Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI ORAL HYGIENE PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Ayu Afriani Panyuwa*. Sopia Della Tuapetel Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Kristen Satya Wacana. Jl. Kartini No. Sidorejo. Salatiga. Jawa Tengah 50714. Indonesia *ayu. panyuwa@uksw. ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia pra sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal. Edukasi oral hygiene pada anak perlu dilakukan sejak dini untuk membentuk kebiasaan baik dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah bertujuan untuk mengevaluasi dam meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah mengenai oral hygiene. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pembelajaran interaktif dalam bentuk ceramah dan demonstrasi yang dilakukan selama dua hari kepada 33 anak usia pra sekolah. Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hasil tingkat pengetahuan sebelum penyuluhan dilakukan yaitu sebanyak 69. 7% memiliki pemahaman yang tidak memadai tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut dan hanya 30. 3% yang memiliki pengetahuan cukup atau baik. Setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan anak. Jumlah anak dengan tingkat pengetahuan sangat kurang dan kurang masing-masing menurun menjadi 21. 2%, sementara jumlah anak dengan pengetahuan cukup meningkat menjadi 42. 4%, dan yang memiliki pengetahuan baik meningkat Edukasi oral hygiene melalui metode pendekatan yang interaktif pada usia anak pra sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia pra sekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kata kunci: edukasi. oral hygiene. usia pra sekolah ORAL HYGIENE EDUCATION FOR PRESCHOOL CHILDREN ABSTRACT Dental and oral health in preschool children is a crucial aspect of supporting optimal growth and Early oral hygiene education for children is necessary to establish good habits in maintaining dental and oral health. The aim of oral hygiene education for preschool children is to evaluate and improve their knowledge about oral hygiene. The community service method used was interactive learning in the form of lectures and demonstrations conducted over two days with 33 preschool children. Knowledge evaluation was carried out before and after the education to measure changes in the childrenAos understanding of the importance of maintaining oral health. The results showed that before the education, 7% had inadequate understanding of the importance of oral cleanliness, and only 30. 3% had sufficient or good knowledge. After the education, there was a significant increase in the level of knowledge. The number of children with very poor and poor knowledge decreased to 21. 2%, while the number of children with sufficient knowledge increased to 42. 4%, and those with good knowledge increased to 15. Oral hygiene education through an interactive approach has proven effective in enhancing preschool children's knowledge about the importance of maintaining dental and oral health. Keywords: education. oral hygiene. preschool age Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut adalah aspek vital dari kesehatan keseluruhan yang sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, terutama pada anak-anak. Karies gigi, atau gigi berlubang, adalah penyakit kronis yang paling umum di kalangan anak-anak di seluruh dunia. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah berkisar antara 60-90%, dengan banyak kasus yang tidak mendapatkan perawatan yang Karies gigi pada anak-anak tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mengganggu tidur, makan, berbicara, dan kemampuan belajar mereka (CorryaFaria et al. , 2. Anak usia pra sekolah merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Pada anak usia pra sekolah, pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sangatlah penting karena kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa. Singla et al, menekankan bahwa perilaku kesehatan gigi yang baik, seperti menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, menghindari makanan dan minuman manis, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter, dapat mencegah berbagai masalah kesehatan gigi di kemudian hari (Singla et al. , 2. Edukasi tentang kesehatan gigi yang diberikan pada usia dini terbukti efektif dalam mengurangi prevalensi karies gigi (Moore et al. , 2. Namun, banyak orang tua dan pendidik yang kurang memahami pentingnya pendidikan kesehatan gigi dan bagaimana cara terbaik untuk menyampaikannya kepada anak-anak. Rasmia et al, menemukan bahwa kesadaran dan pengatahuan orang tua mengenai kesehatan gigi cukup memadai, namun sikap dan praktik mereka kurang kurang memada sehingga sehingga berimplikasi negatif pada kebiasaan kesehatan gigi anak-anak mereka (Rasmia M Huew et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang dirancang khusus untuk anak usia pra sekolah guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pentingnya kebersihan gigi dan mulut. Faktor risiko karies dini pada anak prasekolah antara lain usia, pendidikan ibu yang rendah, pemberian makan yang tidak tepat, dan kebiasaan kebersihan mulut (Kshetrimayum et al. , 2. Urgensi dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didasari oleh tingginya prevalensi karies gigi dan rendahnya tingkat pengetahuan serta kesadaran tentang kesehatan gigi di kalangan anak-anak dan orang tua. Selain itu, fasilitas kesehatan gigi yang terbatas dan kurangnya akses informasi yang memadai semakin memperburuk kondisi ini. Pendidikan kesehatan gigi yang efektif dan interaktif dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini. Atif et al menyatakan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak terhadap kesehatan gigi dan mulut (Atif et al. , 2. Rasionalisasi dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang kebersihan gigi dan mulut melalui metode yang interaktif dan menarik sehingga dapat membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi yang baik sejak dini. Program ini juga bertujuan untuk melibatkan orang tua dan pendidik dalam upaya menjaga kesehatan gigi anak, mengingat dukungan dan peran aktif dari orang tua sangat penting dalam membentuk perilaku kesehatan anak (Kaushik & sood, 2. Masalah utama yang ingin diatasi melalui kegiatan ini adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kebersihan gigi dan mulut pada anak usia pra sekolah dan orang Banyak anak-anak yang belum memahami cara yang benar untuk menyikat gigi dan pentingnya melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi di kalangan anak-anak juga turut berkontribusi terhadap tingginya angka karies gigi (Ha et al. , 2. Program edukasi oral hygiene yang ditujukan pada anak usia pra sekolah merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang sangat Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group kebersihan gigi dan mulut, tetapi juga untuk mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar dan memotivasi anak-anak agar menjaga kebersihan gigi mereka setiap hari. Oleh karena itu, perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul "Edukasi Oral Hygiene pada Anak Usia Pra Sekolah" dilaksanakan. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar tentang kebersihan gigi dan mulut, mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar, dan memotivasi anak-anak untuk menjaga kebersihan gigi mereka setiap hari. Pendekatan yang interaktif dan menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program ini dan membentuk kebiasaan sehat yang berkelanjutan di kalangan anak-anak. METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak (TK) Laboratorium Kristen Satya Wacana Salatiga pada bulan Maret 2024 kepada anak usia pra sekolah dengan ratarata usia 4 hingga 6 tahun yang berjumlah 33 anak. Program edukasi ini dilaksanakan selama 2 hari dengan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi, yakni: Hari Pertama (Cerama. Kegiatan edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah pada hari pertama, diawali dengan melakukan pre-test menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan anak terhadap kebersihan gigi dan mulut. Pengisian kuesioner didampingi oleh guru-guru TK dan fasilitator. Kemduan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai pentingnya kebersihan gigi dan mulut, penyebab karies gigi, cara menjaga kesehatan gigi yang baik serta langkah-langkah menggosok gigi yang baik dan benar. Materi disampaikan menggunakan phantom gigi sebagai alat peraga, cerita bergambar, dan video Diakhir materi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan narasumber. Hari Kedua (Demontras. Pada hari kedua kegiatan edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah, dilakukan demonstrasi dan latihan cara menyikat gigi yang benar pada masing-masing anak. Setiap anak diberi kesempatan untuk mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar di bawah bimbingan instruktur. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan permainan dan kuis interaktif untuk meningkatkan pemahaman anak. Diakhir kegiatan pada hari kedua, ditutup dengan post test yaitu mengisi kembali lembar kuesioner pengetahuan anak terhadap kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan edukasi ini berjalan dengan efektif, didukung dengan guru-guru TK yang kooperatif dalam mendampingi dan mengarahkan anak-anak. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah program edukasi melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan anak terhadap kebersihan gigi dan mulut. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan . aired t-tes. untuk mengukur perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Edukasi oral hygiene . ebersihan gigi dan mulu. pada anak usia pra sekolah merupakan intervensi yang untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak pra sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut melalui intervensi edukatif. Berikut adalah hasil Analisa data yang mencakup distribusi peserta berdasarkan usia dan jenis kelamin, distribusi pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan, serta hasil uji t berpasangan . aired t-tes. untuk mengukur perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group Karakteristik Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat Tabel 1. Distribusi peserta berdasarkan usia dan jenis kelamin Karakteristik Usia Jenis Kelamin 4 Ae 5 tahun 5 Ae 6 tahun Laki Ae laki Perempuan Distribusi karakteristik peserta dalam pengabdian masyarakat ini menunjukkan variasi dalam usia dan jenis kelami anak-anak prasekolah yang terlibat dalam program edukasi oral hygiene. Berdasarkan data pada tabel 1 karakteristik distribusi usia menunjukkan bahwa anak-anak yang berpartisipasi sebagai peserta dalam PKM ini berusia 4 hingga 6 tahun, dengan mayoritas berusia 5-6 tahun . 6%) dan usia antara 4 -5 tahun . 4%). Distribusi ini menunjukkan bahwa program edukasi oral hygiene menjangkau kelompok usia yang berbeda dalam rentang Usia 5-6 tahun adalah masa penting dalam perkembangan anak, di mana mereka mulai memasuki tahap pendidikan formal seperti taman kanak-kanak dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik untuk memahami konsep kebersihan dan kesehatan. Hal ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa intervensi kesehatan gigi dan mulut yang berfokus pada kebersihan gigi dan mulut serta stimulasi anak menghasilkan peningkatan kebersihan mulut dan penurunan karies gigi pada anak usia 5-6 tahun (Engh et al. , 2. Hasil distribusi jenis kelamin pada tabel 1, menunjukkan bahwa peserta terdiri dari 45. 5% laki-laki dan 5% perempuan. Proporsi ini relatif seimbang, meskipun terdapat sedikit lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan cenderung lebih responsif terhadap program edukasi kesehatan dan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam kegiatan kesehatan sekolah dibandingkan dengan anak laki-laki (Gay et , 2. Perbedaan partisipasi ini mungkin disebabkan oleh perbedaan dalam minat, perilaku, dan respons terhadap intervensi edukatif antara anak laki-laki dan perempuan. Gambar 1 pengarahan hari pertama sebelum mengikuti peyuluhan Studi ini konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya yang menyatakan pentingnya edukasi kesehatan mulut pada anak usia dini. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wambier et al, intervensi dini dalam kesehatan gigi dan mulut dapat mengurangi risiko masalah gigi di Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group kemudian hari (Wambier et al. , 2. Penelitian sebelumnya juga menyatakan kebijakan pencegahan dan promosi kesehatan mulut memiliki hubungan yang signifikan antara karies gigi dan kualitas hidup terkait kesehatan mulut pada anak-anak prasekolah (Pakkhesal et al. , 2. Selain itu, penelitian oleh Tamazoni et al, menekankan pentingnya intervensi kesehatan di sekolah, yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak (Tomazoni et , 2. Studi tersebut menemukan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendidikan kesehatan di sekolah cenderung lebih sadar akan pentingnya kebersihan pribadi dan lebih mungkin untuk mengadopsi kebiasaan sehat. Gambar 2 penyuluhan edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah Distribusi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Tabel 2. Distribusi tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan Pengetahuan <40 . angat kuran. 40 Ae 60 . 60 Ae 80 . >80 . Sebelum Sesudah Program edukasi oral hygiene yang dilaksanakan pada anak usia pra sekolah menunjukkan perubahan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan anak sebelum dan sesudah penyuluhan. Sebelum penyuluhan, terlihat bahwa sebelum penyuluhan, mayoritas anak memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang kebersihan mulut. Sebanyak 69. 7% . anak sangat kurang dan 13 anak kuran. menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki pemahaman yang tidak memadai tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut. Hanya 30. 3% yang memiliki pengetahuan cukup atau baik. Setelah penyuluhan, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan anak. Jumlah anak dengan tingkat pengetahuan sangat kurang dan kurang masing-masing menurun menjadi 21. 2%, sementara jumlah anak dengan pengetahuan cukup meningkat menjadi 42. 4%, dan yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi Hasil ini menunjukkan bahwa program edukasi oral hygiene berhasil meningkatkan pengetahuan anak tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut. Hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan pada anak usia pra sekolah ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Nurhayati dkk, bahwa pendidikan kesehatan kebersihan mulut pada anak usia dini dapat meningkatkan pemahaman tentanng perilaku hidup bersih dan sehat dan mampu Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group mendemonstrasikan cara menyikat gigi dengan benar (Nurhayati et al. , 2. Penelitian oleh Michelle et al menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan mulut pada anak-anak dapat secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang kebersihan gigi dan mulut (Michelle Fernanda Cabrera et al. , 2. Studi ini juga menemukan bahwa anak-anak yang terlibat dalam program pendidikan kesehatan mulut cenderung menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya menyikat gigi secara teratur dan menggunakan teknik yang benar untuk menjaga kesehatan mulut. Kemudian. Penelitian oleh Krol et al, menegaskan pentingnya edukasi kesehatan mulut yang diberikan sejak usia dini karena prevalensi karies gigi sebesar 40% pada anak usia 2 hingga 19 tahun (Krol & Whelan, 2. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak prasekolah yang menerima edukasi kesehatan mulut menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kejadian karies gigi dan peningkatan dalam kebiasaan menjaga kebersihan mulut dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menerima edukasi semacam itu. Gambar 2. Kegiatan demonstrasi oral hygiene dengan benar pada anak usia pra sekolah secara Menurut penelitian oleh Podaneva et al, anak-anak prasekolah berada dalam tahap perkembangan kognitif yang kritis di mana mereka mampu memahami dan menginternalisasi informasi baru dengan lebih baik. Hal ini menjelaskan mengapa edukasi kesehatan mulut pada usia ini dapat memiliki dampak yang signifikan (Podaneva et al. , 2. Selain itu, penelitian Sinha et al, juga menekankan bahwa program pendidikan dan pelatihan kesehatan mulut yang terstruktur di sekolah menghasilkan peningkatan pemahaman terkait kesehatan mulut siswa sebesar 60,4% (Sinha et al. , 2. Didukung oleh penelitian Rosmalia dkk, membentuk kebiasan sehat untuk menjaga kebersihan gigi anak usia pra sekolah melalui edukasi dan praktik secara langsung . dapat meningkatkan pengetahuan anak pra sekolah untuk memiliki kebiasaan menyikat gigi secara rutin (Rosmalia et al. , 2. Program yang terstruktur membantu dalam pengulangan informasi dan praktik yang diperlukan untuk membentuk kebiasaan baik. Namun, selain program yang terstuktur dalam serangkaian pengabdian masyarakat edukasi oral hygiene, perlu memperhatikan dan membuat inovasi perubahan kebijakan di sekolah. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rahina pada anak usia pra sekolah bahwa perubahan kebijakan dengan menyediakan tempat untuk menyikat gigi, menetapkan satu hari tertentu sebagai hari menyikat gigi bersama, peran guru dalam memotivasi anak untuk menyikat gigi setelah jajan di sekolah dan melaporkan status kesehatan gigi anak kepada orang tua dapat mendukung untuk meningkatkan kesehatan gigi anak (Rahina, 2. SIMPULAN Program edukasi oral hygiene pada anak usia pra sekolah menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan anak setelah penyuluhan. Penurunan jumlah anak dengan tingkat pengetahuan sangat kurang dan kurang, serta peningkatan jumlah anak Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 2. Juni 2024 Global Health Science Group dengan pengetahuan cukup dan baik, menunjukkan efektivitas intervensi ini. Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya edukasi kesehatan mulut sejak dini untuk membentuk kebiasaan sehat yang bertahan lama. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk membentuk kebiasaan sehat yang akan bermanfaat bagi kesehatan anak-anak di masa depan. DAFTAR PUSTAKA