Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN CHRONIC KIDNEY DISEASE PADA MAHASISWA PERAWAT DI ITEKES BALI Ni Wayan Kesari Dharmapatni 1. Ni Made Manik Elisa Putri 2 Institut Tekonologi dan Kesehatan Bali Jl. Tukad Balian No 180 Denpasar e-mail : kesarikesya@gmail. Artikel Diterima : 24 Agustus 2022. Direvisi : 8 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Pendahuluan: Chronic kidney disease (CKD) merupakan salah satu penyebab utama buruknya pencapaian hasil kesehatan. Di Indonesia, angka kasus CKD juga semakin meningkat tidak hanya dikalangan lansia maupun dewasa namun juga di kalangan remaja. Penelitian juga menemukan bahwa saat ini remaja hingga dewasa muda mulai memiliki risiko tinggi terhadap kejadian CKD. Perubahan gaya hidup banyak remaja dan dewasa muda yang mana mengarah ke tidak sehat dapat menjadi pencetus meningkatnya kasus CKD dimasa yang akan datang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode descriptive cross sectional dengan rancangan penelitian non eksperimental. Pengolahan data dengan analisis data bivariat dengan SpearmanAos rho. Penelitian dilakukan secara daring yang dilaksanakan pada bulan April 2020 dengan jumlah 423 responden mahasiswa perawat di ITEKES Bali. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan mahasiswa tentang CKD dengan nilai p-value > 0. Kesimpulan: Hal ini mengindikasikan semakin baik tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai CKD, maka semakin positif pula perilaku pencegahan mahasiswa terhadap kejadian CKD. Kata Kunci : pengetahuan, mahasiswa perawat. CKD, perilaku pencegahan ABSTRACT Background: Chronic kidney disease (CKD) is one of the main causes of poor health outcomes. Indonesia, the number of CKD cases has also increased, not only among the elderly and adults, but also among adolescents. Studies have also found that teenagers and young adults now have a high risk of developing CKD. Changes in the lifestyle of many adolescents and young adults that lead to unhealthy habits can trigger the emergence of CKD cases in the future. Method: This study used a descriptive cross sectional method with a non-experimental research design. Data analysis with univariate and bivariate data analysis with Chi-Square. The research was conducted online which was carried out in April 2020 with a total of 423 nursing student respondents at ITEKES Bali. Result: The result showed that there was a significant relationship between students' knowledge and prevention behavior about CKD with p-value > 0. Conclusions: This indicates that the better knowledge about CKD, the more positive the student's prevention behavior towards the incidence of CKD. Keyword: knowledge, nursing students. CKD, prevention behaviour Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 92 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Diperkirakan sebanyak 10% populasi didunia menderita CKD (World Kidney day. Tercatat dari 497. 5 juta orang dengan CKD, 387. 5 juta berasal dari negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah (Mills et al. , 2. Sebagai negara yang sedang berkembang dengan tingkat ekonomi menengah. Indonesia merupakan salah satu dari 8 negara terbesar berdasarkan klasifikasi dari World Bank (Jha. Wang, & Wang, 2. Data dari Riset Kesehatan Dasar . menunjukkan bahwa CKD termasuk ke dalam 10 besar penyakit terbanyak di Indonesia. Tidak hanya terjadi pada dewasa dan lansia, saat ini remaja hingga dewasa muda mulai memiliki risiko tinggi terhadap kejadian CKD. Riset yang dilakukan oleh peneliti di RSUP Sanglah menunjukkan 5% pasien yang menderita CKD berumur 18 Ae 39 tahun (Dharmapatni. Sriyuktasuth, & Pongthavornkamol, 2. Selain itu, perubahan gaya hidup banyak remaja dan dewasa yang mana mengarah ke tidak sehat dapat menjadi pencetus timbulnya CKD (Hidayati et al. , 2. Menurut data Indonesian Renal Registry (IRR) . , faktor risiko CKD yang sering terjadi di usia dewasa muda adalah diabetes mellitus, hipertensi, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman suplemen. Sebuah studi yang dilakukan oleh Lathifah . menunjukkan bahwa 26. 67% penderita CKD berusia 18-24 tahun, 46. 66% berusia 25-32 tahun, dan 26. 67% berusia 33-40 tahun. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai CKD dimana diharapkan mampu terhadap kejadian CKD yang semakin Penelitian yang dilakukan oleh Puspitawati . menunjukkan bahwa pengetahuan, informasi dan pengalaman akan mempengaruhi perilaku seseorang JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dalam mencegah suatu penyakit. Untuk itu, pengetahuan mahasiswa perawat mengenai CKD dan perilaku pencegahannya, serta hubungan antara tingkat pengetahuan dan Diharapkan mahasiswa perawat memiliki pengetahuan yang baik terhadap issue CKD yang semakin marak terjadi saat ini, dan memiliki perilaku positif dalam mencegah terjadinya CKD baik pada diri sendiri maupun masyarakat BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian non eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa perawat di ITEKES Bali. Penelitian dilakukan pada bulan April 2020. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Adapun kriteria inklusi yang digunakan dalam pemilihan sampel yaitu mahasiswa di tingkat i dan IV yang telah mempelajari patologi penyakit, serta bersedia mengisi survei secara online. Sehingga jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 423 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Terdapat 3 jenis kuesioner demografi, kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan kuesioner untuk mengukur perilaku pencegahan terhadap kejadian CKD. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariate dan Analisa univariat berupa uji deskriptif . rekwensi dan persentas. untuk mengetahui gambaran dari masing-masing variable serta analisa bivariate dengan nonparametrik SpearmanAos dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 93 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HASIL Tabel 1 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan tingkat . Karakteristik Frekuensi Persen Responden . (%) Umur 21 tahun 22 tahun 23 tahun 24 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Tingkat i Tabel responden dilihat dari umur, jenis kelamin, dan tingkat mahasiswa dalam program Berdasarkan tabel diatas ditemukan sebagian besar responden berada di umur 22 tahun 4% dan di umur 23 tahun 47. Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan yaitu 80. Tabel 2 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan tentang CKD . Karakteristik Frekuensi Persen Responden . (%) Baik Cukup Kurang Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan tingkat pengetahuan responden tentang CKD mengarah ke cukup hingga kurang dimana 7% masuk kategori pengetahuan cukup 6% memiliki pengetahuan kurang. Tabel 3 Distribusi frekuensi perilaku pencegahan CKD . Karakteristik Frekuensi Persen Responden . (%) Positif Negatif Tabel 3 menunjukkan setengah dari responden memiliki perilaku mengarah negatif yaitu sebanyak 52. Tabel 4 Hubungan pengetahuan dan perilaku pencegahan CKD . Perilaku Pencegahan Correlation Pengetahuan Sig. Berdasarkan Tabel 3 didapatkan hasil bahwa nilai p = 0,001 < 0,05, yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan CKD. Nilai koefisien korelasi . = 0,415, hal ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan CKD. Berdasarkan hasil ini pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiswa tentang CKD maka semakin positif / baik perilaku pencegahan terhadap kejadian CKD. PEMBAHASAN Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Dengan sendirinya, pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 94 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indra pendengaran yaitu telinga dan indra penglihatan yaitu mata (Notoatmodjo. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang CKD mengarah ke cukup hingga Meskipun dilihat dari karakteristik responden sudah berada ditingkat i dan IV, namun paparan informasi yang diterima masih terbatas pada penjelasan secara teori. Sehingga memungkinkan mahasiswa untuk melewati informasi terkait CKD. Hal ini bisa saja menjelaskan masih rendahnya pengetahuan mahasiswa terkait CKD. Perilaku pencegahan CKD adalah suatu langkah untuk mencegah atau mengendalikan risiko kejadian CKD. Umumnya kejadian CKD sering kali diderita oleh lansia yang mana organ tubuhnya secara normal akan menurun fungsinya sehingga memiliki risiko terjadinya CKD. Namun saat ini faktor pencetus CKD tidak lagi dilihat dari umur namun juga perilaku hidup yang berkaitan dengan pola hidup orang tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, perilaku pencegahan mahasiswa terhadap kejadian CKD diperoleh sebagian dari total responden memiliki perilaku yang mengarah kearah negatif. Hal ini dapat dipengaruhi oleh fenomena belakangan ini dimana masyarakat khususnya kaum muda lebih sering menghabiskan waktu untuk sosial minuman berkafein dan lain-lain. Hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perilaku pencegahan CKD. Oleh karena itu sangat diperlukan informasi mendalam terkait pengetahuan tentang CKD untuk meningkatkan perilaku pencegahannya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan CKD, dengan arah korelasi positif. Yang JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 mana artinya semakin kurang pengetahuan mahasiswa maka semakin buruk perilaku pencegahan CKD dan begitu pula Berdasarkan data penelitian pengetahuan mahasiswa mengarah ke kategori cukup hingga kurang dan juga memiliki perilaku pencegahan yang minim. Hal ini didukung oleh sebuah teori yang menyatakan bahwa terdapat tiga komponen yang mempengaruhi perilaku manusia pada Tiga komponen tersebut adalah komponen kognitif, afektif, dan konatif. Komponen kognitif merupakan aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia. Komponen afektif merupakan aspek emosional. Komponen konatif adalah aspek volisional yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak (Rakhmat, 2. Oleh karena itu perilaku pencegahan mahasiswa akan sangat dipengaruhi oleh aspek kognitif atau tingkat pengetahuan mahasiswa tentang CKD. Namun hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspitawati . dimana menunjukan tidak adanya hubungan antara pengetahuan remaja tentang gagal ginjal kronik dengan perilaku pencegahan gagal ginjal kronik. Penelitian menyebutkan bahwa perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman dan Hal ini juga dapat menjelaskan bahwa mahasiswa di tingkat i dan IV masih belum memperoleh pengalaman langsung dalam merawat pasien dengan CKD sehingga paparan informasinya masih Maka setelah mahasiswa menjalani profesi ners akan lebih banyak paparan informasi yang diperoleh secara langsung diharapkan akan memperbaiki perilaku pencegahan mahasiswa dalam kejadian CKD. Karena kedepannya mahasiswa inilah yang berperan besar dalam menangani Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 95 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index permasalahan khususnya kasus CKD ini. Sehingga dengan pengetahuan yang dalam disertai perilaku yang positif mampu memberikan dampak positif ke lingkungan sosial dalam mengatasi kasus CKD yang semakin meningkat. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pengetahuan mahasiswa tentang CKD mengarah ke kategori cukup hingga kurang dan perilakunya sebagian besar mengarah ke arah negatif. Dengan demikian adanya pengetahuan dengan perilaku pencegahan CKD pada mahasiswa. Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang lebih dalam lagi terkait dengan CKD yang mana masuk sebagai trend dan issue dalam keperawatan saat ini. Yang mana diharapkan akan Saran Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengembangan metode mengajar terkait dengan trend dan issue Penelitian berikutnya dapat dilakukan pada mahasiswa yang sudah menjalani profesi ners dimana paparan informasi dan pengalaman sudah diperoleh secara langsung di rumah sakit saat praktek klinik sehingga memungkinkan adanya hasil yang berbeda dari penelitian ini. KEPUSTAKAAN