JOURNAL OF ECONOMICS AND REGIONAL SCIENCE Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 P-ISSN: 2776-2939 E-ISSN: 2776-3196 Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan Adi Aspian Nur Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Kaltara. Sengkawit. Tanjung Selor, 73212. Indonesia Histori Artikel: Pengajuan : 26 November 2021 Revisi : 16 Januari 2021 Diterima : 22 Januari 2022 Keywords: Shift Share. Product Domestic Regional Bruto. PDRB Abstract The purpose of this study was to determine the leading and nonsuperior sectors through the GRDP data of Bulungan Regency and GRDP of North Kalimantan Province. The data in the study is secondary data originating from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of GRDP data at the base prices that apply according to business fields in 2014-2018. With quantitative research methods and Shift Share analysis, it can be seen which sectors are superior and not superior in the region. Based on the Shift Share analysis, there are 4 superior economic sectors, namely: Construction. Wholesale and Retail Trade. Car and Motorcycle Repair. Transportation and Warehousing. Provision of accommodation and food and drink. The others 13 sectors did not potencial. Citation: Nur. Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan. Journal of Economics and Regional Science, 1. , 66-83. Kata kunci: Shift Share. Produk Domestik Regional Bruto. PDRB Penulis Korespondesi: Adi Aspian Nur Email: adiaspiannur22@gmail. Abstraksi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor unggulan dan tidak unggul melalui data PDRB Kabupaten Bulungan dan PDRB Provinsi Kalimantan Utara. Adapun data dalam penelitian adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan bentuk data PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha tahun 2014-2018. Dengan metode penelitian kuantitatif dan analisis Shift Share, dapat diketahui sektor mana yang unggul dan tidak unggul dalam Berdasarkan analisis Shift Share terdapat 4 sektor ekonomi yang unggul yaitu: . Konstruksi. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Transportasi dan Pergudangan. Penyediaan akomodasi dan Makan Minum. 13 sektor lainnya tidak unggul. JEL Classification: B4. Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 PENDAHULUAN Dalam suatu negara atau pun wilayah pasti memiliki potensi tersendiri, dan pastinya memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda pada setiap daerahnya. Suatu daerah akan mendapat perolehan atau pendapatan dari setiap sektor yang ada pada wilayahnya melalui proses transaksi yang dilakukan dalam setiap sektor ekonomi dan hal tersebut dikatakan sebagai indikator perekonomian. Indikator tersebut dapat dipakai dalam memantau perkembangan atau laju pertumbuhan ekonomi dari tingakat nasional hingga ke daerah. Pada tingkat nasional, indikator tersebut dinamakan PDB atau Produk Domestik Bruto. Dan pada tingkat daerah atau wilayah yaitu dari Provinsi. Kabupaten/Kota hingga Kecamatan, hal tersebut dikenal dengan istilah PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. Karena fungsinya yaitu sebagai salah satu indikator pokok dalam perekonomian, sehingga membuat Produk Domestik Regional Bruto secara impulsive memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian. Dengan demikian, kita harus mengertinya dengan baik, supaya ketika menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan perekonomian yang terjadi di daerah, bahkan di negara kita sendiri, kita dapat mengatasinya dengan benar (Jojonomic, 2. Pengembangan ekonomi disuatu daerah merupakan proses oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat dalam mengelolah atau mengembangkan sumberdayasumberdaya yang ada didaerahnya, dengan membangun kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak swasta hingga dapat menciptakan lapangan kerja, dan dengan begitu dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang bersangkutan. Proses pembangunan ekonomi mencakup pembentukan lapangan kerja baru, pengembangan industri pengganti, perbaikan kapasitas tenaga kerja dan identifikasi pasar-pasar serta pengembangan usaha baru (Arsyad, 2. Pada masa globalisasi yang sekarang ini sering terjadi pembangunan daerah yang semakin banyak dan beragam. Adanya kesenjangan antara daerah dan berkembangnya globalisasi mengakibatkan persaingan antar daerah menjadi semakin tinggi. Hal tersebut mendorong suatu daerah harus meningkatkan kualitas yang dimiliki agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan mampu bersaing dengan wilayah lain. Aspek utama perkembangan perekonomian suatu daerah ialah berkaitan langsung bersama permintaan akan barang dan jasa dari luar daerah, sebagai teori basis ekonomi (Richardson, 1. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 67 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Pertumbuhan industri dalam daerah yang memakai sumber daya lokal, seperti tenaga kerja, dan bahan baku yang dapat dipasarkan keluar daerah, akan meningkatkan kekayaanatau membuat pertumbuhan perekonomian bagidaerah tersebut meningkat dan dengan begitu akan tercipta lapangankerja barubagi sumberdayamanusiayangdimiliki sehinggajumlahpengangguran yangada diwilayah tersebut dapat berkurang. Pernyataan ini memberikan pemahaman bahwa suatu daerah memiliki sektor unggul bila daerah tersebut mampu bersaing dengan daerah luar. Jika proses ekspor semakin besar maka semakin maju perumbuhan dan perkembangan wilayah tersebut, demikian juga Apabila ekspor berkurang maka pendapatan akan semakin berkurang dan pertumbuhan wilayah juga akan melambat. Segala peralihan yang timbul dalam sektor basis pasti membawa efek ganda . pada perekonomian regional (Wulandari, 2. Sistem perekonomian suatu daerah atau wilayah dapat tercermin dari pembagian PDRB. Oleh karena itu, disetiap daerah pemerintahannya harus mampu meningkatkan dan mengembangkan sektor-sektor yang memiliki potensi dan berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Karena PDRB ini merupakan hasil nilai tambah bruto yang diperoleh dari semua kegiatan ekonomi yang terjadi dalam daerah tersebut. Dalam hal itu untuk mengetahui mana yang menjadi sektor terpenting dalam daerah yaitu dengan menggunakan data PDRB dari daerah yang bersangkutan. Dan beberapa kegunaan serta analisis yang bias didapatkan dari data PDRB antara lainya itu dengan besaran PDRB dapat digunakan untuk mengetahui potensi ekonomi suatu daerah dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia (BPS). Secara struktur ekonomi. PDRB dapat digunakan sebagai dasar analisis untuk mengetahui sektor mana yang lebih dominan disuatu daerah. Terdapat sejumlah system yang bisa dipakai dalam perhitungan PDRB yaitu dengan dua metode langsung dan tidak Dalam metode langsung terdapat empat pendekatan yaitu. Pendekatan Produksi. Pendekatan Pendapatan. dan Pendekatan Pengeluaran. Dan dalam metode tidak langsung terdapat beberapa alokastor tertentu yang digunakan yaitu. NPB atau neto setiap sektor atau subsector yang dialokasikan. jumlah produksi fisik. Ketenagakerja. Penduduk. dana locator tidak langsung (Tarigan, 2. PDRB Kabupaten Bulungan . 4-2018:. mencatat bahwa selama kurang lebih dalam 10 tahun terakhir, banyak transformasi pada tantangan global dan lokal yang Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 68 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 memberi pengaruh terhadap perekonomian nasional dan juga wilayah provinsi. Dan dalam PDRB Kabupaten Bulungan juga mencatat bahwa yang merupakan contoh peralihan yang harus disesuaikan pada mekanisme pencatatan statistic Nasional yaitu. Krisis finansial global yang sudah ada sejak tahun 2008, pelaksanaan perdagangan bebas anatara China-ASEAN (CAFTA), perubahan system penulisan penjualan internasional dengan meluasnya jasa pelayanan pasar modal yaitu contoh transisi yang harus direncanakan pada mekanisme pencatatan statistic nasional. Dan salah satu bentuk dari penyesuaian pencatatan statistik nasional yaitu membuat perubahan akan tahun dasar dari PDB atau Produk Domestik Bruto diIndonesia dari tahun 2000 menjadi tahun 2010. Perubahan atau peralihan tahun dasar pada PDB dilakukan seiring saat penghitungan Produk Domestik Regional Bruto dalam Provinsi demi menjaga kestabilan hasil penghitungan (Bulungan 2014-2018:. Dari hasil perubahan tahun dasar juga menunjukkan penghitungan yang lebih akurat terkait tingkat dan struktur ekonomi dengan menambahkan sektor ekonomi baru yang belum tercatat dalam penghitungan sebelumnya. Sehingga dalam penghitungan PDRB, semua unit usaha menjadi 17 . uju bela. sektor ekonomi berdasarkan penghitungan PDB atas dasar tahun dasar 2010. Semua ini sudah termasuk kedalam penghitungan PDB ditingkat nasional. Pembagian ini juga disesuaikan dengan SNA. Sehingga para analisis lebih mudah dalam membedakan mana penghitungan untuk daerah dan mana untuk wilayah yang lebih luas atau nasional. PDRB antar provinsi dengan PDB Nasional (PDRB, 2. Dalam pembangunan ekonomi pada dasarnnya terdapat empat dimensi wajib dimana keempat dimensi tersebut antara lain yaitu: Pertumbuhan. Penanggulangan kemiskinan, perubahan ekonomi, dan kelanjutan membangun masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Perubahan struktural adalah ketentuan dari pengembangan, keberlanjutan pertumbuhan serta penanggulanggan kemiskinan, dan juga dorongan bagi keberlangsungan pembangunan itu sendiri (Kariyasa, 2. Menurut Todaro . alam Hasani, 2. AuProses transformasi struktur ekonomi dapat ditandai dengan tiga bentuk yaitu. turunnya bagian sektor primer . , semakin tinggi bagian sektor sekunder . , dan meningkatnya bagian sektor tersier . juga memberi konstribusi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomiAy. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 69 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Keberhasilan dalam pembangunan ekonomi wilayah dapat diketahui dari pertukaran pada nilai tambah PDRB. Peranan dari setiap sektor ekonomi terhadap pembentukan PDRB suatu daerah mengambarkan akan kecenderungan struktur ekonomi yang ada didaerah tersebut. Dimulai dari Perubahan struktur ekonomi yang terjadi umumnya bergerak dari sektor pertanian lalu menuju sektor industri dan selanjutnya kesektor jasa (Makmun dan Irwansyah, 2. Agar target tujuan dapat mencapai sasaran dengan tepat waktu dalam mengelolah sumberdaya yang ada, pembangunan struktur ekonomi harus ideal dengan mekanisme perencanaan dalam pembentukan strategi dan kebijakan. Oleh karena itu, data dari badan pusat statistic atau BPS memiliki peranan yang cukup penting dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan evaluasi hasil-hasil yang telah dicapai sekaligus untuk menentukan kebijakan untuk masa mendatang. Hal tersebut dikarenakan. PDRB per kapita merupakan hasil bagi antara pendapatan yang diperoleh dari seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bulungan. Oleh karena itu, banyak atau sedikitnya penduduk akan mempengaruhi nilai PDRB per kapita. Dari setiap potensi yang ada baik dari sumber daya manusia maupun sumber daya alam dan faktor produksi pada suatu daerah akan menentukan besar kecilnya nilai tambah yang akan didapatkan daerah melalui PDRB. Analisis shift share dapat dikatakan teknik yang sangat kuat jika dibandingkan dengan metode yang lain seperti metode LQ (Location Quotien. dalam menganalisis perbedaan perkembangan dari cepatnya perkembangan berbagai sektor . didaerah dengan wilayah yang lebih luas atau nasional (Tarigan, 2014. Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Bulungan dapat dikatakan masih kurang signifikan dikarenakan dari seluruh sektor ekonomi atau sektor usaha yang ada, setiap sektor terus bertumbuh namun tidak semuanya mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi atau dapat dikatakan lebih banyak yang rendah tingkat perumbuhannya dibandingkan dengan yang tinggi pertumbuhannya masih sanggat sedikit. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data yang telah didapatkan melalui Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulungan (BPS Bulungan, 2014-2. Oleh karena itu, pihak pemerintah harus lebih aktif lagi dalam mengelolah sumber daerah agar struktur perekonomian dapat berubah kearah yang positif atau dapat terus berkembang beriringan dengan sektor yang ada dalam daerah. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 70 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 METODE Dalam penelitian ini, data yang dipakai merupakan data jenis sekunder dimana data ini didapatkan melalui informasi yang sudah disusun lalu dipublikasikan oleh pihak instansi terkait data yang diperlukan. Dan dari data yang diperoleh yaitu data dari BPS Kabupaten Bulungan dan Badan Pusat statistik Provinsi Kaltara. Dan sumber data yang dipakai pada penelitian tersebut yaitu data dari BPS Kabupaten Bulungan dan BPS Provinsi Kaltara yang telah diolah kemudian dipublikasikan dalam bentuk data adalah data PDRB Kabupaten Bulungan Menurut Lapangan Usaha 2014-2018 serta data PDRB Provinsi Kalimantan Utara Menurut Lapangan Usaha 2014-2018. Untuk mendapatkan data yang akurat, diberlakukan teknik pengumpulan data dimana teknik pengumpulan ini merupakan langkah paling utama dalam sebuah Dan dalam penelitian ini yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan untuk mencapai tujuan sepenuhnya data diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan datanya. Pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yaitu segala usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi melalui buku-buku ilmiah, karangan-karangan ilmiah, tesis, peraturanperaturan, ketetapan-ketetapan, dan buku tahunan . ercetak maupun elektronik lainny. Dan pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi sekunder dimana data ini diperoleh melalui dokumentasi tertulis yaitu berdasarkan laporan yang sudah disusun oleh pihak instansi terkait data yang akan diambil. Dalam penelitian data yang digunaan merupakan data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk jadi, data yang dipublikasikan oleh BPS Kabupaten Bulungan dan BPS Provinsi Kaltara. Untuk memperoleh data, dalam penelitian ini terdapat metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan alat analisis yaitu analisis Shift Share dimana analisis ini bertujuan untuk melihat perubahan struktur perekonomian daerah di Kabupaten Bulungan dengan perbandingan Wilayah Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan wilayah lebih besar . egional atau nasiona. Analisis ShiftS hare dipakai untuk menganalisisdan mengamati perubahan struktur perekonomian pada Kabupaten Bulungan dengan cara menhitung pertumbuhan setiap sektor usaha yang ada dan dibandingkan dengan sektor yang sama yang ada pada wilayah yang lebih besar dalam hal ini yaitu Provinsi Kalimantan Utara. Sektor usaha yang lamban pertumbuhannya akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan perekonomian dalam daerah sehingga lamban Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 71 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 dan pertumbuhannya akan berada dibawah tingkat pertumbuhan perekonomian daerah Analisis Shift Sharejuga merupakan cara mendapatkan data yang sangat berguna perbandingan perekonomian nasional. Tujuan dari analisis ini yaitu sebagai penentu produktivitas dan kinerja perekonomian daerah yang bersangkutan dengan wilayah yang berada diatasnya atau lebih tinggi. Dalam analisis Shift Share terdapat dua variabel yang dapat digunakan dalam kegiatan analisis yaitu. variabel lapangan kerja dan variabel nilai OI Pertambahan, angka akhir . dikurangi dengan angka awal . ahun t Ae . National atau wilayah nasional atau wilayah yang lebih tinggi jenjangnya (Provinsi Kaltar. Region atau wilayah analisis Employment atau banyaknya lapangan kerja Sektor industri Tahun tAen = Tahun awal t m= Tahun proyeksi National share Proportional shift Differential shift Rumus analisis Shift Share adalah OI Er = Er,t Ae Er,t-n. Rumus tersebut berlaku untuk semua lapangan usaha yang ada dalam wilayah Kabupaten (Bulunga. Dengan arti, bahwa pertambahan lapangan kerja regional merupakan banyaknya lapangan kerja pada tahun terakhir . dikurangi dengan jumlah lapangan kerja pada tahun awal . Ae . Dalam notasi aljabar, lapangan kerja bertambah regional sektori ini bias diperjelas dengan pengaruh dari National share. Proportional share, dan Differential shift. Dengan rumus yaitu OIEr,i,t = (NSi Pr,i Dr,. Peranan National share (Nsi ) yaitu perumpamaan akan pertambahan lapangan kerja regional sektor i tersebut sama dengan proporsi pertambahan lapangan kerja nasional secara rata-rata yaitu Nsi,t=Er,i,tOen(EN,t Oe EN,tOe. Oe Er,i,tOen Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 72 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Proportional Shift (Pr,i ) adalah melihat pengaruh sektor i secara nasional akan pertumbuhan lapangan kerja sektori pada region yang dianalisis yaitu Pr,i,t={(EN,i,t/ EN,i,tOe. Oe (EN,t/ EN,tOe. } x Er,i,tOen Diferential Shift(Dr,i ) menggambarkan antara penyimpangan antara pertumbuhan sektor i diwilayah analisis terhadap pertubuhan sektor i secara nasional yaitu Dr,i,t= {Er,i,tOe (EN,i,t/ EN,i,tOen )Er,i,tOe. HASIL Berikut data yang dipergunakan dalam perhitungan analisis shift share, data yang digunakan adalah data PDRB provinsi Kalimantan Utara dan PDRB kabupaten Bulungan atas harga berlaku dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018. Table 1. Data PDRB Provinsi Kalimantan Utara Kategori/Lapangan Usaha Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan 896,09 Pertambangan dan Penggalian 543,67 Industri Pengolahan 890,68 Pengadaan Listrik dan Gas 156,71 Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan . Daur Ulang 245,79 . Konstruksi 488,04 Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi 166,44 Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan 661,11 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 056,36 Informasi dan Komunikasi 486,23 Jasa Keuangan 321,94 Real Estate 822,22 Jasa Perusahaan 242,01 Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan 666,79 Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan 417,44 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 372,94 Jasa Lainnya 832,58 PRODUK DOMESTIK REGIONAL 267,04 BRUTO Sumber: Data diperoleh dari BPS Provinsi Kalimantan Utara Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan 577,83 470,16 669,54 641,32 454,08 598,83 428,50 671,87 261,08 386,41 974,53 233,87 951,26 890,16 996,76 604,36 076,22 886,78 | 73 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Table 2. Data PDRB Kabupaten Bulungan Kategori/Lapangan Usaha Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan 399,00 591,00 Pertambangan dan Penggalian 989,00 353,00 Industri Pengolahan 957,00 323,00 Pengadaan Listrik dan Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang 595,00 575,00 204,00 643,00 Konstruksi 962,00 266,00 Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 399,00 444,00 Transportasi dan Pergudangan 716,00 820,00 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 399,00 620,00 Informasi dan Komunikasi 349,00 900,00 Jasa Keuangan 760,00 358,00 Real Estate 748,00 689,00 Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 533,00 767,00 358,00 730,00 Jasa Pendidikan 235,00 791,00 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 619,00 912,00 Jasa Lainnya 265,00 287,00 858,00 698,00 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO Sumber: Data diperoleh dari BPS Provinsi Kalimantan Utara Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 74 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Table 3. Hasil Perhitungan KPP Sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industry pengolahan Pengadaan listrik dan gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur ulang Konstruksi Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya KPP Ket Tumbuh lambat Tumbuh cepat Tumbuh lambat Tumbuh cepat Tumbuh lambat Tumbuh cepat Tumbuh cepat Tumbuh cepat Tumbuh cepat Tumbuh cepat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Tumbuh lambat Sumber: Data diperoleh dari hasil perhitungan Hasil perhitungan Shift Share pada PDRB di Provinsi Kalimantan Utara tahun 20172018. Dalam perhitungan Shift Share digunakan rumus KPP atau Pertumbuhan Proporsional yaitu jika nilai KPP=0 maka Ausektor tertentu mempunyai spesialisasi yang tumbuh lambatAy tetapi jika nilai KPP >0 maka Ausektor tertentu mempunyai spesialisasi yang tumbuh cepatAy. Sektor yang spesialisasinya tumbuh cepat secara nasional adalah sektor Pertambangan dan penggalian, sektor Pengadaan listrik dan gas, sektor Konstruksi, sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, sektor Transportasi dan Pergudangan, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, dan sektor Informasi dan Komunikasi. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 75 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Table 4. Hasil Perhitungan KPPW Sektor KPPW Pertanian, kehutanan, dan perikanan Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan Pengadaan listrik dan gas Pengadaan Air. Pengelolaan Limbah dan Daur ulang Konstruksi Sampah. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estate Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Jasa Lainnya Keterangan -4,50% Tidak mempunyai daya -3,50% Tidak mempunyai daya 4% Mempunyai daya saing -2,44% Tidak mempunyai daya 0,36% Mempunyai daya saing -2,81% Tidak mempunyai daya -2,54% Tidak mempunyai daya 2,09% Mempunyai daya saing -1,02% Tidak mempunyai daya -2,15% Tidak mempunyai daya -2,30% Tidak mempunyai daya -3,17% Tidak mempunyai daya 0,32% Mempunyai daya saing 1,86% Mempunyai daya saing 0,21% Mempunyai daya saing 0,54% Mempunyai daya saing -2,77% Tidak mempunyai daya Sumber: Data diperoleh dari hasil perhitungan Hasil dari perhitungan Shif tShare pada PDRB Kabupaten Bulungan tahun 20172018. Dan pada perhitungan Shift Share digunakan rumus KPPW atau Pertumbuhan Pangsa Wilayah yaitu jika nilai KPPW = 0 maka pertumbuhan sektor tersebut AuTidak mempunyai daya saingAy. Namun jika nilai KPPW > 0 maka AuMempunyai daya saingAy. Sektor yang mempunyai daya saing adalah sektor Industri pengolahan, sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur ulang. Sektor Transportasi dan Pergudangan. Sektor Jasa Perusahaan. Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Sektor Jasa Pendidikan serta sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 76 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Table 5. Hasil Perhitungan KPP KPPW untuk Hasil Unggul Sektor KPP KPPW KonstruksiPerdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Unggul Mobil dan Sepeda Motor Unggul Transportasi dan Pergudangan Unggul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Unggul Sumber: Data diperoleh dari hasil perhitungan Table 6. Hasil Perhitungan KPP KPPW untuk Hasil Tidak Unggul Sektor KPP KPPW Pertanian, kehutanan, dan perikanan -6,34% Tidak unggul Pertambangan dan penggalian -2,90% Tidak unggul Industri pengolahan -2,12% Tidak unggul Pengadaan listrik dan gas -0,98% Tidak unggul Pengadaan Air. Pengelolaan Limbah dan Daur ulang Sampah -0,71% Tidak unggul Informasi dan Komunikasi -1,10% Tidak unggul Jasa Keuangan dan Asuransi -3,85% Tidak unggul Real Estate -4,39% Tidak unggul Jasa Perusahaan -4,83% Tidak unggul Administrasi Pemerintahan. Pertahanan da Jaminan Sosial Wajib -2,01% Tidak unggul Jasa Pendidikan -2,10% Tidak unggul Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial -2,19% Tidak unggul Jasa Lainnya -4,55% Tidak unggul Sumber: Data diperoleh dari hasil perhitungan Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 77 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 PEMBAHASAN Berdasarkan analisis Shift Share dapat dilihat sektor mana yang pertumbuhannya cepat atau lambat, mempunyai daya saing atau tidak mempunyai daya saing dan unggul atau tidak unggul. Dalam perhitungan digunakan KPP atau yang biasa disebut dengan Pertumbuhan Proporsional yang artinya yaitu pertumbuhan secara Nasional dalam hal ini yaitu Provinsi Kalimantan Utara yang di dalamnya terdapat 4 . Kabupaten dan 1 . kota yang turut mendukung pertumbuhan perekonomianya itu terdiri dari Kabupaten Bulungan. Kabupaten Tanah Tidung. Kabupaten Nunukan. Kabupaten Malinau, dan kota Tarakan. Dan KPPW atau yang disebut dengan Pertumbuhan Pangsa Wilayah yang dalam hal ini adalah Kabupaten Bulungan. Dari hasil perhitungan KPP dan KPPW dapat dilihat hasil pergeseran bersih . et shif. dengan menjumlahkan komponen KPP dan KPPW hingga diperoleh sektor unggulan dan non unggulan. Dalam pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara, sektor ekonomi yang ada tidak semuanya memberi perolehan dengan baik terhadap perekonomian daerah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil PDRB Provinsi Kalimantan Utara menurut lapangan usaha sejak tahun Seluruh sektor ekonomi yang ada disetiap Kabupaten dalam wilayah Povinsi Kalimantan Utara tidak semuanya mampu bertumbuh dengan baik sehingga kurang dalam berkontribusi. Seperti halnya dalam PDRB di Kabupaten Bulungan yang pertumbuhannya cukup signifikan adalah sektor Industri pengolahan karena sektor tersebut mampu bertumbuh dengan jumlah daya saing yaitu sekitar 4. 00%dibandingkan dengan sektor lainnya yang masih jauh tingkat perkembangannya. Namun berbeda jika dihitungd ari segi wilayah Provinsi, sektor tersebut termasuk sektor paling rendah pertumbuhannya dimana pertumbuhannya hanya sekitar -6,13%. Hal tersebut dikarenakan sektor yang sama pada Kabupaten lainnya tidak cukup tinggi pertumbuhannya untuk memberi kontribusi pada wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Dan berdasarkan analisis Shift Share pada PDRBP rovinsi Kalimantan Utara menurut lapangan usaha, terdapat 7 sektor ekonomi yang pertumbuhannya cukup signifikan yaitu antara lain. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dengan tingkat bertumbuhannya mencapai 4. Konstruksi 4,12%. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 3,09%. Transportasi danPergudangan 1,84%. Pengadaan listrikdan gas 1,46%. Informasi dan Komunikasi 1,05%. Pertambangan dan penggalian 0,60%. Dan 10 sektor Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 78 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 ekonomi lainnya yang pertumbuhannya lambat, yaitu. Sektor Industri Pengolahan dengan potensi pertumbuhan hanya mencapai -6,13%. Sektor Jasa Perusahaan -5,15%. Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib -3,87%. Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial -2,73%. Jasa Pendidikan -2,31%. Sektor Pertanian, kehutanan, dan perikanan -1,85%. Jasa lainnya -1,78%. Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi -1,55%. Sektor Real Estate -1,22%. Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan sampah. Limbah dan Daur ulang. Sedangkan dalam wilayah Kabupaten Bulungan, sektor ekonomi yang cukup signifikan pertumbuhannya juga ditingkati oleh 7 Tetapi berbeda dengan yang ada pada wilayah Provinsi. Dalam Kabupaten Bulungan yang mempunyai daya saing yang cukup tinggi yaitu. Industri pengolahan dengan jumlah daya saing 4. Transportasi dan Pergudangan 2. Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 1. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0. 54% . Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbahdan Daur ulang 0. Jasa perusahaan 0. Jasa Pendidikan 0. Dan 10 sektor usaha lainnya yang tidak mempunyai daya saing, yaitu. Pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan jumlah daya saing hanya -4. Pertambangan dan penggalian -3. Real Estate -3. Konstruksi -2. Jasa Lainnya 2. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobild dan Sepeda Motor -2. Pengadaan Listrik dan Gas -2. Jasa Keuangan dan Asuransi -2. Informasi dan Komunikasi -2. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum -1. Dikatakan mempunyai daya saing karena sektor tersebut mampu berkembang dan memberi kontribusi yang baik pada daerah itu sendiri namun belum tentu sektor tersebut mempunyai daya saing pada tingkat Provinsi. Karena dalam wilayah Provinsi terdapat beberapa Kabupaten didalamnya dengan pertumbuhan pada setiap sektor ekonomi yang berbeda-beda. Semuanya tergantung pada pendapatan daerahnya masing-masing. Untuk mengetahui sektor unggulan dan non unggulan dapat dilihat dari hasil penjumlahan nilai PDRB Kabupaten Bulungan dengan PDRB Provinsi Kalimantan Utara yang telah dihitung menggunakan analisis Shift Share. Dengan hasil bahwater dapat 4 sektor ekonomi yang unggul yaitu: . Transfortasi dan pergudangan dengan . Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3. Konstruksi 1. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 0. Dan 13 sektor ekonomi lainnya yang kurang unggul secara umum, yaitu : . Pertanian. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 79 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 Kehutanan, dan Perikanan dengan jumlah nilai -6. Pertambangan dan Penggalian . Industri Pengolahan -2. Pengadaan Listrik dan Gas -0. Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur ulang -0. Informasi dan Komunikasi -1. Jasa Keuangan dan Asuransi -3. Real Estate -4. Jasa Perusahaan -4. Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib- 2. Jasa Pendidikan -2. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 2. Jasa Lainnya -4. Dikatakan unggul, apabila satu sektor yang sama disetiap kabupaten yang ada bertumbuh dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan dalam daerahnya sendiri maupun hingga kewilayah yang lebih luas, pastinya sektor tersebut dikatakan unggul, namun bila sebaliknya, sektor yang ada bertumbuh tidak stabil, tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam daerahnya maka secara umum dikatakan tidak unggul karena pertumbuhannya yang tidak stabil. Dari hasil tersebut diketahui bahwa keunggulan maupun tidak unggul suatu sektor ekonomi didapatkan berdasarkan jumlah terbanyak atau pertumbuhannya signifikan dalam wilayah terluas. SIMPULAN Pertumbuhan ekonomi disuatu daerah dipengaruhi oleh pendapatan yang diperoleh dari setiap sektor ekonomi yang ada dalam daerah. Dapat dilihat pada jumlah nilai tambah bruto atau PDRB Provinsi Kalimantan Utara menurut lapangan usaha. Dari hasil analisis Shift Share dengan Pertumbuhan Proporsional (KPP) terdapat 7 sektor ekonomi dengan pertumbuhan yang cepat dan 10 sektor ekonomi lainnya masih lambat Hal tersebut dikarenakan nilai tambah bruto yang diperoleh secara wilayah Provinsi Kalimantan Utara dipengaruhi oleh 4 Kabupaten dan 1 Kota dengan pendapatan yang berbeda-beda sehingga memberi pengaruh yang kurang signifikan pada wilayah Provinsi. Yang menyebabkan pertumbuhannya cepat, hal itu dikarenakan sektor yang sama dibeberapa Kabupaten yang ada banyak meningkat atau bertumbuh dengan maksimal sehingga bila disatukan dapat memberi perolehan yang tinggi pada wilayah yang lebih besar. Begitupun sebaiknya. Dikatakan lambat pertumbuhannya karena seluruh sektor yang ada tidak stabil pertumbuhannya dalam semua kabupaten yang ada sehingga kurang dalam memberi perolehan pada wilayah Provinsi. Pada Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 80 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 daerah Kabupaten Bulungan. PDRB atau nilai tambah bruto juga mempunyai 7 sektor perkembangannya semua itu merupakan hasil atas dasar analisis Shift Share yang telah dilakukan terhadap seluruh sektor ekonomi yang ada. Secara Kabupaten sektor tersebut dikatakan mempunyai daya saing karena masih mampu berkembang dan dapat memperole hhasil yang baik sehingga dapat membantu pembangunan perekonomian dalam daerah. Sebaliknya, jika sektor tersebut dikatakan tidak mempunyai daya saing karena sektor yang ada tidak bertumbuh dengan baik sehingga tidak mampu mengembangkan daerahnya sendiri. Dengan pendekatan Shift SharepadaPDRB Kabupaten Bulungan dengan wilayah perbandingan yaitu Provinsi Kalimantan Utara, didapatkan sektor ekonomi yang unggul dan tidak unggul. Hal tersebut diperoleh dari hasil penjumlahan antara KPP (Pertumbuhan Proporsiona. dalam hal ini Provinsi Kalimantan Utara ditambah dengan KPPW (Pertumbuhan Pangsa Wilaya. Kabupaten Bulungan. Terdapat 4 sektor ekonomi dengan katagori unggul dan 13 sektor ekonomi lainnya tida unggul. Dikatakan unggul karena secara umum sektor-sektor tersebut lebih tinggi pertumbuhannya. Dapat dilihat dari hasil analisis Shift Share pada PDRB Provinsi. Begitu juga dengan yang tidak unggul, karena secara wilayah luas sektor-sektor itu masih kurang pertumbuhannya sehingga bila dijumlahkan kembali maka sektor tersebut dikatakan tidak unggul. SARAN Untuk meningkatkan nilai tambah bruto atau PDRB yang ada di kabupaten maupun dalam provinsi, hendaknya pemerintah lebih meningkatkan kebijakannya dalam mengelolah pendapatan wilayah atau daerah melalui berbagai sektor perekonomian yang ada dengan sebaik mungkin hingga pendapatan dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara maupun daerah Kabupaten Bulungan dapat terus meningkat, pertumbuhan infrastruktur semakin maju dan masyarakat menjadi sejahtera. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar lebih memfokuskan dalam meneliti perkembangan yang terjadi dalam PDRB yang ada diwilayah sekitar kita. Khususnya dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara ini agar pemerintahan yang ada juga proaktif dalam membangun perekonomian daerah hingga menjadi daerah yang maju. Adi Aspian Nur Metode Shift Share pada Produk Domestik Regional Bruto di Kabupaten Bulungan | 81 Journal of Economics and Regional Science Vol. 1 No. 2 Edisi September 2021 DAFTAR PUSTAKA