CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 Strategi Komunikasi Pelestarian Budaya Tari Tradisional Jaipong di Era Modernisasi pada Sanggar Eschoda Management https://doi. org/10. 25008/caraka Noviawan Rasyid Ohorella Universitas Gunadarma - Indonesia Rahel Dwi Natalia Universitas Gunadarma - Indonesia Dyah Anggraini Universitas Gunadarma - Indonesia Tristyanti Yusnitasari Universitas Gunadarma - Indonesia ABSTRACT This research aims to determine the communication strategy in the Eschoda Management Studio as an effort to preserve Jaipong traditional dance culture, as well as the role of studio members and the community in maintaining cultural heritage amidst the current of modernization. The method used in this research is a descriptive qualitative approach with a constructivist paradigm. The theory used in this research is communication planning theory. Data collection techniques in this research are through direct observation, in-depth interviews, documentation and literature study. The research results from this study are in accordance with the basic assumptions of communication planning theory, that complex planning and sufficient motivation will strengthen goals. Studio Eschoda Management uses social media and conventional media as a strategy in preserving Jaipong traditional dance culture. The communication strategy used by Sanggar Eschoda Management is quite effective. Sanggar Eschoda Management specifically targets the younger generation and the wider community as an effort to preserve culture in the era of modernization. Another strategy used is to make the atmosphere of the studio comfortable and active in participating in competitions and appearing at arts events and government events, in this way the Eschoda Management Studio becomes a forum for preserving Jaipong's traditional dance culture in the era of modernization. Keywords: Communication Strategy. Cultural Preservation. Jaipong Dance. Modernization Era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi dalam Sanggar Eschoda Management sebagai upaya dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong, serta bagaimana peran anggota sanggar dan masyarakat mempertahankan warisan budaya di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori perencanaan komunikasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian dari penelitian ini sudah sesuai dengan asumsi dasar teori perencanaan komunikasi, bahwa perencanaan yang kompleks serta motivasi yang cukup besar akan menguatkan tujuan. Sanggar Eschoda Management menggunakan media sosial dan media konvensional sebagai strategi dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Strategi komunikasi CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 yang digunakan oleh Sanggar Eschoda Management sudah cukup efektif. Sanggar Eschoda Management dengan sasaran khususnya generasi muda dan masyarakat luas sebagai upaya pelestarian budaya di era modernisasi. Strategi lain yang digunakan adalah dengan membuat suasana sanggar tersebut menjadi nyaman serta aktif mengikuti lomba serta tampil pada acara kesenian dan acara pemerintahan, dengan demikian Sanggar Eschoda Management menjadi wadah dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong di era modernisasi. Kata Kunci: Strategi Komunikasi. Pelestarian Budaya. Tari Jaipong. Era Modernisasi. AuthorAos email correspondent: ( noviawanrasyid@staff. The author declares that she/he has no conflict of interest in the research and publication of this manuscript Copyright A 2024 (Noviawan Rasyid Ohorell. Licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 (CC BY-SA 4. Available at http://caraka. Submitted: 10/10/24. Revised: 13/10/24. Accepted: 01/12/24 PENDAHULUAN Komunikasi dalam masyarakat dapat menghasilkan suatu perubahan atau dampak bagi masyarakat yang terlibat. Dalam hal ini komunikasi menciptakan sebuah budaya. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat secara turun-temurun (Rasyid. Nilai budaya merupakan konsep-konsep mengenai sesuatu yang ada dalam alam pikiran sebagian besar mereka yang dianggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi pada kehidupan para masyarakat (Koentjaraningrat, 2. Budaya kesenian tradisional yang saat ini mengalami krisis salah satunya adalah budaya seni tari. Di tengah globalisasi dan modernisasi banyak sekali budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga menimbulkan goncangan budaya culture shock (Susanti, 2. Budaya lokal harus tetap dilestarikan dengan tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa harus merubah nilai yang terkandung di dalamnya. Namun pada era globalisasi ini, eksistensi kesenian rakyat mengalami berbagai tantangan akibat adanya pengaruh dari luar dan dalam (Amri, 2. Seni tari merupakan bentuk budaya dengan kearifan lokal Indonesia. Seni tari merupakan bentuk seni yang menggunakan gerak anggota tubuh dan ekspresi jiwa ataupun sebagai sarana komunikasi yang di tampilkan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran namun tetap menghasilkan nilai keindahan . Seni tari berfungsi sebagai sarana dalam upacara adat, hiburan, seni pertunjukan hingga media pendidikan. Perkembangan tari dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang bergejolak di masyarakat. Tari Jaipong dapat dikatakan sebagai identitas budaya tradisional Jawa Barat, hal tersebut terlihat pada saat acara-acara yang berkenaan dengan datangnya tamu asing ke Jawa Barat biasanya disambut dengan tari Jaipong. Jaipong muncul berawal dari berbagai macam gerakan yang berasal dari tari ronggeng, ketuk tilu, dan gerak pencak silat. Karya jaipong yang pertama kali diciptakan oleh Gugum Gumbira yaitu Daun Pulus Kysyr Bojong dan tari Rendeng Bojong yang berpasangan putra dan putri. Tari tradisional jaipong berkembang begitu pesat. Pada era modern saat ini gerakan pada tari jaipong banyak dimodifikasi namun tetap tidak menghilangkan unsur-unsur yang sudah terkandung di dalam tari jaipong sebagai bentuk identitas budaya pada masyarakat Jawa CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 Barat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan kesadaran di kalangan generasi muda agar mereka dapat lebih memahami budaya mereka dengan memperkuat kearifan lokal yang tumbuh subur di seluruh nusantara (Setyaningrum, 2. Upaya dalam melestarikan Tari Jaipong sebagai identitas budaya, peran sanggar sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya sangat diperlukan. Sanggar merupakan wadah atau sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan minat dan bakat dengan pengajaran serta pelatihan termasuk pada bidang kesenian. Kesenian tradisional seperti tarian, nyayian, maupun musik dapat dipelajari dan dikembangkan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran atau pelatihanpelatihan (Irianto, 2. Eksistensi tari tradisional jaipong merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan karena menjadi salah satu kesenian budaya yang harus dilestarikan agar tidak punah, oleh karena itu diperlukan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Di era globalisasi saat ini kemajuan teknologi membuat siapapun dapat melakukan publikasi dengan cepat dan mudah. Pemanfaatan media sebagai media promosi budaya lokal ke dunia berdampak bagi peningkatan nilai budaya lokal tersebut. Dari beberapa sanggar yang ada di Kota Tangerang, peneliti memilih Sanggar Eschoda Management sebagai tempat penelitian karena sanggar ini memiliki perbedaan diantara sanggar lainnya. Sanggar Eschoda Management menjadi satu- satunya wakil dari kota Tangerang yang dipilih oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangeran untuk hadir pada pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri pada tahun 2018. Sanggar Eschoda Management melakukan kegiatan berlatih pada area publik sehingga dapat menarik perhatian masyarakat yang berkunjung pada area tersebut. Hal ini berdampak pada pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Pada masa pandemi Covid-19. Sanggar Eschoda berhasil menghasilkan sebuah ide dengan membuat pentas seni tari secara virtual. Sanggar Eschoda mengikuti perkembangan zaman yang semakin berkembang. Kegiatan yang dilakukan dalam sebuah peristiwa yang terjadi saat ini menjadi sebuah perubahan untuk inovasi yang cepat (Astuti, 2. Sanggar Eschoda menggunakan media sebagai tempat pelestarian budaya dengan cara membuat informasi mengenai kebudayaan tari tradisional Jaipong yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam pengembangan kebudayaan itu sendiri . ulture knowledg. Setelah itu, masyarakat melestarikan budaya dengan cara terjun langsung kedalam kebudayaan itu sendiri . ulture experienc. Dalam kebudayaan tari masyarakat harus belajar dan menguasai tarian dan dipertunjukan dalam acara-acara tertentu. Dengan demikian kebudayaan lokal selalu dapat terjaga kelestariannya (Saenal, 2. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, peneliti melakukan penelitian mengenai bagaimana peran sanggar Eschoda Management dalam melestarikan budaya tari tradisional di era modern. Dalam hal ini peneliti menggunakan teori perencanaan komunikasi. Teori perencanaan komunikasi merupakan teori yang menjelaskan bagaimana proses manusia dalam melaksanakan suatu hal. Perencanaan adalah proses untuk menetapkan dan mengidentifikasi syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan dengan cara yang efisien dan efektif (Cangara, 2. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nindya Adisti Wikandini. Weni A. Arindawati. Nurkinan . dengan judul AuStrategi Komunikasi Sanggar Seni Dalam Melestarikan Kebudayaan Melalui Media Sosial : Studi Deskriptif Kualitatif Gawean Parikesit Melestarikan Kebudayaan Melalui YoutubeAy menjelaskan bahwa penelitian ini sesuai dengan asumsi dasar dari teori perencanaan komunikasi, motivasi yang besar serta tujuan yang sudah terarah. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 SCaAnRgAgKaAr:sIenndioG neaswiaeJaonuP rnaarlikoef sCio tioenn, gvgou nxa. a, 2n 0mx xe, dx ixa- xYxoutube untuk mengedukasi guna melestarikan kebudayaan. KERANGKA TEORI Kebudayaan tradisional di era globalisasi penuh dengan tantangan. Kehadiran teknologi membuat kebudayaan tradisional terlupakan. Terlebih dengan kehadiran budaya asing membuat kebudayaan tradisional semakin tergerus zaman. Budaya asing yang masuk ke Indonesia membawa pengaruh bagi masyarakat khususnya generasi muda di Indonesia. Generasi muda berperan penting untuk mempertahankan budaya bangsa, kontribusi pemuda diperlukan untuk melawan budaya asing yang masuk. Peran sanggar sangat diperlukan dalam upaya melestarikan budaya tari tradisional. Kehadiran sanggar tari diharapkan mampu melestarikan tari tradisional di era globalisasi. Sanggar menjadi salah satu unsur pendukung dalam mempertahankan eksistensi kesenian tari Sanggar seni dalam hal ini menjadi wadah tempat para pelaku seni berkumpul, berlatih, dan berdiskusi tentang kesenian yang mereka geluti (Fitri, 2. Pada saat ini sanggar banyak mengkolaborasikan gerak tari tradisional dan modern tanpa menghilangkan unsurunsur budaya tradisional. Upaya dalam melestarikan budaya tari tradisional membutuhkan suatu landasan atau Teori perencanaan komunikasi menjadi landasan bagi peneliti untuk mengetahui peran sanggar dalam melestarikan budaya tari tradisional. Teori perencanaan dikembangkan oleh Charles Berger. Dasar dalam teori ini adalah mengenai proses pembuatan pesan dan pemahaman pada pesan tersebut. Perencanaan komunikasi dapat menjadi sebuah acuan bagi organisasi dalam menggapai tujuan-tujuannya dengan aspek-aspek yang terbatas sehingga lebih efektif dan efisien. Komunikasi dalam sanggar yang terjadi antara pemilik dan anggota sanggar dapat ditinjau dengan teori perencanaan komunikasi. Sesuai dengan asumsi dasar teori ini, tujuan komunikasi yaitu mencapai tujuan tertentu. Tujuan komunikasi tidak akan tercapai apabila strategi komunikasi yang digunakan kurang tepat. Tujuan komunikasi yang dilakukan oleh sanggar tari adalah untuk melestarikan dan mengembangkan tari tradisional Jaipong. Tujuan atau goals adalah alasan sebuah kelompok atau organisasi terbentuk, sehingga perencanaan hadir agar tujuan yang diinginkan tersebut dapat tercapai (Iqbal, 2. Strategi melestarikan kebudayaan sesuai dengan teori perencanaan dari Charless Berger. Teori tersebut menjelaskan mengenai perencanaan dibidang komunikasi. Penggunaan perencanaan pada bidang komunikasi diperlukan untuk mengimplementasikan sesuatu yang ingin dicapai. Perencanaan komunikasi dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang ada guna mencapai efektivitas komunikasi yang diinginkan. Teori ini memprediksi ketika suatu pengetahuan lebih kompleks, maka rencana akan jelas. Rencana mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil apabila mempunyai motivasi yang kuat (Berger, 1. Teori perencanaan komunikasi oleh Charles Berger menjelaskan tentang perencanaan individu dalam kegiatan komunikasi. Menurut Berger, rencana adalah AyHirarkis kognitif pernyataan dari tujuan yang diarahkan untuk suatu rangkaian tindakanAy, dalam kata lain rencana adalah sebuah gambaran dari langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk mendapatkan perencanaan yang efisien, individu melakukan usaha untuk mendapatkan rencana yang efisien tersebut. Salah satu usaha yang dilakukan yakni CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 penggunaan canned plans rencana yang terus diingat. METODOLOGI Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah sanggar eschoda management dalam melestarikan budaya tari tradisional jaipong. Sedangkan objek penelitian dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi yang dilakukan oleh sanggar eschoda management (Walidin, 2. Penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menggunakan paradigma konstruktivisme (Haryono, 2. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara mendalam, studi Pustaka, dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Sanggar Eschoda Management Sanggar Eschoda Management merupakan salah satu sanggar tari tradisional yang berlokasi di Tangerang. Banten tepatnya Belakang Mall Tangerang City. Dodi Gunawan atau yang akrab disebut Dodi, ia merupakan pemilik sekaligus kreator konten di Sanggar Eschoda Management. Dalam wawancara mendalam yang telah dilakukan. Dodi menjelaskan bahwa Sanggar Eschoda berdiri sejak tahun 2001. Awal mulanya sanggar ini diberi nama Sanggar Citra Kusuma yang sudah berdiri sejak tahun 90-an, lalu seiring berjalannya waktu terjadi regenerasi sehingga diberi nama Sanggar Eschoda Management. Sanggar Eschoda Management menghadirkan kelas khusus belajar tari tradisional Jaipong pada tahun 2009 yang saat ini sudah beranggotakan 380 penari tari Jaipong mulai dari usia dini hingga orang dewasa. Sanggar tari ini bertujuan untuk mengenalkan, mengajarkan, mengembangkan, dan melestarikan tari tradisional Jaipong. Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, era modernisasi seperti ini Sanggar Eschoda berperan penting dalam upaya melestarikan tari tradisional terutama tari Jaipong. Sanggar Eschoda Management rutin melakukan latihan tari tradisional Jaipong setiap hari Jumat dan Minggu, kegiatan dalam sanggar tersebut tidak hanya belajar menari tetapi penari juga belajar arti dan makna dalam setiap gerakan dalam tarian yang dipelajarinya sehingga menumbuhkan dan mengembangkan bakat tari serta menambah rasa kecintaan terhadap budaya tari tradisional Indonesia. Konsistensi dan motivasi yang dibentuk berhasil membawa penari-penari pada sanggar Eschoda Management tampil di acara pemerintahan, instansi, serta sanggar Eschoda Management juga aktif mengikuti lomba-lomba tari tradisional Jaipong yang diselenggarakan dalam negeri. Selain itu, sanggar Eschoda Management berhasil membawakan tari daerah Indonesia hingga keluar negeri seperti Malaysia. Timor Leste, dan Belgia. Hal tersebut tentu menjadi bagian dalam upaya mengenalkan serta melestarikan kekayaan Indonesia, salah satunya tari tradisional Jawa Barat, yaitu tari Jaipong. Rencana Komunikasi Pemilik Sanggar Eschoda Management dalam Mencapai Tujuan Komunikasi merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan menggunakan rencana dan strategi komunikasi yang efektif. Sanggar Eschoda Management berupaya untuk mengenalkan dan melestarikan tari Jaipong sehingga dapat menarik masyarakat untuk turut melestarikan tari tradisional Jawa Barat Seperti yang diungkapkan oleh Dodi Gunawan yang. Pertanyaan pertama yang peneliti tanyakan yaitu. Bagaimana rencana bapak sebagai pemilik sanggar dalam pelestarian tari CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 jaipong untuk mencapai tujuan yang diinginkan? Dodi menjawab. Autujuan kitakan diawal mengenalkan, mengajarkan, melestarikan, jadi kita kenalkan tarian Jaipong. Jadi dari mulai, dari mulai usia dini sampai usia dewasa, jadi sampai kapanpun kita tetap e fokusnya disini mengenalkan tari daerah kesemua, termasuk mengajarkan, melestarikan. Bersama-sama kita lestarikan tari daerahAy. Dari hasil wawancara pertanyaan pertama dengan informan Dodi Gunawan sebagai pemilik Sanggar Eschoda Management, dapat dikatakan bahwa sebagai pemilik sanggar ia memiliki tujuan untuk melestarikan tari daerah terutama Jaipong. Ia mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan tari daerah. Selanjutnya peneliti bertanya. Mengapa memilih tari jaipong sebagai tarian yang sering dipelajari dibandingkan dengan tarian lain? Dodi menjawab. Aukalau Jaipong kita ambil e hampir semua tarian itu kiblatnya ke Jawa Barat terutama Jaipong. Selain itu ada tari betawi juga, tapi tidak menutup kemungkinan tari-tarian dari Kalimantan, e Sumatera Utara. Sumatera Barat. Khusus tari Jaipong kenapa kita ambil yaa karena musiknya juga beda, lebih banyak dikenal oleh masyarakat dan pendekatan untuk anak-anak terutama untuk bisa mengenal dan menyukai tari daerah itu lebih murni, lebih gampang, lebih ditangkap sama mereka, dicerna sama mereka jugaAy. Dari hasil wawancara pertanyaan kedua dengan informan Dodi, dapat dikatakan bahwa alasan Dodi Gunawan memilih tari Jaipong sebagai tarian yang sering dipelajari karena menurutnya tarian tersebut merupakan fokus utama dari semua tarian, selain itu ia menganggap bahwa tari tradisional Jaipong lebih banyak dikenal dan masyarakat lebih mudah mempelajarinya sehingga diharapkan dapat menghadirkan rasa suka terhadap tari daerah. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana komunikasi yang digunakan untuk menarik perhatian masyarakat untuk turut ikut dalam pelestarian budaya tari jaipong? Dodi menjawab. Aungikutin perkembangan zaman, ngikutin trend, memanfaatkan media sosial, terus memanfaatkan orang tua sebagai e orang tua yang menitipkan anaknya kepada kita dengan kualitas yang kita ajarkan dengan bagus dan bermanfaat buat mereka sehingga apa yang kita ajarkan e orang tua juga bisa lihat kalau tari yang kita ajarkan itu bagus. Kemudian, kalau di sosial media e kita konsisten setiap hari kita kasih posting kegiatan-kegiatan kita jadi semua orang juga bisa lihat. Terus kita ikutin trend tiktok, kita bikin dance cover yang lagi trend atau kita bikin dance cover biar orang bisa ikut karya kita. e musik modern kita bikin gerakannya tari daerah. Ay Dari hasil wawancara pertanyaan ketiga dengan informan Dodi, dapat dikatakan bahwa sebagai pemilik sanggar, komunikasi yang digunakan dalam menarik perhatian masyarakat untuk turut ikut serta dalam pelestarian budaya dengan cara mengikuti perkembangan zaman, yaitu mengkombinasikan musik modern dan tari tradisional Jaipong, lalu berkomunikasi baik dengan orang tua penari sehingga menimbulkan rasa kepercayaan terhadap sanggar. selain itu pemilik sanggar juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan-kegiatan dalam upaya memperkenalkan karya yang dihasilkan oleh Sanggar Eschoda Management. Selanjutnya peneliti bertanya. Apa langkah-langkah yang telah CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 dilakukan untuk memastikan kolaborasi yang efektif antar penari dengan pelatih sanggar? Aubikin suasananya senyaman mungkin buat mereka. Jadi mereka menari juga harus dengan hati yang senang, mereka harus nyaman jadi kalau ga nyaman mereka ga akan bisa belajar tari dan mereka ga akan bisa berprogres, berproses dan juga perkembangan tarinya pasti ga akan bagus kalau mereka diawali dengan ga nyaman. Tapi kalo mereka udah nyaman, senang mereka ngikutinnya, terkadang mereka tuh udah bisa berkembang dengan sendirinya prosesnya udah bagus. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan keempat dengan informan Dodi, dapat dikatakan bahwa sebagai pemilik sanggar langkah-langkah yang efektif dalam berkolaborasi antar penari dan pelatih ialah dengan membuat suasana yang nyaman, sehingga penari dapat dengan senang dalam berproses dan berkembang dengan baik. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana Sanggar Eschoda Management memanfaatkan sarana komunikasi tradisional dan digital dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan? Aukalo kita sih memanfaatkan media sosial kaya Instagram. YouTube,TikTok sebagai media yang kita gunakan, dengan menggunakan media sosial banyak orang yang tertarik sama sanggar kita. Untuk komunikasi tradisionalnya e paling orang tua yang ngajak buat ikut nari disini, lalu kita ikut loba atau ada tampil sehingga banyak yang tertarik untuk daftar disanggar ini. Ay Dari hasil wawancara pertanyaan kelima dengan informan Dodi, dapat dikatakan bahwa dalam memanfaatkan sarana komunikasi, pemilik sanggar menggunakan media digital seperti memanfaatkan sosial media sebagai sarana dalam menarik perhatian, selain itu pemilik sanggar juga menuturkan bahwa ia juga menggunakan sarana komunikasi tradisional dengan cara mengikuti lomba dan tampil dalam acara-acara dan menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua penari sehingga orang tua penari tertarik untuk mengundang partisipasi masyarakat lain untuk bergabung dengan sanggar tersebut. Selanjutnya peneliti bertanya kembali. Dalam proses mencapai sebuah tujuan pada sanggar, bagaimana peran pemilik dan penari mencegah masalah komunikasi internal, seperti miskomunikasi atau kurangnya informasi pada penari sanggar? Auselama ini tidak ada masalah, jadi kebetulan saya dan istri saya. Istri saya lebih ke bagian pengajaran, kalau saya lebih ke bagian administrasi, konten kreator, terus e video, foto, dokumentasi segala macam. Jadi kalau misal ada yang membicarakan kita komunikasinya lebih ke e, kalau saya yang bertugas saya menjaga report ke pelatih ini loh gini-gini, kalau ada info ke pelatih kita langsung diskusikan karena kan bisa via WhatsApp ada teknologi kan, atau bicaranya langsung face to face. Perdebatan sering terjadi karena pengen e sesuatu kita pengen tampil lebih baik, perdebatan itu aja sih biasanya. Kaya misal ada job, siapa anak yang harus kita ajak, kenapa harus kita ajak, karena tugas kitakan merhatiin anak-anak yang sudah, anak baru yang sudah mampu dan bisa berproses, berkembang, itu kita bisa ajak. Paling terjadi seperti itu, balik lagi tujuannya untuk mengembangkan dan Eschoda Management makin naik. Ay Hasil wawancara pertanyaan keenam dengan informan Dodi dapat dikatakan bahwa ia menuturkan bahwa dalam menjaga komunikasi internal dibutuhkan komunikasi yang baik seperti menjaga laporan dan diskusi terhadap penari dan pelatih sanggar baik secara langsung maupun menggunakan media, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 sehingga Sanggar Eschoda Management dapat menjadi lebih baik. Rencana Komunikasi Pelatih kepada Penari dalam Upaya Pelestarian Budaya Tari Jaipong Rencana komunikasi antara pelatih dengan penari sanggar merupakan aspek penting sebagai upaya pelestarian warisan budaya tari tradisional Jaipong. Selain menjadi pengarah dan praktik dalam belajar tari Jaipong, pelatih juga menyampaikan informasi dan memperkenalkan tari Jaipong sebagai identitas budaya lokal sehingga penari tidak hanya menari namun mengetahui informasi seputar tari tradisional Jaipong tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Eskodavoni Panca Saputri selaku pelatih tari Jaipong di Sanggar Eschoda Management. Pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh peneliti yaitu. Apa strategi komunikasi yang digunakan pelatih untuk memastikan informasi dapat tersampaikan dengan jelas kepada penari? Aubiasanya kita kalau latihankan memang sudah terjadwal, paling kalau ada perform, atau ada kegiatan lain biasanya kita catat, kita buat grupnya, terus kita sharing gerakannya, jadwal latihan itu biasanya lewat WhatsApp grup biasanya, dan kalau e ada informasi yang kurang jelas biasanya mereka nanya lagi, dan cara kita juga sebagai pelatih pastinya membantu mereka biar ga ada Ay Hasil dari wawancara pertanyaan pertama dengan informan Eskodavoni, dapat dikatakan bahwa strategi komunikasi yang digunakan dalam memberi informasi kepada penari dengan menggunakan media seperti WhatsApp grup. Selain itu, sebagai pelatih, ia juga mencatat jadwal latihan dan kegiatan lainnya, membuat grup untuk berbagi gerakan, dan memberikan bantuan jika ada informasi yang kurang jelas. Dengan demikian, tujuan utama adalah mencegah miskomunikasi dan memastikan informasi dapat tersampaikan dengan jelas kepada para penari. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana Anda menilai efektivitas komunikasi dalam sanggar dan melakukan perubahan jika diperlukan? AuKita komunikasinya yaa apa adanya aja, jadi kalau ada yang mau tanya langsung tanya aja ga ada malu atau segan. Komunikasi yang kita gunakan terbuka aja sih, biar merekanya juga ga malu atau gimana gitu. Kalau untuk efektivitasnya kita sih ada komunikasi juga sama pemilik gimana caranya anak-anak itu nyaman sama kita, berani deket sama kita. Karena kalau anak- anak ngerasa nyaman, deket sama kita gitu pasti komunikasinya juga efektif. Ay Hasil dari wawancara kedua dengan informan Eskodavoni, dapat dijelaskan bahwa efektifitas komunikasi dalam sanggar terjadi karena adanya komunikasi yang terbuka antar anggota sanggar, pelatih dan pemilik berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan dekat antar sesama anggota sanggar. Menurut Putri, ketika penari telah nyaman dan dekat, maka komunikasi yang terjalin akan efektif. Dengan demikian, sanggar berusaha mempertahankan lingkungan yan mendukung komunikasi yang efektif diantara anggota sanggar. Selanjutnya peneliti bertanya. Apa langkah-langkah konkret yang diambil pelatih untuk menangani konflik atau masalah komunikasi di antara anggota sanggar? Ausejauh ini belum pernah ada si kalau miskomunikasi gitu. Cuma biasanya anakanak kalau lagi ada yang perform itu suka pada sibuk main handphone, paling kita kasih pengumuman untuk ga main handphone dan saling menghargai temannya CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 yang lain. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan ketiga informan Eskodavoni, dapat dikatakan bahwa sejauh ini. Pelatih tidak pernah mengalami masalah miskomunikasi di antara anggota sanggar. Namun, pelatih menyadari bahwa saat ada yang sedang melakukan pertunjukan, beberapa anggota cenderung bermain handphone. Untuk mengatasi hal tersebut, pelatih mengambil langkah-langkah kongkret berupa memberikan pengumuman agar anggota tidak menggunakan handphone selama pertunjukan berlangsung. Selain itu, pelatih juga menekankan pentingnya saling menghargai teman-teman mereka yang sedang tampil. Dengan demikian, pelatih berusaha menciptakan aturan dan kesadaran antar anggota sanggar untuk menjaga kualitas komunikasi dan interaksi dalam sanggar. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana pelatih merencanakan komunikasi untuk memotivasi dan melibatkan anggota sanggar? Aumemotivasi anak, biasanya setelah latihan kita ada e kumpul dulu terus kita komunikasiin menari itu harus rajin latihannya supaya berkembang, jangan malas, harus bisa membagi waktu karena kebanyakan anak-anak ini kan sibuk disekolah. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan keempat dengan informan Eskodavoni dapat dikatakan bahwa pelatih merencanakan komunikasi untuk memotivasi anggota sanggar melalui pertemuan setelah latihan. Dalam pertemuan ini, pelatih berkomunikasi dengan anggota untuk memberikan motivasi dan arahan. Pelatih menekankan pentingnya rajin berlatih agar kemampuan menari dapat berkembang. Selain itu, anggota diminta untuk tidak malas dan dapat membagi waktu dengan kegiatan lain seperti sekolah. Dengan demikian, pelatih berusaha membangun semangat dan keterlibatan anggota sanggar melalui komunikasi terencana dan dapat memotivasi. Selanjutnya peneliti bertanya. Sebagai pelatih sanggar eschoda, selain melatih penari sanggar apakah anda juga berperan dalam mempromosikan sanggar tari eschoda sebagai upaya pelestarian budaya tari tradisional jaipong? Eskodavoni Auiya promosiin, kebetulan kan ngajar disekolah juga, terus kalo ekskul- ekskul disekolah kan banyak anak-anak biasanya ditawarin yang tertarik mau belajar tari daerah kaya Jaipong bisa gabung disanggar Eschoda. Ay Hasil wawancara pertanyaan kelima dengan informan Eskodavoni dapat dikatakan bahwa sebagai pelatih Sanggar Eschoda Management, selain melatih penari sanggar, pelatih juga berperan dalam mempromosikan sanggar tari Eschoda Management sebagai upaya pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Pelatih menawarkan kepada siswa-siswa di sekolah yang memiliki minat atau ingin belajar tari daerah seperti tari Jaipong untuk dapat bergabung di Sanggar Eschoda Management. Dengan demikian, pelatih berkontribusi dalam upaya pelestarian dan penyebaran budaya tari tradisional Jaipong melalui promosi aktif di lingkungan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana komunikasi yang digunakan untuk menarik perhatian masyarakat untuk turut ikut dalam pelestarian budaya tari jaipong? Aukita mengajak anak-anak disekolah untuk ikut dan ngebuat dia tertarik sama tari, selain itu kan kita latihannya diluar kaya gini kan, jadi banyak orang yang lihat latihannya, atau orang tua yang lewat itu mungkin bisa tertarik pas lihat dan ngajak anaknya buat ikut latihan di sanggar ini. Ay CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 Hasil dari wawancara pertanyaan keenam dengan informan Eskodavoni dapat dikatakan bahwa komunikasi yang digunakan untuk menarik perhatian masyarakat agar turut serta dalam pelestarian budaya tari Jaipong yaitu dengan mengajak anak- anak disekolah untuk ikut serta. Selain itu, pelatih juga memanfaatkan lokasi latihan yang dilakukan di luar, sehingga banyak yang melihat latihan tersebut. orang tua tertarik saat melihat kegiatan latihan tari Jaipong dan dapat mengajak anak-anak mereka untuk ikut serta dalam latihan di sanggar ini. Sehingga komunikasi aktif dilakukan untuk mengajak masyarakat, untuk turut berpartisipasi dalam pelestarian budaya tari Jaipong melalui sanggar Eschoda. Rencana Komunikasi Penari Sanggar dalam Pelestarian Tari Tradisional Jaipong Rencana komunikasi dalam Sanggar Eschoda Management merupakan strategi yang akan digunakan penari untuk menyampaikan informasi dengan tujuan utama pelestarian warisan budaya lokal. Dalam usaha melestarikan budaya lokal, penari di Sanggar Eschoda Management berkomitmen untuk berlatih tari tradisional Jaipong, dan oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Rachmi Nur Komalasari dan Glovela Rizquenta Hartawan. Mereka merupakan penari yang bergabung di Sanggar Eschoda Management sejak usia dini. Pertanyaan pertama yang peneliti tanyakan yaitu. Bagaimana awal proses komunikasi yang anda dan teman-teman anda lakukan dalam sebuah sanggar tari sebagai strategi komunikasi dalam pelestarian tari Jaipong? Aukita kan disini beda sekolah, pastinya awalnya kita ga kenal. e paling kalo aku bahas trending topik atau hal-hal tentang tarian Jaipong disini, supaya kita juga bisa menambah pengetahuan soal gerakan Jaipong gitu. Ay Hasil dari wawancara pertanyan pertama dengan informan Rachmi dan Glovela dapat dikatakan bahwa dalam Sanggar Eschoda Management proses komunikasi antar penari di awali dengan mencari topik pembicaraan dan membahas hal-hal terkait tarian Jaipong. Meskipun mereka berasal dari sekolah yang berbeda, mereka berusaha mendekatkan diri dan berdiskusi tentang tari Jaipong, mencari topik trending, dan bahkan berlatih bersama. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai strategi komunikasi yang efektif untuk mempererat hubungan dan menambah pengetahuan seputar tari tradisional Jaipong. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana penari merencanakan untuk berkomunikasi dengan anggota sanggar tari secara efektif? Ausebisa mungkin si kalau bicara engga asal aja, karna kita kan disini belajar bareng-bareng, jadi harus saling pengertian aja. Kalau misal, ada yang kita kurang suka, ya gapapa gitu karna tujuan kita disini belajar, latihan tari Jaipong bareng-bareng. Ay Hasil wawancara pertanyaan kedua dengan informan Rachmi dan Glovela dapat dikatakan bahwa dalam Sanggar Eschoda Management penari merencanakan berkomunikasi dengan anggota sanggar secara efektif dengan sikap terbuka, saling pengertian, dan memprioritaskan tujuan bersama, yaitu belajar dan berlatih tari Jaipong. Mereka menjaga relasi yang baik, kerjasama, dan menjaga komunikasi secara baik dalam mencapai tujuan bersama. Sehingga dapat bertumbuh bersama dalam sanggar tersebut. Selanjutnya peneliti bertanya, apa yang penari lakukan untuk mengatasi potensi konflik atau masalah komunikasi internal di dalam CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 sanggar tari? Ausebelumnya sih belum pernah ada konflik, mungkin karena kita pas awal-awal aja berantem kecil gitu, tapi kita pasti nanti ngobrol lagi. Tapi sekarang yaa menjaga komunikasi sesama penari aja, saling ngerti, supaya kita belajar narinya juga Ay Hasil wawancara pertanyaan ketiga dengan informan Rachmi dan Glovela dapat dikatakan bahwa upaya untuk mengatasi konflik atau masalah komunikasi internal di dalam sanggar tari yaitu dengan menjaga komunikasi baik antar sesama penari. Mereka menyebutkan bahwa sejauh ini belum pernah terjadi konflik yang serius, dan jika ada perbedaan pendapat, mereka mencari jalan keluar melalui komunikasi dan saling pengertian. Hal ini mencerminkan upaya untuk membangun suasana yang harmonis dan nyaman dalam sanggar, memprioritaskan komunikasi efektif dan kerjasama antarpenari. Selanjutnya peneliti bertanya, bagaimana penari melibatkan penonton dalam proses komunikasi, bukan hanya sebagai penerima tetapi juga turut merasakan suasana dalam sebuah pentas tari tersebut? Aucaranya kita nari harus dengan enjoy e selalu senyum kalau nari. Kita juga harus ada interaksi kaya misal lihat ke penonton. Nanti penonton atau yang lihat juga akan merasakan apa yang kita rasakan. Ay Hasil wawancara pertanyaan keempat dengan informan Rachmi dan Glovela dapat dikatakan bahwa dalam melibatkan penonton pada proses komunikasi penari biasanya menampilkan senyum saat menari. Mereka juga berusaha berinteraksi dengan penonton, seperti melihat ke arah penonton, menurut Glovela, menari adalah sebuah ekspresi diri dan komunikasi dengan Hal ini menjadikan penari tidak hanya menjadi penerima perhatian tetapi juga aktor yang berkontribusi pada suasana dalam sebuah pertunjukan karya seni tari. Pandangan masyarakat terhadap Rencana Komunikasi Sanggar Eschoda Management dalam Upaya Pelestarian Tari Jaipong Pandangan atau tanggapan masyarakat terhadap rencana komunikasi Sanggar Eschoda Management tentu dapat memengaruhi keberhasilan dalam upaya pelestarian tari tradisional Jaipong. Pandangan masyarakat dapat mencakup sejauh mana mereka merasa terlibat, dan dukungan terhadap nilai budaya. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap pandangan masyarakat terhadap rencana komunikasi sanggar menjadi kunci untuk memastikan penerimaan dan keberlanjutan pelestarian tari Jaipong. Seperti yang dikatakan oleh Susan seorang masyarakat sekaligus orangtua penari di Sanggar Eschoda Management. Pertanyaan pertama yang peneliti tanyakan yaitu, bagaimana pendapat Anda tentang keberadaan sanggar eschoda? Aukeberadaan sanggar Eschoda ini tuh sangat-sangat membantu yaa buat masyarakat lebih mengenal budaya kita sendiri. Dia juga menerima masyarakat dari macam-macam umur, sampai ada juga ibu-ibu yang belajar tari Jaipong disini. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan pertama dengan informan bernama Susan, dapat dikatakan bahwa keberadaan Sanggar Eschoda dinilai sangat membantu dalam mengenalkan budaya lokal kepada masyarakat. Sanggar ini menerima anggota dari berbagai kelompok usia. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 bahkan termasuk ibu-ibu yang tertarik untuk belajar tari Jaipong. Keberadaan sanggar tersebut dapat dianggap sebagai sarana yang memberikan kontribusi dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Selanjutnya peneliti bertanya, bagaimana Anda melihat peran sanggar eschoda dalam melestarikan budaya daerah tari Jaipong? Ausanggar memiliki peran yang penting yaa tentunya, sanggar Eschoda itu e dia tuh membingkai untuk anak-anak itu lebih bisa melestarikan budaya dengan menari, dibuat fun, jadi anak-anak merasa senang. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan kedua dengan informan Susan dapat dikatakan bahwa Sanggar Eschoda Management memiliki peran yang signifikan dalam membimbing anak-anak agar lebih dapat melestarikan budaya dengan menari tari Jaipong, dan dengan menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa senang. Selanjutnya peneliti bertanya. Bagaimana pendapat Anda tentang upaya sanggar tari Jaipong dalam menciptakan karya-karya baru yang tetap mempertahankan unsur tradisional? AuBagus sih, jadi penari juga tentunya bisa tetap mengenal budaya tradisional kita tapi ada gabungan modernnya, dan pastinya tetap harus memperhatikan unsur-unsur tradisionalnya tapi dia dikemas secara modern Ay Hasil dari wawancara pertanyaan ketiga dengan informan Susan dapat dikatakan bahwa upaya sanggar tari Jaipong dalam menciptakan karya-karya baru yang tetap mempertahankan unsur tradisional dinilai positif oleh Susan. Menurutnya, ini memungkinkan penari untuk tetap mengenal budaya tradisional dengan sentuhan modern, dengan tetap memperhatikan unsur-unsur tradisional yang dikemas secara modern. Selanjutnya peneliti bertanya. Menurut anda apa yang menjadi daya tarik utama dari pertunjukan tari Jaipong? Susan menjawab. Audaya tarik dari jaipong ya pasti dari goyangannya, lenggak lenggoknya, gerakannya, terus kostumnya juga menurut saya ada daya tarik tersendiri. misal kaya ada acara apa, pasti Jaipong selalu ada, memang ada daya tarik tersendiri Jaipong. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan keempat dengan informan Susan dapat disimpulkan bahwa menurut Susan, daya tarik utama dari pertunjukan tari Jaipong terletak pada goyangan, lenggak lenggok, gerakan, dan kostumnya. Ia juga mengatakan bahwa Jaipong selalu memiliki daya tarik tersendiri dalam berbagai acara. Selanjutnya peneliti bertanya. Apakah menurut Anda pertunjukan tari Jaipong dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat? Aupasti. Bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat juga e karena itukan budaya kita sendiri ya, tentu salah satu sarana buat edukasi apalagi buat anak-anak zaman sekarang. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan kelima dengan informan Susan dapat dikatakan bahwa menurutnya, pertunjukan tari Jaipong dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda. Selanjutnya peneliti bertanya, menurut anda bagaimana sanggar tari Jaipong dapat lebih efektif dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat, termasuk melalui media sosial dan acara CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 Aukalo itu mungkin mengenalkan ke masyarakatnya pada saat berlatih seperti ini, terus dibuat konten lewat media sosial, jadi masyarakat bisa lebih tau tentang ya bagaimana cara melestarikan budaya. Ay Hasil dari wawancara pertanyaan keenam dengan informan Susan dapat dikatakan bahwa sanggar tari Jaipong dapat lebih efektif berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat dengan cara mengenalkan kegiatan latihan melalui media sosial dan membuat konten yang memberikan informasi tentang cara melestarikan budaya. Hubungan Hasil Penelitian dengan Teori Perencanaan Komunikasi Hasil penelitian ini berkaitan dengan bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh Sanggar Eschoda Management dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong di era Untuk memahami strategi komunikasi dalam upaya pelestarian tari tradisional Jaipong. Sanggar Eschoda Management menggunakan perencanaan sebagai acuan atau landasan dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan 5 informan yang berkaitan dengan Sanggar Eschoda Management dalam upaya pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Penelitian ini dikaitkan dengan teori perencanaan komunikasi, dengan memahami strategi yang digunakan dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong di era modernisasi. Strategi yang dimiliki oleh Sanggar Eschoda Management akan mengetahui bagaimana keberlanjutan tari tradisional Jaipong pada era modernisasi seperti saat ini. Selain itu, dapat dilihat juga bagaimana peran masyarakat dalam melestarikan tari dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tari tradisional Jaipong. Hasil penelitian dari penelitian ini sudah sesuai dengan asumsi dasar teori perencanaan komunikasi, bahwa perencanaan yang kompleks serta motivasi yang cukup besar akan menguatkan tujuan. Sanggar Eschoda Management menggunakan media sosial seperti Instagram. TikTok, dan YouTube, selain itu Sanggar Eschoda Management juga menggunakan media konvensional sebagai strategi dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Strategi komunikasi yang digunakan oleh Sanggar Eschoda Management sudah cukup efektif. Sanggar Eschoda Management dengan sasaran khususnya generasi muda dan masyarakat luas sebagai upaya pelestarian budaya di era modernisasi. Strategi lain yang digunakan adalah dengan membuat suasana sanggar tersebut senyaman mungkin dan aktif mengikuti lomba serta tampil pada acara kesenian dan acara pemerintahan. dengan demikian Sanggar Eschoda Management menjadi wadah dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong di era modernisasi. Penelitian yang dilakukan terkait dengan Strategi Komunikasi Sanggar Eschoda Management Dalam Pelestarian Budaya Tari Tradisional Jaipong, juga dikaitkan dengan 2 penelitian terdahulu. Penelitian terdahulu pertama dilakukan oleh Nindya Adisti Wikandini, . dengan judul AuStrategi Komunikasi Sanggar Seni Dalam Melestarikan Kebudayaan Melalui Media Sosial : Studi Deskriptif Kualitatif Gawean Parikesit Melestarikan Kebudayaan Melalui YoutubeAy. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa dengan menggunakan teori perencanaan komunikasi dapat dilihat bahwa strategi komunikasi yang digunakan sanggar seni Gawean Parikesit sudah cukup efektif. Penelitian terdahulu kedua dilakukan oleh Fernando Yonathan Tuah, . yang berjudul AuPeran Sanggar Seni Apo Lagaan terhadap Kontinuitas SapeAo Karaang Dayak Bahau di Kota Samarinda Kalimantan TimurAy. Pada penelitian ini menjelaskan bahwa dengan menggunakan teori struktural fungsional oleh Talcott Parson dapat diketahui bahwa Sanggar Seni Apo Lagaan memiliki peranan terhadap kontinuitas SapeAo Karaang melalui aktivitas CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 sanggar dan memberika edukasi pentingnya pelestarian budaya terutama oleh generasi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan yang telah dilakukan mengenai strategi komunikasi Sanggar Eschoda Management dalam pelestarian budaya tari tradisional Jaipong, menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh Sanggar Eschoda Management dalam upaya pelestarian budaya tari tradisional Jaipong melalui cara konvensional dan penggunaan sosial media sebagai sarana promosi serta penyebaran budaya tari tradisional Jaipong, sehingga menjadi daya tarik masyarakat terutama di kota Tangerang untuk memberikan kontribusi positif dalam upaya pelestarian budaya tari tradisional Jaipong. Sebagai salah satu sanggar terbesar di kota Tangerang. Sanggar Eschoda Management memiliki peran yang sangat signifikan dalam keberlanjutan budaya tari tradisional Jaipong. era modernisasi seperti saat ini Sanggar Eschoda Management berusaha untuk mempertahankan keberlanjutan budaya tari tradisional Jaipong dengan tetap menyelaraskan perkembangan zaman namun tidak merubah nilai-nilai budaya tradisional yang telah ada. CARAKA: Indonesia Journal of Communication, vol. , 2024, 115-129 DAFTAR PUSTAKA