahan tersebut Untuk jelasnya dapat dilihat tanggapan responden pada Tabel. Tabel. Parameter Jumlah (N) Minimum Maximum Mean Std. Deviation Nilai 4,05 0,42 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 100 responden maka didapatkanlah nilai rata-rata untuk variable kepemimpinan transformasional sebesar 4,05. Sedangkan untuk nilai minimum dan maximum berturut-turut adalah sebesar 3,1 dan 4,9. Data pada tabel tersebut memiliki nilai penyimpangan sebesar 0,42. Budaya Organisasi (X. Budaya organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari seperangkat nilai, keyakinan, asumsi dan norma yang diberlakukan dalam suatu organisasi sebagai pedoman perilaku bagi anggotanya serta sebagai solusi atas berbagai masalah yang melibatkan organisasi tersebut. Deskripsi variabel budaya organisasi dapat dilihat pada Tabel. Tabel. Deskripsi Variabel Budaya Organisasi Parameter Nilai Jumlah (N) Minimum Maximum Mean 4,04 Std. Deviation 0,42 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 100 responden maka didapatkanlah nilai rata-rata untuk variable budaya organisasi sebesar 4,04. Sedangkan untuk nilai minimum dan maximum berturut-turut adalah sebesar 3,0 dan 4,9. Data pada tabel tersebut memiliki nilai penyimpangan sebesar 0,42. Motivasi Berprestasi (Z) Motivasi Berprestasi adalah kecenderungan seseorang untuk mencapai kesuksesan atau memperoleh apa yang menjadi tujuan akhir yang dikehendaki, keterlibatan diri individu terhadap suatu tugas, harapan untuk berhasil dalam suatu tugas yang diberikan, serta dorongan untuk menghadapi rintangan-rintangan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan secara cepat dan tepat. Deskripsi variabel motivasi berprestasi dapat dilihat pada Tabel. Tabel. 5 Variabel Motivasi Berprestasi Parameter Nilai Jumlah (N) Minimum Maximum Mean 4,16 Std. Deviation 0,43 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 100 responden maka didapatkanlah nilai rata-rata untuk variable Motivasi Berprestasi sebesar 4,16. Sedangkan untuk nilai minimum dan maximum berturut-turut adalah sebesar 3,2 dan 5. Data pada tabel tersebut memiliki nilai penyimpangan sebesar 0,43. Kinerja Karyawan (Y) Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Deskripsi variabel kinerja karyawan dapat dilihat pada Tabel. Tabel. 6 Deskripsi Variabel KInerja Karyawan Parameter Nilai Jumlah (N) Minimum Maximum Mean 4,06 Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni Std. Deviation 0,36 2 Analisis Regresi Berganda Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 100 responden maka didapatkanlah nilai rata-rata untuk variable kinerja karyawan sebesar 4,06. Sedangkan untuk nilai minimum dan maximum berturut-turut adalah sebesar 3,1 dan 4,8. Data pada tabel tersebut memiliki nilai penyimpangan sebesar 0,36. Untuk mengetahui pengaruh antara Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi terhadap Motivasi Berprestasi maka digunakan analisis regresi linear berganda. Berikut uji regresi yang terdapat pada Tabel. Tabel. 7 Hasil Uji Regresi Dimana dapat dilihat dari persamaan sebagai nilai konstanta sebesar 0,571 : artinya jika Kepemimpinan Transformasional (X. dan Budaya Organisasi (X. , maka Motivasi Berprestasi (Z) nilainya adalah sebesar 0,571 satuan bobot. Koefisien regresi variabel Kepemimpinan Transformasional sebesar 0,192 : jika Kepemimpinan Transformasional (X. ditingkatkan satu . satuan dengan asumsi Budaya Organisasi (X. maka Motivasi Berprestasi (Z) akan mengalami peningkatan sebesar 0,192 satuan bobot. Koefisien regresi variabel Budaya Organisasi sebesar 0,672 : jika Budaya Organisasi (X. ditingkatkan satu . satuan dengan asumsi Kepemimpinan Tranformasional (X. maka Motivasi Berprestasi (Z) akan mengalami peningkatan sebesar 0,672 satuan bobot. 3 Uji Hipotesis (Uji . Uji t dimaksud untuk menguji signifikan pengaruh variabel bebas dan terikat secara parsial. Dimana pengujian ini membandingkan antara probabilitas signifikan dengan alpha 0,05. Dari hasil pengujian ini bila probabilitas signifikan lebih kecil dari pada alpha 0,05 maka diperoleh Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh X terhadap Y. Probabilitas signifikan lebih besar dari pada alpha 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada hubungan. Derajat kebebasan . n-k-1 yaitu 100 - 2 - 1 = 97 ( n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independen. sehingga hasil yang diperoleh untuk ttabel sebesar 1,984. Dari hasil olah data dapat disajikan pada Tabel. Tabel. 8 Uji t Parsial Atas Semua Variabel Independen Variabel Kepemimpinan Transformasional (X. , hasil pengujian dengan SPSS diperoleh t-hitung untuk variabel Kepemimpinan Transformasional (X. 5,593 lebih besar dari t-tabel 1,984. Dengan menggunakan batas signifikan 0,05 nilai signifikansi Kepemimpinan Transfromasional (X. 0,000 maka Ho ditolak dan H1 Dengan demikian, maka hipotesis pertama Variabel Budaya Organisasi (X. , hasil pengujian dengan SPSS diperoleh t-hitung untuk variabel Budaya Organisasi (X. 19,363 lebih besar dari t-tabel 1,983. Dengan menggunakan batas signifikan 0,05 nilai signifikansi Budaya Organisasi (X. 0,000 maka Ho ditolak dan H2 diterima. Dengan demikian, maka hipotesis kedua diterima. 4 Koefisien Determinasi R (Squar. Analisis Koefisien Determinasi R (Squar. digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabelvariabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat. Hasil uji koefisien determinasi pada model regresi satu dapat dilihat pada Tabel. Tabel. 9 Koefisien Determinasi Persamaan Satu Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni Berdasarkan tabel 4. 22 di atas diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,857 atau 85,7% hal ini menunjukan bahwa persentase sumbangan variabel independen Kepemimpinan Tranformasional dan Budaya Organisasi terhadap variabel dependen Motivasi Berprestasi (Z) adalah sebesar 85,7%. Sedangkan sisanya adalah sebesar 14,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. 5 Pembahasan Pengaruh Kepemimpinan terhadap Motivasi Berprestasi Transformasional Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan pengujian program SPSS, diperoleh koefisien signifikansi kepemimpinan transformasional sebesar 0. 000<0. dengan kata lain secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap motivasi berprestasi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya transformasional terhadap motivasi berprestasi. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi Berprestasi Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan pengujian program SPSS, diperoleh koefisien signifikansi kepemimpinan transformasional sebesar 0. 000<0. dengan kata lain secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan budaya kerja terhadap motivasi Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana tidak terdapat pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap motivasi berprestasi. Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan Transformasional Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan pengujian program SPSS, diperoleh koefisien signifikansi kepemimpinan transformasional sebesar 0. 000<0. dengan kata lain secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi terhadap motivasi berprestasi. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya imana tidak terdapat pengaruh signifikan budaya organisasi terhadap motivasi berprestasi. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan pengujian program SPSS, diperoleh koefisien signifikansi budaya organisasi terhadap kinerja karyawan sebesar 000<0. 05, dengan kata lain secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana pengaruh positif dan signifikan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian diatas dengan pengujian program SPSS, diperoleh koefisien signifikansi motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan sebesar 291>0. 05, dengan kata lain secara parsial terdapat pengaruh positif motivasi berprestasi yang tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dimana terdapat pengaruh positif motivasi berprestasi yang tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Kepemimpinan Tranformasional terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Berprestasi Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa pengaruh langsung Kepemimpian Tranformasional lebih besar di banding dengan pengaruh tidak langsung Kepemimpian Transformasional terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Berprestasi. Maka Kinerja Karyawan akan turun melalui Motivasi Berprestasi. Kinerja Pegawai semakin bagus apabila langsung di pengaruhi oleh Kepemimpinan Transformasional. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Kepemimpian Transformasional terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Berprestasi Dalam penelitian ini diperoleh bukti empiris bahwa pengaruh langsung Budaya Organisasi lebih besar di banding dengan pengaruh tidak langsung Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan melalui Motivasi Berprestasi. Maka Kinerja Karyawan akan turun melalui Motivasi Berprestasi. Kinerja Pegawai semakin bagus apabila langsung di pengaruhi oleh Budaya Organisasi. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan. Kesimpulan Dari pembahaan pada bab bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yakni terdapat Kepemimpinan Transformasional terhadap Motivasi Berprestasi. Terdapat pengaruh yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Motivasi Berprestasi. Pengaruh yang signifikan Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan. Pengaruh yang signifikan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Terdapat pengaruh yang tidak signifikan Motivasi Berprestasi Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No. Esron Tarigan. Elfiswandi. Zefri Yenni terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Berprestasi tidak memediasi Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan. Daftar Rujukan . Veithzal Rivai. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan: Dari Teori ke Praktik. Rajawali Pers. Siswatiningsih. Raharjo, and A. Prasetya. AuPengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Transaksional Terhadap Budaya Organisasi. Motivasi Kerja. Komitmen Oganisasional Dan Kinerja Karyawan,Ay J. Bisnis dan Manaj. 5, no. 2, 2019. Muslim. Hidayat, and A. Daud. AuPengaruh budaya organisasi dan motivasi berprestasi terhadap kinerja karyawan melalui perilaku inovatif pada PT. Telkomsel area pamasuka makassar,Ay Nobel Manag. Rev. , vol. 2, no. 1, pp. 95Ae108. Logahan and S. Aesaria. AuBudaya Organisasi dan Keterlibatan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Berdampak pada Kinerja Karyawan pada BTN Ae Ciputat,Ay Binus Bus. Rev. , vol. 5, p. Nov. 2014, doi: 10. 21512/bbr. Siagian. , and Khair. AuPengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening,Ay Maneggio J. Ilm. Magister Manaj. , vol. 1, no. 1, pp. 59Ae70, 2018, doi: 30596/maneggio. Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya, 2016. Kasmir. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pertama. Jakarta: Rajawali Pers, 2016. Robbins and M. Coulter. Manajemen, 13th ed. Jakarta: Erlangga, 2016. Jufrizen. AuEfek Moderasi Etika Kerja Pada Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan,Ay E-Mabis J. Ekon. Manaj. Bisnis, vol. 18, no. 2, pp. 145Ae158, 2017. Rita. Payangan. Rante. Tuhumena, and A. Erari. AuModerating effect of organizational citizenship behavior on the effect of organizational commitment, transformational leadership and work motivation on employee performance,Ay Int. Law Manag. , 2018. Perawati and I. Badera. AuPengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional. Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi pada Kinerja Organisasi,Ay E-Journal Akunt. Univ. U, vol. 25, no. 3, pp. 1856Ae1883, 2018. Andriani. AuPengaruh Gaya Kepemimpinan . Transformasional. Budaya Organisasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Ay XAy Sidoarjo,Ay JBMP (Jurnal Bisnis. Manaj. dan Perbanka. , vol. 2, no. 2, pp. 91Ae 102, 2017. Wahyuniardi and H. Nababan. AuPengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Karyawan,Ay J. Tek. Ind. , vol. 19, no. 2, pp. 118Ae126, 2018. Febriani and M. Subudi. AuPengaruh Kepemimpinan Transformasional. Budaya Organisasi dan Kompensasi Finansial pada Kinerja Karyawan. Ay Udayana University. Rahmi and M. Mulyadi. AuPengaruh Keterlibatan Karyawan. Budaya Organisasi dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Komitmen Organisasional Karyawan pada PT. PLN Banda Aceh,Ay J. Ilman J. Ilmu Manaj. , vol. 6, no. 1, 2019. Saputri and N. Andayani. AuPengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Departemen Production Di Pt Cladtek Bi-Metal Manufacturing Batam,Ay J. Appl. Bus. Adm. , vol. 2, no. 2, pp. 307Ae316, 2018, doi: 10. 30871/jaba. Hidayat. Chandra, and H. Panjaitan. AuPengaruh Budaya Organisasi. Motivasi Kerja. Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan pada SPBU di Kabupaten Rokan Hilir,Ay Kurs, vol. 3, no. 4, pp. 142Ae155. Sugiyono. AuMetodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&B. Bandung: Alfabeta. ,Ay Agora, vol. 5, no. 1, pp. 1Ae7. Riduwan and E. Kuncoro. Cara Menggunakan dan Memakai Path Analysis (Analisis Jalu. , 7th ed. Alfabeta. Jobstreet. AuKepemimpinan Transformasional: Definisi. Kualitas. Dampaknya Terhadap HR. Ay https://w. id/id/cms/employer/kepemimpinantransformasional-definisi-kualitas-dan-dampaknya-terhadaphr/?utm_campaign=id-h-ao. _jsid_google_all_sem_dsa_rlsa_hirerpage_ao&utm_conten t=&utm_term=&utm_source=google&utm_medium=cpc&pe m=google&gc. Digdowiseiso. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis, 1st ed. : Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPUUNAS), 2017. Sujianto. AuAplikasi Statistik dengan SPSS 16. 0 Jakarta: PT,Ay Prestasi Pustakaraya, 2009. Ansofino. Jolianis. Yolamalinda, and Hagi Arfilindo. Buku Ajar Ekonometrika. Yogyakarta: Yogyakarta : Deepublish. Journal of Business and Economics (JBE) UPI YPTK Oe Vol. No.