Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Optimalisasi Metode Critical Chain Project Management Pada Pelaksanaan Proyek Kontruksi Sugiyanto1. Khairul Insan2 Dosen Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sunan Bonang Tuban1 Alumni Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sunan Bonang Tuban2 Email: irsugianto@gmail. com 1, ciptakaryagemilang@ymail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abtrak: Dalam pelaksanaan proyek konstruksi harus dicapai kinerja biaya dan jadwal yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan metode critical chain project management pada pelaksanaan proyek konstruksi. Dalam hal ini metode critical chain project management digunakan pada pelaksanaan proyek pembangunan gudang polowijo berlokasi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur, memiliki anggaran biaya tenaga kerja langsung Rp. 000,00 dan durasi 98 hari. Selanjutnya, dilakukan penjadwalan ulang . erbaikan jadwa. dengan penerapan metode critical chain project management pada proyek tersebut. Hasil analisa pada penelitian ini mendapatkan perhitungan durasi proyek menjadi 61 hari . ebi cepat 37 har. dan biaya tenga kerja langsung Rp. ebih hemat Rp. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini mengkonfirmasi terjadinya efisiensi biaya tenaga kerja langsung sebesar 25,11% dan memangkas durasi proyek 37,7% dari penjadwalan sebelumnya. Kata kunci: durasi, penjadwalan, proyek dan rantai kritis. Abstract: In the implementation of construction projects, optimal cost and schedule performance must be achieved. This research was conducted with the aim of optimizing the critical chain project management method in the implementation of construction projects. The critical chain project management method is used in the implementation of the Polowijo warehouse construction project located in Tuban Regency. East Java Province, which initially required a direct labor cost budget of IDR 642,400,000. 00 and a duration of 98 days. Furthermore, rescheduling . chedule improvemen. was carried out by applying the critical chain project management method on the project. The results of the analysis in this study get the calculation of the project duration to be 61 days . days faste. and the direct labor cost of IDR 511,035,000 . ave Rp. 171,315,. Based on the findings in this study, it confirmed the occurrence of direct labor cost efficiency by 25. and cut the project duration by 37. 7% from the previous schedule. Keywords: critical chain, duration, project and scheduling. PENDAHULUAN Perencanaan dan penjadwalan dalam pelaksanaan suatu proyek merupakan bagian penting untuk menentukan keberhasilan proyek secara keseluruhan (Subakir & Sugiyanto, 2. Masalah yang sering dihadapi dalam proyek adalah terjadinya ketidaksesuaian rencana awal dengan realisasi yang ada dalam pelaksanaan proyek, sehingga seberapa baik sekali pun perencanaan awal tidak menutup ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 kemungkinan terjadi perubahan yang (Husen. Sugiyanto, 2. Keterlambatan merupakan dampak dari kombinasi ketergantungan karena sifat proyek peka terhadap perubahan spesifik, sehingga hanya dengan perencanaan saja belum cukup untuk memastikan proyek tersebut selesai tepat waktu. Dalam aplikasi manajemen konstruksi pada suatu proyek. maka perencanaan. Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL pelaksanaan serta pengendalian jasa konstruksi dapat diatur sesuai dengan sumber daya yang ada (Soeharto. Oleh karenanya dalam pengelolaan sumber daya dalam suatu konstruksi dituntut untuk melaksanakan proyek secara tepat waktu . n schedul. , tepat anggaran . n budgete. dan lancar sesuai . n (Ervianto. Husen, 2011. Sugiyanto & Untoko. Proyek konstruksi memiliki karakteristik unik, membutuhkan sumber daya, memiliki batas waktu kapan saat dimulai dan kapan saat harus selesai serta dalam wadah organisasi untuk mewujudkan tujuan dan sasaran proyek (Sugiyanto & Umam, 2. Disamping itu, pada konstruksi sangat jarang terjadi berulang pada suatu proyek yang Hal ini disebabkan oleh kondisi-kondisi yang mempengaruhi proses suatu proyek konstruksi berbeda satu sama lain. Kondisi alam seperti letak geografi, curah hujan, budaya, rawan gempa dan keadaan tanah, merupakan faktor yang turut proyek kontruksi (Husen, 2011. Pastiarsa, 2015. Rani, 2. Perencanaan dibuat untuk mencapai efektifitas dan efesiensi yang tinggi dari sumber daya yang akan digunakan selama pelaksanaan proyek kontruksi (Pastiarsa, 2015. Soeharto, 2. Sumber daya yang direncanakan adalah meliputi tenaga kerja . , peralatan . , bahan . , dan uang . Sumber daya ini harus direncanakan seefisien dan seefektif mungkin agar diperoleh biaya pelaksanaan yang sesuai dengan anggaran . emat anggara. , memenuhi target mutu dan batas waktu yang direncanakan (Winoto, 2. Hal ini dikarenakan bahwa dalam pelaksanaan suatu proyek kadang jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 dengan yang direncanakan (Mabin & Balderstone. Umumnya mengalami keterlambatan dari yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan bila dalam pelaksanaan proyek tidak ada upaya pengendalian yang baik. Sebaliknya, ada juga proyek yang mengalami percepatan dan jadwal awal yang direncanakan dan bahkan bisa dicapai biaya anggaran lebih hemat dari yang direncanakan karena ada upaya pengendalian yang efektif karena setiap ada penyimpangan dari rencana ada ruang untuk bisa langsung dikoreksi terjadinya penyimpangan tersebut (Sugiyanto & Gondokusumo. Proyek umumnya bergerak pada bidang rekayasa . , . , jenis-jenis proyek tersebut memiliki kompleksitas mulai dari adanya saling ketergantungan antar aktifitas yang ada, fase overlaps antar masingmasing . aktifitas-aktifitas pekerjaan yang lebih organisasi dan ketidakpastian dalam akurasi prediksi yang timbul selama masa pelaksanaan (Kannan & Chitra. Dengan demikian dalam rangka mencapai kesuksesan pada pelaksana-an proyek perlu diketahui proses yang terjadi didalamnya, dalam arti dengan memahami rumitnya proses proyek ini akan membantu Manajemen proyek rantai kritis . ritical chain project managemen. yang dikembangkan oleh Goldratt pada tahun 1997 adalah metode perencanaan dan pengelolaan proyek yang menekankan pada sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas proyek (Vignesh, 2. Manajemen ini didasarkan pada diturunkan dari theory of constraints. Metode ini merupakan pengembangan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL dari metode critical path method (CPM), dimana metode penjadwalan ini dianggap memiliki kelemahan salah satunya adalah pemberian waktu terlalu lama/panjang karena waktu cadangan diletakkan pada setiap aktivitas, sehingga sumber daya cenderung untuk menghabiskan waktu yang ada . arkinsonAos law effect. , padahal pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dari itu atau bahkan pekerjaan dengan sungguh-sungguh akhir-akhir pekerjaan saja (Goldratt, 1. Sebaliknya, diban-dingkan dengan tradisional, manajemen proyek rantai kritis dapat menghemat 30% waktu dan sumber daya yang hilang biasanya dihabiskan oleh teknik yang boros seperti multitasking yang buruk . hususnya peralihan tuga. , sindrom siswa, hukum Parkinson, (Bhan Waghmare, 2. Dalam rencana proyek, rantai kritis adalah urutan prioritas dan tugas yang bergantung pada sumber daya yang mencegah proyek diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat, mengingat sumber daya yang terbatas. Jika sumber daya selalu tersedia dalam jumlah tidak terbatas, rantai kritis proyek identik dengan metode jalur kritisnya (Usman & Rendy, 2. Berdasarkan proyek sebelumnya yang terjadi ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya dikarenakan ada beberapa pekerjaan yang overlapping (Nasution & Arvianto, 2. Oleh karena itu diperlukan penjadwalan ulang dengan menggunakan metode critical project management (CCPM) (Chakosari, 2018. Chakosari & Chaharsooghi, 2. Mekanismenya adalah metode ini menghilangkan waktu aman . afety tim. dan penyangga . uffer tim. Penambahan buffer time dengan menggunakan metode cut and paste, yaitu ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 menambahkan project buffer separuh durasi rantai kritis . ritical chai. pada akhir rantai dan meletakan feeding buffer dengan separuh durasi aktivitas ke aktivitas pada rantai tidak kritis . on critical chai. (Al-Hazim et al. , 2017. Araszkiewicz, 2017. Goldratt, 1. Berdasarkan keunggulankeunggulan yang dimiliki oleh manajemen proyek rantai kritis penjadwalan yang lain (Barchart. LSM. PDM. CPM dan PERT), maka metode tersebut akan dicoba untuk diterapkan pada proyek pembangunan gudang polowijo yang berlokasi di Desa Wadung Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Bonang Raya sebagai kontraktor pelaksana dan pelaksanaannya dimulai dari tanggal 23 Maret 2021 sampai direncanakan selesai pada tanggal 28 Juni 2021. Oleh karena itulah, adanya penelitian management pada pelaksanaan proyek pembangunan gudang polowijo sangat METODE PENELITIAN Pada penelitian ini proyek konstruksi yang dianalisa berupa pembangunan gudang polowijo yang Desa Wadung Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Dalam metode critical chaian project management dilakukan pengukuran variabel meliputi sebagai berikut ini: Penjadwalan menggunakan metode CCPM Penjadwalan CCPM dengan membuat jaringan kerja sesuai dengan work breakdown structure proyek yang diteliti (Siswanto Selanjutnya, penentuan lintasan kritisnya menggunakan metode perhitungan maju dan perhitungan mundur sehingga didapat lintasan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kritisnya dan total float atau durasi total dari proyek tersebut. Menghilangkan safety time dan Langkah menghilangkan safety memaksimalkan produktivitas dari pekerja karena sudah tidak ada waktu yang terbuang percuma. Metode yang digunakan untuk menghitung safety time adalah metode C&PM atau cut and paste Cara kerja metode ini adalah memotong 50% waktu dari durasi masing-masing kegiatan dari WBS (Goldratt, 1. Selanjutnya adalah menghilangkan mengeksploitasi jaringan kerja yang dibuat. Perbaikan dilakukan dimana dalam jaringan kerja terdapat dua pekerjaan yang dikerjakan dalam waktu yang sama dan menggunakan sumber daya yang sama. Hal ini bertujuan untuk mempersingkat durasi dari masingmasing waktu total pengerjaan kedua pekerjaan tersebut tetap sama. Memasukan feeding buffer Setelah menghilangkan safety time dari masing-masing aktivitas, menghitung project buffer. Besar adalah rata-rata total safety time yang dibuang dari masing-masing aktivitas. Metode menggunakan root square error (RSEM) menghitung dua standar deviasi. Menentukan dan memasukan project buffer pada akhir kegiatan Tujuan untuk memasukan feeding buffer adalah untuk melidungi lintasan kritis dari keterlambatan. Metode yang digunakan untuk menentukannya sama dengan project buffer, yaitu menggunakan root square error method (RSEM) tetapi hanya terbatas dari safety time yang terdapat pada lintasan kritis saja (Raz et al. , 2. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Hasilnya akan ditempatkan di akhir lintasan kritis ketika akan bertemu dengan lintasan kritis. Verifikasi Penjadwalan Tahap ini dilakukan perbandingan critical chain yang telah dibuat dengan penjadwalan gantt chart dan network planning. Apakah kegiatan dan lintasan kritis yang dihasilkan serta dilakukan analisa memudahkan dalam mengkontrol proyek berdasarkan banyaknya buffer yang digunakan. Ada tiga management yang besar dari masing-masingnya sama besar (Goldratt, 1. Analisa Biaya Tenaga Kerja Langsung Setelah semua analisa telah dilakukan dalam metode CCPM, maka sudah dapat diketahui durasi total proyek dari durasi lintasan kritisnya (Goldratt, 1. Lalu dilanjutkan dengan menghitung biaya tenaga kerja berdasarkan data jam orang dan man power. Perbandingan hasil Pada tahap ini hasil dari metode penjadwalan konvensional (CPM) dan metode penjadwalan CCPM akan dibandingkan total durasi proyek dan biaya tenaga kerja (Goldratt, 1997. Vignesh, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Umum Proyek Untuk dapat melakukan analisis proyek menggunakan manajemen proyek rantai kritis . ritical chain dibutuhkan data-data proyek yang relevan sesuai kebutuhan. Data-data tersebut dapat diperoleh dari kontrak konstruksi yang sudah disepakati antara pemilik proyek dengan pihak kontraktor yang terdiri data umum proyek seperti dapat diamati pada Tabel 1 sebagai berikut ini Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Tabel 1. Data dan informasi proyek Data proyek Informasi proyek 1 Nama proyek Pembangunan Gudang Polowijo 2 Lokasi proyek Desa Wadung Kec. Jenu Kab. Tuban Jawa Timur 3 Sumber anggaran Swasta/pribadi 4 Nilai anggaran proyek Rp. 000 (Include ppn 10%) 5 Pengguna proyek Santosos Utomo 6 Penyedia jasa proyek CV Bonang Raya 7 Durasi proyek 98 hari kalender 8 Jadwal pelaksanaan 23 Maret 2021 Ae 28 Juni 2021 Berdasarkan data umum proyek, perlu dicermati kebutuhan data yang manajemen proyek rantai kritis terdiri Durasi pelaksaan proyek. Daftar aktivitas kegiatan dan durasi yang dibutuhkan masing-masing Biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Dengan mengacu kebutuhan data yang dimaksud diperoleh dari sumber data pihak kedua . , yaitu jadwal pelaksanaan proyek 98 hari, biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan Rp. 000 dan daftar aktivitas kegiatan beserta durasinya masing-masing Dalam hal ini, anggaran proyek di-breakdown hanya untuk biaya tenaga kerja langsung yang diperlukan dalam pelaksanaan manajemen proyek rantai kritis dengan alasan bilamana proyek dipercepat tetap membutuhkan biaya penyelesaian proyek tepat jadwal. Kebutuhan material dan volume pekerjaan tetap berlaku sesuai dengan dokumen kontrak kontruksi yang telah disepakati tanpa ada pengurangan atau penambahan baik pelaksanaan proyek mau dipercepat atau sesuai jadwal tepat waktu. Di lain pihak, dengan penerapan manajemen proyek rantai pelaksanaan proyek menjadi lebih cepat dan pengaruhnya akan peka terhadap perubahan biaya tenaga kerja langsung yang dibutuhkan, sedangkan ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 kebutuhan material akan tetap tidak akan ada perubahan nilainya. Penjadwalan Menggunakan Metode CCPM Pada penelitian ini, data durasi pengerjaan pembangunan Gudang Polowijo software MS. Project 2019 dengan mengaplikasikan metode CCPM (Critical Chain Project Managemen. Hasilnya adalah proyek memiliki 39 aktivitas kerja dengan durasi 98 hari, sudah ditentukan kapan mulainya dan kapan harus selesai dari semua aktivitas pekerjaan serta kegiatan sebelum dan sesudahnya. Menginventarisasi Kegiatan Proyek yang Diteliti Langkah pertama yang dilakukan dalam menyusun network planning adalah menginventarisasi kegiatan, yaitu dengan cara pengkajian dan pengindentifikasian lingkup proyek, menguraikan atau kegiatankegiatan pada proyek. Pada langkah ini, juga termasuk menentukan perhitungan slack dan durasi total Slack atau biasa juga dinamakan float adalah merupakan sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas dalam sebuah jaringan kerja (Nasution & Arvianto, 2. Setelah mendapatkan data waktu dan kegiatan kerja yang sudah dalam bentuk work breakdown structure (WBS), maka akan mudah untuk menghitung secara manual, dengan cara membuat diagram jaringan kegiatan yang saling ketergantungan untuk network diagram dan kegiatan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL apa saja di setiap lintasan, dengan membuat perhitungan maju terdiri dari ES dan EF. Perhitungan ini dimulai dari start . nitial even. menuju finish . erminal even. untuk tercepat suatu kegiatan (EF), waktu tercepat terjadinya kegiatan (ES) dan saat paling cepat dimulainya suatu peristiwa (E). ES adalah waktu mulai paling awal suatu kegiatan. Bila waktu mulai dinyatakan dalam hari, maka waktu ini adalah hari paling awal kegiatan dimulai. sedangkan EF adalah waktu selesai paling awal suatu EF suatu kegiatan terdahulu = ES kegiatan berikutnya. Langkah selanjutnya adalah kegiatan dengan tujuan adalah untuk mengetahui kurun waktu bagi setiap jaringan kerja. Setelah itu, dilakukan mendapatkankan ES (Early Star. dan EF (Early Finis. Selanjutnya, dimulai dari finish menuju start untuk mengidentifikasi saat paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LF), waktu paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LS) dan saat paling lambat suatu peristiwa terjadi (L). LS . atest activity start tim. adalah waktu paling lambat kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek secara keseluruhan, sedangkan LF . atest activity finish tim. adalah waktu paling lambat kegiatan diselesaikan tanpa memperlambat penyelesaian Untuk mendapatkan nilai LS (Latest Star. dan LF (Latest Finis. pada perhitungan proyek yang Dari hasil perhitungan nilai LS dan LF, didapatkan ES peristiwa AB Hasil ini menjelaskan peristiwa AB paling lambat dimulai pada hari ke 93, sedangkan LF peristiwa AB adalah 98. Hasil tersebut menunjukan bahwa peristiwa AB paling lambat selesai dikerjakan pada hari ke 98. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Menghitung Total Float. Mengidentifikasi Jalur Kritis dan Kurun Waktu Penyelesaian Proyek pada Penjadwalan Konvensional Jalur kritis adalah jalur yang terdiri dari rangkaian kegiatankegiatan dalam lingkup proyek, yang bila terjadi keterlambatan akan mengakibatkan keterlambatan proyek secara keseluruhan (Siswanto et al. Kegiatan yang berada dalam jalur ini disebut kegiatan kritis. Kegiatan kritis tidak memiliki waktu tenggang . , sedangkan float adalah tenggang waktu suatu kegiatan tertentu yang non kritis dari proyek atau merupakan sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas dalam sebuah jaringan kerja. Berdasarkan hasil perhitungan float, maka dapat ditentukan lintasan kritis proyek, dimana lintasan kritis adalah lintasan yang terdiri kegiatankegiatan yang memiliki total float= 0, sehingga dapat dijelaskan sebagai berikut ini: Kegiatan yang memiliki total float = 0 adalah terdiri kegiatan A-B-CR-S-T-U-W-X-Y-Z-AA-AB, maka jalur yang melewati kegiatankegiatan lintasan/jalur kritis. Hasil perhitungan waktu total penyelesaian proyek pembangunan gudang polowijo berdasarkan lintasan kritis yang didapat adalah 98 hari. Pengaplikasian Metode CCPM Langkah pengaplikasian metode CCPM adalah masing-masing kegiatan sebesar 50% dari durasi sebenarnya . ut and paste metho. (Goldratt, 1997. Kannan & Chitra, 2. Pengurangan ini bertujuan untuk menghilangkan safety times sehingga permasalahan seperti studentAos syndrome, parkinsonAos law, multitasking, dan over estimated activity durations dapat dihilangkan. Membuat Network Planning dengan Metode CCPM Berdasarkan daftar kegiatan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL . dan durasi masing-masing kegiatan yang sudah disusun dalam bentuk work breakdown structure (WBS), maka langkah berikutnya adalah membuat diagram jaringan kegiatan yang saling ketergantungan dan kegiatan apa saja yang berada di setiap lintasan kegiatan proyek (Goldratt, 1. Proses membuat dengan tujuan untuk memperbaiki penjadwalan konvensional menjadi penjadwalan metode rantai kritis (CCPM). Hasil yang diharapkan adalah dengan penjadwalan metode CCPM akan mengurangi durasi total pelaksanaan proyek yang sudah Langkah-langkah yang ditempuh pada penjadwalan metode rantai kritis sama dengan penjadwalan konvensional, tetapi perbedaannya durasi yang dipakai adalah durasi yang sudah dikurangi 50% . ut and paste metho. dari durasi awal . urasi penjadwalan konvensiona. Berdasarkan atas perhitungan maju untuk mendapatkan ES (Early Star. dan EF (Early Finis. , mendapatkan nilai LS (Latest Star. dan LF (Latest Finis. Penggunaan nilai perhitungan ES yang didapatkan pada perhitungan maju tersebut dapat dicontohkan peristiwa AB adalah 46,5 yang menunjukkan bahwa peristiwa AB paling lambat dimulai pada hari ke 46,5. sedangkan LF peristiwa AB yang didapatakan pada perhitungan mundur adalah 49, hasil tersebut menunjukkan bahwa peristiwa AB paling lambat selesai dikerjakan pada hari ke 49. Setelah melakukan perhitungan maju dan mundur dan telah mendapat besarnya ES. EF. LS, dan LF. selanjutnya bisa dilakukan identifikasi jalur kritis. Berdasarkan atas hasil ditentukan lintasan kritis, dimana lintasan kritis adalah lintasan yang memiliki total float = 0, sehingga lintasan kritis kegiatan proyek dapat dijelaskan sebagai berikut: Kegiatan yang memiliki total float = 0 adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari kegiatan-kegiatan A-BC-R-S-T-U-W-X-Y-Z-AA-AB, kegiatan-kegiatan tersebut adalah disebut lintasan kritis. Berdasarkan atas lintasan kritis yang telah didapatkan tersebut, maka dapat diketahui waktu total penyelesaian proyek pembangunan Gudang polowijo dengan metode penjadwalan . etwork plannin. yang baru adalah menjadi 49 hari. Dengan perbaikan jadwal dengan menggunakan manajemen proyek rantai kritis dibanding dengan penjadwalan konvensional dapat ditampilkan data sebagaimana dapat diamati pada Tabel 2 sebagai berikut Tabel 2. Perbandingan Penjadwalan Manajemen Proyek Rantai Kritis Dibanding Penjadwalan Konvensional Metode Penjadwalan Uraian Konvensional Rantai Kritis A-B-C-R-S-T-U-W-X- A-B-C-R-S-T-U-W-X1 Lintasan Kritis Y-Z-AA-AB Y-Z-AA-AB Durasi Total . Berdasarkan total proyek menjadi 50% dari ditampilkan pada Tabel 2 di atas, penjadwalan konvensional. maka perbaikan jadwal dilakukan Menghitung Jumlah Pekerja menggunakan manajemen proyek dengan Menghilangkan Safety Time rantai kritis dapat menurunkan durasi dan Multitasking ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Setelah kegiatan proyek sebesar 50% dengan menggunakan cut and paste method dari penjadwalan CPM . enjadwalan Penerapan pemotongan durasi kegiatan proyek sebesar 50% ini berarti sudah termasuk menghilangkan waktu aman . afety tim. Langkah berikutnya CCPM menghilangkan multitasking atau mengerjakan dua atau lebih pekerjaan di dalam satu waktu. Berdasarkan data dari CV. Bonang Raya selaku kontraktor pelaksana, maksimal satu jenis pekerja yang bekerja pada satu waktu adalah 10 orang. Untuk lebih bisa menggambarkan kondisi tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan bisa dapat dilakukan perhitungan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dalam masing-masing kegiatan proyek yang ditangani. Berdasarkan pekerja yang dibutuhkan dalam pengerjaan proyek dengan telah menghilangkan safety time dan sumberdaya manusia yang terlibat adalah 90 orang, dapat diperinci untuk pekerja 35 orang, tukang gali tanah 10 orang, tukang besi 11 orang, tukang las 33 orang dan mandor 1 Memasukkan Feeding Buffer Pengurangan durasi aktivitas pada metode ini menyebabkan resiko keterlambatan semakin besar. Oleh karena itu dibutuhkan buffer atau diaplikasikan agar kegiatan tidak Buffer kedalam waktu proyek yang durasi aktivitasnya dikurangi dengan tujuan dihasilkannya jadwal yang lebih aman (Goldratt, 1. Untuk mendapatkan perhitungan feeding buffer yang akurat digunakan metode root square method (RSEM). Cara ini sama dengan menghitung dua standar deviasi dengan memasukan durasi CPM (S) dan durasi CCPM (A) yang besarnya 50% dari estimasi aman. Besarnya buffer didapat dengan menyelesaikan persamaan sebagai Dimana: S = Durasi CPM (Penjadwalan konvensiona. A = Durasi CCPM (Penjadwalan rantai kriti. Berdasarkan persamaan di atas, dengan memasukkan durasi CPM sebagai variabel S dan CCPM sebagai variabel A pada persamaan tersebut, akan didapat data yang dapat digunakan untuk perhitungan buffer. Jenis buffer ada 2, yaitu feeding buffer digunakan pada rangkaian kegiatan dalam kategori rantai tidak kritis dan project buffer digunakan pada rangkaian kegiatan dalam kategori rantai kritis. Tujuan pemberian buffer ini untuk melindungi dan tidak (Araszkiewicz, 2017. Vignesh, 2. Menghitung Feeding Buffer Dalam metode CCPM ada beberapa jenis buffer yang digunakan, yaitu project buffer dan feeding ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Keduanya memiliki perbedaan, yaitu feeding buffer diletakan pada akhir rantai non kritis dan project buffer diletakkan pada akhir kegiatan. Memasukan feeding buffer bertujuan untuk mengamankan rantai non kritis dari keterlambatan sehingga tidak Berdasarkan daftar kegiatan pada polowijo terdapat 5 jalur non kritis yang perlu dilakukan perhitungan feeding buffer, yaitu: Jalur A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K Jalur A-B-C-L-M Jalur A-B-C-N-O Jalur A-B-C-P-Q Jalur A-B-C-V Berdasarkan Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL perhitungan feeding buffer pada jalurjalur non kritis, maka dapat disimpulkan dalam bentuk summary perhitungan feeding buffer seperti dapat ditampilkan pada Tabel 3 Tabel 3. Summary Perhitungan Feeding Buffer Feeding Buffer Feeding Buffer Jalur Non Kritis (Har. (Ja. A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K 18,07 144,56 A-B-C-L-M 7,92 63,36 A-B-C-N-O 6,52 52,16 A-B-C-P-Q 5,61 44,88 A-B-C-V 4,39 35,12 Menghitung Project Buffer Langkah selanjutnya dilakukan Perhitungan Biaya Tenaga Kerja perhitungan project buffer. Buffer ini Langsung ditambahkan pada akhir proyek untuk Perhitungan biaya tenaga kerja langsung diperoleh dari perkalian Berdasarkan hasil antara upah pekerja dengan satuan perhitungan project buffer pada waktu bekerja yang dibutuhkan untuk proyek yang dianalisa pada penelitian ini didapatkan sebesar 11,5 hari. Berikut ini tarif upah pekerja Selanjutnya, penjadwalan CCPM . sehingga total durasi penjadwalan seperti dapat dilihat pada Tabel 4 dengan metode CCPM menjadi 60,5 hari atau dibulatkan menjadi 61 hari. Tabel 4. Daftar Tenaga Kerja dan Upah Jenis Pekerjaan 1 Mandor 2 Kepala Tukang Gali Tanah 3 Kepala Tukang Besi 4 Kepala Tukang Las 5 Tukang Gali Tanah 6 Tukang Besi 7 Tukang Las 8 Pekerja Sumber: CV. Berdasarkan informasi pada Tabel 4 tersebut di atas, biaya tenaga kerja langsung diperoleh dari 2 penjadwalan terdiri penjadwalan CPM . enjadwalan konvensiona. dengan durasi total proyek 98 hari dan jadwal perbaikan menggunakan metode CCPM dengan durasi total 61 hari. Berdasarkan penjadwalan tersebut langsung, yaitu: Biaya tenaga kerja langsung penjadwalan CPM (Konvensiona. ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Harga Upah (R. Satuan Waktu 150,000. 125,000. 125,000. 125,000. 105,000. 105,000. 105,000. 85,000. Bonang 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam 1 Orang/ Jam . Biaya tenaga kerja langsung dihitung sesuai dengan aktivitas CPM . dengan durasi pelaksanaan proyek 98 hari, diperoleh Rp. 000,00 (#Enam ratus delapan puluh dua juta empat ratus ribu rupiah#). Biaya tenaga kerja langsung penjadwalan menggunakan metode CCPM Perhitungan biaya pada metode CCPM ini ditekankan pada Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL karyawan disertai peningkatan sebesar 50% dari tingkat upah Dengan demikian, maka hasil perhitungan biaya tenaga kerja langsung diperoleh sebesar Rp. 000 (#Lima ratus sebelas juta seratus tiga puluh lima ribu rupiah#). Dengan diperoleh perbandingan metode CPM dan CCPM seperti ditunjukkan pada Tabel Tabel 5. Perbandingan metode penjadwalan CPM dan CCPM Penjadwalan Durasi . Biaya tenaga kerja langsung (R. Metode CPM Metode CCPM Sumber: Proyek lebih cepat 37,75% Data Analisa Buffer Management Manajemen buffer digunakan sebagai alat untuk menjaga keandalan dari jadwal. Buffer dibagi menjadi tiga divisi sama besar, dibedakan menjadi warna hijau, kuning dan merah. Warna hijau menunjukkan area dari nilai negative sampai satu per tiga pemakaian, menunjukan zona aman dan tidak diharuskan mengambil Biaya tenaga kerja langsung lebih hemat 25,11% Warna kuning menunjukkan zona transisi, tindakan harus sudah direncanakan dengan kemungkinan dibutuhkan jika konsumsi buffer Warna tindakan pemulihan yang telah direncakan sebelumnya harus dilaksanakan. Untuk lebih jelas menggambarkannya, maka diperlihatkan pada Gambar 1 berikut ini: Gambar 1. Pembagian Daerah Penggunaan Buffer Berdasarkan perhitungan dan analisa sebelumnya telah didapat besarnya project buffer, yaitu selama 11,5 hari. Dari hasil tersebut selanjutnya akan dibagi menjadi tiga sama besar yang akan menentukan daerah-daerahnya ditunjukan pada Tabel 6 di bawah ini: Tabel 6. Prosentase Pemakaian Durasi Project Buffer Durasi yang terpakai . 0%-33% < 3,83 34%-67% 3,83 sampai 7,67 68%-100% > 7,67 Pemakaian durasi project buffer dapat memberikan informasi bagi mengendalikan resiko yang akan pihak pelaksana proyek dalam membuat proyek menjadi terlambat. mengambil tindakan yang terkait Dengan menekan resiko yang akan dengan pengendalian saat pelaksanaan terjadi, maka secara langsung dapat Zona pemakian buffer ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 Project buffer . Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL menekan pemakaian durasi project Pada Tabel 6 menjadi petunjuk mengambil tindakan, khususnya jika pemakaian buffer telah mencapai zona Zona merah akan terjadi bilamana durasi project buffer yang terpakai melebihi 7,67 hari. Bilamana pemakaian durasi projct buffer berkisar antara 3,83 sampai 7,67 hari masuk zona kuning perlu waspada dan memerlukan tindakan perencanaan dengan kemungkinan yang akan terjadi, sebaliknya bilamana pemakian durasi project buffer masih di bawah 3,83 hari masuk zona hijau dan tidak memerlukan tindakan apa-apa karena dalam kondisi aman. PENUTUP Dengan telah dilaksanakannya penelitian ini, maka dapat dihasilkan kesimpulan penting terdiri: Penerapan manajemen proyek rantai kritis pada proyek yang pelaksanaan proyek yang lebih singkat durasinya 37,76% dari penjadwalan awal 98 hari menjadi 61 hari. Dengan hasil penjadwalan baru pelaksanaan proyek, berkontribusi terhadap penurunan biaya tenaga kerja langsung 25,11% dari biaya tenaga kerja langsung awal Rp. Rp. Untuk kebutuhan material dan bahan dalam pelaksanaan proyek tetap tidak mengalami perubahan sesuai dengan persyaratan dalam rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan dalam kontrak kerja. DAFTAR PUSTAKA