Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pemberdayaan Wanita Tani Melalui Pembuatan Pestisida Nabati di Padukuhan Dabag. Kalurahan Condongcatur. Kabupaten Sleman 1,2,3 Sandika Cahya Haq1. Siti Nurlaela2*. Hermawan3 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Polbangtan YoMa. Kota Yogyakarta. Indonesi. *Korespondensi: nurlaela77yk@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik langsung, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan menggunakan model Kirkpatrick pada level reaksi dan pembelajaran. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan . ari 53% menjadi 93%), sikap . % menjadi 97%), dan keterampilan . % menjadi 97%). Peserta juga menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap kegiatan penyuluhan dengan nilai rata-rata 4,56. Kegiatan ini berhasil mendorong perubahan perilaku serta membangun kesadaran akan pentingnya pertanian yang sehat dan berkelanjutan. Kata kunci: pestisida nabati, pemberdayaan, wanita tani Abstract This community service activity aimed to enhance the capacity of the Women Farmers Group (KWT) in implementing environmentally friendly agriculture through training in the production of botanical The methods used included counseling, hands-on practice, and evaluation through a participatory approach. The evaluation was based on the Kirkpatrick model at the reaction and learning The results showed significant improvements in knowledge . rom 53% to 93%), attitude . rom 76% to 97%), and skills . rom 0% to 97%). Participants also expressed high satisfaction with the training activities, with an average response score of 4. This program successfully promoted behavior change and raised awareness of sustainable and safe agricultural practices. Keywords: botanical pesticide, empowerment, women farmers. Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pertanian merupakan sector yang berperan penting dalam kebutuhan meningkatkan produktivitas pertanian salah satunya dengan penggunan pestisida kimia secara berlebihan. Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan tentu membahayakan bagi masyarakat yang mengonsumsi karena adanya kandungan kimia yang bersifat karsinogenik yang dapat menganggu system kekebalan (Hirma Windriyati et , 2. , selain pada manusia penggunaan pestisida kimia juga berisi bahan beracun pembasmi hama tanaman yang menyebabkan lingkungan menjadi tercemar terutamanya pada tanah dan kesehatan manusia(Ningrum et al. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengurangi penggunaan menggunakan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang dikenal aman dalam penggunaannya, ekonomis, serta tidak mencemari lingkungan (Rizky et al. , 2. Perubahan kebiasaan petani dari penggunaan pestisida kimia menuju pestisida nabati perlu dilakukan, salah satunya melalui proses pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memberikan nilai keterampilan bagi masyarakat baik perubahan perilaku (Nurlaela et al. Salah satu upaya pemberdayaan yang sesuai adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan pestisida nabati yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah peningkatan kapasitas perempuan dan juga upaya mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan, hal ini sejalan dengan Huda, . Vol. 9 No. Mei 2025 kapasitas merupakan bagian dari dimiliki baik secara individu ataupun kelompok untuk mengembangkan diri secara mandiri. Di Padukuhan Dabag. Kalurahan Condongcatur sebagian besar petani masih sangat mengandalkan pestisida kimia dalam dalam kegiatan usahataninya, hal ini disebabkan oleh penggunaan pestisida nabati. Padahal wilayah ini memiliki potensi yang cukup besar untuk mengembangkan pestisida nabati berbahan dasar sumber daya alam lokal. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan intervensi melalui kegiatan penyuluhan yang mendorong penggunaan pestisida Dengan pembuatan pestisida nabati diharapkan terjadi peningkatan dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat terutama anggota KWT, selain itu juga menyebarluaskan serta mendorong masyarakat untuk beralih ke pestisida Oleh karena itu, penelitian ini pembuatan pestisida nabati serta mengevaluasi proses pemberdayaan dari keterampilan sebagai bagian dari upaya mendorong transisi menuju pertanian ramah lingkungan. METODE PELAKSANAAN Pada masyarakat ini pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan secara partisipatif dan edukatif dengan tujuan untuk dengan tujuan memberikan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pelatihan pembuatan pestisida nabati. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan adalah penyuluhan dan pelatihan berupa praktek secara langsung. Penyuluhan di awali dengan pembagian pretest kemudian kegiatan materi yang berisi tentang pembuatan pestisida nabati yang meliputi latar belakang, manfaat, permasalahan dan rekomendasi bahan, cara pembuatan, dosis aplikasi dan teknik pengaplikasian pestisida nabati. Setelah kemudian dilanjutkan dengan pelatihan berupa praktek pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan . aun pepaya dan bawang puti. Setelah semua kegiatan telah dilaksanakan kemudian dilakukan evaluasi dengan memberikan post test dengan tujuan mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran, mengetahui tingkat efektivitas penyuluhan yang diukur melalui pendekatan kuantitatif dan penghitungan statistika mellui uji Wilcoxon untuk melihat signifikansi perbedaan antara sebeum dan sesudah penyuluhan dilakukan. Vol. 9 No. Mei 2025 Penyuluhan pembuatan pestisida Kegiatan penyuluhan mengenai pembuatan pestisida nabati. Penyuluhan ini di ikuti oleh anggota KWT teratai Padukuhan Dabag. Kalurahan Condongcatur. Kapanewon Depok. Kabupaten Sleman. Jumlah peserta yang hadir berjumlah 20 orang. Sebelum penyuluhan dimulai dilakukan membagikan kuisioner kepada peserta mengetahui tentang materi penyuluhan, pengetehuan dan sikap peserta terhadap pestisida nabati. Gambar 2. Pengisian kuisioner pretest Kegiatan diberikan secara klasikal berupa latar belakang, manfaat pestisida nabati, tujuan pestisida nabati, permasalahan dan rekomendasi bahan, kandungan dalam bahan, cara pembuatan pestisida nabati, cara penentuan dosis, dan cara Penyampaian HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan pada hari senin 19 Mei 2025 di gedung serba guna Padukuhan Dabag. Kalurahan Condongcatur, dengan jumlah peserta yang hadir pada kegiatan penyuluhan mencapai 20 Gambar 1. Dokumentasi pelaksanakan kegiatan pelatihan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 3. Pemberian materi Selama berlangsung interaktif dengan diskusi Tanya pertengahan materi, dan diakhir materi. Hal ini sesuai harapan penyuluhan yaitu untuk menyadarkan peserta untuk mencoba dan mengimplementasikan materi yang di sampaikan, sejalan dengan pendapat Sukadi et al, . Penyuluhan dilakukan agar peserta mau dan mampu mengorganisasikan dirinya dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Gambar 4. Praktek pembuatan pestisida Adapun alat bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati sebagai berikut: Bahan . 5 siung bawang putih . 5 potong daun papaya . 600 ml air bersih Alat . Blender . Botol . Pisau Praktek pembuatan Pestisida Nabati Setelah pemaparan materi kegiatan yang dilakukan adalah praktek secara langsung pembuatan pestisida nabati. Bahan yang dipilih dalam pembuatan pestisida nabati adalah bahan yang telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan permasalahan lapangan yaitu dengan menggunakan bahan utama daun papaya dan bawang putih. Sebelum kegiatan praktek dilaksanakan untuk efektifitas waktu dan kegiatan, seluruh peserta dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan urutan pada presensi Seluruh peserta mengikuti kegiatan praktek dengan baik dan tepat. Setelah mengetahui alat dan bahan yang digunakan, adapun langkah pembuatan pestisida nabati sebagai Haluskan bawang putih dan daun pepaya . Campurkan hasil halusan dengan 600 ml air bersih. Diamkan selama 12Ae24 jam dalam wadah tertutup di tempat teduh. Saring larutan dan simpan dalam botol bersih. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pada kegiatan pemberdayaan ini pemilihan bahan daun papaya dan bawang putih karena daun papaya memiliki kandungan senyawa berupa papain, tannin dan alkoid yang berfungsi sebagai penolak serangga karena menimbulkan rasa pahit (Anggeraja et , 2. sedangkan bawang putih memiliki senyawa flavonoid yang dapat merusak system pencernaan serangga (Rizky et al. , 2. Pemilihan 2 bahan tersebut juga telah disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hirma Windriyati et al. , . bahwa penggunaan bawang putih dapat menekan hama hingga mortalitas 28,33% dan daun papaya dapat menekan serangan terhadap tanaman hingga mortalitas 76%. Setelah kegiatan praktek selesai peserta diarahkan untuk berkumpul kembali dan dilanjutkan dengan mengerjakan posttest guna sebagai bahan evaluasi terkait penyuluhan yang telah dilakukan. Sebagaimana yang dilakukan pada penelitian Salsabila et , . yang menyatakan pengisian pre test dan post test untuk mengevaluasi keberhasilan pemberdayaan dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan pada sasaran. Vol. 9 No. Mei 2025 perilaku, level 4 dampak (Taufiqoh et Model Kirkpatrick merupakan model evaluasi pelatihan yang memiliki kelebihan karena sifatnya yang menyeluruh, sederhana, dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi pelatihan (Nuraini, 2. Evaluasi yang dilakukan pada pemberdayaan berada pada level 1 dan level 2 yaitu dengan membagikan kuisioner pretest dan post test pada Evaluasi Level 1 reaksi Evaluasi penyuluhan dilakukan menggunakan skala likert 1-5 pada level 1 dengan 7 butir pernyataan. Tabel 1. Evaluasi level 1 reaksi Variabel Materi sesuai kebutuhan 4,65 Meningkatkan kemampuan dalam pembuatan pestisida 4,55 Narasumber jelas dalam penyampaian materi Evaluasi penyuluhan pestisida Evaluasi penyuluhan berbasis teori Kirkpatrick dilakukan untuk mengetahui apakah penyuluhaan telah memberi perubahan pada pencapaian tujuan suatu kelompok atau masyarakat, sebagai sarana untuk memutuskan program penyuluhan perlu dilanjut atau tidak, dan untuk mendapatkan informasi pengembangan program penyuluhan yang akan datang. Dalam teori ini untuk melakukan evaluasi dilakukan dengan menerapkan empat level, yaitu level 1 reaksi, level 2 pembelajaran, level 3 Nilai rata rata 4,55 Sarana prasarana memadai Tahapan sesuai dengan 4,55 Durasi/waktu penyuluhan Keterlibatan peserta Jumlah Kategori Rerata 4,56 Sumber: data olah, 2025 Hasil evaluasi reaksi peserta mendapatkan respons yang sangat rata-rata keseluruhan sebesar 4,56 . ategori AuSangat SetujuA. Aspek tertinggi adalah kesesuaian materi . dan keterlibatan peserta . , yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 menunjukkan bahwa materi dianggap relevan dan metode pelaksanaan mendorong partisipasi aktif. Meskipun sarana dan durasi mendapat nilai paling . Secara penyuluhan dinilai berhasil dari sisi Level 1 Model Kirkpatrick . karena mampu memenuhi harapan dan kebutuhan peserta. Evaluasi level 2 pembelajaran Test Statistics posttestpengetahuan pretestpengetahuan Asymp. Sig. -taile. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,946 dan Asymp. Sig. = 0,000. Nilai signifikansi ini berada jauh di bawah ambang batas = 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa kegiatan penyuluhan pestisida nabati memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan Hasil ini memperkuat temuan pada evaluasi Level 2 Model Kirkpatrick, bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Hasil Indikator Pengetahuan Keterampilan Sikap Skor Skor Skor Pre test Post test Peningkatan Sumber: data olah, 2025 Evaluasi pembelajaran menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga aspek Pengetahuan meningkat dari 53% menjadi 93% . enaikan 40%), sikap dari 76% menjadi 97% . enaikan 21%), dan keterampilan dari 0% menjadi 97%. Hal ini menandakan meningkatkan kompetensi peserta menyeluruhAibaik psikomotorikAisehingga penyuluhan efektif dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Hasil uji Wilcoxon Tabel 3. Uji Wilcoxon pre test post test aspek pengetahuan Sumber: data olah SPSS, 2025 Tabel 2. Evaluasi level 2 pembelajaran Table 4. Uji Wilcoxon pre test post test aspek sikap Test Statistics posttestsikap pretestsikap Asymp. Sig. -taile. Sumber: data olah SPSS, 2025 Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh nilai Z = -3,841 dengan Asymp. Sig. -taile. = 0,000. Nilai signifikansi ini menunjukkan bahwa pvalue < 0,05, sehingga secara statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap peserta sebelum dan sesudah mengikuti Artinya, penyuluhan pestisida nabati tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga berhasil mengubah sikap Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mereka menjadi lebih positif terhadap penggunaan pestisida nabati. Hal ini menunjukkan bahwa materi dan metode yang digunakan selama penyuluhan mampu mempengaruhi aspek afektif peserta secara efektif. Efektivitas penyuluhan Tabel 5. Efektivitas penyuluhan Variabel Pengetahuan Sikap Keterampi Pre- test 22,65 Post test Skor Target tan . Kejadian . Efektivit han . Efektivit . 7,35 6,45 Sumber: data olah, 2025 Kegiatan menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Pengetahuan meningkat dari rata-rata 5,3 menjadi 9,3 . fektivitas perubahan perilaku 85%), sikap dari 22,65 menjadi 29,1 . %), dan keterampilan dari 0 menjadi 4,5 . %). Aspek keterampilan mencatat peningkatan paling signifikan. Secara keseluruhan, penyuluhan dinilai efektif, terutama dalam membentuk keterampilan dan mendorong perubahan perilaku peserta ke arah pertanian ramah Rencana tindak lanjut Vol. 9 No. Mei 2025 Berdasarkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan . ari 53% menjadi 93%), sikap ( dari 76% menjadi 97%) dan keterampilan . ari 0% menjadi 97%), maka perlu disusun rencana tindak lanjut untuk mempertahankan dan mengembangkan hasil tersebut, berikut rencana tindak lanjut : Menyelenggarakan lanjutan dengan materi tambahan seperti pestisida nabati untuk jenis hama dan tanaman yang berbeda. Menyusun modul SOP sebagai panduan tertulis bagi anggota dan dokumentasi kegiatan KWT, agar seluruh proses pembuatan pestisida nabati di masa yang akan datang sesuai dengan SOP yang telah disusun dan dapat diikuti dengan . Melakukan evaluasi berkala setiap 3 keberlanjutan implementasi dari praktek pembuatan pestisida nabati . anyaknya jumlah anggota yang akti membuat pestisida nabati, luasan lahan atau jenis tanaman yang menggunakan pestisida nabati. Memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan perguruan tinggi kelompok melalui pelatihan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada 'Pemberdayaan Wanita Tani melalui Pembuatan Pestisida Nabati di Padukuhan Dabag. Kalurahan Condongcatur' bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok wanita tani dalam menerapkan pertanian ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan pestisida Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang langsung, dan evaluasi berbasis model Kirkpatrick. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan Seluruh peserta aktif dalam kegiatan praktik dan mampu menghasilkan pestisida nabati Selain penyuluhan mendapatkan respon sangat positif, yang tercermin dari tingkat kepuasan peserta yang Evaluasi kuantitatif melalui uji Wilcoxon mengonfirmasi bahwa terjadi perubahan signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil tidak hanya dalam aspek peningkatan individu peserta, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya praktik pertanian yang sehat, aman, dan Kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian dapat menjadi kunci perubahan menuju sistem pertanian yang lebih mandiri dan ekologis. Saran pada untuk pengembangan lebih lanjut berupa pengembangan pestisida nabati secara mandiri dan beragam, implementasikan pada masing masing anggota dan peran Vol. 9 No. Mei 2025 Terimakasih sebesar besarnya Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Ae Magelang (Polbangtan Yom. telah memfasilitasi terimakasih kepada ibu Dr. Siti Nurlaela. Pd. SP. ,M. Psi, dan bapak R. Hermawan. SP. ,MP. Selaku Dan terimakasih Kelompok Wanita Tani Teratai Mekar sebagai tempat pemberdayaan masyarakat. REFERENSI