Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Penerapan Metode Queue Tree Dalam Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik Untuk Memudahkan Pembelajaran Dalam Menghadapi Dampak Covid-19 Migni Finces Manao1. Alboy Sinaga2. Soeb Aripin3 Teknologi Informasi. Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi. Universitas Budi Darma. Indonesia Jl. Sisingamangaraja No. Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: mignitfincesmanao2001@gmail. Sin79047@gmail. com, soebaripin@gamil. AbstrakOeMasih berlangsungnya dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai sektor mengalami penurunan salah satunya dibidang Pendidikan. Banyak cara yang dihadapi dalam dunia Pendidikan untuk memulihkan dampak yang disebabkan oleh Covid-19 yaitu melakukan pembelajaran secara daring dan luring . Dalam menghadapi pelaksanaan pembelajaran tersebut terdapat kedala salah satunya pada pelaksanaan pembelajaran daring yang dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Masalah yang sering timbul adalah pembagian bandwidth yang tidak merata ketika semua menggunakan akses internet Untuk menjaga kelancaran penggunaan internet, manajemen bandwidth yang baik diperlukan dengan tujuan mengatur besaran bandwidth dan menjamin para pengguna jaringan mendapatkan bandwidth yang adil dan memuaskan. Salah satu cara untuk mengatur besaran bandwidth dengan menggunakan metode queue tree. Metode Queues tree adalah pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan ini berdasarkan protokol, ports. IP Address, bahkan kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree. Dengan tujuan agar kapasitas bandwidth tersebut nantinya akan dibagikan kepada setiap pengguna jaringan sesuai dengan prioritasnya dalam penggunaan internet sehingga besarnya kapasitas bandwidth yang disediakan dapat dioptimalkan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Dimana hasil penerapan metode queue tree yaitu dengan membuat max-limit download dan upload masing-masing sebesar 10Mbps. Download dan Upload masing-masing terbagi menjadi 2 yaitu download atau upload berat masing-masing mendapat max-limit 2,5 Mbps dan download atau upload ringan masing-masing mendapat max-limit 10 Mbps. Kata Kunci: Manajemen Bandwidth. Mikrotik. Pembelajaran. Covid-19. Queue Tree. AbstractOe The ongoing impact of the Covid-19 pandemic has resulted in a decline in various sectors, one of which is in the field of There are many ways that are faced in the world of education for the impacts caused by Covid-19, namely by conducting bold and captivating learning . In dealing with the implementation of this learning, there are obstacles, one of which is the implementation of bold learning which is carried out at SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. The problem that often arises is the uneven distribution of bandwidth, all using internet access. To maintain good internet usage, bandwidth management is needed with the aim of managing bandwidth and ensuring fair and satisfactory network bandwidth users. One way to adjust the amount of bandwidth is by using the queue tree method. Queue tree method is a very complicated limitation because this limitation is based on protocol, port. IP address, even we have to activate the Mangle feature in Firewall if we want to use Queue Tree. With the aim that the bandwidth capacity will later be distributed to each network user according to their priorities in internet use so that the amount of bandwidth capacity provided can be optimized at SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Where the results of the application of the queuing method is to make the max-limit download and upload each of 10Mbps. Each download and upload is divided into 2, namely heavy downloads or uploads, each of which gets a max-limit of 2. 5 Mbps and light downloads or uploads, each of which gets a max-limit of 10 Mbps. Keywords: Bandwidth Management. Mikrotik. Learning. Covid19. Queue Tree. PENDAHULUAN Masih berlangsungnya dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai sektor mengalami penurunan salah satunya dibidang Pendidikan. Banyak cara yang dihadapi dalam dunia Pendidikan untuk memulihkan dampak yang disebabkan oleh Covid-19 yaitu melakukan pembelajaran secara daring dan luring . Dalam menghadapi pelaksanaan pembelajaran tersebut terdapat kedala salah satunya pada pelaksanaan pembelajaran daring yang dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Pelaksanan pembelajaran daring sangat membutuhkan jaringan internet yang setabil dan tinggi dikarenakan pada masa new normal para guru di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam menggunakan jasa PT. Telkom dengan ISP Indihome sebagai penyedia layanan internet berlangganan dengan kecepatan 20 Mbps untuk akses internet secara keseluruhan, baik untuk guru, tata usaha dan siswa. Masalah yang sering timbul adalah pembagian bandwidth yang tidak merata ketika semua menggunakan akses internet, sebagai contoh ketika salah satu pengguna jaringan melakukan download menggunakan aplikasi internet download manager maka bandwidth akan tersedot pada pengguna jaringan tersebut, sehingga pengguna jaringan yang lain merasakan koneksi internet lambat yang mengakibatkan penyelesaian pekerjaan menjadi tertunda. Untuk menjaga kelancaran penggunaan internet, manajemen bandwidth yang baik diperlukan dengan tujuan mengatur besaran bandwidth dan menjamin para pengguna jaringan mendapatkan bandwidth yang adil dan memuaskan. SMK Negeri 1 Lubuk Pakam menggunakan mikrotik RB951Ui-2HnD sebagai router yang memiliki kemampuan dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi yang akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk pengguna jaringan lain yang satu network atau berada di network yang berbeda. Salah satu cara untuk mengatur besaran bandwidth dengan menggunakan metode queue tree. Metode Queues tree adalah pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan ini berdasarkan protokol, ports. IP Address, bahkan kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree . Metode Queues Tree berfungsi untuk melimit bandwidth pada mikrotik yang mempunyai dua koneksi internet karena paket marknya lebih berfungsi dari pada di Simple Queues . Migni Finces Manao. JoGTC | Page 115 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Terdapat beberapa penelitian yang dijadikan acuan dalam permsalahan dan penerapan metode Queue Tree yang digunakan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Cahyo Prihantoro. Dkk pada tahun 2021 tentang manajemen bandwidth dalam memaksimalkan jaringan internet dengan metode Queue Tree dimana koneksi jaringan internet pada masingmasing user menjadi stabil kerena memiliki batas bandwidth . Penelitian yang dilakukan oleh Rasim. Dkk pada tahun 2022 tentang manajemen bandwidth berbasis hotspot dengan menerapkan metode Queue Tree menyimpulkan hasil manajemen bandwidth dengan limit bandwidth sebesar 4 Mbps. Penelitian yang dilakukan oleh April Firman Daru. Dkk pada tahun 2019 tentang manajemen bandwidth dengan menggunakan metode Queue Tree dan PCQ menghasilkan dengan sampel sebanyak 10 kali menggunakan bandwidth sebesar10Mbps menghasilkan jitter rata-rata 1. Penelitian yang dilakukan oleh Moh Erzal Arighi Damopolii. Dkk pada tahun 2021 tentang perbandingan manajemen bandwidth kikrotik menggunakan metode Queue Tree dengan Simple Queue mendapatkan hasil penerapan metode Queue Tree lebih baik dalam manajemen bandwidth dibandingkan Simple Queue . Berdasarkan penelitian terkait yang diangkat untuk menjadi acuan dan masalah di atas, penulis berminat untuk membuat penelitian tentang penerapan metode Queue Tree dalam manajemen bandwidth berbasis mikrotik untuk memudahkan pembelajaran dalam menghadapi dampak Covid-19. Dimana pengelolaan manajemen bandwidth harus dilakukan untuk mendapatkan kapasitas bandwidth yang tepat bagi setiap pengguna jaringan. Dengan tujuan agar kapasitas bandwidth tersebut nantinya akan dibagikan kepada setiap pengguna jaringan sesuai dengan prioritasnya dalam penggunaan internet sehingga besarnya kapasitas bandwidth yang disediakan dapat dioptimalkan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Tahapan penelitian yang dilakukan dalam manajemen bandwidth berbasis mikrotik untuk memudahkan pembelajaran dalam menghadapi dampak Covid-19 dengan menerapkan metode Queue Tree dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Tahapan Penelitian Identifikasi masalah, pada tahapan ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan dan metode yang digunakan pada penelitian ini. Wawancara, pada tahapan imi melakukan metode tanya jawab untuk mendatapatkan informasi secara lengkap mengenai semua yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas kepada Kepala Bidang Teknik Informasi dan Komunikasi serta beberapa guru, tata usaha dan siswa sebagai pengguna jaringan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam. Studi Pustaka, pada tahapan ini melakukan studi pustaka untuk melengkapi data-data yang diperlukan dengan cara mengumpulkan dan mempelajari literatur dari artikel, jurnal, buku atau sumber data lain yang ada di perpustakaan kampus maupun dari internet untuk mendukung secara teori informasi yang berhubungan dengan pembahasan masalah yang diangkat dalam laporan ini. Analisa masalah, pada tahap analisa ini penulis melakukan pengumpulan data, mempelajari dan melakukan perumusan demi mendukung penelitian ini dalam melakukan proses pengolahan data. Migni Finces Manao. JoGTC | Page 116 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Penerapan metode, tahap ini merupakan tahap melukan manajemen bandwidth dengan menerapkan metode Queue Tree 2 Manajemen bandwidth Manajemen bandwidth adalah sebuah proses penentuan besarnya bandwidth kepada tiap pemakai dalam jaringan Besarnya bandwidth akan berdampak kepada kecepatan transmisi. Bandwidth internet disediakan oleh provider internet dengan jumlah tertentu tergantung sewa pelanggan . 3 Mikrotik Mikrotik adalah sebuah merek dari sebuah perangkat jaringan, pada awalnya mikrotik hanya sebuah perangkat lunak atau software yang di install computer yang digunakan untuk mengontrol jaringan, tetapi dalam perkembangannya saat ini telah menjadi sebuah device atau perangkat jaringan yang handal dan harga yang terjangkau, serta banyak digunakan pada level perusahaan penyedia jasa internet . 4 Queue Tree Queues tree adalah pelimitan yang sangat rumit karena pelimitan ini berdasarkan protokol, ports. IP address, bahkan kita harus mengaktifkan fitur mangle pada firewall jika ingin menggunakan queue tree . Queues Tree berfungsi untuk melimit bandwidth pada mikrotik yang mempunyai dua koneksi internet karena paket marknya lebih berfungsi dari pada di simple queues. Queues tree juga digunakan untuk membatasi satu arah koneksi saja baik itu download maupun Metode Queues tree merupakan metode yang cukup rumit dalam melakukan konfigurasinya . Keunggulan yang terdapat pada metode Queues tree adalah kita dapat mengalokasikan bandwidth Internet Control Message Protocol (ICMP). Jadi, ketika bandwidth yang terdapat pada klien penuh, ping time nya masih dapat stabil . Gambar 2. Queue Tree HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pembahasan Topologi jaringan yang digunakan pada SMK Negeri 1 Lubuk Pakam terdiri dari 6 jaringan yang terbagi atas ruangan ICT . , tata usaha, perpustakaan, jurusan bangunan, jurusan listrik dan mesin, jurusan komputer dan Gambar 3. Topologi Jaringan Sebelum Manajemen Bandwidth Migni Finces Manao. JoGTC | Page 117 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Pada gambar diatas, internet service provider (ISP) langsung terhubung pada switch kemudian diteruskan ke switch masing-masing jurusan dan access point untuk tata usaha. Pada gambar tersebut juga dapat dilihat bahwa untuk komputer client pada jaringan local sudah tersedia jaringan internetnya. Topologi jaringan ini tidak efektif karena tidak adanya pembagian bandwidth yang merata ketika menggunakan internet. Pemodelan jaringan yang akan dirancang dalam penelitian ini menggunakan mikrotik. Mikrotik berfungsi untuk memanajemen bandwidth yang diterima dari ISP Indiehome sebesar 20 Mbps yang akan dibagi 10 Mbps untuk masingmasing jaringan yaitu jaringan untuk sever dan jaringan untuk local. Gambar 4. Topologi Jaringan Menggunakan Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik Pada penelitian ini, sampel topologi jaringan simulasi yang akan digunakan untuk merancang sistem manajemen bandwidth mengunakan beberapa perangkat keras dan perangkat lunak. Berikut ini adalah kebutuhan perangkat keras yang akan digunakan untuk membangun sistem manajemen bandwidth dalam simulasi : Tabel 1. Hardware yang digunakan Nama/ Jenis Perangkat Modem Indiehome Mikrotik RouterBoard RB951Ui-2HnD Switch tp-link TL-SF1008D Wireless tp-link TL-WA5110G Server Acer Aspire C22 PC zyrex Laptop Acer N16Q2 Kabel UTP Cross-Over Kabel UTP Straight Jumlah Berikut ini adalah kebutuhan perangkat lunak yang akan digunakan untuk membangun sistem manajemen bandwidth dalam simulasi : Tabel 2. Software yang digunakan Nama Perangkat Lunak Windows 7 dan 10 Winbox IDM Fungsi Sebagai sistem operasi yang akan dipakai Sebagai tool untuk konfigurasi pada router Sebagai aplikasi download untuk menguji manajemen bandwidth Sementara itu yang menjadi subjek penelitian adalah penggunaan metode Queue Tree yang berjalan pada jaringan local area network, yang mana akan dibuktikan apabila sistem sudah berjalan. Hingga pada step akhir dari penelitian ini adalah melakukan pengujian bandwidth terhadap jaringan dari sistem yang telah berjalan. Gambar 5. Sampel Topologi Jaringan Simulasi Migni Finces Manao. JoGTC | Page 118 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Hasil konfigurasi queue tree dapat dilakukan melalui menu queues pada bar menu queue tree untuk mengatur bandwidth upload dan download pada interface local. Konfigurasi queue tree yang akan dibuat dibedakan menjadi 2 yaitu queue tree untuk parent dan queue tree untuk child. Untuk queue tree parent diberi nama total_download dan total_upload. Sedangkan queue tree child diberi nama download_ringan, download_berat, upload_ringan dan upload_berat. Gambar 6. Queue List Bandwidth total yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Lubuk Pakam adalah 10 Mbps, bandwidth total ini dihitung dengan mengkalkulasi kecepatan download maksimal menggunakan Bandwidth Monitor. Pada penelitian kali ini penulis akan membahas 10 MBps untuk local. Rincian jumlah bandwidth pada local dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Pembagian Bandwidth Interface Local 2 Hasil Pengujian Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa management bandwidth menggunakan metode quee tree lebih efektif dan optimal dibandingkan tidak menggunakan metode pengaturan bandwidth dalam suatu jaringan. Pada pengujian ini akan menunjukkan perbandingan kualitas jaringan setelah penggunaan metode quee tree yaitu dengan melakukan pengujian pada kualitas layanan jaringan. Setelah melakukan beberapa langkah konfigurasi pada router mikrotik seperti yang dibahas pada halaman sebelumnya, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu melakukan test ping pada setiap komputer, baik dari server ke mikrotik maupun dari PC ke mikrotik. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua IP komputer sudah terkoneksi ke internet. Buka cmd lalu ping gateway mikrotik dan DNS google. Perancangan topologi dan konfigurasi pada router mikrotik telah berhasil dilakuakan apabila test ping telah berhasil. Berikut merupakan gambar sampel hasil test ping dari masing-masing komputer. Gambar 8. Ping PC1 ke Mikrotik Migni Finces Manao. JoGTC | Page 119 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Setelah setiap komputer telah berhasil terhubung melalui jaringan dan internet maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian dengan dengan melakukan test download untuk pengujian dan melihat peerbandingan kecepatan transfer jaringan yang menggunakan metode queue tree dan yang tidak menggunakan metode queue tree. Gambar 9. Download tidak menggunakan queue tree pada PC1 Gambar 10. Download menggunakan queue tree pada PC1 Pada saat setiap PC melakukan aktivitas online, di aplikasi winbox akan terlihat statistic masing-masing PC Berikut adalah gambar statistic dari masing-masing PC yang menggunakan manajemen bandwidth queue tree Gambar 11. Static PC1 Gambar 12. Static PC2 Migni Finces Manao. JoGTC | Page 120 Journal Global Tecnology Computer Vol 1. No. Agustus, 2022. Hal 115 - 121 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Pada kedua gambar diatas memiliki jumlah bandwidth yang tidak jauh berbeda yaitu pada gambar PC1 rata-rata bandwidth 2,4 Mbps, dan PC2 2,5 Mbps, hal itu dikarenakan aktifnya manajemen bandwidth pada jaringan tersebut yang membuat bandwidth terbagi rata. Ketika menggunakan queue tree perbandingan kecepatan menurun hal ini dikarenakan pengiriman data dengan Queue tree mengalokasikan bandwidth ke semua client sehingga tidak ada lagi client yang tidak mendapatkan bandwidth, agar setiap client dapat terhubung dengan koneksi yang stabil. Kecepatan transfer data dengan menggunakan queue tree dan tidak menggunakan queue tree hampir sama karena protokol yang digunakan adalah TCP yang memiliki kemampuan untuk pengecekan paket data yang hilang ataupun rusak dan mengirimnya kembali. KESIMPULAN Adapun hasil kesimpulan dalam penelitian ini dalam melakukan mana penerapan metode Queue Tree dalam manajemen bandwidth berbasis mikrotik untuk memudahkan pembelajaran dalam menghadapi dampak Covid-19. Hal pertama kali yang dialkuakn untuk merancang jaringan, terlebih dahulu harus melakukan identifikasi kebutuhan yang akan digunakan. Rancangan jaringan di SMK Negeri 1 Lubuk Pakam untuk manajemen bandwidth memerlukan 1 modem, 1 mikrotik, 7 wireless access point, 14 switch/hub, 1 server, 5 laptop, 100 PC, 14 kabel UTP cross-over, 100 kabel UTP straight. Sedangkan sampel topologi jaringan untuk simulasi memerlukan perangkat keras dan perangkat Untuk perangkat keras yaitu 1 modem, 1 mikrotik, 1 server, 1 switch/hub, 1 wireless acces point, 1 laptop, 2 PC, 1 kabel UTP cross-over, 5 kabel UTP straight. Untuk perangkat lunak yaitu windows 7 dan 10, winbox dan internet download manager. Dalam melakukan manajemen bandwidth menggunakan mikrotik dilakukan menggunakan metode queue tree yaitu dengan mengaktifkan fitur mangle . embuat mark packet dan mark connectio. Mangle berfungsi untuk menandai paket yang melewati route, masuk ke router atau yang keluar dari router. Hasil penerapan metode queue tree yaitu dengan membuat max-limit download dan upload masing-masing sebesar 10Mbps. Download dan Upload masingmasing terbagi menjadi 2 yaitu download atau upload berat masing-masing mendapat max-limit 2,5 Mbps dan download atau upload ringan masing-masing mendapat max-limit 10 Mbps. REFERENCES