NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 350-360 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Pemanfaatan Bambu sebagai Industri Kreatif AuAnyaman Peralatan Rumah TanggaAy Guna Meningkatkan Perekonomian Lokal Utilization of Bamboo as a Creative Industry for AuWoven Household EquipmentAy to Improve the Local Economy Dedy Khaerudin1*. Irma Nurmala Dewi2. Asep Sapaatullah3. Ganjar Sidik Gandara4. Khaeruzzaman5. Silvi Alpiani6 Universitas Bina Bangsa. Indonesia Email: dedy. khaerudin@binabangsa. id 1*, irma. dewi@binabangsa. id 2, binabangsa@gmail. com 3, ganjar. gandara@binabangsa. id 4, khaeruzzaman122001@gmail. com 5 , alpianisilvi66@gmail. Alamat: Jl. Raya Serang - Jkt No. KM. 03 No. Panancangan. Kec. Cipocok Jaya. Kota Serang. Banten. Indonesia Korespondensi penulis: dedy. khaerudin@binabangsa. Article History: Received: Juni 18, 2025. Revised: Juli 14, 2025. Accepted: Juli 28, 2025. Online Available: Juli 31, 2025 Keywords: Bamboo. Creative Industry. Home Industry. Household Equipment. Woven Craft Abstract: Mekarsari Village, located in Panimbang District. Pandeglang Regency. Banten Province, has local potential in the form of a bamboobased home industry. This potential has long been part of the cultural and economic identity of the local community. Therefore, the goal of this Community Service (PKM) activity is to increase the income of bamboo craftsmen by encouraging innovation, improving product quality, and broader marketing strategies. The PKM activity was carried out by male and female students of KKM Universitas Bina Bangsa, group 41 of 2025. The stages of activities carried out in this program include three main The pre-implementation stage was carried out through a process of observation and direct visits to the homes of bamboo craftsmen in Sumur Kuya Village. Mekarsari Village. Students conducted short interviews to explore obstacles and potential in production activities carried out so far. The implementation stage included practical work on making household products such as winnowing baskets, food covers, tissue holders, and bamboo baskets by KKM41 participants, guided directly by the craftsmen. Students also provided light training on product design to make it more attractive and competitive in the market. The final stage, the evaluation stage, was conducted through product socialization activities to the local community, including mini-exhibitions and open The community was educated on the importance of preserving local heritage while remaining open to innovation in production and marketing. This activity was held from July 18Ae20, 2025. The methods used included observation, field surveys, interviews, and hands-on practice. Bamboo was chosen as the basic material because it is abundant in the surrounding environment, as well as its advantages as an environmentally friendly material with high aesthetic value. Abstrak Desa Mekarsari yang berada di Kecamatan Panimbang. Kabupaten Pandeglang. Provinsi Banten, memiliki potensi lokal berupa industri rumahan yang berbahan dasar bambu. Potensi ini telah lama menjadi bagian dari identitas budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan penghasilan para pengrajin bambu dengan mendorong inovasi, peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran yang lebih luas. Kegiatan PKM dilaksanakan oleh mahasiswa dan mahasiswi KKM Universitas Bina Bangsa, kelompok 41 Tahun 2025. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini meliputi tiga fase utama. Tahap pra-pelaksanaan dilakukan melalui proses observasi dan kunjungan langsung ke rumah-rumah pengrajin bambu di Kampung Sumur Kuya. Desa Mekarsari. Mahasiswa melakukan wawancara singkat guna menggali kendala dan potensi dari aktivitas produksi yang Pemanfaatan Bambu sebagai Industri Kreatif AuAnyaman Peralatan Rumah TanggaAy Guna Meningkatkan Perekonomian Lokal dilakukan selama ini. Tahap pelaksanaan mencakup praktik pembuatan produk rumah tangga seperti tampah, tudung saji, tempat tisu, dan keranjang bambu oleh peserta KKM41, yang dipandu langsung oleh para pengrajin. Mahasiswa juga turut memberikan pelatihan ringan tentang desain produk agar lebih menarik dan kompetitif di Tahap akhir yaitu tahap evaluasi dilakukan melalui kegiatan sosialisasi hasil produk kepada masyarakat sekitar, termasuk pameran mini dan diskusi terbuka. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya mempertahankan warisan lokal sembari tetap terbuka terhadap inovasi dalam produksi dan pemasaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18Ae20 Juli 2025. Metode yang digunakan meliputi observasi, survei lapangan, wawancara, dan praktik langsung. Pemilihan bambu sebagai bahan dasar karena masih melimpah di lingkungan sekitar, serta memiliki keunggulan sebagai material yang ramah lingkungan dan bernilai estetika tinggi. Kata kunci: Bambu. Industri Kreatif. Industri Rumah Tangga. Kerajinan Anyaman. Peralatan Rumah Tangga PENDAHULUAN Pohon bambu merupakan tanaman berakar serabut yang dapat dijumpai di lahan kering ataupun lembab. Tanaman bambu merupakan keluarga rumput-rumputan (Poacea. yang dimana batang nya memiliki rongga dan berkuas, tanaman ini terkenal kuat dan tahan akan berbagai musim serta dapat hidup dengan mudah. Bambu sendiri merupakan tanaman berkayu, memiliki batang silindris dan tumbuh sebagai rumpun dan sangat cepet berkembang dan dalam nama ilmiahnya yaitu Bambusoideae. Tanaman bambu memiliki sejuta manfaat dalam kehidupan manusia dimana salah satunya dapat dijadikan kerajinan tangan yang berbentuk anyaman, sebagai peralatan rumah tangga dan juga dapat dijadikan sebagai alat musik. Selain itu bambu juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar kertas yaitu dari pengolahan serat bambu Tanaman bambu terdiri dari tiga jenis yaitu bambu kayu,tropis . , bambu kayu sedang . dan bambu herba . Bambu dapat tumbuh dengan sangat cepat walaupun lingkungan sekitar tidak subur sekalipun, pertumbuhan bambu dapat mencapai 91cm dalam waktu sangat cepat yaitu 1 hari (Berlian dan Rahayu,1. Penanaman bambu sendiri dapat dilakukan di lingkungan tropis dengan suhu 470 hingga 500 30 N, dan dari permukaan laut hingga sekitar 4. 300m dpl. Kegunaan lain dari bambu adalah untuk menahan erosi, menyaring air, dan digunakan pada pengolahan air limbah, selain itu tanaman bambu yang masih muda atau disebut dengan tunas bambu yaitu rebung dapat dijadikan sebagai makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat dengan diolah berbagai cara dengan berbagai citarasa sesuai dengan kebiasaan masyarakat Beberapa unsur utama penyusun bambu termasuk lignin, selulosa, hemisellulosa, dan lilin, serta unsur tambahan seperti resin, tannin, dan garam-garam anorganik. Selulosa dan hemisellulosa berfungsi sebagai komponen utama dinding sel yang memberikan kekuatan dan ketahanan, sementara lignin memberikan fleksibilitas pada struktur dinding sel. Komponen tambahan, seperti resin mencegah hama menyerang batang, tannin, yang memberikan rasa pahit, melindungi herbivora, dan lilin melapisi permukaan batang untuk mencegah NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 350-360 Dalam struktur batang bambu, bagian dalam kolom memiliki lebih banyak parenkim dan sel penghubung untuk menyimpan dan mengangkut nutrisi, sedangkan bagian luar batang memiliki lebih banyak serat untuk menyokong struktur. Studi yang dilakukan oleh Fatiasari dan Hermiati . Bambu adalah salah satu tanaman yang dapat hidup dengan baik di lingkungan tropis karena kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi. Tanaman ini memiliki sifat regeneratif yang tinggi, jadi setelah dipanen atau terkena gangguan, mereka dapat tumbuh kembali dengan cepat. Bambu juga sangat disukai karena keindahan alaminya, yang membuatnya populer dalam desain lanskap dan arsitektur. Karena kemampuan bambu untuk menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida, keberadaan bambu bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan. Susanti . Gambar 1. Pohon Bambu yang digunakan untuk Industri Kreatif Anyaman Kerajinan anyaman bambu adalah jenis kerajinan tangan asli Indonesia yang telah dikembangkan secara turun-temurun dan berbahan dasar bambu. Ini adalah salah satu jenis kerajinan tangan yang terkenal di Indonesia. Kerajinan ini mencerminkan kearifan lokal dan budaya masyarakat selain memiliki nilai estetika yang tinggi. Bagi sebagian orang yang bekerja di bidang ini, kerajinan anyaman bambu bukan hanya seni yang indah, tetapi juga sumber Para pengrajin dapat membuat berbagai produk, mulai dari perabotan rumah tangga hingga dekorasi, yang tidak hanya berfungsi tetapi juga memiliki daya tarik visual yang unik dengan keterampilan dan kreativitas mereka. Industri rumahan yang berbahan dasar dari bambu yaitu berupa anyaman dapat dijumpai di Kampung Sumur Kuya. Desa Mekarsarsari. Kecamatan Panimbang. Kabupaten Pandeglang, namun tidak banyak dijumpai pengrajin yang masih bertahan dan mempertahankan industri kreatif dari bambu tersebut. Hal ini dikarenakan kurangnya minat dari masyarakat akan kebutuhan peralatan rumah tangga dan dapur yang berdasarkan dari bambu karena lebih menyukai produk yang telah modern berbahan plastik ataupun alumunium dengan alasan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Pemanfaatan bambu sebagai industri kerajian yang berupa anyaman sehingga dapat menghasilkan berbagai produk yang dapat Pemanfaatan Bambu sebagai Industri Kreatif AuAnyaman Peralatan Rumah TanggaAy Guna Meningkatkan Perekonomian Lokal membantu masyarakat dalam kehidupan sehari hari terutama para ibu rumah tangga adalah produk anyaman bambu untuk peralatan rumah tangga, dimana dapat berupa kipas, alat untuk mengukus, alat untuk menyimpan hasil kebun, alat untuk menapih beras dan juga masih banyak Kekayaan alam Indonesia yang masih sangat subur dan asri membuat suburnya tanaman bambu bertumbuh kembang dengan baik sehingga dapat digunakan dalam kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari hari dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Karena bambu adalah material yang ramah lingkungan, penggunaan bambu dapat membantu menyelamatkan lingkungan dari pemanasan global. Tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida dengan baik, yang dapat membantu mengurangi jumlah gas rumah kaca yang ada di atmosfer. Bambu juga merupakan sumber daya yang berkelanjutan karena tumbuh dengan cepat dan dapat dipanen tanpa merusak lingkungan. Dengan menggunakan bambu sebagai alternatif untuk bahan bangunan dan produk lainnya, kita tidak hanya mendukung lingkungan tetapi juga mengurangi ketergantungan kita pada bahan yang lebih merusak, seperti kayu yang ditebang dari hutan. Suriani . METODE Dalam kegiatan PKM dan KKM yang diselenggarakan oleh Dosen Universitas Bina Bangsa dan juga Mahasiswa KKM41 Tahun 2025 dan Lokasi pengabdian kepada masyarakat ini adalah di Desa Mekarsari. Kecamatan Panimbang. Kabupaten Pandeglang. Provinsi Banten yang dilaksanakan pada tanggal 18-20 Juli 2025. Adapun tahapan dari kegiatan PKM dan KKM41 Tahun 2025 Universitas Bina Bangsa adalah sebagai berikut: Pra-Pelaksanaan, yaitu kegiatan diawali dengan analisa lapangan pada industri kreatif bambu anyaman untuk produk peralatan rumah tangga guna mengetahui bagaimana minat warga setempat terhadap hasil industri rumahan berbahan dasar bambu. Melaksanakan survey ke lingkungan alam sekitar untuk mengetahui keadaan dan ketersediaan pohon bambu sebagai bahan dasar produk anyaman peralatan rumah tangga. Mempersiapkan peralatan dan bahan dasar yang digunakan untuk membuat produk anyaman peralatan rumah tangga berbahan dari bambu. Pembuatan berbagai produk peralatan rumah tangga dari bambu dengan cara mengayam an dilakukan secara manual. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 350-360 Dalam praktik pembuatan peralatan rumah tangga dari bambu tersebut pengrajin dibantu oleh mahasiswa KKM 41 Universitas Bina Bangsa dan didampingin oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga warga setempat yang ingin belajar mengayam bambu untuk produk lainnya. HASIL Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim PKM dan KKM41 Tahun 2025 Universitas Bina Bangsa mendapatkan hasil yang sangat signifikan yaitu meningkatnya minat warga lokal dan juga masyarakat sekitar akan hasil industri rumahan yaitu industri kreatif anyaman bambu untuk peralatan rumah tangga, sehingga perekonomian pengrajin bambu meningkat. Kegiatan PKM dan juga KKM ini dilakukan oleh mahasiswa semester 7 dalam rangka salah satu kewajiban untuk syarat pengajuan proposal tugas akhir (Skrips. Dengan adanya kegiatan PKM ini disambut dengan antusias oleh Bapak Asma selaku pengrajin bambu dan juga masyarakat hingga aparatur Desa dikarenakan minat konsumen terpancing kembali untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan. Gambar 2. Menyiapkan Bambu Untuk Pembuatan Produk Anyaman Setelah bambu dipilih dengan cermat dan ditebang serta dibersihkan dari daun dan ranting kecil yang terdapat pada ruas bambu, maka bambu akan dibawa menuju lokasi untuk memulai dilakukan proses pemotongan sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan dan sesuai dengan produk anyaman yang akan dihasilkan. Pemanfaatan Bambu sebagai Industri Kreatif AuAnyaman Peralatan Rumah TanggaAy Guna Meningkatkan Perekonomian Lokal Gambar 3. Proses Pemotongan Bambu Untuk Produk Anyaman Bambu dipotong sedemikian rupa dan disesuaikan dengan panjang serta ketebalan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk anyaman peralatan rumah tangga. Dalam proses pemotongan ini harus dilakukan pengukuran yang tepat agar kesimetrisan produk dapat dihasilkan dengan baik. Setelah dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, bambu akan dibelah menjadi beberapa bagian agar proses pembagian bilah bambu menjadi mudah. Belahan bambu tersebut akan disayat setipis mungkin agar dapat dilakukan penganyaman bambu sesuai produk yang akan dihasilkan. Gambar 4. Proses Penganyaman Bambu Dalam proses penganyaman bambu, baris demi baris bilah demi bilah dianyam dengan rapih dan secara hati hati agar pola anyaman dapat tersusun dengan baik sehingga menghasilkan produk anyaman peralatan rumah tangga yang diinginkan. Hasil industri rumahan dari kerajinan bambu ini sudah mulai ditinggalkan oleh peminat dan juga masyarakat sekitar dikarenakan produk penggunaan berbahan plastik dan alumunium lebih digemari karena dirasa lebih awet dan tidak mudah rusak serta mudah dibersihkan. Hal ini lah menjadi salah satu penyebab kenapa industri kreatif anyaman bambu sulit untuk berkembang. Dengan adanya tim Pengabdian oleh Dosen dan juga Mahasiswa KKM41 Universitas Bina Bangsa diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat sekitar terhadap produk bambu guna meningkatkan perekonomian para pengrajin. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 350-360 Gambar 5. Produk Bambu Anyaman Gambar 6. Produk Bambu Anyaman AuNyiruAy AuKipasAy Berkembangnya industri modern dan pesatnya produk impor dari luar negeri terutama Cina membuat produk lokal yang dihasilkan secara tradisional sulit untuk berkembang dan bersaing dengan baik. Hal ini dikarenakan minat konsumen sendiri ingin yang praktis dan mudah dalam pemeliharannya. Gambar 7. Berbagai Produk Anyaman Bambu Dengan kehadiran mahasiswa peserta KKM41 Universitas Bina Bangsa. Serang,Banten serta Dosen sebagai tim pengabdian kepada masyarakat, membuat antusias dan semangat pengrajin menjadi meningkat kembali. Dengan adanya bantuan dari peserta KKM41 UNIBA, proses pemasaran dan pengenalan kembali produk dari anyaman bambu yang menghasilkan peralatan rumah tangga mulai dikenal dan diminati oleh warga sekitar dan hal ini tentu saja dapat meningkatkan penghasilan bagi sang perajin bambu. Gambar 8. Dosen Pendamping Lapangan dan KKM41 UNIBA serta Pengrajin Bambu Pemanfaatan Bambu sebagai Industri Kreatif AuAnyaman Peralatan Rumah TanggaAy Guna Meningkatkan Perekonomian Lokal DISKUSI