MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PELAJAR TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SMP NEGERI 1 TANJUNG REDEB Jihan Fadhilaha. Alhawarisb. Indriana Dwi Kuntaric Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD Aw Sjahranie. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : jihanfadhilahian@gmail. Abstrak Pendahuluan : Pengetahuan tentang kesehatan gigi dinilai dari pengetahuan tentang gigi sehat, dan cara melakukan perawatan gigi yang benar. Anak remaja sering mengalami masalah kebersihan gigi dan mulut. Tingkat kebersihan gigi dan mulut dapat dilihat dari proses pembentukan plak. Upaya mencegah timbulnya plak dengan melakukan kontrol plak. Kontrol plak dapat dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Kontrol plak secara mekanis dengan menggunakan sikat gigi. Banyak macam produk yang dirancang untuk membersihkan bagian interproksimal gigi salah satunya yaitu dental floss dan alat bantu lainnya tongue scraper untuk menjaga kebersihan lidah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pelajar terhadap alat pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb. Metode : Penelitian deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Tanjung Redeb sebanyak 232 responden . tratified random samplin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Hasil : Karakteristik responden terbanyak adalah jenis kelamin perempuan . ,6%), usia 13 tahun . ,9%), dan sumber informasi dari dokter gigi . ,5%). Pengetahuan pelajar berdasarkan jenis kelamin terbanyak dengan kategori rendah yaitu laki-laki 57 responden . ,6%), usia terbanyak dengan kategori rendah usia 13 tahun sebanyak 42 responden . ,1%), sumber informasi terbanyak didapat dari dokter gigi sebanyak 125 responden . ,5%). Kesimpulan : Pelajar di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb rata-rata memiliki pengetahuan tentang alat pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kategori rendah. Kata kunci: Pelajar, pengetahuan, alat pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut Abstract Background : Knowledge about dental health is measured from knowledge about healthy teeth and how to do proper dental care. Adolescents often experience dental and oral hygiene problems. The level of dental and oral hygiene can be observed from the phase of plaque formation process. The efforts to prevent plaque can be implemented through plaque control. Plaque control can be implemented in a mechanical or chemical way. Mechanical plaque control employs tooth brush. There are ample types of products designed for cleaning the interproximal parts of teeth, one of which is dental floss. Another tool to keep dental hygiene is tongue scraper to clean the tongue. This research aims to describe the knowledge level of students about dental and oral health care tools at SMP Negeri 1 Tanjung Redeb. Method : This research used descriptive observational study design. The population of this research was the students of SMP Negeri 1 Tanjung Redeb and 232 students were selected as respondents using stratified random sampling The data were collected using questionnaires. Results : Most respondents had characteristics as follows : female . 6%), 13 years old . 9%), and they had dentist as their source of information . 5%). Respondents whose knowledge level were in the poor category mostly had characteristics as follows: male . respondents, 24. 6%), 13 years old . respondents, 18. 1%), and they had dentist as their source of information . respondents, 21. 5%). Conclusion : The students of SMP Negeri 1 Tanjung Redeb on average, have a poor level of knowledge regarding dental and oral health care tools. Keywords: Students, knowledge, dental and oral health care tools MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN Kontrol plak secara mekanis dapat dengan menggunakan sikat gigi. perkembangan, biasanya remaja sering Selain sikat gigi, untuk membersihkan mengalami masalah kebersihan gigi dan Remaja merupakan seperlima menggunakan alat yang menembus sela- dari jumlah populasi di dunia dan sela gigi. Banyak produk yang dirancang kelompok sasaran yang penting dalam Masa Pada SMP/MTs menggunakan dental floss6 dan alat bantu lainnya seperti tongue scraper kategori kelompok remaja. Masa remaja kehidupan sehari-hari untuk menjaga perubahan psikis, psiososial, fisik dan kebersihan lidah. 7 Kontrol plak secara Remaja mementingkan daya tarik dari fisik saat melakukan sosialisasi. bat Pengetahuan tentang kesehatan Pentingnya membuat program gigi dinilai dari beberapa komponen pendidikan mengenai penggunaan alat seperti pengetahuan tentang gigi sehat, penyebab masalah kesehatan gigi, akibat masyarakat terutama remaja dengan masalah kesehatan gigi, dan bagaimana mengenalkan berbagai macam produk cara melakukan perawatan gigi yang yang tersedia dipasaran seperti sikat gigi, 3 Tingkat kebersihan gigi dan alat bantu interdental dan obat kumur agar remaja memiliki kesadaran yang pembentukan plak. Plak merupakan faktor etiologi utama terjadinya penyakit periodontal dan karies gigi. 9 Di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb Upaya mencegah timbulnya plak dapat dilakukan dengan kontrol plak. Kontrol plak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kontrol plak mekanis dan penelitian guna mengetahui gambaran MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 tingkat pengetahuan pelajar terhadap Kriteria ekslusi pada penelitian ini, yaitu kesehatan gigi dan mulut di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb yang dapat bermanfaat menjawab kuesioner dengan lengkap. Penelitian ini menggunakan kuesioner kesehatan gigi pada anak remaja. yang sudah di uji validitas dan uji realibilitas sebagai instrument penelitian METODE PENELITIAN Penelitian untuk pengumpulan data. Hasil dari pengisian kuesioner dianalisis secara . engetahuan dibagi menjadi strata . dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulu. dan variabel bebas . enis kelamin, usia. Populasi dalam penelitian dan sumber informas. ini adalah pelajar di SMP Negeri 1 HASIL DAN PEMBAHASAN Tanjung Redeb di Kabupaten Berau yang berjumlah 557 orang. Penulis akan Dalam penelitian ini terdapat 232 menggunakan rumus Slovin yaitu agar pelajar SMP Negeri 1 Tanjung Redeb penelitian dapat lebih mudah maka besar sampel minimal yang diperlukan Berdasarkan data pada tabel 1 dapat dalam penelitian ini berjumlah 232 Kriteria inklusi pada penelitian dengan kategori pengetahuan tinggi ini, yaitu pelajar SMP Negeri 1 Tanjung adalah 26,7%, kategori pengetahuan Redeb, usia . -18 tahu. , bersedia menjadi responden, responden bersedia pengetahuan rendah . ,7%). ,6%), mengisi kuesioner dengan lengkap dan Tabel 1 Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Variabel Tingkat pengetahuan pelajar Tinggi Sedang Rendah Total MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Dalam penelitian Suprabha et al . ,3%) hasilnya lebih tinggi daripada . remaja yang memiliki tingkat penelitian Ehizele et al . ,7%). Hanya pengetahuan kesehatan gigi dan mulut . ,5%) dari responden penelitian ini melaporkan bahwa dokter gigi adalah mengalami karies pada giginya. Remaja sumber informasi mereka mengenai dengan pengetahuan rendah biasanya kesehatan mulut, praktik kebersihan takut mengunjungi dokter gigi dan mulut termasuk pembersihan bagian menganggap janji temu sebagai hal yang Keyakinan responden saat tidak menyenangkan dan oleh karena itu ditanya mengenai flossing gigi, sebanyak . ,4%) untuk tujuan penyembuhan daripada Kurangnya jika gingiva mulai remaja dalam menjaga kesehatan gigi berdarah, . ,4%) melaporkan bahwa dan mulut diakibatkan karena kurangnya saat menggunakan benang gigi baik-baik pengetahuan, kesadaran dan sikap orang saja, . ,2%) melaporkan bahwa flossing secara teratur itu penting dan harus kesehatan gigi dan mulut pada anak. dilakukan secara rutin dan tidak boleh Kesadaran orang tua dalam menjaga dihentikan, jika gusi berdarah. Hasil kesehatan gigi dan mulut pada anak juga penelitian ini menunjukkan penggunaan bergantung pada keyakinan awal, kondisi benang gigi pada remaja di Arab Saudi budaya dan sosial ekonominya. dibandingkan dengan hasil dari temuan Hasil penelitian Kamil and Bashir penelitian yang dilakukan pada tahun- . menunjukan sebanyak . ,3%) tahun sebelumnya menunjukkan tidak responden meyakini bahwa penggunaan adanya peningkatan pengetahuan atau benang gigi dapat merusak gingiva praktik yang baik terjadi dari masa Secara presentasenya lebih tinggi dari hasil penelitian Shazia et al . ,3%). Sebagian interdental di Arab Saudi buruk dan praktiknya masih diabaikan. Hasil yang menggunakan tusuk gigi kayu untuk informasi yang didapat mengenai alat MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 pembersih interdental dan keyakinan dalam menggunakan alat pembersih Tabel 2 Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Berdasarkan Jenis Kelamin. Usia Pengetahuan Pelajar Karakteristik Responden Tinggi Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 12 tahun 13 tahun 14 tahun 15 tahun 16 tahun Total Sedang Rendah Berdasarkan tabel 2 diperoleh sehari-hari. Sedangkan laki-laki gambaran bahwa pengetahuan pelajar menunjukkan respon negatif terhadap berdasarkan jenis kelamin dengan hasil dokter gigi, karena laki-laki menganggap terbanyak yaitu laki-laki dengan kategori dokter gigi memberikan informasi yang rendah sebanyak 24,6%. tidak cukup penting. Hasilnya serupa Dalam penelitian Sfeatcu et al dengan penelitian ilmiah lainnya yang . hasilnya memperlihatkan bahwa menjelaskan bahwa laki-laki memiliki terhadap pemeliharaan kesehatan gigi sementara perempuan lebih banyak dan mulut, mereka berinvestasi lebih banyak dalam perawatan mulut dan alat kebersihan pelengkap seperti dental kegiatan kesehatan, floss dan perempuan memiliki lebih waktu lebih banyak untuk melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi. kesehatan gigi dan mulut. Hal ini Wanita dan meluangkan estetika dan penampilan agar tingkat memprioritaskan perawatan kesehatan kepercayaan diri mereka lebih tinggi. Hal mulut sebagai bagian dari rutinitas inilah yang memungkinkan perempuan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 lebih peduli tentang kesehatan rongga Anak sekolah dalam kelompok usia 13-15 Oleh karena itu, wanita lebih tahun sangat membutuhkan program sering mengunjungi dokter gigi untuk menyebabkan gingivitis dan periodontitis Pada Oleh karena itu, perlu memotivasi penelitian lain yang menunjukkan bahwa anak sekolah usia 13 sampai 15 tahun laki-laki lebih jarang mengunjungi dokter untuk meningkatkan kebersihan gigi dan gigi untuk melakukan perawatan. Sikap laki-laki Kurangnya Pentingnya memudahkan terjadinya karies. Anak kemandirian, pengendalian emosi, dan dengan pengetahuan rendah biasanya ketangguhan fisik pada laki-laki adalah takut mengunjungi dokter gigi dan semua faktor yang mencegah mereka kurangnya kesadaran orang tua terhadap untuk mencari bantuan dari tenaga kesehatan gigi dan mulut anak akan kesehatan profesional. Dengan demikian, berpengaruh terhadap kesadaran anak tidak heran apabila laki-laki jarang tentang kesehatan mulutnya. Anak-anak menggunakan layanan kesehatan gigi yang belum pernah mengunjungi dokter dan tidak sesering perempuan. gigi secara teratur cenderung lebih takut Berdasarkan tabel 2 diperoleh untuk mengunjungi dokter gigi. Hasil gambaran bahwa pengetahuan pelajar penelitian ini mengungkapkan anak usia berdasarkan usia dengan hasil terbanyak 11-13 tahun memiliki pengetahuan yang yaitu usia 13 tahun dengan kategori rendah mudah mengalami karies gigi, rendah sebanyak 18,1%. Di India, tingkat pengetahuan berfluoride, dan ketakutan mengunjungi kesehatan mulut secara umum tidak dokter gigi karena kemungkinan nyeri. memuaskan, khususnya anak sekolah. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Tabel 3 Tingkat Pengetahuan Tentang Alat Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Berdasarkan Sumber Informasi Karasteristik Responden Responden Sumber Informasi Pelajar Pengalaman Internet Media sosial Dokter gigi Sekolah Kerabat . eluarga, teman, tetangg. Dan lain-lain (Seminar. Sosialisasi dl. Berdasarkan tabel 3 memahami dengan baik pentingnya informasi terbanyak didapat dari dokter gigi sebanyak 21,5%. Hal ini sejalan dengan penelitian mulutnya, serupa dengan hasil penelitian Graca . pengetahuan yang tepat yang dilakukan di Gao J . & tentang fungsi alat pemeliharaan gigi dan Wahengbam . mengatakan bahwa mulut akan mendorong anak remaja TV dan radio serta internet merupakan untuk menjaga kesehatan giginya. sumber utama informasi tentang alat menyebutkan bahwa dokter gigi adalah pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, pengetahuan ini akan pemeliharaa kesehatan gigi dan mulut. membantu dalam mengurangi kejadian Menurut Manju et al . ada berbagai macam pilihan produk alat bantu kebersihan gigi dan mulut yang tersedia seperti sikat gigi, alat bantu kehilangan gigi. SIMPULAN interdental, dan alat bantu lainnya. Berdasarkan penelitian yang telah Penting bagi dokter gigi untuk memberi dilakukan mengenai tingkat penggunaan edukasi kepada pasien tentang apa jenis alat pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di SMP Negeri 1 Tanjung Redeb, berdasarkan kebutuhan individu. Menurut Al-Qahtani et al . Sebagian besar anak remaja telah Tingkat pengetahuan pelajar MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 dan jumlah responden dengan kesehatan gigi dan mulut, jumlah responden yang berpengetahuan rendah pada usia 13 tahun tinggi sebanyak 62 responden sebanyak 42 orang . ,1%). Dari . %), sebanyak 57 responden sebanyak 232 orang hasil yang terbanyak dari . ,6%) dengan kategori rendah sebanyak 113 orang . ,7%). Dari kategori rendah usia 13 tahun jumlah responden sebanyak 232 sebanyak 88 orang . ,1%). ,7%). Berdasarkan Sumber informasi, pemeliharaan kesehatan gigi dan Berdasarkan mulut yang didapat dari dokter gigi sebanyak 125 orang . ,5%), dari internet dan media sosial pemeliharaan kesehatan gigi dan dengan hasil yang sama sebanyak mulut, terbanyak dengan kategori rendah yaitu laki-laki . ,6%) daripada perempuan . ,1%). sebanyak 79 responden Berdasarkan . %), . eluarga, . ,6%), sekolah sebanyak 62 pengetahuan pelajar terhadap responden . ,5%), pengalaman penggunaan alat pemeliharaan sebanyak 53 responden . ,1%) kesehatan gigi dan mulut, jumlah dan lain-lain (Seminar. Sosialisasi terbanyak dari kategori tinggi . ,2%). Dari jumlah responden pada usia 14 tahun sebanyak 24 sebanyak 232 orang, sumber orang . ,3%), jumlah responden informasi terbanyak didapatkan dari dokter gigi sebanyak 125 kategori sedang pada usia 13 orang . ,5%). tahun sebanyak 24 orang . ,3%). MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 DAFTAR PUSTAKA